It’s A Bird, It’s A Plane, It’s Miyabi!

Disclaimer: Based on true story.

Sabtu, 10 Oktober 2009 siang. Terjadilah ceting sms obrolan antara Nami dan Nico Robin. Dua blogger kru kelompok bajak laut Topi Jerami.

Nami dan Robin_resize

Robin dan Nami, keduanya nama samaran. =))

~Nami
“Kalo perlu semua bandara kita blokir! Pokoknya kita tolak kedatangan artis asal Indonesia itu!… Eh? Darimana tadi? ya, kita tolak artis Jepang itu!” demikian kata Ustad Pantengong yang disambut yel-yel Laskar Pantengong Idiot.
Sebelumnya LPI/FPI juga meminta agar Miyabi diganti dengan Luna Maya saja. Demikian dilaporkan detikcom.

_ _ _
Lu… Luna Maya? Sorban aja gede, lagak aja religius. Rupanya itu peler ngefans juga sama jidat mulus si Luna? Bah!

~Robin
Beneran bro sis, saya dah hampir muntah lihat sgala macam post di blogsfer yang nolak mbak Ozawa datang. Bahkan si Dika pun ikut digugat nebeng popularitas dan dicibir status selebblognya. Cuih!
Taruhan Jakarta gempa, kalo film blue legal di Indo, Luna Maya pasti sudah jadi pornstar.

~Nami
Aku gak tau mau nangis apa ketawa. Tapi angot rasanya. Ini orang-orang yang berapi-api nolak Miyabi, otaknya kaya’nya isi lendir melulu.

Emang benar itu. Luna Maya kan muka mesum juga. Alaaaah… itu ustad-ustad otak syahwat kurasa suka coli pake pic luna maya. Makanya ngusulin si Luna. Emang k*nt*l lah mereka ini. Di Padang masih morat-marit, bukan peduli ke bantuan kemanusiaan yang *yakin aku* akan gelap lagi itu.

Gondok saja aku, mereka itu siapa sih bisa blokir-blokir bandara? Orang -orang pada tutup toko karena dengar itu sapi-sapi mau demo. Kaya’nya mereka produk evolusi yang gagal, jatah dulu jadi sapi, tapi terlanjur gen-nya kaki 2, jadilah orang…

Personally, aku bukan fans si Radit, gak pernah suka dengan pop-cosmo kambingjantan itu. tapi urusan apa mo datangi Miyabi kek, mau Paris Piston kek, Angelina Jojon, siapa kek.., pake demo-demo gitu. Emang otak-otak syahwat pada!

*pijak-pijak gambar si ustad di koran lokal* 15

~Robin
Ya, sebagai blogger saya juga gak kenal Radit, dia diluar jaringan maen saya di blogsfer. Tapi orang itu gak salah apa-apa dengan komedinya. Begitu juga dengan Miyabi, sejak kapan kita punya hak larang WNA yang bukan kriminal datang ke RI? Fuck! Benar katamu itu, otak lendir semua, atas nama ini-itu pula. Mati saja! Segitu semangatnya urus selangkangan padahal cuma pengen numpang tenar juga.

~Nami
Samanya kita, aku juga gak kenal dengan itu si Radit. Ya cuma bisa sabar dari kejauhan gini. Aku gak peduli dengan Miyabi-nya, bukan fans dia soalnya, tapi soal nama agama di belakang itu. Itu sapi-sapi otak kodok gak pernah minta izin kalo mau bergaya idiot macam itu. Pukimakharamjadah mereka ini. Macam agama gunanya cuma ngurusi kontol sama memek saja, babilah. Awak disini coba-coba buktiin agama (apaan kek agamanya) ada faedah sosial. Itu kambeng-kambeng celaka cuma bikin agama jadi macam setumpuk toket + vagina.

Emang numpang tenar itu bro sis, pake mediasi segala. Kurasa mereka mau dikenal Luna Maya, kali aja si ustad ngarep Luna Maya bisa dibooking sekali gratis. Lendirrrr…lendirrr…
AKu pengen lihat orang-orang yang macam Jalaluddin Rakhmat, Romo Sandy, Romo Y.B. Mangunwijaya, Mohammad Sobary, Gus Soleh. Sejuk rasanya, agamanya dibawa ke faedah sosial yang jelas, nyata untuk umat. Ini yang muncul sapi lagi sapi lagi. Sebel rasanya…

~Robin
Saya juga tak tau mau bilang apa lagi. Cuma bisa berharap negara ini jadi sekuler saja kalo ternyata agama hanya dijadikan jubah sekelompok orang untuk menimbulkan keresahan, menjajah orang lain, bahkan negara.
Terlalu picik tuk berpikir sebuah film komedi dari Miyabi akan mempengaruhi umat/rakyat/negara/whatever jadi begini atau begitu. Suruh tu ustad bantu gali jenazah di P******n sana.
*kesel*

~Nami
Idem, bro sis…

Sekuler + federal, idaman dari dulu. Agama biarlah urusan keluarga masing-masing, mau liat Miyabi apa kagak, itu guna orang tua tiap remaja.

Goblok tu ustad-ustad.

***

Cerita-cerita apa aja, ekor-ekornya pasti lari ke sekuler + federal ya?πŸ˜† Tapi begitulah negara ini, cape lihat sebagian masyarakatnya segitu kesetanan ngurusi selangkangan. Gak ngaruh banget buat kemajuan bangsa… 15
Baidewei, temen kami punya tulisan yang lebih paten soal masalah diatas itu, boleh dibaca kalo berminat. Selebihnya mari kita berharap film-nya Dika jadi tanpa hambatan, dan perfilman Indonesia bisa semaju Jepang, ntah wujudnya kartun atau bokep.πŸ˜‰

25 Responses to “It’s A Bird, It’s A Plane, It’s Miyabi!”


  1. 1 lambrtz Oktober 12, 2009 pukul 11:51 pm

    Ah, seandainya postingan ini keluar lebih awal, akan saya kirim trackback postingan ini kemari.πŸ˜€

  2. 2 Vicky Oktober 13, 2009 pukul 12:27 am

    Saya rasa, orang-orang bersorban itu gondok gara-gara mereka ngajak nge-date Miyabi tapi ditolak oleh si cewek.

    Suruh orang-orang itu ngurusin selangkangan masing-masing.

  3. 5 kickARDi Oktober 13, 2009 pukul 8:16 am

    mana franky nyahh????

  4. 6 ghani arasyid Oktober 13, 2009 pukul 8:23 am

    nah, si Chopper gag komen juga?
    kan di tengah mereka ^^

  5. 7 Mizzy Oktober 13, 2009 pukul 11:41 am

    Yang ngobrol sih Nami & Robin, tapi “feel” obrolannya laki-laki sekaliπŸ˜†

  6. 8 Felicia Oktober 13, 2009 pukul 1:02 pm

    Setuju ama Mizzy…πŸ˜€
    .
    Heran ya, artis bokep negara lain maen ke sini segitu hebohnya.. Artis2 bokep di negara sendiri ga diurusin..
    Film2 hantu ga jelas yang ujung2nya mesum, ga ada yang protes..

  7. 9 jensen99 Oktober 13, 2009 pukul 1:05 pm

    @ lambrtz

    Haha, cuma selisih dua hari kan? Edit aja..πŸ˜›
    Saya dah baca tapi blum sempet komen.πŸ˜›

    @ Vicky

    Zehahaha, terang aja Miyabi nolak, takut ga’ dibayar! Orang-orang itu emang otaknya lendir doang vic.πŸ‘Ώ

    @ ManusiaSuper
    :mrgreen:

    @ ngupingers

    Ehm juga…πŸ˜› BTW, selamat datang.πŸ˜€

    @ kickARDi | ghani arasyid

    Kebetulan cuma butuh dua karakter di adegan ini.πŸ˜›

    @ Mizzy

    Sedang kerasukan Sanosuke Sagara dan Aoshi Shinomori.πŸ˜†

    @ Felicia

    *komen Feli ketinggalan*

    Ahaha, Feli beranggapan ada standar ganda berupa pembiaran pada artis bokep dan film horor mesum lokal ya?
    Begini Fel, dari segi perfilman, saya gak perduli sama film bokep lokal atau film horor mesum. Tidak masalah itu. Intinya sih, kalo mau nonton ya nonton, kalo gak suka ya gak usah nonton, tapi jangan ngurusi orang lain. Film itu kan ada ratingnya, tentu ada yang berhak buat nonton, sevulgar apapun itu, apalagi di Indo sini ada sensornya pula. Seperti juga novel, musik atau lukisan, film itu karya seni, tak perlu dibebani macam2, apalagi diprotes, kecuali menyinggung pihak tertentu.πŸ˜‰
    Jadi IMO, instead of mestinya dua-duanya digasak, saya lebih setuju dua-duanya dibiarkan saja. Biarkan film Indonesia tumbuh, ga masalah mesum. Sudah berdarah2 perfilman kita diamputasi sensor, sekarang dirajam UU perfilman. Biarkan juga Miyabi datang, isu “bokepisasi” dan ancaman moral yang menyertainya sesungguhnya hanya kesesatan belaka.πŸ˜‰

  8. 10 hawe69 Oktober 13, 2009 pukul 1:09 pm

    saya baca,
    saya dengar,
    saya tutup mulut aja.
    sama ituh.. tutup selangkangan.. hihihihihi

    Go Indonesia! Jayalah negriku! hihihihi

  9. 11 itikkecil Oktober 13, 2009 pukul 4:21 pm

    apa itu Miyabi?
    *berlalu*

    *balik lagi*
    ah, kadang-kadang orang suka asal tolak saja. seperti status di salah satu temen FB : tolak miyabi, terima Maria Ozawa…

  10. 12 andyan Oktober 13, 2009 pukul 4:59 pm

    iya tuh
    kok chopper diam aja?

  11. 13 Eka Situmorang-Sir Oktober 13, 2009 pukul 6:09 pm

    Tuh miyabinya diundur kedatangannya….
    apa gara2 protesnya?

  12. 14 Frea Oktober 13, 2009 pukul 7:04 pm

    Intinya sih, kalo mau nonton ya nonton, kalo gak suka ya gak usah nonton, tapi jangan ngurusi orang lain.

    Saya setuju. Toh biarpun ada juga saya ndak minat nontonnyaπŸ˜›.
    Lagian kalo saya mau nonton miyabi, ga perlu nunggu filmnya Dika, tinggal gugling aja, atau ga udah banyak bajakannya di mangga dua.:mrgreen:
    Cuma yah, jujur saya masih agak prihatin sih dengan film-film yang banyak beredar dengan label film horor, komedi, tapi ujungnya saru. Memang bumbu sih, tapi jadinya kan mengecewakan, pengen nonton yang lucu, dan serem, malah dapet jorok, mana joroknya ga enak di tonton lagi, kurang elegan gitu.πŸ˜•
    Btw, demam bokepisasi itu tahan berapa lama ya kira2? Biasanya kan ada musimnya isu begitu di Indonesia:mrgreen:

  13. 15 frozen Oktober 13, 2009 pukul 7:33 pm

    Lu… Luna Maya? Sorban aja gede, lagak aja religius. Rupanya itu peler ngefans juga sama jidat mulus si Luna? Bah!

    Oh, saya juga dapat SMS persis kek gini redaksinya, dan jelas, ini sih SMS kiriman Subcomandante Marcos!πŸ˜†

  14. 16 lambrtz Oktober 13, 2009 pukul 8:24 pm

    Seperti biasa, ini tulisan kalo ga ada yang kontra, ga seru.πŸ˜•

  15. 17 Amd Oktober 14, 2009 pukul 12:12 am

    Beh, itu si Nami kental banget suasana “Aceh”nya…

  16. 19 Ando-kun Oktober 14, 2009 pukul 1:21 am

    Bah…
    Saya anti-Miyabi!
    100% gak suka Maria Ozawa!

    *sorry bagi yg suka, tp saya tetap anti-Miyabi😈

  17. 20 Felicia Oktober 14, 2009 pukul 3:05 pm

    btw Raditya Dika nya udah mundur tuh…
    http://radityadika.com/konfirmasi-tentang-miyabi-miyabi-an-ini/
    .
    btw lagi, kenapa dari awalnya mesti miyabi ya? sengaja bikin kontroversi biar dapet iklan gratis dari infotainment?

  18. 21 jensen99 Oktober 14, 2009 pukul 10:35 pm

    @ hawe69

    Bener tuh mbak, urus selangkangan masing2 aja.πŸ˜›

    Go Miyabi, Jayalah negriku!πŸ˜‰

    @ itikkecil

    Katanya sih Miyabi itu sejenis mibakso tapi ada lendirnya, dan kalo dikunyah bunyinya kaya’ tikus kejepit™…πŸ™„

    @ andyan

    Dia belum cukup umurπŸ˜›

    @ Eka Situmorang-Sir

    Iya, karena protes orang-orang keparat itu.πŸ‘Ώ

    @ Frea

    Lagian kalo saya mau nonton miyabi, ga perlu nunggu filmnya Dika

    Ada blogger yang bilang begini: “Kalo kita bisa nonton Miyabi bugil tanpa bayar, ngapai keluar duit buat liat Miyabi pake baju?”πŸ˜‰

    Cuma yah, jujur saya masih agak prihatin sih dengan film-film yang banyak beredar dengan label film horor, komedi, tapi ujungnya saru.

    Justru itu yang mau dirubah Dika. Mengutip konfirmasinya dari link yang dikasi Feli dibawah:

    Gue pribadi, sebagai penulis naskah yang merasa karya gue tidak akan jorok dan porno (gue sendiri gak suka komedi seks yang ada marak di bioskop Indonesia), gue maju dengan idealisme gue untuk membuat film komedi dengan Miyabi tanpa harus porno-pornoan.

    You’re not alone on this matter, Frea..πŸ˜‰

    Btw, demam bokepisasi itu tahan berapa lama ya kira2?

    Sampai ada isu baru tuk bisa didemo. Luna Maya maen film bokep, misalnya… Pengen nulis tentang ini sih…πŸ™„

    @ frozen

    Wah, kalo begitu mestinya muncul dialog yang lebih hebat daripada yang saya posting diatas dong!😯

    @ lambrtz

    Entahlah, padahal yang baca lumayan juga. Masuk BOTD kemaren pula. Mungkin karena saya gak ngasi trekbek ke postingan2 kaum selangkangan itu, atau yang mau kontra disini pada ngeri duluan.πŸ˜•

    @ Amd | Ali Sastro

    Ya..ya.. ini memang si Tgk. Anarki Cobain itu..:mrgreen:

    @ Ando-kun

    Oke..oke.. saya tau kok kalo masbro seleranya Tina Yuzuki!😈

    @ Felicia

    Ya, sayang mentalnya Dika gak kuat nahan tekanan ini. Tapi filmnya AFAIK tetep jalan kok.

    kenapa dari awalnya mesti miyabi ya?

    IMO karena dia karakter yang dibutuhkan (dari segi cerita) di film ini. Bisa saja buat film ‘Menculik Brad Pitt”, tapi kaya’nya tarifnya kemahalan deh…πŸ˜•

    sengaja bikin kontroversi biar dapet iklan gratis dari infotainment?

    Saya ngeliatnya biasa aja tuh, justru golongan islam dan media massa yang buat jadi kontroversi, IMO. Kalo sempet saya pengen nulis tentang ini sih.

  19. 22 jc Oktober 16, 2009 pukul 11:48 am

    Ehm.. kayaknya sih mereka protes karena udh pasti ga bisa nonton filmnya. Daripada ga bisa nonton terus ngeces liat yg lain pada nonton ya lebih baik ribut2 menolak kedatangan miyabi aja. Padahal dengan mereka ribut2, mereka malah publikasi tentang miyabi lho. Temenku yang ga tahu miyabi jadi tahu, jadi download film-film miyabi, nah lho.
    Intinya sih, enggak usah ngomongin moral orang lain deh. Moral itu urusan pribadi, bener ga? Hehehe.. maap, saya termasuk yang nggak suka liat demo2 protes kedatangan miyabi. Daripada demo gitu kan mending datengin kota2 yg kena gempa ya tho? Lebih berguna? Hehehe.
    Salam kenal yah!

  20. 23 reikira Oktober 18, 2009 pukul 7:06 pm

    miyabi?
    kembang api?
    *sok innocent*

  21. 24 Yari NK Oktober 19, 2009 pukul 12:23 pm

    Sebenarnya jadi tidaknya kedatangan Miyabi tidak pengaruh terhadap kemajuan bangsa **ya iyalaaah…** bagaimanapun juga walaupun yang main Miyabi, kalau ceritanya dangkal ya sama juga oblong.

    Namun betul, andai Miyabi memang mau bikin film yang nggak porno (terlepas dari filmnya bagus apa ndak) bagi saya ya no problem. Namun yang paling penting mudah2an perfilman kita bisa terus berkembang dengan atau tanpa Miyabi…πŸ˜€

  22. 25 jensen99 Oktober 23, 2009 pukul 1:10 am

    @ jc

    Yup, betul sekali. Berkat FPI dkk dan media massa kita yang ahli ngompori itu, akhirnya sekarang seluruh bangsa jadi kenal Maria Ozawa dan film bokepnya. Misi “Maria Ozawa for dummies” yang dituduhkan kaum puritan kepada film “Menculik Miyabi” pada akhirnya sukses besar, tanpa perlu membuat film itu sendiri. Hebat kan?πŸ˜‰
    Ngomongin moral orang lain bukan hal yang terlarang, IMO, tapi sadar diri, apa layak bicara begitu? Orang Jepang menyatakan tidak pada korupsi, dan menyenangkan diri dengan pornografi, sementara orang kita menyatakan tidak pada pornografi, dan menyenangkan diri dengan korupsi. Mana yang lebih tidak bermoral? Mana yang negaranya lebih maju?πŸ˜‰

    Makasih ya, jessie, dah maen kesini. Salam kenal balik.πŸ˜‰

    @ reikira
    :mrgreen:

    @ Yari NK

    Tentu saja bang, sebuah film yang hanya ditonton sekali di bioskop, kecil sekali pengaruhnya (apalagi terhadap bangsa) dibandingkan sinetron2 gak mutu yang rebutan tayang di teve kita, sekalipun film tersebut dibintangi ikon pornografi Asia.

    Saya juga berharap perfilman kita bisa terus berkembang, sampai ke arah dimana badab sensor film bisa dihapus.πŸ˜‰


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2009
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


%d blogger menyukai ini: