Archive for the 'Keseharian' Category



Blackout and Knockout

Peringatan: ini cuma kisah kekesalan sehari-hari. Kalau bukan teman saya tidak usah baca, membuang waktu anda sahaja.

Ada yang pernah baca ini? Yeah, setahun yang lalu saya pernah diwawancarai wartawati harian tersebut soal Earth Hour, sehubungan twit-twit ngomel saya yang berantem dengan para pendukung Earth Hour. :lol:
Saat itu, bersama beberapa pasukan 2007 semacam Buya Alex, Almascatie, Mansup, Gunrud dkk, ada hashtag #nasibluarjawa yang lumayan populer di twiter dan fesbuk sebagai pengingat soal ketidakadilan energi. Ntahlah, saya juga tak terlalu tahu seberapa banyak onliners yang berlimpah listrik mengerti soal ketersediaan energi listrik yang tidak merata di negara ini. :|
Tahun ini, beberapa minggu lalu, menjelang Earth Hour 2011, saya masih juga nge-twit bete soal Earth Hour. Bedanya waktu itu saya di Jakarta, di angkringan Wetiga Langsat, dimana sedang ada Obsat dengan tema Earth Hour. Ah ya, saya ngetwit bukan tuk ribut macam tahun lalu. Kali ini supaya muncul di layar proyektor Obsat saja. :lol: Syukurlah Memeth mengingatkan via RT twit @obsat bahwa listrik di Indonesia terfokus di Pulau Jawa dan Bali. Itu sebabnya kampanye Earth Hour belum menyentuh luar lokasi itu. Hoo~ berarti memang saya gak perlu ikutan. Berhentilah saya jadi killjoy, lalu ngeluyur pulang duluan, emang ngejar metromini ke Cinere soalnya. :mrgreen:
BTW, kaos hitam 60+ yang dipake Titiw Akmar dan kawan-kawannya malam itu keren… :D

Beberapa hari berselang, saya sudah di Jayapura lagi, dan sudah dua minggu berlalu setelahnya. Apa kabar? Yup, masih tetap #nasibluarjawa seperti tahun lalu. Listrik padam dua-tiga kali sehari. Pagi, siang, sore, malam, subuh, anytime. Cuaca buruk, cuaca baik, bisa padam. Kadang cuma menyala sedetik, sekedar memberi harapan semu, lalu padam lagi. Ngeselin.
Sudah tidak tahu mau ngomong apa lagi. Males nyari penyebab. Setelah beberapa bulan hidup di ibukota yang gemerlap, memang mesti sadar diri kalo ini di pinggir negara. Jelas ada bedanya. Tidak perduli kalo tahun kemaren pemerintah sudah koar-koar berjanji kalo tidak akan ada lagi pemadaman karena kekuarangan daya, cuma ada pemadaman karena kerusakan atau perawatan. Persetan sebabnya. Sama gelapnya. Fitnah yang beredar malahan PLN sengaja padamkan listrik tuk menghemat persediaan solar. :mrgreen: Jadi kalau mendadak padam saya paling-paling ngetwit, lalu tidur. Apalagi kalo padam pas subuh-subuh lagi nonton bola sambil ngantuk, ya tidur lagi sajalah. :mrgreen: Satu hal yang paling saya syukuri adalah PC saya tidak pernah rusak walopun selalu mati mendadak, bahkan sering saat sedang baru startup Windows. Semoga saja keadaan membaik sesudah posting ini. :twisted:
Teman-teman, ada yang masih sering kena pemadaman?

Ngomong-ngomong soal bola, dua klub yang saya dukung juga nasibnya jelek akhir-akhir ini. Satu, Internazionale. Penuh harap bisa pimpin klasemen usai derby, malah digilas Milan 3-0. Leonardo bodoooooooh!!! Saya ingat listrik padam tepat pada saat saya mau nyalakan TV tuk nonton. Begitu listrik nyala lagi, Inter sudah tertinggal dua gol dan bermain dengan 10 pemain. Lalu ada gol ketiga, lalu saya matikan TV saja segera sesudah Cassano diusir. Tidur. Tiga subuh berikutnya, bangun lagi nonton Madrid vs Spurs, sambil nunggu update dari Giuseppe Meazza. Tapi kelar babak pertama, saya milih tidur lagi. Buang waktu nonton Madrid. Bangun-bangun disuguhi hasil akhir di newsticker MetroTV: Inter 2-5 Schalke. WTF?!? Barusan membuang peluang mempertahankan scudetto, sekarang buang peluang juga mempertahankan liga cempyen? :evil: Argh…Syukurnya saya cuma Asal Bukan Juventus sih, jadi mau Milan atau Napoli yang scudetto ya sama saja. Keknya kami pertahankan Copa Italia saja… :|
Klub berikutnya, Chelsea, tak kalah suram nasibnya. Torres masih setia mengikuti jejak Shevchenko. Wiken terakhir cuma seri dengan Stoke, sehingga jarak dengan MU makin lebar. Sialnya, Arsenal juga ikutan seri. Padahal saya ini ABMU. 3 hari berikutnya, malah takluk di kandang dari MU. Listrik padam pula ditengah pertandingan. Berharap ada gol saat saya tidur lagi, tapi ternyata Chelsea gak mampu membalas. Mengecewakan. Masih bisa membalikkan keadaan di Old Trafford sih, tapi yaa~ saya tak terlalu berharap. Sedih juga kalo musim ini tanpa trofi. Gak balik modal. Emang butuh gelandang baru menurutku, bukan penyerang baru… :(

Satu-satunya hiburan saat nulis post ini cuma kemenangan Persipura 2-1 dari tuan rumah PSPS jumat sore tadi. Poin jadi 44, semakin menjauh dari Persija, dan ada modal bagus tuk piala AFC vs Chonburi minggu depan. Sukses! ;)

Jadi, siapa yang percaya Milan dan MU masih bisa tergeser dari puncak klasemen liga masing-masing? Dan siapa jagoan kalian di liga cempyen setelah first-leg perempat final? ;)

Persipura Eps. 29: Playmaker, from Edu to Manu

Konon pengatur permainan alias playmaker adalah tipe pemain yang sulit didapat di Indonesia, dan konon pula sekarang ini hanya ada 3 playmaker lokal yang bermain di level atas di Indonesia: Eka Ramdani di Persib, Firman Utina di Persija, dan ikon legendaris Persipura, Eduard Ivakdalam. Sementara di banyak klub lain posisi tersebut diisi pemain asing.

Kapten Persipura, si no. 10.

satu-satunya pemain Persipura yang dimaklumi (gak dimarahi) penonton kalo salah umpan. LOL

Dibandingkan kedua saingan lokalnya, paitua Edu -panggilan akrab Eduard- jauh lebih senior, dan sudah berkarir di Persipura sejak Liga Indonesia pertama atau 14 musim. Selama itu pula Edu menjadi pemain paling berpengaruh dalam tim. Tetapi usia tak bisa dibohongi, pertambahan umur membuat performa Edu juga menurun. Hal ini mudah dilihat dari perubahan peran Edu, apabila dulu bermain sebagai trequartista yang rajin mencetak gol, maka setidaknya sejak 2004 Edu bermain sebagai deep lying playmaker yang daya jelajahnya lebih terbatas di lapangan tengah. Disisi lain, peran yang tak tergantikan membuat Persipura jadi bergantung pada keberadaan Edu dan seolah kehilangan kepercayaan diri apabila Edu tidak bermain, padahal regenerasi mutlak diperlukan.

Persipura bukannya tidak menyadari ini, dan berkali-kali berusaha mendidik pemain-pemain berbakat tuk menjadi gelandang pembagi bola, tapi karena tuntutan untuk selalu menurunkan Edu pada (hampir) tiap pertandingan, maka tiap gelandang yang mendampingi Edu jadi terbatas perannya sebagai “tukang angkut air”.
Setelah berkali-kali berganti pasangan, sejak pertengahan musim lalu nama Immanuel Wanggai mencuat sebagai gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Persipura untuk mendampingi Edu di lapangan tengah Persipura. Adalah pelatih Jackson Tiago yang menemukan peran tersebut untuk Manu yang sebelumnya kurang sukses bermain sebagai gelandang serang. Memanfaatkan stamina luar biasa, tubuh kokoh dan dribble bagus, Manu sukses jadi pemutus serangan lawan yang pandai melindungi bola. Sejalan dengan kematangannya, Manu mulai piawai melepas umpan-umpan yang semakin akurat kepada para penyerang. Akan tetapi posisinya sebagai gelandang bertahan membuat Manu terbatas dalam membantu serangan.
Sebagai deputi Manu adalah Gerald Pangkali. Dianugerahi stamina dan keahlian bertahan yang sama dengan Manu, kekurangan Gerald adalah dalam urusan mendistribusikan bola. Ia hampir selalu membutuhkan Edu untuk melanjutkan bola ke depan. Pola ini menyebabkan para penyerang harus rajin jemput bola dari Edu sehingga menambah jarak ke gawang lawan.

Pada situasi ini sering muncul pemikiran saya untuk seandainya Edu bisa sesekali diistirahatkan dari starting line-up sementara Manu dan Gerald bisa ditandemkan di tengah. Tentu daya jelajah Manu bisa lebih maksimal apabila ada yang melapis tugasnya bertahan. Tak disangka pasangan ini akhirnya bisa saya saksikan pada ronde kedua big match Persipura vs Arema hari Sabtu seminggu (24 April) yang lalu dimana Persipura menghancurkan Arema 4-1. 2 gol terakhir Persipura lahir ketika Manu dan Gerald berduet. (terimakasih buat kawan saya KB yang sudah mbayari saya nonton)

Highlight seadanya bisa dilihat di klip diatas. Urutannya adalah gol Arema; gol #4 Persipura (Boaz); gol #1 Persipura (Boaz); replay gol Arema; Gol #2 Persipura (Ortizan); gol #3 Persipura (Stevi); replay gol #4 Persipura.

Pada partai yang kental bernuansa permusuhan dari Persipuramania ini -dipenuhi hujatan, makian, pelemparan botol air mineral, botol bir dan tembakan-tembakan kembang api- :( , Persipura memulai pertandingan dengan formasi yang aneh dari Jackson ketika ia memasang bek Victor Igbonefo sebagai gelandang bertahan. Ntah apa tujuannya. :? Skema-nya kira-kira seperti ini:

Boaz–Beto

Ortizan–Eduard–Victor–Manu–Ian

Bio–Ricardo–Tang

Jendry

Walaupun berhasil mencetak satu gol indah via Boaz (yang segera dibalas dengan gak kalah kerennya oleh Pierre Njanka), tapi formasi ini berjalan kacau. Victor kerap salah antisipasi serangan dan salah umpan, Edu sulit mengambil posisi dibelakang penyerang, sementara Manu jadi repot mem-back-up kedua seniornya tersebut. Di barisan belakang, Tang sudah berlagak jadi RSB, rajin overlap ke depan tapi tanpa visi, mengabaikan Ian yang miskin suplai bola. Seperti juga tiap kali Persipura bermain dengan pola 3-5-2 (dan bukan 3-4-1-2 atau 3-4-3), terlihat kekosongan antara lini tengah dan lini depan.
Berkah datang dalam bencana ketika Tang Tian cedera patah kaki, sehingga Victor harus turun menutupi posisinya. Ian Kabes bergeser ke tengah menjadi gelandang serang, sementara Stevi Bonsapia yang baru masuk, menggantikan Ian di RWB. Formasi baru yang berjalan di babak kedua ini menghasilkan satu gol hasil tembakan Ortizan Solossa, sesaat sebelum Jacko menarik keluar Edu dan menggantikannya dengan striker Tinus Pae. Proses gol ini juga meyebabkan Beto Goncalvez cedera sehingga harus diganti dengan Gerald Pangkali. Formasi Persipura kemudian menjadi sbb:

Boaz–Tinus

Ian

Ortizan–Gerald–Manu–Stevi

Bio–Ricardo–Victor

Jendry

Tidak seperti bayangan banyak penonton -yang menghujat keputusan Jacko mengganti Eduard- bahwa serangan Persipura akan tumpul tanpa playmaker andalan mereka, permainan Persipura justru menggila tanpa Edu. Dengan kemampuan menggiring bola yang prima, Ian dan Manu bisa memberi kesempatan kedua penyerang untuk mencari posisi yang lebih menguntungkan sebelum menerima bola. Sementara Gerald menjadi partner handal Manu dalam memutus serangan lawan lewat tengah. Manu juga tak perlu kuatir membantu serangan karena Gerald siap kerja kotor dibelakangnya. Dua gol akhirnya tercipta dari formasi ini, dicetak oleh Stevi dan Boaz. Walaupun kedua gol dihasilkan melalui serangan sayap, tapi yang jelas ritme permainan tidak menurun.
Satu lagi catatan penting dari skema ini adalah beroperasinya Ian sebagai penyerang lubang. Adanya penyerang ketiga terbukti selalu paten saat dipakai Persipura seperti saat mereka dua kali juara ligina.

Kinerja memuaskan dari skema tanpa Edu ini memberikan rasa optimis yang besar bagi saya bahwa Persipura tak perlu ragu bermain tanpa Edu, terutama di musim berikutnya. Memang, kehadiran Edu dalam tim bukan cuma sekedar pengatur serangan dan pemimpin di lapangan. Jauh lebih berpengaruh dari itu justru adalah kharismanya diluar lapangan. Edu adalah kepala keluarga bagi anak-anak Persipura. Seseorang yang dihormati dan didengarkan dengan sangat mutlak, dan sebaliknya menjadi pendengar bagi tiap keluh kesah para awak Persipura, termasuk masalah keluarga. Konon untuk masalah kepemimpinan diluar lapangan inilah Persipura berencana masih akan memakai jasa Edu musim depan, sebagai pemain merangkap asisten pelatih. Apapun juga, semoga saja regenerasi pengatur serangan bisa berjalan mulus, membawa kejayaan buat tim di musim ini dan musim-musim berikutnya. ;)

Oiya, dua partai berikut dari Persipura menghadapi Persib (2 Mei) dan Sriwijaya (5 Mei) akan disiarkan langsung di ANTV. Pastikan teman-teman tidak ketinggalan menyaksikannya, & may the best team win. ;)
*iklan*

My slow rock files [8] Karaoke

Suka karaokean? Bagus kalo suka, asyik buat kumpul-kumpul, asal jangan salah pilih lagu. :mrgreen: Well, sebelumnya saya selalu panik kalo membayangkan menyanyi dengan mikrofon sih, tapi ternyata mampu dan bisa dibanggakan juga (dibandingkan temen-temen sekomplotan, tentu saja). :P

Jadi, saya kenal karaoke beberapa tahun silam, waktu seperangkat alatnya terpasang di markas kami. Pertama sih gugup, tapi habis itu lancar juga. Setelah beberapa kali nyoba, saya dan teman-teman males karaokean lagi di markas, lebih sering maen PS. Tapi teman-teman semua bermufakat, bahwa suatu hari nanti kami akan pergi sama-sama ke tempat karaoke, lalu karaokean sambil minum-minum ditemani gadis-gadis tempat hiburan. Saat itu blum ada tempat karaoke keluarga disini sih, jadi tempat karaoke yang kami maksud tentu saja sepaket dengan bar dan panti pijat. :mrgreen:
Tapi bulan dan tahun berlalu tanpa pernah ada realisasi, kami terus-terusan nongkrong, minum-minum, dan maen PS mulu, gak pernah karaokean sekomplotan. Bahkan meskipun sudah ada karaoke keluarga di kota kecil ini.

Akhirnya, Natal 2009 tiba, 25 Desember, satu komplotan besar nongkrong di Markas sejak siang dengan berbotol-botol vodka. Tradisi natal buatku, saya pasti Natalan disitu tuk makan enak lalu maen PS seharian (yang sialnya hari itu gak bisa diakses). Saya lagi nganter RI ke tepi jalan raya pas bubaran jam 7pm ketika CL memanggil dari rumahnya yang tak sampai sepelemparan batu dari markas. CL ini temen karib, tapi lain geng. Pendek kata malam itu saya diajak jalan bareng dia dan komplotannya. Kukira mau natalan, tapi menjelang masuk downtown baru saya diberitahu kalo tujuannya ke Hepap™! Dan jadilah malam itu pengalaman perdana saya karaokean di tempat karaoke. :D
Dengan panik (karena giliran kedua) saya buka-buka buku lagu tuk menemukan You & I (Scorpions) yang sukses dilewati. CL dengan adil menggilir kami berenam secara bergantian, memberi saya kesempatan tuk mencoba Amazing (Aerosmith); Don’t Look Back in Anger (Oasis); Somewhere I Belong (Linkin Park) -dimana yang lain melongo takjub- :P ; dan Creep (Radiohead). Sukses, walopun DY protes karena laguku lagu barat semua. :cool: Esoknya kami janjian tuk datang lagi, tapi karena miskomunikasi, miskoordinasi dan fully-booked weekend, kami batal nyanyi lagi. :(

Saya hafal mati lagu ini tanpa perlu liat lirik, tapi bingung pas bagian Steven Tyler teriak-teriak di akhir lagu.

Tapi, pengalaman hari itu memberi cerita yang berharga tuk dibawa ke markas. “Masa sih, CL bisa bayarin saya ke H***y P***y, kalian gak bisa?” Tentu saja yang denger jadi panas. :lol:
Minggu 3 Januari sore, saya dan KB mengeksekusi rencana karaokean sekomplotan segera setelah menjemput IP di bandara dan menculik EK, gak pake mandi sore, langsung bermobil ke Hepap™.
Karaokean dengan geng sendiri memang kacau, tiap orang memasukkan lagu sesukanya tuk dirinya sendiri, orang lain, atau sukarela saja siapa yang mau menyanyikannya. :lol: Hari itu saya sukses melantunkan In the End (Linkin Park), Somewhere I Belong (Linkin Park) -duet dengan KB-, Enter Sandman (Metallica), Wait (White Lion); What You Give You Take Back (Scorpions); Bohemian Rhapsody (Queen); Everytime We Touch (Cascada) -duet- ; That’s Why You Go Away (Michael Learns To Rock) dan 2-3 lagu Indonesia keroyokan lupa apa. Puas! Malam itu juga KB langsung mendaftarkan diri jadi anggota disitu. ;)

Saya berlatih nyanyi lagu ini di rumah beberapa hari sebelum ke Hepap. Hohoho~

Belum juga seminggu, kamis, 7 Januari malam, telponku berdering saat sedang nyetrika. HD mengajak ketemuan di Abepura, makan luar sekalian mau kenalin calon pacar barunya, EV. Rupanya mereka sempat nyari saya di markas sebelumnya, dan mendengar temen-temenku masih ngomongin karaoke sambil miras. 9pm usai dinner dan bubar saya langsung ke markas, tepat saat botol vodka terakhir habis. Tak pake lama satu ruangan segera dipesan via HP, dan kami meluncur berlima dengan 4 motor kesana. Malam ini saya melantunkan Someday (Sugar Ray); Back for Good (Take That); Bis Kota (Ahmad Albar); Bara Timur (Gong 2000); I Remember You (Skid Row); Waktu Ku Mandi (Jamrud); I’m With You (Avril Lavigne); You’re All I Need (White Lion); One Step Closer (Linkin Park) -duet dengan KB- dan ditutup dengan The Reason (Hoobastank). Karena datang sesudah 9pm, kami bisa pesan bir se-pitcher yang ternyata lebih mahal daripada harga booking ruangan 6 orang tuk 2 jam. Wew… :o

Suara saya habis di tengah-tengah lagu ini, sial banget. Tapi karena jadi serak sesaat, langsung pas bawain lagu Jamrud di giliran berikutnya. Haha~

Sesudah hari itu, berlalu waktu sebulan lebih tanpa karaokean dengan berbagai alasan, sampai hari Rabu 17 Februari malam. Lagi-lagi telpon berdering saat saya lagi nyetrika. :mrgreen: Walaupun tersiram hujan di jalan, semua ngumpul di markas dengan semangat, pesan ruangan, dan balapan kesana ditengah gerimis. Malam ini saya menyanyikan Nothing but a Good Time (Poison); This Ain’t a Love Song (Bon Jovi); Angels (Robbie Williams); Wake Me Up When September Ends (Green Day); Don’t Stop Me Now (Queen); Rock n Roll All Nite (Kiss); Somewhere I Belong (Linkin Park) -duet by request-; Castle in the Sky (Ian Van Dahl) -duet terpaksa- :P dan menutup acara dengan Dear God (Avenged Sevenfold), lagu keren yang tak kusangka ada karena tak ada di buku lagu. :D

Jadi nyanyiin lagu ini karena sebelumnya KB nyanyikan Always yang gagal total karena suaranya gak sampai. ^^;

Yah, sudah masuk Maret. Mari kita tunggu apakah ada acara nyanyi-nyanyi lagi bulan ini, dan tentunya semoga ada postingan selanjutnya di blog yang barusan 2 bulan terbengkalai ini. :mrgreen:

Baidewei, punya pengalaman seru karaokean? ;)

It’s A Bird, It’s A Plane, It’s Miyabi!

Disclaimer: Based on true story.

Sabtu, 10 Oktober 2009 siang. Terjadilah ceting sms obrolan antara Nami dan Nico Robin. Dua blogger kru kelompok bajak laut Topi Jerami.

Nami dan Robin_resize

Robin dan Nami, keduanya nama samaran. =))

~Nami
“Kalo perlu semua bandara kita blokir! Pokoknya kita tolak kedatangan artis asal Indonesia itu!… Eh? Darimana tadi? ya, kita tolak artis Jepang itu!” demikian kata Ustad Pantengong yang disambut yel-yel Laskar Pantengong Idiot.
Sebelumnya LPI/FPI juga meminta agar Miyabi diganti dengan Luna Maya saja. Demikian dilaporkan detikcom.

_ _ _
Lu… Luna Maya? Sorban aja gede, lagak aja religius. Rupanya itu peler ngefans juga sama jidat mulus si Luna? Bah!

~Robin
Beneran bro sis, saya dah hampir muntah lihat sgala macam post di blogsfer yang nolak mbak Ozawa datang. Bahkan si Dika pun ikut digugat nebeng popularitas dan dicibir status selebblognya. Cuih!
Taruhan Jakarta gempa, kalo film blue legal di Indo, Luna Maya pasti sudah jadi pornstar.

~Nami
Aku gak tau mau nangis apa ketawa. Tapi angot rasanya. Ini orang-orang yang berapi-api nolak Miyabi, otaknya kaya’nya isi lendir melulu.

Emang benar itu. Luna Maya kan muka mesum juga. Alaaaah… itu ustad-ustad otak syahwat kurasa suka coli pake pic luna maya. Makanya ngusulin si Luna. Emang k*nt*l lah mereka ini. Di Padang masih morat-marit, bukan peduli ke bantuan kemanusiaan yang *yakin aku* akan gelap lagi itu.

Gondok saja aku, mereka itu siapa sih bisa blokir-blokir bandara? Orang -orang pada tutup toko karena dengar itu sapi-sapi mau demo. Kaya’nya mereka produk evolusi yang gagal, jatah dulu jadi sapi, tapi terlanjur gen-nya kaki 2, jadilah orang…

Personally, aku bukan fans si Radit, gak pernah suka dengan pop-cosmo kambingjantan itu. tapi urusan apa mo datangi Miyabi kek, mau Paris Piston kek, Angelina Jojon, siapa kek.., pake demo-demo gitu. Emang otak-otak syahwat pada!

*pijak-pijak gambar si ustad di koran lokal* 15

~Robin
Ya, sebagai blogger saya juga gak kenal Radit, dia diluar jaringan maen saya di blogsfer. Tapi orang itu gak salah apa-apa dengan komedinya. Begitu juga dengan Miyabi, sejak kapan kita punya hak larang WNA yang bukan kriminal datang ke RI? Fuck! Benar katamu itu, otak lendir semua, atas nama ini-itu pula. Mati saja! Segitu semangatnya urus selangkangan padahal cuma pengen numpang tenar juga.

~Nami
Samanya kita, aku juga gak kenal dengan itu si Radit. Ya cuma bisa sabar dari kejauhan gini. Aku gak peduli dengan Miyabi-nya, bukan fans dia soalnya, tapi soal nama agama di belakang itu. Itu sapi-sapi otak kodok gak pernah minta izin kalo mau bergaya idiot macam itu. Pukimakharamjadah mereka ini. Macam agama gunanya cuma ngurusi kontol sama memek saja, babilah. Awak disini coba-coba buktiin agama (apaan kek agamanya) ada faedah sosial. Itu kambeng-kambeng celaka cuma bikin agama jadi macam setumpuk toket + vagina.

Emang numpang tenar itu bro sis, pake mediasi segala. Kurasa mereka mau dikenal Luna Maya, kali aja si ustad ngarep Luna Maya bisa dibooking sekali gratis. Lendirrrr…lendirrr…
AKu pengen lihat orang-orang yang macam Jalaluddin Rakhmat, Romo Sandy, Romo Y.B. Mangunwijaya, Mohammad Sobary, Gus Soleh. Sejuk rasanya, agamanya dibawa ke faedah sosial yang jelas, nyata untuk umat. Ini yang muncul sapi lagi sapi lagi. Sebel rasanya…

~Robin
Saya juga tak tau mau bilang apa lagi. Cuma bisa berharap negara ini jadi sekuler saja kalo ternyata agama hanya dijadikan jubah sekelompok orang untuk menimbulkan keresahan, menjajah orang lain, bahkan negara.
Terlalu picik tuk berpikir sebuah film komedi dari Miyabi akan mempengaruhi umat/rakyat/negara/whatever jadi begini atau begitu. Suruh tu ustad bantu gali jenazah di P******n sana.
*kesel*

~Nami
Idem, bro sis…

Sekuler + federal, idaman dari dulu. Agama biarlah urusan keluarga masing-masing, mau liat Miyabi apa kagak, itu guna orang tua tiap remaja.

Goblok tu ustad-ustad.

***

Cerita-cerita apa aja, ekor-ekornya pasti lari ke sekuler + federal ya? :lol: Tapi begitulah negara ini, cape lihat sebagian masyarakatnya segitu kesetanan ngurusi selangkangan. Gak ngaruh banget buat kemajuan bangsa… 15
Baidewei, temen kami punya tulisan yang lebih paten soal masalah diatas itu, boleh dibaca kalo berminat. Selebihnya mari kita berharap film-nya Dika jadi tanpa hambatan, dan perfilman Indonesia bisa semaju Jepang, ntah wujudnya kartun atau bokep. ;)

PES 2009, sesudah transfer pra-musim

31 Agustus kemaren, bursa transfer musim panas persepakbolaan Eropa resmi berakhir, sejalan dengan itu, berakhir jugalah kesibukan saya mentransfer pemain di gim PS 2 kesayangan saya: Pro Evolution Soccer 2009. Yang kerap numpang dimainkan di rumah teman atau rental.
Buat gim semacam PES dan Winning Eleven (yang sebenarnya sama saja), tiap tahun memang keluar versi baru yang sudah apdet sesuai bursa transfer pra-musim, buat PES 2010 sendiri dijadwalkan keluar Oktober atau November nanti. Masih lama kan? Belum lagi nunggu versi bajakannya sampai di kota kecil ini. Belum lagi aspirasi tiap penggemar klub. Misalnya penggemar Real Madrid yang kebelet maen pake Neo Galacticos. :D
Jadi yaa.. transfer manual jawabannya, pindah-pindah sendiri pemain dari satu klub ke klub laen, atau buat sendiri pemain yang gak ada; dan tiap tahun, tiap kali bursa transfer berjalan, selalu saya yang repot-repot senang hati mengerjakannya supaya kami bisa maen sesuai kondisi nyata klub aslinya. Bahkan kali ini saya iseng-iseng membuatkan klub Bayern Munich yang aslinya gak ada dalam gim, soalnya sebagian besar pemainnya tersedia. :P

Pes2010cover

PES 2010 yang dinanti sepenuh hati. Lagi-lagi gak ada Bundesliga disini. EA Sports bangsat!!!

Nah, usai bursa transfer, inilah formasi baru dari klub-klub yang paling sering saya pakai di gim. Perlu dicatat bahwa sebagai pemain gim bola, saya kaku dalam formasi: yaitu hanya mampu bermain menggunakan formasi 4-4-2 diamond (4-1-3-2).

CFCF

LMFOMFRMF

DMF

LBCBCBRB

GK

Ini agak merepotkan karena klub-klub yang sering saya pakai aslinya menggunakan formasi berbeda, sehingga miskin gelandang sayap (SMF) yang sangat dibutuhkan formasi saya.

So, here they are:

Inter Milan (aslinya 4-3-1-2)

Kehilangan Adriano, dan kemudian Ibrahimovic memang berat. Keduanya bisa “numpang lewat” saja diantara pemain lawan (susah dijatuhkan) dengan tendangan superkeras yang sulit diblok. Tapi Eto’o lumayan mengobati, dan Sneijder! Akhirnyaaa… ada lagi pemain 3/4 di klub ini sesudah Juan Veron yang bisa mengembalikan Stankovic ke sayap. Ah, bicara soal sayap, saya bersyukur sekali Mancini dan Quaresma tidak dijual walopun gak kepake di dunia nyata. Mereka sayap yang hebat di PS. ;)

Formasi terbaik:

Eto’o—D. Milito

Stankovic—Sneijder—Mancini

Cambiasso

Chivu—Cordoba—Lucio—Zanetti

Julio Cesar

Tambal-sulam:

Balotelli—Suazo

Muntari—Stankovic—Quaresma

T. Motta/Vieira

Cordoba—Materazzi—Samuel—Maicon

Toldo

Catatan:
1] Saya membuat 2 pemain baru tuk tim ini: Davide Santon dan Thiago Motta, tapi stat Santon tidak istimewa dan hanya dipasang kalo tidak ada Side Back lain lagi yang tersedia.
2] Mancini dan Quaresma bisa jadi sayap ki-ka dan saat darurat bisa jadi striker karena cukup lincah dan kencang.
3] Zanetti bisa jadi SMF juga, sementara Cambiasso passing-nya bagus tuk dipaksakan jadi OMF.

Chelsea (aslinya 4-3-1-2)

Betul-betul tak ada perubahan signifikan di tim ini. Sempat 3 mingguan senang-senang karena Shevchenko mudik ke London Barat, akhirnya harus kembali lagi memasangkan Anelka & Drogba karena Sheva pulang kampung. :|

Formasi terbaik:

Anelka—Drogba

J. Cole—Lampard—Deco

Essien

A. Cole—Terry—Carvalho—Bosingwa

Cech

Tambal sulam:

Malouda/J. Cole—Kalou

A. Cole/Malouda—Ballack—J. Cole

Mikel

Zhirkov—Alex—Ivanovic—Ferreira/Belletti

Hilario

Catatan:
1] Deco sebagai sayap kanan memang diluar posisinya, tapi dia terlalu bagus tuk tidak diturunkan (kalau sehat).
2] Chelsea cuma punya 2 striker selevel. Kalou tidak lebih hebat daripada J. Cole atau Malouda yang kujadikan pemain depan.
3] Belletti bisa jadi cadangan ki-ka untuk gelandang maupun bek.

Barcelona (aslinya 4-3-3)

Ini tim yang paling merepotkan tuk disusun, karena pemainnya sedikit sekali. Apabila ada yang cedera, bingung nyari orang tuk nambal. :( Musim ini, saya betul2 kehilangan Aliaksander Hleb di formasi utama (biasanya jadi LMF) dan Eidur Gudjhonsen karena tak ada pengganti yang sepadan buat mereka. Stat-nya Dmytro Chygrynskiy betul-betul buat tertawaan saja. :?

Formasi terbaik.

Henry—Ibrahimovic

Messi—Xavi—Iniesta

Keita

Abidal—G. Milito—Puyol—Alves

Valdes

Tambal-sulam:

Messi—Bojan

Maxwell—Iniesta—Alves

Busquets/Toure

Pique/Maxwell—Pique—Marquez—Toure/Keita

Pinto

Catatan:

1] Saya membuat satu pemain baru disini: Sergio Busquets.
2] Messi canggung jadi gelandang kiri, tapi gak ada orang lain lagi yang cocok selepas Hleb pergi. Kecuali Iniesta digeser ke kiri dan Alves jadi gelandang kanan. Lagian sayang juga kalo gak dipasang. :?
3] Iniesta juga sering kupaksa jadi striker (attack points 84!)
4] Saat darurat, SB bisa dipaksa jadi SMF karena umumnya bisa crossing, sementara CMF (semacam Toure atau Keita) bisa dipaksa jadi SB, toh persyaratannya mirip. (kuat bertahan, bisa nekel, dan mampu nyerang dikit) :mrgreen:
5] Si dunia nyata sekalipun, saya masih agak ragu Barca bisa survive dengan squad sekurus ini. :roll:

Yah, masih ada beberapa klub lagi yang terkadang saya pakai, Arsenal, Valencia atau AS. Roma misalnya, tapi tiga diatas itu yang paling sering. ;)

Eh, masih ada blogger yang maen PES atau WE di Playstation gak ya? Masa semuanya maen FM atau CM? :mrgreen:

Quote of the Day (3)

To the ladies we’ve loved~
and the ladies we’ve lost~
Salute!

~Ramon Campos (Arturo Braga mode), toasting with Dominic Toretto and Brian O’ Conner in Fast & Furious.

fast-furious-toast

Boys talk ^^

Beautiful line! And genius too! It summarize most of our booze-time chat! :lol:

BtW, while the quote could refer to Mia Toretto and Letty Ortiz, the F&F series’ heroines & both heroes’ love interest, IMO the hottest chick here absolutely is Gisele Harabo. All hail Israeli girl! :mrgreen:

*ditendang*







Notes:
For Atho (usually referred as “KB”), -this nice movie’s downloader- thanx a lot bro. ;)

Avast dan Y!M

Setelah sekitar 3 bulan lebih Kaspersky 6.0 saya diperpanjang umurnya oleh license key baru yang diberikan om4gus, (& di-donlot oleh Fritzter), Rabu malam (1/4) kemarin akhirnya saya memutuskan untuk mengganti program antivirus setelah key tersebut mendekati habis masa berlakunya. Dengan berbagai pertimbangan berdasar saran dari teman-teman di post terdahulu dan ketersediaan aplikasi, maka pilihan saya jatuh ke Avast 4.8 Professional. Oh ya, tentu saya tidak beli, tapi crack dengan keygen (semoga saja berjalan mulus).
Sebenarnya saya hanya mengincar Avast 4.8 gratisan (Home), apa mau dikata, waktu saya rikues AV tersebut, teman yang dimintai tolong malah menyatakan punya versi berbayar yang bisa “diakali’, yah, kenapa tidak? :mrgreen:
fancy-avast

Seperti kata yud1, interface Avast 4.8 memang fancy, dan saya masih gelagapan mengoperasikannya, tapi setidaknya sudah kuapdet dengan menghabiskan jatah benwit buat 3 hari. Yah, sebagai salah satu aplikasi terpenting dalam kompie, saya sungguh berharap banyak pada kemampuan proteksi AntiVirus ini, apalagi saya belum sampai ke level tuk memakai Linux atau manipulasi file dan meniadakan folder. :P







OK, good news comes first, here comes the bad news.







Beberapa saat setelah mengapdet Avast dan membalas komen di blog, saya menyalakan Y!M, beberapa detik kemudian, sudah ada dua jendela ceting yang terbuka dari dua blogger yang menyapa, anehnya, jendela tersebut putih polos, tak ada tulisan apapun, baik nama maupun pesan. Merasa aneh, saya mengetik beberapa kata dan menekan enter; sama saja, tak ada nama maupun pesanku muncul di jendela, tetap putih polos. Seperti ada layar putih yang menutupi jendela ceting, karena cetingan tetap ada, bisa saya save-as ke notepad seperti biasa. (satu-satunya cara yang kupake tuk mengetahui pesan apa yang disampaikan rekan ceting).
Saya panik, betul-betul panik, dan dengan tergesa-gesa menginstal Pidgin 2.3.1 yang kebetulan ada masternya (setelah gagal menginstal Digsby), dan menggunakannya tuk ceting darurat malam itu, serta sebagai aplikasi IM pengganti. Sudah jam 3AM, saya memutuskan tidur dengan stress. :(

Siang tadi (2/4), saya kembali menyalakan Y!M dengan harapan masalah kemarin hanya April mop semata, apa daya, masih saja seperti itu. Saya kemudian menginstal Y!M 9 ID diatas Y!M 8 US yang saya pakai selama ini dengan harapan ada perbaikan, apalagi versinya lebih mutakhir, tapi ternyata percuma, tak ada perubahan. Setelah bincang-bincang sedikit dengan yud1, saya meng-uninstall Y!M 9 ID tersebut menggunakan Revo Unistaller dan reinstall Y!M 8 US seperti semula, tetap saja tak ada perubahan.

Sesaat sebelum tidur sore sejenak karena mumet, saya browsing tuk mencari jawaban atas masalah serupa di internet dan tiba disini; satu sub-halaman dari Troubleshooting Yahoo Messenger, Support & Service.  Sudah ada yang mengadukan masalah tersebut dan menuliskan keluhannya sebagai berikut:

my yahoo messenger won’t show any messages on the IM window. I can see what i am typing but not when i’ve sent it already. I can’t also see the messages sent for me. I’ve already reinstall different versions of yahoo messenger and have followed the instructions to troubleshoot it but it still doesn’t work.i been experiencing this problem almost one week already

Ha! Sama persis dengan masalahku, dan setidaknya ada sepuluh pengguna Y!M lain yang melaporkan masalah serupa. Brengseknya, satu-satunya jawaban yang masuk untuk masalah ini berbunyi sebagai berikut:

hello everybody im smith and i would like to help.
to fix your messenger you must give him some candy then try to make some joke for him to feel nice then if he not fix already **** him,ye fuckkkk him to death after you finish crazy think ;) **** him again and then it will fix hahaha what do you thing motherfuckers i fucked your yahoo messenger with my hack tools and every time you send a ridiculous messege i readet and i lol to hell and you ravikumar_ka stop sending messege to your friends cuz it **** and i can’t get it how they steel your friends you stupite ************ ;)
p.s the next door hucker XD

WTF?!?!?!? :evil: Apa Y!M saya di-hack? :evil:

Ah, saya betul-betul butuh bantuan ini. Saya memang bisa menggunakan Pidgin tuk chatting, dan Yahoo Webmessenger juga sudah dicoba tadi siang dan berjalan baik, tapi tetap saja saya menyukai aplikasi Y!M, dan tentu saja penasaran dengan apa yang menimpa Y!M saya. Ada yang bisa bantu? :|


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
September 2014
M S S R K J S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.101 pengikut lainnya.