Arsip untuk September, 2009

My slow rock files [6] Suntuk

Sekali waktu, hanya tiga titik saja, dan kali ini bahkan tanpa aksara sama sekali. Filsuf memang mengagumkan… 🙄

Ntahlah, mungkin saya iri, soalnya saya suntuk. Ide nulis banyak, tapi tak ada motivasi. Rasanya kehidupan sebagai blogger tidak berkembang sama sekali. Mungkin saya perlu makan cokelat, atau memfokuskan diri maen fesbuk saja, atau…

BTW, ini lagu akhir bulan. Green Day – Wake Me Up When September Ends.

(lirik)

Operation Reckless

Teluk Hamadi ini dulu merupakan daerah awalnya para tentara sekutu mendarat, yang kemudian berjalan dan membuat barak pertahanan di bukit Mac Arthur (orang Papua biasa menamakan bukit Makatur), yang terletak di atas perbukitan Sentani. Jika perjalanan ke sana saat ini dengan kendaraan memakan waktu antara 45-60 menit dari Jayapura, saya tak terbayangkan berapa lama tentara Sekutu dulu mencapai atas bukit tsb.
~Bu Enny

Jawabannya adalah: seminggu! :mrgreen:

macarthur

Jend. D. MacArthur dan Mayjen H.H Fuller; panglima Div #41, sesaat sesudah mendarat di pantai Hamadi

Ya, bukit Ifar Gunung, tempat markas Komando Mandala Pasifik BaratDaya yang dipimpin Jenderal MacArthur terletak, dikuasai sekitar 2-3 hari sesudah pasukan AS menyelesaikan 4 hari operasi militer untuk menguasai 3 pangkalan udara Jepang di daerah Sentani.
Operasi militer Sekutu untuk merebut Jayapura (saat itu bernama Hollandia) dan Sentani dari pihak Jepang ini berlangsung tanggal 22-26 April 1944 dan dikenal dengan nama Operation Reckless, dan biasanya disebut secara simultan dengan Operation Persecution yang dijalankan secara bersamaan dengan target Aitape, 200km di sebelah timur Jayapura, di wilayah Papua New Guinea sekarang.
Saya melihat pernah ada usaha Bu Enny untuk mempelajari peristiwa ini, sayangnya, informasi yang didapat Bu Enny IMO agak kabur dan kurang spesifik tentang Battle of Hollandia itu sendiri. Jadi, ini versi singkat dari saya.
*sok tahu mode: ON*

Keep on reading!

Sedikit renungan di 20092009

hime: mas jensen masih suka dia?

saya: masih
saya: i never hate her

hime: dia apakabar?
hime: apa sudah dengan yang lain? atau masih bleeding sprti mas jensen?

saya: oh, justru karena ada yang lain itulah maka dia memutuskan meninggalkanku. Tentunya dia sudah lama sembuh
[…]

Sepotong chatting dengan seorang teman cewek beberapa hari yang lalu, saat-saat saya sedang sering kecape’an dan sulit berpikir dengan jernih. Sebenarnya dia yang sedang kesepian dan curhat, tapi mungkin karena saya juga sedang error akhir-akhir ini (alesan saja. default-nya saya ni memang error), jadinya malah ikutan nostalgia. Ya, klise sih, tentang seseorang yang pernah ada dalam hidup kami masing-masing. Tentang masalah-masalah yang muncul karena orang itu sudah tidak ada lagi, dan bagaimana mencari solusi sementara sambil menunggu proyek “get a life!™, get a new GF/BF!™” membuahkan hasil. Well, people cannot win against their loneliness (quoted from Gaara); all we can do is to get used to it then (quoted from Hime); or sitting before Playstation. (my quote) 😆

Sabtu (19/9) siang, masih lelah sepulang dari mendistribusikan barang antaran hari itu, saya terhenti di garasi, belum masuk rumah. Setumpukan majalah bekas yang baru dikumpulkan dari agen majalah beberapa hari sebelumnya tersusun disitu. Saya mengambil tumpukan teratas, majalah Prevention Indonesia edisi Oktober 2008 (bulan puasa tahun lalu). Saya buka-buka sekenanya, dan terhenti di satu artikel:

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
September 2009
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter