Archive for the 'Journey to the West' Category

Nostalgia Pesta Blogger: Pesta Blogger Nostalgia

Makasih tuk foto ini ya, Dewi

Eh, ko Agustus sibuk ka tidak? Kalo ko sempat, sa mau undang ko datang ke acara pernikahanku di Bali πŸ™‚ ,
Acaranya tanggal 10 dan 11 Agustus. Akomodasi tempat tinggal buat tamu kita sediakan buat 2 malam itu. Tiketnya sih yang kemungkinan agak mahal. Ko kan sa punya teman paling lama sejak kita kecil, best friend gitu lah… hehehe jadi sa ingin sekali ko bisa hadir di hari pentingku ini πŸ˜‰ Sa tau memang untuk tiketnya bakalan agak berat sih, jadi coba ko cek suda kira2 harga tiketnya berapa, nanti sa bantu, bagaimana?
Sa sangat berharap ko bisa datang…
Kasi kabar e…

Demikian bunyi sepotong pesan via FB Messenger yang kuterima dari sahabat dekatku, Johan, yang saat itu seingatku sedang berada nun jauh di negara lain. Ketika itu bulan Juni 2010, 4 bulan sebelum Pesta Blogger 2010.

Dengan Omded, Enda, Omith, Ndoro etc

Keep on reading!

Iklan

Tiga Puluh Tiga

Yap, ini postingan ulang tahun yang sudah terlewat seminggu lebih. Tapi tak mengapa, masih ada banyak hal yang bisa diceritakan dari hidup saya yang sederhana ini.

Nyokap:
Yang paling penting tentu kepergian saya lagi ke tanah Jawa tuk ngantar nyokap berobat. Seperti yang pernah diceritakan di beberapa postingan sebelum ini, tepat pada hari ulang tahun tahun saya yang ke 32 tahun lalu, nyokap yang sedang berada di Rote, NTT, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tulang engkel kaki kirinya pecah. Setelah sesi operasi di Madiun dan rawat jalan di Salatiga yang akhirnya mengantar saya juga kesana, berlalu waktu sekian bulan tuk pemulihan yang akhirnya sampai ke tahap dimana harus dilakukan operasi lagi tuk mengeluarkan tiga kawat yang menyambung pecahan-pecahan tulang di kaki nyokap. Jadi tanggal 26 September kemarin saya menemani nyokap lagi pergi ke rumah di Salatiga. 29 September, di Minggu yang cerah, saya mengantar nyokap ke dokternya di Madiun lalu balik ke Salatiga hari itu juga. Operasi sukses dilakukan hari Selasa 1 Oktober. 4 hari kemudian saya dan adik menjemput nyokap (yang nebeng dokternya) di Solo. Mengajak jalan-jalan beliau ke Pasar Gede, PGS dan Paragon Solo sebelum balik ke Salatiga. Kami tak bisa berada di Jawa terlalu lama karena tepat dua minggu nyokap harus buka jahitan, dan bokap juga sedang kurang sehat. Akhirnya tanggal 13 Oktober kami pulang ke Jayapura via Jakarta dan tiba kembali tepat di hari ulang tahun saya 14 Oktober pagi. 2 hari kemudian, Rabu 16 Oktober, nyokap buka jahitan operasi di rumah. Tepat setahun sudah tuk pengobatan dan pemulihan. Masih ada dua pen lagi di kaki nyokap yang tidak mendesak tuk harus dikeluarkan. Entah kapan. Yang penting sekarang nyokap bisa berjalan kembali dengan cukup baik. πŸ™‚

Keep on reading!

Dari J.CO ke Le Waroenk ke Frame Coffee

Pulang ke Salatiga setelah Asean Blogger Festival di Solo, tak banyak yang saya lakukan selain makan tidur onlen dan maen PES2013 bersama adik-adik di rumah. Usai kegiatan sepekan yang padat seperti itu, rasanya sehari dua hari masih kurang unuk mengembalikan kebugaran ke level normal. Saya ingin jalan-jalan ke Jakarta hingga wiken, tapi tampaknya amunisi tak cukup.

Gita
Sabtu (18 Mei) akhirnya saya lewatkan dengan main ke Semarang. Rasanya saya nyasar hingga hampir sampai di terminal Terboyo karena tidak tahu kalo bis Solo-Semarang tidak melewati pusat kota. πŸ˜† Tapi setidaknya ada pengalaman tuk jadi bisa merasakan bis Trans Semarang ke pusat kota, jalan-jalan di Carrefour DP Mall dan Gramedia Pemuda. Habis itu malah bisa ngerasain naik angkot karena diajak kopdar sama Gita di Java Supermall. Kami ketemu dan ngobrol di J.CO di salah satu sudut Mall. Satu dari sedikit teman yang justru lebih nyaman pindah kerja keluar dari Jakarta. Saya jadi belajar sedikit soal dunia pendidikan yang sangat dicintai dan dikerjakan oleh teman saya ini. God Bless you, Git.

Nana
Kamis (23 Mei) saya ke Jogja tuk ketiga kalinya dalam tahun ini. Menepati janji tuk menemui Nana, teman blogger dari Denpasar yang belum pernah kutemui dan sedang liburan ke Jogja juga. Kali ini nginap lagi di kosan baru GunRud, di Jalan Timor-Timur dekat Yonif 403. Dari segi transportasi tempat itu agak merepotkan karena saya harus berjalan lebih dari satu kilometer menuju/dari halte Trans Jogja terdekat, tetapi lama-lama terbiasa dan bisa diatasi. Malam itu juga kami kopdar di Kalimilk Jakal. Bersama Nana ada Mansup, sementara GunRud menemani saya. Berturut-turut lalu menyusul Pepeng, Iphan, Putro, Ucy dan Terryna. Kopdar yang menyenangkan. Semoga yang masih pada kuliah segera selesai ya? :mrgreen:

Jensen 1 crop

Berdiri: Mansup, GunRud, saya, Nana; Duduk: Terryna, Iphan, Pepeng, Lucia, Putro. Kamera milik Iphan, Foto oleh pengunjung meja sebelah yang baik hati.

Keep on reading!

Six days, in the Spirit of Java

Seminggu yang lalu, saya menghadiri acara ASEAN Blogger Festival Indonesia di Solo, Jawa Tengah. Ini pertama kalinya saya diundang dan dibayari menghadiri suatu acara blogger. Sesuatu yang selama ini menurut saya sulit terjadi pada blogger non komunitas seperti saya. Jadilah saya datang dengan riang gembira ke Solo, padahal baru saja 10 hari menginjak Jayapura lagi setelah merampungkan 3 bulan perjalanan ke luar kota.

Rabu (8/5), hari pertama. Dari pagi hingga petang diisi dengan penerbangan Lion Air dari Jayapura ke Solo. Dua kali transit di Makassar (Maros) dan Jakarta (Tangerang), saya tiba di Solo jam 5pm GMT+7. Cukup SMS, sebuah mobil jemputan datang dari RBI Bengawan beberapa menit kemudian berisi Doni dan Hendri, juga Almas yang sudah datang duluan beberapa jam sebelumnya. Kami langsung makan bersama di warung lalapan dekat Lumintu. Bersyukur sekali punya teman-teman baik seperti mereka. Karena belum bisa masuk hotel, sekali lagi Bengawan membuka pintu RBI buat saya nongkrong dan tidur semalaman bareng Almas dan Semmy, teman serombongan Maluku. Masih tak percaya sudah di Jawa lagi.

Keep on reading!

Saat Cebongan Prison Raid terjadi, saya sedang di Jogja…

Suatu hari di Cileungsi…

Simbok: “[…] kamu harus pergi kesini, dan kesana, dan kesitu.. Bagus banget tempatnya… (menyebutkan beberapa tujuan wisata dengan pemandangan indah, sambil menunjukkan foto-foto yang bikin ngiri)
Saya: “nanti deh mbok. Saya gak ada teman yang mo ditemui kalo pergi ke tujuan-tujuan itu.. :mrgreen:
Simbok: πŸ˜†

Well, suatu hari nanti saya pasti akan ada di jejak para bloherβ„’ traveler itu, pergi ke tempat-tempat eksotik. Tapi tuk saat-saat ini, catatan perjalanan saya masih akan dipenuhi cerita-cerita bertemu sesama teman onlen. *lirik jurnal* :mrgreen:

Nah, saya sudah 6 hari di rumah di Jayapura usai 3 bulan keluar kota. Perjalanan yang menarik dan bikin tambah gemuk. Kembali ke Salatiga usai dari Jakarta akhir Februari itu, saya akhirnya sempat pergi sehari ke Semarang hari Rabu siang tgl. 6 Maret. Ketemu Neng Ocha disana. Kali kedua ketemu sejak PB10, dan pertama kali ngobrol panjang. πŸ˜€ Semarang ini kota yang besar. Kuharap lain kali saya bisa bermalam dan keliling-keliling di kota ini. πŸ™‚

Keep on reading!

Jakarta, revisited

Sabtu, 23 Februari 2013, akhirnya saya dan nyokap ke Jakarta, menjenguk kawan beliau (sudah seperti keluarga bagi kami) yang kumat sakit ginjalnya di RS Cikini. Ngebut ke Solo pagi-pagi karena harus check-in lebih awal berhubung nyokap perlu pakai kursi roda. Nyampai di Bandara Adi Sumarmo jam 9.30AM. Telat 15 menit dari seharusnya. Buru-buru ke counter Sriwijaya Air malah penerbangan kami delay hingga 12.25PM. Kata tukang pel deket toilet: “Sriwijaya delay? Sudah biasa mas…” πŸ‘Ώ Delay berlanjut hingga 1PM hingga baru take-off 30 menit kemudian. Keluar dari Soekarno Hatta sekitar 3PM, dan baru sampai di Cinere 7PM (sempat singgah beberapa menit di RS Cikini). Batal sudah rencana malam mingguan di Jakarta. Tidak akan pernah jelas kapan akan ke Jakarta lagi kan? Jadi walopun misi utama nganter nyokap, harus tetap nyuri kesempatan tuk kopdar. Jangan sampai jadi Mike Collins. πŸ™‚

Minggu, 24 Februari 2013.
Susah skip gereja kalo di Cinere (Saya benci dipaksa beribadah, tapi sudahlah…), jadi saya ke gerejaku yang lama, IES South deket Pondok Indah. Saya sudah gak dikenali pastor lagi. Dikira pengunjung perdana. πŸ˜† Bubar gereja jam 10an, bingung mau kemana. Akhirnya ke Blok M, cari tempat yang agak ditengah, biar gampang kemana-mana siapa tau ada teman yang lagi di jalan. Lima blogger seleb yang dihubungi ternyata tiada yang bisa keluar, sementara Alex Hidayat yang katanya ke Kampung Rambutan, konon error telpon selularnya. Akhirnya janjian dengan Hoek Soegirang di Kopitiam Oey Jln. Sabang. Nyampe sana pas tengah hari, ketemu Hoek dan langsung ditraktir macam-macam (soto Tangkar disitu asli enak) sambil ngobrol segala macam. Seneng banget. Blogger legendaris ini. Dari jaman jahiliyah dulu baru ketemu sekarang. Sudah bukan admin warnet yang kusut lagi, sekarang pejabat di Kopitiam. πŸ˜€ Siang itu Alex Hidayat sedang ada di Kalibata, tapi rupanya tak bisa nyusul karena bareng keluarga. Moerjanto nyusul jam 5PM, dan masih ikut ngobrol sampai usai sholat magrib. Menjelang 7PM, kami bertiga cabut bareng dari Kopitiam Oey ke halte Busway terdekat. Moer pulang, sementara saya dan Hoek lanjut ke ITC Fatmawati. Ada kopdar berikutnya deket situ. Sekitar 8.30PM Joe Satrianto dateng mengojek Oelpha. Karena nasi kucing yang jadi tujuan semula tutup, kami nongkrong di Sevel Fatmawati hingga 10.30PM. Kopdar berempat yang menyenangkan, dan saya masih bisa loncat ke Metromini tuk pulang ke Cinere, walopun nyampe rumah jam 11.30PM. πŸ™‚

Keep on reading!

Return to Jogja

Seperti yang sudah direncanakan, pada hari Valentine kemarin akhirnya saya menuju ke Jogja, nenteng tas punggung dengan isi seadanya dan lupa jaket. Kunjungan rekreasi dan lepas kangen setelah pertama kali ke Jogja Oktober 2010 (<-kenapa saya tak punya postingan trip itu ya? Padahal ada kisah Pesta Blogger Jogja 2010 disitu. Dasar pemalas.. πŸ‘Ώ ).

Hari pertama. Kamis 14/02/13.
Pengalaman pertama ke Jogja dari Salatiga. Keluar rumah 9.15AM. Naik angkot ke tempat bis-bis dari Semarang lewat, trus lompat aja ke bis yang ada tulisan Solo-Surabaya. Sesuai pesan dari Peter Lamanepa, saya turun di Ngasem didepan pabrik(?) Gudang Garam. Tak lama kemudian dijemput Peter ke rumah dia deket situ. Berkenalan dengan istri Peter yang sedang hamil tua, kami lalu ngobrol sejam diselingi makan siang. 11.30AM, Peter ngojekin saya ke pertigaan Kartasura. Tak lama kemudian saya sudah ada di bis menuju Jogja. Turun di Indomaret Janti dan menunggu sesaat sebelum dijemput Gunawan Rudy. Taruh barang di kosan Gunrud, lalu ke kampus dia di Antropologi UGM, numpang onlen sambil SMSin temen-temen di Jogja. Berhubung Matilda duluan nyebut lokasi yang tak jauh, jam 5PM meluncurlah saya dan Gunrud ke Dunkin Donut Jakal ditengah gerimis usai hujan. 20 menit kemudian Matilda datang dari kantornya ke Dunkin, disusul oleh Amed, lalu Om Warm. Tapi Om Warm hanya 30 menitan bersama kami karena ada urusan lain. Sesudah beliau pulang, Mansup dateng, dan terakhir Pepeng. Jam 7PM, saya mengontak Yeni Setiawan yang ternyata mau menjenguk Ekowanz di RS Happy Land. Jadilah saya, Gunrud, Mansup, Pepeng dan Amed ngeluyur ke RS juga, lagi-lagi nembus gerimis. Sementara Matilda balik ke kantor karena masih ada kerjaan. πŸ˜€ Tiba di RS Happy Land, kami disambut Ekowanz yang sedang senang dengan kelahiran anak pertama dia. Sayang Sandal & Lina malah gak bisa dateng karena tiada taxi pas hujan. Kami ngobrol di lobi lantai dua sejam lebih hingga 9.30PM, menyapa Nungki Putri dan sang bayi di kamar RS, lalu cabut. Makan malam di Bakmi pak Surandal di Pasar Demangan, nyoba nasi Magelangan. Saat itu Mansup dah kabur ntah kemana. πŸ˜† Singgah Indomaret, balik ke kos, mandi sore malam, lalu tidur. Valentine yang menyenangkan. Sekali lagi selamat buat Ekowanz dan Nungki. πŸ™‚

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Januari 2019
M S S R K J S
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan