Arsip untuk Desember, 2008

Entri terakhir 2008

*masih kesel karena selisih poin Chelsea dan Liverpool makin jauh*

Desember hampir berakhir, artinya tahun 2008 ini juga hampir berakhir. Kalo kata Fritzter: Desember adalah deadline tahunan untuk target-target duniawi. Berdasarkan itu, sudah jelas terlihat bahwa dua target utama saya tahun ini sama-sama lolos alias gak dapet; dan saya jadi sempet lumayan down diawal bulan. Tetapi hidup itu bukan cuma urusan mengejar apa yang belum ada, melainkan juga menikmati apa yang sudah dan sedang ada. Untuk itu, boleh saya katakan bahwa tahun ini lebih baik daripada tahun lalu (walaupun MU dan Real Madrid masih jadi juara liga di negara masing-masing) dan saya mensyukurinya.

Saya tak hendak mengevaluasi tahun ini atau membuat kaleidoskop, apalagi menulis resolusi atau harapan, hidup saya tak semenarik itu. Ini hanya sedikit ucapan terimakasih sebagai seorang netizen tuk beberapa hal di 2008 ini.

Ucapan terimakasih pertama pastilah buat Telkom Speedy & modem gratisnya pada September. Mimpi pun sebelumnya gak pernah tuk bisa miliki koneksi didalam kamar. Paling jauh hanya mimpi punya laptop agar bisa ngenet di hotspot penuh blokir milik Pemprov, sekitar 10km dari rumah. Speedy ini merubah hidup saya drastis; saya jadi jarang keluar rumah, apalagi sampai pulang larut; juga tak perlu lagi numpang ngenet di rumah teman, atau ngeluh saat harus ke warnet karena koneksi di MaBes mati; tentunya juga jadi tak depresi lagi saat harus menghabiskan malam di rumah saja. Itu semua membuat saya jadi jauh lebih “tenang” menikmati hidup sehari-hari sesudah September. 🙂

Keep on reading!

End of Kaspersky days

kav-602614KAV-6.0.2.614

Diatas adalah skrinsyut dari antivirus kebanggaan saya (juga Fritzter & beberapa teman lainnya) KasperskyAV 6.0.2.614. Merk yang selalu ada pada hampir setiap daftar top ten best antivirus. Software aspal, tentu saja. Asli dengan license key bajakan. :mrgreen:

Beberapa hari yang lalu, apdet rutin dilakukan pada KAV, tak lebih dari menekan tombol update now, lalu (seharusnya) semua akan berjalan lancar secara otomatis. Tetapi diakhir proses apdet muncul pemberitahuan bahwa license key saya terdeteksi sebagai license key palsu (lihat kiri bawah pada gambar) sehingga apdet diblokir. Pemblokiran, yang semula hanya memundurkan status antivirus ke saat apdet terakhir (sekitar pertengahan November), ternyata juga melucuti fungsi-fungsi antivirus (lihat computer protection status di bagian tengah gambar). Praktis, antivirus ini kini tak lebih dari pajangan saja. 😐
Tuk lebih memperburuk usaha penyelamatan, di “pasaran” sudah tak tersedia lagi license key baru tuk produk lansiran akhir 2006 ini. Yang ada hanyalah license keys tua yang semuanya sudah masuk daftar hitam.

Yah, saya akan segera meng-uninstall antivirus ini dengan penuh rasa terimakasih, terutama akan kesuksesan dan ketangguhannya dalam membantai serbuan Trojan program Trojan-Downloader.Win32.VB.emz yang sekitar 6 bulan lalu menjangkiti semua PC dan laptop kami. Saat itu, McAfee 8.5 dengan apdetan terbaru yang jadi AV standar kami tak lebih dari macan ompong; PCMAV terbaru juga sama tak bergunanya, begitu juga dengan Avira AntiVir di warnet langganan. Anehnya, KAV 8.0.0.357 yang harusnya lebih modern juga tak mendeteksi apa-apa. 😕 Cuma KAV 6 ini saja yang sukses menyucihamakan komputer-komputer kami. 😈

Sekarang, mau diganti pake apa ya? Di arsenal saya cuma ada McAfee 8.5 gratisan dan KAV 8.0.0.357 dengan deretan license key yang mungkin saja sudah masuk daftar hitam semua. Keduanya juga sudah terbukti gagal tempo itu, tapi mungkin saja sekarang sudah lebih baik dengan apdetan yang lebih baru. Ada usul?

Notes:
Saya pengguna windows XP bajakan sejati. Dimohon tidak ada yang mengusulkan penggunaan segala varian OS Linux atau Mac OS X snow leopard! :mrgreen:

Sedikit kompilasi tentang kesimpulan (kasus CTHM)

2 minggu yang lalu (5/12), saya menulis kritik saya tentang penggunaan kalimat “cinta tidak harus memiliki” pada situasi gagal cinta yang saya anggap tidak benar. Argumen saya tidak lebih dari sepotong flashback percakapan jaman kuliah beberapa tahun silam yang saya rasa sudah cukup mengungkapkan apa yang ingin saya sampaikan. Entri juga kemudian menginspirasi mbak Ira tuk menceritakan kembali pengalamannya menghibur diri dengan kalimat tersebut. Sesuatu yang jujur mengejutkan saya walopun ternyata kisah beliau berakhir happy ending.

Dalam perkembangan yang saya ikuti lewat kolom komentar, juga di entri mbak Ira, ternyata ada banyak pernyataan dan pertanyaan sehubungan dengan premis “cinta tidak harus memiliki” (selanjutnya disingkat CTHM) yang tidak bisa hanya dijawab dengan mengatakan: “cuma orang gagal yang bilang begitu!” :mrgreen:
Saya berpikir keras (halah!) untuk menghadapi banyak argumen, dan belajar sangat-sangat banyak dari setiap masukan, kasus, tanya-jawab, serta sudut pandang yang disampaikan oleh setiap blogger. Itu berharga sekali.

Tetapi, hampir seluruh materi berharga itu tercerai berai diantara barisan komentar yang membuat repot untuk mencarinya, bahkan oleh saya sendiri. Karena itu saya coba kompilasikan hal-hal penting yang saya pelajari dan simpulkan dari postingan tersebut. Untuk arsip, mumpung belum lupa, dan supaya tidak perlu lagi capek-capek scroll up & down di kolom komentar.

OK, mari saya mulai saja:

I. “cinta itu apa dulu??” (definisi cinta)

IMO pertanyaan yang paling mendasar dalam masalah ini. Ini ditanyakan oleh ManSup dan Bu edratna di post mbak Ira.

Setau saya, ada dua pengertian cinta yang akhirnya masuk dalam setiap diskusi yaitu: (a). cinta sebagai perasaan afeksi/kasih sayang yang sangat kuat dan (ingin) memiliki terhadap orang lain, lalu (b) cinta sebagai sebuah hubungan asmara antar pribadi/interpersonal. Dalam opini saya, (a) harus mengarah ke (b).

(dari wiki: 1, 2)

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Desember 2008
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter