From Israel with airstrike

Sejak 27 Desember 08 dunia dikejutkan oleh serangan militer Israel terhadap sasaran-sasaran Hamas di Jalur Gaza. Serangan udara yang oleh Israel diberi nama Operation Cast Lead ini masih berlangsung hingga melewati tahun baru, dan belum terlihat ada tanda-tanda akan berhenti. Tampaknya daftar sasaran Israel masih panjang sementara Hamas juga masih keras kepala menentang Israel.

Dimana-mana bermunculan gelombang protes kemanusiaan karena jumlah korban tewas yang tinggi (400an jiwa, so far), bahkan jumlah korban pada hari pertama konon merupakan jumlah-korban-terbesar-dalam-sehari sepanjang terjadinya konflik Israel-Palestina. Demonstrasi serupa juga berlangsung meriah di dalam negeri, yang anehnya lebih kental bernuansa masalah agama, disertai tindakan/ide untuk memboikot produk yang dianggap simbol AS atau Israel, juga pendaftaran relawan yang ingin turut tewas oleh serangan Israel.
Di blogsfer, beberapa kawan dan kenalan menulis pandangan mereka terkait konflik ini, juga blogger-blogger lain yang belum saya kenal. Akan tetapi, diskusi Palestina paling menarik justru terjadi di sebuah post yang membahas lagu tahun 1982.:mrgreen:

Buat saya sendiri, operasi militer ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, bahkan sudah saya tunggu-tunggu sejak dikuasainya Jalur Gaza seluruhnya oleh Hamas pada akhir konflik Hamas-Fatah. Sebagai sebuah negara yang tak pernah ragu untuk menyerang duluan apabila merasa terancam, sesungguhnya sangatlah tidak mengherankan apabila Israel membalas serangan, dalam hal ini dari Hamas. Sekitar tujuh minggu sebelum serangan Israel, Hamas rajin menembakkan rata-rata 200 roket Qassam per hari ke berbagai wilayah Israel, dengan tujuan utama (among all) memaksa Israel membuka blokade atas Jalur Gaza (yang juga dilakukan Mesir dari sisi selatan), sementara Israel justru memblokade Jalur Gaza dengan tujuan (among all) untuk menghentikan pasokan roket Hamas dari luar, sebuah tindakan yang dijawab Hamas dengan cara menggali sekurangnya 200 terowongan dibawah perbatasan Jalur Gaza-Mesir untuk menyelundupkan roket (dan kebutuhan sehari-hari), dan dengan demikian menjamin kemampuan mereka tuk terus menembaki Israel. Ini, tentu saja tak bisa dibiarkan dan harus dihentikan dengan kekuatan militer.😈

Mungkin tidak diketahui banyak orang yang mengira bahwa serangan Israel membabi buta dengan brutal, operasi militer sesungguhnya dilakukan dengan sangat terencana, terarah sasarannya dan prosedural. Intelijen militer dan intelijen dalam negeri sudah mengumpulkan data target setidaknya 6 bulan sebelumnya, diantaranya: infrastruktur-infrastruktur hamas, silo roket dan gudang senjata, kamp latihan, rumah-rumah para pejabat senior Hamas, kediaman para militan, dan tentu saja terowongan-terowongan bawah tanah. Semua laporan diserahkan kepada MenHan, yang kemudian lewat persetujuan bersama MenLu dan PM, memberikan perintah operasi kepada AU Israel.
Di lapangan, AFAIK militer Israel sudah melakukan prosedur tuk sebisanya menghindarkan rakyat sipil dari serangan, diantaranya menjatuhkan selebaran dari udara yang menginformasikan terowongan-terowongan dan target yang akan dihancurkan, juga siaran radio dan sms yang mengumumkan supaya warga sipil mengungsi apabila di rumahnya atau tetangganya terdapat militan atau senjata.

Meskipun sumber AU Israel menyatakan bahwa 95% serangan tepat sasaran, korban sipil yang berjatuhan jumlahnya besar. Hal ini dikarenakan ledakan dari sebuah sasaran turut merusak daerah sekitarnya dimana ada warga sipil. Terlebih lagi, tak ada tempat mengungsi bagi penduduk Gaza karena kemanapun mereka pergi, ada instalasi Hamas didekat mereka, sementara Gaza hanyalah sebuah kawasan berukuran 41km x 6-12km yang dihuni 1,4 juta jiwa dengan seluruh jalan keluar masuk yang diblokir Israel. Saya merasa bahwa ini juga kesengajaan Hamas mengorbankan sesama warga Palestina, dengan asumsi bahwa Hamas terus meroket Israel walaupun tau Israel akan terus membalas.👿

Meskipun saya pasti digebuki alex© kalo membicarakan statistik, patut dicatat bahwa dari 400an korban, separuhnya sudah diakui sebagai anggota Hamas. Saya sendiri menyimpulkan bahwa akurasi operasi militer kali ini (so far) sangat baik (dibandingkan dengan serangan udara serupa terhadap target-target Hizbullah di Lebanon 2006 silam).🙂
Sampai saat saya mengetik ini, belum ketahuan akan dilancarkan serangan darat walau pasukan dan peralatan dikabarkan sudah dipersiapkan. Hamas kelihatannya juga menunggu perang kota.

Ribut-ribut yang sudah terjadi sejak sebelum kita lahir ini kemudian melahirkan beberapa diskusi tersendiri di blogsfer tentang pihak mana yang salah atau benar dalam konflik ini, juga solusi apa yang mungkin bisa atau seharusnya dieksekusi oleh salah satu atau kedua pihak.
Seperti kasus sengketa tanah manapun juga, mencari pihak yang benar sering dimulai dengan membongkar arsip sejarah tentang pihak mana yang duluan menduduki/mendiami tanah Palestina. Dalam hal ini sangatlah menggelikan apabila masih ada yang menyebut Israel sebagai pihak pendatang, apalagi penjajah, karena walaupun Israel modern berdiri tahun 1948, mereka sudah mendiami tanah itu ribuan tahun sebelumnya sebagai pewaris atas “tanah perjanjian“.
Meskipun sebenarnya sah sebagai pemilik tanah, beberapa masalah susulan terus menimbulkan polemik dan susah solusinya terutama berhubungan dengan (orang) Palestina.

Pertama: bagaimana nasib orang Palestina? Walaupun asal-usulnya tidak sejernih-kristal seperti orang Israel, sejarah sudah menempatkan mereka sebagai penghuni lintas generasi wilayah Israel yang mau tak mau harus berbagi wilayah. Sejarah yang sama juga memunculkan nasionalisme Palestina yang ingin diwujudkan dalam suatu negara merdeka, berdaulat (dan beribukota Yerusalem) di wilayah yang sama. Restorasi sejarah oleh bangsa Israel sama artinya dengan penggusuran bagi orang Palestina, dan (sebagian dari) orang Palestina memutuskan melawan tanpa henti. Ini benang kusut yang berulang kali coba diurai. (saya sendiri setuju versi Binyamin Elon:mrgreen: )

Sekarang ini warga Palestina didalam wilayah Israel terkonsentrasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Kedua wilayah ini dulunya adalah sebagian dari semua wilayah yang diputuskan PBB untuk Arab-Palestina menurut resolusi 181 sebelum Proklamasi Israel; dan sekarang merupakan seluruh bagian yang bisa ditempati orang Palestina. Daerah Tepi Barat sudah relatif lebih aman sejak Israel mengakui Otoritas Palestina tahun 1993, kecuali Jalur Gaza yang sedang dikuasai Hamas; Jadi seperti daerah otonomi, yang dengar-dengar menuju pembentukan negara sendiri. Buat saya ini solusi yang sudah baik. Sayangnya, disatu sisi kelihatannya masih ada pihak yang tak mau berterimakasih, misalnya Hamas. Hamas masih menuntut Israel menyerahkan ke Palestina daerah-daerah yang dikuasai sesudah Perang Enam Hari, atau dengan kata lain mengembalikan wilayah Israel menurut Persetujuan Gencatan Senjata 1949. Buat saya ini tuntutan yang berlebihan dari pihak luar untuk mengatur wilayah Israel; apalagi IMO secara tersirat ini juga menuntut Israel mengembalikan Yerusalem Timur kepada Palestina (mau dijadikan ibukota Palestina kelak). Padahal UU Israel menyatakan bahwa seluruh Yerusalem adalah ibukota Israel. Jelas UU ini ditentang di level internasional, tapi sekali lagi, saya memihak keputusan Israel sebagai pemilik tanah.😉

Masalah kedua lebih spesifik sehubungan dengan krisis Gaza sekarang, yaitu kebutuhan dan proporsi dari serangan balasan. Soal kebutuhan ini mungkin berhubungan dengan opini bahwa operasi militer ini tak lebih dari upaya Livni tuk mendongkrak popularitas partai dia menghadapi pemilu Israel mendatang. Ini isu kebetulan sepertinya, karena melindungi wilayah & rakyat (Israel) dari serangan ratusan roket tiap hari adalah bagian dari tanggungjawab pemimpin, bukannya strategi kampanye (meskipun menguntungkan). Selain itu, andai Livni jatuh, pesaingnya kalo tak salah Benjamin Netanyahu yang AFAIK malah lebih hawkish seperti saya.😛

Sementara masalah proporsi (baca: roket versus serangan udara) adalah opini yang menyatakan kalo Israel berlebihan dalam menggempur Hamas. Ini maunya bagaimana?😕 Lalu buat apa keunggulan kuantitas, kualitas dan tehnologi yang dimiliki? Padahal Israel sudah menyerang target dengan akurasi tinggi pada sasaran yang telah ditentukan, sementara Hamas menyerang (dengan roket) dengan sembarang sasaran (kecuali bom bunuh diri, mungkin) dan kerapkali berpatokan bahwa semua (laki-laki) Israel adalah militer. Saya rasa masalah proporsi ini cuma isu yang mengharapkan Israel melakukan serangan darat, karena perang kota memberi peluang lebih besar tuk Hamas melakukan serangan balasan, juga memanfaatkan keunggulan lokasi dan dengan demikian membuat konflik lebih “seimbang”. Bleh…😐

Pada akhirnya, IMHO penting untuk selalu diingat bahwa konflik Israel-Palestina, sebagai bagian dari konflik Arab-Israel, adalah konflik politik di urutan pertama (dengan perang sebagai perpanjangannya), lalu masalah kemanusiaan (korban sipil, pengungsi dsb) di urutan berikutnya, sementara isu agama adalah yang paling belakang. Sebaiknya tidak dibalik.🙂

Okay, sepertinya masih ada bahasan yang terluput tapi cukup sekian dulu. Capek duduk dan ngetik.:mrgreen:
PS: Buat alex©, dnial, mas gentole, frozen dan teman-teman lain yang sempat berdiskusi bersama soal ini beberapa hari terakhir, salam hormat buat semua. Smoga suatu saat kita bisa ngopi bersama.😛

38 Responses to “From Israel with airstrike”


  1. 1 goldfriend Januari 3, 2009 pukul 1:57 pm

    Seperti kasus sengketa tanah manapun juga, mencari pihak yang benar sering dimulai dengan membongkar arsip sejarah tentang pihak mana yang duluan menduduki/mendiami tanah Palestina. Dalam hal ini sangatlah menggelikan apabila masih ada yang menyebut Israel sebagai pihak pendatang, apalagi penjajah, karena walaupun Israel modern berdiri tahun 1948, mereka sudah mendiami tanah itu ribuan tahun sebelumnya sebagai pewaris atas “tanah perjanjian“.

    Seperti yang kutulis di blognya Kopral, Israel dan Palestina sama-sama pendatang di tanah itu. Masalahnya, ada pendatang yang duluan datang, dan ada pendatang yang belakangan datang.😆

    Interpretasi atas “tanah perjanjian” adalah interpretasi agama. Sama seperti interpretasi “bangsa pilihan Allah” atau visi apokaliptik Israel yang kira-kira berbunyi “menunggu Mesias mendirikan Bait Allah di Yerusalem dan menjadi awal Armageddon”.🙂 Terus terang, saya agak sedikit benci kalau orang membahas konflik Irael-Palestina dan mengkaitkannya dengan argumen keagamaan. Bukan karena tidak nyambung tapi bisa lari kemana-mana.

    Dan itu sudah terbukti di Indonesia… (you know lah….):mrgreen:

    Pada akhirnya, IMHO penting untuk selalu diingat bahwa konflik Israel-Palestina, sebagai bagian dari konflik Arab-Israel, adalah konflik politik di urutan pertama (dengan perang sebagai perpanjangannya), lalu masalah kemanusiaan (korban sipil, pengungsi dsb) di urutan berikutnya, sementara isu agama adalah yang paling belakang. Sebaiknya tidak dibalik.🙂

    Bagi saya konflik Israel-Palestina itu pertama-tama adalah masalah kemanusiaan. Politik, Agama, Sukubangsa, dll itu nyusul mbelakangan.😆

  2. 2 mardun Januari 3, 2009 pukul 2:01 pm

    kalau saya orang yang menjadi pihak ketiga tanpa keterpihakan sendiri.. saya akan langsung setuju hehe😀

    memang sebetulnya belum(bukan tidak) ada alasan logis yang bisa menentang agresi Israel ke Palestina. Tapi pengalaman mengajarkan bahwa (ini betul betul pendapat pribadi saya) kalau Israel itu keparat.

    jadi ya, masalah high level biarlah diselesaikan oleh yang berwenang. Faktanya adalah bahwa ada sejumlah warga sipil (bukan HAMAS) yang ikut jadi korban (terlepas itu kesengajaan, kecelakaan, atau jebakan). Yah, kalau bisa mari kita ikut menyumbang… atas nama kemanusiaan, bukan demi Islam, demi Yahudi, demi Israel, demi Palestina, atau demi-demi yang lain.

    PS. ada yang tau sumbangan yang penyalurannya reliabel dimana? dan tidak pilih-pilih jumlah sumbangan😛

  3. 3 dnial Januari 3, 2009 pukul 2:03 pm

    All fair in love and war..
    In war, fuck rules of engagement and Geneva Convention!
    That’s why I hate war. It is illogical, immoral, and without rules.

  4. 4 goldfriend Januari 3, 2009 pukul 2:24 pm

    @ dnial :

    That’s why I hate war. It is illogical, immoral, and without rules.

    Hmmm…. kok saya nggak pernah ketemu perang yang tidak logis ya ?😉 Perang selalu logis kok, apalagi kalau pakai logika orang yang berperang.😆

  5. 5 Fritzter Januari 3, 2009 pukul 2:24 pm

    Aha, akhirnya ada juga post bermutu di blog ini.
    *hembus nikotin*

  6. 6 goldfriend Januari 3, 2009 pukul 2:26 pm

    @ fritzter :

    SETUJU….!!!

    *nenggakkafein*

  7. 7 elfatih2007 Januari 3, 2009 pukul 2:57 pm

    Ok
    Iblis kok didemo untuk tidak memerangi Islam???. Iblis ya Iblis kagak mungkin baek..”baca Israel ngamuk, umat islam mati kutu” di http://www.balakecrakan.wordpress.com

  8. 8 Catshade Januari 3, 2009 pukul 3:30 pm

    Ini blogger antek zionis Yahudi kafir kok didengerin analisisnya, ya pasti bias dan penuh propaganda… jahanam laknatullah kamu jensen!😈

  9. 9 meong Januari 3, 2009 pukul 6:48 pm

    betul, setubuh sama @catshade

    dasar agen mossad, dr pilihan namanya udah keliatan, kamu antek zionis kapir. awas kamu, awasss:mrgreen:

    ahhh….setelah pusing baca diskusi di blognya geddoe, akhirnya postingan ini bisa mengurai keruwetan yg timbul di pikiran saya.

    btw kok ga ada yg melihat dr sisi ujung2nya duit sih ?
    buatku aneh lho, ini konflik tiba2 memanas ketika harga minyak dunia menurun drastis.
    egois ga sih, kl krn itu, aku jd cemas, jangan2 harga bensin naik lg nih. *yg lg menikmati harga bensin turun, jd bisa jeng-jeng ke mana-mana*

  10. 10 kahfinyster Januari 4, 2009 pukul 7:47 am

    wahaha,, post nya bermutu nih,,

  11. 11 hawe69 Januari 4, 2009 pukul 10:22 am

    gw cuma kagum ama nih posting karena banyak link ke wikipedianya… emang dibaca semua tuh wikipedia nya Bro? salut salut.. *angkat topi kasih jempol tangan plus kaki*

    anyway.. i dont like ‘war and politics’ topics… you mind ? sue me ! hehehe

  12. 12 jensen99 Januari 4, 2009 pukul 7:49 pm

    Yah, akhirnya serangan darat dimulai saudara-saudara…😀

    @ goldfriend (1)

    […] Israel dan Palestina sama-sama pendatang di tanah itu. Masalahnya, ada pendatang yang duluan datang, dan ada pendatang yang belakangan datang.😆

    Gini bang, saya jelasin gitu sasarannya pada opini yang IMO cukup umum bahwa Israel yang datang belakangan (dari Eropa, sesudah PD II) dan gak menghitung sejarah yang lebih lampau. Kalo harus menulis gimana Abraham sendiri merasa diri pendatang di tanah Kanaan dan membeli bidang tanah dari penduduk lokal (misalnya) rasanya terlalu panjang & gak fokus.🙂

    Interpretasi atas “tanah perjanjian” adalah interpretasi agama.

    Karena sumbernya Tanakh, tentu saja. Selebihnya dari situ bisa2 mirip kreasionis vs evolusionis itu.😉

    Terus terang, saya agak sedikit benci kalau orang membahas konflik Irael-Palestina dan mengkaitkannya dengan argumen keagamaan.

    Hmm… apa bagian “Tanah Perjanjian” diatas itu saya edit saja dan diganti “mendiami tanah tersebut secara kontinyu (sebagai mayoritas penduduk ataupun minoritas) selama ribuan tahun sebelum nasionalisme Palestina lahir”?🙄

    Bukan karena tidak nyambung tapi bisa lari kemana-mana.

    Ya, di tempat geddoe waktu alex mulai mengkaitkan kebijaksanaan Yahweh terkait nasib Israel saya juga susah mendiskusikannya.🙂

    Bagi saya konflik Israel-Palestina itu pertama-tama adalah masalah kemanusiaan.

    Pelurusan sejarah FTW😆

    @ mardun

    Tapi pengalaman mengajarkan bahwa (ini betul betul pendapat pribadi saya) kalau Israel itu keparat.

    Silahkan bebas berpendapat. Gak ngaruh kok disana.😀

    jadi ya, masalah high level biarlah diselesaikan oleh yang berwenang.

    Sekarang ini sebagian fokus keributan justru mengarah pada “yang berwenang” (PBB dan DK) yang dianggap diam saja. Kalo menganggap bahwa “yang berwenang” adalah sang tuan tanah (Israel) ya mari kita nonton TV dengan tenang saja.

    PS. ada yang tau sumbangan yang penyalurannya reliabel dimana? dan tidak pilih-pilih jumlah sumbangan😛

    Coba cek blognya alex©. Dia lagi nagih sumbangan tuh.

    @ dnial

    I’m military stuff freak. I love war! I love Israel!

    *ditembak*

    @ goldfriend (2)

    Perang selalu logis kok, apalagi kalau pakai logika orang yang berperang.😆

    Nah! Justification of the Day!😆

    @ Fritzter

    “Post bermutu” itu patokannya apa?😕 Sains? Tutorial ngoprek komputer? Atau pencarian root of all evil ala Dawkins? (o_0)”\

    @ goldfriend (3)

    Heh? Selain post ini & ninggalin absen di about bang fertob juga pernah baca2 tulisan yang lain?😯 :mrgreen:

    @ elfatih2007

    Ya..ya.. Anjing menggonggong Israel menerkam…
    Saya dah baca artikelmu. Bagus juga. Thanx.

    @ Catshade

    Lha, saya ini agen mossad™ kan? Ya tentu saja opininya berat ke Israel!😈 Gimana sih?:mrgreen:

    …jahanam laknatullah kamu jensen!😈

    Ini kalo ngompori paling jago sendiri. Dasar kucing keparat!😆

    @ meong

    betul, setubuh sama @catshade

    Kamu pecinta kucing sih…😆

    […] kamu antek zionis kapir. awas kamu, awasss:mrgreen:

    Ngancem opo?😛

    buatku aneh lho, ini konflik tiba2 memanas ketika harga minyak dunia menurun drastis.

    Rasanya itu kebetulan saja meth. Lagian kalo pas BBM murah biaya operasional mesin2 perang Israel kan jadi lebih murah juga.😛

    egois ga sih, kl krn itu, aku jd cemas, jangan2 harga bensin naik lg nih.

    Itu pernah terjadi dan heboh pada saat perang Yom Kippur. Ntahlah kalo terulang lagi.🙂

    @ kahfinyster

    wahaha,, post nya bermutu nih,,

    Komenmu yang gak mutu!😐

    @ hawe69

    emang dibaca semua tuh wikipedia nya Bro?

    Sebagian dibaca seksama, sebagian fas-rid, ada satu yang belum sempat kebaca sama sekali. (gak ngaruh pada isi postingan tapi melengkapi data saja)😉

    anyway.. i dont like ‘war and politics’ topics… you mind ?

    Nevermind. Just feel free, mbak.😉

  13. 13 gentole Januari 5, 2009 pukul 6:37 am

    Seperti yang saya tulis di blog Alex, saya sebenarnya mulai benar-benar emosional, sangat emosional, membaca berita dan melihat foto terbitan kantor berita asing tentang anak-anak Palestina yang mati dibunuh tentara Israel. Saya memang menghindari membahas persoalan kemanusiaan ini dari sudut pandang politik, agama dan sejarah, yang memang seperti benang kusut. Persoalan yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengenyahkan bola-bola api yang saat ini berseliweran di langit Gaza dan laju segerombolan tank yang tidak punya hati melintasi perbatasan Gaza.

    Setuju dnegan bung Frizter, ini post bermutu yang bermanfaat bagi pembaca Indonesia. Susah bagi mereka yang dibesarkan sebagai Muslim untuk menulis secara obyektif tentang Israel dan Palestina.

  14. 14 Fritzter Januari 5, 2009 pukul 7:01 am

    “Post bermutu” itu patokannya apa?

    Menurut saya? Lebih memberi tahu daripada mencari tahu.

    Menurut Gentole, misalnya :

    …curhat di blog.. ..itu salah, salah besar.

    …penulis amatir menulis untuk dirinya sendiri, dan penulis profesional menulis untuk orang lain…

    So, paling tidak berdasar standar saya dan gentole, baru satu post ini yang memenuhi kriteria “bermutu” sejak pendirian blog ini.😎
    Well, better late than never.😆
    .
    .
    Ah ya, bagaimana dengan Tanggung Jawab Blogger dan Membaca Fairy Tail? Itu lumayan bermutu…😕
    *mulai ragu*
    *bingung sendiri*

  15. 15 Amed Januari 5, 2009 pukul 7:51 am

    Ah, sudah bisa diakses… tadi tulisannya diblokir… Jadi takut saya…

  16. 16 gentole Januari 5, 2009 pukul 10:47 am

    @Fritzer

    Lah, kalo bung pakai standar saya, saya pakai standar apa dong? Menurut saya post ini bermutu karena informatif. Btw, saya bingung kenapa diskusi Palestina malah ramenya di blog K.geddoe, seorang naturalis-agnostik-cenderung-ateis yang sebenarnya menulis tentang sebuah lagu?

  17. 17 gentole Januari 5, 2009 pukul 12:13 pm

    @all

    Sebelum ada yang protes dan marah-marah, perlu saya beritahukan bahwa kalimat saya yang dikutip Fritzter harus dibaca sesuai konteksnya.😀

    *maaf OOT*

  18. 18 jensen99 Januari 5, 2009 pukul 2:29 pm

    @ gentole (1)

    Saya memang menghindari membahas persoalan kemanusiaan ini dari sudut pandang politik, agama dan sejarah, yang memang seperti benang kusut.

    Benang kusut FTW! Makanya saya taruh seabreg link Tante Wiki diatas, siapa tau ada yang menyediakan ujung benang yang dicari.:mrgreen:

    Persoalan yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengenyahkan bola-bola api yang saat ini berseliweran di langit Gaza dan laju segerombolan tank yang tidak punya hati melintasi perbatasan Gaza.

    Hamas menyerah tanpa syarat? (plus pelucutan senjata -terutama roket- & pembebasan Gilad Shalit) OK, ini memang tak adil tuk banyak orang, tapi ini ide terbijak tuk banyak nyawa. Berharap Israel & Hamas duduk semeja sama rendah adalah mustahil karena tuk Israel sama saja melegitimasi Hamas sebagai partner nego. Sementara berharap Israel berhenti di tengah jalan (sekarang) sama saja memberikan kemenangan tuk Hamas (bom waktu di masa mendatang) dan cuma akan memperpanjang blokade tuk jalur Gaza yang akan mematikan lebih banyak orang lagi.

    Setuju dnegan bung Frizter, ini post bermutu yang bermanfaat bagi pembaca Indonesia.

    Ah, terimakasih😀

    Susah bagi mereka yang dibesarkan sebagai Muslim untuk menulis secara obyektif tentang Israel dan Palestina.

    *angkat bahu*
    *makan biskuit*

    @ Fritzter

    Lha, saya ini penulis amatir kan? Bukannya profesional itu artinya dibayar? Nulis bagus2 di blog juga gak dapet duit kan? Curhat saja kalo gitu!:mrgreen:

    Ah ya, bagaimana dengan Tanggung Jawab Blogger dan Membaca Fairy Tail? Itu lumayan bermutu…😕

    IMHO sih, Tanggung Jawab Blogger itu malah mencari tahu, bukan memberi tahu. Diskusi tentangnya di komen dan blog2 lain yang ngelink kesitu itu yang bermutu, bukan postnya sendiri. Sementara Membaca Fairy Tail itu hanya kumpulan kesan.😛
    Kalo patokannya memberi tahu, saya milih ‘Cuma Pecundang…’ Itu beneran mencerahkan (termasuk komen2mu).😎

    @ amed

    Diblokir?!?!😯 Yang benar ah?? Wah, jangan2 entri ini di-hack orang…😕

    @ gentole (2)

    Menurut saya post ini bermutu karena informatif.

    Bukannya informatif itu sama dengan memberi tahu?😀

    Btw, saya bingung kenapa diskusi Palestina malah ramenya di blog K.geddoe, seorang naturalis-agnostik-cenderung-ateis yang sebenarnya menulis tentang sebuah lagu?

    Karena bebas! geddoe sendiri tak nulis apa-apa tuk bahan atau komen, dan dia netral, juga terkenal. Jadi macam forum saja buat kawan2, bebas lempar opini/pertanyaan, bebas menjawab segala versi juga. IMO😉

    […] perlu saya beritahukan bahwa kalimat saya yang dikutip Fritzter harus dibaca sesuai konteksnya.😀

    Hahaha… curhat itu hak blogger kok. Dah disepakati sejak post Tanggung Jawab Blogger itu kan?:mrgreen:

  19. 20 jensen99 Januari 6, 2009 pukul 12:35 pm

    @ Irene

    Terinspirasi?😀

  20. 21 The Bitch Januari 7, 2009 pukul 8:36 pm

    udah pernah baca ini http://www.resistbook.or.id/index.php?page=book&cat=50&id=242&lang=id ?

    dagangan gwa tuh. hehe.

    udah. cuma mo komen gitu doank.

  21. 22 Sandy Januari 9, 2009 pukul 7:56 am

    saya bingung euy..knp jd HAMAS yg disalah2in ya?
    HAMAS menuntut dibukanya blokade antara lain agar anak2 palestina jg bisa minum susu mas..buat pasokan logistik masyarakat sipil..bukan gara2 mengurangi jumlah roket yg masuk ke palestine..serangan roket itu jg sebenernya cuman sebagian dr perjuangan..bukan buat cari gara2..la wong israel duluan yg blokade serta nyaplok wilayah palestine..kemudian diplintirkan lah klo semua serangan israel itu krn salah HAMAS..masjid al-aqsa jg diblokir..jdnya pd gak bs ibadah..itu yg salah satu pemotivasi HAMAS utk memerangi israel..

    Saat ini israel konon dah masuk jauh sekian puluh kilometer ke wilayah gazza..sementara palestine hanya tinggal sekian belas kilometer saja..klo dah gini..ntar ngajak berunding deh..gencatan senjata deh..sementara wilayah israel dah semakin meluas..ntar HAMAS nuntut wilayah gazza balik bakalan ditolak oleh israel..ntar diserang duluan..nyalah2in HAMAS lg..emang pinter bener mutar2 balikkan fakta itu..yg salah dibikin bener..yg bener en menuntut hak-nya dibikin salah..

    duh..duh..

  22. 23 jensen99 Januari 12, 2009 pukul 8:12 am

    @ The Bitch

    Yah, topik ini dah diselesaikan kan?:mrgreen:

    @ Sandy

    saya bingung euy..knp jd HAMAS yg disalah2in ya?

    Karena memang salah. Mereka yang cari gara-gara duluan.

    HAMAS menuntut dibukanya blokade antara lain agar anak2 palestina jg bisa minum susu mas..buat pasokan logistik masyarakat sipil..bukan gara2 mengurangi jumlah roket yg masuk ke palestine..

    Kalo memang tujuannya demi rakyat, ikuti kemauan Israel. Menyerahlah tanpa syarat, lucuti senjata, bebaskan Gilad Shalit dan serahkan Jalur Gaza kepada Fatah. Gampang kan?😎

    serangan roket itu jg sebenernya cuman sebagian dr perjuangan..bukan buat cari gara2..

    7000 lebih roket selama 8 tahun itu cuman katamu? Sama kalo gitu, Serangan balasan Israel jg sebenarnya cuman usaha melindungi rakyat dan kedaulatan negara dari ancaman pihak luar.👿

    la wong israel duluan yg blokade serta nyaplok wilayah palestine..kemudian diplintirkan lah klo semua serangan israel itu krn salah HAMAS

    Orang Palestina itu sejak awal hidup didalam wilayah yang secara tradisional milik Israel lho, jangan dibalik. & tujuan Hamas adalah untuk melenyapkan Israel. Link2 diatas dibaca dunks.😐

    masjid al-aqsa jg diblokir..jdnya pd gak bs ibadah..itu yg salah satu pemotivasi HAMAS utk memerangi israel..

    Kapan itu? Israel bahkan memberikan hak pada pihak Muslim tuk mengatur sendiri Haram al Sharif.😕

    […] .sementara palestine hanya tinggal sekian belas kilometer saja..[…] sementara wilayah israel dah semakin meluas..ntar HAMAS nuntut wilayah gazza balik bakalan ditolak oleh israel.

    Bodoh! Sejak 1993 Israel sudah menyerahkan sebagian besar Tepi Barat dan Jalur Gaza kepada kontrol Otoritas Palestina yang diwakili Fatah. Tentu saja kalo Hamas yang nuntut gak akan diberikan. Satu wakil Palestina cukup bagi Israel.

    emang pinter bener mutar2 balikkan fakta itu..yg salah dibikin bener..yg bener en menuntut hak-nya dibikin salah..

    Mas, kalo gak ngerti sebaiknya gak usah ngomong deh. Jangan membawa perjuangan Palestina seluruhnya untuk membenarkan aksi terorisme Hamas yang anti kompromi itu. Mengutip ucapan kang zen; “HAMAS ini kudu paham bahwa negosiasi politik itu sama dengan “memperoleh dan melepas”; amat jarang politik yang menginginkan sepuluh dan mendapat sepuluh. ada banyak hal yg musykil mereka dapatkan melihat peta dukungan negara2 kunci thp Israel”. Dengan kata lain, trade-off. Selama mereka tidak bisa menghargai negara kuat & berdaulat macam Israel, selama itu juga tidak ada ampun buat mereka. & jangan lupa, kecuali Iran, mayoritas negara2 Arab pun tidak mendukung mereka.

  23. 24 kramero Januari 15, 2009 pukul 6:56 am

    Punya referensi lain selain wikipedia?

  24. 25 jensen99 Januari 15, 2009 pukul 7:22 am

    @ kramero

    Soal apa? Bisa saja dicari mas, tapi males. Lagian wikipedia sendiri juga disusun dari banyak referensi lain yang sumbernya dicatat di bagian bawah itu.

  25. 26 yunda Januari 16, 2009 pukul 7:06 am

    pasti belom pernah ditinggal mati orang yg sehari2 sering bikin lo senyum ya..sampe2 ga peduli ada orang2 mati dan kehilangan disana.ga pernah megang kulit bayi yg jangankan salah sama orang israel, ngerti aja kagak dia kenapa lahir di palestina
    se nge fans apapun lo sama yahudi, tetep aja lo dianggap monyet dan babi kalo ga lahir dari rahim perempuan yahudi..

  26. 27 jensen99 Januari 23, 2009 pukul 2:24 pm

    @ yunda

    Wah, komen lo ad hominem tu. Ngapain sangkut pautkan pendapat saya dan perasaan saya?👿

    se nge fans apapun lo sama yahudi, tetep aja lo dianggap monyet dan babi kalo ga lahir dari rahim perempuan yahudi..

    Halah.. tambah lagi sok tau, macam ngerti yahudi ngomong ibrani trus pernah dengar aja…

  27. 28 Ary Maret 7, 2010 pukul 12:58 am

    ^
    ^
    ^
    .
    Mungkin karena dia pernah baca yg berikut kali bos:
    .
    “All Gentile Children are Animals”
    -Yebamoth 98a
    .
    “Jesus was born a Bastard & his mother, Mary, was a Whore”
    -Mishna Yebamoth 4,13
    .
    “When a Jew murders a gentile there will be no death penalty. What he steals, he may keep.”
    -Sanhedrin 57a
    .
    “Death of Gentiles by Beheading is recommended”
    -Pesachim, 49b
    .
    ato mungkin yg ini:
    “You and your fucking Jesus can kiss my ass ok!” (some drunk Israeli settler.)
    http://www.liveleak.com/view?i=e1842edc4f
    ——
    .
    Cuma sekedar info: Musim panas lalu walopun telah dibombardir abis2an sama IDF, anak anak Palestina di gaza berhasil masuk ke Guinness Book of World Records. Mereka berhasil menerbangkan 3.167 buah layang layang ke udara secara bersamaan. A world record.
    .
    O ya dan ada rencana mereka mo memperbaharui rekor dunia ini di pertengahan tahun ini. Mungkin loe sebagai agen mossad bisa nyusun rencana untuk ngebantai mereka lagi? Tinggal cari tau aja kapan tanggal pastinya dan tinggal kirim aja f-16 bombers loaded with white phosphorous supaya mereka bisa langsung mati semua.
    .
    Ok ‘morbid humor’ aside, the children of Gaza could teach you a thing or two of the human spirit. That is of course, if you are indeed a human being.
    .
    Oh and fuck your zion you fascist maggot!

  28. 29 jensen99 Maret 9, 2010 pukul 1:22 am

    Ary

    Ah, saya kedatangan salah satu blogwalker non blogger paling tenar nih. Makasih dah mau singgah.😀

    Mungkin karena dia pernah baca yg berikut kali bos:

    Haha, mungkin juga sih. Tapi saya tetep aja gak yakin tu orang beneran pernah baca Babylonian Talmud.😛 Mungkin saya agak kebawa emosi waktu itu, tapi saya berusaha fokus menyajikan masalah ini dari sudut pandang keamanan dalam negeri Israel, bukan soal rasial atau agama. Lagian, seperempat WN Israel pun tak berdarah Israel, & mayoritas adalah etnis Arab.😉
    Anyway, thanx dah ngingetin.🙂

    Cuma sekedar info: […] A world record.

    Wah, saya baru tau. Biasanya saya cuma tertarik baca2 hal yang penting2 saja di Israel sih, jadi gak apdet soal kegiatan kaum muda Palestina.😀

    Mungkin loe sebagai agen mossad bisa nyusun rencana untuk ngebantai mereka lagi?

    kalo gak ngelempar batu, ledakin bom atau nembakin roket ya gak ada urusan. Monggo maen layangan.:mrgreen:

    […] the children of Gaza could teach you a thing or two of the human spirit. That is of course, if you are indeed a human being.

    If supporting the Israeli makes me losing my human being status, so be it. 2000 years’ story of jews diaspora was good enough to teach me about human spirit.

    Oh and fuck your zion you fascist maggot!

    Fuckyou verymuch! All hail zionism!😈
    baidewei, you’re free to support any living or dead Palestinians and their dreaming country, but why cursing me? This is so tawuran Bonek dan Aremania ^_^a

  29. 30 Ary Maret 10, 2010 pukul 5:03 am

    Ah, saya kedatangan salah satu blogwalker non blogger paling tenar nih. Makasih dah mau singgah.

    Gw tenar? Kok bisa??? Perasaan gw belon terlalu banyak nge-post komen di blogosfer…
    .

    Haha, mungkin juga sih. Tapi saya tetep aja gak yakin tu orang beneran pernah baca Babylonian Talmud……

    Yah gw juga blon bener2 baca/mempelajari Talmud, jadi gw juga ga tau quotes di atas out of context ato engga.
    .
    Sebenernya gw cuma pengen tau tanggapan loe yang meng idolakan Israel dan para Talmudic Jews terhadap ayat2 di atas. Tapi ngeliat reply loe kayanya loe juga bingung yah.
    .
    Tapi gw penasaran, loe kan Protestan, knapa kok asik2 aja ketika Jesus Christ disebut anak haram and her mother placur ma tuh kitab. Kalo kita Muslim mah sangat menghormati beliau dan ibu nya. Kalo ga percaya, di Qur’an ada satu surat yang ber judul Maryam.
    .
    Bisa kasih penjelasan bos?
    .

    kalo gak ngelempar batu, ledakin bom atau nembakin roket ya gak ada urusan. Monggo maen layangan.

    Ini nih yang paling bikin gw enek.
    .
    Loe pikir Hak Asasi Manusia nya anak anak Palestine itu tergantung ma klakuan Hamas? HAM tuh ga bisa ditawar tawar, ga peduli loe Israel ato Palestine. Apa loe mau kluarga loe dibantai karena pak lurah loe bunuh orang yang sama sekali ga ada sangkut pautnya ma loe?
    .
    Lagian Setiap diskusi tentang kebijakan Israel dan perilaku terhadap Palestina harus dimulai dari fakta yang paling penting (dan yang paling sering diabaikan) yaitu: Israel’s illegal occupation dan represi keras yang slalu menyertainya.
    .
    Itu point utamanya bos, bukan metode perlawanan Palestina nya yang harus di gede gede in.
    .
    Gw akuin, terorisme ga bisa dibenarkan secara moral, tapi apa bedanya bom bunuh diri Palestine yang ngebunuh orang di bis/apartment dll dengan stealth bomber nya Israel yang ngebunuh berpuluh2 kali lipat org Palestine di mesjid, rumah, sekolah, rumah sakit dll dsb dst?
    .
    Seperti kata Aeschylus: “In war, truth is the first casualty.”
    .
    Dan tiba tiba, setiap masjid yang di bom menjadi markas Hamas, setiap bayi ato anak2 yang tewas menjadi agen hamas, setiap sekolahan menjadi pusat komando hamas, setiap infrstruktur sipil menjadi symbol kekuasaan hamas, setiap rumah penduduk gudang senjata hamas and thus bombarded mercilessly.
    .
    You Israelis (and wannabe Israelis) make me sick!
    .
    But wait, loe kan agen mossad. Setiap detil intelijen loe pasti ga pernah salah.
    .

    If supporting the Israeli makes me losing my human being status, so be it. 2000 years’ story of jews diaspora was good enough to teach me about human spirit

    Umm… Was hitler an Arab? Were the Romans Muslims? What did the Palestinians ever do to the Israelis anyway? Mass killings and expulsions of the Jews are western products bub, surely someone as erudite as you know this right?
    .
    Can’t handle the truth?
    .

    baidewei, you’re free to support any living or dead Palestinians and their dreaming country, but why cursing me? This is so tawuran Bonek dan Aremania ^_^a

    Kalo loe bener bener cinta ma the apartheid state of Israel, loe kudu sadar bahwa Israel kagak pernah bakalan bisa sejahtera kalo mereka terus menerus ngebom negara negara tetangga nya.
    .
    Setiap serangan militer, targeted assassinations dan basically setiap tindakan kriminal mereka sejatinya adalah tindak kriminal terhadap diri mereka sendiri. Crimes against the state of friggin israel. The Goldstone report is a testament to that (look it up, gw males perang link ma loe). Personally, Israel can ROT for all I care but that’s just me.
    .
    Oh and gw bobotoh Persib, bukan bonek.
    .
    FREE PALESTINE!

  30. 31 Kgeddoe Maret 10, 2010 pukul 10:56 am

    *obligatory “gelar tikar” comment*

  31. 32 Fritzter Maret 11, 2010 pukul 3:34 pm

    Rokok? check.
    Chunkybar? check.
    Kopi? check.
    Twisties? check.

    *gotong sofa*
    *tiduran santai, nunggu jeda iklan usai*

  32. 33 Zephyr Maret 12, 2010 pukul 3:02 pm

    *commercial break-nya kok lama ya?😕 *

  33. 34 jensen99 Maret 13, 2010 pukul 1:54 am

    ^
    Saya sibuk, banyak urusan lain selain blogging, dan mood saya lagi jelek. Beneran ini.😐
    Kalo waktunya pas pasti kureply.

  34. 35 Fritzter Maret 16, 2010 pukul 3:29 pm

    ^
    Patah hati lagikah? ;))

  35. 36 itikkecil Maret 17, 2010 pukul 4:43 pm

    *ngapling tiker di sebelah fritzter*

  36. 37 pak bond Maret 19, 2010 pukul 11:35 am

    nunggu reply’n monyet jensen99…


  1. 1 Agen Bola Terbesar Lacak balik pada Oktober 29, 2016 pukul 1:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Januari 2009
M S S R K J S
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


%d blogger menyukai ini: