Persipura 4-2 South China: Lolos tetapi masih runner up grup

Persipura mengunci satu tiket ke babak berikut AFC cup setelah mengalahkan klub Hongkong South China 4-2 (2-1) di stadion Mandala Jayapura.

Jackson Tiago memutuskan memakai formasi yang sama seperti ketika dibantai Chonburi minggu lalu, 3-4-1-2 dengan dua perubahan: Yohanis Tjoe menggantikan Ortizan Solossa yang terkena larangan sebagai stopper kiri dan Stevi Bonsapia menjadi tandem Gerald Pangkali di tengah lapangan. Secara mengejutkan Jackson tetap mempertahankan penyerang Tinus Pae sebagai wing-back kanan. Satu perbedaan lain adalah kedua striker ditempatkan terbalik. Boaz yang kidal bermain di kanan. Di bangku cadangan terlihat Ricardo Salampessy yang baru pulih setelah sekian lama cedera dan menjalani pemulihan pasca operasi.

Tibo–Boaz

Zah Rahan

Ian–Stevi–Gerald–Tinus

Anis–Victor–Bio

Yoo J.H.

Secara umum, menurut saya Persipura bermain sesuai kualitasnya dan terlihat jauh lebih baik serta bisa mengembangkan permainan dibanding pertandingan sebelumnya karena lawan bermain bertahan dan tidak ngotot. Sepertinya kendala adaptasi cuaca menjadi penghalang bagi South China untuk bermain bagus seperti saat menahan Persipura 1-1 di Hongkong.

6 vs 5
Pertandingan sempat berjalan dengan tempo lambat selama 20 menit pertama, dan kedua tim sama-sama kesulitan memasuki kotak penalti lawan. South China terlihat kerap menumpuk pemain dalam 2 baris 4 dan 5 pemain di daerah mereka sendiri, menyisakan Mateja Kezman sendirian di daerah Persipura, terutama setelah gol pertama. Akibat banyaknya pemain lawan yang menumpuk di tengah, pemain-pemain Persipura kesulitan mengalirkan bola ke depan dan sering terbawa terbawa arus permainan lambat dari lawan. Melihat keadaan ini beberapa kali stopper Persipura, terutama Yohanis Tjoe di sisi kiri kerap kali overlap sampai ke wilayah kanan pertahanan lawan, dan Ian Kabes pindah menjelajah lapangan tengah, menjadikan Persipura seperti bermain dengan pola 2-6-2. Jadi ada 6 pemain Persipura mengimbangi 5 pemain South China di tengah lapangan. Sungguh padat. Hasil pertandingan ini kemudian ditentukan oleh kecepatan, kerjasama dan skill individu tiga pemain depan Persipura: Boaz, Tibo dan Zah Rahan dalam membongkar pertahanan lawan. Dua gol dihasilkan kerjasama cantik mereka di babak pertama, diselingi satu gol lawan akibat blunder Yohanis Tjoe.

Babak kedua
Memasuki babak kedua Jackson Tiago menarik keluar Yohanis Tjoe dan memasukkan Steven Hendambo di posisi stopper. Steven tampak bermain lebih disiplin di posisinya dibanding Anis. Boaz dan Tibo terlihat bertukar tempat lagi di babak kedua. Jadi Tibo kembali bermain sebagai penyerang kanan. South China mulai bisa memanfatkan lebar lapangan untuk menekan Persipura, tetapi umpan mereka lebih sering salah dan Kezman masih juga terisolir di depan apabila mendapat bola. Persipura makin sering menerobos pertahanan lawan terutama melalui kecepatan Ian Kabes, Boaz dan Tibo. Tetapi penyelesaian akhir yang egois membuat gol hanya bertambah dua. Seringkali bola dipaksa ditendang dari sudut yang sulit sementara ada teman yang bebas, atau menggocek bola terlalu lama. Sangat disayangkan.
Di menit ke 72 Stevi Bonsapia kembali bermain sebagai wing-back kanan saat Jackson mengganti Tinus Pae dengan gelandang Christian Uron, lalu dua menit berikutnya Lukan Mandowen masuk menggantkan Titus Bonai sebagai penyegaran. Dibawah ini ada highlight 5 dari 6 gol yang tercipta.

Kesimpulan
Bermain di kandang melawan tim yang tidak mampu mengembangkan permainan ternyata gagal dimanfaatkan secara maksimal oleh Persipura. Empat gol yang dihasilkan hanya setengah dari yang seharusnya tercipta apabila melihat peluang yang ada. Kerugian makin bertambah dengan dua kali kebobolan karena tidak mengawasi lawan dengan baik. Persipura mungkin tidak menyadari kerugian ini sampai Chonburi membantai East Bengal 4-0. Dengan poin yang sama, Chonburi duduk di tahta klasemen dengan keunggulan selisih dua gol dibanding Persipura.

Disisi lain, dari segi permainan, pertandingan ini memulihkan semangat dan memberikan kesempatan para pemain Persipura mengeluarkan kemampuan terbaik. Selain Boaz, Tibo dan playmaker Zah Rahan yang bermain sangat bagus, Gerald Pangkali patut dipuji karena menguasai lini tengah dengan sangat mobil, banyak sergapan, umpan sukses, dan satu gol indah. Stevi Bonsapia pun tak kalah matangnya sebagai pemain serbaguna Persipura.
Dengan satu partai tandang tersisa dan kepastian lolos, Jackson mengisyaratkan lebih banyak memainkan pemain cadangan melawan East Bengal untuk menjaga kebugaran pemain inti yang akan menjalani 5 partai tandang berurutan di ISL. Semoga sukses, untuk Papua dan Indonesia😉

10 Responses to “Persipura 4-2 South China: Lolos tetapi masih <i>runner up</i> grup”


  1. 1 lambrtz Mei 5, 2011 pukul 2:10 am

    *baca*

    Mateja Kezman

    Hah!?😯

    *baca lagi*

  2. 2 Reinhart Mei 5, 2011 pukul 2:19 am

    baguslah, setidaknya mengobati duka akibat Arema dibantai kemarin

    @ lambrtz
    Mateja Kezman emang main di situ kok masbro:mrgreen:

  3. 3 lambrtz Mei 5, 2011 pukul 2:33 am

    ^
    Iya saya baru tahu. Ini juga ternyata klub yang beli Nicky Butt itu toh😆

    BTW saya baru nyadar juga ini AFC Cup, bukan AFC Champions League. Macam Piala Winners gitu ya.😕 Pantesan tim dari Indonesia bisa menang besar

  4. 4 wiwikwae Mei 5, 2011 pukul 2:23 pm

    bukan penggemar bola, hanya penyuka michael ballack. misi…. :))

  5. 5 jensen99 Mei 5, 2011 pukul 7:12 pm

    @ lambrtz

    Saya tak tau dibayar berapa Kezman dan Butt maen di liga Hongkong. Kalau maen di ISL kan lebih seru, walaupun harus siap maen di kubangan lumpur.:mrgreen:

    Iya, ini kompetisi kelas dua di Asia, dan selama ini juga masih didominasi tim2 dari asia barat. (yang mengisi 5 dan 8 grup yang ada) Tim2 dari ISL memang levelnya baru segini.😐

    @ Reinhart

    Dan mengurangi beban Persipura yang musim lalu banyak disorot karena jadi lumbung gol di LCA. Biar publik sadar, bukan Persipura yang jelek, tapi emang segitu level tim2 kita.😉

    @ wiwikwae

    Halo mbak wik!😀
    Gak masalah penggemar siapa. Yang penting dah ngabsen disini. Makasih mbak..😉

  6. 6 lambrtz Mei 8, 2011 pukul 4:17 pm

    Biar publik sadar, bukan Persipura yang jelek, tapi emang segitu level tim2 kita.

    Likewise untuk tim nasional kita. Pasca Piala AFF, orang kita banyak yang mendewa-dewakan sosok Alfred Riedl (plus mengutuki Nurdin Halid dan Aburizal Bakrie, tapi itu cerita lain untuk saat ini™). Lalu, ketika tim kita kalah dari Turkmenistan di kualifikasi Olimpiade, tiba-tiba banyak suara (ya di komen surat kabar onlen sih) menuntut Riedl mundur.:mrgreen:

  7. 7 jensen99 Mei 10, 2011 pukul 3:01 am

    ^

    Soal kalah dari Turkmenistan itu, beberapa pihak beranggapan hal itu disebabkan Riedl tidak lagi diberi kebebasan mutlak untuk mengatur tim seperti sebelumnya. Dia terganggu dengan intervensi politis untuk tidak menyertakan Irfan Bachdim dan pemain2 LPI ke dalam timnas, dan konon itu mengurangi daya serang timnas. Sekarang sih sudah lebih banyak pemain naturalisasi membanjiri timnas. Pelatih juga baru. Kita lihat saja hasilnya nanti.😉

  8. 8 Yari NK Mei 30, 2011 pukul 8:57 am

    Ini agak OOT tapi masih ada hubungannya juga sama Persipura. Kalo saya pribadi sih penyerang2 Persipura sudah cukup produktif dan tajam tapi kok pertahanannya yang kadang2 masih mengkhawatirkan. Kadang2 kesalahan yang dasar juga masih diperbuat. Tapi saya surprise kemarin Persipura bermain cukup apik dan menguasai pertandingan pada saat lawan SLNA Vietnam. Walau SLNA juga banyak ga diperkuat pemain2 utamanya, tapi Persipura tetap lebih bagus sedikit dan satu2nya kesebelasan tamu yang menang tanpa pakai perpanjangan waktu.

    Yah mudah2an Persipura bisa lebih bagus lagi. Lawan2 yang lebih berat dari Asia barat dan Thailand sudah menunggu di muka. Mudah2an kiper Koreanya yang ditampilin deh, kiper kemarin tuh waktu lawan SLNA bikin degdegan aja.:mrgreen:

  9. 9 The Game Bet Juli 21, 2011 pukul 2:18 pm

    Tingkatkan prestasi dunk

  10. 10 jensen99 Agustus 10, 2011 pukul 12:35 am

    @ Yari NK

    […] tapi kok pertahanannya yang kadang2 masih mengkhawatirkan. Kadang2 kesalahan yang dasar juga masih diperbuat.

    Gini bang, itu memang kelemahan utama pola 3 bek yang dipake Persipura. Bertiga cuma efektif meng-cover area didalam dan didepan kotak penalti. Area di kiri-kanan kotak penalti sulit di-cover dan biasanya dieksploitasi oleh pemain2 sayap lawan. Makanya Persipura selalu rentan diserang dengan bola silang dari daerah situ. Saya juga jadi agak kuatir dengan info bahwa Arbil FC kerap mencetak gol dari bola crossing. Patut diwaspadai tuh..😐

    @ The Game Bet

    Bung, ini klub Indonesia pertama yang sampai di perempat final AFC cup. Apresiatif dong.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Mei 2011
M S S R K J S
« Apr   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


%d blogger menyukai ini: