Film-film 2018 (Januari-Maret)

Selamat merayakan kebangkitan Kristus, juruselamat dunia. Selamat liburan dan masuk kerja lagi. Melanjutkan daftar sebelumnya, nontonnya masih selang-seling dua film barat dan dua film timur.

1. Accel World: Infinite Burst
Reset hitungan di tahun baru. Accel World lagi, salah satu anime kesukaan saya. Plot original story di sini dah melompat jauh dari OVA terakhir yang kutonton. Mengikuti light novelnya yang gak kuikuti, sudah banyak perkembangan baru di Nega Nebulus, Prominence dll. Paling menyolok adalah keberadaan Ardor Maiden. Bingung saya waktu dia muncul, tapi keren sekali. 1/3 film habis tuk flashback seriesnya tapi plot sisanya bagus walo temanya familiar: ilusi abadi tuk lepas dari derita duniawi, macam Mugen Tsukuyomi di Naruto. Suka banyak karakter baru, termasuk berkumpulnya 6 raja (3 baru pernah kulihat), dan Metatron, si malaikat.

2. A Monster Calls
Drama fantasi bagus yang lebih berat dari yang kukira. Anak lelaki yangg berjuang menghadapi ibu, ayah, nenek, juga perisak di sekolah dia dengan bermacam masalah, dan beban semua konflik itu. Rasa sedih dan penyangkalan ketika harus merelakan kematian.

3. Rock of Ages (Extended Edition)
Adaptasi show musical yang plotnya receh banget dan penuh karakter percuma. Namun sangat menghibur dengan banyak lagu rock nostalgia dan mashup keren.

4. L: Change the World
Spin off dari kanon Death Note. Fanfiction banget ini. Lucu juga sih menampilkan L dalam sisi lain yang lebih humanis atau bahkan heroik, tapi keseluruhan plot kerasa receh dan absurd dibandingkan cerita utama. Sudah ada FBI kok gak ada darurat nasional menghadapi bioteroris. Masih gak terima juga L nulis nama sendiri di Death Note.

5. Wolf Warrior II
Konfliknya rasional seperti film pertama, agak lebay, dengan karakterisasi antagonis yang hambar. Masih mempropagandakan kekuatan militer China kali ini dengan blue-water navy. Penuh eksyen heroik patriotik last-man-standing ala Rambo, dari tarung tangan kosong hingga adu tembak dengan tank. Seru banget dan sangat menghibur.


6. The Lost Prince
Miniseri dokudrama TV 2 episode. Cerita bagus tentang kisah hidup Prince John, paman Ratu Elizabeth II yg disembunyikan dari sejarah karena penyakitan. Menarik melihat dunia sekitar dia dari mata sang pangeran dan kakaknya Prince George: Kedua ortu yang keras dalam tradisi kaku aristrokratik, sepupu-sepupu Romanov, wafatnya Raja Edward VII, Perang Dunia I, pergantian nama dinasti menjadi Windsor, dsb. Salut pada Lalla, mbak pengasuh yang sangat sayang dan setia pada si pangeran kecil.

Raja Norwegia, Raja Bulgaria, Raja Portugal, Kaisar Jerman, Raja Yunani, Raja Belgia, Raja Spanyol, Raja Inggris Raya, dan Raja Denmark. Semua berhubungan keluarga dalam satu dan lain cara..

7. The Book of Life
Terpikat animasi ini sejak lihat skrinsyutnya. Cerita romansa, keluarga, & musikal menarik bertema perayaan Day of the Dead di Meksiko. Suka sekali desain karakter ala boneka kayu itu, dan detil setting 3Dnya sungguh fantastis, cantik banget. Lama gak lihat pahlawan bergitar.. 🙄

8. A Taxi Driver
Dramatisasi beberapa hari terpenting dalam hidup Kim Sa-bok dan Jurgen Hinzpeter terkait Gwangju Uprising 1980. Sejarahnya menarik, dramanya dapat, komplit sisipan komedi khas Korea. Pengingat bagus tuk ratusan korban peristiwa itu.

9. Akira
Cicil-cicil lagi nonton anime-anime legendaris. Dulu sekali baca komiknya di perpustakaan daerah tapi rasanya gak sampai tamat dan lupa ceritanya juga. Berat banget baca cyberpunk+dystopian+ESP saat itu. Walo plotnya banyak beda, tapi kenangan pada karakter-karakternya muncul semua tadi, terutama Tetsuo, Kaneda dan motornya, Kolonel, para esper, dan Lady Miyako yang dikit sekali perannya di sini.

10. Blade Runner 2049
Bagus banget. Bisa diikuti walau saya gak nonton prekuel 1982nya atau ngikuti cabang-cabang ceritanya di novel dll. Suka filmnya panjang dan lambat (yang justru jadi sebab jebloknya film ini di bioskop), jadi puzzle-nya bisa dinikmati bersama keindahan visual, teknologi, dan musiknya. Saya suka Joi yang diperankan Ana de Armas dengan lovable, dan si memory maker.

11. Power Rangers
Jelek. Karakterisasi Rangersnya jelek (castnya sih bagus), drama remajanya keberatan, karakter dan desain Rita dan Goldar mengecewakan, Dinozord dan Megazord terlihat menyontek Transformers dan gak keren, dengan teknologi gajelas pula. Reboot gimana ini… 👿

12. The Village of No Return
Pengen lihat artis favorit Shu Qi saja. Ternyata memang jadi satu-satunya karakter yang berkembang juga. Ceritanya absurd dengan komedi garing, tapi cukup satir dan temanya menarik: bagaimana kalau ada alat yang bisa menghapus memori negatif yang gak ingin diingat lagi? Film pas tuk relaxing..

13. Detective Conan The Movie 19: Sunflowers of Inferno
Niat hati nonton film Conan mulai dari 1 apa daya dapatnya langsung 19. Bagus ceritanya, tentang lukisan Sunflowers Ashiya karya Vincent van Gogh yang hancur di PD 2. Jadi belajar sejarah dan seni. Puzzlenya juga menarik dan keseluruhan eksyennya seru. Kaito Kid jadi tokoh utama di sini, Conan jadi sidekick saja.

14. Central Intelligence
Ini lucu kocak dan sangat menghibur, tapi lebih dari itu suka banget temanya soal mengatasi bullying dan trauma bullying semasa sekolah, juga menghadapi impian yang kandas. Yang terbaik di SMU memang belum tentu sukses terus setelah dewasa.

15. Denial
Biopic bagus yang kutonton untuk memperingati Holocaust Memorial Day kemarin. Dramatisasi kisah nyata kasus profesor sejarah yang digugat penyangkal holocaust. Rasanya durasinya terlalu pendek tuk menangkap banyak debat/pembuktian yang pastinya menarik selama puluhan kali persidangan. Bernapas jadi berat selama adegan mengunjungi Auschwitz, sedih. Film ini kuat pesannya tuk masa kini, supaya gigih menolak dan melawan kebohongan, informasi palsu, teori konspirasi, sejarah alternatif, dan segala macam “bumi datar” lainnya.

16. Sky Hunter
Film promosi AU RRC yang awalnya menjanjikan, menampilkan bermacam arsenal AU termasuk siluman J-20, tapi plot dan eksyennya kedodoran karena gak fokus. Dari pilot jet tempur, pararescue, special forces, sampai cinta segitiga yang nggantung, semua mesti kebagian dan jadinya nanggung. Jadi macam B-movie bonus aerial battle yang keju. Setidaknya ada Fan Bingbing lah.. :mrgreen:

17. Detective Conan The Movie 20: The Darkest Nightmare
Nonton ulang. Ketiduran di bioskop waktu nonton pertama 2 tahun lalu. Jadi lebih mengerti juga setelah baca banyak komiknya tahun lalu.

18. Warhorse
Karya hebat Steven Spielberg yang menyentuh hati. Melihat jalannya PD 1 dan perang parit legendarisnya dari sudut pandang seekor kuda. Bersama pemiliknya, si kuda tumbuh dari muda menjadi veteran perang. Itu Celine Buckens apa gak main film lagi ya, cantik banget tu cewek? 😁

19. Crooked House
Adaptasi lumayan bagus dari karya Agatha Christie. Kisah klasik detektif dalam kasus pembunuhan dimana semua anggota keluarga punya motif dan kesempatan. Saya suka mansion besarnya, setting 50an dengan mobil-mobil klasik, juga latar Yunani keluarga Leonidis.

20. The Garden of Words
Romansa yang menyesakkan. Kerasa banget hangatnya kebersamaan di tengah dinginnya hujan. Episode hidup suram ketika harapan satu-satunya hanyalah ‘ingin bertemu dia lagi’. Kurasa hubungan Takao dan Yukari akan berat dengan perbedaan usia, LDR etc, tapi masih bisa diperjuangkan.

21. The Salesman
Cerita lumayan tentang kemarahan dan akibatnya. Susah juga membalas dendam dengan akurat kalo kondisinya tidak sesuai. Film Iran ini lebih datar dari yang kukira. Dramanya menarik, tapi klimaksnya macam kurang memuaskan.

22. Finding Dory
Petualangan yang seru dan epik banget, suka sekali segala macam idenya tuk pindah dari satu kolam ke kolam lain/laut. Hank si gurita layak dapat film sendiri nih, bener-bener keren karakter dia.

23. Bastille Day
Idris Elba cool banget jadi protagonis. Plotnya menarik di awal, terutama bagian false flag operation, tapi lama-lama rada “err…”. Aksi menggerakkan massa pake hestek terutama, atau menumpas satu tim polisi elit sendirian. :mrgreen:

24. The Handmaiden (Extended Version)
Seperti biasa gak inget sama sekali adegan mana saja yang sebelumnya gak ada di versi theatrical, tapi tetap terpesona film erotis romantis keren ini.

25. Detective Conan The Movie 21: Crimson Love Letter
Sesering apapun dibaca dan dilihat, masih banyak hal-hal jejepangan yang susah dimengerti, misalnya pertandingan karuta. Seru plotnya, ini kasus terorisme sebenarnya. Senang ketemu si sexy Momiji lagi.

26. The Exception
Adaptasi menarik dari novel “The Kaiser’s Last Kiss”. Drama perang tentang Nazi yang baik. Receh romannya dan hot liat Cinderella bugil, tapi daya tarik utamanya ada di karakter Kaiser Wilhelm II, apalagi 2 bulan ini lagi rajin pelajari beliau & German Empire. Dengarin Kaiser, Hermine dll ngomongin restorasi monarki, teringat potongan pembukaan Almanach de Gotha:

“[…] for if the Allies at the peace table at Versailles had allowed a Hohenzollern, a Wittelsbach and a Habsburg to return to their thrones, there would have been no Hitler. […].”

Menarik memahami eksentrik dan antisemitiknya Kaiser dalam pesona aristokrat dia di film, juga sebagai kakek yang hobi mecah kayu, ngasi makan bebek, & toleran dengan skandal persetubuhan. :mrgreen:

Ketika orang kedua di Third Reich bertemu mantan orang pertama di Second Reich.

27. The Magnificent Seven (2016)
Film heroik brutal bertema western dan sishankamrata. Terpikir mestinya lebih mudah memburu Bogue sebelum dia mengumpulkan pasukan ya. Memang susah menghadapi senapan mesin, dari The Last Samurai sampai PD 1 jadi momok.

28. Patlabor The Movie
Klasik tapi juga futuristik. Film 1989 tentang virus komputer. Patlabor ini kenangan masa ABG, baca komiknya yang berceceran di perpustakaan daerah. Saya sudah lupa robotnya disebut Ingram. Lupa karakter dan apapun. 😆

29. The Mermaid
Lama juga nyari film ini, satu lagi karya jenius Stephen Chow. Komedinya ancur, pemerannya menarik, dramanya romantis, dan pesan lingkungannya kuat banget

30. Stalingrad (2013)
Melodrama perang Rusia yang menarik. Plot rebutan gedung dihiasi dua kisah cinta. Karakter-karakternya gak spesial tapi sinematografinya bagus dan pertempurannya brutal, termasuk sejumlah adegan melibatkan Ju-87 dan He-111. Film perang yang layak ditonton. Bagus bahwa kedua pasukan yang berperang tetap menggunakan bahasa rusia dan jerman, orisinil.

31. Alien: Covenant
Survival horror suram. Harus inget-inget lagi dulu Prometheus kisahnya gimana. Terbuka satu misteri soal sejarah alien, dan munculnya dalang dibalik para monster. Bagus ini ceritanya, walau tetap bikin putus asa.

32. Patlabor The Movie 2
Plotnya dah thriller politik/militer banget, disisipkan mecha saja ke dalamnya. Sebuah cermin dari situasi sospol Jepang dan JSDF 90an. Filosofinya seberat alurnya, dilema just war atau unjust peace. Seperti film pertama, ada ayat Alkitab lagi.

33. Confidential Assignment
Eksyen bagus. Seperti film-film Yoo Hae-jin lainnya, juga penuh dengan humor. Plotnya gak rumit, dengan pesan damai buat kedua Korea. Suka adegan duel dan car chase di terowongan. Dialog-dialog soal kondisi stereotip kedua Korea juga lucu.

34. The Young Victoria
Film yang sangat memanjakan mata bagi penggemar periode kostum dan pemerhati monarki macam saya. Rasanya seperti melihat lukisan-lukisan Franz Winterhalter dll bergerak. Plotnya 95% akurat, dan karakter-karakternya juga lovable. Emily Blunt.. 😍

35. Smurfs: The Lost Village
Smurf reboot lagi, bagus jadi animasi penuh. Konflik Smurf vs Gargamelnya standar, bahkan terasa cepat sekali klimaks, tapi petualangannya menyenangkan dan menghibur. Suka desain sungai dan karakter Snappy Bug.

36. Ninja Scroll
Anime legendaris yang konon termasuk mengilhami The Matrix. Seru plotnya dan brutal pertarungannya, walo banyak pertempuran berlangsung lebih cepat dari dugaan. Banyak karakter menarik juga. Judulnya aneh, sepanjang film gak ada ‘scroll‘nya sama sekali.

37. Skiptrace
Road tripnya menjual pemandangan dan budaya menarik, menyeimbangkan komedi konyol kedua protagonis. Plotnya biasa tapi twistnya diluar dugaan. Film yang sangat Jeki Cen. Sayang si jelita Fan Bingbing cuma hiasan saja.

38. 1898: Our Last Men in the Philippines
Dramatisasi Pengepungan Baler. Drama perjuangan bertahan hidup dari penyakit, serangan musuh, dan komandan yang inkompeten. Bagus, heroik, dan historis. Belajar sepotong sejarah saat imperium Spanyol runtuh di Filipina. Suka karakter Teresa yang menjalankan psy war lewat musik.

Bertahan di gereja, satu-satunya bangunan batu di desa terisolir itu..

39. War Machine
Satir komedi lumayan menghibur tentang perang AS di Afghanistan yang gak mungkin dimenangkan. Dramatisasi fiksi karir Stanley McChrystal di Afghanistan. Minim aksi dan banyak dialog saja, tapi saya suka. Penuh kuliah betapa sulitnya melawan perang gerilya. Brad Pitt melawak banget.. 😆

40. Back to 1942
Drama sejarah suram ketika kelaparan bertemu perang di Henan, China 1942. Detil ceritanya hebat, dari serangan udara Jepang hingga tokoh-tokoh nyata seperti Theodore White dan Chiang Kai Shek. Penderitaan pengungsi tergambar pedih lewat kisah protagonis utama. Ketika lapar, nurani bisa mati duluan sebelum tubuh.

41. Midnight Runners
Eksyen komedi buddy cops Korea yang bagus dan menghibur. Cerita ketika nurani mengalahkan birokrasi. Sebuah teguran halus tuk birokrasi polisi. Suka karakternya yang masih taruna, dan bukan akademi-lulus-beraksi seperti film polisi lain.

Karena menlindungi dan melayani itu bukan cuma semboyan, tapi harus diamalkan dari hati. Iya kan?

42. Heist (2015)
Film eksyen thriller medioker yang judulnya pun gak kreatif, tapi lumayanlah. Puas endingnya. Ide klasik tuk merampok uang haram. Gak nyangka plot twistnya adalah perasaan sesama ayah yang punya anak gadis. So sweet. Gak sadar kalo diantara karakter ada Kate Bosworth.

43. 6 Days
Dramatisasi penyanderaan kedubes Iran di London 1980 dan Operasi Nimrod. Senang kisah yang kubaca sejak kecil bisa jadi film. Sangat kronologis, meskipun begitu masih melewatkan sejumlah detail. Gak dijelaskan lebih jauh juga tentang separatisme di Khuzestan/Arabistan. Sayang, masih banyak waktu padahal.

44. Ghost in the Shell 2.0
Rilis ulang tahun 2008 dari anime legendaris 1995 itu. Luar biasa ceritanya, dengan tema teknologi dan filosofi kesadaran diri yang cukup berat. Gak heran jadi inspirasi tuk banyak film futuristik keren lain.

45. Bad Genius
Film Thailand yang bagus segala-segalanya. Plot exam heist-nya thriller abis, karakter-karakternya menarik, tema-tema sosialnya tentang hubungan kaya-miskin; pintar-medioker atau sekolah elit selalu relevan, dan drama nyonteknya mengungkit banyak kenangan masa sekolah.

46. Wind River
Misteri pembunuhan yang sangat bagus. Pasangan protagonisnya saya suka, puzzle plotnya bagus, setting native American dan musim dinginnya menarik, dan klimaksnya kutonton 2x.

47. The Red Turtle
Sebuah meditasi di depan layar. Dongeng bisu tentang tantangan, perjuangan, penerimaan, kebersamaan, hubungan dengan alam, dan siklus hidup, dalam standar fantasi studio Ghibli yang sangat indah. Saya gak pause dan mungkin gak berkedip juga 80 menit.

48. Grave of the Fireflies
Kurasa nonton “Back to 1942” kemarin mempersiapkan mental saya tuk nonton cerita tragis ini. Sekali lagi, ketika perang menghilangkan empati, dan situasi merebut semangat dan kesempatan tuk bertahan hidup. Salah satu film perang dan film animasi terbaik sepanjang sejarah, untuk yang kuat gak nangis.

49. Northern Limit Line
Dramatisasi Second Battle of Yeonpyeong 2002. Opera sabun separo film asyik tuk mengenalkan karakter dan SOP patroli perbatasan AL Korsel. Pertempurannya brutal dan heroik, walau difokuskan 1 vs 1 kapal (di Wikipedia katanya 2 vs 2). Tema patriotiknya kuat terutama lewat footage asli dan wawancara saksi di akhir film. Salut.

50. Fifty Shades of Grey
Nonton ulang dengan donlotan kualitas bluray dan status gak jomblo. Jadi lebih menikmati plot dan konfliknya, juga lebih menyukai karakter Ana yang dulu kuanggap terlalu kurus. Gak uring-uringan lagi gambarnya gelap atau ceritanya putus atau seksnya gak menghibur seperti waktu nonton 2015 silam. 😆

51. A United Kingdom
Dramatisasi kisah nyata akurat konflik akibat pernikahan antar ras (dan dengan rakyat jelata) raja Bechuanaland yang akhirnya memicu merdekanya Botswana. Gambaran familiar cara kolonialis menjalankan politik divide & conquer. Sejarah Afrika yang menarik.

Kalau tidak boleh jadi raja, ya jadi presiden saja. Jenius bos!

52. The Truth Beneath
Tertarik karena ada si cantik Son Ye-jin di sini, tapi ternyata thriller pembunuhan ini sangat menarik, dengan musik yang bikin merinding. Puzzlenya bagus, merangkai kepingan misteri tiap karakter dan tersangka. Kadang bingung mengikuti lompatan alurnya, tapi disitu juga kekuatannya.

53. Kiki’s Delivery Service
Anime legendaris yang sangat menghibur tentang beranjak dewasa, merantau, menjadi mandiri, dan segala tantangannya. Suka setting eropa tahun 30an(?) itu, terasa klasik dan damai. Karakter-karakternya asyik semua. Gak ada antagonisnya. Pas ini ditonton saat kondisi dan mood lagi berawan mendung petir menyambar. 😆

54. The Hitman’s Bodyguard
Film kartun banget ini konyolnya. Benar-benar menikmati lawakan perkoncoan Ryan Reynolds dan Samuel Jackson. Eksyennya klise, tapi gak pernah bosan nonton tembak-tembakan dan kejar-kejaran beginian. Plotnya menarik juga melibatkan ICC di The Hague.

55. Megan Leavey
Biografi seorang dog handler USMC, veteran perang Irak, dan perjuangan dia bersama Rex si herder. Cerita menyentuh tentang pelarian dari keluarga, persahabatan dengan anjing, perang, dan PTSD. Jadi terkenang masa-masa main dan ngobrol berdua dengan anjing peliharaan dulu. Anjing memang setia. 😉

56. Ghost in the Shell 2: Innocence
Batou dan Togusa menjadi protagonis utama melanjutkan cerita film pertama. Lupakan Makoto Kusanagi sementara. Plotnya thriller, visualisasinya menakjubkan (terutama adegan parade dan ilusi di mansion), musiknya mistis. Penuh teknologi, fantasi dan filosofi. Tema klasik soal robot yang hidup.

57. Kung Fu Yoga
Ada hal-hal menarik dari film ini, seperti simbol diplomasi China-India misalnya, tapi selebihnya film ini adalah kekacauan dan kelebayan luar biasa. Tak jelas apa yang mau diceritakan atau ditertawakan. Cuma penuh orang berlarian dan berakrobat. 😂

58. Winter War (2017)
Drama perang Prancis, perjuangan prajurit dari 1er R.C.P dan US 254th Infantry Regiment yang bertempur di sekitar Jebsheim di Calmar Pocket, Alsace. Drama, akting dan eksyennya datar banget, tapi ini tribute penting tuk pertempuran itu, juga sekian banyak penduduk Alsace yang dipaksa bertempur dari pihak Jerman.

59. Kungfu Panda 2
Bagus dan seru banget, dengan banyak adegan eksyen cepat. Menarik juga ada isu keluarga di sini, flashback ke tragedi masa lalu. Film yang menghibur setelah film perang suram sebelum ini.

60. Time Renegades
Thriller fantasi Korea menarik. Suka tema time travel dengan efek berantai begini. Ada banyak ‘hah?’ momen yang sesekali butuh replay tuk memahami puzzle ceritanya, siapa melakukan apa lalu akibatnya apa di masa yang berbeda.

Bagaimana mengubah sesuatu di masa lalu supaya mengubah sesuatu di masa kini tanpa perlu ke masa lalu.

61. Pom Poko
Satu lagi anime klasik. Tragedi lingkungan yang diceritakan sebagai drama fantasi dengan bagus dan lucu. Perjuangan sekelompok tanuki/rakun melawan developer yang menggusur hutan mereka. Tribute tuk setiap hewan yang kehilangan habitat karena pembangunan.

62. Fifty Shades Darker
Okay, mulai jadi film porno gagal. Segala macam alasan tuk ujung-ujungnya bercinta. 😆 Plotnya bisa dinikmati sih. Hubungan Ana dan Christian makin lancar, rahasia-rahasia Christian terbuka dan masalah psikis dia mulai teratasi. Dah keliatan asyiknya kencan sama cowok super kaya. :mrgreen:

63. Tulip Fever
Kisah cinta 3 pasangan, tapi cuma ada 5 orang. Menyeimbangkannya butuh konspirasi rumit (atau bodoh) yang menggerakkan seluruh cerita. Settingnya menarik, Amsterdam era tulip mania, jadi ingat era batu akik di sini, tapi plot dan karakter-karakternya terasa hampa (kecuali Maria), baru menarik saat klimaks. Endingnya memuaskan sih.

64. Fullmetal Alchemist: Conqueror of the Shamballa
Lumayan membingungkan karena gak ngikuti serial animenya, harus belajar lagi, tapi senang ketemu lagi dengan semua karakter yang kukenal di manga FMA, banyak yang sudah lupa namanya. Plot dan settingnya menarik di interwar period dunia kita di Jerman termasuk insiden Beer Hall Putsch.

65. Our Time Will Come
Sebuah tribute bagi pasukan gerilya komunis saat Hongkong dijajah Jepang. Menarik fokusnya bukan di unit tempur tapi para wanita kurir. Bagaimana perang yang awalnya terlihat ‘jauh’ hingga akhirnya menjadi sangat personal.

66. The Man with the Iron Heart
Perang Dunia Kedua lagi. Dramatisasi novel ‘HHhH’ tentang Reinhard Heydrich dan Operation Anthropoid. Bagus, historis, dan heroik, dengn sejumlah fokus yang beda atau lebih detil dari film “Anthropoid”. Kebrutalan si jagal dari Praha dan pasukan SS lebih terlihat. Dia pantas mati dengan menderita.

67. Murder on the Orient Express
Saya buta karya-karya A. Christie, tapi nonton ini perasaan saya ada sesuatu yang kurang, setelah ditelusuri memang ada karakter yang berubah dan hilang walau tidak mempengaruhi jalan dan klimaks cerita. Eniwei ini adaptasi/remake bagus, terutama karena digarap dengan cara dan bintang modern. Entahlah kalo para penggemar Poirot masih ingin menonton lanjutannya kalo sudah hafal ceritanya. 🙄

68. Princess Mononoke
Satu lagi karya klasik dari Ghibli. Cerita epik konflik rumit antara manusia, hewan, hutan, dan dewa dalam kepentingan masing-masing. Penuh isu dan tema berat dari sosial, lingkungan, sampai mitologi. Suka karakter San yang anti manusia.

69. Cek Toko Sebelah
Sedikit tertipu dengan judulnya, ternyata toko sebelah cuma cameo saja tanpa peran berarti. 😆 Dramanya bagus, masalah klasik antara cita-cita sendiri vs harapan orang tua; komedinya juga lucu-lucu, walo terlihat seperti kompilasi stand up comedy yang disisipkan di berbagai tempat.

70. A Royal Family
Miniseri dokumenter 6 episode tentang Raja Christian IX dari Denmark dan keturunannya yang menjadi monarki di Denmark, Yunani, Inggris, Rusia, dan banyak negara lain. Banyak informasi baru buat saya, footage dan foto-foto antik, dan wawancara dengan banyak ningrat, semua dengan bahasa Inggris yang bagus. Silsilah menakjubkan dari dinasti Glucksburg. Suka lihat Ratu Margrethe II. Sayang dari dinasti Windsor hanya diwakili Prince Michael of Kent, tidak ada Grand Duchess Maria Vladimirovna, dan tidak ada perwakilan keluarga kerajaan Belgia atau Swedia. Meski begitu puas banget nonton ini. 😉

Iklan

6 Responses to “Film-film 2018 (Januari-Maret)”


  1. 1 AnDo April 2, 2018 pukul 8:21 am

    Seperti biasa, Jensen punya banyak waktu untuk menghabiskan 70 film dalam 3 bulan.
    Aku sendiri cuma bisa nonton 15 film doang, kalah jauh ya Jens.

  2. 2 jensen99 April 2, 2018 pukul 8:41 am

    Iya nih bro, masih ditambah 3 season 2 judul serial dokumenter (34 episode total) dan 5 judul buku non-fiksi. :mrgreen:

  3. 3 Mister Fortynine Juli 17, 2018 pukul 4:45 pm

    57. Kung Fu Yoga
    Ada hal-hal menarik dari film ini, seperti simbol diplomasi China-India misalnya, tapi selebihnya film ini adalah kekacauan dan kelebayan luar biasa. Tak jelas apa yang mau diceritakan atau ditertawakan. Cuma penuh orang berlarian dan berakrobat.

    Aslinya bahasa apa sih percakapan antar pemainnya? Saya dapat dvd bajakan yang semuanya pakai bahasa cina dan inggris aja

  4. 4 Mister Fortynine Juli 17, 2018 pukul 4:46 pm

    37. Skiptrace: Road tripnya menjual pemandangan dan budaya menarik, menyeimbangkan komedi konyol kedua protagonis. Plotnya biasa tapi twistnya diluar dugaan. Film yang sangat Jeki Cen.

    Kayanya dinas pariwisatanya RRC atau Rusia atau Mongolia ikut membiayai….buat sekalian promosi pemandangan mereka.

  5. 5 Mister Fortynine Juli 17, 2018 pukul 4:47 pm

    67. Murder on the Orient Express Saya buta karya-karya A. Christie, tapi nonton ini perasaan saya ada sesuatu yang kurang, setelah ditelusuri memang ada karakter yang berubah dan hilang walau tidak mempengaruhi jalan dan klimaks cerita. Eniwei ini adaptasi/remake bagus, terutama karena digarap dengan cara dan bintang modern. Entahlah kalo para penggemar Poirot masih ingin menonton lanjutannya kalo sudah hafal ceritanya.

    Padahal dulu baca bukunya, tapi udah lupa plotnya. Malahan takut mau nonton…takut ketiduran

  6. 6 jensen99 Juli 17, 2018 pukul 5:16 pm

    Aslinya bahasa apa sih percakapan antar pemainnya?

    Yup, dialognya memang mandarin antar pemeran China dan Inggris dengan pemeran non China.

    Kayanya dinas pariwisatanya RRC atau Rusia atau Mongolia ikut membiayai

    Haha, nggak kok, itu syutingnya di RRC dan Hongkong saja. Sebagian wilayah Mongolia kan di RRC.

    Malahan takut mau nonton…takut ketiduran

    Pause dan tidur, atau shut down dan tidur. Saya sering kok nonton film 2-3 hari baru kelar. 😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
April 2018
M S S R K J S
« Jan   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip

Lapak Berkicau

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Follow me on Twitter

Iklan

%d blogger menyukai ini: