Arsip untuk Oktober, 2011

Batal ke Sidoarjo

Ada yang ke Sidoarjo weekend ini? Yep, Jumat 28 Oktober 2011, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, sebuah acara blogger level nasional dibuka di Sidoarjo dengan nama Kopdar Blogger Nusantara. Acara yang skalanya konon akan menyamai Pesta Blogger tahunan di Jakarta sehingga menimbulkan isu adanya persaingan antara kedua perhelatan. Saya pikir itu pasti acara yang hebat, dan akan menjadi pengalaman tak terlupakan buat para pesertanya. Saya seharusnya juga hadir, tapi sayang, saya tak bisa hadir.

Sudah cukup lama saya tahu tentang diadakannya bakal acara ini, sejak masih bernama Kopdar 1000 Blogger. Waktu itu rame-rame dijaring dukungan dari para blogger, dan saya pun dengan santai mendukung, walopun sangat pesimis bisa datang dikarenakan kendala geografis (seperti biasa).

Hari Jumat, 21 Oktober minggu lalu. Saya diajak ikut pelatihan membuat blog tuk pengusaha/seniman kecil dan masyarakat di gedung DPTIK Papua, diajak Athoe yang kerja disitu. Tanpa disangka yang membawa materi adalah pakde Blontankpoer didampingi mas Indriyatno. Jadilah seusai kegiatan pada sore hari kami lanjut kopdar hingga tengah malam, ngobrol soal begitu banyak hal. Cerita-cerita soal Kopdar Blogger Nusantara, pakde Blontank menjelaskan kalo setahu dia penyelenggara acara menanggung transportasi sebagian peserta, tapi tidak yakin soal yang posisinya di pinggir negara seperti saya karena pasti mahal. Saya maklum, dan tidak mikir apa-apa lagi soal itu.

Keep on reading!

Papua, sepotong sejarah (repost)

(Masa Pemerintahan Nederlands-Indië)

Upaya Belanda yang pertama untuk menguasai secara nyata wilayah Nieuw Guinea terjadi pada 24 Agustus 1828 dengan meresmikan berdirinya suatu benteng bernama Fort Du Bus di Teluk Etna pada kaki Gunung Lamentjiri. Saat itu hari ulang tahun raja Belanda Willem I, diadakan upacara yang dihadiri dan disaksikan oleh sejumlah perwira, tentara, pegawai dan penduduk setempat, komisaris pemerintah Hindia Belanda A.J van Delden membacakan suatu proklamasi yang menyatakan bahwa “Atas nama dan untuk Sri Baginda Raja Nederland, Pangeran Oranye van Nassau, Hertog Agung Luxemburg, dan lain-lain, bagian daerah Nieuw Guinea serta daerah-daerah pedalaman yang mulai dari garis meridian 140 derajat sebelah timur Greenwich di pantai selatan terus ke arah barat, barat daya dan utara sampai kesemenanjung Goede Hoop di pantai utara, kecuali daerah-daerah Mansarai, Karondefer, Ambarpura dan Ambarpon yang dimiliki oleh Sultan Tidore dinyatakan sebagai milik Belanda”. Setelah selesai pembacaan Proklamasi, Bendera Belanda dikibarkan di tempat itu disertai dentuman meriam sebanyak 21 kali yang ditembakkan dari benteng Fort du Bus.

Segera setelah selesai upacara, wakil pemerintah Belanda itu mengadakan perjanjian tertulis dengan penduduk pribumi yang ditandatangani oleh Sendawan yang adalah Raja Namatotte, Kassa yang adalah Raja Lakahia, dan Lulu seorang kaya atau penghulu atas Lobo dan Mawara. Tiga orang itu diangkat dan dilantik sebagai kepala daerah dengan surat pengangkatan resmi dan masing-masing diberi tongkat kekuasaan yang berhulu perak. Selain tiga orang itu, diangkat pula 28 orang kepala daerah bawahan. Proklamasi ini merupakan tanda bahwa sejak itu kerajaan Belanda memiliki kedaulatan atas wilayah yang bersangkutan sehingga negara-negara Eropa lainnya tidak boleh lagi menempati dan memiliki wilayah yang disebutkan itu. Keputusan peresmian benteng itu diundangkan dalam Staatsblad van Nederlandsch-Indie 1885 nomor 2.

Keep on reading!

Tiga Puluh Satu

Langit yang cerah...

 

Tidak perduli seberapa keras saya berjuang memperbaiki masa muda, berusaha supaya terlihat masih (lebih) muda, atau ingin selalu berjiwa muda, saya tetap saja bertambah tua. 🙄

Tapi, selama masih ada langit yang cerah, akan selalu ada hari esok yang cerah juga. 😉


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2011
M S S R K J S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter