Posts Tagged 'film'

Film-film 2018 (April-Juni)

Piala Dunia 2018 telah usai. Siapa yang gembira? Siapa yang kecewa? Selamat buat fans Prancis yaa. Melanjutkan lagi daftar tontonan, ini film-film saya di triwulan kedua 2018.

71. What Happened to Monday
Premisnya menarik dan menjanjikan, tapi selebihnya gak sesuai harapan. Skala setting dan eksyennya terlalu sederhana tuk standar film dystopian, teknologinya banyak ketinggalan tuk film futuristik, kurang karakterisasi, dan yang paling buruk puzzlenya kebaca, separo film dah paham misterinya. Meski gitu saya suka para protagonisnya.

72. I Have a Message For You
Film pendek tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Sebuah ingatan dari masa Holocaust tentang anak-anak Yahudi yang dibuang oleh orangtuanya supaya tetap hidup.

73. Paprika
Anime sci-fi luar biasa. Ketika alam mimpi, dunia film, dan kenyataan bercampur dalam kekacauan. Visualnya keren walau kadang creepy, plotnya thriller, musiknya ajaib, dan karakter-karakternya menarik, terutama Atsuko dan Paprika. Film ini mindblowing.

74. Henri 4/Henry of Navarre
Film panjang dramatisasi riwayat hidup raja Prancis Henry IV. Banyak sejarah Perancis ada di sini: Awal berkuasanya dinasti Bourbon menggantikan dinasti Valois, French War of Religions, St. Bartholomew’s Day massacre, War of three Henries dll. Menarik dan orisinil dengan bahasa Prancis. Margaret of Valois digambarkan sesuai hoaxnya sebagai Margot yang nymphomaniac. Jadi baca-baca lagi sejarah Perancis era beliau.

BTW ini donlot dari Youtube. :mrgreen:

75. American Made
Kisah klasik keahlian CIA: ikut sibuk di negara lain dengan niat baik lalu hasilnya berantakan. πŸ˜† Diceritakan via dramatisasi petualangan Barry Seal. Bagus plotnya, Tom Cruise keren jadi karakter utama, dan sejarahnya menarik. Banyak yang familiar untukku dari era 80an yang diceritakan di sini: era Reagan, Escobar dan kartel Medellin, Jenderal Noriega, skandal Iran-Contra dan Oliver North, rezim Sandinista etc.

76. Ghost in the Shell: Arise
Reboot bagus dari Ghost in the Shell, dengan desain karakter baru dan karakterisasi baru. Suka plotnya, cerita sejarah terbentuknya Section 9 sambil menginvestigasi kasus demi kasus. Menarik lihat latar belakang masing-masing anggota yang bukan cuma kilas balik. Elemen-elemen yang akrab dengan kisah ini ada semua. Ghost hacking, false memory, prosthetic, optical camouflage etc. Tetralogi keren.

77. Forgotten
Misteri thriller tragedi kosmik dua pria sebatang kara. Beban hidup mencari jawaban dan konsekuensi dari kenyataan pedih. Bangsat, menegangkan juga. Separo film kukira horor tapi kok setannya gak kluar-kluar. πŸ˜†
Karena abis nonton Ghost in the Shell jadi familiar dengan kenangan palsu, teknologinya saja yang beda. Bagus banget ini.

78. A Royal Affair
Ketemu si jelita Alicia Vikander lagi dalam kostum periode, kali ini sebagai Caroline Matilde of Great Britain, istri raja Christian VII of Denmark yang berselingkuh dengan Johann Struensee. Dramatisasi sejarah yang menarik. Kisah politik ketika reformasi yang baik gagal karena dieksekusi oleh raja sinting, dokter asing, dan ratu yang kurang kasih sayang.

79. Colossal
Kangen Anne Hathaway. Drama black comedy dengan fantasi yang aneh logika dan plotnya. Butuh waktu lebih lama tuk memahami tema yang disimbolkan dengan monster-monster ini: mabuk membawa efek destruktif. Cerita yang unik memang karena tidak ada batas realitas. Suka karakter Gloria yang diperankan Anne, dan usaha dia tuk lepas dari miras dan si cowok pengekang.

80. Real
Tidak berlebihan kalo ada yang bilang ini film terburuk dalam sejarah Korsel. Film ini membingungkan, siapa karakter-karakternya, apa motif masing-masing, apa hubungan satu sama lain, hingga akhir film gak jelas. Gak paham kenapa bos klab malam juga merangkap tukang pukul. Ditambah lagi klimaks yang hiperbola, ntah mau jadi film superhero atau artistik. Yang menarik di sini cuma lihat sekian detik payudara Sulli Choi saja, dan beberapa close up wajah jelita dia. πŸ™„

81. The Emperor in August
Dramatisasi sejarah bagus tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu Agustus 1945. Kaisar Hirohito yang memikirkan rakyat, kabinet yang memikirkan kaisar, dan faksi fanatik AD yang menginginkan perang sampai mati. Dilema antara mati dengan kehormatan atau hidup dengan kekalahan. Menarik sekali melihat karakterisasi Kaisar yang sangat humanis tapi juga bagai dewa. Gak kebayang sejarah Jepang kalo gak jadi menyerah. πŸ™„

“Kalau Jepang hancur, apa yang kita wariskan ke anak cucu kita?”

82. Fucking Berlin
Dramatisasi kisah hidup Sonia Rossi saat remaja. Mahasiswi, hura-hura, prostitusi, dan cinta yang kandas. Receh sih, tapi saya suka Svenja Jung. Cantiknya bikin simpatik. πŸ˜‰

83. The Prestige
Kesampaian juga nonton film sulap legendaris ini. Gak nyangka bakal melibatkan legenda Nicola Tesla. Thrillernya keren dan kelam sangat. Usaha berkongsi dengan setan demi memuaskan hasrat memenangkan persaingan. Cerita yang masih relevan dengan dunia sulap sekarang pun: meniru dan mencuri trik.

84. Perfect Blue
Drama bagus kisah kelam seorang idol yang meninggalkan dunia idol. Perjuangan masuk ke dunia hiburan dewasa dan fans fanatik yang menentang perubahan itu. Thriller banget konflik antara ilusi dan realitanya. Anime klasik ini, latarnya jaman internet baru mulai populer.

85. Chasing the Dragon
Dramatisasi karir dua tokoh penting Hongkong tahun 60an, gangster Ng Sek Ho dan inspektur polisi Lee Rock yang untuk ketiga kalinya diperankan Andy Lau. Kisah dunia kriminal yang akhirnya mengorbankan orang-orang tersayang. Plot dan eksyennya keren, apalagi ini film Donnie Yen.

86. The Limehouse Golem
Ketemu Maria Valverde lagi setelah Ali & Nino walo bukan dia tokoh utamanya. Kali ini Olivia Cooke dengan sangat mempesona. Plot cerita ala kasus Jack the Ripper. Kisah detektif di Victorian London dengan segala kesuraman setting jaman itu. Bagus puzzle misterinya, melibatkan juga sejumlah karakter sejarah.

87. The Wehrmacht
Dokumenter bagus 5 episode tentang memahami angkatan bersenjata Jerman era Nazi secara manusiawi: kesadaran dan pemahaman mereka akan perang, loyalitas pada Hitler, loyalitas pada negara/satuan, kejahatan perang, dan akal sehat pada realitas situasi perang. Dibahas menarik lewat sudut pandang banyak penyintas, baik prajurit maupun sipil, juga arsip sadapan obrolan perwira di Trent Park dalam reka ulang yang bagus.

88. The Merciless
Film gangster Korea bagus. Serigala yang terdesak oleh singa dan buaya akhirnya mampu memangsa keduanya.

89. The Adventurers
Film eksyen receh tapi menyenangkan dari Andy Lau, Shu Qi, Eric Tsang dan Jean Reno. Stereotip ala Mission Impossible dengan teknologi canggih, lokasi eksotis, car chase, double cross, serta penjahat Eropa timur.

90. Suburbicon
Sebuah black comedy yang penuh perwujudan Murphy’s Law: anything that can go wrong, will go wrong. Seru juga melihat tragedi menimpa satu demi satu karakter, membuat simpati pada Nicky. Sayang subplot kekerasan rasial di tetangga tidak berkembang dan jadi dekorasi plot pembunuhan saja. Kompleks itu macam utopia yang berantakan, tapi perumahan yang homogen idenya hidup hingga sekarang.

91. Breathe
Tribute tuk Robin Cavendish, penderita polio legendaris, dari anaknya sendiri Jonathan Cavendish, produser film ini. Biopic luar biasa tentang cinta, kesetiaan, inovasi, dan semangat hidup. Menyentuh banget. Saya jadi penasaran apa betul aslinya Robin sekeluarga mencarter An-12 tuk pergi ke Spanyol. πŸ˜†

Sejarahnya bagaimana para penderita polio tidak lagi hanya di tempat tidur sampai mati tapi bisa menikmati dunia luar.

92. Spirited Away
Film ini ternyata memang sehebat legendanya: fantasi yang ajaib, heroine yang kuat karakternya, tema tentang identitas dlsb. Saya fokusnya sederhana saja: petualangan Chihiro di dunia setan, dimana roh yang kuat memangsa dan memperbudak roh yang lemah. Sistem yang bertahan bahkan sesudah Chihiro lolos dari situ.

93. The Outlaws
Film polisi vs gangster keren yang terinspirasi Insiden Heuksapa di Korsel: penumpasan gangster China. Protagonis utama kita polisi ideal banget. Dihormati masyarakat, dihormati dunia hitam, akrab dengan dunia hiburan, tapi tegas pada kejahatan, jadi panutan anak buah, dan jago berkelahi. Rasanya beruntung tinggal di kota yang gak ada preman terorganisirnya. πŸ™„

94. Gernika
Roman perang bagus, sebuah tribute bagi peristiwa serangan udara Jerman ke Guernica 1937 dalam perang sipil Spanyol. Masalah klasik dalam perang hingga kini: bagaimana mengabarkannya kepada dunia. Penggambaran Luftwaffe di sini bagus lengkap dengan arsenalnya, walo IIRC gak melihat Ju-87 yang legendaris itu. Menarik bahwa Athletic Bilbao pun disebut dalam film tuk menguatkan setting Basque. Tak lupa lukisan legendaris Picasso pun diceritakan. Senang ketemu Maria Valverde lagi.

95. Colonia
Dramatisasi kisah nyata eksistensi Colonia Dignidad, sekte rahasia yang berfungsi juga sebagai penjara rahasia rezim Pinochet. Utopia palsu. Mengerikan bahwa kedubes Jerbar pun tutup mata berkolaborasi. Sejarah yang penting dari era “Orba” Chili, dan penampilan bagus dari si jelita Emma Watson.

96. Ghost in the Shell: The New Movie
Saya gak nonton Pyrophoric Cult yang dibuat dengan mengacak-acak Arise menjadi Alternative Architecture, tapi tidak ngaruh ke plotnya. Kangen liat Motoko, Batou dkk lagi, dengan segala misteri dan puzzle cerita yang melibatkan cyberbrain, prosthetic, false memory etc. Seru ceritanya, apalagi karena banyak teamwork. Saya benar-benar suka versi Motoko yang ini.

97. Paradox (SPL III)
Instalasi ketiga dari seri Sha Po Lang, kali ini dibintangi Louis Koo, Gordon Lam, dan sedikit Tony Jaa. Masih menjual pertarungan seperti sebelumnya tapi dramanya lebih banyak. Ceritanya juga masih suram, kali ini tentang sindikat perdagangan organ tubuh ilegal di Thailand. Brutal dan menyedihkan.

98. Baywatch
Ceritanya receh tapi lucu, dengan segala kenangan akan serial TV legendarisnya saat nonton TV lokal masih menyenangkan dan belum penuh sinetron atau blur belahan dada. Kurasa setiap karakter dapat pemeran baru yang pas, dan saya suka Kelly Rohrbach, yang jadi CJ Parker. Menggoda seperti Pamela Anderson dulu.

99. Darkest Hour
Drama perang menarik tentang Winston Churchill dari terpilih sebagai PM hingga memutuskan Inggris terus berperang melawan Jerman. Penuh karakter historis termasuk raja George VI. Film ini fiksi sejarah saja, penuh dramatisasi, tetapi menarik memahami karakter Churchill yang diperankan dengan hebat oleh Gary Oldman (dan membawa pulang Oscar), juga penggambaran dan situasi Cabinet War Rooms tempat perang dimonitor dan disetir. Ketemu Lily James lagi setelah di The Exception.

100. The Age of Blood
Saya agak sulit memahami plot dan karakternya di awal, mengapa seorang pengawal elit raja didemosikan menjadi penjaga penjara. Tapi heroik sekali Kim-ho -dengan eksyen keren- nyaris seorang diri menyelamatkan raja Yeongjo dari usaha kudeta. Si dayang-dayang(?) yang diperankan Hong Soo-A mencuri perhatian.

101. Metropolis
Satu anime legendaris lagi, kali ini dari Ozamu Tezuka, bapak Astro Boy. Ini juga adaptasi dari manga dengan banyak perbedaan dari manganya. Masih khas beliau tentang dunia robot dan sengketa robot dengan manusia. Tema rebutan lapangan kerja yang makin kesini makin relevan. “Astro Boy” di film ini adalah Tima, gadis robot sempurna di puncak menara Babel. Cantik, naif, dan ingin menjadi manusia. Anime ini diisi banyak soundtrack dan score jazz yang bagus dan epik.

102. Collateral Beauty
Drama bagus -dan ternyata bertabur bintang- tentang derita karena rasa kehilangan. Ketika Tuhan tidak diperhitungkan, maka takdir dipertanyakan kepada semesta lewat tiga karakter: cinta, waktu, dan maut.

103. The Dark Tower
Saya -tentu saja- gak baca novel-novelnya, tapi ini jelas adaptasi yang gagal. Latar belakang cerita, karakter, dan dunianya gak jelas, film langsung fokus ke eksyen sepanjang film. Eksyennya hebat memang, Walter dan Roland sungguh sakti dengan skill masing-masing, cuma ya gak bakal menutupi ceritanya yang lewat begitu saja dalam durasi cuma 95 menit. πŸ™„

104. Pandora
Segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dari bencana nuklir pada skala negara kecil Korea. Dramatis, epik, realistis, heroik, juga tragis. Rasanya pedih menonton klimaksnya. Film bagus ini sungguh bikin ciut nyali niat untuk membangun PLTN.

Not all heroes wear capes, some wear anti radiation suit

105. Howl’s Moving Castle
Sebuah karya adaptasi dari Studio Ghibli, film yang sangat epik tentang cinta, loyalitas, dan pesan anti perang di dunia supranatural yang penuh penyihir dan kutukan. Anime legendaris juga ini.

106. Victoria & Abdul
Sebuah kisah nyata seorang India Muslim di Inggris, rumah tangga kerajaan pula. Mungkin karena tahu sejarahnya, saya jadi sulit simpati pada karakter Abdul, tapi ini dramatisasi sejarah yang bagus dengan komedi hangat. Lebih penting lagi, ini sejarah yang dihilangkan. Menarik melihat rumah tangga ratu Victoria pada masa akhir pemerintahan dia dan antipati pada Munshi yang digambarkan sama sekali tidak mencari keuntungan diri sendiri, murni menjadi teman ratu. Entah mengapa harus ada pesan kemerdekaan India di film. Judi Dench berperan sangat mengesankan sebagai Ratu Victoria, juga Eddie Izzard sebagai Bertie. Yang tidak pas cuma pemeran Kaiser Wilhelm II.

107. The Man Who Knew Infinity
Sebuah kisah nyata lagi seorang India di Inggris, kali ini Hindu Brahmin. Dramatisasi kisah hidup matematikawan Shrivasan Ramanujan terutama selama 5 tahun di Inggris. Ceritanya bagus, inspiratif, juga penting tuk mengingat sejarah dia. Sedih lihat dia LDR, disabotase pula korespondensinya. Formula dan rumus matematikanya sendiri tidak terlalu diterangkan buat awam. Terlalu rocket science.

108. Scarlet Innocence
Drama romansa thriller bagus. Jalinan rumit antara nafsu, cinta, tragedi, dan dendam. Plot twistnya keren. Semua kejahatan ada balasannya. Membalas kejahatan dengan kejahatan pun ada balasannya.

109. WXIII: Patlabor the Movie 3
Side story dari Patlabor the Movie 1 dan 2. Cerita ini kombinasi bagus dari thriller konspirasi sci-fi, film monster khas Jepang, dan romansa tragis. Saya suka plot investigasinya, klasik detektif sekali, mengumpulkan puzzle misteri dari rumah ke rumah. Patlabor unit SV2 sendiri jadi sidekick saja dan cuma muncul di klimaks.

110. Avengers: Infinity War
Ngebioskop di Mal Jayapura XXI. Salut buat Marvel dan Disney yang sukses membuat “serial” Avengers mencapai klimaksnya setelah 10 tahun. Saya suka motifnya Thanos. Plotnya bagus, mempertemukan nyaris seluruh karakter Marvel. Eksyennya keren banget walo masih bisa ditingkatkan lagi. Seperti film-film sebelumnya, Avengers kekurangan daya pukul tuk menghadapi musuh yang besar atau banyak. Meski demikian banyak upgrade skill, armor, dan persenjataan yang patut dipuji.

111. One Night With the King
Adaptasi bagus dari novel Hadassah yang sendirinya adalah dramatisasi dari kisah Ester dalam Tanakh. Bagus juga imajinasi plotnya: dendam dari era Agag raja Amalek, konspirasi bangsa Yahudi dan (demokrasi) Yunani, penculikan paksa para perawan, naiknya Haman dari kepala keamanan internal, cerita tentang Yakub etc. Plotnya jadi menegangkan. Settingnya lihat sekilas langsung yakin ini di India, ternyata memang di Jodhpur. Nuansa filmnya jadi terasa lebih India ketimbang Persia. πŸ˜†

112. Voices of a Distant Star
Satu lagi karya Makoto Shinkai, satu lagi dari daftar 100 anime terbaik. Desain karakternya kasar seperti gambar komik tapi settingnya khas indahnya karya beliau. Sebuah cerita sedih tentang eksplorasi ruang angkasa, perang dengan alien, dan LDR. Ketika jarak, ruang, dan waktu memisahkan dua hati yang semakin kesepian. Sedih sekali nonton ini. Saya jadi terhibur saat membaca kalau di komiknya ternyata ada harapan tuk kedua karakter bertemu kembali. 😳

113. Blade of the Immortal
Belum baca komiknya sama sekali, jadi sisi baiknya saya tak punya banyak perbandingan cerita, tapi saya bisa menjamin kalo ini adaptasi yang keren sangat. Kisah samurai -yang dikutuk tak bisa mati- jaman bakufu yang penuh pertarungan brutal antara karakter unik dengan berbagai senjata aneh. Penuh darah dan anggota tubuh beterbangan. Suka durasinya yang panjang hingga bisa mencakup banyak bagian cerita.

114. Ice Age: Collision Course
Selucu dan semenghibur yang diharapkan, dengan drama-drama seputar relationship dan hubungan father-daughter/son in law. Plotnya makin absurd, melibatkan teknologi alien, menyelamatkan bumi dari asteroid dll tapi pokoknya bisa buat ketawa.

115. The Shape of Water
Best Picture Oscar 2018 memang pantas. Plotnya bagus dan happy ending. Dramanya menarik, dengan setting misterius perang dingin, romannya menyentuh, dan fantasinya juga pas. Gak lupa lagu-lagunya yang mendayu-dayu. Bagian paling menarik: kekuatan penyembuhan si makhluk air.

116. Genocidal Organ
Sebuah adaptasi lagi dari karya Project Itoh yang kutonton setelah The Empire of Corpses. Ceritanya masih sama gilanya. Saya cuma paham separo film ini karena subtitle yang buruk. Cuma paham terutama bagian eksyen dan teknologi militer yang sungguh futuristik. Bagian inti cerita, segala penjelasan dan filosofinya masih kabur, terutama pada motif dan cara John Paul mengorkestrasi genosida, tapi tidak mengurangi pujian saya. Kurasa dunia makin cepat bergerak menuju surveillance state. πŸ™„

117. Bakuman
Komiknya dulu adalah salah satu komik non fantasi terbaik yang pernah kubaca. Adaptasinya gak kalah hebatnya, dibintangi pemeran Kenshin Himura dan Soujiro Seta, haha. Film ini mengambil pokok-pokok cerita yang pas secukupnya dimasukkan ke dalam film. Memvisualisasikan dengan detil susahnya membuat komik, menerbitkan komik, dan mengejar tenggat waktu setiap minggu. Benar-benar adaptasi yang setia pada komiknya dan memuaskan. Nana Komatsu cantik jadi Azuki Miho.

118. La Corona Partida (The Broken Crown)
Sekuel serial Isabel dan prekuel serial Carlos, Rey Emperador. Dramatisasi sejarah kisah hidup Joanna the Mad dalam persaingan politik Castille antara ayah dan suaminya. Cerita menarik dari masa bersatunya Spanyol dan dimulainya era Hapsburg Spanyol. Penyederhanaan ceritanya membuat Flanders dan Spanyol seperti dekat, padahal mesti naik kapal. Ferdinand II tidak digambarkan mengurung putrinya, Joanna pergi sendiri mengurung diri di Tordesillas.

Mengapit ayah mertua: Maximillian I, Holy Roman Emperor

119. The Rabbi’s Cat (Le Chat du rabbin)
Adaptasi komik tentang seekor kucing yang bisa bicara milik seorang rabi Yahudi. Penuh percakapan menarik soal keberagaman dunia Yahudi saat itu, Judaisme dan identitas keyahudian, bahkan dialog antar agama. Setting Aljazair dan petualangannya mencari Yerusalem juga menarik. Eranya sejaman dengan Tintin, dan ketemu Tintin. πŸ˜†Β Film ini adaptasi dari komik seri 1, 2, dan 5 yang ceritanya berdiri sendiri-sendiri sehingga agak semrawut ketika digabung semua dalam durasi 90 menit, bahkan subplot Malka dan singanya (dari seri 2) jadi sekedar lewat saja. Animasi Prancis bagus.

Kucingnya jadi pintar dan menyebalkan. Haha..

120. Death Note: Light Up the New World
Sekuel Death Note dengan kisah dan karakter utama baru yang tidak menawarkan plot baru, hanya daur ulang trik, bahkan kehilangan adu kecerdasan ala Light vs L. Beberapa adegan keluar pakem dan aneh, seperti penggunaan Death Note untuk pembunuhan acak. Karakter-karakter tersisa dari cerita asli malah gugur semua. Franchise juga endingnya, dan malah mengkuatirkan ketika detektifnya makin turun level. πŸ™„

121. Fullmetal Alchemist: The Sacred Star of Milos
Dibanding film pertama yang timelinenya sesudah komiknya tamat, yang ini lebih mirip anime franchise dengan filler plot di tengah timeline, gadis cantik, dan banyak eksyen. Philosopher’s Stone dan Gate of Truth jadi fokus misteri khas FMA. Latar cerita tentang Milos mirip perjuangan etnis Kurdi. Sayang Roy Mustang gak kelihatan maen api selain saat nutupi luka Julia. Seru.

122. Black Panther
Pertama kali nonton film Marvel gak urut karena duluan nonton Avengers 3. Jadi paham kenapa film ini begitu fenomenal tuk orang hitam walau bukan film superhero hitam pertama. Bagus banget dan sarat tema. Menarik lihat perbedaan pandangan T’Challa dan Killmonger, atau Wakanda yang begitu modern sekaligus primitif dan tribal. Memakai badak tuk bertarung pula, sangat afrika. Setelah menonton Infinity War juga jadi jelas kalo Wakanda perlu banyak investasi dan inovasi dalam bidang militer. :mrgreen:

123. Annihilation
Film scifi psikologi horor bagus. Baik scifinya, psikologinya, dan horornya sama-sama pas porsinya. Mencekam buatku. Survival horornya mengingatkan pada Alien: Covenant. Mirip situasinya dan putus asanya menghadapi masalah semacam ini. Visualnya bagus, penuh warna dan misteri. Menarik bahwa jagoannya cewek semua, walo secara militer gak ideal ilmuwannya harus angkat senjata yang cuma AR-15 standar.

124. Mind Game
Animasi jepang yang gak berasa anime sama sekali. Film ini susah dimengerti karena penjelasannya dituturkan dengan kilas balik sangat cepat, tapi eksyennya keren menegangkan. Menarik melihat bagian terbesar film tentang perkembangan karakter berlangsung dalam perut ikan. Senang melihat hubungan Nishi dan Myon berkembang hingga ke arah seksual yang visualisasinya abstrak sekali.

125. The Monkey King 3
Sudah sampai Womanland. Bagus visualisasi lokasi dan penduduknya, juga Zhao Liying yang cantik. Dibanding film sebelumnya rasanya yang ini lebih lambat, antar protagonis sudah rukun, sedikit musuh dan sedikit aksi juga tuk si raja kera. Fokusnya bagus soal cinta lokasi sang biksu dan konsekuensinya. Subplot tentang Madam Preceptor menarik juga, dan saya salah menebak musuh utamanya. Semoga berlanjut ke seri 4 di Flaming Mountain.

126. 12 Strong
Satu lagi kisah heroisme dari Global War on Terror. Drama perang bagus adaptasi buku Horse Soldier. Tim ODA 595 dari 5th SFG yang merintis perang AS melawan Taliban dan Al-Qaeda. Suka akurasi tinggi film ini dibanding realitanya. Seru lihat pertempuran sengit yang memadukan kecanggihan Green Berets dengan kavaleri berkuda klasik.

127. Maze Runner: The Death Cure
Film ini dibuka dengan aksi rescue gemilang, lalu sepanjang film isinya rescue semua. Rescue Gladers, lalu Minho, lalu Teresa, lalu Immunes, lalu Newt, lalu Thomas (lagi). Andai saja perencanaan, operator, dan eksekusinya lebih bagus, kedua karakter favorit saya mungkin bisa selamat. Penutup yang cukup bagus dari serial Maze Runner.

128. Black Butler: Book of the Atlantic
Adaptasi akurat dari Luxury Liner Arc komiknya. Salah satu manga awet yang masih kuikuti. Bagus animasinya, 4 volume jadi hidup ceritanya, dan jadi parodi “Titanic” banget, cuma kapalnya patah karena alasan berbeda. πŸ˜† Adegan Lizzy jadi pendekar pedang memukau abis.

129. The Fortress
Adaptasi novel tentang sejarah pengepungan Namhansanseong saat invasi Manchu Qing ke Joseon 1636. Beda dari film-film bertema era penjajahan lain, tak ada perlawanan heroik di sini. Malah banyak pertempuran sia-sia. Konfliknya mirip The Emperor in August, mau menyerah tapi selamat atau mempertahankan harga diri sampai mati. Polarisasi pilihan yang diwakili dua menteri raja Injo. Cerita pengepungannya getir khas musim dingin: kedinginan dan kelaparan. Bagus, cuma panjang dan membosankan bagi penonton biasa.

130. King Arthur: Legend of the Sword
Berpredikat salah satu film paling flop 2017, film ini ternyata jauh lebih bagus dari yg kukira. Suka plotnya yang diinterpretasikan ulang (lagi, paling tidak dibandingkan King Arthur 2004 dan Transformers 5), fokus (karena direncanakan berseri -yang tidak akan terjadi-), visual khas Guy Ritchie + logat British ala gangster, dan musik keren.

131. From the Land of the Moon
Sebuah adaptasi novel tentang batu ginj.. err, cinta segitiga si cantik Marion Cotillard, pria yang menikahi dia, dan pria yang dia cintai. Plotnya lambat, rentang waktunya lama, plot twistnya cukup mengejutkan, dan menyisakan pertanyaan tentang cinta dan komitmen.

132. Okja
Film rescue Korea yang keren sangat. Menarik plotnya tentang keserakahan korporasi dalam upaya solusi masalah kekurangan pangan (yang sebenarnya bagus). Okja yang ekspresif, dan Mija, sungguh membuat simpati. Bagus sekali visualisasi hubungan mereka di gunung, lihat babi dipelihara macam anjing gitu. πŸ˜†

133. Viceroy’s House
Dramatisasi sejarah bagus, hari-hari terakhir kekuasaan Inggris di British India menjelang partisi menjadi India dan Pakistan, dimulai saat Louis Mountbatten menjadi Viceroy India. Sejarahnya menarik walo sudut pandangnya rawan, karena memakai teori konspirasi bahwa Churchill memecah India demi kepentingan Perang Dingin, juga sutradaranya dari India. Bagus juga bumbu romannya antara pasangan Hindu-Muslim dalam pusaran konflik antar agama yang disampaikan bagus lewat footage. Tentu saja banyak tokoh sejarah muncul di sini. Suka lihat detail aristokrasi di film ini. Partisi India adalah salah satu bencana transfer penduduk terbesar dalam sejarah tapi masih kuanggap contoh sukses solusi politik.

The Earl, The Countess, dan Gandhi.

134. Italian Race (Veloce Come il Vento)
Gak nyangka ini diinspirasi kisah nyata. Film balapan bagus banget. Drama keluarganya menyentuh, ikatan persaudaraan kakak adik yang “right or wrong is my sodara.” Balapan GTnya juga menarik, termasuk sesi latihan dikejar geng motor. Si Matilda de Angelis Italian beauty banget…

135. Fifty Shades Freed
Christian dan Ana akhirnya menikah dan hidup membosankan. OK, mungkin fun tapi ya normal saja, jadinya punya anak, hidup domestik dll. Jack Hyde lumayan menggerakkan plot tapi kurang epik. Bosan juga lihat BDSM yang dihaluskan gitu.

136. Comic 8
Film komedi Indonesia yang layak jadi klasik. Plotnya bagus, ceritanya dituturkan berlapis lengkap dengan plot twist. Komedinya ancur tapi berkelas, sepadan dengan nama-nama yang maen dari Ernest Prakasa, Arie Kriting, Mongol, Kemal dkk.

137. Assassination
Film terlaris ke-8 di Korea sepanjang masa cukuplah jadi rekomendasi. Suka ceritanya yang panjang dengan plot yang rumit, melibatkan banyak karakter. Latar belakangnya pas tuk cerita-cerita heroik dan heroinenya bikin jatuh hati. Posternya terlihat sangat monoton tapi visual filmnya ternyata indah. Ada sisipan komedi khas Korea juga.

Femme Fatale. Tipe jagoan kesukaan.

138. Big Eyes
Tidak menyangka bahwa selain menjadi salah satu ciri gambar manga, di AS juga ada pelukis dengan gaya mata besar, sama-sama tuk mengekspresikan emosi jiwa. Biopic bagus dari Tim Burton tentang yang istri dimanipulasi suami dan kontribusi Margaret Keane dalam sejarah seni lukis.

139. Who Am I – Kein System ist sicher/No System Is Safe
Techno thriller seru tentang hackers dan hacking, semacam mengingatkan tuk harus sangat hati-hati di internet dan terhadap hardware, termasuk menutup kamera laptop saat daring. Plotnya bagus, dengan plot twist yang familiar tapi pas. Suka visualisasi Darknet.

140. Along With the Gods: The Two Worlds
Film terlaris ke-2 dalam sejarah Korsel memang gak bohong. Eksyen fantasi drama yang bagus bener. Setting mitologinya menarik tentang akhirat, plotnya seru, drama keluarganya bisa menguras emosi, dan banyak pemeran familiar. Benar-benar film yang bisa direkomendasikan. Tinggal nunggu sekuelnya.

141. The Boy and the Beast
Anime bagus tentang identitas diri, hubungan ayah-anak, menjadi dewasa, dan dunia fantasi. Menarik bahwa cerita di dunia nyata sama pentingnya dan lepas dari bagian dunia fantasi. Walaupun tidak roman tapi plot Kaede penting sekali: seseorang yg mengerti dan menolong (dan memeluk) di saat sendirian. Coret satu lagi anime legendaris.

142. Below Her Mouth
Drama erotis dua lesbian. Romansanya receh, softcorenya habiskan sebagian besar durasi tapi cuma anget aja dibanding The Handmaiden misalnya, gak panas. Sepanjang film saya malah kasihan pada karakter Rile, cowok yang dikhianati pacarnya yang jadi lesbi. Suka wajahnya Natalie Krill.

143. Jumanji: Welcome to the Jungle
Setting hutannya yang mencampur elemen afrika (ada badak) dan amerika selatan (ada jaguar) agak membuat bingung, apalagi pasar yang ala Star Wars, tapi film ini seru dan menyenangkan. Suka elemen-elemen gamenya (NPC, game lives). Suka usaha menyelamatkan Alex. Seru.

Mari lanjut nonton lagi..

Iklan

Film-film 2018 (Januari-Maret)

Selamat merayakan kebangkitan Kristus, juruselamat dunia. Selamat liburan dan masuk kerja lagi. Melanjutkan daftar sebelumnya, nontonnya masih selang-seling dua film barat dan dua film timur.

 

1. Accel World: Infinite Burst
Reset hitungan di tahun baru. Accel World lagi, salah satu anime kesukaan saya. Plot original story di sini dah melompat jauh dari OVA terakhir yang kutonton. Mengikuti light novelnya yang gak kuikuti, sudah banyak perkembangan baru di Nega Nebulus, Prominence dll. Paling menyolok adalah keberadaan Ardor Maiden. Bingung saya waktu dia muncul, tapi keren sekali. 1/3 film habis tuk flashback seriesnya tapi plot sisanya bagus walo temanya familiar: ilusi abadi tuk lepas dari derita duniawi, macam Mugen Tsukuyomi di Naruto. Suka banyak karakter baru, termasuk berkumpulnya 6 raja (3 baru pernah kulihat), dan Metatron, si malaikat.

2. A Monster Calls
Drama fantasi bagus yang lebih berat dari yang kukira. Anak lelaki yangg berjuang menghadapi ibu, ayah, nenek, juga perisak di sekolah dia dengan bermacam masalah, dan beban semua konflik itu. Rasa sedih dan penyangkalan ketika harus merelakan kematian.

3. Rock of Ages (Extended Edition)
Adaptasi show musical yang plotnya receh banget dan penuh karakter percuma. Namun sangat menghibur dengan banyak lagu rock nostalgia dan mashup keren.

4. L: Change the World
Spin off dari kanon Death Note. Fanfiction banget ini. Lucu juga sih menampilkan L dalam sisi lain yang lebih humanis atau bahkan heroik, tapi keseluruhan plot kerasa receh dan absurd dibandingkan cerita utama. Sudah ada FBI kok gak ada darurat nasional menghadapi bioteroris. Masih gak terima juga L nulis nama sendiri di Death Note.

5. Wolf Warrior II
Konfliknya rasional seperti film pertama, agak lebay, dengan karakterisasi antagonis yang hambar. Masih mempropagandakan kekuatan militer China kali ini dengan blue-water navy. Penuh eksyen heroik patriotik last-man-standing ala Rambo, dari tarung tangan kosong hingga adu tembak dengan tank. Seru banget dan sangat menghibur.

6. The Lost Prince
Miniseri dokudrama TV 2 episode. Cerita bagus tentang kisah hidup Prince John, paman Ratu Elizabeth II yg disembunyikan dari sejarah karena penyakitan. Menarik melihat dunia sekitar dia dari mata sang pangeran dan kakaknya Prince George: Kedua ortu yang keras dalam tradisi kaku aristrokratik, sepupu-sepupu Romanov, wafatnya Raja Edward VII, Perang Dunia I, pergantian nama dinasti menjadi Windsor, dsb. Salut pada Lalla, mbak pengasuh yang sangat sayang dan setia pada si pangeran kecil.

Raja Norwegia, Raja Bulgaria, Raja Portugal, Kaisar Jerman, Raja Yunani, Raja Belgia, Raja Spanyol, Raja Inggris Raya, dan Raja Denmark. Semua berhubungan keluarga dalam satu dan lain cara..

7. The Book of Life
Terpikat animasi ini sejak lihat skrinsyutnya. Cerita romansa, keluarga, & musikal menarik bertema perayaan Day of the Dead di Meksiko. Suka sekali desain karakter ala boneka kayu itu, dan detil setting 3Dnya sungguh fantastis, cantik banget. Lama gak lihat pahlawan bergitar.. πŸ™„

8. A Taxi Driver
Dramatisasi beberapa hari terpenting dalam hidup Kim Sa-bok dan Jurgen Hinzpeter terkait Gwangju Uprising 1980. Sejarahnya menarik, dramanya dapat, komplit sisipan komedi khas Korea. Pengingat bagus tuk ratusan korban peristiwa itu.

9. Akira
Cicil-cicil lagi nonton anime-anime legendaris. Dulu sekali baca komiknya di perpustakaan daerah tapi rasanya gak sampai tamat dan lupa ceritanya juga. Berat banget baca cyberpunk+dystopian+ESP saat itu. Walo plotnya banyak beda, tapi kenangan pada karakter-karakternya muncul semua tadi, terutama Tetsuo, Kaneda dan motornya, Kolonel, para esper, dan Lady Miyako yang dikit sekali perannya di sini.

10. Blade Runner 2049
Bagus banget. Bisa diikuti walau saya gak nonton prekuel 1982nya atau ngikuti cabang-cabang ceritanya di novel dll. Suka filmnya panjang dan lambat (yang justru jadi sebab jebloknya film ini di bioskop), jadi puzzle-nya bisa dinikmati bersama keindahan visual, teknologi, dan musiknya. Saya suka Joi yang diperankan Ana de Armas dengan lovable, dan si memory maker.

11. Power Rangers
Jelek. Karakterisasi Rangersnya jelek (castnya sih bagus), drama remajanya keberatan, karakter dan desain Rita dan Goldar mengecewakan, Dinozord dan Megazord terlihat menyontek Transformers dan gak keren, dengan teknologi gajelas pula. Reboot gimana ini… πŸ‘Ώ

12. The Village of No Return
Pengen lihat artis favorit Shu Qi saja. Ternyata memang jadi satu-satunya karakter yang berkembang juga. Ceritanya absurd dengan komedi garing, tapi cukup satir dan temanya menarik: bagaimana kalau ada alat yang bisa menghapus memori negatif yang gak ingin diingat lagi? Film pas tuk relaxing..

13. Detective Conan The Movie 19: Sunflowers of Inferno
Niat hati nonton film Conan mulai dari 1 apa daya dapatnya langsung 19. Bagus ceritanya, tentang lukisan Sunflowers Ashiya karya Vincent van Gogh yang hancur di PD 2. Jadi belajar sejarah dan seni. Puzzlenya juga menarik dan keseluruhan eksyennya seru. Kaito Kid jadi tokoh utama di sini, Conan jadi sidekick saja.

14. Central Intelligence
Ini lucu kocak dan sangat menghibur, tapi lebih dari itu suka banget temanya soal mengatasi bullying dan trauma bullying semasa sekolah, juga menghadapi impian yang kandas. Yang terbaik di SMU memang belum tentu sukses terus setelah dewasa.

15. Denial
Biopic bagus yang kutonton untuk memperingati Holocaust Memorial Day kemarin. Dramatisasi kisah nyata kasus profesor sejarah yang digugat penyangkal holocaust. Rasanya durasinya terlalu pendek tuk menangkap banyak debat/pembuktian yang pastinya menarik selama puluhan kali persidangan. Bernapas jadi berat selama adegan mengunjungi Auschwitz, sedih. Film ini kuat pesannya tuk masa kini, supaya gigih menolak dan melawan kebohongan, informasi palsu, teori konspirasi, sejarah alternatif, dan segala macam “bumi datar” lainnya.

16. Sky Hunter
Film promosi AU RRC yang awalnya menjanjikan, menampilkan bermacam arsenal AU termasuk siluman J-20, tapi plot dan eksyennya kedodoran karena gak fokus. Dari pilot jet tempur, pararescue, special forces, sampai cinta segitiga yang nggantung, semua mesti kebagian dan jadinya nanggung. Jadi macam B-movie bonus aerial battle yang keju. Setidaknya ada Fan Bingbing lah.. :mrgreen:

17. Detective Conan The Movie 20: The Darkest Nightmare
Nonton ulang. Ketiduran di bioskop waktu nonton pertama 2 tahun lalu. Jadi lebih mengerti juga setelah baca banyak komiknya tahun lalu.

18. Warhorse
Karya hebat Steven Spielberg yang menyentuh hati. Melihat jalannya PD 1 dan perang parit legendarisnya dari sudut pandang seekor kuda. Bersama pemiliknya, si kuda tumbuh dari muda menjadi veteran perang. Itu Celine Buckens apa gak main film lagi ya, cantik banget tu cewek? 😁

19. Crooked House
Adaptasi lumayan bagus dari karya Agatha Christie. Kisah klasik detektif dalam kasus pembunuhan dimana semua anggota keluarga punya motif dan kesempatan. Saya suka mansion besarnya, setting 50an dengan mobil-mobil klasik, juga latar Yunani keluarga Leonidis.

20. The Garden of Words
Romansa yang menyesakkan. Kerasa banget hangatnya kebersamaan di tengah dinginnya hujan. Episode hidup suram ketika harapan satu-satunya hanyalah ‘ingin bertemu dia lagi’. Kurasa hubungan Takao dan Yukari akan berat dengan perbedaan usia, LDR etc, tapi masih bisa diperjuangkan.

21. The Salesman
Cerita lumayan tentang kemarahan dan akibatnya. Susah juga membalas dendam dengan akurat kalo kondisinya tidak sesuai. Film Iran ini lebih datar dari yang kukira. Dramanya menarik, tapi klimaksnya macam kurang memuaskan.

22. Finding Dory
Petualangan yang seru dan epik banget, suka sekali segala macam idenya tuk pindah dari satu kolam ke kolam lain/laut. Hank si gurita layak dapat film sendiri nih, bener-bener keren karakter dia.

23. Bastille Day
Idris Elba cool banget jadi protagonis. Plotnya menarik di awal, terutama bagian false flag operation, tapi lama-lama rada “err…”. Aksi menggerakkan massa pake hestek terutama, atau menumpas satu tim polisi elit sendirian. :mrgreen:

24. The Handmaiden (Extended Version)
Seperti biasa gak inget sama sekali adegan mana saja yang sebelumnya gak ada di versi theatrical, tapi tetap terpesona film erotis romantis keren ini.

25. Detective Conan The Movie 21: Crimson Love Letter
Sesering apapun dibaca dan dilihat, masih banyak hal-hal jejepangan yang susah dimengerti, misalnya pertandingan karuta. Seru plotnya, ini kasus terorisme sebenarnya. Senang ketemu si sexy Momiji lagi.

26. The Exception
Adaptasi menarik dari novel “The Kaiser’s Last Kiss”. Drama perang tentang Nazi yang baik. Receh romannya dan hot liat Cinderella bugil, tapi daya tarik utamanya ada di karakter Kaiser Wilhelm II, apalagi 2 bulan ini lagi rajin pelajari beliau & German Empire. Dengarin Kaiser, Hermine dll ngomongin restorasi monarki, teringat potongan pembukaan Almanach de Gotha:

“[…] for if the Allies at the peace table at Versailles had allowed a Hohenzollern, a Wittelsbach and a Habsburg to return to their thrones, there would have been no Hitler. […].”

Menarik memahami eksentrik dan antisemitiknya Kaiser dalam pesona aristokrat dia di film, juga sebagai kakek yang hobi mecah kayu, ngasi makan bebek, & toleran dengan skandal persetubuhan. :mrgreen:

Ketika orang kedua di Third Reich bertemu mantan orang pertama di Second Reich.

27. The Magnificent Seven (2016)
Film heroik brutal bertema western dan sishankamrata. Terpikir mestinya lebih mudah memburu Bogue sebelum dia mengumpulkan pasukan ya. Memang susah menghadapi senapan mesin, dari The Last Samurai sampai PD 1 jadi momok.

28. Patlabor The Movie
Klasik tapi juga futuristik. Film 1989 tentang virus komputer. Patlabor ini kenangan masa ABG, baca komiknya yang berceceran di perpustakaan daerah. Saya sudah lupa robotnya disebut Ingram. Lupa karakter dan apapun. πŸ˜†

29. The Mermaid
Lama juga nyari film ini, satu lagi karya jenius Stephen Chow. Komedinya ancur, pemerannya menarik, dramanya romantis, dan pesan lingkungannya kuat banget

30. Stalingrad (2013)
Melodrama perang Rusia yang menarik. Plot rebutan gedung dihiasi dua kisah cinta. Karakter-karakternya gak spesial tapi sinematografinya bagus dan pertempurannya brutal, termasuk sejumlah adegan melibatkan Ju-87 dan He-111. Film perang yang layak ditonton. Bagus bahwa kedua pasukan yang berperang tetap menggunakan bahasa rusia dan jerman, orisinil.

31. Alien: Covenant
Survival horror suram. Harus inget-inget lagi dulu Prometheus kisahnya gimana. Terbuka satu misteri soal sejarah alien, dan munculnya dalang dibalik para monster. Bagus ini ceritanya, walau tetap bikin putus asa.

32. Patlabor The Movie 2
Plotnya dah thriller politik/militer banget, disisipkan mecha saja ke dalamnya. Sebuah cermin dari situasi sospol Jepang dan JSDF 90an. Filosofinya seberat alurnya, dilema just war atau unjust peace. Seperti film pertama, ada ayat Alkitab lagi.

33. Confidential Assignment
Eksyen bagus. Seperti film-film Yoo Hae-jin lainnya, juga penuh dengan humor. Plotnya gak rumit, dengan pesan damai buat kedua Korea. Suka adegan duel dan car chase di terowongan. Dialog-dialog soal kondisi stereotip kedua Korea juga lucu.

34. The Young Victoria
Film yang sangat memanjakan mata bagi penggemar periode kostum dan pemerhati monarki macam saya. Rasanya seperti melihat lukisan-lukisan Franz Winterhalter dll bergerak. Plotnya 95% akurat, dan karakter-karakternya juga lovable. Emily Blunt.. 😍

35. Smurfs: The Lost Village
Smurf reboot lagi, bagus jadi animasi penuh. Konflik Smurf vs Gargamelnya standar, bahkan terasa cepat sekali klimaks, tapi petualangannya menyenangkan dan menghibur. Suka desain sungai dan karakter Snappy Bug.

36. Ninja Scroll
Anime legendaris yang konon termasuk mengilhami The Matrix. Seru plotnya dan brutal pertarungannya, walo banyak pertempuran berlangsung lebih cepat dari dugaan. Banyak karakter menarik juga. Judulnya aneh, sepanjang film gak ada ‘scroll‘nya sama sekali.

37. Skiptrace
Road tripnya menjual pemandangan dan budaya menarik, menyeimbangkan komedi konyol kedua protagonis. Plotnya biasa tapi twistnya diluar dugaan. Film yang sangat Jeki Cen. Sayang si jelita Fan Bingbing cuma hiasan saja.

38. 1898: Our Last Men in the Philippines
Dramatisasi Pengepungan Baler. Drama perjuangan bertahan hidup dari penyakit, serangan musuh, dan komandan yang inkompeten. Bagus, heroik, dan historis. Belajar sepotong sejarah saat imperium Spanyol runtuh di Filipina. Suka karakter Teresa yang menjalankan psy war lewat musik.

Bertahan di gereja, satu-satunya bangunan batu di desa terisolir itu..

39. War Machine
Satir komedi lumayan menghibur tentang perang AS di Afghanistan yang gak mungkin dimenangkan. Dramatisasi fiksi karir Stanley McChrystal di Afghanistan. Minim aksi dan banyak dialog saja, tapi saya suka. Penuh kuliah betapa sulitnya melawan perang gerilya. Brad Pitt melawak banget.. πŸ˜†

40. Back to 1942
Drama sejarah suram ketika kelaparan bertemu perang di Henan, China 1942. Detil ceritanya hebat, dari serangan udara Jepang hingga tokoh-tokoh nyata seperti Theodore White dan Chiang Kai Shek. Penderitaan pengungsi tergambar pedih lewat kisah protagonis utama. Ketika lapar, nurani bisa mati duluan sebelum tubuh.

41. Midnight Runners
Eksyen komedi buddy cops Korea yang bagus dan menghibur. Cerita ketika nurani mengalahkan birokrasi. Sebuah teguran halus tuk birokrasi polisi. Suka karakternya yang masih taruna, dan bukan akademi-lulus-beraksi seperti film polisi lain.

Karena menlindungi dan melayani itu bukan cuma semboyan, tapi harus diamalkan dari hati. Iya kan?

42. Heist (2015)
Film eksyen thriller medioker yang judulnya pun gak kreatif, tapi lumayanlah. Puas endingnya. Ide klasik tuk merampok uang haram. Gak nyangka plot twistnya adalah perasaan sesama ayah yang punya anak gadis. So sweet. Gak sadar kalo diantara karakter ada Kate Bosworth.

43. 6 Days
Dramatisasi penyanderaan kedubes Iran di London 1980 dan Operasi Nimrod. Senang kisah yang kubaca sejak kecil bisa jadi film. Sangat kronologis, meskipun begitu masih melewatkan sejumlah detail. Gak dijelaskan lebih jauh juga tentang separatisme di Khuzestan/Arabistan. Sayang, masih banyak waktu padahal.

44. Ghost in the Shell 2.0
Rilis ulang tahun 2008 dari anime legendaris 1995 itu. Luar biasa ceritanya, dengan tema teknologi dan filosofi kesadaran diri yang cukup berat. Gak heran jadi inspirasi tuk banyak film futuristik keren lain.

45. Bad Genius
Film Thailand yang bagus segala-segalanya. Plot exam heist-nya thriller abis, karakter-karakternya menarik, tema-tema sosialnya tentang hubungan kaya-miskin; pintar-medioker atau sekolah elit selalu relevan, dan drama nyonteknya mengungkit banyak kenangan masa sekolah.

46. Wind River
Misteri pembunuhan yang sangat bagus. Pasangan protagonisnya saya suka, puzzle plotnya bagus, setting native American dan musim dinginnya menarik, dan klimaksnya kutonton 2x.

47. The Red Turtle
Sebuah meditasi di depan layar. Dongeng bisu tentang tantangan, perjuangan, penerimaan, kebersamaan, hubungan dengan alam, dan siklus hidup, dalam standar fantasi studio Ghibli yang sangat indah. Saya gak pause dan mungkin gak berkedip juga 80 menit.

48. Grave of the Fireflies
Kurasa nonton “Back to 1942” kemarin mempersiapkan mental saya tuk nonton cerita tragis ini. Sekali lagi, ketika perang menghilangkan empati, dan situasi merebut semangat dan kesempatan tuk bertahan hidup. Salah satu film perang dan film animasi terbaik sepanjang sejarah, untuk yang kuat gak nangis.

49. Northern Limit Line
Dramatisasi Second Battle of Yeonpyeong 2002. Opera sabun separo film asyik tuk mengenalkan karakter dan SOP patroli perbatasan AL Korsel. Pertempurannya brutal dan heroik, walau difokuskan 1 vs 1 kapal (di Wikipedia katanya 2 vs 2). Tema patriotiknya kuat terutama lewat footage asli dan wawancara saksi di akhir film. Salut.

50. Fifty Shades of Grey
Nonton ulang dengan donlotan kualitas bluray dan status gak jomblo. Jadi lebih menikmati plot dan konfliknya, juga lebih menyukai karakter Ana yang dulu kuanggap terlalu kurus. Gak uring-uringan lagi gambarnya gelap atau ceritanya putus atau seksnya gak menghibur seperti waktu nonton 2015 silam. πŸ˜†

51. A United Kingdom
Dramatisasi kisah nyata akurat konflik akibat pernikahan antar ras (dan dengan rakyat jelata) raja Bechuanaland yang akhirnya memicu merdekanya Botswana. Gambaran familiar cara kolonialis menjalankan politik divide & conquer. Sejarah Afrika yang menarik.

Kalau tidak boleh jadi raja, ya jadi presiden saja. Jenius bos!

52. The Truth Beneath
Tertarik karena ada si cantik Son Ye-jin di sini, tapi ternyata thriller pembunuhan ini sangat menarik, dengan musik yang bikin merinding. Puzzlenya bagus, merangkai kepingan misteri tiap karakter dan tersangka. Kadang bingung mengikuti lompatan alurnya, tapi disitu juga kekuatannya.

53. Kiki’s Delivery Service
Anime legendaris yang sangat menghibur tentang beranjak dewasa, merantau, menjadi mandiri, dan segala tantangannya. Suka setting eropa tahun 30an(?) itu, terasa klasik dan damai. Karakter-karakternya asyik semua. Gak ada antagonisnya. Pas ini ditonton saat kondisi dan mood lagi berawan mendung petir menyambar. πŸ˜†

54. The Hitman’s Bodyguard
Film kartun banget ini konyolnya. Benar-benar menikmati lawakan perkoncoan Ryan Reynolds dan Samuel Jackson. Eksyennya klise, tapi gak pernah bosan nonton tembak-tembakan dan kejar-kejaran beginian. Plotnya menarik juga melibatkan ICC di The Hague.

55. Megan Leavey
Biografi seorang dog handler USMC, veteran perang Irak, dan perjuangan dia bersama Rex si herder. Cerita menyentuh tentang pelarian dari keluarga, persahabatan dengan anjing, perang, dan PTSD. Jadi terkenang masa-masa main dan ngobrol berdua dengan anjing peliharaan dulu. Anjing memang setia. πŸ˜‰

56. Ghost in the Shell 2: Innocence
Batou dan Togusa menjadi protagonis utama melanjutkan cerita film pertama. Lupakan Makoto Kusanagi sementara. Plotnya thriller, visualisasinya menakjubkan (terutama adegan parade dan ilusi di mansion), musiknya mistis. Penuh teknologi, fantasi dan filosofi. Tema klasik soal robot yang hidup.

57. Kung Fu Yoga
Ada hal-hal menarik dari film ini, seperti simbol diplomasi China-India misalnya, tapi selebihnya film ini adalah kekacauan dan kelebayan luar biasa. Tak jelas apa yang mau diceritakan atau ditertawakan. Cuma penuh orang berlarian dan berakrobat. πŸ˜‚

58. Winter War (2017)
Drama perang Prancis, perjuangan prajurit dari 1er R.C.P dan US 254th Infantry Regiment yang bertempur di sekitar Jebsheim di Calmar Pocket, Alsace. Drama, akting dan eksyennya datar banget, tapi ini tribute penting tuk pertempuran itu, juga sekian banyak penduduk Alsace yang dipaksa bertempur dari pihak Jerman.

59. Kungfu Panda 2
Bagus dan seru banget, dengan banyak adegan eksyen cepat. Menarik juga ada isu keluarga di sini, flashback ke tragedi masa lalu. Film yang menghibur setelah film perang suram sebelum ini.

60. Time Renegades
Thriller fantasi Korea menarik. Suka tema time travel denganΒ efek berantai begini. Ada banyak ‘hah?’ momen yang sesekali butuh replay tuk memahami puzzle ceritanya, siapa melakukan apa lalu akibatnya apa di masa yang berbeda.

Bagaimana mengubah sesuatu di masa lalu supaya mengubah sesuatu di masa kini tanpa perlu ke masa lalu.

61. Pom Poko
Satu lagi anime klasik. Tragedi lingkungan yang diceritakan sebagai drama fantasi dengan bagus dan lucu. Perjuangan sekelompok tanuki/rakun melawan developer yang menggusur hutan mereka. Tribute tuk setiap hewan yang kehilangan habitat karena pembangunan.

62. Fifty Shades Darker
Okay, mulai jadi film porno gagal. Segala macam alasan tuk ujung-ujungnya bercinta. πŸ˜†Β Plotnya bisa dinikmati sih. Hubungan Ana dan Christian makin lancar, rahasia-rahasia Christian terbuka dan masalah psikis dia mulai teratasi. Dah keliatan asyiknya kencan sama cowok super kaya. :mrgreen:

63. Tulip Fever
Kisah cinta 3 pasangan, tapi cuma ada 5 orang. Menyeimbangkannya butuh konspirasi rumit (atau bodoh) yang menggerakkan seluruh cerita. Settingnya menarik, Amsterdam era tulip mania, jadi ingat era batu akik di sini, tapi plot dan karakter-karakternya terasa hampa (kecuali Maria), baru menarik saat klimaks. Endingnya memuaskan sih.

64. Fullmetal Alchemist: Conqueror of the Shamballa
Lumayan membingungkan karena gak ngikuti serial animenya, harus belajar lagi, tapi senang ketemu lagi dengan semua karakter yang kukenal di manga FMA, banyak yang sudah lupa namanya. Plot dan settingnya menarik di interwar period dunia kita di Jerman termasuk insiden Beer Hall Putsch.

65. Our Time Will Come
Sebuah tribute bagi pasukan gerilya komunis saat Hongkong dijajah Jepang. Menarik fokusnya bukan di unit tempur tapi para wanita kurir. Bagaimana perang yang awalnya terlihat ‘jauh’ hingga akhirnya menjadi sangat personal.

66. The Man with the Iron Heart
Perang Dunia Kedua lagi. Dramatisasi novel ‘HHhH’ tentang Reinhard Heydrich dan Operation Anthropoid. Bagus, historis, dan heroik, dengn sejumlah fokus yang beda atau lebih detil dari film “Anthropoid”. Kebrutalan si jagal dari Praha dan pasukan SS lebih terlihat. Dia pantas mati dengan menderita.

67. Murder on the Orient Express
Saya buta karya-karya A. Christie, tapi nonton ini perasaan saya ada sesuatu yang kurang, setelah ditelusuri memang ada karakter yang berubah dan hilang walau tidak mempengaruhi jalan dan klimaks cerita. Eniwei ini adaptasi/remake bagus, terutama karena digarap dengan cara dan bintang modern. Entahlah kalo para penggemar Poirot masih ingin menonton lanjutannya kalo sudah hafal ceritanya. πŸ™„

68. Princess Mononoke
Satu lagi karya klasik dari Ghibli. Cerita epik konflik rumit antara manusia, hewan, hutan, dan dewa dalam kepentingan masing-masing. Penuh isu dan tema berat dari sosial, lingkungan, sampai mitologi. Suka karakter San yang anti manusia.

69. Cek Toko Sebelah
Sedikit tertipu dengan judulnya, ternyata toko sebelah cuma cameo saja tanpa peran berarti. πŸ˜†Β Dramanya bagus, masalah klasik antara cita-cita sendiri vs harapan orang tua; komedinya juga lucu-lucu, walo terlihat seperti kompilasi stand up comedy yang disisipkan di berbagai tempat.

70. A Royal Family
Miniseri dokumenter 6 episode tentang Raja Christian IX dari Denmark dan keturunannya yang menjadi monarki di Denmark, Yunani, Inggris, Rusia, dan banyak negara lain. Banyak informasi baru buat saya, footage dan foto-foto antik, dan wawancara dengan banyak ningrat, semua dengan bahasa Inggris yang bagus. Silsilah menakjubkan dari dinasti Glucksburg. Suka lihat Ratu Margrethe II. Sayang dari dinasti Windsor hanya diwakili Prince Michael of Kent, tidak ada Grand Duchess Maria Vladimirovna, dan tidak ada perwakilan keluarga kerajaan Belgia atau Swedia. Meski begitu puas banget nonton ini. πŸ˜‰

Film-film 2017 (Juli-September)

Triwulan ketiga di 2017 terlewati juga. Masa-masa menonton di kota sendiri akhirnya ditutup dengan berpetualang lagi di pulau lain. Masih nonton banyak kali ini, mumpung ada kesempatan. Mari menulis daftar dan kesannya lagi.Β  πŸ™‚

121. April and the Extraordinary World
Dunia steampunk yang menarik dalam sejarah alternatif. Ceritanya sendiri bagus tentang mengejar terobosan pengetahuan, dengan gambar yang mengingatkan pada komik Tintin. Ada pesawat tiltrotor bertenaga listrik.

Mungkin lebih canggih dan lebih lincah daripada V-22 Osprey

122. La la Land
Film ini nyaris sempurna menghibur saya, sampai pada bagian ceritanya meromantisir perpisahan. Mia sukses, tapi pernikahan dia terlihat hambar, Seb juga sukses, tapi kesepian. Ambisi yang kesampaian tuk cinta yang kandas. πŸ™„

123. Dream Flight
Dramanya bagus, dengan bermacam plot ala drakor di situ; setting Taiwannya menarik; tapi yang terutama cerita kehidupan di AAU RoCAFnya detil dan orisinil. Lihat kadet belajar terbang mulai dari teori, latih dasar, latih lanjut, hingga akhirnya masuk skadron tempur. Kerasa perjuangan jadi pilot. Gak ada skenario perang yang aneh-aneh. Pertama kali merhatiin AIDC Ching Kuo sejelas ini. ❀

Teknisi cantik lagi yang jauh lebih masuk akal daripada di R2B…

124. Patriot Days
Dramatisasi bagus Boston Marathon bombing 4 tahun silam. Melihat orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu dan kerja keras penegak hukum. Salut buat mereka, dan para penyintas, dan warga Boston.

125. Elles
Ketika kehidupan dunia prostitusi tampak lebih menyenangkan dan membebaskan daripada beban hidup sebagai istri dan ibu RT yang punya deadline kerjaan. Bisa dipahami..

126. Enter the Warrior Gate
Eksyen fantasi recehan dengan white savior narrative, tapi komedi murahannya cukup menghibur. Saya suka adegan dance di awal credit title.

127. Spiderman Homecoming
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Saya suka overload humornya, beberapa dari kondisi realistis yang gak kebayang di Spidey-spidey terdahulu. Banyak karakter muncul tapi selain Vulture yang lain kek disia-siakan. Lalu love interest Peter, err… πŸ˜•

128. The Dressmaker
Jauh lebih bagus dari yang kubayangkan. Cerita balas dendam bergaya komedi gelap, penuh karakter dan peristiwa menarik. Berasa film western tanpa revolver (tapi pake mesin jahit Singer).

129. Filosofi Kopi
Kopi, bromance, kopi lagi, iklan Torabika, kopi lagi, failed romance, kopi lagi, lalu tau-tau semua karakter ternyata bermasalah dengan ayahnya. :mrgreen:
Cerita lumayan tentang pelunasan utang.

130. xXx: Return of Xander Cage
Lebih bagus dari yang kukira. Setidaknya lebih masuk akal dikit daripada franchise VD yang satunya lagi walopun cerita masih muter di musuh dalam selimut. Saya suka ensemble cast-nya, berasa The Expendables, dengan Deepika Padukone dan Donnie Yen sukses mencuri fokus film. VD sudah berusia 50 tahun ya… πŸ™„

131. T2 Trainspotting
Gak nyangka film legendaris 21 tahun lalu itu ada sekuelnya. Plotnya juga 20 tahun kemudian. “Reuni” dan hal-hal gila lainnya. Nostalgik.

132. Fabricated City
Revenge thriller yang keren. Plotnya generik saja, tapi eksekusi dan eksyennya sungguh menawan. Saya suka persahabatan dunia maya itu, mengingatkan pada diri sendiri di blogsphere. Saya tertarik mobil modifikasinya.

Layar sentuh segede lantai, apa gak malah bingung ya nyortir informasi?

133. Fences
Drama keluarga yang bagus tapi berat. Suami yang dominan, ayah yang otoriter, dan masalah yang selalu dia timbulkan tapi juga warisan dari dia yang tak bisa dihindari. Saya baper nonton konflik ayah anak.

134. Triple 9
Crime thriller, dirty cops and heist gone wrong. Film ini penuh bintang walo banyak yang mubazir, penuh aksi tapi plotnya hambar. Sering lihat mafia Rusia jadi penjahat, tapi baru kali ini lihat mafia Yahudi (Rusia).

135. New Trial
Dramatisasi kisah nyata yang bagus tentang pengungkapan kebenaran. Suka karakter-karakternya. Mengingatkan kita pada sering rusaknya aparat termasuk di negara sendiri. Salut pada si pengacara, juga pada hukum di Korsel.

136. Dunkirk
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Berasa Interstellar versi perang, dituturkan secara nonlinear dan indah khas Nolan. Beda sekali lihat film perang tanpa dramatisme dan heroisme. Saya suka dogfightnya, tentu saja, juga denging tukikan Stuka yang legendaris itu.

137. Filosofi Kopi 2
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Jadi suka nonton bromance Ben dan Jody. Naek kombi sampai Bali aja ngomongnya ‘keliling indonesia’. Pret. πŸ‘Ώ
Di film pertama adu rasa antara yang bikin kopi pake obsesi vs pake cinta. Kali ini kopi pake filosofi vs pake presisi. Eh malah yang presisi yg disalahkan. πŸ˜•
2-3 hal janggal, iklan yang menyolok, tapi tetap saja puas nonton ini.

138. Grand Central
Drama cinta segitiga. Niatnya mau lihat Lea Seydoux saja, tapi ternyata setting pekerjaan di PLTN menarik juga. Jadi paham kalo radiasi itu bukan resiko, tapi bagian pekerjaan sehari-hari.

139. Last Vegas
Komedi cukup menghibur. Kisah persahabatan hingga tua yang menginspirasi, mengingatkan pada brotherhood sendiri. Las Vegas itu kota yang menyenangkan bagi cowok berduit. Seru juga ya kalo menang judi..

140. Centurion
Dramatisasi misteri sejarah hilangnya unit Legio IX Hispana kekaisaran Romawi di Caledonia (Skotlandia sekarang). Sayang kurang kolosal, terlalu kecil skalanya. Pertempuran gerilya ini macam versi klasik heroisme Amerika dalam GWoT. Jadi baca-baca lagi soal sejarah Romawi di Britania, juga suku-suku di sana seperti suku Pict yang jadi antagonis di sini.

141. The Prison
Drama penjara Korea lagi. Motif disembunyikan hingga 1¼ jam film berjalan. Lumayan seru, tapi sudah sering nonton cerita seperti ini. Mengingatkan bahwa tidak henti-hentinya penjara menjadi kerajaan kecil bagi para penjahat besar.

142. Kungfu Panda
Kesampaian juga nonton ini. Menyenangkan dan penuh warna. Saya suka setting Chinanya, juga Furious Five yang mewakili berbagai aliran kungfu, dan Mr. Ping, angsa bokapnya Po.

143. Aftermath
Dramatisasi dan Amerikanisasi insiden tabrakan udara ΓƒΕ“berlingen 2002 dan efeknya pada dua karakter utama. Drama lambat dan suram dengan klimaks mengejutkan. Tema penting di sini: permohonan maaf.

144. Seondal: The Man Who Sells the River
Lebih bagus dari yang kuharap. Cerita sepasang penipu ulung yang seru dan lucu di era Joseon Korea, tapi tetap heroik pada waktunya. Suka cara-cara mereka memperdayai orang.

145. Song to Song
Beberapa saat film berjalan, sinematografinya langsung familiar tapi lupa film apa. Ternyata “The Tree of Life” dan “To the Wonder” dari sutradara yang sama. Cerita roman segitiga, dipenuhi hal-hal yang ingin dilakukan selama berpacaran, diiringi banyak musik, tapi tanpa narasi. Berasa nonton video klip berdurasi 2 jam.

146. Ghost in the Shell
Film cyberpunk yang bagus. Teknologi cyberneticsnya bagus, walo gak dieksplorasi. Saya suka setting HongKongnya, dalam nuansa Jepang yang kuat. Klimaks Major vs Spidertank terasa kuno tapi gapapalah. Durasi juga kurang panjang.

147. Talak 3
Lebih bagus dari yang kusangka. Komedi recehnya menghibur, drama cinta segitiganya seru mengharukan. Sayang tidak ada terobosan radikal dalam menghadapi hadangan hukum talak 3.

148. Black Mass
Dramatisasi kisah nyata Whitey Bulger, dulu konon orang kedua dalam daftar pencarian FBI sesudah Osama bin Laden. Drama kriminal yang sangar, sesangar Johnny Deep memerankan gangster Irlandia.

149. The Zookeeper’s wife
Dramatisasi kisah nyata Antonina Zabinski dan keluarganya menyelamatkan ratusan orang Yahudi di Warsawa jaman PD 2. Bagus, menyentuh dan heroik. Hewan-hewannya memberi warna sendiri dibanding film-film perang lainnya. Saya memang lekas sedih nonton film bertema holocaust sih. Apalagi pas evakuasi ghetto. Kurasa mestinya bisa memberi lebih banyak fokus pada aksi penyelamatan ketimbang drama Antonina dan Lutz Heck.

Hitler ist kaputt!! 😈

150. Befikre
Standar romcom ya, standar India juga, penuh nyanyi tari bagus, terutama duet terakhir itu. Suka sekali setting Parisnya, tapi plotnya chaotic. Kurasa segala “I dare you” ini gak inspiratif.

151. The Ottoman Lieutenant
Cinta segitiga di Anatolia timur, Kekaisaran Ottoman, era PD 1. Cewek AS progresif yang ntah gimana seabad lebih maju: tidak rasis, melawan ortu, dan mencintai pria muslim. Film (konon propaganda Turki) yang menyangkal Genosida Armenian. Permusuhan Armenians kristen dan Turks islam direduksi hanya pada keberpihakan Armenians ke pihak Rusia dan genosida ditampilkan seolah perbuatan segelintir pasukan Turki liar saja, sementara si Letnan menolong dengan heroik. Sebagai drama perang, adegan perangnya malah lebih banyak footage dengan narasi.

152. The Promise
Cinta segitiga di Konstantinopel, Kekaisaran Ottoman, era PD 1. Film pertama yang menggambarkan dengan akurat Genosida Armenian di Turki 1915, dari penangkapan para pemimpin, penyerangan, deportasi massal, kerja paksa, pembantaian massal, hingga pengejaran dan perlawanan di Musa Dagh. Bagus dan menyedihkan. Dramatisasi romansanya tampak berlebihan tapi tidak menutupi tragedinya. Charlotte Le Bon tampil lovable.
Saya baru tahu ada persekongkolan sistematis para penyangkal genosida tuk downvote film ini di IMDB, makanya pertama kulihat ratingnya rendah. Jahat memang Turki..

Turki tidak mengakui kejahatan ini, tapi malah mau kembali ke era yang melahirkan pembantaian ini..

153. Asura The City of Madness
Di sebuah kota Korea ada para politisi korup jahat serta penegak hukum korup jahat. Cerita kebrutalan demi kebrutalan untuk mengamankan aliran uang dan mempertahankan nyawa. Menarik dan penuh darah.

154. Going in style
Komedi perampokan bank yang cukup menghibur. Mengingatkan akan hari tua dan sistem ekonomi kapitalis yang menghisap duit.

155. The Last Commando: Modern Day Green Beret
Dokumenter sederhana tahun 2014 yang didedikasikan untuk para anggota US Army 3rd Special Forces Group (Airborne) yang berjuang dan gugur di Afghanistan. Gratisan di YouTube.

156. Sully
Dramatisasi US Airways Flight 1549 dan investigasinya. Suka tensi tenang film ini dengan fokus karakter Tom Hanks yang bertahan dibawah tekanan. Pengingat bagus heroisme kapten C. Sullenberger.

157. The Circle
Techno thriller bertema privasi vs publikasi yang bikin tertekan karena terasa dekat sekali dengan pencapaian teknologi kita sekarang. Tapi ya plotnya ketebak, banyak elemen yang familiar, ketegangan gagal terbangun, bahkan klimaksnya seperti terputus. Setidaknya film ini penuh Emma Watson.

158. The Bodyguard
Apa yang dilakukan Andy Lau dan Sammo Hung disini? Susah dipahami…
Bagian terbaik film ini (setelah menanti sejam) digerakkan oleh adegan slonong girl yang gak masuk akal. :mrgreen:

159. Pawn Sacrifice
Dramatisasi kisah hidup dan puncak karir Grandmaster Bobby Fischer. Menarik juga melihat catur menjadi arena perang dingin, juga gangguan mental sang jagoan catur.

160. The Finest Hours
Dramatisasi kisah nyata penyelamatan kapal SS Pendleton. Bagus ceritanya, memperingati aksi heroik Coast Guard AS tahun 1952. Suka lihat Holliday Grainger yang cantiknya klasik era itu.

161. USS Indianapolis: Men of Courage
Dramatisasi kisah tragedi tenggelamnya kapal USS Indianapolis yang dieksekusi dengan mengecewakan. Plotnya buruk (cinta segitiga?), settingnya buruk (pake kapal yang berbeda), spesial efeknya buruk, parah lah. Sayang banget, mestinya film ini bisa jadi peringatan sejarah penting terutama buat sang kapten yang dikambinghitamkan AL. Macam sial ya Nicolas Cage dapet film gak keren mulu akhir-akhir ini.. πŸ™„

162. Storks
Animasi menyenangkan dan menghibur. Saya suka ide ceritanya, imajinasinya (mesin pembuat bayi), dan Wolfpack yang bikin ngakak. Terganggu lihat pesan pro LGBT tapi yawdalah.

163. Cahaya Dari Timur
Dramatisasi kisah nyata Sani Tawainella dan tim Maluku U-15. Suka dengar logat Ambon di sepanjang film, walau Chicco dan Jajang sesekali terdengar kaku. Settingnya menarik, Tulehu dan Paso pasca perang saudara Maluku.
Saya cuma dapat 120 menit dari 150 menit durasi film di versi TVrip. Sepertinya saya kehilangan adegan-adegan kerusuhan.
Drama olahraga yang bagus.

164. Why Him?
Sitkom pacar vs camer. Lucunya biasa saja, tapi tetap enak dinikmati. Saya suka isu matinya penerbitan, sangat riil, juga tentang WC dengan cebok air. Orang Amrik perlu ini. :mrgreen:
Zoey Deutch cantik banget. Momen saya ketawa di film ini justru lihat Gene Simmons dan Paul Stanley. πŸ˜†

165. Chloe
Erotic thriller yang kurang. Tegangnya kurang dikit, erotiknya kurang buanyak. Plotnya bagus sih, dan Amanda Seyfried seperti biasa sungguh memikat.

166. Ali and Nino
Drama romansa di Kaukasus seabad lalu. Romansanya dapet walo jumpstart dan kurang chemistry; sejarahnya juga dapet dikit2 untuk yang paham, dari PD I, revolusi Bolshevik, sampai Rep. Azerbaijan yang pendek umur; setting juga bagus. Diluar itu konfliknya hilang, kekayaan kultural etnik, konflik agama, konflik eropa-oriental, tidak tersampaikan dengan baik, menyisakan konflik politik dan heroisme saja. Sayang durasinya hanya 100 menit. Coba lebih banyak bajet…

167. Forbidden Empire
Adaptasi lepas dari sastra Rusia “Viy”. Cerita horornya dimodifikasi jadi plot detektif dengan karakter baru. Cukup seram tapi suram warnanya. Mengingatkan betapa berbahaya pemimpin yang menggunakan isu agama dan menjual ketakutan tuk menghasut massa.

168. The King
Crime thriller Korea tentang dunia kotor para jaksa. Mengasyikkan nontonnya. Suka plotnya dan penceritaannya. Karakter-karakter tidak terlihat menua padahal rentang waktu cerita lebih dari 20 tahun. Seperti di RI, pilpres adalah saat yang menegangkan.

169. Gods of Egypt
Walaupun reviewnya buruk ternyata filmnya asyik. Suka visualisasi Mesir kuno disini, dari bumi datar, arsitektur, para dewa dan kendaraannya, dunia bawah, etc. Plot dan pertarungan agak lemah tapi tak mengapa. Usaha Set mengumpulkan kekuatan mengingatkan pada cerita komik Tenjho Tenge, sayang selain bisa terbang gak jelas apa fungsi jantung Osiris atau otak Thoth misalnya.. πŸ™„
Courtney Eaton sexy.

170. Marshland
Thriller polisi yang bagus. Plot detektifnya seru, setting sospol Spanyol 80an yang menarik, dan banyak aerial shot daerah rawa yang sungguh menakjubkan.

171. I am Wrath
John Travolta jadi Punisher ala Frank Castle, minus senjata berat plus buddy yang kadang lucu interaksinya. Heran kenapa pembantaian di mansion kok malah gak ditunjukkan. Film ringan, pas buat pemulihan abis sakit kemarin.

172. Their Finest
Film tentang membuat film tentang evakuasi Dunkirk. Drama romansa jaman perang di London yang lucu, menyenangkan, getir, dan menarik. Plot twistnya mengejutkan. Suka suasananya, suka juga lagu2nya terutama “They Can’t Black Out the Moon”.

Sering bertemu maka jatuh cinta. Iya kan?

173. Part-Time Spy
Eksyen komedi Korsel yang cukup lucu walo banyak slapstick, dengan plot cepat padat. Kedua protagonisnya menarik. Young Shil memikat simpati dengan tampil “jelek”, tidak seperti posternya sama sekali, sementara Jung An menarik karena cantik tapi temperamental.

174. Gold
Dramatisasi kisah nyata skandal tambang emas palsu Bre-X di RI era Soeharto. Terlalu banyak yang diubah dari sejarahnya sih, bahkan lokasi syutingnya. Bagus juga ceritanya, tentang mimpi yang menguap, dan keluarga Soeharto yang korup.

175. Trolls
Lebih baik jual teman tapi selamat sendirian atau mati sendirian dan teman-teman selamat? Moral penting di animasi lucu penuh warna dan musik ini. Suka lagu-lagunya, terutama ‘Hair Up’.

176. Logan
Senang melihat “tiga” Wolverines dalam pertarungan jarak dekat brutal sepanjang film. Laura sungguh petarung kecil yang efektif. Sayang teman-teman mutan dia yang lain gak seberguna itu. Film “penutup” cerita X-Men yang sangat manusiawi dan rural.

177. Manchester by the Sea
Drama yang sungguh sangat bagus tentang hidup dengan rasa kehilangan. Ceritanya baru menarik setelah Lee bertemu Patrick dan membangun hubungan sepanjang sisa film. Beberapa kisah disini saya banget, misalnya ketika Patrick bertemu Elise.
Baru tahu, judul film ini ternyata nama kota pelabuhan di AS.

178. God of War
Kisah heroik Jenderal Qi Jiguang menumpas bajak laut Wakou. Kurang bagus. Plotnya melebar ke mana2 (misal ke Madam Qi) sementara cerita perangnya sendiri dikompres jadi hanya beberapa pertempuran yang kurang epik dengan strategi yang aneh.

179. Lego Ninjago The Movie 3D
Ngebioskop di Cinemaxx Plaza Semanggi, Jakarta. Serial mainan baru lagi dari Lego, film baru lagi tuk promosi. Banyak adegan lucu, tapi saya tidak merasa terinspirasi seperti saat menonton The Lego Movie dulu. Mungkin faktor ngantuk berat juga saat nonton. Sebagian besar adegan ditonton dengan separuh kesadaran saja.

Sekali-sekali skrinsyut diganti foto saya ya. Ini bersama media promosinya di XXI Kuncit.

180. Kingsman: The Golden Circle
Ngebioskop di XXI Kuningan City Mall, Jakarta. Untuk sebuah cerita Fast and Furious/Mission Impossible alternatif masih sangat seru, brutal dan menghibur. Lupakan saja banyak plot dan detil gak masuk akal di sini, nikmati saja aksi dan komedinya. BTW saya sepakat dengan pendirian presiden AS soal narkotika. :mrgreen:

181. The Foreigner
Ngebioskop di XXI Kuningan City Mall, Jakarta. Lihat Jeki Cen lagi setelah di Lego Ninjago. Kali ini jadi pemeran utama dalam film yang sedih dan suram. Cerita balas dendam yang bagus dan menegangkan dengan latar penumpasan terorisme yang politis.

Masih berusaha konsisten satu film timur sesudah dua film barat tapi kemudian karena stok film timur yang menipis selang-selingnya jadi satu timur sesudah empat barat. Haha.. :mrgreen:

Film-film 2017 (April-Juni)

Cepat sekali tahun ini sudah berjalan setengahnya. Libur panjang lebaran sudah terlewati, dan bulan Juli yang tanpa hari libur sudah muncul di kalender. Dengan mengabaikan buku-buku dan banyak bacaan lainnya, 3 bulan ini masih rajin menonton film. Mari menengok apa saja yang sudah ditonton sejak April.

67. Hidden Figures
Dramatisasi menarik 3 wanita hitam dalam sejarah NASA. Masih suasana perang dingin ketika komunisme dan kemajuan Sovyet jadi topik umum. Suka lihat karakter dan interaksi mereka bertiga yang penuh percaya diri. Film rocket science + perjuangan ras.

68. Rurouni Kenshin: New Kyoto Arc
Kompresan yang saking padatnya sampai kerasa cuma nonton trailer. Banyak plot berubah dan hilang, sejumlah duel juga berubah, ada yang lebih baik, ada yang tidak. Satu-satunya yang menarik adalah kembalinya pedang Homura milik Shishio ke Seiku Arai di akhir cerita.

69. Les Chevaliers du ciel (Sky Fighters)
Adaptasi bagus dari salah satu cerita Tanguy et Laverdure entah yang mana. Sungguh senang melihat aksi-aksi Mirage 2000 (& Alpha Jet) disini sehingga sejumlah hal kurang realistis bisa dimaafkan. Lagian tak menarik juga kalo dogfight tidak Within Visual Range. Adegan striptease di atas F4U Corsair itu keren..

70. Passengers
Plotnya sederhana, dan visualnya bagus sekali, seperti yang kuharap dari film luar angkasa futuristik. Temanya berat: usaha-usaha tidak etis (bahkan jahat) tuk memiliki teman hidup ketika pilihan lain hanyalah terbunuh sepi. Seperti biasa, J-Law tampil sangat mempesona.

Quote:
“You can’t get so hung up on where you’d rather be, that you forget to make the most of where you are.”
~ Aurora Lane

71. Soar Into the Sun / Return to Base
Top Gun versi Korea Selatan. Penuh hal mustahil dalam manuver udara, misi Air to Air dan Air to Ground, pertahanan udara, dan combat SAR, tapi tidak mengganggu ceritanya. Dogfightnya malah owsom. Cacat berulang hanyalah syut-syut landing gear yg jelas-jelas tandem bukan dari F-15. Film bagus tuk melihat F-15K dan T-50 beraksi, plus Mig-29 yang cukup detil. Romcomnya lucu, bonus komedi khas Korea yg gak peduli cerita ini bersetting militer.
Ketemu si cantik Shin Se-kyung lagi.

Quote
“Aku ingin memberimu kesempatan untuk membuatku terkesan”
~Tech Sgt. Yoo Se-young

72. Arrival
Kisah menawan tentang teror alien, problem komunikasi dalam kontak, dan apa konsekuensi dari pemecahan kedua masalah itu bagi seorang ahli bahasa: sebuah jendela ke masa depan. Melupakan tragedi itu sulit, tapi dengan sadar memilih tragedi itu lebih berat lagi.

73. A Pigeon Sat on a Branch Reflecting on Existence
Komedi hitam Swedia yang susah kupahami. Satu2nya plot yang agak menarik dan memicu buka sejarah cuma raja Charles XII of Sweden pergi berperang dengan Rusia lalu kalah. Sisanya absurd.

74. Dear Zindagi
Jauh lebih bagus dari yang kubayangkan. Cerita menarik sesi demi sesi curhat ke terapis tampan penuh ide oleh pasien dia yang jelita penuh potensi tanpa berakhir dengan romansa. Banyak percakapan dan situasi yang bisa kupelajari.

75. Miss Sloane
Drama yang sangat menarik tentang intrik lobi dalam politik AS, berpusat pada karakter luar biasa yang jenius sakit jiwa. Banyak obrolan yang harus kureplay tuk bisa paham, dan temanya tentang kontrol senjata selalu relevan. Sayang, kukira fokusnya tentang lobi sawit pemerintah RI yang jadi fokus di awal film. 😁

76. Pete’s Dragon
Drama fantasi yang santai dan moodmaker. Terasa macam versi watered down kisah Natsu dan Igneel dari Fairy Tail. Naganya lucu, tapi kamuflasenya luar biasa.

77. Canola
Cerita yang sederhana dan mengharukan tentang cinta sepanjang hayat seorang nenek. Drama keluarga ini lebih bagus dari pengharapanku. Fokus tanpa subplot romansa misalnya. Adegan di taman bunga itu sungguh terasa surga.

“Nenek, kenapa lama sekali datang?” Mataku langsung kemasukan debu..

78. Live by Night
Terpesona Elle Fanning saja. Gadis ini makin dewasa, makin cantik. Selebihnya kisah gangster ini terasa sangat familiar hingga twist terakhir. Tidak ada yg spesial dari plot dan protagonis. Meski begitu gambarnya bagus, dan tema-tema SARA di dalamnya (italian vs irish; protestan vs katholik, yahudi, hitam, latin; KKK) menarik.

79. Queen of the Desert
Penjelajahan Gertrude Bell di dunia Arab selama belasan tahun direduksi menjadi kisah roman picisan. Hanya prolog dan epilog film yang sedikit menjelaskan kalau wanita ini berperan besar pada terbentuknya Timur Tengah modern. Gak heran film ini flop. Nicole Kidman masih sangat mempesona, tapi jelas dia terlalu tua tuk karakter ini.

80. Tunnel
Film bencana dan survival yang bagus. Protagonis yang semangat -di atas dan di bawah tanah- membuat penonton ikut menyemangati pula. Segala drama operasi penyelamatan tergambar di sini, termasuk politisi cari muka dan masyarakat yang pedulinya sesaat saja.

81. Guardians of the Galaxy Vol. 2
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Seperti prekuelnya, jadi orang terakhir yang ninggalin theatre. Pake negur cleaning service yang lewat-lewat pas nonton extra scenes. Film bagus ini padat dengan aksi, warna, humor, juga kental dengan tema keluarga. Gak lupa lagu-lagu lawas.

82. Our Kind of Traitor
Spy thriller lumayan. Eksyennya minim tapi plotnya menarik, terutama tentang intrik busuk di dunia intelijen. Pesan moral: hati-hati kalo diajak hangout orang asing. πŸ˜‰

83. 3 Hari Untuk Selamanya
Road movie yang bagus. Perjalanan Jakarta-Jogja yang penuh dialog dan interaksi menarik dua anak muda yang sedang mencari arah hidup, juga pengalaman di tiap tempat yang disinggahi. Ada kesan mendalam, dan ada cinta tertahan.

84. Deepwater Horizon
Dramatisasi menarik bencana terburuk perminyakan AS. Plotnya dibangun untuk menunjukkan kalo ini adalah bencana buatan manusia yang mestinya bisa dicegah.

85. Eyes Wide Shut
Kesampaian juga nonton film klasik ini. Film Natal yang penuh simbol okultisme. Drama pasangan modern yang penuh godaan seks. Fantasi dan penasaran yang mengganggu dan menantang. Kisah tak biasa saat pulang pagi.

86. Tendangan Dari Langit
Lebih menyenangkan dari yang kuharap. Plot yang bagus, realistis dan lucu. Wajah-wajah yang familiar, bahkan ada yang kukenal. Kenangan ke sepakbola Indonesia masa itu ketika LPI muncul memberikan harapan palsu atas kebobrokan ISL.

87. American Honey
Road movie menarik tentang pelarian, petualangan, dan pencarian (dari uang hingga cinta) yg keras di Midwest Amerika. Cerita anak-anak muda terbuang yg hidup di jalanan, bekerja dan berpesta dari kota ke kota. Masing-masing dengan impiannya. Penuh lagu-lagu pemberontakan yang keren.

88. Joy
Dramatisasi cerita Joy Mangano menemukan miracle mop dan membangunnya menjadi bisnis besar. Digarap dengan komedi yang lucu dan penampilan mempesona Jennifer Lawrence. Pel kek gini kok gak dijual di sini ya? 😁

89. Hari Ini Pasti Menang
Buat saya tokoh utama film ini adalah Andien, sang wartawati investigasi. Mengingatkan kalo saya pernah suka banget Tika Putri. Plot selebihnya susah dipahami. Mungkin saya terlalu realistis dan berharap endingnya bakal seperti calciopoli.

90. Sing
Animasi menyenangkan penuh lagu-lagu bagus. Plotnya sederhana saja tapi gak nyangka juga dengan semangat show must go on mereka setelah teater ambruk.

91. The Whole Truth
Drama pengadilan seorang pengacara. Persilangan antara mencari kebenaran dan mencari apa yang terbaik bagi sang klien. Menarik mengamati siapa yang berbohong dan dimana kebohongannya.

92. Secret (Bu Neng Shuo De Mi Mi)
Menyesal membiarkan film ini mendekam setahun di HDD karena salah didonlot (yang dipesan “A Secret”), ternyata bagus luar biasa. Drama cinta monyet segitiga yang romantis diiringi kungfu Piano brutal (duelnya sampai kuulang), dan misteri mengejutkan yang menjadi judul film ini. Gwei Lun-mei memikat sekali jadi gadis misterius.

93. Loving
Kisah cinta sederhana Richard dan Mildred Loving yang melawan hukum dan akhirnya mengubah sejarah AS. Salut kepada pengacara-pengacara ACLU di kasus ini. Sebenarnya filmnya membosankan, tapi jadi kerasa mood depresinya sesuai keadaan jaman itu.

Ketika cinta tidak boleh hitam dan putih.

94. Don’t Look Down (No Mires Para Abajo)
Serendipity seorang remaja galau dan wanita cantik yang menjadi guru sex tantricnya. Orgasme si cowok agak absurd, tapi intinya untuk sesaat dia lepas dari rutinitas sehari-hari.

95. A Copy of My Mind
Petualangan gadis pemburu film bajakan. Film yang mengingatkan bahwa nonton film donlotan itu sudah termasuk mewah, dan mengapa kita sangat menghargai orang-orang seperti Lebahganteng dan Pein Akatsuki.
BTW plotnya berjalan aneh, beberapa hal gak masuk akal. Di luar itu saya suka realitas keras Jakarta di sini.

96. Beauty and the Beast
Film bagus banget yang sungguh mengingatkan pada versi animasinya. Remake cerita penyihir reseh party pooper yg kejam. Apa-apaan dia mau berteduh aja masuk ruang dansa. Sakit hati dengan tuan rumah eh satu kastil dikutuk. 😁
Gak nyangka Emma Watson bisa nyanyi. Lumiere versi candelabra jadi karakter favorit saya. Suka dengan komedi dan mood film ini. Merasa aneh Beast punya 5 jari sempurna, bisa pegang apapun dengan baik, tapi makan kok gak bisa pake sendok. Bantal dia juga gak rusak kena tanduk. 😁

97. The Invisible Guest (Contratiempo)
Thriller sangat menarik pemecahan kasus pembunuhan. Plot klasik menyusun berbagai versi cerita tuk mengungkap kebenaran. Mana yang jujur, mana yang ngarang. Ngeri membayangkan apa yg bisa dilakukan orang berduit+pengacara tuk menutupi kejahatan.

98. Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales
Ngebioskop di XXI Premium Mal Jayapura. Kaget, tapi senang lihat Kaya Scodelario. Saya suka gadis ini. Plotnya terasa repetisi saja; hantu laut baru, jagoan-jagoan baru yang bergabung dengan Jack Sparrow tuk melawan, menggunakan artefak kuno nan sakti yang harus dicari dulu muter-muter, militer Inggris yang menyebalkan. Tetap menghibur tentu saja.

99. Wonder Woman
Ngebioskop di XXI Premium Mal Jayapura. Film superheroine yang wajib tonton. Plotnya khas film superhero bagian pertama: cerita masa lalu, masa kecil, awal menjadi pahlawan dst; tapi karakter Diana/WW yang sungguh membuat terpikat: ekspresi dia, interaksi, chemistry, justice, humanity, ditambah lagi Gal Gadot emang cantik banget. Terlihat dibuat tuk tidak jadi apel ke apel dengan Captain America, seperti memundurkan setting ke PD 1 dan -yang paling saya sukai- Β tidak menonjolkan patriotisme Amerika.

100. Death Note
Adaptasi yang setia dari manga legendarisnya dan bagus hasilnya. Permasalahan klasik tentang main hakim sendiri. Ryuk terlihat keren dalam 3D.

101. Suicide Squad Extended Cut
Memperhatikan lagi detil-detil yang kelewatan waktu ngantuk di bioskop tahun lalu. Diablo vs Incubus memang duel antar dewa. Sisanya disitu serangga semua. πŸ˜†

102. Rogue One: A Star Wars Story
Star Wars Episode IIIS yang epik dengan karakter-karakter sekali pakai. Saya suka plot, visual, setting, musik dan final battlenya. Ada rasa penggarapan yang berbeda tapi tetap nostalgik.

103. Jackie
Biopic bagus banget tentang Jackie Kennedy dan flashback penuh detail pembunuhan hingga pemakaman JFK dari sudut pandang dia. Drama menarik seorang first lady yang kehilangan suami.

Diapit dua dari sekian banyak Kennedy yang meninggal dengan tragis: JFK dan RFK.

104. The Light Between Oceans
Sebuah keputusan yang benar, tapi juga salah, dan konsekuensinya. Drama period suram yang agak pelik tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Pemandangannya bagus, ceritanya menyentuh.

105. The Handmaiden
Thriller psikologi erotik yang keren banget. Saya suka plotnya yang penuh misteri, lalu penceritaan berlapis yang sempat memperdayai saya. Kisah cinta berliku dan panas dua gadis melewati dua pengincar harta.

Pastikan kalian nonton yang gak disensor yaa..

106. The Fate of the Furious
Eksyennya owsom seperti biasa (Mad Max Frozen Road!) tapi jalan ceritanya hancur lebur (seperti biasa juga). Teroris yang bisa ngehack apa saja buat apa masih perlu EMP dan nuklir? Deckard tampil sangat Statham dan sungguh menghibur. Kehadiran dia dan tanpa Brian membuat tim ini jadi makin berotot dan kurang pembalap. Saya masih terkenang Gisele (dan Han tentu saja), tapi Ramsey ini juga enak dilihat. Suka adegan pembuka di Kuba, simbol hubungan baik AS-Kuba sekarang: mutual respect.

107. Captain Fantastic
Sejumlah hal soal homeschooling dan indoktrinasi kekirian cukup mengganggu pikiran saya, tapi tetap ini drama keluarga yang bagus banget, menawarkan banyak hal baru. Erin Moriarty mencuri perhatian.

108. John Wick: Chapter 2
Dunia kriminal terorganisir tempat John Wick hidup makin terbuka jelas aturan dan konsekuensinya. Eksyen yang sangat menghibur, penuh close quarter battle menawan. Saya terkesan adegan Gianna tutup usia, dan kaget lihat Morpheus.. Err, siapa tadi namanya? 😁
Satu hal realistis yang saya sukai, John sering menggunakan senjata musuh yang tewas.

109. Keeping Up With The Joneses
Cuma pengen lihat Gal Gadot lagi yang hanya jadi diri sendiri: agen Israel yang mahir dengan senjata. Komedinya sendiri meh. Ngasal banget nggarapnya.. 😁

110. The Great Wall
Premisnya bagus, tapi jalan ceritanya banyak bagian yang aneh. Mengapa menyimpan mesiu? Buat apa unit bungee jumpers di ordo yg punya artileri? Mengapa pertahanan ibukota lemah? Kurang epik juga akhir ceritanya, jadi cerita kepahlawanan saja yang malah jauh dari tembok raksasanya. Saya suka imajinasi ceritanya, monsternya keren dan brutal.

111. Act of Valor
Wajib tonton tuk military geek. Plotnya receh, dan gak ada karakterisasi, tapi film tribute tuk US Navy Seals ini juga film promosi tuk AL AS, karena itu gears yang muncul di film pun gak tanggung2. Seperti biasa, saya selalu tersentuh dengan film bertema GWOT.

112. Ballerina
Animasi yg menghangatkan hati tentang keindahan balet dan perjuangan meraih mimpi. Bagus. Kaget juga lihat ada motor di era kereta kuda itu. 😁

113. The Mummy
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Kalah epik jauh banget dari versi 1999. Masih bisalah memasukkan Perang Salib, tapi mana ada makam Mesir di Mesopotamia. Lalu Prodigium yang berpusat di London tapi menggunakan pesawat dan pasukan AS. Tentu gak ada yang lebih kacau daripada melihat Nick Morton berkelahi dengan Mr. Hyde sementara si Mummy mengamuk di ruang sebelah. Ini filmnya siapa sebenarnya?

114. Transformers: The Last Knight
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Setiap film Transformers berusaha menyisipkan robot-robot raksasa ini ke dalam sejarah rahasia dunia sebagai teori konspirasi, tapi kali ini Transformernya sudah menyusup ke dalam sejarah umum yang menyebabkan cerita Sam Witwicky bahkan Ordo Witwiccan malah jadi wagu. Meski begitu saya suka kisah kolaborasi dengan Raja Arthur dan Merlin itu, juga petualangan memburu artefak. Sayangnya, karakterisasi dan aksi robot-robotnya malah jauh berkurang. Yang menonjol malah Cogman yang gak bisa transform jadi apapun.

115. Your Lie In April
Kompresan cukup bagus dari manganya, lengkap dengan sejumlah penampilan biola dan piano yang memikat, walaupun masih banyak yang gak dimasukkan seperti animenya. Terasa berat menonton melodrama yang temanya mencintai gadis sakit begini.

116. Silence
Bukan film yg mudah ditonton, apalagi dinilai, dan saya butuh 5 hari tuk kelarin. Kisah nyata yang pahit tentang penganiayaan, (sekarang bahasa kerennya persekusi) dan iman yang patah ketika agama Kristen ditekan sesudah pemberontakan Shimabara di Jepang.

117. The Space Between Us
Sci-finya menjanjikan, kemudian berubah jadi film lovey dovey klise walopun road tripnya bisa dinikmati, ditutup dengan melodrama yang ketebak. Film ini flop ternyata…

118. Kong: Skull Island
Sebagai film eksyen monster, ini keren betul. Padat dan brutal. Beberapa hal aneh terkait militer terlihat, seperti kapal kargo modifikasi yang meragukan bisa membawa belasan heli (tak terlihat elevator tuk hanggar padahal dek terlihat jelas hanya memuat 6 heli), dan mengapa harus pakai heli menembus badai (pendaratan amfibi lebih aman), tapi bisa dimaafkan karena ternyata ini juga homage tuk film-film perang Vietnam. Saya suka konsep arkeologinya. Lukisan-lukisan di gua itu.

119. Attraction
Sering lihat alien datang di mana-mana, paling sering di AS, kali ini di Moskow karena film Rusia. Lumayan bagus nih, senang lihat persenjataan Rusia juga. Cerita menarik tentang kontak dengan alien, cinta, penanggulangan bencana, dan intoleransi.

Seberapa siap sebenarnya manusia dikunjungi alien? Itu pertanyaan film ini..

120. Journey to the West: The Demons Strike Back
Dibanding prekuelnya yang orisinil, ini sudah mengikuti sastra aslinya, bahkan lebih rame siluman daripada Monkey King 2, terutama hadirnya raja api Red Boy. Seru banget, dengan setting indah, pertarungan seru, komedi konyol, dan bromance Wukong – Tang. Sayang porsinya Bajie dan Wujing cuma sedikit dan gak ada karakter wanita yang benar-benar memikat.

 

Kurasa yang paling menarik dari nonton film 3 bulan ini adalah pengalaman menonton di XXI Premium, thanx to Ipas. Tanpa perlu efek-efek macam nonton nonton 3D atau 4DX, ternyata menyenangkan nonton dengan kursi nyaman yang bisa direbahkan sambil membungkus kaki dengan selimut wangi. Satu catatan penting, jangan memesan makanan atau minuman di dalam, karena pelayan sungguh tidak menghargai kalau tujuan kedatangan kami ke bioskop adalah untuk menonton film.
Sampai jumpa Oktober nanti.

Film-film 2012 (lanjutan)

Kalian nulis jurnal? Catatan harian atau semacamnya? Saya nulis dengan rapi selama bertahun-tahun dan memang bermanfaat apabila perlu mencari tawarikh peristiwa yang sudah lewat, misalnya… film apa yang kutonton dan kapan. Seperti yang mudah dilihat, blog ini mengarsipkan film-film yang saya tonton sejak 2012, tapi ternyata daftar tahun 2012 itu hanya selama sepuluh hari bulan Januari saja, selebihnya tak ada. Beberapa waktu lalu saya merapikan kembali catatan harian saya (dibelikan binder, selama ini hanya bundelan loose leaf) dan menemukan kalo daftar itu masih bisa saya lengkapi karena catatannya juga lengkap hingga akhir tahun. Jadi ini daftar film-film 2012 saya melanjutkan postingan sebelumnya. Saya tak taruh ulasan apa-apa ya, karena sudah lawas juga, ini buat arsip saja daripada tercerai di catatan.

Sucker-Punch-movie-image

Sucker Punch, kurasa film terfavorit saya dari daftar ini. Cerita ngayal total yang sangat punk. ❀

12. X-Men: The Last Stand
13. Thor
14: Harry Potter and the Goblet of Fire
15. Dragon Hunters
16. Harry Potter and the Order of the Phoenix
17. The Golden Compass
18. Banlieue 13: Ultimatum
19. The King’s Speech
20. Paradise Kiss
21. Red Cliff
22. Logorama
23. Red Cliff II
24. Iron Man
25. Iron Man 2
26. Yamakasi
27. Transformers: Dark of the Moon
28. Transformers: Revenge of the Fallen
29. Tales of Desperaux
30. The Forbidden Kingdom
31. R.E.D.
32. The Sucker Punch
33. Skyline
34. Boogie Night
35. From Paris With Love
36. Battle: Los Angeles
37. The Sorcerer and the White Snake
38. Monsters (2010)
39. The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn
40. Punisher: War Zone
41. Reign of Assassins
42. TMNT
43. Rio
44. G.I. Joe: The Rise of Cobra
45. The American
46. 9
47. La Maison en Petit Cubes
48. Cleaner
49. Cat Run
50. Cloudy with a Chance of Meatballs
51. Pineapple Express
52. The Sky Crawlers
53. RRRrrrr!!!!
54. Prince of Persia: The Sands of Time
55. Percy Jackson and the Olympians: The Lightning Thief
56. The Flying Swords of Dragon Gate
57. Syriana
58. Mission: Impossible – Ghost Protocol
59. Shawshank Redemption
60. Despicable Me
61. Gnomeo & Juliet
62. Immortals
63. The 33D Invader
64. Manhattan Samourai
65. 14 Blades
66. God is Great and I’m Not
67. Forces Speciales
68. Blitz
69. Push
70. The Smurfs
71. Sherlock Holmes
72. Fantastic Mr. Fox
73. The Day the Earth Stood Still
74. Eat, Pray, Love
75. Black Rock Shooter (OVA)
76. Naruto Shippuden Movie 5: Blood Prison
77. Sherlock Holmes: A Game of Shadows
78. Johny English Reborn
79. Repo Men
80. Sleeping Beauty
81. Hugo
82. Whistleblower
83. The Green Hornet
84. Gulliver’s Travel
85. Red Vacance Black Wedding
86. Real Steel
87. Harry Potter and the Deadly Hallows Part 1
88. Harry Potter and the Deadly Hallows Part 2
89. National Treasure: Book of Secrets
90. Green Lantern
91. Safe
92. The Lost Bladesman
93. Get the Gringo
94. Dorian Gray
95. Contagion
96. Surrogates
97. Cowboy & Aliens
98. Unbreakable
99. Colombiana
100. The Dark Knight Rises
101. Twilight
102. Eclipse
103. Hotel Desire
104. Get Smart
105. Safe House
106. The Imaginarium of Doctor Parnassus

tintin

The Adventure of Tintin, juara dua film terfavorit. Adaptasi modern yang keren banget dari komik petualangan legendaris ini.

 

Tahun 2012 itu pertama kali keluarga saya pasang TV kabel (wired TV ya, bukan cableΒ TV :mrgreen:) jadi beberapa film kutonton di sejumlah kanal film di TV. Yang menarik, nonton di TV itu biasanya filmnya sudah jalan setengah lalu ditonton sampai habis, nanti nunggu siaran ulang baru nonton lagi dari pertama sampai ke saat nonton pertama. πŸ˜†

 

 

Film-film 2016 (Juli-Desember)

Pakabar? Gimana 2017 yang sudah jalan sebulan, apakah sesuai yang direncanakan? Semoga ya. Januari saya berjalan dengan beberapa masalah di sektor perdaringan. Yang pertama hape 4G saya jadi batu karena kesalahan peningkatan sistem operasi. Nah disaat butuh koneksi maksimal supaya gawai bisa disembuhkan, eh malah kabel serat optik Telkom putus lagi sebulanan. Ya sekarang sudah teratasi semua sih, dan postingan ini bisa diselesaikan.

Kay, ini daftar film lepas tontonan saya semester kedua tahun 2016 lalu. Banyak perjalanan saat itu, jadi lebih banyak pengalaman juga menonton bioskop di berbagai tempat. Jarang-jarang saya nonton film baru sesering itu. :mrgreen:

67. 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi
Dramatisasi Benghazi Attack 2012, peristiwa yang konon menodai karir Hillary Clinton sebagai Menlu AS. Divisualisasikan Michael Bay dengan seru dan heroik. Kembali mengingatkan betapa dunia sekarang dipenuhi militan yang harus dibunuh.
Catatan: film pertama yang ditonton dengan laptop pribadi. ❀

68. Secret World of Arrietty
Dari novel fantasi anak-anak Inggris, divisualisasikan dengan indah dan detil menjadi anime oleh Studio Ghibli yang legendaris. Ini nonton yang versi AS, lagu-lagunya asyik. Senang nontonnya. ❀ ❀

arrietty

Kalau ada pernak-pernik kecil di rumahmu yang hilang, mungkin mereka yang “pinjam”.

69. The Hunger Games: Mockingjay – Part 2
Penutup yang bagus dan memuaskan untuk seri Hunger Games. Kaget lihat the mutts, gak nyangka ada makhuk semacam itu di Hunger Games. Adegan eksekusinya inspiratif: mencegah diktator digantikan oleh diktator lain. ❀
Catatan: keknya ini film pertama yang kudonlot sendiri, thanx untuk Gunrud, Moer dan Zizie, kawan-kawan Warqafalla.

70. Allegiant
Misteri dunia di luar tembok sudah terpecahkan dan tidak mengejutkan, tinggal nunggu perang dan klimaks saja. Four rasanya terlalu sakti tapi ya gapapalah. Sudah gak ada adegan-adegan simulasi lagi nih. ❀

71. Boruto: Naruto the Movie
Seru banget, penuh ledakan dan taijutsu cepat. Sasuke dan sejumlah karakter lain seperti tidak mengeluarkan potensi maksimal tapi tidak mengapa. Semoga cerita generasi baru ini masih bisa berkembang. ❀

72. Star Trek: Beyond
Ngebioskop di CGV Blitz Mall PVJ Bandung. Nonton dengan cewek Trekkie pakai drama disangka warga miskin sama petugas saat mau beli tiket. Film yang bagus. Planet baru, musuh baru, pengkhianat baru juga. Walopun sudah heboh sebelumnya, saya gagal menemukan Joe Taslim di dalam film. πŸ˜† ❀

73. The Great Magician
Jauh lebih lucu dan menghibur dari yang kukira. Saya suka film yang penuh trik sulap, juga China era warlords. Tema cinta segitiganya menarik. ❀

74. Batman vs Superman: Dawn of Justice (Ultimate Edition)
Seru banget tapi plotnya gak enak, padahal ultimate edition yang tiga setengah jam ini sudah menceritakan lebih banyak daripada versi bioskopnya yang konon lebih membingungkan soal motif perselisihan kedua jagoan. Kemunculan monster karya Lex Luthor malah membuat perseteruan Superman dan Batman jadi makin konyol. Wonder Woman sungguh mencuri perhatian. Pas banget diperankan Gal Gadot.

75. Jason Bourne
Ngebioskop di XXI Mall Paragon Semarang. Harus ekstra fokus karena film ini setia dengan ciri film Bourne yang goyang-goyang kameranya. Jason B. masih agen super favorit saya karena plot dan eksyennya yang realistis. Tema pengawasan globalnya generik, tapi faktual dengan isu kerahasiaan vs keamanan nasional. Alicia Vikander is lovely.

76. Suicide Squad
Ngebioskop di XXI Lotte Mall Bintaro, Tangerang Selatan. Sepertiga film habis tuk perkenalan karakter dan cerita. Sisanya didominasi oleh Deadshot dan Harley Quinn. Lainnya ngapain? Joker ngapain? Enchantress kesurupan doang?

77. Night Watch
Thriller supranatural Rusia yang bagus banget. Eksyennya gak sebanyak yang kuharap (kalo merujuk film Holiwud yang sejenis) tapi plotnya seru dan menarik, baru jelas hingga klimaks. ❀

78. 3 Srikandi
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Drama sejarah olahraga menarik. Chelsea Islan lucu, tapi Tara Basro paling sukses memerankan orang daerah dengan dialek yang pas. Saya salut pada usaha merekonstruksi setting 80an termasuk tokoh Soeharto. Drama hubungan keempat karakter utama jadi lebih berkesan daripada panahannya sendiri yang sayangnya tidak bisa divisualkan hingga pengalungan medali dan pengibaran bendera.

79. Alice Through the Looking GlassΒ 
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Seperti pendahulunya, visual film ini masih sangat imajinatif dan fantastis. Saya nonton 3D pula. Sayang film ini hanya meminjam judul saja dan ceritanya jauh berbeda dari kisah Through the Looking Glass asli karangan L. Carroll. Terlalu fokus pada Mad Hatters dan Alice juga gak imut lagi.

80. Day Watch
Lanjutan dari Night Watch. Petualangan Anton Gorodetsky masih seru dan gak ketebak arahnya. Plotnya memang kuat dan klimaksnya brutal keren. ❀

 

81. Elite Squad
a.k.a. Tropa de Elite. Plotnya realistis, penuh elemen-elemen familiar tentang Brazil. Eksyennya brutal keren, dan saya suka unit paramiliter BOPE yang digambarkan di sini. Polisi bersih jujur dan berani memang idaman. ❀ ❀

82. Secret Life of Pets
Ngebioskop di XXI Setiabudi One Jakarta. Lucu, menghibur dan logis secara imajinasi. Kita memang gak tau apa yang dilakukan hewan-hewan peliharaan kita saat rumah kosong. πŸ˜† ❀ ❀

83. The BFG
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Visualisasinya cukup memuaskan untuk menutupi plotnya yang sederhana dan ramah keluarga. Saya suka cara-cara si raksasa menyamar di kegelapan kota.

84. Detective Conan: The Darkest Nightmare
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Pertempuran Conan melawan Organisasi Hitam masih berlanjut dengan sangat seru. Hasilnya Conan masih tetap kecil, Ran masih tetap menanti Shinichi kembali. πŸ™„ ❀

85. Train to Busan
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. Belajar nonton film 4DX walau filmnya sendiri 2D saja. Survival horor ini sebagus yang dikatakan orang-orang. Plotnya cepat, zombienya lincah, dramanya bagus dengan kejutan-kejutan khas Korea. Sangat direkomendasikan. ❀ ❀

86. One Piece Film: Gold
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. 4DX lagi dan sungguh penuh semburan air. Harus lindungi kacamata yang jadi sering basah. Plotnya masih formulaik film-film wanpis sebelumnya, lumayan sih. Kesempatan lihat kru bajak laut topi jerami dalam kostum berbeda.

87. Assassination Classroom
Adaptasi bagus tuk sebuah kompresan dari manga panjang. Walo cerita sering putus-putus mengikuti sejumlah sub-plot tapi tetap setia pada esensi dan jiwanya. Koro-sensei digarap lucu menjadi 3D, sayang murid-murid terlihat ketuaan tuk anak SMP dan Bitch-Sensei tidak diperankan artis kaukasian.

88. London Has Fallen
Eksyennya lumayan Rambo, tapi secara realistis konyol banget. Yang pemerhati intel dan hankam bisa mual dan diare. Sekali lagi Hollywood takut menciptakan karakter teroris radikal Islam semacam Al-Qaeda. Pedagang senjata Pakistan di Yaman? Meh…

89. My Neighbor Totoro
Akhirnya ngerti juga animasi legendaris dengan karakter ikonik ini kisahnya bagaimana. Bagus banget. Senang dan susah dan misteri di pedesaan Jepang tahun 50an di mata 2 gadis kecil.

90. Strayer’s Chronicle
Kisah X-Men versi Jepang, tema mencari jawaban atas eksistensi kekuatan super dan konsekuensinya. Standar. Plot biasa, penceritaan dan karakterisasi kurang, eksyen jug kurang.

91. Whiskey Tango Foxtrot
Komedi biografi lumayan tentang jurnalis(me) perang. Konflik abadi di Afghanistan dan reportase yang memudar. Tentara yang nggak jelas kenapa ada di sana dan investasi China yang ada di mana-mana. Ah iya, LDR itu menyedihkan.

92. Elite Squad: The Enemy Within
a.k.a. Tropa de Elite 2: O Inimigo Agora E Outro. Sequel Elite Squad ini lebih menggigit ternyata. Ketika polisi jahat menjadi antek politisi jahat, apa yang bisa dilakukan polisi baik? Keren banget. Dramanya juga lebih kuat karena konfliknya juga lebih kompleks. ❀ ❀

elite-squad-2-the-enemy-within-slice

Perang kota dengan milisi jalanan. Di mana-mana selalu seru.

93. The Huntsman: Winter War (Extended Version)
Membosankan. Eric dibantu dwarfs dan archer bahkan ada cameo elves. Memangnya LotR? Adegan goblinnya tidak berguna. Kenapa Freya tidak bisa ambil sendiri cerminnya? Kenapa Freya tidak menginvasi kerajaan Snow White atau sebaliknya? Setelah nonton Elsa di Frozen, nonton ratu es berikutnya memang punya harapan tinggi. Freeya ini cyrokinetic user yang lemah di combat. Saya suka kembalinya Ravenna dan klimaksnya tapi perang saudarinya terlalu singkat.

94. The Assassin
Visualisasi kisah klasik tentang Tian Ji’an dan Nie Yinniang dengan sangat bagus. Penuh pemandangan indah dan warna cerah. Dengan protagonis yang pendiam, cerita harus diikuti lewat karakter-karakter yang intriknya dia campuri. Misteri dia menjadi pesona. Film wuxia yang minim wire-fu, tiada jurus dan pertarungan ala Dragon Ball atau darah berhamburan. Hanya kungfu cantik. ❀ ❀

img_0997_assassin-1600x900-c-default

Sudah pembunuh, pendiam, cantik pula…

95. 3:10 to Yuma
Remake western yang bagus banget. Heroisme Dan Evans sebagai suami dan ayah; wibawa Ben Wade tapi juga kebijaksanaan dia, dan Charlie Prince yang setia dan sadis. Sebuah kisah ketika sang jagoan dan si penjahat saling memahami. ❀ ❀

96. The Jungle Book
Bagus luar biasa. Kenangan akan animasi legendarisnya langsung terbayar lunas dan bahkan terlampaui melihat interaksi Mowgli dengan penghuni hutan yang digambarkan hirarkinya dengan mengesankan. Ada pesan penting untuk menjaga hutan, terutama dari api. ❀ ❀

97. You’re the Apple of My Eye
Kisah romansa remaja yang bikin mellow. Ketika cinta tidak ditakdirkan bersama, tetapi tetap menjadi kenangan yang bahagia. Cantik nih Michelle Chen. Film yang bagus. ❀ ❀

98. Waltz With Bashir
Animasi dokumenter sekaligus otobiografi yang menarik tentang Perang Libanon I, terutama peristiwa pembantaian Sabra dan Shatila. Sebuah kisah tentang PTSD dan usaha mengatasinya. Ceritanya suram, visualisasi dan bahkan musiknya depresif, tapi detailnya tentang perang dan persenjataan memuaskan. ❀

99. The Da Vinci Code
Film heboh pada masanya dulu, saya jadi sering ditanyai teman-teman soal konspirasi hoax disini. Akhirnya jadi banyak baca-baca dan familiar dengan kisahnya padahal belum nonton. Lumayan juga kesan Indiana Jonesnya setelah nonton sendiri walo Profesor Langdon terlalu banyak ngasi kuliah. Utak-atik cerita Knight Templarnya asyik. Sayang poin kebenaran kisah ini hanya dijelaskan lewat obrolan dengan Sir L. Teabing, macam terlalu mudah. Akhirnya Audrey Tautou lebih jadi faktor yang bikin saya betah.

100. Inferno
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Saya suka plot, puzzle dan thrillernya, terutama mencari-cari petunjuk di museum-museum. Sungguh terpesona pada Felicity Jones.

101. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Film kaum super yang bagus dan imajinatif. Agak mengingatkan pada manga Kekkaishi. Sejumlah bagian terlihat lebih seru daripada ringkasan novelnya. Menurutku film ini akan lebih epik kalau ceritanya lebih panjang minimal 30 menit sehingga penutupnya bisa diceritakan dengan baik. ❀

miss-peregrines-home-for-peculiar-children-photo

Foto-foto hitam putihnya menimbulkan nuansa horor..

102. Ben-Hur
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Kisah klasik yang dibuat ulang lagi dengan visualisasi terkini. Nostalgik karena waktu kecil sering baca komiknya. Memuaskan untuk kategori film (berlatar) sejarah Kristiani. Suka lihat detail pasukan Legio X Fretensis disini. ❀

103. Ernest & Celestine
Diselesaikan sambil transit di bandara Hasanuddin Makassar dalam penerbangan Surabaya-Manokwari. Komedi animasi yang manis dan menghibur. Ceritanya menghangatkan hati. Visualnya macam lukisan pensil warna, bagus. Saya setting dua dunia parallel di sini.

104. Detective Dee and The Mystery of the Phantom Flame
Lama pengen nonton ini sejak nonton prekuelnya yang dibuat kemudian. Eksyen fiksi keren dari tokoh-tokoh sejarah China yang menarik dipelajari kemudian. Suka plot misteri jaman dulu, dibalik pertarungan wire-fu. Saya juga suka patung Buddhanya, teknik faceshifting dengan acupoint, dan tentu Li Bingbing. ❀

105. The Dreamers
Bertahun-tahun mengoleksi berbagai skrinsyut si cantik Eva Green bugil dari film ini, baru kesampaian nonton. Pesona dia ternyata lebih besar lagi dalam film. Sejarah latarnya menarik, juga dialog-dialog serta referensi berbagai film dan musik klasik, romansanya pun tersaji baik. Menjadi anarkis hanya percuma, menjadi pasifis pun percuma.

106. Assassination Classroom: Graduation
Lebih kurangnya sama seperti prekuelnya. Cukup baik sebagai usaha merangkum seluruh isi komik. Sayang tidak ada presensi terakhir. Sampai klimaks kita hanya mengenal gak sampai selusin murid. Mirei Kiritani tampil menarik di sini.

107. Now You See Me 2
Mulai memperjelas tema klub pesulap ini sebagai Robin Hood. Ada tema pengawasan global lagi. Seru dan menghibur, terutama trik-trik menyembunyikan kartu. Saya masih tidak paham gimana chipnya bisa ditukar tapi gak masalah. ❀

108. The Last Woman Standing
Saya suka drama romantis ini, plotnya familiar: saat usia menanjak, ortu mendesak nikah, suami sulit dicari, dan pacar masih ingin pacaran. Shu Qi masih tetap memikat seperti biasa.

109. Zootopia
Sejak awal film ini berusaha memerangi prasangka dan stereotip tapi langsung jatuh ke stereotip kalo polantas itu kerja polisi rendahan. Di luar itu ini animasi bagus. Plotnya seru, pesannya kuat dan desain zootropolisnya keren.

110. The Monkey King 2: The Legend Begin
Perjalanan ke Barat dalam versi paling glamor dan epik. Kisah klasiknya jadi tidak terasa lawas. Siluman Tulang Putih tampil sangat anggun dan elegan dibawakan Gong Li.

111. Teenage Mutant Ninja Turtles – Out of the Shadows
Masih memicu nostalgia seperti pendahulunya, kali ini bersama Bebop, Rocksteady, Krang dan Technodrome. Shredder tanpa aksi dan keempat kura-kura terlihat jarang menggunakan senjata ninja mereka, tapi adegan pertempuran di pesawat dan di hutan sesudahnya epik betul. Penuh humor juga. Megan Fox masih menggiurkan, dan kaget ada Alessandra Ambrosio.

112. Mobile Suit Gundam Thunderbolt – December Sky
Bukan semesta Gundam yang familiar denganku. Film Gundam yang dewasa dan sangat brutal diiringi musik-musik jazz bagus. Perang membawa dendam, dan dendam memperpanjang perang.

113. Deja Vu
Seperti beberapa film perjalanan waktu lainnya, kisah ini juga memiliki lubang-lubang plot besar. Disini dua rangkaian kejadian parallel bertumpuk hasilnya di masa kini yang sama. Diluar itu ini eksyen yang keren. Paula Patton memang menarik untuk diselamatkan.

114. Detective K: Secret of Virtuous Widow
Kisah detektif abad-18 yang sangat lucu dan bagus. Bukan saja misterinya menarik tapi juga berhubungn dengan penyebaran kekristenan di Joseon. Suka lihat Han Ji-min. ❀ ❀

detective_k_and_the_secret_of_the_lost_island_still

Duo kocak ini mungkin juga penemu gantole…

115. Hyena Road
Drama bagus Perang Afghanistan, jarang-jarang juga tentang pasukan Kanada. Operasi-operasi militer dan intelijen digambarkan dengan baik, begitu juga konflik lokal. Mengingatkan lagi kalo Afghanistan adalah tanah konflik abadi. ❀

116. League of Gods
Adaptasi Fengshen Yanyi yang berat di visual tapi hancur di plot dan karakter. Sudah klimaksnya nggak epik, eh bersambung pula. Ya memang gak mungkin satu film sih. Sepangjang film berusaha menyambung-nyambungkan karakter dengan Hoshin Engi (adaptasi Fengshen Yanyi paling bagus dan paling familiar buatku), tapi akhirnya cuma terpikat lihat Angelababy. Seperti biasa.

117. The Hateful Eight
White, woman, black, mexican, senjata, dan sejarah Amerika yang mengikat semuanya. Thriller bagus penuh mayat. Dialog-dialognya menarik penuh logat unik. Plot twist juga mengejutkan. ❀

118. Detective K: Secret of the Lost Island
Pujianku sama seperti seri sebelumnya. Misterinya menarik bertema perdagangan manusia. Komedinya masih bikin ngakak, dan Lee Yeon-hee sangat cantik. Suka.

119. Anomalisa
Adegan seksnya berkesan. Mengingatkan canggungnya saat pertama kali mau bercinta dengan partner baru. Plotnya lebih realistis dari yang kuharapkan bertema thriller atau fantasi, seperti antiklimaks tapi memang itu yang diceritakan.

120. Call of Heroes
Menaruh jagoan yang sangat menjanjikan di awal film, lalu ditunggu sepanjang cerita kapan bertarung lagi. Cerdas. Film kungfu yang koreografinya sungguh memukau. Ceritanya heroik dan pemandangannya indah. Lagu penutupnya juga ngerock abis. ❀

121. Angry Birds
Cuma pernah main gimnya yang pertama, itupun belum tamat, tapi senang lihat karakter-karakter dan plotnya hidup dalam animasi. Menghibur. Iya, marah itu perlu juga. πŸ˜‰

122. When Marnie Was There
Misterinya ketebak, tapi narasi dan visual film ini tetap bagus banget tuk dinikmati. Terharu di endingnya, dengan pesan cinta, penerimaan dan pengampunan yang kuat. Saya suka karakter Marnie dan Anna, juga suka lagu penutupnya (in English). ❀

123. The Lake House
Film lawas yang baru kesampaian nonton. Cerita romantis yang manis walo timeloop-nya menghasilkan sejumlah plothole. Gak peduli, yang penting berakhir bahagia.

124. The Fatal Encounter
Lumayan kesulitan memahami silsilah raja Jeongjo hanya dari film. Ini dramatisasi sejarah yang seru dan menegangkan, terutama dengan plot maju mundur. Eksyennya juga keren. Saya penasaran pada mekanisme anak panah sang raja. ❀ ❀

125. The Accountant (2016)
Puzzle yang menarik tuk mengungkap siapa si akuntan, siapa si pembunuh bayaran, dan siapa si suara. Thriller bagus dibalut tema pembukuan mafia dan juga dunia autisme. ❀

126. The Anthem of the Heart
Konflik menarik cinta segi empat anak-anak SMA dalam tema pementasan musikal yang bangsat keren. Saya takjub pada ide menyanyikan dua lagu bersamaan itu. ❀ ❀

127. Eye in the Sky
Dramatisasi penyakit parah politisi Inggris: mau perang tetapi dengan mengikat kaki tangan prajurit. Film bagus.

127 film sepanjang 2016.Β Kamu berapa? πŸ˜€

Film-film 2016 (Januari-Juni)

Sudah akhir September ya ternyata, blog sudah karatan dan daftar ini sudah ditagih beberapa teman. Aktivitas nonton tahun 2016 ini berjalan lebih berwarna dibanding dua tahun sebelumnya, salah satunya karena… PC saya rusak lagi akhir April kemarin, lagi-lagi disebabkan karena kesukaan PLN untuk memadamkan listrik. Berbagai usaha sudah dilakukan Atho tuk memperbaiki dengan ilmu dan alat yang ada tetapi selalu gagal. Sejak itu nonton film di rumah juga terpaksa berhenti dan hanya beberapa kali menonton di bioskop. Kemudian saya mulai melancong ke Jawa awal Juni dengan berbagai petualangan, alhasil daftar semester pertama tahun ini hanya setengah dibanding apa yang dicapai tahun lalu, plus ditulis sekarang sesudah pulang dari Jawa.
Kay, cukup ngoceh, mari melihat kembali apa saja yang saya nonton sampai akhir Juni. BTW sebagian besar catatan di sini sudah diarsipkan duluan di social media. Ini jadi kompilasi saja.

1. The Intern
Reset hitungan lagi di tahun baru dengan komedi yang sungguh menghangatkan hati. R. de Niro pas jadi opa sempurna, dan Anne Hathaway tatapan mata dia masih saja bikin meleleh.
❀

2. Entourage
Reviewnya jelek, tapi karena tidak mengikuti serialnya jadi tetap merasa lucu dan seru melihat kisah persahabatan level Hollywood. Banjir cameo pula.

3. Love & Mercy
Biopic Brian Wilson. Jadi baca-baca soal musisi jenius ini dan karir dia, termasuk Beach Boys. Menarik.

4. Inside Out
Ide jenius dengan eksekusi rupawan. Jadi bertanya-tanya, kalau ada 5 personifikasi serupa dalam kepala sendiri, kek apa mereka dalam hidup saya sehari-hari, apa saja memori inti dan pulau-pulau yang saya ciptakan?
Bagus banget.
❀ ❀

5. Aloha
Plot latarnya bagus, bisa jadi film eksyen kalo gak pake lovey-dovey. 2 fokus menarik:
a. Gerakan nasionalisme tribal “Negara Hawaii” dan pemimpinnya Bumpy Kanahele, sangat mengingatkan pada Papua.
b. Plot kontraktor aeronautika swasta super kaya yang bisa mengontrol militer.
Romcom dia sendiri level wajib tonton dengan adanya Rachel McAdams dan Emma Stone, plus bonus Danielle Rose Russell. Cuantikk…
❀

image

Jadi pilot AU pula…

 

6. Sicario
Cerita War on Drugs di AS dan keterlibatan black ops CIA di dalamnya. Ketika kejahatan harus ditumpas dengan cara yang juga jahat. Sangat menarik, terutama pada hubungan antar agensi pemerintah. Senang lihat Emily Blunt lagi.
❀

7. Hotel Transylvania 2
Berasa beda lihat plotnya gak lagi romcom lovey-dovey cinta terlarang Johnny dan Mavis lagi tapi jadi kisah (grand)parenting yang tetap saja sangat kocak. Dennis gak jadi fokus sebaliknya Vlad malah mencuri perhatian.
❀

8. Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull
Belum pernah nonton serius trilogi prekuelnya yang legendaris itu, paling lihat sepotong-sepotong di TV, telat pula nonton Indy 4 ini. Petualangan arkeologi seperti Indy atau Tomb Raider termasuk plot eksyen favorit saya, bahkan ekspedisi serupa oleh Donald Bebek.
:mrgreen:
Indy 4 ini penuh elemen familiar yang menyenangkan, termasuk klimaks aliennya. Jaman alien masih berwujud E.T., belum Transformers.
πŸ˜†

9. Brotherhood of Blades (Xiu Chun Dao)
Terjebak intrik dan sistem politik kotor sudah cukup mematikan, tetapi tidak jujur dengan sahabat seperjuangan membuat kematian lebih pasti.
Film wuxia yang cukup bagus plotnya dan eksyennya.

10. The Last Witch Hunter
Hidup abadi, lalu melanjutkan permusuhan abad silam ke jaman modern. Plot fantasi yang formulaik dengan sejumlah aksi sihir yang cukup menarik. Wibawa Vin Diesel + pesona Leslie Rose lumayanlah.
Menyarankan Dolan mengganti buku dengan iPad tapi sendiri mempertahankan pedang. Halah..

11. Bridge of Spies
Sebagai penyuka aviasi militer, sejak kecil sudah akrab dengan insiden Francis G. Powers terutama tentang U-2 dan SA-2, tapi masih banyak hal lain berkaitan dengan misi pengintaian gagal itu yang belum saya dalami, termasuk akhir kisah sang pilot. Drama sejarah ini membahas dengan baik bagian itu dari sudut pandang James Donovan. Bagus.
❀

12. Atonement
Beban hati sebab menghilangkan “hidup” orang lain, terbawa tua; kemarahan dan dendam korban yang sungguh terasa, terbawa mati muda. Tragedi menarik yang familiar.

13. The Hundred-Foot Journey
Dramedy menarik + food porn India + Prancis. Menyenangkan nontonnya, romantis akhirnya. Itu Charlotte Le Bon cuantiknyaaaa…
❀

14. Spectre
Bertemu tema pengawasan global lagi, tapi semua yang bisa diharapkan dari film James Bond komplit di sini. Sayang tante Monica muncul bentar banget.
Jaguar yang ngejar Aston Martin si Bond itu keren..
❀

15. Spotlight
Cerita warbyasak kisah nyata kekuatan jurnalisme membongkar kejahatan. Pengingat penting bagi ribuan korban pelecehan seksual para rohaniawan Katholik.
❀ ❀

16. Some Kind of Beautiful
Senang lihat si cantik Jessica Alba lagi, tapi gak suka lihat karakterisasi peran dia sebagai istri yang ninggalin suami demi cowok seumuran. Di luar itu, ini romcom biasa saja.

17. The Treacherous (Gansin)
Dramatisasi pemerintahan raja Yeonsan, diktator terburuk era monarki Korea. Brutal namun erotis, penuh kegilaan, intrik, darah dan payudara.
Menarik sejarahnya, penceritaannya dan visualisasinya.
❀

image

Strip for the king..

 

18. The Magic of Belle Isle
Cerita pertetanggaan yang sederhana tapi menarik dan hangat. Menginspirasi tuk pindah rumah ke sebelah janda cantik.
❀

19. Fantastic Four (2015)
Begitu Sue Storm muncul langsung lesu, kebanting abis sama Jessica Alba dari adaptasi sebelumnya. Plotnya cukup bagus dan realistis, tapi karakternya, dramanya dan eksyennya hancur. Cuma kerasa film pahlawan super di beberapa menit akhir.
πŸ‘Ώ

20. Everest
Peringatan akan bencana Everest 1996. Semua gunung bisa didaki, tapi tidak setiap orang harus mendaki hingga puncak tertinggi, bahkan sekalipun sudah di depan mata.

21. Love, Rosie
Kenangan bersama yang terlalu banyak + selalu ada untukmu = Teman Tapi Mesra (Make love pula). Malu bercinta, sesat di hubungan. Romcom bagus dan lucu. Banyak subplot familiar, tapi banyak kebetulan juga. Lagu-lagunya asyik-asyik.
❀ ❀

22. Dragon Ball Z: Resurrection “F”
Gak pernah nonton film-film DBZ tahu-tahu dah seri 15. Kebingungan lihat karakter-karakter Whis dan Beerus dari Battle of Gods. Freeza bangkit lagi, dan selanjutnya formulaik. Asyik buat fans.

23. Barely Lethal
Komedi eksyen murahan yang nanggung lucu dan nanggung seru, apalagi karena sudah pernah nonton serial Kill Me Baby untuk tema yang sama. Lumayanlah lihat Jessica Alba lewat-lewat.

24. The 33
Kisah nyata heroisme saat bencana tambang di Chili. Masih ingat 2010 silam cuma bisa ngikuti kasus ini di media. Entah mengapa di film tidak ada 6 petugas SAR yang turun ke tambang. Bagus dari sisi biografi.

25. Ichi
Goze (pemusik buta) cantik yang berkelana mencari sang master Zatoichi. Film Chanbara bagus, terutama pada karakter sidekick si swordman traumatik. Lagu penutupnya (SunMin – Will) syahdu.

26. 45 Years
Drama bagus tentang hantu kenangan. Ketika cinta terasa meragukan karena hubungan bertahun-tahun ternyata hanya pelarian.
❀

27. Still Alice
Drama sedih melihat proses kepikunan menggerogoti memori. Menurun ke anak pula. Senang lihat Kristen Stewart dan Kate Bosworth di sini. Bagus.
❀

28. Ted 2
Si beruang cabul kembali lagi mengocok perut, sayang gak dapat versi unrated. Humornya masih khas Seth McFarlane. Cocok dengan telingaku.
Karakter dari Mila Kunis terpaksa ditipex tapi ganti dia ada Amanda Seyfried idolaku. Norah Jones nyumbang lagu keren di akhir film, lalu abis itu saya gak paham Liam Neeson kenapa.
πŸ˜†

29. The Family
Komedi mafia seru dan lucu. Banyak masalah memang bisa lebih efektif dan efisien diselesaikan dengan cara kekerasan, dan hasrat untuk itu sering muncul dalam hati, terwakili sangat baik oleh kisah film ini.
❀

30. Memento
Salah satu film terbaik pada eranya. Penceritaannya lebih rumit dari ceritanya sendiri. Tema anterograde amnesia ini ngeri, opsi memilih khayalan yang ingin dipercayai sebagai kebenaran.
❀

31. The Fall
Drama fantasi bagus. Terasa seperti penghormatan untuk para stuntman era film bisu. Suka pemandangan di berbagai settingnya, terutama bangunan-bangunan bersejarah India.
❀

32. No Tears For The Dead
Eksyen Thriller khas Korea bertema rasa bersalah dan rindu ibu-anak. Bagus, seru dan konflik batinnya kerasa. Lagu penutupnya bagus. Entah apa..
πŸ™„

33. Child 44
Investigasi pembunuhan berantai yang ketimpa suramnya setting Sovyet pasca Holodomor dan PD 2, plus suramnya rezim komunis. Tom Hardy keren, tapi film ini berlalu begitu saja.

34. Star Trek
Senang nonton ini, bagus, akhirnya mengerti awal mula reboot ini dan hubungannya dengan linimasa film-film terdahulu. Soalnya sudah nonton sekuel film ini duluan.
❀

35. A Brilliant Young Mind
(Autisme + matematika) + cinta. Terinspirasi kisah nyata. Lebih mudah memahami film ini dari sudut interaksi karakter yang menderita sindrom Asperger daripada mengikuti linear ceritanya. Bagus.

36. Millenium Actress (Sennen joyu)
Nonton ini sekalian disambung The Making of Millenium Actress. Ngimpi nonton ini sejak baca ulasannya di Animonster 2003 atau 2004 silam. Kisah cinta abadi dalam penceritaan yang bagus banget, mengaburkan kenyataan, memori dan akting. ❀

37. The Revenant
Jadi baca ringkasan sejarah hidup Hugh Glass untuk lebih memahami film ini, juga hubungan dia dengan John Fitzgerald dan Jim Bridger. Walaupun sudah didramatisir hingga melenceng dari kisah nyatanya, film ini tetap terasa dingin dan monoton.

38. 20th Century Boys: Beginning of the End
Sudah beberapa tahun berlalu sejak khatam komik legendaris ini, harus mengingat-ingat lagi plot dan karakternya yang lumayan banyak. Asyik tuk nostalgia karena setia pada cerita dan casting-nya sungguh pas, terlebih lagi ada musiknya. Efek khusus terasa garing dan klimaks Kenji di dalam robot terlihat gelap banget di filmku tapi tidak mengapa.

39. 20th Century Boys 2: The Last Hope
Ceritanya jadi kolosal dan futuristik, makin linear dan apokaliptik. Senang lihat Kanna remaja dan Kyoko. Akhirnya ngerti gimana lagu “gutarara.. sudarara..” dinyanyikan.

40. Avatar (Extended Version)
Akhirnya kesampaian juga nonton film berpemasukan tertinggi ini. Semua-semua di film ini bagus, tapi terutama saya suka topografinya, keanekaragaman hayati dan model-model pesawatnya. Tema imperialismenya juga sangat kerasa, mengingatkan pada Freeport dan Papua.
❀ ❀

41. 20th Century Boys 3: Redemption
Malah sering bengong karena banyak bagian penting dari komiknya yang gak masuk film, belum lagi klimaks ‘kiamat’nya yang kurang epik. Usai nonton dan baca-baca baru paham kalau plotnya memang agak beda dari komiknya sehingga hasil akhirnya juga berbeda. Sayang banget.
😦

42. Pendekar Tongkat Emas
Dunia persilatan di sini terlihat sangat sempit, hanya sejumlah kampung kecil. Saking sempitnya hingga para pendekar seilmu saling kawin. Eniwei bagus.

43. Tomorrowland
Seperti biasa saya suka setting futuristik yang inovatif di Tomorrowland, terutama kolam renang bertingkat. Roket di Eiffel juga keren. Plotnnya antiklimaks, lihat Casey Newton hanya “gitu doang?”. Kurang epik. BTW Raffey Cassidy cantik.

44. 1911
Drama sejarah revolusi China yang menggulingkan dinasti Qing. Menarik, heroik, mencerahkan, dan lebih saya apresiasi ketimbang “generally negative/unfavorable reviews” di Wikipedia.
❀

45. The Peanuts Movie
Film Charlie Brown dkk pertama yang kutonton. Senang lihat Peanuts geng ini beranimasi, 3D pula. Nostalgik karena familiar dengan komiknya. Snoopy lucu banget. Menggemaskan.
❀

46. Pan
Kisah alternatif Peter Pan. Menarik juga, seru dan visualnya hebat, tapi terasa kehilangan beberapa elemen familiar seperti Wendy dan Tink.

47. Carol
Drama menarik soal hubungan terlarang. Kerasa banget situasi yang terbangun antar karakter. Saya suka setting 50an di sini. Mobil-mobil klasik dan piringan hitam. Berturut-turut nonton Rooney Mara nih.
❀

48. Our Times
Kombinasi sempurna nostalgia, komedi dan dongeng romansa. Lin Truly muda ekspresi wajah dia komik sekali. Terhibur banget dan sangat kilas balik nonton ini.
❀

image

Untung semasa sekolah gak pernah ikutan tren blateng…

 

49. Room
Memandang dan mempelajari dunia dari mata anak 5 tahun. Sangat menarik melihat interaksi Jack dengan ibu dia dan sekitar dia. Drama sangat bagus.
❀

50. Anna Karenina (2012)
Saya suka gadis-gadisnya, setting ala panggung teater, kostum mewah, pesta dansa dan tema sosial imperial Russia. Musiknya juga asyik. Ceritanya sendiri dah klasik sih.

51. Monster Hunt
Lumayan seru walau gak seepik yang kuharapkan. Film keluarga makanya kurang sadis. Suka lihat Bai Baihe di sini, dan ada Tang Wei juga.

52. Love
Drama erotis tragis. Menggambarkan banyak hal yang (saat itu) ingin kulakukan dalam relationship plus hal-hal yang perlu kuhindari, misalnya drugs dan menghamili partner threesome.

53. Tazza: The High Rollers
Film judi keren. Lengkap dengan hutang segunung dan taruhan tinggi. Jadi tahu judi hwatu Korea walau tetep bingung cara mainnya. Kim HyeSoo sex appeal dia besar banget di sini.
BTW ini film terakhir sebelum PC dirusak PLN.
πŸ˜₯

54. Ada Apa Dengan Cinta 2
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Alya dibunuh penulis cerita. Fuck. Rangga dan Cinta pernah pacaran selama jeda, bertemu kembali penuh kangen setelah sekian tahun kok masih drama duluan? Langsung ngamar dong. Lampiaskan dulu rindu dendam dan birahi selama ini, biar lepas semua rasa, abis itu komunikasi kan bisa enak, gak perlu muter-muter keliling Jogja dan Jateng dengan rute yang bisa jauh banget antar lokasi. Mo ciuman aja masa harus cinta yang nyuri duluan. Di luar itu, usaha menghidupkan kembali legenda Rangga dan Cinta ini cukup bagus sih, termasuk dialog soal pilpres yang jadi favorit saya. Saya suka karakter Cinta yang mau ninggalin tunangan demi mencoba lagi Rangga. Menurutku penggunaan karakter AADC dalam iklan Line sebelum ini agak merusak jalan cerita.  ❀

55. Captain America: Civil War
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Masih agak kaget melihat (lagi-lagi) reboot Spiderman di sini, tapi dia memang jago. Andai saja Sipdey sudah ada sejak Avengers pertama. Dengan karakter-karakter yang sebagian besar sudah familiar, plot jadi cepat berjalan menuju konflik. Pertempuran kedua kubu berjalan seru, kadang lucu, imbang dan juga konstan sampai akhir dengan motif yang kuat. Saya suka karakter Cap yang setia kawan. Film ini bagus. Lebih bagus daripada Avengers 2 dalam hal himpunan jagoan, konflik dan logika.
❀ ❀

56. X-Men: Apocalypse
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Mengecewakan, tidak seperti pendahulunya yang plotnya mindblowing. Magneto lagi-lagi harus menjadi penggerak cerita, menenggelamkan Apocalypse yang jauh dari terlihat sakti dan menakutkan. Sekali lagi kisah X-Men adalah Xavier versus Magneto. Karakter-karakter lain di The Four Horsemen sah cuma figuran. Gak sekuat yang kuharap, pertarungan mereka pun gak seru. Belum lagi kemunculan Angel dan Nightcrawler yang bertabrakan kisahnya dengan kemunculan mereka di X-Men terdahulu. Makin membuat bingung. Dengan Kairo yang mendadak dikuasai mutan jahat, mestinya kota itu sudah dibom nuklir duluan oleh Israel sebelum tim Xavier tiba.
:mrgreen:

57. Warcraft
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Film pedang dan sihir yang seru, kolosal dan menjanjikan. Ras Orc jadi terlihat manusiawi di sini.

58. Deadpool
Harus pergi jauh dari rumah ke Salatiga tuk bisa nonton ini dengan laptop pinjaman dari mbak Neny. Lagi-lagi reboot. Deadpool muncul lagi setelah X-Men Origins: Wolverine dengan wajah yang sama tetapi cerita yang berbeda. Meh. Di luar itu ini film yang sangat seru, lucu dan brutal walau plotnya standar. Senang lihat Colossus lagi. Lebih besar dari versi terdahulu. Sangat menghibur.
❀

59. SPL II: A Time for Consequences (Kill Zone 2 )
Film baku pukul tradisional yang seru banget. Plotnya juga menarik. Saya suka aplikasi global translator dan penggunaan emoticons sbagai jembatan komunikasi Thai-Canton.
❀

image

Tony Jaa, Wu Jing & Max Zhang memang hebat bakupukulnya..

 

60. Cloudy with a Chance of Meatballs 2
Sekuel yang bagus tuk cerita mesin makanan jenius itu. Saya suka bentuk-bentuk hewan dari makanan di Swallow Falls.

61. Tazza: The Hidden Card
Seru seperti pendahulunya tetapi masih juga saya gak paham model judinya gimana orang-orang Korea ini. Penuh intrik, teruhan dan pengkhianatan dengan bumbu asmara. Shun SeKyung cantik banget, sementara TOP sangat keren.
❀

62. Rayuan Pulau Palsu
Nonbar + diskusi di markas LSM apalah di pojok Salatiga. Dokumenter propaganda anti reklamasi Jakarta (terutama pulau G) demi kepentingan nelayan di kampung di Muara Angke. Jelek. Reklamasi di seluruh Indonesia disamaratakan jahat semua. Yang di Jakarta cuma dilihat dari kepentingan nelayan dan kapitalisme pengembang, gak ada dari konsep pembangunan Jakarta. Bahkan penggusuran kampung pun sepaket dalam cerita, tanpa membahas status tanah atau pembangunan peninggian tanggul penahan banjir.
πŸ‘Ώ

63. Star Wars VII: The Force Awakens
Sangat retro dan melodramatik, tapi sungguh-sungguh sekuel yang ditunggu setelah 30an tahun. Finn dan Rey sungguh karakter-karakter menarik, sementara BB-8 didesain sangat keren. Masih nggak paham mengapa Starkiller Base bisa dihancurkan segampang itu tapi yawdalah.
πŸ˜› ❀

64. Mojin – The Lost Legend
Plot arkeologi petualangan favorit dari salah satu adaptasi Ghost Blows Out the Light. Senang lihat kuburan kuno penuh jebakan dan mantra gini, seru. Sayang terlalu banyak drama dalam kuburan dan klimaks dengan Dang Sitian kurang berkesan.

65. Hitman: Agent 47
Lumayan seru tapi mestinya bisa jadi lebih bagus kalau eksyennya lebih masuh akal. Masa segitunya tembakan musuh meleset mulu?
Saya suka adegan di bengkel pesawat. Sayang Angelababy muncul sedikit sekali.
πŸ™„

66. The Interpreter
Thriller politik yang menyindir Zimbabwe dan presidennya Robert Mugabe. Sudah bertahun-tahun pengen nonton ini, kesampaian juga lihat cantiknya Nicole Kidman di sini. Bagus. Film terakhir yang kutonton dengan laptop pinjaman. Terakhir juga di bulan Juni.
❀

 

Segitu setengah tahun ini. Mestinya diposting awal Juli ya, tapi banyak bepergian, kerjaan, dan benwit melimpah di Salatiga malah bikin males ngeblog. πŸ˜†
Sampai ketemu lagi, dan jangan lupa selalu mencatat film-film yang kalian tonton yaa. πŸ™‚


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Juli 2018
M S S R K J S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan