Archive for the 'Sepakbola' Category

Saya dan Partai Final 2

8 tahun berlalu sejak menulis postingan menjelang partai final, banyak turnamen besar juga yang sudah berlangsung antara saat itu, menjelang final Piala Dunia Afrika Selatan 2010, dan final Piala Dunia Rusia 2018 sebentar lagi.

Final PD 2010 ternyata dimenangkan Spanyol. Sedikit sedih tuk Belanda, tapi memang sedang eranya Spanyol. Selamat tuk juara baru. 😐

Setahun berikutnya, Copa America 2011, berharap Messi akan angkat trofi internasional, apa daya Argentina dikandaskan Uruguay di perempat final. Di final saya dukung Uruguay menghadapi Paraguay, dan dukungan terkabul. Senang. 🙂

Kembali ke Eropa di Euro 2012, kembali mendukung Italia yang dengan gemilang menghancurkan Jerman di semifinal. Eternyata harapan palsu saja. Di final dibantai Spanyol 4-0. Kecewa. Saya ingat banget karena nontonnya di rumah teman, harus subuh-subuh nan dingin pergi ke rumah dia nonton. Pulangnya lesu lihat fans Spanyol pawai. 😥

Keep on reading!

Iklan

Persipura 1-2 Arbil; Eksperimen 4 bek

Selama bertahun-tahun sepakbola Indonesia lekat dengan formasi 3 bek, atau lebih tepatnya 3-5-2 yang diajarkan dari generasi ke generasi. Formasi yang bahkan ada di kurikulum pelajaran Penjas atau Orkes tentang sepakbola jaman saya sekolah dulu. Ketika sepakbola Indonesia mulai bergerak maju dengan mengadopsi pola 4 bek dan segala turunannya, sepakbola Papua, dengan Persipura sebagai lokomotifnya, masih belum bergerak dari formasi 3 bek. Keunggulan fisik dan tehnik membuat 3 gelar juara liga Indonesia dalam 7 musim terakhir singgah di bumi Papua, walaupun Persipura bermain dengan formasi yang ketinggalan jaman menghadapi saingan-saingannya. Salah satu kelemahan utama formasi 3-5-2 adalah rentan terhadap serangan dari sayap, yang diakibatkan oleh 1] adanya ruang kosong di sudut-sudut lapangan sendiri yang sulit di-cover, dan 2] situasi 2 v 1 yang dihadapi oleh wing-back menghadapi tim yang menggunakan dua pemain melebar di tiap sisinya (4-4-2; 4-3-3 dan 4-2-3-1).

Arsiran (1) menunjukan area yang tidak bisa dilindungi oleh 3 bek. Ilustrasi tim menggunakan Inter Milan

Kehancuran Persipura melawan Chonburi di babak grup di Bangkok membuktikan kelemahan formasi turun-temurun Persipura ini, ketika umpan-umpan silang dari sayap lawan mengalir deras. Menghadapi Arbil, tim asal Iraq yang diisi oleh pemain-pemain yang unggul postur, pelatih Jackson Tiago pun mengkuatirkan hal yang sama. Mengantisipasi terjadinya lagi kemungkinan itu, Coach Jackson membuat keputusan drastis ketika Persipura turun menghadapi Arbil Rabu sore itu: memainkan formasi 4 bek sejajar. Ya, sepanjang mata saya tidak salah melihat layar RCTI, saya meyakini Persipura bermain dengan pola 4-3-1-2. Suatu sejarah baru bagi Persipura.

Keep on reading!

Indonesia 0-2 Bahrain; Boaz kok di kanan?

Seluruh rakyat yang nonton SCTV dan yang ke SUGBK pasti sudah lihat sendiri bahwa timnas Garuda kalah lagi. Pertandingan kedua di ntah babak keberapa PPD 2014. Kebobolan dua, dan lagi-lagi gagal mencetak gol. Apa yang salah? Ya gak tau, yang jelas level lawan kita emang beda. Beda dengan negara-negara yang kita hadapi di jaman Alfred Riedl. Iya kan, Kimi? 😉
Tapi tiap pendukung timnas tentu punya catatannya sendiri soal pertandingan tadi, dan ini versi saya, pengamat amatiran yang cuma bisa main bola di Playstation.

1] Timnas bermain dengan formasi 4-2-3-1, atau setidaknya begitu menurut ulasan sebelum pertandingan. Jadi mestinya ada dua jangkar, dua sayap, gelandang serang atau second striker, dan centre forward.
2] Bukannya pake dua jangkar, tandem buat Ahmad Bustomi justru Firman Utina. Deep-lying playmaker? Yang jelas Firman kurang bagus malam ini. Ada saat-saat seharusnya dia bisa menggiring bola beberapa meter ke depan dulu untuk memberi kesempatan pemain depan mencari posisi, tapi berhenti tuk melihat lokasi teman lalu mengirim umpan lambung yang gak efektif saat memulai serangan.

Keep on reading!

Timnas Papua

Selasa 2 Agustus kemaren, situasi Jayapura sedang tegang. Ada demo besar dari massa yang mendukung konferensi International Lawyers For West Papua (ILWP) di London, Inggris. Pada intinya sih menuntut referendum yang diyakini menjadi pintu kemerdekaan Papua.

Di lapak twitter, “andai-andai” soal Papua merdeka ini memunculkan pula kemungkinan munculnya timnas (sepakbola) Papua yang bisa bertanding melawan timnas Indonesia. Ini skrinsyut dialog singkat di twitter antara saya dan kawan baik saya Zen R. Sugito:

Okay, tantangan yang bagus. Mengumpulkan pemain-pemain dari suatu daerah yang terkenal sebagai penghasil pesepakbola berbakat mestinya tidak sulit. Apalagi Persipura baru saja juara ISL 2011, maka tim ini mestinya tidak lebih dari Persipura plus.

Jadi langsung saja.

Keep on reading!

Persipura 4-2 South China: Lolos tetapi masih runner up grup

Persipura mengunci satu tiket ke babak berikut AFC cup setelah mengalahkan klub Hongkong South China 4-2 (2-1) di stadion Mandala Jayapura.

Jackson Tiago memutuskan memakai formasi yang sama seperti ketika dibantai Chonburi minggu lalu, 3-4-1-2 dengan dua perubahan: Yohanis Tjoe menggantikan Ortizan Solossa yang terkena larangan sebagai stopper kiri dan Stevi Bonsapia menjadi tandem Gerald Pangkali di tengah lapangan. Secara mengejutkan Jackson tetap mempertahankan penyerang Tinus Pae sebagai wing-back kanan. Satu perbedaan lain adalah kedua striker ditempatkan terbalik. Boaz yang kidal bermain di kanan. Di bangku cadangan terlihat Ricardo Salampessy yang baru pulih setelah sekian lama cedera dan menjalani pemulihan pasca operasi.

Tibo–Boaz

Zah Rahan

Ian–Stevi–Gerald–Tinus

Anis–Victor–Bio

Yoo J.H.

Secara umum, menurut saya Persipura bermain sesuai kualitasnya dan terlihat jauh lebih baik serta bisa mengembangkan permainan dibanding pertandingan sebelumnya karena lawan bermain bertahan dan tidak ngotot. Sepertinya kendala adaptasi cuaca menjadi penghalang bagi South China untuk bermain bagus seperti saat menahan Persipura 1-1 di Hongkong.

Keep on reading!

Chonburi 4-1 Persipura; Formasi Jackson Tiago gagal menguasai lebar lapangan

Setelah euforia menang 3-0 di kandang melawan Chonburi pada partai pertama sepakbola internasional (AFC cup) di daerah Papua, Persipura akhirnya dihanguskan Chonburi 4-1 pada lawatan mereka ke Bangkok.
Media-media seragam menulis, bahwa Chonburi bermain bagus, sementara Persipura bermain jelek. Pelatih Persipura Jackson Tiago sendiri menyatakan kalau tim dia kalah karena banyak kesalahan di lini tengah dan kerap memprotes wasit. Akan tetapi saya melihat hal yang berbeda, kenapa Persipura gagal mengembangkan permainan sepanjang pertandingan seperti waktu menang tiga gol di Jayapura.

Formasi:
Untuk sedikit menyegarkan ingatan, ini formasi Persipura saat melawan Chonburi di Jayapura (kandang).

Boaz–Tibo–Tinus

Ian–Zah Rahan–Gerald P.–Anis Tjoe

Ortizan–Victor–Bio P.

Y. J. Hoon

Dengan dikartumerahkannya Anis Tjoe pada partai kandang, Jackson Tiago hanya membuat satu perubahan pada susunan pemain Persipura saat melawan Chonburi di Bangkok (tandang)

Boaz–Tibo

Zah Rahan

Ian–David L.–Gerald P.–Tinus

Ortizan–Victor–Bio P.

Y. J. Hoon

Keep on reading!

Blackout and Knockout

Peringatan: ini cuma kisah kekesalan sehari-hari. Kalau bukan teman saya tidak usah baca, membuang waktu anda sahaja.

Ada yang pernah baca ini? Yeah, setahun yang lalu saya pernah diwawancarai wartawati harian tersebut soal Earth Hour, sehubungan twit-twit ngomel saya yang berantem dengan para pendukung Earth Hour. 😆
Saat itu, bersama beberapa pasukan 2007 semacam Buya Alex, Almascatie, Mansup, Gunrud dkk, ada hashtag #nasibluarjawa yang lumayan populer di twiter dan fesbuk sebagai pengingat soal ketidakadilan energi. Ntahlah, saya juga tak terlalu tahu seberapa banyak onliners yang berlimpah listrik mengerti soal ketersediaan energi listrik yang tidak merata di negara ini. 😐
Tahun ini, beberapa minggu lalu, menjelang Earth Hour 2011, saya masih juga nge-twit bete soal Earth Hour. Bedanya waktu itu saya di Jakarta, di angkringan Wetiga Langsat, dimana sedang ada Obsat dengan tema Earth Hour. Ah ya, saya ngetwit bukan tuk ribut macam tahun lalu. Kali ini supaya muncul di layar proyektor Obsat saja. 😆 Syukurlah Memeth mengingatkan via RT twit @obsat bahwa listrik di Indonesia terfokus di Pulau Jawa dan Bali. Itu sebabnya kampanye Earth Hour belum menyentuh luar lokasi itu. Hoo~ berarti memang saya gak perlu ikutan. Berhentilah saya jadi killjoy, lalu ngeluyur pulang duluan, emang ngejar metromini ke Cinere soalnya. :mrgreen:
BTW, kaos hitam 60+ yang dipake Titiw Akmar dan kawan-kawannya malam itu keren… 😀

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
November 2018
M S S R K J S
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan