Quote of the Day (7)

Peringatan: ini cuma curhat. Kalau bukan teman saya tidak usah baca, silahkan blogwalking ke blog lain saja.😉

Dibiarkan pun segala sesuatunya akan mengalir ke arah yang seharusnya mereka mengalir. Dan betapapun kita berusaha melakukan yang terbaik, seseorang kalau sudah waktunya terluka akan terluka juga. Seperti itulah hidup, suka atau tidak, kadang tidak banyak yang bisa kita lakukan soal itu.

~yud1; 12 April 2011, 08:07PM. FB status

Iya, saya lagi terluka akhir-akhir ini. Hasil dari pertemanan(?) yang gagal dengan seseorang. Dan seperti kata yud1 diatas: memang sudah waktunya. Soalnya ini akumulasi dari berbagai pertengkaran perbedaan pendapat selama berbulan-bulan. Tapi saya sok optimis, berpendapat kalo segala masalah pasti ada jalan keluarnya kalau mau sabar dan toleran. Akhirnya waktu sadar kalo gak ada gunanya mempertahankan pertemanan itu, kerugian yang saya alami sudah jauh melewati batas kemampuan saya tuk memperbaikinya. Bodoh sendiri, sering nasihati orang kalo kehilangan satu-dua teman gak masalah daripada sering makan hati, tapi sendirinya selalu ragu tuk eksekusi hal yang sama.

Ya sudahlah, sudah terlanjur hangus. Renungkan saja jadi pelajaran hidup. Seperti satu kalimat bagus yang saya pelajari dari sini:

Losing such a friend can make you doubt your character and personality, and makes you ask, “If only I had not done this or said that…” but also you find yourself wondering “If only I didn’t care so much about this person…”

BTW, sekarang orangnya sadar saya sakit hati, trus minta maaf. Tentu sudah kumaafkan, tapi ya cuma segitu. Tidak menyembuhkan luka, sayangnya…😐

18 Responses to “Quote of the Day (7)”


  1. 1 yud1 April 23, 2011 pukul 5:33 pm

    in fairness, sebenarnya itu terinspirasi dari kutipan di novel Norwegian Wood-nya Haruki Murakami. nggak persis banget sih, tapi intinya kira-kira mirip…

    anyway, kalau misalnya ada atau bisa menemukan novelnya, disarankan. recommended to read.😉

    ~kepikiran juga nulis review-nya
    ~mungkin nanti

  2. 2 jensen99 April 24, 2011 pukul 12:01 am

    ^

    Karena cuma terinspirasi dan modifikasi, jadi bolehlah kalo dikatakan itu asli kata-katamu yud. Lagian saya emang ngambil dari fesbukmu kok.😉

    Novelnya ketemu di internet, tapi ratusan mb eh…😐 Lagian saya baca-baca ringkasannya kok penuh kegiatan bunuh diri. Apa bakal menghibur ya?😕

  3. 3 Zeph April 24, 2011 pukul 3:54 pm

    luka, seperti halnya bahagia, ia juga berhak masuk dalam kehidupan kita. luka… ia akan sembuh, ini hanya masalah waktu.

    *elus-elus janggut*🙄

  4. 4 3sna April 24, 2011 pukul 11:36 pm

    kalau salah satu teman dekat saya… dia bilang… segala sesuatu itu tidak ada yang kekal… kadang kita harus belajar melepaskan… we have to learn to let go…

  5. 5 almascatie April 25, 2011 pukul 1:49 am

    Sabar jens.. sabar… *kasih plester*

  6. 6 dila April 25, 2011 pukul 12:17 pm

    Sedalam apapun luka itu tetep harus kita nikmati, karena kebahagiaan akan benar-benar terasa nikmatnya jika setelah mengalami luka. Kalau bahagia terus kehidupan bakal stagnan lho😀

    tapi luka juga tidak boleh terus-terusan, jadi harus siap untuk selalu memaafkan. gumawoooo!!!!!!

  7. 8 jensen99 April 25, 2011 pukul 1:10 pm

    @ Zeph

    iya..iya.. mari optimis. ThankU bro😉

    @ 3sna

    kupikir juga begitu..🙄 makasih😉

    @ almascatie

    Daripada plester, mie ayam dan sopi saja deh!:mrgreen:

    @ dila

    Saya memaafkan kok, soalnya memang orangnya minta maaf. Itu berguna tuk meredakan marah dan mengurangi sedih. Tapi kan tetep masih jauh dari rekonsiliasi (andai mungkin), juga tidak serta merta membuat pemicu konflik beres.😉

    gumawoooo!!!!!!

    Lama banget gak denger kalimat ini sejak trakhir nongkrong bareng anak2 Plurker tahun kemaren!😆

    @ Chic

    *sodorin teh manis*

  8. 9 Grace April 25, 2011 pukul 1:56 pm

    Quote yang pertama dan kedua itu bener-bener bikin mikir deh..:(

  9. 10 Kurology April 25, 2011 pukul 5:02 pm

    kontra-motivasi. seseorang yang paling bisa melukai kita paling fatal, biasanya adalah seseorang yg sudah kita anggap teman baik. karena biasanya ia memang mengetahui titik lemah kita

    tapi mbuh lah… namanya juga kontra-motivasi😐

  10. 11 Akiko April 26, 2011 pukul 12:51 am

    BTW, sekarang orangnya sadar saya sakit hati, trus minta maaf. Tentu sudah kumaafkan, tapi ya cuma segitu. Tidak menyembuhkan luka, sayangnya…😐

    Itulah hidup Jens… sabar-sabar aja.

    BTW, suka dengan Quote ttg nilai teman.🙂

  11. 12 jensen99 April 27, 2011 pukul 12:33 am

    @ Grace
    🙂

    @ Kurology

    Sebetulnya, IMO, bukan karena mengetahui titik lemah, tapi karena terbiasa bicara secara apa adanya, tanpa ada yang ditahan-tahan. Jadi pada saat marah (misalnya) juga meledak gak tanggung-tanggung.😐

    @ Akiko

    Iya, musti sabar. ThankU😉

  12. 13 Butterfly Menikmati Dunia April 27, 2011 pukul 1:51 am

    Cari pacar baru…eh salah maksudnya cari temen baru😀

  13. 14 sora9n April 27, 2011 pukul 3:09 am

    Konon katanya orang Buddha sih, rasa sakit itu karena kita menginginkan suatu ketetapan. Sementara dunia itu selalu berubah. Jadi dilawan seperti apapun ujung-ujungnya pasti sakit.😐

    In context of relationship, ya, semakin kita kukuh membayangkan “dia harus begini/begitu”, semakin kita tidak siap jika orang itu berubah…

    /just my 2c

  14. 15 Ceritaeka April 27, 2011 pukul 11:52 am

    Kalau sudah beda mau diapain lagi…
    IMO kecuali ada kesepakatan bersama menuju suatu titik, perbedaan itu sulit disatukan.. Kan butuh kompromi, dan kompromi akan suatu hal biasanya karena ada kesepakatan mau dibawa kemana itu hubungan pertemanannya😀 #halah lagunya d’Bagindaz banget :))

  15. 16 fairyteeth April 29, 2011 pukul 12:30 pm

    wogh…. sabar yaaaa… segala sesuatu emang gak ada yg abadi.. dan tidak ada yg bisa dipaksakan… apapun itu semoga dapet ganti yg lebih baik… #eaaa

  16. 17 isnuansa April 29, 2011 pukul 12:54 pm

    Jadi, lebih baik sakit gigi ya? #eh

  17. 18 jensen99 Mei 2, 2011 pukul 11:28 pm

    @ BMD

    Keduanya masih terus diusahakan kok.😉

    @ sora9n

    Menurut saya, rasa sakit itu karena kita dirugikan. Gitu aja sih.😉

    In context of relationship, ini kasusnya adalah “air susu dibalas dengan air tuba”. Sesiap apapun saya pada perubahan seseorang, saya tentu kecewa kalo saya disakiti dengan sengaja.😐
    Makasih opinimu anyway..

    @ Ceritaeka

    Kalau sudah beda mau diapain lagi…

    Dibuang saja.👿

    IMO kecuali ada kesepakatan […] mau dibawa kemana itu hubungan pertemanannya

    Pacaran bisa dibawa ke pernikahan. Pertemanan mau dibawa kemana?😕
    Pertemanan itu cuma berjalan dengan ikatan nilai dan perasaan secara natural. Ketika merasa cocok, jadi teman. Ketika merasa tidak cocok, bubar. Tidak perlu ada kompromi dan kesepakatan karena itu sudah tidak natural lagi, artinya keluar dari nilai2 pertemanan itu sendiri. Saya menolak pertemanan yang seperti itu.😉

    @ fairyteeth

    Iya. Makasih banyak ya, Dita.🙂

    @ isnuansa

    Iya, sakit gigi bisa diobati. Separah-parahnya tinggal cabut, ilang deh. Kalo sakit hati gak bisa cabut hati.:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
April 2011
M S S R K J S
« Agu   Mei »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


%d blogger menyukai ini: