Don’t fuck with our Pendet!

indonesia1

Jadi, setelah beberapa hari ribut-ribut soal tari Pendet yang (katanya) diklaim tetangga, akhirnya ada klarifikasi dari pihak Malaysia bahwa iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan dibuat oleh KRU Sdn Bhd, Kementerian Pelancongan atau Kementerian Kebudayaan Malaysia.
Saya sendiri sempat nonton sambil lalu telewicara antara bos PH Malaysia sana dengan Menparsenibud kita di TVOne (hal yang saya lakukan karena internet mati dan belum bisa beres saat itu) soal ini, dan merasa bingung dengan pembicaraan yang IMO kacaw itu.:mrgreen:

Baidewei, saya inget disitu pak menteri Jero Wacik mengatakan bahwa:

“bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kreatif, tiap saat selalu menghasilkan karya-karya seni & budaya yang baru. Hanya sayangnya baru sedikit sekali yang sudah didaftarkan, selebihnya hanya dipentaskan saja.”

(kira-kira begitu kata beliau. Tidak akurat adalah manusiawi) Tentu saja ini adalah sebuah kebiasaan yang harus dirubah. Nah, bahkan 3 hari sebelum kata-kata pak menteri saya dengar, temen saya masbro Hariadhi sudah memulai kampanyenya sendiri untuk mengumpulkan data tentang tari-tarian di Indonesia dari para warga dunia maya. Suatu usaha dalam semangat nasionalisme yang hebat IMO, terutama buat blogger-blogger aliran absurdβ„’ seperti saya ini.:mrgreen:

Sesuai titipan pesan beliau, hari ini saya melanjutkan mengabarkan kampanye tersebut bagi siapa aja yang kebetulan lewat di blog ini dan belum tau akan hal ini. Bagi yang merasa terpanggil tuk menyumbang data bisa bergabung di fesbuk beliau, di grup Unity in Diversity FB, maupun di blog indounitydiversity. Semoga saja ke depannya karya budaya kita bisa lebih dihargai oleh tetangga kita itu yang sering merugikan itu. Selamat berpartisipasi.πŸ˜‰

36 Responses to “Don’t fuck with our Pendet!”


  1. 1 lambrtz Agustus 25, 2009 pukul 9:28 pm

    yang kacaw itu.

    Mananya yang kacaw?πŸ˜•

  2. 2 jensen99 Agustus 25, 2009 pukul 11:13 pm

    ^
    Wawancaranya di TV. Penjelasan si bos PH tidak nyambung karena waktu itu belum jelas kalo yang buat klip (karya mereka?) tersebut jadi iklan bukanlah PH tersebut. Tentu saja dia merasa bingung dengan pertanyaan2 dan pernyataan pak Menteri maupun reporter. Dia sibuk njelasin proses syuting di Bali dsb, tapi tidak tau menahu soal Enigmatic Malaysia. Kira2 seperti itu.πŸ˜•

  3. 3 Zephyr Agustus 25, 2009 pukul 11:31 pm

    *ngebayangin betapa “kacaunya” wawancara tersebut..πŸ™‚ *

  4. 4 jensen99 Agustus 26, 2009 pukul 2:39 am

    ^

    Daripada dibayangin, nonton sendiri aja masbro. Videonya ada disini dan disini.πŸ˜‰

  5. 5 Takodok! Agustus 26, 2009 pukul 10:21 am

    Alaaahh, seperti biasa, kalo ada masalah lempar2an tanggungjawab, publik bingung, tinggal tunggu saja ada masalah lain yg mengalihkan perhatian😎
    *disepak*:mrgreen:

    Eniwei, salut utk pendaftaran tarian tsb, smoga berkelanjutan dan bisa membuka mata (lagi) bahwa kecolongan bs terjadi krn ada peluang yg kita berikan sendiri.

  6. 6 Vicky Laurentina Agustus 26, 2009 pukul 11:09 am

    Jens, aku senang baca tulisanmu ini. Selama berhari-hari aku nahan diri buat tidak nulis tentang kisruhnya Pendet di blogku sendiri, coz aku belum paham konfliknya dengan jelas. Menurut aku, yang salah ngiklan ini bukanlah pemerintahan Malaysia, tetapi Discovery Channel. Tapi orang-orang Indonesia udah kadung sewot duluan sama Malaysia, jadi negara itu nampak serba salah aja di mata bangsa kita.

  7. 7 Kurotsuchi Agustus 26, 2009 pukul 11:12 am

    Hwaaa… Pilon betul tuh. Sini yg nyimak aja ampe berkobar2, e lha koq yg mau dijadiin ‘terdakwa’ malah bingung sendiri gitu. Guemeess ih!
    E tp saya justru lebih penasaran sama sikap pemerintah kita. Kita udah kecolongan buat kesekian kalinya. Kalo nanti sehabis ini masih ada seni & kebudayaan kita yg diklaim sama tetangga b’arti emang dasarnya pemerintah kita yg kurang tegas

  8. 8 hawe69 Agustus 26, 2009 pukul 12:53 pm

    Setuju ama KuroTsuchi

    ini kan bukan ‘the first time’..
    kenapa bisa terulang lagi..
    Indonesia juga harus berintropeksi kali.

    Sebenarnya.. *sambil malu-malu*
    gw juga udah lupa tuh nama-nama tari daerah/nasional
    kita… hm.. pas SD kali yah dipelajari, sekarang.. udah
    nguap kemana tau tuh pengetahuan..😦

  9. 9 Eka Situmorang - Sir Agustus 26, 2009 pukul 5:01 pm

    Tari kijang, tari bondan, tari kendi, yapong.

    Itu tari yang gue kuasaiπŸ˜€
    awas aja kalo dicaplok juga..
    Man jelas2 gue belajar dr sesepuh di Jogja…

    Salut untuk gerakannya itu…

  10. 10 Snowie Agustus 26, 2009 pukul 10:49 pm

    Setuju ama yg setuju salahnya indonesia.
    Pantes bisa dijajah ampe ratusan tahun gitu ama belanda… Lunak bgt. Jatuh ke lobang yg sama kok ya berkali-kali.

    Yaa, aku cinta Indonesia~

    Btw, tari piring, tari Payung, kerupuk sanjai, rendang Padang apa udah dibajak juga ya?
    *Gak ngikutin perkembangan pembajakan*πŸ˜›

  11. 11 jensen99 Agustus 27, 2009 pukul 12:28 am

    @ Takodok!

    Dengan kemasan isu yang tepat, orang kita tu cepet banget tersulut, dan ini dibantu oleh media juga sepertinya. Soalnya saya gak yakin tayangan yang dipersoalkan itu beredar luas di Indo. Saya aja blum pernah nonton tuh.πŸ˜›

    Ya, saya juga salut dengan kampanye tsb. Smoga nantinya masalah hak paten kekayaan tradisi ini bisa lebih diperhatikan.πŸ˜‰

    @ Vicky Laurentina

    Saya malah gak tau adanya kasus ini sebelum tau2 diajak Hariadhi ikut kampanye dia, trus pas internet mati esoknya gak sengaja nonton wawancara yang kusebut diatas itu, baru saya ngeh persoalannya. Iya, memang kita gampang kesulut kalo soal Malaysia, tapi btw saya blum tau endingnya nih, apa Discovery Channel minta maaf atau gimana.πŸ™„

    @ Kurotsuchi

    Itu berarti TVOne yang lagi2 ceroboh dalam menyelidiki kasus ini, dan mengkonfrontasikan dua orang yang tidak punya masalah.
    IMO kita gak kecolongan juga sih, hal-hal yang seperti ini kan tidak bisa diprediksi sebelumnya, dan pemerintah juga AFAIK sudah bertindak cepat dan tegas. Tinggal harap saja hepi ending.πŸ˜‰

    @ hawe69

    Ya.. gitu mbak, kita kan gak tau hal-hal ini bakal terjadi, dan Malaysia yang dijadiin tersangka utama juga ternyata (katanya) gak tau. Jadi saya juga gak buru2 menyamakan kasus ini dengan kasus reog atau rasa sayange dulu itu.

    Kalo soal nginget kebudayaan tradisional, saya juga buruk kok.πŸ˜‰

    @ Eka Situmorang – Sir

    Wah, dateng ini penari sungguhan!πŸ˜€

    Masalahnya mbak, Malaysia itu kan melting pot juga, & selama puluhan tahun atau lebih, banyak pendatang dari luar kesitu, -termasuk dari Indonesia- dan melanjutkan budaya asal mereka, ntah kuliner, tarian, pakaian dll. Lama2 ini jadi dianggap budaya Malaysia juga.πŸ˜•

    @ Snowie

    Seperti kusebut diatas, masalahnya kita gak bisa tau item apa aja yang bakal diklaim (sengaja tak sengaja) oleh jiran2 kita itu. Tentu saja akan menghabiskan sumber daya yang tidak sedikit untuk mendata dan mematenkan seluruh kekayaan budaya kita, meskipun bgitu smoga saja ini bisa diwujudkan.πŸ™‚

    Saya juga gak ngikuti perkembangan berita, tapi saya dah cukup puas dengan respon cepat pemerintah kali ini.πŸ˜‰

  12. 13 Ali Sastroamidjojo Agustus 27, 2009 pukul 3:26 am

    kata temen sih; sebagai bangsa yang doyan ngebajak film dan lagu dari bangsa lain; protes2 dan ngotot soal ‘hak cipta’ budaya terdengar sangat ah…miris.

  13. 14 lambrtz Agustus 27, 2009 pukul 11:57 am

    @Ali Sastroamidjojo

    LOL of the day.πŸ˜†

    Tapi kok saya agak bingung ya. Itu maksudnya 1) ngopy MP3 ilegal, atau 2) sinetron yang plagiat film-film Asia Timur? Yang nomer 1, bukannya yang mbajak itu ga ng-klaim itu buatannya? Yang nomor 2, bukannya sinetron-sinetron tersebut juga mendapat image yang negatif di masyarakat?πŸ˜•

  14. 15 Ali Sastroamidjojo Agustus 27, 2009 pukul 12:52 pm

    @lambrtz

    ya semuanyalah;

    malaysia juga bukannya gak ngeklaim pendet? dan yang batik bukannya emang motifnya beda? dan lagu rasa sayange, bukannya man dah ada jauh sebelum indonesia ada? lagian, dari redaksi liriknya aja ketauan itu bahasa melayu?

  15. 16 jensen99 Agustus 27, 2009 pukul 12:57 pm

    @ restlessangel

    Nah, link yang hebat!😯
    Semoga bisa semakin lengkap dan populer. Mantap meth!πŸ™‚

    @ Ali Sastroamidjojo

    Spicles…😐 BTW, QOTD ituh!πŸ˜‰

  16. 17 Snowie Agustus 28, 2009 pukul 8:44 pm

    Info:
    Ternyata masakan rendang khas Padang SumBar UDAH di klaim ama malaysia!πŸ‘Ώ *sewot*
    .
    .
    .
    Tapi, kalo dipikir2, wajar aja ding mereka punya Rendang. Karena, kalo gak salah, Negeri 9 Malaysia itu penduduknya mayoritas asli berasal dari SumBar. Orang Sumbar yg imigrasi ke sana, dulu.
    So, gak papalah. Masih saudara.:mrgreen:

    *dilempar Rendang* xP

  17. 18 Indonesia Agustus 29, 2009 pukul 4:18 pm

    Makasih bro buat reviewnya.πŸ™‚ Makasih juga buat yang komen.πŸ™‚ Ayo-ayo ikut gerakannya.

    Boleh ambil screenshotnya yah? buat dokumentasiπŸ™‚

  18. 19 jensen99 Agustus 31, 2009 pukul 12:07 am

    @ Snowie

    Hmm.. kalo menurut saya sih, rendang cuma boleh diklaim oleh:
    1) Orang SumBar, di negara manapun mereka berada.
    2) Republik Indonesia, tempat pulau Sumatra berada.πŸ˜‰

    @ Indonesia

    Sama2, masbro.πŸ™‚ Makasih juga dah ngereview balik di fesbuk.πŸ˜‰

  19. 20 Yari NK September 1, 2009 pukul 12:47 pm

    Wah… mohon maaf nih…. saya nggak bisa banyak bantu, sebabnya sebenarnya saya kurang antusias dengan kesenian huehehehe…. Saya ‘marah’ dengan Malaysia hanya karena rasa nasionalisme saja. Btw, sah2 aja kan kalau marah dengan Malaysia hanya karena alasan nasionalisme bukan karena terlalu peduli kepada kesenian (daerah) huehehe…. Tetapi saya akan mencoba deh untuk tetap membantu sesempat saya dan semampu saya huehehe….:mrgreen:

  20. 21 Indonesia September 2, 2009 pukul 5:02 am

    Numpang kampanye edisi berikutnya nih, masbro: Pulau Indonesia.πŸ˜€

    Peraturannya sama, sebutkan 1 nama pulau di Indonesia, dan nama Provinsinya.πŸ˜‰

    http://indounityindiversity.wordpress.com/2009/09/01/indonesia-unity-in-diversity-pulau/

  21. 22 jensen99 September 2, 2009 pukul 2:37 pm

    @ Yari NK

    Ohoho, santai aja bang. Blogger sekelas bang Yari pastinya punya cara sendiri tuk menganalisa dan menyuarakan opini tentang masalah “tetangga yang nakal” ini. Setidaknya mungkin, gimana cara kita memukul telak mereka tanpa musti perang, eh? Isu lagu kebangsaan mereka yang mirip lagu tua kita sepertinya kurang nendang?πŸ˜‰

    @ Indonesia

    Silahkan berkampanye!πŸ˜€

  22. 23 syabas! September 5, 2009 pukul 2:32 am

    syabas org indonesia punya semangat nasionalisme yg hebat sanggup buat apa saja. bagus! hebat! setanding dgn puak arab jahiliyah sebelum kedatangan islam. berperang antara puak demi menegakkan fahaman asobiyah! ya lepas ini apa lagi yg kamu mau kami pulangkan? lagu negaraku? ya silakan ambil. tak mengapa sakiti hati tetangga asalkan dpt menegakkan nasionalisme yg agung, yg akbar. adakah kami perlu juga tutup kilang batik dan tempe kami di sini? dan yg terbaru bakso. ya org kalian juga yg memperkenalkan kpd kami. kami ni terbuka, tak berapa nasionalismenya. asalkan org tak bikin kacau di tpt kami, kami terima aja. perlukah kami memboikot makanan bakso? kalau kebencian yg kamu semai, kebencianlah yg akan tumbuh. selamat berbahagia. “budaya indonesia hanya utk org indonesia” sila hebahkan kalau tidak ada yg tidak tahu nanti ‘terjadi’ maling secara tak sengaja.

  23. 24 Indonesia September 5, 2009 pukul 2:32 pm

    πŸ˜‰ Wahahah ada biang keributan baru nih kayanya.

    Untuk masbro yang dari Malaysia, kenapa ga lihat dulu kampanye di sini. Apa ada yang marah-marah ke Malaysia?πŸ™‚

    http://indounityindiversity.wordpress.com/2009/09/03/indonesia-unity-in-diversity-pulau/

  24. 25 Annuar September 5, 2009 pukul 5:26 pm

    Salam dari saya warga Malaysia buat saudara-saudaraku (khususyna yang beragama Islam). Saya amat berbesar hati dengan jasa dan pengorbanan masyarakat Indonesia yang bekerja di negara ini. Semoga ukhuwah kita terus berkekalan keran fitrah kita bersaudara saling bertengkar dan bercakaran namun penghabisnya kita masih terus bersaudara. Bahkan dalam ahli keluarga sendiri kadang-kadang berselisih faham inikan pula dua buah negara. Namun jauh di sudut hati saya faham dengan sebenar-benarnya hati dan perasaan kalian yang terguris bukan kerana kefahaman yang mendalam terhadap kebudayaan, namun kerana semangat nasionalisme yang berbangga sebagai warga Indonesia yang hebat kerana berjaya mengusir penjajah Belanda dari negara kalian dengan jalan peperangan. Saya tidak berharap agar isu tarian pendet ini akan segera terhenti, namun semoga kemarahan dan emosi saudara-saudara sekalian sedikit reda agar umat Melayu-Islam di dunia ini akan terus bersatu dan bertambah utuh. Amin

  25. 26 jensen99 September 5, 2009 pukul 9:54 pm

    @ Annuar

    […] bukan kerana kefahaman yang mendalam terhadap kebudayaan […]

    Heh? Jadi maksudnya kami gak ngerti kebudayaan sendiri gitu?πŸ˜•

  26. 27 lambrtz September 5, 2009 pukul 10:04 pm

    Jadi maksudnya kami gak ngerti kebudayaan sendiri gitu?

    Well, ada benarnya juga. Tempo hari saya masang status hoax di Facebook, “Martabak dan putu diklaim India!”, dan seperti sudah saya duga, banyak yang tidak tahu bahwa makanan-makanan tersebut asalnya dari India.

    Tempo hari saya juga ngetroll di Facebooknya temen saya, nanggapin temen dia yang bilang, “Malaysia, create your own culture, don’t take from Indonesia, China, India”. Meh. Dia kira bakwan itu dari mana.

    Rupanya masih buta teori budaya kita ini.

  27. 28 syabas! September 6, 2009 pukul 1:49 am

    aku tak pernah jumpa lagi org semacam kalian ini yg reaksinya berlebih2an. macam pelakon yg over akting. bukankah isu ini telah dijelaskan? cukuplah. aku rasa kalian ini ingat semua apa2 yg ada di bumi nusantara ini milik bangsa indonesia. hinggakan batik kami pun dipertikaikan. kalau tentang kebudayaan spt lagu atau tarian itu oklah aku boleh terima juga. tapi sampai makanan, pakaian dan serba serbi kalian pertikai eh ini dah melampau. siapa kalian nak atur2 kami? lepas tu boleh sindir kami malaysia trully indonesia. kami tak pernah fikir pun yg indonesia trully malaysia. kalian harus ingat taraf kalian spt kami jgn nak berlagak tuan pula. enak2 tuduh kami maling. apa yg telah kami curi dan benda itu telah hilang dari kalian? lagu rasa sayang eh? bukankah isu itu telah selesai? kalian cakap benda tanpa asas. kalau kalian nak tahu, di negara aku org tak ambik kisah pun tentang isu ni. kalian pula sibuk nak ganyang, perang, putus hubunganlah. ertinya kalian yg ganggu kami, kami takda buat apa2 pun. kami tak pernah kata tarian pendet itu milik kami dan ia telah dijelaskan. jadi apa yg kamu perjuangkan? suruh kami kembalikan benda yg kami tak ambil? kalau kamu tanya warga malaysia rasanya 100% tak tahu apa itu tarian pendet. jadi, jgnlah ganggu kami. kami tak ganggu kamu semua.

  28. 29 Arm September 6, 2009 pukul 2:15 am

    Heh? Jadi maksudnya kami gak ngerti kebudayaan sendiri gitu?πŸ˜•

    kurang lebih begitu ^^
    seperti dibilang lambrtz, orang Indonesia juga banyak yang ga sadar kalo ada budayanya yang merupakan adaptasi dari bangsa lain ^^
    efek samping kelamaan nongkrong di melting pot berbagai kebudayaan sih ^^

    *kembali mencari bakpia asli yg berisi “daging”😈 dan A Pek yg membuat kapal selam*πŸ™„

  29. 30 jensen99 September 6, 2009 pukul 10:14 pm

    @ lambrtz

    Wah, iya ya.. karena sendirinya sedikit paham dengan soal2 macam ginian, mana maennya di blogsfer dengan blogger2 elit juga, sampai lupa kalo mayoritas rakyat ini masih pas-pasan wawasannya.πŸ˜†

    @ syabas!

    Wah, makasih dah dua kali datang kesini. Kukira semula cuma hit & run saja.πŸ˜€ (BTW dah liat diskusi tentang komen pakcik?)
    Jadi, saya ngerti banget apa yang disampaikan pakcik. Saya anggap mewakili (sebagian) rakyat Malaysia-lah. Tapi saya tidak bisa menanggapi banyak. Seperti yang pakcik bisa baca di blog saya, atau blog teman2 saya yang pada komen disini, kami semua bersikap proporsional dan berwawasan dalam menyikapi berbagai masalah dengan Malaysia ini. Tidak ada yang ikut2an kampanye “ganyang Malaysia” itu. Akan halnya (sebagian) saudara2 sebangsa kami, baik media maupun masyarakat umum yang bertindak overreacting, saya tidak bisa bilang apa2. Ada beberapa kasus dengan Malaysia (seperti Ambalat atau perlakuan buruk terhadap TKI) yang menyebabkan orang sini sensitif dengan isu2 apapun menyangkut Malaysia, bahkan yang belum tentu benar sekalipun.πŸ˜‰

    @ Arm

    *kembali mencari bakpia asli yg berisi β€œdagingβ€πŸ˜ˆ […]

    Bukannya semua makanan yang berawalan “bak” macam bakpia, bakmi, bakwan atau bakpao itu mestinya mengandung “daging” semua? :-”

    *makan sate babi™*

  30. 31 hmviral September 7, 2009 pukul 4:12 pm

    namanya jadi baksate dongπŸ™‚

  31. 33 atha lakuary Oktober 25, 2009 pukul 1:23 am

    hahahaaaaa,,, ada ada jah malaysia itu jadi malay deh !!
    kasih sanksi aja tuuu,, biar ga keulang lagi.. nasgor n cendol aja di klaim … sate ayampun juga..

  32. 34 jensen99 Oktober 27, 2009 pukul 10:41 pm

    ^

    Hee, masa sih nasgor, cendol dan sate ayam diklaim Malaysia? Memangnya semua bisa dibuktikan asli kuliner Indonesia gitu?πŸ˜›

  33. 35 Nicholas Hwa Oktober 27, 2009 pukul 11:38 pm

    @jensen99
    Fried rice (aka nasi goreng aka chǎofΓ n) is genuinely Indonesian, other nations cannot claim possession. Wikipedia is foolishly ignorant for listing it as mainly Chinese dish. We are the rightful sole owner of our culture. Don’t play-play!πŸ‘Ώ

    *sekali-sekali nyatir*


  1. 1 Reaksi dari (warga) Malaysia? « JenSen99's Weblog Lacak balik pada September 5, 2009 pukul 2:23 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Agustus 2009
M S S R K J S
« Jun   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


%d blogger menyukai ini: