Partai yang sama?

Ini gambar scan dari sticker yang saya cabut dari kaca sebuah ATM tadi (10/11) siang.

copy-of-copy-of-scan_0000_resize_resize1

Notes:

  • Di sebelah kanan Obama adalah Lukas Enembe, SIP (Bupati Puncak Jaya dan ketua DPD Partai Demokrat Papua); paling kanan adalah Henock Ibo (Wakil Bupati Puncak Jaya).
  • Sticker-sticker ini bertebaran di seluruh penjuru kota sejak hari Jumat (7/11). Ada pula baliho-baliho besar dengan variasi pose dari keempatnya, lengkap dengan semboyan: change we can believe in.
  • Hari Sabtu (8/11) ada konvoi besar ala kampanye seharian penuh dari massa beratribut gambar diatas. Tercetak pada kaos-kaos para bikers, juga bendera-bendera yang dikibarkan dan ditempel di mobil-mobil peserta.
  • Pawai dilakukan pergi-pulang sepanjang jalan protokol antara Kota Jayapura dan Sentani (ibukota Kab. Jayapura) yang berjarak sekitar 40+ km. Tentu saja menyingkirkan paksa pengguna jalan yang lain. Arak-arakan diakhiri dengan semacam apel akbar di sebuah lapangan.
  • Saya buka situs (DPP) Partai Demokrat kemarin, dan tidak menemukan hal semacam ini.
  • Saya tidak tau apa hal semacam ini ada di daerah atau kota lain pasca kemenangan Obama, tapi…
  • Saya susah mengerti… 👿

28 Responses to “Partai yang sama?”


  1. 1 lambrtz November 10, 2008 pukul 3:36 pm

    Nyabut stikernya rapi bener om?:mrgreen:

    *lospokus*

  2. 2 Catshade November 10, 2008 pukul 4:54 pm

    Itu namanya aji mumpung atawa numpang tenar… padahal gak ada hubungannya sama sekali kecuali nama😆

  3. 3 edy November 10, 2008 pukul 5:31 pm

    atmnya ga ikut dicabut kan?

  4. 4 Pangeran Siahaan November 11, 2008 pukul 1:11 am

    dari awal partai demokrat (versi lokal.hehe) berdiri, saya udah mikirin pasti hal-hal seperti pendomplengan nama akan terjadi…huhu…

    salam kenal untuk empunya blog…

  5. 5 jensen99 November 11, 2008 pukul 2:28 am

    @ lambrtz

    1) dah niat. sempet dapet yang dah lepas, tapi lecek skali. jadi nyari yang mulus.😉
    2) mutu stickernya jelek. lapisan lem-nya bisa saya kupas sperti kertas sendiri dari belakang gambar.

    @ Catshade

    Bisa juga. Kbetulan popularitas Enembe di level propinsi IMO agak turun stelah kalah dari Bas Suebu dalam pilgub beberapa tahun lalu, & “hanya” jadi Bupati di kampungnya…😛

    @ edy

    Gak. Nyabut ATM gak bisa siang dan gak bisa sendirian.:mrgreen:

    @ Pangeran Siahaan

    dan sempat ada Partai Republik juga saat euforia partai baru saat itu.😛
    Salam kenal juga…😀

  6. 6 alex© November 11, 2008 pukul 3:06 am

    *ngakak guling2*

    Bah! Seenaknya benar menyamakan demokrat di sana dengan demokrat di sini😆

    Di sana yang kulit item bisa naik jadi presiden, lha ini.. di negara ini kapan orang2 Papua bisa maju, sementara haknya saja masih pada dikebiri😕

  7. 7 Fritzter November 11, 2008 pukul 7:46 am

    @alex©

    Ho…
    Hak yang mana yang dikebiri, om?
    Saya yang besar di Papua melihat orang Papua tidak semenderita orang Aceh.

    Hak tanah adat? Itu bukannya semua orang juga dikebiri? Orang Jawa malah jadi korban paling besar utk kasus yang satu ini.
    Sejak reformasi, orang Papua malah paling sukses merebut kembali (baca : minta bayar lagi) tanah-tanah adat yang sudah dijual kakek-neneknya, dan mempertahankan tanah adat yang sudah ada.
    Orang Papua termasuk yang paling sukses menuai hasil reformasi.
    Padahal waktu demo massal 18 Mei 1998, tidak ada mahasiswa Papua yang turun demo disini. Sama sekali tidak ikut berjuang turunkan Suharto.

    Hak mendapat pendidikan? Orang Papua sudah panen beasiswa, baik dari pemerintah maupun dari segala macam NGO sejak jaman Orba.
    Bahkan di tahun 66, orang Papua malah dirayu untuk sekolah. Bukan saja gratis, siapa saja yang mau sekolah malah dibayar.
    Hak suksesi presiden? Maaf, suksesi itu bukan arisan. Gak pake sistem giliran suku. Lagipula kalopun pake sistem arisan suku, jelas masih banyak suku-suku lain yang belum dapat giliran jadi Presiden. Orang Papua masih harus banyak belajar lagi untuk bisa tunjukkan kalo mereka bisa berbuat lebih daripada main bola.

    Segala keterbelakangan orang Papua di daerah pinggiran itu murni akibat kinerja buruk kepala-kepala daerah asli Papua yang sejak Otonomi Khusus 2001 tidak berbuat apa-apa selain korupsi.
    Dan melihat orang-orangnya sendiri korupsi, siapa yang jadi sasaran demo mahasiswa Papua? Jakarta!!
    Minta kebebasan mengatur daerahnya sendiri, sudah dikasih, eh setelah orang-orang pilihannya sendiri korupsi, malah protesnya ke Indonesia!!
    Layakkah mereka mendapat simpati?

  8. 8 restlessangel November 11, 2008 pukul 9:13 am

    *ngakak bantal guling*

    astaga…..astaga……..

    kl di jogja, ini namanya PLESETAN !!😆

  9. 9 alex© November 11, 2008 pukul 11:15 am

    @ Fritzter

    Segala keterbelakangan orang Papua di daerah pinggiran itu murni akibat kinerja buruk kepala-kepala daerah asli Papua yang sejak Otonomi Khusus 2001 tidak berbuat apa-apa selain korupsi.

    Nah, disini masalah yang sama dengan Aceh. Saya juga tidak setuju sedikit-sedikit mengkambing-hitamkan Jakarta atau Tanah Jawa. Itu cuma mencari dalih namanya

    Tapi saya baru tahu lho, bahwa perkembangan di tanah Papua sudah cukup maju. Serius. Terimakasih update-nya🙂

    Soalnya, selama ini saya cuma bicara atau membaca tulisan yang kecewa saja kali ya? Ya, setidaknya saya memang mendukung protes dari Organisasi Papua Merdeka. Bukan dalam hal separatisnya, tapi porsi pemerataan. Itu saja. Ide separatis, jangankan di Papua, di Aceh sendiri, saya masih menolak. Memecah negara itu gampang, tapi kalo kemudian yakin akan terbentuk pemerintahan sendiri yang lebih bagus, itu utopia bagi saya.

    Ya, memang satu daerah maju atau tidak, balik ke tangan orang daerah setempat. Itu sebabnya, saya sendiri memilih pulang ke kampung halaman, daripada sedikit2 demo mrotes pusat (baik di Jawa atau Propinsi). Lha… yang orang daerah sendiri banyak ndak jelasnya😀

    Tentang suku-suku itu, benar… memang bukan urusan macam arisan. Tapi ada kecenderungan demikian, ya setidaknya saya melihat secara otodidak di partai lokal sini ya, bahwa ada kesan mesti orang di Jawa saja yang naik. Bukan, bukan sukunya. Biarpun dia orang Aceh, tapi dia mesti punya “backing” keras di Pusat dan sudah menjadi duplikasi pusat itu sendiri, disana yang saya jadi bertanya: Apa memang mesti demikian?

    Tidak harus orang daerah naik sih. Mau Dajjal pun jadi presiden, asal stabil dan bagus kenapa tidak?:mrgreen:

    Eh iya. Makasih udah mampir ke blog saya🙂

  10. 10 chiw November 11, 2008 pukul 12:38 pm

    sepakat sama komengnya mbak resleting…
    :mrgreen:

  11. 11 eMina November 11, 2008 pukul 1:24 pm

    hak orang papua masih dikebiri?
    saya ga terlalu memahami ungkapan itu.

    tapi, posternya lucu juga.
    bagi saya sih ga masalah warna apapun yang akan menjadi pemimpin, yang penting kualitas otak dan kepribadiannya.

    o iya, di tayangan parodi republik mimpi juga saya mendengar ada plesetan partai yang sama antara sby dan obama

  12. 12 lambrtz November 11, 2008 pukul 2:43 pm

    Oalah…
    habis mbaca komen-komen di sini, baru sadar kalau SBY dan Obama itu berasal dari “partai yang sama”:mrgreen:

  13. 13 Xaliber von Reginhild November 11, 2008 pukul 5:01 pm

    Keputusan SBY untuk mendirikan Partai Demokrat tampaknya tidak buruk.😛

    Btw, saya jadi penasaran apakah Partai Demokrat-Partai Demokrat di belahan dunia yang lain juga melakukan hal serupa.😕

  14. 14 lambrtz November 11, 2008 pukul 5:29 pm

    @Xaliber von Reginhild
    Setidaknya, dari beberapa hasil pencarian saya,
    – Di situs Partai Demokrat Mongolia tidak ada foto Obama. Entah kalau beritanya. Saya ga bisa bahasa Mongol😛
    – Situs Partai Demokrat Italia memuat berita ini. Sudah saya masukkan ke Google Translate tapi masih ga paham:mrgreen:
    – Ini hasil pencarian dengan kata kunci “Obama” (tanpa tanda petik) di situs Partai Demokrat Singapura: [link]. Berita kemenangannya Obama ada di sini. Maaf saya belum sempat baca beritanya:mrgreen:

  15. 15 esensi November 11, 2008 pukul 11:13 pm

    Ini gambar scan dari sticker yang saya cabut dari kaca sebuah ATM tadi (10/11) siang…

    😆
    however, together, yes… we can:mrgreen:
    .
    salam kenal😛

  16. 16 jensen99 November 12, 2008 pukul 7:13 am

    @ alex©

    Coba kalo saya bisa motret baliho-nya, bisa mati ktawa masbro.:mrgreen:

    di negara ini kapan orang2 Papua bisa maju, sementara haknya saja masih pada dikebiri😕

    Yang masih dikebiri cuma hak ‘merdeka’ masbro, seandainya ‘hal itu’ ada.😉 dan mereka sudah bisa maju sejak Otsus 2001 itu; sayangnya, duit habis di birokrat.😉

    @ fritzter

    Well, usai dimakan pendatang, sekarang dimakan bangsa sendiri😉

    @ restlessangel

    Spertinya ini OFFICIAL JOKE dari partai Demokrat sini.😆

    @ alex© (2)

    Tapi saya baru tahu lho, bahwa perkembangan di tanah Papua sudah cukup maju. Serius.

    Koneksi i-net yang saya & Fritz pake ini, misalnya. Setahun yg lalu sajapun masih mimpi. Jujur.😀

    Memecah negara itu gampang, tapi kalo kemudian yakin akan terbentuk pemerintahan sendiri yang lebih bagus, itu utopia bagi saya.

    Seandainyapun dijalankan sungguh2, Otsus ini sendiri juga utopia bagi orang Papua, IMO. Ada harapan2 yang terlalu tinggi disitu, yang efeknya kurang bagus, mengharapkan kemajuan supercepat, misalnya.

    tapi dia mesti punya “backing” keras di Pusat dan sudah menjadi duplikasi pusat itu sendiri

    Teori konspirasi lokal menyebutkan bahwa harusnya Lukas Enembe diatas yang menang pilgub kmaren, tapi kmudian ‘harus’ kalah tipis dari Bas Suebu yang di’backing’ Pusat (& sudah diskenariokan harus jadi Gub.).

    @ chiw
    :mrgreen:

    @ eMina

    hak orang papua masih dikebiri?
    saya ga terlalu memahami ungkapan itu.

    Oh, AFAIK itu bahasa lain dari “termarjinalisasi”. Utamanya terjadi semasa orde baru. Sderhananya: mereka tidak menjadi ‘tuan’ di tanah mereka sendiri😉

    @ lambrtz

    Makanya, jangan blogwalking sambil khayalin Aya Koizumi dan dengerin Mudvayne. Gak Loading kan?👿 😛

    @ Xaliber von Reginhild

    Keputusan SBY untuk mendirikan Partai Demokrat tampaknya tidak buruk.😛

    Yang buruk adalah keputusannya (atau partainya) berduet dengan JK:mrgreen:

    Btw, saya jadi penasaran…

    Sebelum ke negara lain, di Jakarta atau provinsi lain ada gak yang sperti diatas?😕

    @ lambrtz (2)

    Semua partai demokrat basodara?😛:mrgreen:

    @ esensi

    …yes… we can:mrgreen:

    Yes, I CAN!!!:mrgreen:

    *nyolong sticker*

    salam kenal😛

    Ah, mas isnese ini kaya’ baru pernah ktemu saja.:mrgreen:
    Salam kenal juga kalo begitu.😀

  17. 18 jensen99 November 12, 2008 pukul 10:48 am

    @ Catshade

    Astaga…😯

    Stelah anak Menteng, sticker diatas, sekarang DPP PPD?!? Yang kali ini apa hubungannya?😆

  18. 19 esensi November 12, 2008 pukul 10:55 am

    Ah, mas isnese ini kaya’ baru pernah ktemu saja:mrgreen:

    hee?😯

  19. 20 jensen99 November 12, 2008 pukul 12:53 pm

    @ esensi

    Ee, maksud saya, sudah beberapa kali sama2 komen di entri2 yang sama.. ^^;;
    Maaf kalo bahasanya kurang sopan…🙂

  20. 21 itikkecil November 12, 2008 pukul 3:17 pm

    Bukannya dulu partai ini pernah menyangkal ketika dituding sebagai perpanjangan tangan partai demokrat di Amrik sana…

  21. 22 Catshade November 12, 2008 pukul 4:35 pm

    Sebelum ke negara lain, di Jakarta atau provinsi lain ada gak yang sperti diatas?😕

    Di Jakarta sendiri saya rasanya tidak pernah melihat stiker yang seperti itu. Mungkin di Papua ada karena Obama juga sama-sama hitam kulitnya?😛

  22. 23 jensen99 November 13, 2008 pukul 3:50 am

    @ itikkecil

    Eh, mbak Ira…😀

    Sampai skarang sih saya masih ragu ada hubungannya. Kata ‘Demokrat’ atau ‘Demokrasi’ kan umum skali dipake dalam dunia politik dan tatanegara. Ini justru saya posting karena saya anggap lelucon.:mrgreen:

    @ Catshade

    Ah, maksud saya bukan cuma stiker, tapi juga segala macam pemanfaatan Obamanomena tuk kampanye2 yang tak jelas hubungannya. dan masbro sendiri sudah menjawabnya dengan link dari detiknews itu. Terimakasih.🙂

  23. 24 Xaliber von Reginhild November 14, 2008 pukul 6:29 pm

    @lambrtz:
    Hmm… menarik juga.🙂 Di Singapura (kalau dari berita beserta komennya itu), tampaknya nasib partai demokrat tidak sebaik di Amerika, ya.

    @jensen99:
    Saya malah baru lihat yang PPD itu.:mrgreen:

  24. 25 och4mil4n November 22, 2008 pukul 6:03 am

    wuahahahahah, menarik!!😆
    memanfaatkan kesempatan itu.

    salam kenal😀

  25. 26 jensen99 November 22, 2008 pukul 11:12 am

    @ och4mil4n

    Ah, saya sering liat mbak di blog bang Fertob. Salam kenal juga.😀

  26. 27 hawe69 Januari 25, 2009 pukul 4:48 pm

    Hehehe.. di link ke sini…
    so, ntar keluar dong tuh update stickernya , karena Obama udah menang jadi Presiden , bukan kandidat lagi..

    dasar negara aneh!🙂


  1. 1 Sinyal Instan « Rediscover Reality Lacak balik pada November 18, 2008 pukul 10:54 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
November 2008
M S S R K J S
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


%d blogger menyukai ini: