Hugeass boobs rules? I dunno, geddoe says that some sizes suit some people better than others, and I believe so too. Nonetheless, for a single guy like me (either with or without girlfriend), it is the access to the boobs that counts, whatever their sizes, if any. Am I right, dudes?
*stoned to death* On the other hand, I must admit that a combination of a beautiful girl with a curvy shape will easily draw more attention than any delicious flat-chested Keira Knightley babes. Having mentioned that, a few days ago I posted a crappy entry about football updates. In trying to add some attractiveness to the boring text, I put a non-related picture to it (which is, inspired by Kopral geddoe’s post). It was a picture of PVC-figurine of Rangiku Matsumoto, a beautiful soul-reaper from Bleach anime & manga. To say it twice, it was just a decoration! The entry only got few comments, but most of ‘em really said something about the pic. Voila!
This is the same figurine in another point-of-view: (click to enlarge)
Fairly gorgeous, eh? Whether in manga, anime, hentai or in figurine, this girl’s attractiveness is always striking me. Pretty face, icy-blue eyes, long-wavy-blonde hair and a beauty spot near her mouth. I know, there’s one distinctive features I haven’t put into account yet: her more-than-enough-size of two soft fleshy milk-secreting glandular organs on her chest. Ups, sorry, that’s technobabbles. I mean; her very large boobs; that are creating a deep cleavage; thanx to her loosely-hanging robes. I was quite confident that it was such feature that easily draws all the comments about her.
Below is an artwork picture of Matsumoto with several other Bleach heroines, hopes her bikini will show more of her sculpted image: (click to enlarge)
What? You don’t like her bikini? Okay, just remove it. Click here (warning: must be 14+)
Getting turned-on? Aww, don’t tell me you get nosebleed. Well, as we speak, we also have Orihime Inoue on the pic above. On previous entry’s comment, celo request me of her. Nice request, Orihime’s boobs are perhaps the second largest among Bleach heroines. Uh, perhaps it’s hard to tell from the pic since she’s bent down. Let’s check another pic to measure her asset (in comparison with others): (click to enlarge)

Top L-R: Rangiku Matsumoto; Kuukaku Shiba; Orihime Inoue; Yoruichi Shihouin; Isane Kotetsu. Bottom L-R: Retsu Unohana; Nemu Kurotsuchi; Nanao Ise; Soi Fon; Kiyone Kotetsu; Rukia Kuchiki.
Immeasurable? Feh, just tell me you want to strip them off again. Click here (warning: must be 14+)
There you have it. But I’m somewhat sure celo loves Orihime for her beauty & personality.
& I think I know why Rukia Kuchiki always only shows her back in both pictures.
All right, whatever, when we talk about boobs, you’re free to prefer your ultimate size, as long as it turns you on. As for me, once more, I just need accessible boobs everyday, whatever their sizes… or… simply the girl behind the boobs.
But… Why so serious…^^;;
Notes:
- My grammar sucks; you don’t have to tell me that. Lemme fix it later.
- Hugeass boobs™; some sizes suit some people better than the others™; delicious flat-chest™ and why so serious™ are used under permission to rosenqueen company. All rights reserved.
- In order of appearances, all the pictures were taken from here, here, here, here and there respectively.
- This entry is just for fapping fun & killing time.





Pffft. Prinsip seorang laki-laki sejati itu seperti ini, “Tidak terlalu besar. tidak terlalu kecil. Yang penting pas di tangan.” 8)
@ Catshade
Itu… membutuhkan “akses” juga kan?
Apabila kita lihat chart perbandingannya, maka akan jelas bahwa ukuran dada itu ialah layaknya pakaian; mesti pas dengan orangnya! E.g. Rukia Kuchiki akan terlihat aneh dengan dada yang lebih well-endowed. Jadi saya sepakat dengan Bung Catshade. Prinsip Goldilocks! Hanya saja, Goldilocks terhadap wanitanya, bukan tangan si lucky bastard.
Bagi saya, big boobs is a good boobs, indeed..
Tapi yang natural, bukan yang sintetis macam si Pamela itu.. Malah bikin eneg..
@ K. geddoe
Tingginya memang gak sampe 150 cm, tapi kalo naik satu cup lagi harusnya masih bisa pas deh…
Ini tentang dunia nyata? Kalo gak pas di tangan, ya salah tangannya yang kekecilan/kebesaran; tapi kalo gak pas di wanitanya, salah boobs-nya?
@ Nazieb
Nah, rasanya kalo sintetis bisa deh pake Goldilocks. IMO ada yang ukurannya memang jadi lebih pas, tapi tidak sedikit yang malah jadi turn-off…
Kurotsuchi Nemu is still the best out of all.
Ndak terlalu ‘lemu’ dan ngga terlalu ‘kurus’.
oh, my..
begini kah kalo lelaki berimajinasi?
btw, cewek suka males lho kalo nonton anime yang suka “lebay” bikin body chara nya gini..
*inget dulu benci banget sama tenjou tenge ato karen di code geass*
btw, i supposed not to be here, i assume?
*merasa aneh sebagai cewek sendiri di postinga berbau-cowok-sekali*
Kalo boobsnya bentuknya prisma, gimana? Mengapa kita menyukai kurva? Apakah keindahan boobs itu bersifat seksual atau estetis?
Saya sih lebih menyukai yang erotik [samar dan nanggung], ketimbang eksposure kurva berukuran besar. Keindahan boobs, secara visual tentunya, ditentukan oleh perasaan dan cerita dibalik peristiwa estetis/seksual itu. Yang besar atau yang kecil, yang bundar atau yang lancip, semuanya bisa indah dalam konteksnya masing-masing. Milan Kundera bisa membuat nenek-nenek tampak seksi tau.
*halah sok filsuf*
Btw, I always wonder why God [or evolution] made us, men, love boobs?
Jangankan anda, saya saja juga suka males…excessive fanservice seringkali membuat saya menganggap rendah beberapa anime/manga yang mungkin sebetulnya bagus.
Kalo menurut psikologi evolusioner, laki-laki itu penuh perhatian pada payudara perempuan karena area itu adalah petunjuk eksternal yang gampang dilihat dari tingkat kesuburan dan kesehatan si perempuan. Selain itu, tanpa kecintaan pada payudara, kita mungkin tidak akan selamat melewati tahun pertama kehidupan kita
@ Reginhild
Setuju. Pas di tubuh si pemilik; pas juga kalo dibalut dengan busana.
@ grace
Wah, imajinasi lelaki lain mungkin jadi diorama Gundam atau sebait puisi roman picisan. Yang grace kutip sih, kurang kerjaannya saya aja.
~Jlebbb~
Ugh…
*melirik Aya Natsume di header~*
Oh, just feel free to be here…
@ gentole
Karena boobs itu fitur dari wanita yang bodinya juga rounded tak bersudut (kcuali siku dan dagu, mungkin). Boobs prisma mungkin cocoknya di mecha sperti Gundam…
Karena pria cenderung turn-on dengan input visual, saya rasa keduanya.
That’s a turn-on trigger. You know, to making babies & keep a readystock of next generation.
@ Catshade
Kalo karya2 smacam Ken Akamatsu atau Oh! great spertinya sudah ciri khas deh…
Benar
Euh…ga paham Bleach…
Saya suka punyanya Aya Koizumi…the best I’ve ever seen…
duh, gak ngeh lg dg anime.
tp saya suka lelaki dg dada bidang, lengan atletis, dan mata elang.
entah itu bokongnya montok ato tipis. tp…errr….yah….kl tipis emang kl dipandang kurang menarik sih….
you make me a perv X(
shoo~
in fact I hate orihime inoue because of her hair color. I don’t really like any colored hair
black suits well!
I choose inoue because I think Nell isn’t in her perfect shape right now T.T
Nell~~~
well you made me looks like a real pervert here X(
Hmm.. Yang biasa saja deh.
@ lambrtz
Lha, ini kan bukan bahas ceritanya, pinjam boobs karakternya doang… ^^;;
Akhirnya, datang juga karakter bokep kesini…
@ restlessangel
Saya juga gak pernah nonton. Baca komiknya saja & memunguti gambarnya yang bertebaran di i-net…
sudah dapat…?
@ :3
Me either (as an Indonesian), save for manga character.
Ah, Neliel Tu Oderschvank! Sure, her boobs’ size is awesome too. it’s just quite difficult to find variety of her pic.
BTW, AFAIK her hair is light green, isn’t it?
Is there anybody give a damn?
This crappy page will never ruins your image at all, masbro
@ fantasyforever
Biasa itu seukuran apa, masbro? Apa perlu katalog?
(Jangan di-klik kalo gak perlu lho!)
iya. hijau. tapi saya kan bukan mahasiswa kaya yang bisa beli halaman berwarnanya di kinokuniya~
jadi anggap saja saya nggak tau kalo rambutnya nell itu ijo
@ :3 [is] Nell~sama lover!
Kinokuniya? Gak ada toko itu disini cel…
Saya ngecek-nya disini dan disini saja kok.
Considering the 99% chance that you’ll come to me to fix it, I’ll just post the things you need to fix here and now while I have the time. ‘Cos after this I’ll be totally preoccupied.
The strikethroughs are the ones you’ll have to delete, while the (new) bolds are the ones you need to add in. Here goes.
You’re welcome
.
*pingsan*
gatel banget pingin nulis.
saya baru aja ngerilis postingan ini, tanpa tahu ada postingan kayak gini di blog mas ini http://isinmawa.wordpress.com/2008/11/11/apa-yang-mereka-laki-laki-pikirkan-tentang-kita-wanita/
jadi ini sudah merupakan jawaban !
@ fritzter
Here comes the editor! All hail him!
Actually I almost totally forgot to fix this after my latest post, but your final touch is really appreciated. I fix them all, save for one.
Thanx a lot! My gratitude… (_ _)
@ chiw
Heh, bangun! Ini cuma apdet kurang kerjaan saja kok.
@ eMina
Ah, jangan jadi digeneralisasikan begitu, mbak.
Lagian post ini ngoceh tentang ukuran buah dada wanita dan hubungannya dengan daya tarik wanita tersebut; sementara mbak ngomongin “wardrobe malfunction”, gadis cantik-seksi (ntah sperti apa) dan hubungannya dengan perilaku negatif para lelaki yang melihatnya. IMO tidak terlalu berhubungan.
–jensen–
iya, maaf klo tak berhubungan dan men-generalisir..
eh, men generalisir ya…?
..
…
emg kayaknya tak berhubungan sih, soalnya yang ingin disampaikan juga beda.saya sih lebih ingin mengingatkan para wanita. itu saja.
tengkyu.
dan maaf.
@ eMina
Ahaha, tidak usah jadi merasa bersalah gitu. Jadi gak enak saya.
Saya mengerti apa yang mbak maksudkan. Memang pakaian yang seksi/terbuka punya efek daya tarik yang (menurut mbak) bisa menyebabkan pikiran mesum. Tidak salah. IMO pikiran mesum adalah hak si pemikir, silahkan saja sepuasnya selama hanya didalam hati. Yang salah adalah apabila kemudian muncul tindakan negatif, dalam contoh di blog mbak Mina: menyoraki dan mengomentari. Dan dalam hal ini, yang saya anggap salah seluruhnya adalah para lelaki itu. IMHO tidak benar untuk membagi kesalahan dengan si “korban” (si cewek), yang buntutnya memunculkan rekomendasi untuk ‘berbusana lebih tertutup’, sekalipun itu mengurangi resiko jadi korban kemesuman.
Itu dari saya, mbak…
–jensen99–
”
IMHO tidak benar untuk membagi kesalahan dengan si “korban” (si cewek), yang buntutnya memunculkan rekomendasi untuk ‘berbusana lebih tertutup’, sekalipun itu mengurangi resiko jadi korban kemesuman.
”
aha…sudah ketemu sekarang, jadi begitu ya. tidak disarankan untuk merekomendasikan busana yang lebih tertutup? meskipun beresiko masuk angin…dan korban kemesuman, kebejatan dan perkosaan misalnya?
jdi yang harus diurusi itu dari sisi si laki -lakinya sja ya, mereka harus bisa menahan diri.Begitukah?
klo dari saya sih, bisa dari dua -duanya…laki-lakinya harus bisa menahan diri, dan wanitapun sebaiknya berusaha untk menjaga dirinya sendiri.
begitu….agak aneh ya, yah tapi pemikiran yang berbeda tidak apa -apa, hanya sekarang jadi banyak tahu…oooo begitu…
*masih heran*
@ eMina
Hoho, resiko itu kecil kok. Percaya deh.
Tentunya dengan menghindari tempat yang sepi, rawan, kurang penerangan dan sendirian. Relatif akan baik2 saja kalo di kampus, mall, kafe, nite club dan beramai2.
Betul…
Setuju. (walopun dengan konsep yang berbeda)
sesat bertanya malu di jalan™
Sekedar sharing…mungkin jadi post saya sendiri, tapi ga yakin…
Di sini, Singapore (note: ga jauh dari Indonesia), banyak sekali perempuan yang berpakaian terbuka, dalam artian pake celana pendek di atas lutut, atau kaos tanpa kerah, atau semacam singlet, dsbsbsb…tapi laki-laki yang melihat pada biasa aja tuh…setidaknya, kalo ada pikiran macam-macam, ya itu disimpan dalam otak saja, tidak diungkapkan…konon katanya sih nggodain perempuan (bahkan sekedar suit2) itu sudah termasuk pelecehan seksual, dan hukumannya beraaaatt…tapi mungkin juga para lelaki di sini sudah menyadari bahwa nggodain itu ga bener.
Ga semua perempuan yang berpakaian terbuka itu demikian karena ingin diperhatikan lo. Logikanya sederhana saja: Singapore itu negara tropis, jadi biar isis (bahasa Indonesianya apa ya?) ya pake yang agak terbuka.
Tapi semisal punya anak perempuan, kalo di Indonesia saya juga bakal minta dia berpakaian agak tertutup. Bukan apa-apa, demi keamanan dia saja. Kalo di sini sih, mau yang agak terbuka ya silakan.
BTW yang laki-laki juga banyak yang begitu…tapi saya jujur aja ga bisa meniru. Takut masuk angin
)
(gila aja, saya di rumah di Indo ga ada AC, di sini ditaruh di lab yang ACnya disetel 17 C, bisa mati beku
(kok jadi OOT ya?
)
@ lambrtz
Di Indonesia juga banyak, cuma mungkin tidak semerata Singapur. Masih terbatas pada tempat2 dan acara2 tertentu. (this country is fuckin’ huge anyway)
Tapi, saya jadi terpikir hal2 ini:
1) pelecehan seksual secara verbal (suitan; kata2) biasanya berhubungan dengan kolektifitas; artinya, berani karena dilakukan beramai2 atau stidaknya sedang ada seseorang bersama si pelaku. 8)
2) perkosaan… saya merasa sepertinya kadang ada imajinasi populer mengenai gadis berbusana terbuka/seksi yang sedang jalan (malam2?) lalu tiba2 saja dibekap seseorang/sekelompok orang, dibawa ke tempat sepi lalu diperkosa.
Saya tidak tau bagaimana tiap orang menghubungkan seksi dan perkosaan (perkosaan lho, bukan sekedar pelecehan!), tapi saya rasa itu sama saja beranggapan bahwa smua cewek berpakaian terbuka tidak punya kesadaran akan ancaman itu, dan akan/cenderung berada di waktu dan tempat yang memungkinkan kejahatan itu terjadi. CMIIW
Santai saja…
Pembahasannya melebar yaa.. soal anime, gak ngerti
Busana? Mana yg cocok dan nyaman, baik yg make maupun lingkungan. Saya dulu cenderung setuju dgn mbak mina, skrg, ya itu..
@ Takodok!
Iya, saya tau. Makanya saya kasih tanda trademark di akhir kalimat. Artinya saya kutip kalimat yng diciptakan/dipopulerkan blogger lain.
Sesukanya komentator-lah!
hmm, saya ndak terlalu memperhatikan ah. buat sayah yg penting rambutnya bagus dan bisa saya panggil “onee-chan~” *disemprul*
…yah, tapi saya setuju sama kata Kopral di awal entri deh.
But still, yg terpenting adalah rambut dan hatinya.
@ Lemon S. Sile
Setuju!
Ternyata maennya di level itu…
Pantesan cita2nya hidup selibat…
*jadi inget saya tempo doeloe*
@jensen99:
Saya enggak incest lho…cuma preferensinya.
@ Lemon S. Sile
Heh, yang bilang incest siapa?
Saya ngerti kok maksudmu.
Utk membedaken antara ™ pencipta dan ™ pengutip, sebaiknya ditambah <abbr> yang memuat ©pencipta, seperti yang dilakukan sora9n di blog Amed.
@ Fritzter
Masukan yang bagus; thanx!
kalo gwa kasi tau koleksi figurine bleach gwa, lo janji jangan nangis ya.
euh… tidak sopan
@ The Bitch
Gak. Saya sudah membiasakan diri dengan banyak keinginan belum kesampaian kok.
setidaknya saya punya gambarnya xD@ Rukia

Soalnya materinya ada, sayang sekali kalo tidak dijadiin post.
*dihajar*
Nice stuff!
There should be an option for English language, it’s international language and everybody can understand it easily.
Since the admin of this web page is working, no uncertainty very quickly it will be well-known, due to its
quality contents.