Archive for the 'Personal' Category

Tiga Puluh Delapan

@ Nusa Boti

Tiga tahun berturut-turut merayakan ulang tahun di luar kota, kali ini menulis ini dari sejuknya SoE, Timor Tengah Selatan. Banyak hal baik dan menyenangkan setahun terakhir, tapi kurasa yang istimewa pulang kampung perdana ke Rote beberapa hari lalu. Pertama kali melihat sendiri segala peninggalan opa dan oma. Menapaktilasi sejarah yang mengesankan.

IMG_20181010_071719.jpg

@ Pantai Nemberala

Terima kasih tuk semua yang meramaikan hidup saya. Kedua orang tua, pacar, teman-teman dunia nyata dan dunia maya, serta semua keluarga yang dekat di hati.

Terima kasih Tuhan Yesus untuk hidup ini. Happy birthday to me.

Iklan

Nostalgia Pesta Blogger: Pesta Blogger Nostalgia

Makasih tuk foto ini ya, Dewi

Eh, ko Agustus sibuk ka tidak? Kalo ko sempat, sa mau undang ko datang ke acara pernikahanku di Bali 🙂 ,
Acaranya tanggal 10 dan 11 Agustus. Akomodasi tempat tinggal buat tamu kita sediakan buat 2 malam itu. Tiketnya sih yang kemungkinan agak mahal. Ko kan sa punya teman paling lama sejak kita kecil, best friend gitu lah… hehehe jadi sa ingin sekali ko bisa hadir di hari pentingku ini 😉 Sa tau memang untuk tiketnya bakalan agak berat sih, jadi coba ko cek suda kira2 harga tiketnya berapa, nanti sa bantu, bagaimana?
Sa sangat berharap ko bisa datang…
Kasi kabar e…

Demikian bunyi sepotong pesan via FB Messenger yang kuterima dari sahabat dekatku, Johan, yang saat itu seingatku sedang berada nun jauh di negara lain. Ketika itu bulan Juni 2010, 4 bulan sebelum Pesta Blogger 2010.

Dengan Omded, Enda, Omith, Ndoro etc

Keep on reading!

Tiga Puluh Tujuh

Mengunjungi jejak peradaban yang hilang dari pulau Jawa minggu lalu

Puzzle hidupku tampaknya masih lebih ada bentuknya daripada puzzle 3D di sini

Saya jarang ulang tahun jauh dari rumah orang tua. Sekali waktu di Jakarta 2010 silam, tapi ya saat itu tinggal bersama bude, masih bau rumah; Tahun lalu di Kupang, juga rumah mamatua dan bersama keluarga besar, bahkan ada nyokap. Baru tahun ini beneran jauh dari rumah maupun suasana rumah, walau tidak berarti saya sendirian (ini yang penting sih :mrgreen:). Itu pengalaman baru lagi, seperti juga pengalaman pertama ke Jawa dalam dua tahun berurutan. Semoga bisa jadi tradisi, bahkan ngetrip lebih jauh lagi. Haha.. Pengalaman baru juga dapat ucapan selamat berbentuk video dari kekasih dan teman-teman dekat di FB. Kalian sukses membuat saya terkejut dan terpana.  Makasih banyak yaa.. 😀

Segala ucapan syukur dan doa harapan tuk masa depan hanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Happy birthday to me.

Tiga Puluh Enam

image

Ntah kenapa pengen banget fotonya ini. Hahaha…

Wah sudah ulang tahun lagi. Terima kasih Tuhan Yesus. 35 ke 36 ini tahun yang sangat baik. Bisa disyukuri bukan hanya karena hal baik sehari-hari, tapi juga karena banyak achievement unlocked yang bahkan tahun lalu masih cuma khayalan, dan melaluinya banyak beban masa lalu dan penasaran yang terhapus juga. 🙂

Ulang tahun kali ini ada kekasih, dan ada kencan, banyak kencan malah, gak melulu LDRan; Ada kacamata baru setelah lama banget gak ganti; Ada kerjaan sampai ke Salatiga yang akhirnya menghasilkan pengalaman ngekos dan laptop perdana; Ada jalan-jalan ke Jakarta, Jogja, Semarang, Ambarawa, Bandung (akhirnya!) bahkan Kupang yang di luar rencana, penuh hotel hopping dan mall hopping; Ada kopdar, banyak kopdar, termasuk dengan teman-teman blogger yang baru pertama bertemu dan baru kenal; Daaaan… ada pesta besar semalam dengan keluarga besar plus perayaan ekstra dengan sepupu-sepupu lewat tengah malam. Senang banget. 😀

Bukan berarti setahunan ini bahkan sekarang gak ada masalah, tapi ya lupakan dululah di hari raya ini. Mari kita bersulang untuk panjang umur, kesehatan dan harapan. Semoga tahun berikutnya berkat dan penyertaan Tuhan masih terus menaungi.
Happy birthday to me. 😉

Tiga Puluh Lima

35 is young, sophisticated and lethal.

Ada yang tahu kenapa fotonya ini? 😀

Yay! 35 tahun! Terimakasih Tuhan Yesus. Hidup masih jauh dari impian dan target, tapi yang dijalani hari demi hari masih penuh kebaikan dan harapan. Selalu ada cara Tuhan tuk memenuhi berbagai hal yang saya perlukan disaat saya sendiri sering sulit mengusahakannya sendiri. Yang belum dipenuhi, mungkin belum diberi supaya saya lebih rajin berdoa. :mrgreen:

Terimakasih tuk kedua orang tua, keluarga sedarah maupun seiman, semua yang masih menganggap saya sebagai teman, serta sahabat-sahabat dekat yang tiap hari berbagi suka duka bersama. Ah, ya, terimakasih untukmu juga. Umur panjang ini tidak akan berarti tanpa kalian semua.  ❤
Happy birthday to me. 😉

Tiga Puluh Empat

Setahun ini ternyata lebih sederhana daripada kemarin. Tak ada perjalanan ke Jawa, tak ada kopdar, tak ada hal-hal yang luar biasa diluar rutinitas sehari-hari. Sempat ada beberapa bulan long distance HTS yang akhirnya bubar juga karena…. long distance. Back to square one . :mrgreen:

Meskipun demikian ulang tahun tetaplah hari raya, karena itu mari mengucap syukur dan bergembira bersama tiap ucapan selamat dan doa yang menyertainya. Saya kutip ucapan perdana dari Gege yang kecepetan masuk pagi tadi sebagai penutup kontemplasi pendek ini:

Selamat ulang tahun. Good life, good health, wish you find an awesome woman in your life. All best wishes for you birthday man. God bless.

Amin, dan terimakasih banyak tuk siapapun yang masih mengingat hari ini. Happy birthday to me! 😉

Coblosan saya

Setelah lima tahun lalu mencontreng, pemilu legislatif tahun ini kembali ke sistem mencoblos. Sebagai warga negara yang kebagian undangan tuk memilih, saya pun memanfaatkan hak suara saya di TPS yang hanya sepelemparan batu dari rumah. Memilih anggota legislatif selalu sulit dengan banyak variabel, tapi tetap harus memilih kan? Maka dengan sejumlah pertimbangan inilah calon-calon yang mendapatkan suara saya di pemilu legislatif 2014 ini:

Tuk DPR-RI:
Laksdya (purn) Freddy Numberi. Partai Gerindra nomor urut 1.
Mantan gubernur Papua ini bukan nama yang asing di level nasional karena beberapa kali menjadi menteri. Menariknya, lima tahun silam saya juga memilih orang ini di level yang sama tetapi dari partai Demokrat. Pilihan yang sia-sia karena sesudah terpilih tuk ke Senayan, beliau dipanggil SBY untuk menjadi menteri perhubungan. Jabatan itu hilang saat reshuffle kabinet terakhir dan sepertinya beliau tersingkir pula dari Demokrat sehingga jadi petualang politik ke Gerindra. Rekam jejak 5 tahun terakhir mungkin tak mengesankan, tapi saya punya alasan tersendiri.
1. Ditengah gencarnya dukungan buat Jokowi lewat PDIP, saya ingin Prabowo bisa jadi kandidat penyeimbang tuk capres, karena itu saya menyumbang suara untuk Gerindra
2. Caleg-caleg DPR-RI tuk Papua dari partai-partai nasionalis lainnya tidak ada yang menarik. Jadi anggaplah ini pilihan teraman dari yang terburuk.

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
November 2018
M S S R K J S
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan