Archive for the 'Film' Category



Film-film 2019 (Mei-Agustus)

Seperti postingan sebelumnya, yang ini juga ditulis dalam keadaan internet blackout terkait situasi keamanan di Papua dan Papua Barat. Kalo sebelumnya diposting dengan koneksi Astinet di kantornya Athoe sehari sebelum kerusuhan 29 Agustus merusak kantor itu, kali ini pakai koneksi Indihome di rumahnya Jones. Ini film-film saya di caturwulan kedua tahun ini.

55. Master Z: The Ip Man Legacy
Spin off dan sekuel bagus dari Ip Man 3 tanpa Ip Man. Plotnya standar dan klise, tapi deretan pertarungannya disajikan dengan koreo yang mengesankan, juga gak perlu bumbu asmara berlebih. Max Zhang dan Liu Yan sama-sama terlihat awet muda.

56. The Night Comes for Us
Plot dan motifnya kurang jelas, tapi eksyennya juara dunia, bahkan para ‘cannon fodder’ pun menyuguhkan adegan mati yang menghibur. Menarik karakter-karakternya berbicara dengan berbagai bahasa. Gak nyangka ada Julie Estelle dengan penampilan misterius yang keren betul, juga Salvita Decorte. Konon bersambung karena masih ada tokoh-tokoh Six Seas lainnya. Joe Taslim dan Iko Uwais semoga jadi aktor kelas dunia.

57. Detective Conan the Movie 22: Zero the Enforcer
Intriknya menarik sekali antara Biro Keamanan Publik, Kejaksaan, dan Kepolisian, yang menyeret Kogoro, Eri, dan Conan, dan takjub bengong klimaksnya mesti sespektakular itu melibatkan wahana NASA dan melawan gravitasi. Haha, gila, JSDF kemana saja.

58. Manikarnika: The Queen of Jhansi
Waktu liat posternya kukira film animasi. Biografi drama periode tentang Rani Lakshmibai, kehidupan dia sebagai ratu dan kemudian memimpin pemberontakan melawan Inggris 1857. Bagus, epik, dan sangat patriotik tuk membakar nasionalisme. Karakter Rani kuat dan dominan banget.

59. Spider-Man: Into the Spider-Verse
Sempurna ni film. Ceritanya seru dengan ide multiverse menarik; animasinya bagus, dan macam komik bergerak; lagu-lagunya asyik; rame jagoan dengan kepribadian unik masing-masing, dan humornya segar. Suka lihat ada Gwen Stacy di sini.

60. The Girl in the Spider’s Web
Gak paham kenapa filmnya flop. Suka cerita dan eksyennya, berasa Jason Bourne, walo setelah dibandingkan plotnya ternyata cukup berbeda dari novelnya, bukan cuma dikompres. Dibanding film sebelumnya karakter dan pemeran Lisbeth juga lebih pas. Suka rangkaian adegan di bandara dan klimaks, kombinasi pas antara peretasan dan eksyen.

Keep on reading!

Film-film 2019 (Januari-April)

Sejauh ini usaha untuk lebih banyak membaca di 2019 tampaknya berjalan cukup baik karena terlihat dari lebih sedikitnya film yang saya tonton sampai akhir April, meskipun ini juga lebih banyak selusin dari perkiraan. Semoga kedua target berjalan konsisten.


1. Ralph Breaks the Internet
Pilihan yang tepat tuk membuka 2019. Plotnya bagus, dramanya menghangatkan hati, visualisasinya -terutama bagaimana internet bekerja- jenius, karakter-karakternya menyenangkan -para putri Disney! Lalu Shank, tentu saja-, dan humornya kocak. Balapan di slaughter race keren total. Jangan lupa cek ulang cameos abis nonton.

2. The Equalizer 2
Sekuel yang lama ditunggu. Beda dengan informasi dulu, Mack ternyata ex USMC/DIA. Ceritanya bagus, walo butuh waktu tuk plot utamanya berkembang dan terpisah dari subplot lain. Klimaksnya seru pake badai, dan ending penyintas holocaustnya bikin haru. Ada banyak pesan penting dalam film ini.

3. They Shall Not Grow Old
Karya restorasi yang luar biasa, dokumenter perang yang juga luar biasa. Melihat kembali brutalnya PD 1 di front barat, mendengar tuturan puluhan veteran Inggris, dan belajar lagi banyak hal menarik (atau memilukan) dari perang parit, dan bahkan kehidupan sesudah perang. Salut, Peter Jackson!

4. Venom
Berbeda dari opini pedas kritikus film, Venom ternyata kisah antihero yang asyik. Nunggu lama tuk lihat Brock dan Venom menemukan simbiosisnya, tapi terbayar lunas melihat aksi mereka menyelamatkan dunia. Masing-masing juga menjadi karakter yang mendapat simpati. Dua pecundang bersatu tak bisa dikalahkan.

5. Detective Conan the Movie 7: Crossroads in the Ancient Capital
Sekali lagi Kyoto menunjukkan daya tarik kunonya, kali ini bertema Minamoto Yoshitsune dan Benkei. Tentu saja ada Geisha cantik juga. Lagu anak-anak yang dinyanyikan Kazuha magis sekali rasanya. Selalu suka plot yang ada Shinichi dan Heiji kerja sama.

6. Detective Conan the Movie 8: Magician of the Silver Sky
Cerita detektifnya dikit, sisanya petualangan menegangkan mendarat daruratkan pesawat. Kedua pilot menurutku bakal dihukum berat. Kecelakaan besar terjadi karena mengijinkan penumpang masuk cockpit. Tanpa pilot lalu lintas ke cockpit malah makin buruk. B 747-400 probably written off. Suka pertunjukan drama Josephine, terutama saat Napoleon dimahkotai Paus. Sayang gak ditunjukkan utuh.

Keep on reading!

Film-film 2018 (Oktober-Desember)

Happy Holidays!

191. The Thousand Faces of Dunjia
Favorit banget film kek gini, plot dan subplotnya gak jelas dari mana ke mana, begitu juga banyak karakter dan item itu gimana ceritanya, bahkan konsep qimen dan dunjia sendiripun gak jelas, tapi eksyen serunya nyaris gak putus. Haha.. Gak ketebak banget ceritanya.

192. Merah Putih Memanggil
Nonton di penerbangan GA659. Terlalu banyak hal yang bisa jadi bahan kritik dari segi plot, akting, syuting, penceritaan, hingga prosedur, taktik dan strategi militer, tapi berpikir positif saja kalo ini film propaganda tentang pasukan berani mati (atau operasi khusus) TNI, jadi nikmati dan pahami saja kenapa begitu. 😉

193. Ocean’s Eight
Kaget juga Danny Ocean sudah tiada. Film menyenangkan. Heist mulus tanpa drama atau khianat –suka film yang hemat emosi-, sedikit tema royalty, plot twist jenius, dan banyak wanita mempesona, baik para pemeran maupun cameo. Anna Hathaway is so lovely, juga Sarah Poulson, dan tentu Sandra Bullock yang begitu kalem.

194. Ant-Man dan the Wasp
Cerita Superheroes ringan dan lucu, bahkan musuhnya pun gak jahat. Tiap karakter kebagian porsi cukup untuk melawak dalam cerita. Suka chemistry Scott dan Hope. Keseluruhan eksyen dengan banyak jurus membesar dan mengecil makin menarik, juga perkelahian dengan Ghost.

195. Fathers and Daughters
Gak paham kenapa mahasiswi jelita PhD psikologi masih bergantung pada one night stand tuk mengobati haus kasih sayang tapi takut terikat relationship. Timeskip kedua timeline kejauhan. Melodramanya menyentuh menghangatkan hati menggugah simpati tapi juga receh.

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Juni 2021
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter