Posts Tagged 'gentole'

My slow rock files [6] Suntuk

Sekali waktu, hanya tiga titik saja, dan kali ini bahkan tanpa aksara sama sekali. Filsuf memang mengagumkan… 🙄

Ntahlah, mungkin saya iri, soalnya saya suntuk. Ide nulis banyak, tapi tak ada motivasi. Rasanya kehidupan sebagai blogger tidak berkembang sama sekali. Mungkin saya perlu makan cokelat, atau memfokuskan diri maen fesbuk saja, atau…

BTW, ini lagu akhir bulan. Green Day – Wake Me Up When September Ends.

(lirik)

Reaksi dari (warga) Malaysia?

syabas

Itu skrinsyut dari komen terakhir di post Don’t fuck with our Pendet! Baru saja dibebaskan dari akismet. Kelihatannya kiriman warga negara-tetangga. Ntah kenapa pake nama syabas…

Membaca komen itu, saya jadi inget tulisan masbro gentole kemarin:

It maybe true that many Malaysians suffer a sort of superiority complex and there’s a lot to be done to protect our migrant workers there; but telling the whole world that Malaysia has stolen many of our cultures is downright childish. I am surprised and also irritated to know that our media have blatantly show their nationalistic point of view in presenting all the “Ganyang Malaysia” stories.

:mrgreen:

Ya, intinya sih, apa memang mereka sering cari masalah, atau orang kita (atau media kita) terlalu bereaksi berlebihan ya? 🙄

Tuhan=Pancasila=NKRI=Absurd (repost)

Beberapa hari kemarin saya mendapati sebuah tag dari seorang teman di akun FB saya yang mengundang saya tuk membaca sebuah post (notes) berjudul “Lelaki dan PSK”. Tulisan tersebut bisa dibaca arsipnya disini, silahkan disimak dahulu sebagai pendahuluan. Seperti yang bisa dibaca disitu, itu bukan tulisan yang rumit, jadi, beberapa kawan yang kena tag (termasuk saya) bergantian menuliskan komentar, ntah mengomentari tulisannya, sekedar absen, atau malah bercanda, dan…. satu komentar hebat kemudian menjadikan tempat itu sebagai diskusi politik tentang negara tercinta kita ini, terutama antara Buya Alex dan masbro GuhPraset.
Atas ijin sang empunya postingan, dan pemikiran saya untuk mengarsipkan diskusi (yang IMO) menarik ini ke blog pribadi tempat yang lebih mudah diakses umum, serta supaya tidak semakin OOT disitu :mrgreen: , maka saya meng-copas diskusi tersebut disini:

~Buya Alex;
Jeng Isma juga bisa menuduh Pancasila yg sakti dan NKRI yg harga mati kalo mau, sama absurdnya dgn tuhan itu 😆

~Saya;
^

NKRI yang harga mati itu absurd.

Amen to that, my bro!! 😆

~GuhPraset;
@Alex & @JenSen,
mungkin sudah waktunya kita (terutama saya) berhenti menelan setiap buntelan ide dengan mentah-mentah.
Pancasila dan ide NKRI itu sebaiknya tidak diterima karena dikatakan sakti, distempel ibu pertiwi atau hanya karena banyak orang meneriakkannya, apalagi karena ditodong senjata.
Begitu juga dengan ide tentang Tuhan, tentang Syariat maupun khilafah, tidak sepantasnya diterima hanya karena distempel Islam, diancam dosa atau diimingi vagina basah di surga.
Harus dibongkar dan dikritisi isinya satu-satu, harus diakui kalau memang ada yang sudah kadaluarsa dan layak buang.
Gimana saudara Alex dan JenSen, bersediakah menolong membuka pikiran saya, dan sekian banyak anak-anak bangsa yang lain?
Mungkin bisa dimulai dari penjelasan tentang absurdnya NKRI, atau mungkin Pancasila.

Terimakasih.
*siap2 daftar kursus berpikir*

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Juni 2021
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter