Arsip untuk Oktober 26th, 2008

Tanggung jawab Blogger?

Hari minggu siang (26/10) yang mendung, saya terlibat chatting via Y!M dengan Fritz, sahabat baik saya. Bukan hal aneh kalo kami berbeda pendapat dan berdebat tentang macam-macam hal; sudah sering. Tapi perbincangan hari ini menarik buat saya (walopun mungkin basi di blogsfer): kami bertukar opini tentang tanggung jawab blogger di masyarakat. Dimulai dengan menanyakan Roy Suryo, Fritz lalu sampai pada argumen bahwa blogger seharusnya punya tanggungjawab sosial meneruskan ide-ide jenius mereka lewat media yang lebih umum ke masyarakat (Indonesia) yang relatif masih jauh dari internet ini, tidak cuma berhenti di blog mereka saja. Saya kurang sepakat, tapi juga gagal memenangkan adu argumentasi atau mencarikan link yang relevan. Jadi, saya posting saja skalian… 😛

Okay, ini cuplikan chat-nya (yermi_kr itu saya)

(dari topik Roy Suryo: hebat atau sok?)

fritz_haryadi: namanya orang yang jadi “the only one” wajar kalo keblinger
fritz_haryadi: daripada jadi penghujat kan lebih baik jadi pesaing
fritz_haryadi: geddoe, gun, dkk itu kan punya kompetensi utk bikin semacam biro klarifikasi hoax
fritz_haryadi: daripada cuma berbagi cerita
fritz_haryadi: kalo kita wajar gak punya kapasitas
fritz_haryadi: tapi mereka kan punya
fritz_haryadi: cuma memilih utk stay underground
fritz_haryadi: tipe2 pengacau yang tidak bisa membantu mengembangkan bangsa

yermi_kr: kalo masalah2 sosial biasanya mereka posting di omaigat
yermi_kr: tp sa tra ingat ada topik RS ka tidak

fritz_haryadi: harus disadari kalo i-net belum merakyat
fritz_haryadi: kalo mau bener2 didengar harus go public
fritz_haryadi: itu yang lebih dulu disadar RS

yermi_kr: itu masalah klasik disini

fritz_haryadi: masalah klasik yang cuma direnungi tanpa disikapi

yermi_kr: terlalu bnyak hal bagus di blogsfer yg gak bisa sampai ke publik
yermi_kr: sayang…

fritz_haryadi: itu sebabnya status “klasik” tetap status quo
fritz_haryadi: kalo diniatkan utk sampe ke publik pasti bisa sampe

yermi_kr: ?

fritz_haryadi: masa sih tdk ada yang punya akses ke semacam production house
fritz_haryadi: itulah yang sa bilang, mereka lebih nyaman stay underground
fritz_haryadi: takut dengan persaingan terbuka

yermi_kr: IMO, bisa sharing kejeniusan di blogsfer saja sdh 2 jempol

fritz_haryadi: tapi hanya utk kalangan terbatas

yermi_kr: sa tdk akan memandang sebelah mata cm karena lalu mentok disitu (gak naik ke dunia nyata)

fritz_haryadi: masalahnya kalo tidak muncul ke permukaan, mereka hanya akan jadi fosil

yermi_kr: adalah tugas pemerintah (?) tuk menginternetkan masyarakat

fritz_haryadi: pemerintah lagi, pemerintah lagi
fritz_haryadi: pikiran yang manja

yermi_kr: bkn tugas blogger tuk cari media lain yg lbh memasyarakat

fritz_haryadi: semua negara yang maju itu berawal dari rakyat
fritz_haryadi: jadi “blogger” itu profesi tanpa tanggung jawab?
fritz_haryadi: memang tidak ada job description yang mengikat secara hukum,
fritz_haryadi: tapi masa tidak punya rasa tanggung jawab pribadi, puas cuma curhat doang
fritz_haryadi: pada saat pemerintah sudah mampu (baca: punya cukup alokasi anggaran di pos IT), blogger2 saat ini mungkin sudah pada mati
fritz_haryadi: kan tau sendiri masalah negeri ini su terlalu banyak
fritz_haryadi: carpe diem

yermi_kr: intinya: orang ngeblog, karena pengen nulis
yermi_kr: bhw tulisan itu sampai/tidak ke sasaran (dunia nyata), itu urusan lain

fritz_haryadi: itu yang disebut tidak punya tanggung jawab
fritz_haryadi: sama saja dengan grafiti

yermi_kr: beda jauh

fritz_haryadi: inti dari inti: orang ngeblog, karena pengen nulis tanpa ketauan orang banyak
fritz_haryadi: ngumpet

yermi_kr: tidak, sebelum ada blog, orang justru susah nulis

fritz_haryadi: ya karena tidak ada tempat sembunyi kan?

yermi_kr: harus jadi wartawan dulu
yermi_kr: misalnya
yermi_kr: ko saja yg kerja di suratkabar, stengah mati naikkan tulisan sendiri

fritz_haryadi: itu karena saya disini
fritz_haryadi: kalau saya di jakarta tidak akan sesusah ini

yermi_kr: dgn blog, ko pu posisi gak ngaruh

fritz_haryadi: visi saya sangat menjual

yermi_kr: bisa diakses sedunia

fritz_haryadi: “sedunia dengan komputer”
fritz_haryadi: berapa persen sih orang indonesia yang punya akses komputer?
fritz_haryadi: yang tidak dipunyai blogger itu : toleransi

yermi_kr: berapa persen orang jayapura baca SPP?

fritz_haryadi: merasa kalangan terbatas saja yang bisa baca, jadi nulis seenak dengkul
fritz_haryadi: itu yang membatasi mereka dari tanggung jawab
fritz_haryadi: selama masih dalam batas-batas tertentu, tentunya masih bisa diterima
fritz_haryadi: kalo saya di jakarta saya bisa masuk tempo
fritz_haryadi: paling tidak metroTV
fritz_haryadi: karena satu2nya kendala saya gagal masuk metro papua tempo hari adalah karena saya bukan papua

yermi_kr: tapi di tempo & metro gak akan ada komen
yermi_kr: yg sering bisa melengkapi post itu sendiri

fritz_haryadi: ada lah
fritz_haryadi: masalahnya kan cuma waktu
fritz_haryadi: komen pembaca kan bisa dikirim dan dimuat edisi berikutnya

yermi_kr: itu kelemahannya

fritz_haryadi: yang jadi masalah terbesar : di indonesia belum ada jembatan antara maya dan nyata
fritz_haryadi: tapi itu seharusnya tidak menghalangi mereka yang punya niat utk menyeberang
fritz_haryadi: masalahnya hanya niat

yermi_kr: skali lg, bukan tugas blogger

fritz_haryadi: manja lagi
fritz_haryadi: terus pemerintah harus ambil satu persatu post bermutu utk dipaksa muat di koran?
fritz_haryadi: i-net baru bisa berfungsi penuh kalo sudah ada jembatan yang menghubungkan dengan dunia nyata

yermi_kr: terserah

fritz_haryadi: sehingga level coverage-nya tidak berat sebelah

yermi_kr: memang ada gap IT yg lebar

fritz_haryadi: dan itu diawali dari orang-orang yagn terlibat didalamnya sendiri
fritz_haryadi: kalo ada yang gak bener, silakan post & komen sebanyak2nya
fritz_haryadi: tapi setelah itu berusahalah utk go publik dengan post itu
fritz_haryadi: lain ceritanya kalo sudah dicoba berkali2 dan gagal.
fritz_haryadi: tapi sa pesimis kalo sudah ada yang mencoba

yermi_kr: nanti sa sampaikan ke mereka 😉

fritz_haryadi: kapan2 kalo su pu blog sa bakal pertimbangkan utk tuangkan ke post
fritz_haryadi: tapi sa bakal tulis ttg fenomena yagn lebih besar lagi :

yermi_kr: sa malah su terpikir tuk posting percakapan ini skarang

fritz_haryadi: posting saja

(lanjut ke topik lain)

Begitulah saudara-saudara. Silahkan dikomentari kalo punya pencerahan lain…

PS:

  1. Tuk Goen Lee dan Kopral geddoe yang namanya terbawa-bawa; jangan marah yaa… :mrgreen:
  2. Karena berdebat, sering ada kalimat Fritz yang terpotong oleh kalimat saya atau sebaliknya. Harap maklum.
  3. UPDATE: Karena memakai bahasa sehari-hari disini (Jayapura), berikut ini arti dari kata-kata yang mungkin kurang familiar: sa=saya; ko=kamu; su=sudah; pu=punya; tra=tidak; SPP=Suara Perempuan Papua (Tabloid lokal).

JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2008
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter