Posts Tagged 'gerald pangkali'

Persipura 4-2 South China: Lolos tetapi masih runner up grup

Persipura mengunci satu tiket ke babak berikut AFC cup setelah mengalahkan klub Hongkong South China 4-2 (2-1) di stadion Mandala Jayapura.

Jackson Tiago memutuskan memakai formasi yang sama seperti ketika dibantai Chonburi minggu lalu, 3-4-1-2 dengan dua perubahan: Yohanis Tjoe menggantikan Ortizan Solossa yang terkena larangan sebagai stopper kiri dan Stevi Bonsapia menjadi tandem Gerald Pangkali di tengah lapangan. Secara mengejutkan Jackson tetap mempertahankan penyerang Tinus Pae sebagai wing-back kanan. Satu perbedaan lain adalah kedua striker ditempatkan terbalik. Boaz yang kidal bermain di kanan. Di bangku cadangan terlihat Ricardo Salampessy yang baru pulih setelah sekian lama cedera dan menjalani pemulihan pasca operasi.

Tibo–Boaz

Zah Rahan

Ian–Stevi–Gerald–Tinus

Anis–Victor–Bio

Yoo J.H.

Secara umum, menurut saya Persipura bermain sesuai kualitasnya dan terlihat jauh lebih baik serta bisa mengembangkan permainan dibanding pertandingan sebelumnya karena lawan bermain bertahan dan tidak ngotot. Sepertinya kendala adaptasi cuaca menjadi penghalang bagi South China untuk bermain bagus seperti saat menahan Persipura 1-1 di Hongkong.

Keep on reading!

Persipura Eps. 29: Playmaker, from Edu to Manu

Konon pengatur permainan alias playmaker adalah tipe pemain yang sulit didapat di Indonesia, dan konon pula sekarang ini hanya ada 3 playmaker lokal yang bermain di level atas di Indonesia: Eka Ramdani di Persib, Firman Utina di Persija, dan ikon legendaris Persipura, Eduard Ivakdalam. Sementara di banyak klub lain posisi tersebut diisi pemain asing.

Kapten Persipura, si no. 10.

satu-satunya pemain Persipura yang dimaklumi (gak dimarahi) penonton kalo salah umpan. LOL

Dibandingkan kedua saingan lokalnya, paitua Edu -panggilan akrab Eduard- jauh lebih senior, dan sudah berkarir di Persipura sejak Liga Indonesia pertama atau 14 musim. Selama itu pula Edu menjadi pemain paling berpengaruh dalam tim. Tetapi usia tak bisa dibohongi, pertambahan umur membuat performa Edu juga menurun. Hal ini mudah dilihat dari perubahan peran Edu, apabila dulu bermain sebagai trequartista yang rajin mencetak gol, maka setidaknya sejak 2004 Edu bermain sebagai deep lying playmaker yang daya jelajahnya lebih terbatas di lapangan tengah. Disisi lain, peran yang tak tergantikan membuat Persipura jadi bergantung pada keberadaan Edu dan seolah kehilangan kepercayaan diri apabila Edu tidak bermain, padahal regenerasi mutlak diperlukan.

Persipura bukannya tidak menyadari ini, dan berkali-kali berusaha mendidik pemain-pemain berbakat tuk menjadi gelandang pembagi bola, tapi karena tuntutan untuk selalu menurunkan Edu pada (hampir) tiap pertandingan, maka tiap gelandang yang mendampingi Edu jadi terbatas perannya sebagai “tukang angkut air”.

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter