Posts Tagged 'avengers'

Film-film 2018 (April-Juni)

Piala Dunia 2018 telah usai. Siapa yang gembira? Siapa yang kecewa? Selamat buat fans Prancis yaa. Melanjutkan lagi daftar tontonan, ini film-film saya di triwulan kedua 2018.

71. What Happened to Monday
Premisnya menarik dan menjanjikan, tapi selebihnya gak sesuai harapan. Skala setting dan eksyennya terlalu sederhana tuk standar film dystopian, teknologinya banyak ketinggalan tuk film futuristik, kurang karakterisasi, dan yang paling buruk puzzlenya kebaca, separo film dah paham misterinya. Meski gitu saya suka para protagonisnya.

72. I Have a Message For You
Film pendek tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Sebuah ingatan dari masa Holocaust tentang anak-anak Yahudi yang dibuang oleh orangtuanya supaya tetap hidup.

73. Paprika
Anime sci-fi luar biasa. Ketika alam mimpi, dunia film, dan kenyataan bercampur dalam kekacauan. Visualnya keren walau kadang creepy, plotnya thriller, musiknya ajaib, dan karakter-karakternya menarik, terutama Atsuko dan Paprika. Film ini mindblowing.

74. Henri 4/Henry of Navarre
Film panjang dramatisasi riwayat hidup raja Prancis Henry IV. Banyak sejarah Perancis ada di sini: Awal berkuasanya dinasti Bourbon menggantikan dinasti Valois, French War of Religions, St. Bartholomew’s Day massacre, War of three Henries dll. Menarik dan orisinil dengan bahasa Prancis. Margaret of Valois digambarkan sesuai hoaxnya sebagai Margot yang nymphomaniac. Jadi baca-baca lagi sejarah Perancis era beliau.

BTW ini donlot dari Youtube. :mrgreen:

75. American Made
Kisah klasik keahlian CIA: ikut sibuk di negara lain dengan niat baik lalu hasilnya berantakan. πŸ˜† Diceritakan via dramatisasi petualangan Barry Seal. Bagus plotnya, Tom Cruise keren jadi karakter utama, dan sejarahnya menarik. Banyak yang familiar untukku dari era 80an yang diceritakan di sini: era Reagan, Escobar dan kartel Medellin, Jenderal Noriega, skandal Iran-Contra dan Oliver North, rezim Sandinista etc.

76. Ghost in the Shell: Arise
Reboot bagus dari Ghost in the Shell, dengan desain karakter baru dan karakterisasi baru. Suka plotnya, cerita sejarah terbentuknya Section 9 sambil menginvestigasi kasus demi kasus. Menarik lihat latar belakang masing-masing anggota yang bukan cuma kilas balik. Elemen-elemen yang akrab dengan kisah ini ada semua. Ghost hacking, false memory, prosthetic, optical camouflage etc. Tetralogi keren.

77. Forgotten
Misteri thriller tragedi kosmik dua pria sebatang kara. Beban hidup mencari jawaban dan konsekuensi dari kenyataan pedih. Bangsat, menegangkan juga. Separo film kukira horor tapi kok setannya gak kluar-kluar. πŸ˜†
Karena abis nonton Ghost in the Shell jadi familiar dengan kenangan palsu, teknologinya saja yang beda. Bagus banget ini.

78. A Royal Affair
Ketemu si jelita Alicia Vikander lagi dalam kostum periode, kali ini sebagai Caroline Matilde of Great Britain, istri raja Christian VII of Denmark yang berselingkuh dengan Johann Struensee. Dramatisasi sejarah yang menarik. Kisah politik ketika reformasi yang baik gagal karena dieksekusi oleh raja sinting, dokter asing, dan ratu yang kurang kasih sayang.

79. Colossal
Kangen Anne Hathaway. Drama black comedy dengan fantasi yang aneh logika dan plotnya. Butuh waktu lebih lama tuk memahami tema yang disimbolkan dengan monster-monster ini: mabuk membawa efek destruktif. Cerita yang unik memang karena tidak ada batas realitas. Suka karakter Gloria yang diperankan Anne, dan usaha dia tuk lepas dari miras dan si cowok pengekang.

80. Real
Tidak berlebihan kalo ada yang bilang ini film terburuk dalam sejarah Korsel. Film ini membingungkan, siapa karakter-karakternya, apa motif masing-masing, apa hubungan satu sama lain, hingga akhir film gak jelas. Gak paham kenapa bos klab malam juga merangkap tukang pukul. Ditambah lagi klimaks yang hiperbola, ntah mau jadi film superhero atau artistik. Yang menarik di sini cuma lihat sekian detik payudara Sulli Choi saja, dan beberapa close up wajah jelita dia. πŸ™„

81. The Emperor in August
Dramatisasi sejarah bagus tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu Agustus 1945. Kaisar Hirohito yang memikirkan rakyat, kabinet yang memikirkan kaisar, dan faksi fanatik AD yang menginginkan perang sampai mati. Dilema antara mati dengan kehormatan atau hidup dengan kekalahan. Menarik sekali melihat karakterisasi Kaisar yang sangat humanis tapi juga bagai dewa. Gak kebayang sejarah Jepang kalo gak jadi menyerah. πŸ™„

“Kalau Jepang hancur, apa yang kita wariskan ke anak cucu kita?”

82. Fucking Berlin
Dramatisasi kisah hidup Sonia Rossi saat remaja. Mahasiswi, hura-hura, prostitusi, dan cinta yang kandas. Receh sih, tapi saya suka Svenja Jung. Cantiknya bikin simpatik. πŸ˜‰

83. The Prestige
Kesampaian juga nonton film sulap legendaris ini. Gak nyangka bakal melibatkan legenda Nicola Tesla. Thrillernya keren dan kelam sangat. Usaha berkongsi dengan setan demi memuaskan hasrat memenangkan persaingan. Cerita yang masih relevan dengan dunia sulap sekarang pun: meniru dan mencuri trik.

84. Perfect Blue
Drama bagus kisah kelam seorang idol yang meninggalkan dunia idol. Perjuangan masuk ke dunia hiburan dewasa dan fans fanatik yang menentang perubahan itu. Thriller banget konflik antara ilusi dan realitanya. Anime klasik ini, latarnya jaman internet baru mulai populer.

85. Chasing the Dragon
Dramatisasi karir dua tokoh penting Hongkong tahun 60an, gangster Ng Sek Ho dan inspektur polisi Lee Rock yang untuk ketiga kalinya diperankan Andy Lau. Kisah dunia kriminal yang akhirnya mengorbankan orang-orang tersayang. Plot dan eksyennya keren, apalagi ini film Donnie Yen.

86. The Limehouse Golem
Ketemu Maria Valverde lagi setelah Ali & Nino walo bukan dia tokoh utamanya. Kali ini Olivia Cooke dengan sangat mempesona. Plot cerita ala kasus Jack the Ripper. Kisah detektif di Victorian London dengan segala kesuraman setting jaman itu. Bagus puzzle misterinya, melibatkan juga sejumlah karakter sejarah.

87. The Wehrmacht
Dokumenter bagus 5 episode tentang memahami angkatan bersenjata Jerman era Nazi secara manusiawi: kesadaran dan pemahaman mereka akan perang, loyalitas pada Hitler, loyalitas pada negara/satuan, kejahatan perang, dan akal sehat pada realitas situasi perang. Dibahas menarik lewat sudut pandang banyak penyintas, baik prajurit maupun sipil, juga arsip sadapan obrolan perwira di Trent Park dalam reka ulang yang bagus.

88. The Merciless
Film gangster Korea bagus. Serigala yang terdesak oleh singa dan buaya akhirnya mampu memangsa keduanya.

89. The Adventurers
Film eksyen receh tapi menyenangkan dari Andy Lau, Shu Qi, Eric Tsang dan Jean Reno. Stereotip ala Mission Impossible dengan teknologi canggih, lokasi eksotis, car chase, double cross, serta penjahat Eropa timur.

90. Suburbicon
Sebuah black comedy yang penuh perwujudan Murphy’s Law: anything that can go wrong, will go wrong. Seru juga melihat tragedi menimpa satu demi satu karakter, membuat simpati pada Nicky. Sayang subplot kekerasan rasial di tetangga tidak berkembang dan jadi dekorasi plot pembunuhan saja. Kompleks itu macam utopia yang berantakan, tapi perumahan yang homogen idenya hidup hingga sekarang.

91. Breathe
Tribute tuk Robin Cavendish, penderita polio legendaris, dari anaknya sendiri Jonathan Cavendish, produser film ini. Biopic luar biasa tentang cinta, kesetiaan, inovasi, dan semangat hidup. Menyentuh banget. Saya jadi penasaran apa betul aslinya Robin sekeluarga mencarter An-12 tuk pergi ke Spanyol. πŸ˜†

Sejarahnya bagaimana para penderita polio tidak lagi hanya di tempat tidur sampai mati tapi bisa menikmati dunia luar.

92. Spirited Away
Film ini ternyata memang sehebat legendanya: fantasi yang ajaib, heroine yang kuat karakternya, tema tentang identitas dlsb. Saya fokusnya sederhana saja: petualangan Chihiro di dunia setan, dimana roh yang kuat memangsa dan memperbudak roh yang lemah. Sistem yang bertahan bahkan sesudah Chihiro lolos dari situ.

93. The Outlaws
Film polisi vs gangster keren yang terinspirasi Insiden Heuksapa di Korsel: penumpasan gangster China. Protagonis utama kita polisi ideal banget. Dihormati masyarakat, dihormati dunia hitam, akrab dengan dunia hiburan, tapi tegas pada kejahatan, jadi panutan anak buah, dan jago berkelahi. Rasanya beruntung tinggal di kota yang gak ada preman terorganisirnya. πŸ™„

94. Gernika
Roman perang bagus, sebuah tribute bagi peristiwa serangan udara Jerman ke Guernica 1937 dalam perang sipil Spanyol. Masalah klasik dalam perang hingga kini: bagaimana mengabarkannya kepada dunia. Penggambaran Luftwaffe di sini bagus lengkap dengan arsenalnya, walo IIRC gak melihat Ju-87 yang legendaris itu. Menarik bahwa Athletic Bilbao pun disebut dalam film tuk menguatkan setting Basque. Tak lupa lukisan legendaris Picasso pun diceritakan. Senang ketemu Maria Valverde lagi.

95. Colonia
Dramatisasi kisah nyata eksistensi Colonia Dignidad, sekte rahasia yang berfungsi juga sebagai penjara rahasia rezim Pinochet. Utopia palsu. Mengerikan bahwa kedubes Jerbar pun tutup mata berkolaborasi. Sejarah yang penting dari era “Orba” Chili, dan penampilan bagus dari si jelita Emma Watson.

96. Ghost in the Shell: The New Movie
Saya gak nonton Pyrophoric Cult yang dibuat dengan mengacak-acak Arise menjadi Alternative Architecture, tapi tidak ngaruh ke plotnya. Kangen liat Motoko, Batou dkk lagi, dengan segala misteri dan puzzle cerita yang melibatkan cyberbrain, prosthetic, false memory etc. Seru ceritanya, apalagi karena banyak teamwork. Saya benar-benar suka versi Motoko yang ini.

97. Paradox (SPL III)
Instalasi ketiga dari seri Sha Po Lang, kali ini dibintangi Louis Koo, Gordon Lam, dan sedikit Tony Jaa. Masih menjual pertarungan seperti sebelumnya tapi dramanya lebih banyak. Ceritanya juga masih suram, kali ini tentang sindikat perdagangan organ tubuh ilegal di Thailand. Brutal dan menyedihkan.

98. Baywatch
Ceritanya receh tapi lucu, dengan segala kenangan akan serial TV legendarisnya saat nonton TV lokal masih menyenangkan dan belum penuh sinetron atau blur belahan dada. Kurasa setiap karakter dapat pemeran baru yang pas, dan saya suka Kelly Rohrbach, yang jadi CJ Parker. Menggoda seperti Pamela Anderson dulu.

99. Darkest Hour
Drama perang menarik tentang Winston Churchill dari terpilih sebagai PM hingga memutuskan Inggris terus berperang melawan Jerman. Penuh karakter historis termasuk raja George VI. Film ini fiksi sejarah saja, penuh dramatisasi, tetapi menarik memahami karakter Churchill yang diperankan dengan hebat oleh Gary Oldman (dan membawa pulang Oscar), juga penggambaran dan situasi Cabinet War Rooms tempat perang dimonitor dan disetir. Ketemu Lily James lagi setelah di The Exception.

100. The Age of Blood
Saya agak sulit memahami plot dan karakternya di awal, mengapa seorang pengawal elit raja didemosikan menjadi penjaga penjara. Tapi heroik sekali Kim-ho -dengan eksyen keren- nyaris seorang diri menyelamatkan raja Yeongjo dari usaha kudeta. Si dayang-dayang(?) yang diperankan Hong Soo-A mencuri perhatian.

101. Metropolis
Satu anime legendaris lagi, kali ini dari Ozamu Tezuka, bapak Astro Boy. Ini juga adaptasi dari manga dengan banyak perbedaan dari manganya. Masih khas beliau tentang dunia robot dan sengketa robot dengan manusia. Tema rebutan lapangan kerja yang makin kesini makin relevan. “Astro Boy” di film ini adalah Tima, gadis robot sempurna di puncak menara Babel. Cantik, naif, dan ingin menjadi manusia. Anime ini diisi banyak soundtrack dan score jazz yang bagus dan epik.

102. Collateral Beauty
Drama bagus -dan ternyata bertabur bintang- tentang derita karena rasa kehilangan. Ketika Tuhan tidak diperhitungkan, maka takdir dipertanyakan kepada semesta lewat tiga karakter: cinta, waktu, dan maut.

103. The Dark Tower
Saya -tentu saja- gak baca novel-novelnya, tapi ini jelas adaptasi yang gagal. Latar belakang cerita, karakter, dan dunianya gak jelas, film langsung fokus ke eksyen sepanjang film. Eksyennya hebat memang, Walter dan Roland sungguh sakti dengan skill masing-masing, cuma ya gak bakal menutupi ceritanya yang lewat begitu saja dalam durasi cuma 95 menit. πŸ™„

104. Pandora
Segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dari bencana nuklir pada skala negara kecil Korea. Dramatis, epik, realistis, heroik, juga tragis. Rasanya pedih menonton klimaksnya. Film bagus ini sungguh bikin ciut nyali niat untuk membangun PLTN.

Not all heroes wear capes, some wear anti radiation suit

105. Howl’s Moving Castle
Sebuah karya adaptasi dari Studio Ghibli, film yang sangat epik tentang cinta, loyalitas, dan pesan anti perang di dunia supranatural yang penuh penyihir dan kutukan. Anime legendaris juga ini.

106. Victoria & Abdul
Sebuah kisah nyata seorang India Muslim di Inggris, rumah tangga kerajaan pula. Mungkin karena tahu sejarahnya, saya jadi sulit simpati pada karakter Abdul, tapi ini dramatisasi sejarah yang bagus dengan komedi hangat. Lebih penting lagi, ini sejarah yang dihilangkan. Menarik melihat rumah tangga ratu Victoria pada masa akhir pemerintahan dia dan antipati pada Munshi yang digambarkan sama sekali tidak mencari keuntungan diri sendiri, murni menjadi teman ratu. Entah mengapa harus ada pesan kemerdekaan India di film. Judi Dench berperan sangat mengesankan sebagai Ratu Victoria, juga Eddie Izzard sebagai Bertie. Yang tidak pas cuma pemeran Kaiser Wilhelm II.

107. The Man Who Knew Infinity
Sebuah kisah nyata lagi seorang India di Inggris, kali ini Hindu Brahmin. Dramatisasi kisah hidup matematikawan Shrivasan Ramanujan terutama selama 5 tahun di Inggris. Ceritanya bagus, inspiratif, juga penting tuk mengingat sejarah dia. Sedih lihat dia LDR, disabotase pula korespondensinya. Formula dan rumus matematikanya sendiri tidak terlalu diterangkan buat awam. Terlalu rocket science.

108. Scarlet Innocence
Drama romansa thriller bagus. Jalinan rumit antara nafsu, cinta, tragedi, dan dendam. Plot twistnya keren. Semua kejahatan ada balasannya. Membalas kejahatan dengan kejahatan pun ada balasannya.

109. WXIII: Patlabor the Movie 3
Side story dari Patlabor the Movie 1 dan 2. Cerita ini kombinasi bagus dari thriller konspirasi sci-fi, film monster khas Jepang, dan romansa tragis. Saya suka plot investigasinya, klasik detektif sekali, mengumpulkan puzzle misteri dari rumah ke rumah. Patlabor unit SV2 sendiri jadi sidekick saja dan cuma muncul di klimaks.

110. Avengers: Infinity War
Ngebioskop di Mal Jayapura XXI. Salut buat Marvel dan Disney yang sukses membuat “serial” Avengers mencapai klimaksnya setelah 10 tahun. Saya suka motifnya Thanos. Plotnya bagus, mempertemukan nyaris seluruh karakter Marvel. Eksyennya keren banget walo masih bisa ditingkatkan lagi. Seperti film-film sebelumnya, Avengers kekurangan daya pukul tuk menghadapi musuh yang besar atau banyak. Meski demikian banyak upgrade skill, armor, dan persenjataan yang patut dipuji.

111. One Night With the King
Adaptasi bagus dari novel Hadassah yang sendirinya adalah dramatisasi dari kisah Ester dalam Tanakh. Bagus juga imajinasi plotnya: dendam dari era Agag raja Amalek, konspirasi bangsa Yahudi dan (demokrasi) Yunani, penculikan paksa para perawan, naiknya Haman dari kepala keamanan internal, cerita tentang Yakub etc. Plotnya jadi menegangkan. Settingnya lihat sekilas langsung yakin ini di India, ternyata memang di Jodhpur. Nuansa filmnya jadi terasa lebih India ketimbang Persia. πŸ˜†

112. Voices of a Distant Star
Satu lagi karya Makoto Shinkai, satu lagi dari daftar 100 anime terbaik. Desain karakternya kasar seperti gambar komik tapi settingnya khas indahnya karya beliau. Sebuah cerita sedih tentang eksplorasi ruang angkasa, perang dengan alien, dan LDR. Ketika jarak, ruang, dan waktu memisahkan dua hati yang semakin kesepian. Sedih sekali nonton ini. Saya jadi terhibur saat membaca kalau di komiknya ternyata ada harapan tuk kedua karakter bertemu kembali. 😳

113. Blade of the Immortal
Belum baca komiknya sama sekali, jadi sisi baiknya saya tak punya banyak perbandingan cerita, tapi saya bisa menjamin kalo ini adaptasi yang keren sangat. Kisah samurai -yang dikutuk tak bisa mati- jaman bakufu yang penuh pertarungan brutal antara karakter unik dengan berbagai senjata aneh. Penuh darah dan anggota tubuh beterbangan. Suka durasinya yang panjang hingga bisa mencakup banyak bagian cerita.

114. Ice Age: Collision Course
Selucu dan semenghibur yang diharapkan, dengan drama-drama seputar relationship dan hubungan father-daughter/son in law. Plotnya makin absurd, melibatkan teknologi alien, menyelamatkan bumi dari asteroid dll tapi pokoknya bisa buat ketawa.

115. The Shape of Water
Best Picture Oscar 2018 memang pantas. Plotnya bagus dan happy ending. Dramanya menarik, dengan setting misterius perang dingin, romannya menyentuh, dan fantasinya juga pas. Gak lupa lagu-lagunya yang mendayu-dayu. Bagian paling menarik: kekuatan penyembuhan si makhluk air.

116. Genocidal Organ
Sebuah adaptasi lagi dari karya Project Itoh yang kutonton setelah The Empire of Corpses. Ceritanya masih sama gilanya. Saya cuma paham separo film ini karena subtitle yang buruk. Cuma paham terutama bagian eksyen dan teknologi militer yang sungguh futuristik. Bagian inti cerita, segala penjelasan dan filosofinya masih kabur, terutama pada motif dan cara John Paul mengorkestrasi genosida, tapi tidak mengurangi pujian saya. Kurasa dunia makin cepat bergerak menuju surveillance state. πŸ™„

117. Bakuman
Komiknya dulu adalah salah satu komik non fantasi terbaik yang pernah kubaca. Adaptasinya gak kalah hebatnya, dibintangi pemeran Kenshin Himura dan Soujiro Seta, haha. Film ini mengambil pokok-pokok cerita yang pas secukupnya dimasukkan ke dalam film. Memvisualisasikan dengan detil susahnya membuat komik, menerbitkan komik, dan mengejar tenggat waktu setiap minggu. Benar-benar adaptasi yang setia pada komiknya dan memuaskan. Nana Komatsu cantik jadi Azuki Miho.

118. La Corona Partida (The Broken Crown)
Sekuel serial Isabel dan prekuel serial Carlos, Rey Emperador. Dramatisasi sejarah kisah hidup Joanna the Mad dalam persaingan politik Castille antara ayah dan suaminya. Cerita menarik dari masa bersatunya Spanyol dan dimulainya era Hapsburg Spanyol. Penyederhanaan ceritanya membuat Flanders dan Spanyol seperti dekat, padahal mesti naik kapal. Ferdinand II tidak digambarkan mengurung putrinya, Joanna pergi sendiri mengurung diri di Tordesillas.

Mengapit ayah mertua: Maximillian I, Holy Roman Emperor

119. The Rabbi’s Cat (Le Chat du rabbin)
Adaptasi komik tentang seekor kucing yang bisa bicara milik seorang rabi Yahudi. Penuh percakapan menarik soal keberagaman dunia Yahudi saat itu, Judaisme dan identitas keyahudian, bahkan dialog antar agama. Setting Aljazair dan petualangannya mencari Yerusalem juga menarik. Eranya sejaman dengan Tintin, dan ketemu Tintin. πŸ˜†Β Film ini adaptasi dari komik seri 1, 2, dan 5 yang ceritanya berdiri sendiri-sendiri sehingga agak semrawut ketika digabung semua dalam durasi 90 menit, bahkan subplot Malka dan singanya (dari seri 2) jadi sekedar lewat saja. Animasi Prancis bagus.

Kucingnya jadi pintar dan menyebalkan. Haha..

120. Death Note: Light Up the New World
Sekuel Death Note dengan kisah dan karakter utama baru yang tidak menawarkan plot baru, hanya daur ulang trik, bahkan kehilangan adu kecerdasan ala Light vs L. Beberapa adegan keluar pakem dan aneh, seperti penggunaan Death Note untuk pembunuhan acak. Karakter-karakter tersisa dari cerita asli malah gugur semua. Franchise juga endingnya, dan malah mengkuatirkan ketika detektifnya makin turun level. πŸ™„

121. Fullmetal Alchemist: The Sacred Star of Milos
Dibanding film pertama yang timelinenya sesudah komiknya tamat, yang ini lebih mirip anime franchise dengan filler plot di tengah timeline, gadis cantik, dan banyak eksyen. Philosopher’s Stone dan Gate of Truth jadi fokus misteri khas FMA. Latar cerita tentang Milos mirip perjuangan etnis Kurdi. Sayang Roy Mustang gak kelihatan maen api selain saat nutupi luka Julia. Seru.

122. Black Panther
Pertama kali nonton film Marvel gak urut karena duluan nonton Avengers 3. Jadi paham kenapa film ini begitu fenomenal tuk orang hitam walau bukan film superhero hitam pertama. Bagus banget dan sarat tema. Menarik lihat perbedaan pandangan T’Challa dan Killmonger, atau Wakanda yang begitu modern sekaligus primitif dan tribal. Memakai badak tuk bertarung pula, sangat afrika. Setelah menonton Infinity War juga jadi jelas kalo Wakanda perlu banyak investasi dan inovasi dalam bidang militer. :mrgreen:

123. Annihilation
Film scifi psikologi horor bagus. Baik scifinya, psikologinya, dan horornya sama-sama pas porsinya. Mencekam buatku. Survival horornya mengingatkan pada Alien: Covenant. Mirip situasinya dan putus asanya menghadapi masalah semacam ini. Visualnya bagus, penuh warna dan misteri. Menarik bahwa jagoannya cewek semua, walo secara militer gak ideal ilmuwannya harus angkat senjata yang cuma AR-15 standar.

124. Mind Game
Animasi jepang yang gak berasa anime sama sekali. Film ini susah dimengerti karena penjelasannya dituturkan dengan kilas balik sangat cepat, tapi eksyennya keren menegangkan. Menarik melihat bagian terbesar film tentang perkembangan karakter berlangsung dalam perut ikan. Senang melihat hubungan Nishi dan Myon berkembang hingga ke arah seksual yang visualisasinya abstrak sekali.

125. The Monkey King 3
Sudah sampai Womanland. Bagus visualisasi lokasi dan penduduknya, juga Zhao Liying yang cantik. Dibanding film sebelumnya rasanya yang ini lebih lambat, antar protagonis sudah rukun, sedikit musuh dan sedikit aksi juga tuk si raja kera. Fokusnya bagus soal cinta lokasi sang biksu dan konsekuensinya. Subplot tentang Madam Preceptor menarik juga, dan saya salah menebak musuh utamanya. Semoga berlanjut ke seri 4 di Flaming Mountain.

126. 12 Strong
Satu lagi kisah heroisme dari Global War on Terror. Drama perang bagus adaptasi buku Horse Soldier. Tim ODA 595 dari 5th SFG yang merintis perang AS melawan Taliban dan Al-Qaeda. Suka akurasi tinggi film ini dibanding realitanya. Seru lihat pertempuran sengit yang memadukan kecanggihan Green Berets dengan kavaleri berkuda klasik.

127. Maze Runner: The Death Cure
Film ini dibuka dengan aksi rescue gemilang, lalu sepanjang film isinya rescue semua. Rescue Gladers, lalu Minho, lalu Teresa, lalu Immunes, lalu Newt, lalu Thomas (lagi). Andai saja perencanaan, operator, dan eksekusinya lebih bagus, kedua karakter favorit saya mungkin bisa selamat. Penutup yang cukup bagus dari serial Maze Runner.

128. Black Butler: Book of the Atlantic
Adaptasi akurat dari Luxury Liner Arc komiknya. Salah satu manga awet yang masih kuikuti. Bagus animasinya, 4 volume jadi hidup ceritanya, dan jadi parodi “Titanic” banget, cuma kapalnya patah karena alasan berbeda. πŸ˜† Adegan Lizzy jadi pendekar pedang memukau abis.

129. The Fortress
Adaptasi novel tentang sejarah pengepungan Namhansanseong saat invasi Manchu Qing ke Joseon 1636. Beda dari film-film bertema era penjajahan lain, tak ada perlawanan heroik di sini. Malah banyak pertempuran sia-sia. Konfliknya mirip The Emperor in August, mau menyerah tapi selamat atau mempertahankan harga diri sampai mati. Polarisasi pilihan yang diwakili dua menteri raja Injo. Cerita pengepungannya getir khas musim dingin: kedinginan dan kelaparan. Bagus, cuma panjang dan membosankan bagi penonton biasa.

130. King Arthur: Legend of the Sword
Berpredikat salah satu film paling flop 2017, film ini ternyata jauh lebih bagus dari yg kukira. Suka plotnya yang diinterpretasikan ulang (lagi, paling tidak dibandingkan King Arthur 2004 dan Transformers 5), fokus (karena direncanakan berseri -yang tidak akan terjadi-), visual khas Guy Ritchie + logat British ala gangster, dan musik keren.

131. From the Land of the Moon
Sebuah adaptasi novel tentang batu ginj.. err, cinta segitiga si cantik Marion Cotillard, pria yang menikahi dia, dan pria yang dia cintai. Plotnya lambat, rentang waktunya lama, plot twistnya cukup mengejutkan, dan menyisakan pertanyaan tentang cinta dan komitmen.

132. Okja
Film rescue Korea yang keren sangat. Menarik plotnya tentang keserakahan korporasi dalam upaya solusi masalah kekurangan pangan (yang sebenarnya bagus). Okja yang ekspresif, dan Mija, sungguh membuat simpati. Bagus sekali visualisasi hubungan mereka di gunung, lihat babi dipelihara macam anjing gitu. πŸ˜†

133. Viceroy’s House
Dramatisasi sejarah bagus, hari-hari terakhir kekuasaan Inggris di British India menjelang partisi menjadi India dan Pakistan, dimulai saat Louis Mountbatten menjadi Viceroy India. Sejarahnya menarik walo sudut pandangnya rawan, karena memakai teori konspirasi bahwa Churchill memecah India demi kepentingan Perang Dingin, juga sutradaranya dari India. Bagus juga bumbu romannya antara pasangan Hindu-Muslim dalam pusaran konflik antar agama yang disampaikan bagus lewat footage. Tentu saja banyak tokoh sejarah muncul di sini. Suka lihat detail aristokrasi di film ini. Partisi India adalah salah satu bencana transfer penduduk terbesar dalam sejarah tapi masih kuanggap contoh sukses solusi politik.

The Earl, The Countess, dan Gandhi.

134. Italian Race (Veloce Come il Vento)
Gak nyangka ini diinspirasi kisah nyata. Film balapan bagus banget. Drama keluarganya menyentuh, ikatan persaudaraan kakak adik yang “right or wrong is my sodara.” Balapan GTnya juga menarik, termasuk sesi latihan dikejar geng motor. Si Matilda de Angelis Italian beauty banget…

135. Fifty Shades Freed
Christian dan Ana akhirnya menikah dan hidup membosankan. OK, mungkin fun tapi ya normal saja, jadinya punya anak, hidup domestik dll. Jack Hyde lumayan menggerakkan plot tapi kurang epik. Bosan juga lihat BDSM yang dihaluskan gitu.

136. Comic 8
Film komedi Indonesia yang layak jadi klasik. Plotnya bagus, ceritanya dituturkan berlapis lengkap dengan plot twist. Komedinya ancur tapi berkelas, sepadan dengan nama-nama yang maen dari Ernest Prakasa, Arie Kriting, Mongol, Kemal dkk.

137. Assassination
Film terlaris ke-8 di Korea sepanjang masa cukuplah jadi rekomendasi. Suka ceritanya yang panjang dengan plot yang rumit, melibatkan banyak karakter. Latar belakangnya pas tuk cerita-cerita heroik dan heroinenya bikin jatuh hati. Posternya terlihat sangat monoton tapi visual filmnya ternyata indah. Ada sisipan komedi khas Korea juga.

Femme Fatale. Tipe jagoan kesukaan.

138. Big Eyes
Tidak menyangka bahwa selain menjadi salah satu ciri gambar manga, di AS juga ada pelukis dengan gaya mata besar, sama-sama tuk mengekspresikan emosi jiwa. Biopic bagus dari Tim Burton tentang yang istri dimanipulasi suami dan kontribusi Margaret Keane dalam sejarah seni lukis.

139. Who Am I – Kein System ist sicher/No System Is Safe
Techno thriller seru tentang hackers dan hacking, semacam mengingatkan tuk harus sangat hati-hati di internet dan terhadap hardware, termasuk menutup kamera laptop saat daring. Plotnya bagus, dengan plot twist yang familiar tapi pas. Suka visualisasi Darknet.

140. Along With the Gods: The Two Worlds
Film terlaris ke-2 dalam sejarah Korsel memang gak bohong. Eksyen fantasi drama yang bagus bener. Setting mitologinya menarik tentang akhirat, plotnya seru, drama keluarganya bisa menguras emosi, dan banyak pemeran familiar. Benar-benar film yang bisa direkomendasikan. Tinggal nunggu sekuelnya.

141. The Boy and the Beast
Anime bagus tentang identitas diri, hubungan ayah-anak, menjadi dewasa, dan dunia fantasi. Menarik bahwa cerita di dunia nyata sama pentingnya dan lepas dari bagian dunia fantasi. Walaupun tidak roman tapi plot Kaede penting sekali: seseorang yg mengerti dan menolong (dan memeluk) di saat sendirian. Coret satu lagi anime legendaris.

142. Below Her Mouth
Drama erotis dua lesbian. Romansanya receh, softcorenya habiskan sebagian besar durasi tapi cuma anget aja dibanding The Handmaiden misalnya, gak panas. Sepanjang film saya malah kasihan pada karakter Rile, cowok yang dikhianati pacarnya yang jadi lesbi. Suka wajahnya Natalie Krill.

143. Jumanji: Welcome to the Jungle
Setting hutannya yang mencampur elemen afrika (ada badak) dan amerika selatan (ada jaguar) agak membuat bingung, apalagi pasar yang ala Star Wars, tapi film ini seru dan menyenangkan. Suka elemen-elemen gamenya (NPC, game lives). Suka usaha menyelamatkan Alex. Seru.

Mari lanjut nonton lagi..

Iklan

Film-film 2015 (Juli-Desember)

Dengan cepat 2015 berlalu yaa, berlalu juga kenangan kita akan puluhan atau ratusan film yang kita tonton tahun itu. Melanjutkan daftar setengah tahun lalu, ini film-film yang saya tonton semester kedua 2015.

Seperti biasa, ini hanya kesan-kesan singkat saja ya, bukan sinopsis apalagi ulasan. Saya juga tidak taruh tautan untuk tiap film. Mudah kok digugling sendiri. πŸ˜‰

103. The Gunman (Rabu 1 Juli)
Saya inget nolak diajak nonton ini di XXI karena rating-nya biasa saja. Setelah nonton donlotan, ternyata cuma setting Barcelona yang menarik. Semacam mau jadi film Jason Bourne tapi Sean Penn dah ketuaan. Plus subplot cinta segitiga yang bodoh pula.

104. The Bling Ring (Kamis 2 Juli)
Nonton dramatisasi kisah nyata ini karena si cantik Emma Watson. Menarik melihat bagaimana kejahatan terjadi begitu mudahnya, berulang-ulang dan tanpa penyesalan dari remaja-remaja pelakunya.

105. Dragon Blade (Senin 6 Juli)
Salah satu film “east meet west” paling epik dalam tema “clash of empires”. Saya suka penggambaran keberagaman suku bangsa di jalur sutra. Roman anthem-nya bikin merinding. ❀

106. Run All Night (Jumat 10 Juli)
Film olahraga seperti judulnya. πŸ˜€ Liam Neeson lagi-lagi dengan keluarga rusak, lagi-lagi peminum, dan lagi-lagi jago tembak. Mantap.

107. The Target (Pyojeok) (Senin 13 Juli)
Remake bagus dari film Prancis Point Blank tentang memburu kebenaran dan balas dendam. Ketemu si cantik Jo Yeojeong lagi sesudah The Concubine. ❀

108. If I Stay (Selasa 16 Juli)
Ada begitu banyak romansa, sex, adegan keluarga dan tragedi tapi tidak cukup banyak Chloe G. Moretz. Ketemu Liana Liberato lagi sesudah Stuck in Love. Sekarang sudah remaja tanggung dan jauh lebih cantik.

109. The Drop (Jumat 17 Juli)
Buat saya ini film tentang menyelamatkan anjing, kemudian ada dunia hitam di sekitar si penyelamat dan para orang jahat. Drama kriminal menarik.

110. Last Knights (Sabtu 18 Juli)
Satu lagi parodi gak mutu dari 47 Ronin. Pertarungan-pertarungan berpedangnya sangat membosankan. Si jelita Park Siyeon cuma jadi dekorasi disini.

111. Tracers (Selasa 21 Juli)
Musuh dari musuh saya adalah… penolong saya. Film bagus tuk penyuka aksi-aksi parkour tapi plotnya sendiri standar eksyen biasa.

112. The Longest Week (Kamis 23 Juli)
Drama bertemu gadis menarik, sangat cantik cerdas mandiri menawan hati, disaat kamu sedang bangkrut, gak punya kerjaan dan gak punya tempat tinggal. She is hopelessly romantic and he is romantically hopeless. Akankah hubungan mereka berjalan?
Film ini mengingatkan banyak hal tentang diri sendiri. ❀

113. BΓΈrning (Jumat 24 Juli)
Drama Norwegia tentang hubungan ayah-anak gadis… Wait! Ini film kebut-kebutan lintas negara yang seru banget dengan bumbu komedi keren. Semacam Need for Speed tapi tanpa mobil-mobil eksotis supermahal. ❀

image

The Fast and The FΓΈnniest

114. Exodus: Gods and Kings (Minggu 26 Juli)
Interpretasi dramatis kisah Keluaran (bangsa Israel dari Mesir) dari Alkitab dan Tanakh, menghasilkan cerita baru yang sungguh garing dan hampa dengan karakter-karakter bernama sama. Sebagai film modern, yang bagus disini tentu saja hanya setting dan kostum.

115. Left Behind (Senin 27 Juli)
Bagian pertama dari trilogi akhir jaman menurut kitab Wahyu yang dimulai dari pengangkatan orang-orang Kristen yang beriman. Mengejutkan melihat kacaunya dunia pada saat banyak orang menghilang mendadak tapi secara keseluruhan ini hanya jadi film bencana (penerbangan) klise.

116. Cinderella (Selasa 28 Juli)
Visualisasi yang sangat indah dan memanjakan mata dari dongeng klasik yang diceritakan dengan setia pada plot aslinya. Saya suka adegan ketika Ella memasuki istana hingga dansa pertama. Epik banget. ❀

117. Always (Ohjik Geudaman) (Jumat 31 Juli)
Drama tentang cinta, penebusan dan penantian. Mellow banget meskipun jarak waktu antara perpisahan dan pertemuan kembali tidak terlalu lama. Karakter ceweknya manis..

118. The Last: Naruto the Movie (Rabu 5 Agustus)
Saya suka ide dunia di bulan berlatar dongeng Putri Kaguya disini, dan sejarah adik Rikudou Sennin yang menjadi asal-usul Byakugan. Plotnya sendiri agak lemah khas film-film Naruto. Hinata cantik banget dan pandai menyulam pula, sementara Naruto parah banget abainya, sibuk dengan fans.
Saya berharap ada film sendiri tentang Sasuke. Kapan dia nikah dengan Sakura, lahirnya Sarada dsb. ❀

119. The Divergent Series: Insurgent (Kamis 6 Agustus)
Plotnya mulai klise dengan film-film bergenre sejenis tapi ceritanya tetap menarik dan pahlawan wanita kita tetap punya penampilan kuat. Sekali lagi saya suka tiap adegan simulasi. ❀

120. The Eichmann Show (Sabtu 8 Agustus)
Drama menarik tentang pembuatan dokumenter pengadilan Adolf Eichmann yang bersejarah. Menyentuh. Emosi para karakter atau dari suasana pengadilannya sendiri tersampaikan dengan kuat. ❀

121. R100 (Sabtu 8 Agustus)
Dramedi BDSM aneh Jepang. Lebih ngaco dari yang kubayangkan. Sungguh bukan film tuk penonton kebanyakan. Sang sutradara bahkan memasukkan keraguan dia sendiri tentang karyanya di dalam film.

122. Furious 7 (Senin 10 Agustus)
Lagi-lagi plot mustahil dengan eksyen luar biasa. Arahnya sudah menuju The Expendables bermobil. Terasa agak hampa tanpa Gisele dan Han tetapi penuh kenangan menyentuh dengan Paul Walker. Bagaimanapun juga saya menghargai film ini demi almarhum saja. ❀

123. Wolf Warrior (Kamis 13 Agustus)
Seperti video promosi/iklan angkatan bersenjata RR China. Keren. Plotnya sangat realistis untuk kisah yang melibatkan militer. AB China pamer bermacam-macam persenjataan canggih mereka termasuk helikopter Z-8, Z-9W dan Z-10 disini. Mengagumkan.

image

Bukan cuma heli, pamer tank juga

124. Maggie (Sabtu 15 Agustus)
Bagaimana jika zombiefikasi orang tersayangmu (anak gadis) berjalan perlahan? Bagaimana dirimu dan dia akan menjalani proses yang menyakitkan hati dan emosi itu? Saya depresi sekali nonton film ini berjalan lambat dan terasa berat. Aneh liat Arnold Suasanaseger gak nembak satu orangpun di film.

125. The Best Offer (La Migliore Offerta) (Selasa 18 Agustus)
Drama misteri romansa yang hebat banget. Mengejutkan dengan cara yang indah dan bikin patah hati. Penuh lukisan dan musik indah, dan automaton yang menarik. Rasa kesepiannya mengingatkan pada diri sendiri. Moviequote: everything can be a forgery, including love. ❀

126. Michiel de Ruyter (Admiral) (Selasa 18 Agustus)
Sungguh-sungguh cerita epik dari laksamana Belanda paling legendaris dalam sejarah. Pertempuran lautnya seru banget. Saya suka cara pembuat cerita mengompres sejarah antara Perang Inggris-Belanda Kedua dan Ketiga, dan situasi politik di Belanda antra kelompok Republican dan Orangist. akhirnya baca-baca banyak artikel terkait termasuk tentang Johann dan Cornelis de Witt, Willem H van Gent dsb. ❀

127. Big Game (Rabu 19 Agustus)
Plotnya sederhana tapi saya suka eksyen dan petualangannya. Mengabaikan logis militer di film ini pun kaget juga lihat Air Force One pake pintu landai belakang dan kursi lontar berpasangan. Film Finlandia yang bagus. ❀

128. The Longest Ride (Kamis 20 Agustus)
Cuma drama romantis biasa tapi menghangatkan hati. Saya suka aksi-aksi mengendarai banteng, plot seputar lukisan, kilas balik bernuansa Yahudi dan Ford F-350 Super Duty Crew Cab. Truk yang keren banget.  ❀

129. Mad Max: Fury Road (Kamis 20 Agustus)
Cepat, ramai, gila-gilaan, berisik, brutal dan penuh cewek cantik. Apa lagi yang saya harapkan? Terserahlah plotnya dari mana mo ke mana. :mrgreen: ❀

130. The Message (Feng Sheng) (Sabtu 22 Agustus)
Thriller spionase yang heroik tapi tragis. Cerita tentang perjuangan dan pengorbanan ketika China dibawah pendudukan Jepang. Kematian yang berarti. Patriot. ❀

image

Siapa di antara kita yang mengkhianati Jepang?

131. Black Coal, Thin Ice (Minggu 23 Agustus)
Semacam cerita gelap tentang masyarakat China yang mudah tergantikan. Detektif cerdas (walo gak bersih) yang setia dengan kasus pembunuhan, walo keterlibatan dia dengan janda korban yang misterius membuat kisah ini berasa Basic Instinct. Ada adegan baku tembak yang epik.

132. Good Kill (Senin 24 Agustus)
Drama lumayang bagus tentang moralitas dalam perang, tapi plot konflik keluarga disini terlalu sinetron. Menarik melihat sistem pengoperasian pesawat tempur tanpa awak oleh AU AS. Walopun temanya bagus tapi biasa saja buat saya karena terbiasa mengikuti tema serupa yang nyata dalam Perang Israel melawan Hamas di Gaza.

133. Unbeatable (HK Ver.) (Rabu 26 Agustus)
Saya suka plotnya, adegan-adegan baku pukulnya yang keren dan kisah dramanya tanpa cinta-cintaan. Gadis kecil yang diperankan Crystal Lee itu sangat menggemaskan banget. Ini versi 116 menit. Kurasa film ini kehilangan beberapa menit adegan perkelahian dari versi China yang 122 menit. Ntahlah. ❀

134. Kumiko, the Treasure Hunter (Kamis 27 Agustus)
Legenda urban yang menarik dari sebuah peristiwa nyata. Karakter Kumiko ini menyedihkan, tapi setidaknya dia berjuang dengan nekad.

135. The Water Diviner (Sabtu 29 Agustus)
Drama keayahan yang sungguh bagus meskipun penglihatan-penglihatan si tokoh utama berasa supranatural. Yang kusukai terutama adalah settingnya usai PD I dan awal mula perang Yunani-Turki. Film bagus untuk mengenang jutaan prajurit hilang di PD I. Kisah cintanya manis tapi agak lebay kecuali mungkin si janda Turki dikristenkan dahulu. Suka filosofi kopi disini. Manis artinya: saya menyukaimu. ❀

136. Gangnam 1970 (Minggu 30 Agustus)
Satu lagi film Korea bagus soal gangster dan persaudaraan. Belajar sejarah daerah Gangnam yang terkenal itu. Seolhyun cantik memikat banget disini. ❀

137. The Age of Adaline (Rabu 2 September)
Cuma tema keabadian dan cinta terlarang tapi saya suka sekali plot romantisnya, dan narator yang menyampaikan cerita. Blake Lively cantik klasik menyengat mata dan sangat fashionable melintasi jaman. ❀

138. Silmido (Jumat 4 September)
Dramatisasi dari kisah nyata misterius dan mengerikan tentang Unit 648 militer korsel. Peringatan pahit dari perang dingin, perang Korea dan operasi intelijen. Pengungkapan sejarah yang mencerahkan. ❀

139. I Fine..Thank You..Love You (Minggu 6 September)
FIlm Thailand yang keren banget. Lucu, romantis manis, ada lagu “Walk Me Home” yang bagus, dan selebihnya adalah Ice Preechaya yang sangat cantik. Ada cameo dari Sora Aoi juga. ❀

140. Tinker Tailor Soldier Spy (Rabu 9 September)
Plotnya njelimet karena melibatkan banyak karakter dan penuh jargon intelijen, tapi saya suka tema spionase klasik perang dingin kek gini ketika komunisme masih jadi ancaman global.

141. The Tales of the Princess Kaguya (Kamis 10 September)
Saya sampai gak sadar kalo ini adalah adaptasi dari dongeng klasik yang sangat terkenal dan menginspirasi banyak kisah termasuk Naruto itu. Terasa berat karena misterius, dipengaruhi visual dan musiknya. Penceritaan kembali yang indah. ❀

142. Assembly (Jumat 11 September)
Drama perang China yang bagus dan menyentuh tentang kompi yang hilang. Adegan perang seru dan narasi sejarah bagus membuat saya sempat sungguh-sungguh mengira ini kisah nyata. ❀

143. Selma (Senin 14 September)
Dramatisasi bagus dari sepotong sejarah AS. Saya suka pidato-pidato Dr. M.L. King. Sungguh menggerakkan semangat. sontreknya bagus, dan tentu saja plot hak-hak sipil kulit hitam itu sendiri. ❀

144. Ode to My Father (Rabu 16 September)
Drama menyentuh tentang sejarah Korea Selatan diceritakan dari sudut pandang kehidupan protagonis ala Forrest Gump. Luar biasa bagus dan bikin terharu. Air mataku netes nonton ini. ❀

145. Warsaw 44 (Senin 21 September) Drama perang Polandia yang menggigit. Banyak adegan pertempuran seru penuh korban bergelimpangan. Penceritaannya nyeni dengan plot cinta segitiga. ❀

image

Berjuang, mengusir Nazi keparat

146. District 9 (Minggu 27 September)
Plotnya keren dan sederhana, sinematografinya bagus. Cerita alien yang sangat manusiawi merujuk pada era apartheid. ❀

147. Avengers: Age of Ultron (Senin 28 September)
Plotnya masih agak mengecewakan. Sokovia? Mbok settingnya pake lokasi beneran gitu. Meskipun begitu film ini penuh adegan perkelahian bagus dan bumbu drama tuk tiap karakter. Saya harus mengingatkan diri sendiri kalo Quicksilver disini berada di semesta yang berbeda dengan karakter yang bernama dan berkemampuan super sama di dunia X-Men. ❀

148. Maze Runner: The Scorch Trial (Selasa 29 September)
Kali ini ngebioskop XXI bareng Athoe dan Ipas. Sekuel tengah trilogi, jadi gak ada lagi misterinya maupun klimaks, tapi tetap mencekam dengan banyak adegan lari dari teror zombie. Makin banyak hal terjelaskan tentang dunia saat itu, kurasa akhir cerita bakal keren. ❀

149. Spy (Selasa 6 Oktober)
Komedi spionase dengan plot yang terlalu generik (teroris eropa timur, bom nuklir yang dicuri, baku tembak saat transaksi) tapi lucu dan menyegarkan. Enak ditonton.

150. Source Code (Sabtu 10 Oktober)
Kombo perjalanan kesadaran, perjalanan waktu dan realitas berlapis ala Matrix. Saya suka plot hidup-mati-ulangi macam gini. Vera Farmiga itu matanya bagus yaa. Biru teduh. ❀

151. San Andreas (Sabtu 10 Oktober)
Sangat mengingatkan pada film Pompeii. Visualisasi menakjubkan dari bencana alam plus eksyen keren tapi plot dan karakter-karakternya omong kosong. Ngapain juga copot jaket dan pake kutang pas bencana? Gak mungkin juga bisa melewatkan perahu di gelombang tsunami. Duh.

152. The Boy in the Stripped Pajamas (Minggu 11 Oktober)
Cerita tragis dari keluarga penjahat perang (Letkol kesatuan SS-TV Nazi Jerman) dengan latar belakang tragedi Shoah. Plotnya serasa cermin masa depan hubungan Jerman-Israel. ❀

153. Woman in Gold (Selasa 13 Oktober)
Dramatisasi keren dari kisah nyata usaha mengambil kembali harta yang dicuri. Satu lagi film dengan tema ini. Masalah nyata yang masih dihadapi banyak orang. Yang mengganggu di film ini cuma penggunaan pesawat Skytrain (Dakota) dalam adegan kabur dari Austria. ❀

154. The Martian (Rabu 14 Oktober)
Ngebioskop XXI lagi bareng Athoe dan Ipas. Mark Wahlberg jadi penyintas lagi. Mukanya cocok? Ceritanya bagus, gak perlu ada adegan gugur jadi pahlawan. Saya suka adegan kerjasama antara badan antariksa AS dan China, juga plot melibatkan Pathfinder, wahana beneran ke Mark. Taglinenya keren: Shit happens, but shit provides. ❀

155. While We’re Young (Minggu 18 Oktober)
Ketika seluruh tujuan hidupmu terasa jauh, tapi ada anak muda yang mencapainya dengan cepat, rasanya menyakitkan. Sungguh menyakitkan. Perlahan kamu menyadari kalo dirimu tidak muda lagi dan ada banyak kesempatan yang tidak akan kembali lagi.

156. Wild Tales (Relatos Salvajes) (Selasa 20 Oktober)
Antologi keren tentang marah, dendam dan balas dendam. Ketika seseorang didesak hingga ke batasnya dan dia meledak. Bum! Cerita favorit saya: Pasternak dan Bambita. ❀

157. Draft Day (Selasa 20 Oktober)
Selayang pandang ke sistem bursa pemain NFL. Saya tidak suka sepakbola-amerika tapi ini film bagus tuk memahami bursa transfer model draft. Suka senyum menyejukkan Jennifer Gardner.

158. Tale of Tales (Selasa 27 Oktober)
Pesan moral dongeng ini sangat kuat tentang ambisi pribadi yang egois dan efek buruknya, tetapi karena plotnya model horor fantasi saya nontonnya jadi kurang nyaman. Butuh beberapa hari tuk kelarin.

159. G-Force (Rabu 28 Oktober)
Cukup lucu dan gak jelek tapi karena dah sering lihat film kek gini (meskipun film ini terhitung lawas) jadi rasanya datar saja.

160. Little Big Master (Rabu 28 Oktober)
Dari kisah nyata tentang pendidikan di Hongkong. Menyentuh. Melihat banyak masalah orang dewasa dari mata anak-anak TK. Menjadi guru sungguh merupakan pengabdian mulia. ❀

161. Kajaki (Kilo Two Tango) (Jumat 30 Oktober)
Kisah nyata dari Operation Enduring Freedom di Afghanistan. Sesak napas nonton ini padahal dah dikompres dari durasi peristiwa sesungguhnya. Sangat dramatis dan berdarah-darah. Temanya sederhana saja: sekelompok anak muda yang jauh dari rumah, menjalani perang ntah buat siapa kemudian terjebak pada sisa perang orang lain. ❀

162. Mission: Impossibe – Rogue Nation (Kamis 5 November)
Keren abis. Persis seperti apa yang saya harapkan dari kisah Ethan Hunt dengan segala eksyen dan teknologinya. Renner dan Ferguson menambah rame kelompok jagoan, plus sekilas si jelita Hermione Corfield. Plotnya generik sebenarnya. Agak mengawang-awang juga. Organisasi teror global yang tidak mencerminkan realitas dunia teroris dibawah bendera islamisme. Suka lihat Airbus A400M disini, merasa heran gimana cara meretas pesawat itu pakai satelit Rusia. Ha! ❀

163. The Man from U.N.C.L.E. (film) (Jumat 6 November)
Bagus, seru dan lucu. Setting perang dingin 60an, ada agen KGB, CIA, MI6, simpatisan Nazi, Royal Marines, kapal induk kelas-Centaur dan Alicia Vikander. Lengkap dah. ❀

164. End of Watch (Sabtu 14 November)
Drama bagus persodaraan polisi-polisi baik, cinta keluarga, berani, bersih dan berdedikasi. Jadi belajar soal ICE, badan investigasi kriminal terbesar kedua di AS setelah FBI.

165. Into the Woods (Kamis 19 November)
Adaptasi musikal Broadway yang bagus, diisi karakter-karakter dan sub-sub plot yang familiar dari dongeng-dongeng klasik. Saya suka nuansa sadis film ini, terutama saat ibu tiri mengusahakan kedua putrinya pake sepatu kaca Cinderella. Bahagia selamanya itu hanya sementara. Beruntun nonton film Anna Kendrick dan ada Emily Blunt juga, tapi yang paling saya suka lihat rambut jagung Mackenzie Mauzy. ❀

166. Minions (Sabtu 21 November)
Selucu yang saya harapkan. Pas untuk sabtu malam yang sepi. Suka setting dan plotnya yang berlatar kerajaan Inggris Raya. Momen terngakak: Stuart maenin Eruption-nya Van Halen. ❀

167. Perfume: The Story of a Murderer (Selasa 24 November)
Plot kekuatan super abad 18 di Paris, sekaligus lihat ilmu pembuatan parfum saat itu. Bagaimana bau bisa mempengaruhi tujuan hidup dan emosi manusia. Tragis, tapi keren banget. Bagaimanapun juga aroma wanita muda cantik memang memikat. ❀

168. Pixels (Jumat 27 November)
Semacam penghormatan untuk gim-gim arcade. Lucu juga pada jadi pixel-pixel 3D gitu. Keren banget pasti kalo hidupmu biasa saja tapi sahabatmu sejak kecil jadi presiden ya?

169. Southpaw (Rabu 2 Desember)
Plot klise drama olahraga tapi asyik diikuti. Sayang si cantik Rachel McAdams cuma sekilas ada di awal film. Saya suka semangat kebangkitan dari kejatuhan disini, memotivasi diri. Eminem menyumbang lagu-lagu bagus, terutama penutup bareng Gwen Stefani. ❀

170. The Hundred-Years-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared (Jumat 4 Desember)
Film Swedia dengan plot ala Forrest Gump juga tapi level global. Keren, lucu abis dan sangat direkomendasikan. Mungkin akan baca novelnya kapan-kapan. ❀

image

Bertemu Iosef Stalin

171. Ant-Man (Selasa 8 Desember)
Rada melodrama dengan dua isu hubungan ayah-anak perempuan, tapi hawanya lucu. Bagus tuk film perkenalan menuju keterlibatan berikut dengan Avengers. ❀

172. Paradise in Service (Minggu 13 Desember)
Drama berlatar sejarah gelap unit prostitusi di militer Taiwan. Dramatis, romantis, sentimentil juga tragis pada berbagai karakternya. Ada Ivy Chen yang cantik inosen dan Wan Qian yang menyanyi River of No Return dengan merdu. ❀

image

Prajurit, kami siap melayani nafsu anda

173. Watchmen: Ultimate Cut (Rabu 16 Desember)
Kisah grup pahlawan super DC Comics yang gelap, brutal, komplex, 80an dan vulgar. Film berat tapi bagus, dan 215 menit. ❀

174. The Little Prince (Rabu 23 Desember)
Plotnya berasa nonton versi uncut atau extended version plus happy ending dari dongeng klasik ini. Visualnya bagus, terutama saat stop-motion animasi; musiknya imajinatif dan Camille menyanyi dengan merdu. Filosofi kisahnya sendiri tetap dalam. ❀

175. The Transporter Refueled (Sabtu 26 Desember)
Tanpa Statham film ini cuma jadi eksyen kelas B biasa saja, bahkan menurut Ando eksyennya sudah lebay macam film India. Yang cukup menghibur cuma bumbu interaksi antara Frank Sr. dan Frank Jr. Gadis-gadis disini terlalu tampak seperti supermodel ketimbang lonte jalanan. Ed Skrein potensial melanjutkan franchise ini, semoga dengan naskah yang lebih baik.

176. Paddington (Minggu 27 Desember)
Film Natalku tahun ini. Plotnya generik saja tapi khas film keluarga. Inspiratif melihat ekspedisi dari Inggris ke Peru dan petualangan arah sebaliknya.

177. Lost and Love (Rabu 30 Desember)
Kisah menyentuh tentang penculikan kanak-kanak di China, diceritakan dari sisi orangtua yang ditinggalkan maupun si korban. Sedih nontonnya. Suka pemandangan pedalaman China, juga road trip seadanya itu. Makan trus cuci piring di warung. ❀

Okay, gak sampai 180 film, lebih sedikit dari 2014 yang lebih dari 200. Kecuali Lambrtz saya gak nemu blogpost teman-teman lain yang biasanya posting daftar serupa nih. πŸ™‚

Makasih tuk semua teman yang sudah ngajak saya nonton atau nyediakan donlotan untuk saya. Tuhan memberkati kalian semua.

Film-film 2014 (Juli-September)

Iya, ini postingan telat. Mestinya awal bulan Oktober terbitnya. Apa boleh buat koneksi modem saya lebih sering ada daripada tiada, jadi ya baru bisa diposting sekarang. Mari langsung lanjut saja ke daftar film-film yang kutonton selama triwulan ketiga tahun ini:

105. Fruitvale Station ( Kamis 3 Juli)
Kisah nyata hari terakhir dalam hidup seorang kulit hitam bernama Oscar Grant sebelum tewas ditembak seorang polisi kulit putih. Setting yang familiar kalo mengingat kasus kerusuhan rasial di AS beberapa waktu lalu. Sejam pertama film ini sangat membosankan tapi ini film yang bagus tuk mengenang arti hidup seseorang.

106. Robocop (2014) (Kamis 3 Juli)
Remake yang biasa saja. Penuh intrik politik khas amerika. Murphy masih saja bergerak macam zombie walopun sekali terlihat dia melompat tinggi. Keberadaan ED-209 jadi tidak masuk akal disini saat teknologi sudah memungkinkan tuk membuat humanoid drone. Cara Murphy menghadapi mereka juga menggelikan cuma dengan senjata ringan. Padahal di film aslinya saja jamak digunakan senapan sniper berat 0.50. Saya suka lihat Abbie Cornish disini.

107. Ride Along (Senin 7 Juli)
Komedi polisi macam The Heat atau Cop Out. Cukup lucu tapi levelnya masih dibawah dua judul itu. Gak ada kejutannya. Bahkan penjahatnya juga ketebak.

108. Tarzan (2013) (Kamis 10 Juli)
Cuma gambarnya yang bagus. Plotnya macam kartun Marsupilami, Tarzan jadi superhero aktivis lingkungan walopun tetap digambarkan tampan klimis meski hidup tanpa tahu bercukur. Lord Greystoke harus mempertahankan hutan…. err, meteor raksasa sumber energi didalam hutan yang bisa memicu bencana alam. Absurd.

109. Winter’s Tale (Senin 14 Juli)
Film fantasi yang plotnya salah dan absurd abis. Premis film kalo gak salah “ada orang-orang tertentu yang hidup untuk membawa mujizat bagi orang lain”. Hasilnya Collin Farrel jadi hidup abadi -walo amnesia- sampai bisa bikin mujizat yang gak ada kerennya sama sekali sambil melawan Russel Crowe yang jadi setan cemen ala gangster. Endingnya malesin banget, ada potensi jadi pasangan kok malah ditinggal ke langit. Meh.. πŸ‘Ώ

110. The Raid 2 Berandal (Selasa 15 Juli)
Sungguh menghibur walo tetap masih harus mengesampingkan banyak logika. Yang cukup mengganggu adalah kengototan Rama tuk berkelahi dengan tangan kosong walopun lawan-lawan dia memakai macam-macam senjata. Sesudah dua film ini kurasa Rama pantas dapat medali Bintang Sakti, Bintang Mahaputra Adi Pradana dan kenaikan pangkat dua tingkat plus mutasi jadi penyidik KPK. ❀

111. Iceman (2014) (Rabu 16 Juli)
Plotnya mestinya bagus (sejumlah jenderal dinasti Ming yang hidup lagi di abad modern, mencari mesin waktu), dengan eksyen keren khas Hongkong dan kejutan twist yang menarik, sayangnya film ini membuang waktu dengan banyak subplot tak berguna dan komedi slapstick. Lebih parah lagi, ini baru film pertama dari dua bagian jadi baru separuh cerita. Nggantung dan nanggung.

112. Ruby Sparks (Jumat 18 Juli)
Film keren dalam tema “menjadi tuhan”. Mengingatkan pada videoklip Aerosmith – Hole in My Soul dengan cerita yang lebih panjang dan akhir yang lebih romantis. Suka sekali film ini. Bisa bikin pacar sendiri itu inspiratif.

113. Need for Speed (Senin 21 Juli)
Plotnya cuma kebut-kebutan dengan bumbu cinta, rivalitas dan dendam tapi ini film yang keren. Selain berusaha mencari-cari elemen dari gim di film tersebut saya sangat terpesona melihat balapan enam mobil dewa di klimaks film. Bahkan ada Lamborghini Testo Elemento yang populasinya di dunia cuma 20 biji (dan mau diberikan Dino ke orang yang bisa membunuh Tobey). Glek… 😐

114. The Wind Rises (Kaze Tachinu) (Rabu 23 Juli)

wind-rises-4_resize

Kita bisa belajar bangkitnya industri dirgantara Jepang dari film ini.

Saya tidak ingat sebelum ini pernah nonton anime tentang tokoh nyata. Satu lagi masterpiece dari Hayao Miyazaki, kisah hidup dramatis Jiro Horikoshi, perancang Mitsubishi Zero, pesawat tempur Jepang paling legendaris di PD II. Sudut pandang film ini menarik mengingat Jepang berada di pihak antagonis dalam perang itu. ❀

115. Captain America: The Winter Soldier (Jumat 25 Juli)
Saya suka ceritanya dibanding film-film anggota Avenger lainnya sesudah film The Avenger. Ada beberapa hal yang gak logis soal Helicarrier tapi gak masalah.

116. The Informers (Minggu 27 Juli)
Film tanpa plot jelas. Kutonton cuma pengen lihat buah dada si cantik Amber Heard. 2 bulan kemudian malah koleksi foto bugil dia bocor di internet. Sudah punya? πŸ˜‰

117. The Expendables 3 (Rabu 30 Juli)
Sebagai penikmat film donlotan saya sedih juga film ini bocor sebelum tayang di bioskop. Sungguh merugikan para pembuatnya. Ada banyak personil di Expendables sekarang, mungkin persiapan kalo para bintang generasi tua tidak mau bermain lagi di franchise mendatang. Sayangnya formula cerita masih sama persis dengan film sebelumnya. Musuh dan misi antah berantah ala James Bond. Padahal plotnya akan lebih keren kalo grup tentara bayaran ini bisa terlibat melawan musuh yang nyata. Misal melawan Boko Haram (Nigeria), separatis Donetsk pro Russia (Ukraina), salah satu kelompok milisi Libya atau bahkan ISIS di Irak & Suriah.

118. Safety not Guaranteed (Kamis 31 Juli)

Iklannya bikin penasaran.

Iklannya bikin penasaran.

Film festival yang sangat menyegarkan tentang masa muda dan pencarian cinta (dan membuat mesin waktu). Sungguh moodmaker & patut ditonton. ❀

119. Noah (Senin 4 Agustus)
Interpretasi bebas yang sangat menarik dari kisah Nuh dalam Alkitab dan Tanakh. Beberapa adegan sangat keren, misal ketika Nuh menceritakan tentang 6 hari penciptaan kepada keluarganya, lalu Adam dan Hawa yang diselimuti cahaya sebelum mereka memakan buah terlarang. Sejumlah orang bodoh yang berkuasa melarang penayangan film ini di Indonesia. Bangsat keparat! πŸ‘Ώ

120. Divergent (Selasa 5 Agustus)
Ada banyak elemen yang familiar di film ini dari film-film futuristik serupa, tapi tetap saja ini film yang menarik dan patut ditunggu sekuelnya. Saya suka adegan-adegan tes simulasi disini. Sangat imajinatif. ❀

121. The Ides of March (Rabu 6 Agustus)
Drama politik. Sebaiknya mengerti sistem politik di AS untuk lebih memahami film ini, walopun menawarkan koalisi dengan imbalan jabatan bukan hal asing juga disini. Film bagus.

122. The Legend of Hercules (Kamis 7 Agustus)
Sebuah usaha tuk memanusiakan Hercules yang gagal total. Orang ingin melihat Hercules jadi dewa, bukan jadi raja. Bertempur melawan dewa lain atau makhluk mitologis, bukan tentara musuh. Cerita seperti ini terlalu ringan tuk level Hercules.

123. The Next Three Days (Jumat 8 Agustus)
Plot klasik: dipenjara walau tak bersalah. Di film ini lalu diloloskan oleh suami dengan rencana pelarian yang keren. Bagus, menegangkan, inspiratif dan berakhir bahagia. ❀

124. Beauty and the Beast (2014) (Selasa 12 Agustus)

Belle dan si pangeran terkutuk.

Visualnya sungguh indah tapi gambarnya terlalu ramai dan plotnya disesaki subplot. Chemistry antara Belle dan Beast sendiri malah kurang digarap dan akhirnya diresolusikan melalui keadaan yang terpaksa. Yvonne Catterfield menurutku lebih cantik daripada Lea Seydoux yang jadi Belle. ❀

125. Under the Skin (Jumat 15 Agustus)
Mestinya ini jadi film ninja. Si alien jadi lawannya Naruto atau Wolverine. Sci-fi horror yang absurd dengan sedikit dialog skotlandia yang tak bisa dinikmati dan musik yang bikin sakit telinga. Film ini secara luar biasa menyia-nyiakan aksi-aksi telanjang Scarlet Johansson yang sudah sepuluh tahun ditunggu.

126. Charlie Countryman (Sabtu 16 Agustus)
Film kriminal romantis. Sungguh sebuah resiko besar (kalo gak bodoh) untuk jatuh cinta pada istri preman di negara asing. Padahal sudah bertukar lendir mestinya cukup. Saya masih heran bagaimana film ini bisa berakhir bahagia. Saya dapet film ini yang versi sensor, jadi kehilangan sekitar 5 menit adegan seks. Siyal… πŸ‘Ώ

127. Lawless (Senin 18 Agustus)
Film drama sejarah keren banget tentang 3 bersaudara pengusaha miras vs polisi korup di jaman miras dilarang di AS. Sejarah menunjukkan bahwa dimana miras resmi dilarang, yang timbul adalah miras tradisional dan aparat korup yang mengambil keuntungan. ❀

128. Ain’t Them Bodies Saint (Rabu 20 Agustus)

aint them_resize

Kita pasti bersatu kembali…

Film kriminal romantis yang bagus tapi terasa sedih. Seorang cowok kriminal yang kabur dari penjara, pacarnya yang sebenarnya pelaku penembakan, dan si polisi yang dulu ditembak. Agak traumatis menonton kisah cewek yang terdesak keadaan tuk selingkuh saat pacarnya sedang jauh. Dulu nonton Cast Away juga gitu.

129. New World (Sinsegyo) (Kamis 21 Agustus)

Semua orang di gambar ini gangster..

Semua orang di gambar ini gangster..

Direkomendasikan mbak Swastika. Salah satu film gangster terbaik yang pernah kutonton dengan kejutan khas Korea di klimaksnya. Bagian pertama dari trilogi yang gak sabar ditunggu lanjutannya. ❀

130. Transcendence (Selasa 26 Agustus)
Plotnya gajelas. FBI + teroris vs komputer hidup + zombie = tewasnya internet sedunia. Sekian tahun FBI kerja cuma gitu saja hasilnya? Cuma bagian nano material yang menarik disini. Mengingatkan pada teknologi serupa di komik Aoki Hagane no Arpeggio.

131. Guardians of the Galaxy (Kamis 28 Agustus)
Ditonton di XXI Mal Jayapura bareng Ipas. Film yang sangat menghibur walaupun buat saya karakter Thanos dan The Collector lebih penting daripada para protagonis dalam kerangka Marvel Universe. Ini pertama kalinya saya tetap duduk di dalam bioskop sampai kredit film  berakhir (cuma 2 orang termasuk saya, dikelilingi 5 cleaning service dan lampu yang sudah menyala) supaya bisa lihat adegan terakhir khas film Marvel. Achievement unlocked. ❀

132. Gia (Senin 1 September)
Biografi dramatis dari naik turun dan matinya Gia Carrangi. Film 1998 yang patut diingat apabila pengen lihat Angelina Jolie bugil saat masih muda dan berpayudara.

133. Gangster Squad (Rabu 3 September)
Film gangster gaya klasik tahun 40an yang dipenuhi tokoh-tokoh legendaris era gangster. Penuh peluru beterbangan dari pistol dan Tommy gun. Suka banget. Heroik dan menghibur, apalagi ada Emma Stone yang tetap cantik napsuin. ❀

134. Young & Beautiful (Jeune & Jolie) (Kamis 4 September)

Kakek itu pelanggan setia dan baek banget..

Kakek itu pelanggan setia dan baek banget..

Kisah gadis ABG Prancis dan pencarian jatidiri seksualnya. Dari menghilangkan keperawanan hingga jadi pelacur dan konsekuensinya. Film bagus yang dipenuhi adegan bugil Marine Vatch. Lovely. ❀

135. Rio 2 (Sabtu 6 September)
Masih lucu dan ramai seperti pendahulunya. Tema lingkungan (deforestasi) mulai agak membosankan tapi gak bisa disangkal ini memang isu penting yang harus terus dikampanyekan. Adegan sepakbola terbang disini orisinil banget. ❀

136. Trance (Senin 8 September)
Direkomendasikan mbak Swastika juga. Thriller menarik dan menegangkan dengan tema hipnotis memakai penceritaan berlapis ala Inception. Ada Rosario Dawson bugil frontal. Karakter dia patut dijempoli. ❀

137. The Way, Way Back (Selasa 9 September)
Film tentang beranjak dewasa yang bagus. Cowok 14 tahun pada sebuah liburan musim panas. Melarikan diri dari masalah ibunya dan pacar ibunya, mencari dan menemukan kebahagiaannya & arti hidupnya sendiri. Usia yang sulit, tapi dia sudah dapet ciuman cewek. Meh.. ❀

138. Sabotage (2014) (Rabu 10 September)
Plot balas dendam yang memusingkan dan terasa ada celahnya yang kurang logis. Jadi tak jelas siapa membunuh siapa. Menurut wikipedia malah ada versi alternatif tuk klimaksnya. Satu hal yang pasti Arnold Suasanaseger sudah terlalu tua untuk peran ini.

139. New Year’s Eve (Kamis 11 September)
Film ringan menyenangkan yang dipenuhi bintang film. Sekumpulan cerita malam tahun baru yang nanti saling terkait di bagian akhirnya. Kata kritikus jelek karena gak ada konfliknya, tapi saya suka. ❀

140. One Day (Jumat 12 September)
Kategori film cinta akhirnya-bersama-setelah-sekian-puluh-tahun. Penceritaannya unik, cuma menceritakan tanggal 15 Juli sepanjang 20 tahun lebih kisah kasih kedua karakter utama (yang cewek Anna Hathaway!) Menyentuh, dengan banyak pemandangan Inggris dan Prancis yang indah. Itu tanggal musim panas juga sih. πŸ˜† ❀

141. The Descendants (Minggu 14 September)

Sekeluarga (minus ibu di RS) memandangi pantai warisan nenek buyut.

Sekeluarga (minus ibu di RS) memandangi pantai warisan nenek buyut.

Saat istrimu koma dan akan mati, bagaimana caramu mempersiapkan anak-anak, mencari tahu selingkuhan istrimu, dan berdamai dengan keadaan itu? Film keren banget, penuh dengan lagu-lagu Hawaii dan Tahiti yang juga bagus-bagus. Karena film ini saya jadi belajar tentang rule against perpetuities. Entah apa bahasa Indonesianya. Intinya masa berlaku suatu wasiat secara hukum.

142. X-Men: Days of Future Past (Senin 15 September)
Salah satu plot terbaik film superhero walopun eksyennya gak banyak dibanding jumlah karakter. Sekuel untuk dua jalur cerita X-Men sekaligus dan muter kembali ke film X-2 sekalian membatalkan jalan cerita sesudah itu. Robot-robot sentinel modern terasa meyebalkan. Masuk akal kalo mereka bisa berubah kulit seperti Mystique tapi bisa menyalin kekuatan mutan kurasa keterlaluan canggihnya. Habis ngetwit ini si mas ganteng langsung ngasi artikel internet yang berkaitan. :mrgreen: ❀

143. Life as We Know It (Rabu 17 September)
Komedi romantis yang cukup menghibur walopun plotnya standar. Mungkin saya cuma ingin melihat Katherine Heigl disini. ❀

144. Quick (2011) (Kamis 18 September)
Film eksyen biker yang keren banget. Antagonis yang gak disangka, komedi situasi, polisi bego, khas Korea banget. Plus behind the scene ala Jackie Chan di kredit film. ❀

145. The Counselor (Extended Version) (Jumat 19 September)
Thriller yang susah dimengerti dan susah dinikmati dengan akhir yang “cuma begitu saja?” setelah 138 menit. Mungkin karena ceritanya tentang kejatuhan si protagonis sehingga depresif. Adegan mengesankan disini cuma Cameron Diaz bersenggama dengan kaca depan mobil (mustinya disyut dari kursi penumpang) dan tewasnya Brad Pitt.

146. Maleficent (Jumat 19 September)
Versi alternatif cerita Sleeping Beauty yang bagus banget dan sangat cocok dengan Angelina Jolie. Saya suka setting fantasi hutan Moors. Mungkin cuma kurang Smurf disitu. :mrgreen: ❀

147. Endless Love (Kamis 25 September)
Pada dasarnya cerita ini selevel cuma sinetron. Gigit lidah juga nonton lovey dovey selama 100 menit. Mungkin saya betah cuma mau nonton Gabriella Wilde yang cantik abis.

Nah, 42 film dalam 3 bulan terakhir. Sebenarnya masih niat nambah lagi tapi akhir September saya habiskan menonton serial anime Shingeki no Kyojin yang baru kelar tak lama sebelum draft tulisan ini selesai di awal Oktober. Sampai ketemu lagi awal Januari. Ada rekomendasi film bagus? πŸ˜‰


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2018
M S S R K J S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan