Archive for the 'Film' Category

Film-film 2018 (Juli-September)

Triwulan ketiga 2018 telah usai. Masih rajin ke bioskop? Ini tontonan saya 3 bulan terakhir melanjutkan daftar sebelumnya.

144. Musudan
Swamp Thing x Predator ala Korea dalam bumbu -tentu saja- konflik militer dua Korea. Kurasa ada beberapa kelemahan dalam mode operasi dan si monster sendiri tapi gapapalah. Penyegaran setelah 3 minggu lebih gak nonton film karena trip ke Jogja-Jakarta. 😀

145. Ponyo
Satu lagi keajaiban dari Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli. Cerita fantasi bagus sederhana tentang cinta kanak-kanak beda alam. Suka dunia lautnya, ikan-ikan jaman Devon, dan karakter Granmamare sang dewi laut pengasih. Suka lihat hubungan Lisa dan Sousuke juga.

146. Den of Thieves
Saya suka film ini dihiasi sejumlah close quarter battles memakai berbagai senjata berat -termasuk M249 SAW- dengan sound tembakan yang dahsyat, jadi pembeda dari sekedar cerita heist menggunakan trik. Twistnya juga bagus. Cuma bosan lihat protagonis yang keluarganya berantakan. Eksyen macho.

147. Tomb Raider
Seperti gimnya, mestinya ini jadi reboot yang keren, tapi malah jadi petualangan yang wadefak. Kenapa plotnya jadi berubah jauh? Lara start dengan kere, Ekspedisi tanpa tim, berdua dengan nelayan tak berguna, ke perairan Jepang kok via Hongkong, dan yang paling parah, plot supranatural hilang total dari film. Hilang juga kekuatan utama misteri Himiko dan plot reboot ini. Yang bagus cuma penampilan Alicia Vikander yang sayangnya masih terlalu lembek. 😦

148. Veteran
Film terlaris ke-4 dalam sejarah Korsel cukup jadi rekomendasi. Penuh bintang, plot bagus yang ‘merakyat’: polisi yang simpatik banget vs penjahat yang brengsek banget. Eksyen seru + komedi khas Korea. Privilege kekayaan memang luar biasa. Adegan pertemuan pertama Seo dan Jo ketika Jo mempermalukan dua teman wanitanya sungguh berkesan.

Keep on reading!

Iklan

Film-film 2018 (April-Juni)

Piala Dunia 2018 telah usai. Siapa yang gembira? Siapa yang kecewa? Selamat buat fans Prancis yaa. Melanjutkan lagi daftar tontonan, ini film-film saya di triwulan kedua 2018.

71. What Happened to Monday
Premisnya menarik dan menjanjikan, tapi selebihnya gak sesuai harapan. Skala setting dan eksyennya terlalu sederhana tuk standar film dystopian, teknologinya banyak ketinggalan tuk film futuristik, kurang karakterisasi, dan yang paling buruk puzzlenya kebaca, separo film dah paham misterinya. Meski gitu saya suka para protagonisnya.

72. I Have a Message For You
Film pendek tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Sebuah ingatan dari masa Holocaust tentang anak-anak Yahudi yang dibuang oleh orangtuanya supaya tetap hidup.

73. Paprika
Anime sci-fi luar biasa. Ketika alam mimpi, dunia film, dan kenyataan bercampur dalam kekacauan. Visualnya keren walau kadang creepy, plotnya thriller, musiknya ajaib, dan karakter-karakternya menarik, terutama Atsuko dan Paprika. Film ini mindblowing.

74. Henri 4/Henry of Navarre
Film panjang dramatisasi riwayat hidup raja Prancis Henry IV. Banyak sejarah Perancis ada di sini: Awal berkuasanya dinasti Bourbon menggantikan dinasti Valois, French War of Religions, St. Bartholomew’s Day massacre, War of three Henries dll. Menarik dan orisinil dengan bahasa Prancis. Margaret of Valois digambarkan sesuai hoaxnya sebagai Margot yang nymphomaniac. Jadi baca-baca lagi sejarah Perancis era beliau.

BTW ini donlot dari Youtube. :mrgreen:

75. American Made
Kisah klasik keahlian CIA: ikut sibuk di negara lain dengan niat baik lalu hasilnya berantakan. 😆 Diceritakan via dramatisasi petualangan Barry Seal. Bagus plotnya, Tom Cruise keren jadi karakter utama, dan sejarahnya menarik. Banyak yang familiar untukku dari era 80an yang diceritakan di sini: era Reagan, Escobar dan kartel Medellin, Jenderal Noriega, skandal Iran-Contra dan Oliver North, rezim Sandinista etc.

Keep on reading!

Film-film 2018 (Januari-Maret)

Selamat merayakan kebangkitan Kristus, juruselamat dunia. Selamat liburan dan masuk kerja lagi. Melanjutkan daftar sebelumnya, nontonnya masih selang-seling dua film barat dan dua film timur.

1. Accel World: Infinite Burst
Reset hitungan di tahun baru. Accel World lagi, salah satu anime kesukaan saya. Plot original story di sini dah melompat jauh dari OVA terakhir yang kutonton. Mengikuti light novelnya yang gak kuikuti, sudah banyak perkembangan baru di Nega Nebulus, Prominence dll. Paling menyolok adalah keberadaan Ardor Maiden. Bingung saya waktu dia muncul, tapi keren sekali. 1/3 film habis tuk flashback seriesnya tapi plot sisanya bagus walo temanya familiar: ilusi abadi tuk lepas dari derita duniawi, macam Mugen Tsukuyomi di Naruto. Suka banyak karakter baru, termasuk berkumpulnya 6 raja (3 baru pernah kulihat), dan Metatron, si malaikat.

2. A Monster Calls
Drama fantasi bagus yang lebih berat dari yang kukira. Anak lelaki yangg berjuang menghadapi ibu, ayah, nenek, juga perisak di sekolah dia dengan bermacam masalah, dan beban semua konflik itu. Rasa sedih dan penyangkalan ketika harus merelakan kematian.

3. Rock of Ages (Extended Edition)
Adaptasi show musical yang plotnya receh banget dan penuh karakter percuma. Namun sangat menghibur dengan banyak lagu rock nostalgia dan mashup keren.

4. L: Change the World
Spin off dari kanon Death Note. Fanfiction banget ini. Lucu juga sih menampilkan L dalam sisi lain yang lebih humanis atau bahkan heroik, tapi keseluruhan plot kerasa receh dan absurd dibandingkan cerita utama. Sudah ada FBI kok gak ada darurat nasional menghadapi bioteroris. Masih gak terima juga L nulis nama sendiri di Death Note.

5. Wolf Warrior II
Konfliknya rasional seperti film pertama, agak lebay, dengan karakterisasi antagonis yang hambar. Masih mempropagandakan kekuatan militer China kali ini dengan blue-water navy. Penuh eksyen heroik patriotik last-man-standing ala Rambo, dari tarung tangan kosong hingga adu tembak dengan tank. Seru banget dan sangat menghibur.

Keep on reading!

Film-film 2017 (Oktober-Desember)

Setelah berulang kali menulis postingan daftar film sebenarnya saya sudah kebingungan harus memulai postingan ini dengan omong kosong apa lagi. Makin lama makin garing, haha.. 😆 Eniwei, Selamat Tahun Baru 2018 teman-teman. Apa kabar semua? Nonton berapa film tahun lalu? Ini daftar saya untuk triwulan terakhir tahun 2017 silam yang hampir seluruhnya saya lewatkan di Pulau Jawa, terutama kota Salatiga:

182-190. Ice Age: The Great Egg-Scapade; Cosmic Scrat-Tastrophe; More Nuts for Scrat; Gone Nutty; No Time for Nuts; Scrat’s Continental Crack Up; Scrat’s Continental Crack Up Part 2; Ice Age: The Story So Far; Ice Age: Falling for Scratte
Yak, ini ada 9 film. Semua film pendek (dibawah 40 menit). Saya gabungkan begini karena pertama ini temanya sama: bagian dari franchise Ice Age; kedua, 9 film ini file-nya tunggal. Ntah siapa yang kompilasikan begini. Standar Ice Age, ceritanya menyenangkan. The Great Egg-Scapade menampilkan drama khas keluarga kecil penyintas jaman es itu dengan banyak komedi. Tujuh film lainnya berfokus pada karakter Scrat dan bermacam-macam perjuangan dia mencari atau menyelamatkan buat ek. Yang ini benar-benar lucu total. 😆 ❤

191. Death Note 2: The Last Name
Masih adaptasi yang bagus seperti seri sebelumnya. Karakter-karakternya meyakinkan, juga para shinigaminya sangat hidup. Plotnya lebih banyak dikompres sehingga agak berbeda dari komiknya dan endingnya jadi sedikit membingungkan. Saya sampai tak sadar L tewas. ❤

192. Baby Driver
Kebut-kebutannya paten! Senang dengar Hocus Pocus lagi diantara deretan sontrek keren yang mengisi film ini. Saya suka plotnya yang realistis terutama penutupnya. Film eksyen seru yang sungguh menghibur. ❤ ❤

193. Thor: Ragnarok
Ngebioskop di Cinema 21 Blok M Plaza, Jakarta. Led Zeppelinnya pas banget. Saya suka selera humor film ini, ada banyak momen tuk ketawa. Merasa sangat aneh dengan keberadaan senapan serbu M-16 dalam cerita, semacam “kalau bisa segampang ini kenapa harus repot?”, tapi keseluruhan Ragnarok adalah plot bagus tuk Avengers yang tidak terlibat Civil War. Thor sukses naik level dari god of hammer menjadi god of thunder. Sayang sekali Thor menjadi cacat di akhir cerita. ❤ ❤

194. Russian Ark
Kesampaian juga nonton ini. Film kompilasi sejarah Rusia di istana Saint Petersburg yang dibuat nyeni, berjalan menyusuri tiap ruangan tapi dengan era waktu yang berbeda-beda dengan mengikuti seorang penjelajah Perancis. Dipenuhi karakter legendaris sejarah Rusia seperti Peter the Great, Catherine the Great, atau Nicholas II, juga peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi dalam istana itu. Terpesona melihat kemewahan kaum bangsawan dalam acara-acara kekaisaran, terutama diwakili oleh busana, musik, opera, dan terutama pesta dansa. Satu hal yang menarik, film ini berjalan nyaris 100 menit tanpa cut. ❤ ❤

Pesta dansa Kekaisaran memperingati 300 tahun dinasti Romanov, 1913. Bahagia lihat parade kostumnya.

Keep on reading!

Film-film 2017 (Juli-September)

Triwulan ketiga di 2017 terlewati juga. Masa-masa menonton di kota sendiri akhirnya ditutup dengan berpetualang lagi di pulau lain. Masih nonton banyak kali ini, mumpung ada kesempatan. Mari menulis daftar dan kesannya lagi.  🙂

121. April and the Extraordinary World
Dunia steampunk yang menarik dalam sejarah alternatif. Ceritanya sendiri bagus tentang mengejar terobosan pengetahuan, dengan gambar yang mengingatkan pada komik Tintin. Ada pesawat tiltrotor bertenaga listrik.

Mungkin lebih canggih dan lebih lincah daripada V-22 Osprey

122. La la Land
Film ini nyaris sempurna menghibur saya, sampai pada bagian ceritanya meromantisir perpisahan. Mia sukses, tapi pernikahan dia terlihat hambar, Seb juga sukses, tapi kesepian. Ambisi yang kesampaian tuk cinta yang kandas. 🙄

123. Dream Flight
Dramanya bagus, dengan bermacam plot ala drakor di situ; setting Taiwannya menarik; tapi yang terutama cerita kehidupan di AAU RoCAFnya detil dan orisinil. Lihat kadet belajar terbang mulai dari teori, latih dasar, latih lanjut, hingga akhirnya masuk skadron tempur. Kerasa perjuangan jadi pilot. Gak ada skenario perang yang aneh-aneh. Pertama kali merhatiin AIDC Ching Kuo sejelas ini. ❤

Teknisi cantik lagi yang jauh lebih masuk akal daripada di R2B…

124. Patriot Days
Dramatisasi bagus Boston Marathon bombing 4 tahun silam. Melihat orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu dan kerja keras penegak hukum. Salut buat mereka, dan para penyintas, dan warga Boston.

125. Elles
Ketika kehidupan dunia prostitusi tampak lebih menyenangkan dan membebaskan daripada beban hidup sebagai istri dan ibu RT yang punya deadline kerjaan. Bisa dipahami..

Keep on reading!

Film-film 2017 (April-Juni)

Cepat sekali tahun ini sudah berjalan setengahnya. Libur panjang lebaran sudah terlewati, dan bulan Juli yang tanpa hari libur sudah muncul di kalender. Dengan mengabaikan buku-buku dan banyak bacaan lainnya, 3 bulan ini masih rajin menonton film. Mari menengok apa saja yang sudah ditonton sejak April.

67. Hidden Figures
Dramatisasi menarik 3 wanita hitam dalam sejarah NASA. Masih suasana perang dingin ketika komunisme dan kemajuan Sovyet jadi topik umum. Suka lihat karakter dan interaksi mereka bertiga yang penuh percaya diri. Film rocket science + perjuangan ras.

68. Rurouni Kenshin: New Kyoto Arc
Kompresan yang saking padatnya sampai kerasa cuma nonton trailer. Banyak plot berubah dan hilang, sejumlah duel juga berubah, ada yang lebih baik, ada yang tidak. Satu-satunya yang menarik adalah kembalinya pedang Homura milik Shishio ke Seiku Arai di akhir cerita.

69. Les Chevaliers du ciel (Sky Fighters)
Adaptasi bagus dari salah satu cerita Tanguy et Laverdure entah yang mana. Sungguh senang melihat aksi-aksi Mirage 2000 (& Alpha Jet) disini sehingga sejumlah hal kurang realistis bisa dimaafkan. Lagian tak menarik juga kalo dogfight tidak Within Visual Range. Adegan striptease di atas F4U Corsair itu keren..

70. Passengers
Plotnya sederhana, dan visualnya bagus sekali, seperti yang kuharap dari film luar angkasa futuristik. Temanya berat: usaha-usaha tidak etis (bahkan jahat) tuk memiliki teman hidup ketika pilihan lain hanyalah terbunuh sepi. Seperti biasa, J-Law tampil sangat mempesona.

Quote:

“You can’t get so hung up on where you’d rather be, that you forget to make the most of where you are.”
~ Aurora Lane

71. Soar Into the Sun / Return to Base
Top Gun versi Korea Selatan. Penuh hal mustahil dalam manuver udara, misi Air to Air dan Air to Ground, pertahanan udara, dan combat SAR, tapi tidak mengganggu ceritanya. Dogfightnya malah owsom. Cacat berulang hanyalah syut-syut landing gear yg jelas-jelas tandem bukan dari F-15. Film bagus tuk melihat F-15K dan T-50 beraksi, plus Mig-29 yang cukup detil. Romcomnya lucu, bonus komedi khas Korea yg gak peduli cerita ini bersetting militer.
Ketemu si cantik Shin Se-kyung lagi.

Quote

“Aku ingin memberimu kesempatan untuk membuatku terkesan”
~Tech Sgt. Yoo Se-young

Keep on reading!

Film-film 2017 (Januari-Maret)

Tahun ini daftar kembali ke format tiga bulanan berhubung sampai Maret ini yang ditonton sudah cukup banyak. Begitupun kapasitas harddisk gak bertambah juga karena film bertambah terus. Haha..

1. Railroad Tigers
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura bersama teman-teman. Menikmati libur tahun baru yang akan segera berakhir. Seperti yang kami harapkan dari “film Jeki Cen”: Setting sejarah; plot heroik; eksyen akrobatik; dan komedi di sana-sini. Layak dinikmati sebagai hiburan tanpa perlu dipikir. Semoga Jackie Chan yang menua selalu sehat ya dengan film-film yang sangat menuntut fisik begini. 🙂 ❤

2. Six Days in June
Dokumenter Perang Enam Hari 1967 yang penuh rekaman lawas dan wawancara menarik para pelaku sejarah. Terharu sekali pas bagian pasukan Israel membebaskan Yerusalem (timur) dari penjajah Arab. Bersama dengan serial dokumenter Line of Fire E9 – The Six Day War yang kutonton 21 hari sesudahnya, kedua dokumenter ini menambah pengetahuan saya soal konflik yang mengubah peta Timteng ini secara signifikan. ❤

3. The Look of Silence/Senyap
Dokumenter sangat penting tentang pembantaian komunis 65-66 yang menyesakkan hati. Bukan cuma karena kebrutalan yang dikisahkan (mungkin lebih lengkap di prekuelnya The Act of Killing/Jagal yang belum kutonton), tapi karena karakter utamanya tidak mendapat jawaban mengiklaskan mengapa tragedi itu terjadi. Sebuah pengingat akan sejarah kelam negeri ini yang dihilangkan namun dibanggakan oleh penguasa, militer dan pelakunya.

Karena gugur enam jenderal, mati sejuta rakyat…

4. The Ridiculous 6
Mengherankan film semenggelikan ini dipenuhi nama besar. Tapi saya betah juga sih nontonnya. Anggaplah menonton film Warkop Dono Kasino Indro versi Hollywood. 😆

5. Attack on Titan
Begitu melihat bom pesawat dan bangkai heli di awal film saya langsung berharap menemukan Delta Force dan artileri roket thermobaric di dalam cerita untuk membantai Titan. Cih. Sebagai adaptasi film ini gagal total. Sebagai cerita eksyen fantasi lepas film ini juga gagal total. 👿

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
November 2018
M S S R K J S
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan