Posts Tagged 'hollywood'

Film-film 2017 (April-Juni)

Cepat sekali tahun ini sudah berjalan setengahnya. Libur panjang lebaran sudah terlewati, dan bulan Juli yang tanpa hari libur sudah muncul di kalender. Dengan mengabaikan buku-buku dan banyak bacaan lainnya, 3 bulan ini masih rajin menonton film. Mari menengok apa saja yang sudah ditonton sejak April.

67. Hidden Figures
Dramatisasi menarik 3 wanita hitam dalam sejarah NASA. Masih suasana perang dingin ketika komunisme dan kemajuan Sovyet jadi topik umum. Suka lihat karakter dan interaksi mereka bertiga yang penuh percaya diri. Film rocket science + perjuangan ras.

68. Rurouni Kenshin: New Kyoto Arc
Kompresan yang saking padatnya sampai kerasa cuma nonton trailer. Banyak plot berubah dan hilang, sejumlah duel juga berubah, ada yang lebih baik, ada yang tidak. Satu-satunya yang menarik adalah kembalinya pedang Homura milik Shishio ke Seiku Arai di akhir cerita.

69. Les Chevaliers du ciel (Sky Fighters)
Adaptasi bagus dari salah satu cerita Tanguy et Laverdure entah yang mana. Sungguh senang melihat aksi-aksi Mirage 2000 (& Alpha Jet) disini sehingga sejumlah hal kurang realistis bisa dimaafkan. Lagian tak menarik juga kalo dogfight tidak Within Visual Range. Adegan striptease di atas F4U Corsair itu keren..

70. Passengers
Plotnya sederhana, dan visualnya bagus sekali, seperti yang kuharap dari film luar angkasa futuristik. Temanya berat: usaha-usaha tidak etis (bahkan jahat) tuk memiliki teman hidup ketika pilihan lain hanyalah terbunuh sepi. Seperti biasa, J-Law tampil sangat mempesona.

Quote:
“You can’t get so hung up on where you’d rather be, that you forget to make the most of where you are.”
~ Aurora Lane

71. Soar Into the Sun / Return to Base
Top Gun versi Korea Selatan. Penuh hal mustahil dalam manuver udara, misi Air to Air dan Air to Ground, pertahanan udara, dan combat SAR, tapi tidak mengganggu ceritanya. Dogfightnya malah owsom. Cacat berulang hanyalah syut-syut landing gear yg jelas-jelas tandem bukan dari F-15. Film bagus tuk melihat F-15K dan T-50 beraksi, plus Mig-29 yang cukup detil. Romcomnya lucu, bonus komedi khas Korea yg gak peduli cerita ini bersetting militer.
Ketemu si cantik Shin Se-kyung lagi.

Quote
“Aku ingin memberimu kesempatan untuk membuatku terkesan”
~Tech Sgt. Yoo Se-young

72. Arrival
Kisah menawan tentang teror alien, problem komunikasi dalam kontak, dan apa konsekuensi dari pemecahan kedua masalah itu bagi seorang ahli bahasa: sebuah jendela ke masa depan. Melupakan tragedi itu sulit, tapi dengan sadar memilih tragedi itu lebih berat lagi.

73. A Pigeon Sat on a Branch Reflecting on Existence
Komedi hitam Swedia yang susah kupahami. Satu2nya plot yang agak menarik dan memicu buka sejarah cuma raja Charles XII of Sweden pergi berperang dengan Rusia lalu kalah. Sisanya absurd.

74. Dear Zindagi
Jauh lebih bagus dari yang kubayangkan. Cerita menarik sesi demi sesi curhat ke terapis tampan penuh ide oleh pasien dia yang jelita penuh potensi tanpa berakhir dengan romansa. Banyak percakapan dan situasi yang bisa kupelajari.

75. Miss Sloane
Drama yang sangat menarik tentang intrik lobi dalam politik AS, berpusat pada karakter luar biasa yang jenius sakit jiwa. Banyak obrolan yang harus kureplay tuk bisa paham, dan temanya tentang kontrol senjata selalu relevan. Sayang, kukira fokusnya tentang lobi sawit pemerintah RI yang jadi fokus di awal film. 😁

76. Pete’s Dragon
Drama fantasi yang santai dan moodmaker. Terasa macam versi watered down kisah Natsu dan Igneel dari Fairy Tail. Naganya lucu, tapi kamuflasenya luar biasa.

77. Canola
Cerita yang sederhana dan mengharukan tentang cinta sepanjang hayat seorang nenek. Drama keluarga ini lebih bagus dari pengharapanku. Fokus tanpa subplot romansa misalnya. Adegan di taman bunga itu sungguh terasa surga.

“Nenek, kenapa lama sekali datang?” Mataku langsung kemasukan debu..

78. Live by Night
Terpesona Elle Fanning saja. Gadis ini makin dewasa, makin cantik. Selebihnya kisah gangster ini terasa sangat familiar hingga twist terakhir. Tidak ada yg spesial dari plot dan protagonis. Meski begitu gambarnya bagus, dan tema-tema SARA di dalamnya (italian vs irish; protestan vs katholik, yahudi, hitam, latin; KKK) menarik.

79. Queen of the Desert
Penjelajahan Gertrude Bell di dunia Arab selama belasan tahun direduksi menjadi kisah roman picisan. Hanya prolog dan epilog film yang sedikit menjelaskan kalau wanita ini berperan besar pada terbentuknya Timur Tengah modern. Gak heran film ini flop. Nicole Kidman masih sangat mempesona, tapi jelas dia terlalu tua tuk karakter ini.

80. Tunnel
Film bencana dan survival yang bagus. Protagonis yang semangat -di atas dan di bawah tanah- membuat penonton ikut menyemangati pula. Segala drama operasi penyelamatan tergambar di sini, termasuk politisi cari muka dan masyarakat yang pedulinya sesaat saja.

81. Guardians of the Galaxy Vol. 2
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Seperti prekuelnya, jadi orang terakhir yang ninggalin theatre. Pake negur cleaning service yang lewat-lewat pas nonton extra scenes. Film bagus ini padat dengan aksi, warna, humor, juga kental dengan tema keluarga. Gak lupa lagu-lagu lawas.

82. Our Kind of Traitor
Spy thriller lumayan. Eksyennya minim tapi plotnya menarik, terutama tentang intrik busuk di dunia intelijen. Pesan moral: hati-hati kalo diajak hangout orang asing. πŸ˜‰

83. 3 Hari Untuk Selamanya
Road movie yang bagus. Perjalanan Jakarta-Jogja yang penuh dialog dan interaksi menarik dua anak muda yang sedang mencari arah hidup, juga pengalaman di tiap tempat yang disinggahi. Ada kesan mendalam, dan ada cinta tertahan.

84. Deepwater Horizon
Dramatisasi menarik bencana terburuk perminyakan AS. Plotnya dibangun untuk menunjukkan kalo ini adalah bencana buatan manusia yang mestinya bisa dicegah.

85. Eyes Wide Shut
Kesampaian juga nonton film klasik ini. Film Natal yang penuh simbol okultisme. Drama pasangan modern yang penuh godaan seks. Fantasi dan penasaran yang mengganggu dan menantang. Kisah tak biasa saat pulang pagi.

86. Tendangan Dari Langit
Lebih menyenangkan dari yang kuharap. Plot yang bagus, realistis dan lucu. Wajah-wajah yang familiar, bahkan ada yang kukenal. Kenangan ke sepakbola Indonesia masa itu ketika LPI muncul memberikan harapan palsu atas kebobrokan ISL.

87. American Honey
Road movie menarik tentang pelarian, petualangan, dan pencarian (dari uang hingga cinta) yg keras di Midwest Amerika. Cerita anak-anak muda terbuang yg hidup di jalanan, bekerja dan berpesta dari kota ke kota. Masing-masing dengan impiannya. Penuh lagu-lagu pemberontakan yang keren.

88. Joy
Dramatisasi cerita Joy Mangano menemukan miracle mop dan membangunnya menjadi bisnis besar. Digarap dengan komedi yang lucu dan penampilan mempesona Jennifer Lawrence. Pel kek gini kok gak dijual di sini ya? 😁

89. Hari Ini Pasti Menang
Buat saya tokoh utama film ini adalah Andien, sang wartawati investigasi. Mengingatkan kalo saya pernah suka banget Tika Putri. Plot selebihnya susah dipahami. Mungkin saya terlalu realistis dan berharap endingnya bakal seperti calciopoli.

90. Sing
Animasi menyenangkan penuh lagu-lagu bagus. Plotnya sederhana saja tapi gak nyangka juga dengan semangat show must go on mereka setelah teater ambruk.

91. The Whole Truth
Drama pengadilan seorang pengacara. Persilangan antara mencari kebenaran dan mencari apa yang terbaik bagi sang klien. Menarik mengamati siapa yang berbohong dan dimana kebohongannya.

92. Secret (Bu Neng Shuo De Mi Mi)
Menyesal membiarkan film ini mendekam setahun di HDD karena salah didonlot (yang dipesan “A Secret”), ternyata bagus luar biasa. Drama cinta monyet segitiga yang romantis diiringi kungfu Piano brutal (duelnya sampai kuulang), dan misteri mengejutkan yang menjadi judul film ini. Gwei Lun-mei memikat sekali jadi gadis misterius.

93. Loving
Kisah cinta sederhana Richard dan Mildred Loving yang melawan hukum dan akhirnya mengubah sejarah AS. Salut kepada pengacara-pengacara ACLU di kasus ini. Sebenarnya filmnya membosankan, tapi jadi kerasa mood depresinya sesuai keadaan jaman itu.

Ketika cinta tidak boleh hitam dan putih.

94. Don’t Look Down (No Mires Para Abajo)
Serendipity seorang remaja galau dan wanita cantik yang menjadi guru sex tantricnya. Orgasme si cowok agak absurd, tapi intinya untuk sesaat dia lepas dari rutinitas sehari-hari.

95. A Copy of My Mind
Petualangan gadis pemburu film bajakan. Film yang mengingatkan bahwa nonton film donlotan itu sudah termasuk mewah, dan mengapa kita sangat menghargai orang-orang seperti Lebahganteng dan Pein Akatsuki.
BTW plotnya berjalan aneh, beberapa hal gak masuk akal. Di luar itu saya suka realitas keras Jakarta di sini.

96. Beauty and the Beast
Film bagus banget yang sungguh mengingatkan pada versi animasinya. Remake cerita penyihir reseh party pooper yg kejam. Apa-apaan dia mau berteduh aja masuk ruang dansa. Sakit hati dengan tuan rumah eh satu kastil dikutuk. 😁
Gak nyangka Emma Watson bisa nyanyi. Lumiere versi candelabra jadi karakter favorit saya. Suka dengan komedi dan mood film ini. Merasa aneh Beast punya 5 jari sempurna, bisa pegang apapun dengan baik, tapi makan kok gak bisa pake sendok. Bantal dia juga gak rusak kena tanduk. 😁

97. The Invisible Guest (Contratiempo)
Thriller sangat menarik pemecahan kasus pembunuhan. Plot klasik menyusun berbagai versi cerita tuk mengungkap kebenaran. Mana yang jujur, mana yang ngarang. Ngeri membayangkan apa yg bisa dilakukan orang berduit+pengacara tuk menutupi kejahatan.

98. Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales
Ngebioskop di XXI Premium Mal Jayapura. Kaget, tapi senang lihat Kaya Scodelario. Saya suka gadis ini. Plotnya terasa repetisi saja; hantu laut baru, jagoan-jagoan baru yang bergabung dengan Jack Sparrow tuk melawan, menggunakan artefak kuno nan sakti yang harus dicari dulu muter-muter, militer Inggris yang menyebalkan. Tetap menghibur tentu saja.

99. Wonder Woman
Ngebioskop di XXI Premium Mal Jayapura. Film superheroine yang wajib tonton. Plotnya khas film superhero bagian pertama: cerita masa lalu, masa kecil, awal menjadi pahlawan dst; tapi karakter Diana/WW yang sungguh membuat terpikat: ekspresi dia, interaksi, chemistry, justice, humanity, ditambah lagi Gal Gadot emang cantik banget. Terlihat dibuat tuk tidak jadi apel ke apel dengan Captain America, seperti memundurkan setting ke PD 1 dan -yang paling saya sukai- Β tidak menonjolkan patriotisme Amerika.

100. Death Note
Adaptasi yang setia dari manga legendarisnya dan bagus hasilnya. Permasalahan klasik tentang main hakim sendiri. Ryuk terlihat keren dalam 3D.

101. Suicide Squad Extended Cut
Memperhatikan lagi detil-detil yang kelewatan waktu ngantuk di bioskop tahun lalu. Diablo vs Incubus memang duel antar dewa. Sisanya disitu serangga semua. πŸ˜†

102. Rogue One: A Star Wars Story
Star Wars Episode IIIS yang epik dengan karakter-karakter sekali pakai. Saya suka plot, visual, setting, musik dan final battlenya. Ada rasa penggarapan yang berbeda tapi tetap nostalgik.

103. Jackie
Biopic bagus banget tentang Jackie Kennedy dan flashback penuh detail pembunuhan hingga pemakaman JFK dari sudut pandang dia. Drama menarik seorang first lady yang kehilangan suami.

Diapit dua dari sekian banyak Kennedy yang meninggal dengan tragis: JFK dan RFK.

104. The Light Between Oceans
Sebuah keputusan yang benar, tapi juga salah, dan konsekuensinya. Drama period suram yang agak pelik tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Pemandangannya bagus, ceritanya menyentuh.

105. The Handmaiden
Thriller psikologi erotik yang keren banget. Saya suka plotnya yang penuh misteri, lalu penceritaan berlapis yang sempat memperdayai saya. Kisah cinta berliku dan panas dua gadis melewati dua pengincar harta.

Pastikan kalian nonton yang gak disensor yaa..

106. The Fate of the Furious
Eksyennya owsom seperti biasa (Mad Max Frozen Road!) tapi jalan ceritanya hancur lebur (seperti biasa juga). Teroris yang bisa ngehack apa saja buat apa masih perlu EMP dan nuklir? Deckard tampil sangat Statham dan sungguh menghibur. Kehadiran dia dan tanpa Brian membuat tim ini jadi makin berotot dan kurang pembalap. Saya masih terkenang Gisele (dan Han tentu saja), tapi Ramsey ini juga enak dilihat. Suka adegan pembuka di Kuba, simbol hubungan baik AS-Kuba sekarang: mutual respect.

107. Captain Fantastic
Sejumlah hal soal homeschooling dan indoktrinasi kekirian cukup mengganggu pikiran saya, tapi tetap ini drama keluarga yang bagus banget, menawarkan banyak hal baru. Erin Moriarty mencuri perhatian.

108. John Wick: Chapter 2
Dunia kriminal terorganisir tempat John Wick hidup makin terbuka jelas aturan dan konsekuensinya. Eksyen yang sangat menghibur, penuh close quarter battle menawan. Saya terkesan adegan Gianna tutup usia, dan kaget lihat Morpheus.. Err, siapa tadi namanya? 😁
Satu hal realistis yang saya sukai, John sering menggunakan senjata musuh yang tewas.

109. Keeping Up With The Joneses
Cuma pengen lihat Gal Gadot lagi yang hanya jadi diri sendiri: agen Israel yang mahir dengan senjata. Komedinya sendiri meh. Ngasal banget nggarapnya.. 😁

110. The Great Wall
Premisnya bagus, tapi jalan ceritanya banyak bagian yang aneh. Mengapa menyimpan mesiu? Buat apa unit bungee jumpers di ordo yg punya artileri? Mengapa pertahanan ibukota lemah? Kurang epik juga akhir ceritanya, jadi cerita kepahlawanan saja yang malah jauh dari tembok raksasanya. Saya suka imajinasi ceritanya, monsternya keren dan brutal.

111. Act of Valor
Wajib tonton tuk military geek. Plotnya receh, dan gak ada karakterisasi, tapi film tribute tuk US Navy Seals ini juga film promosi tuk AL AS, karena itu gears yang muncul di film pun gak tanggung2. Seperti biasa, saya selalu tersentuh dengan film bertema GWOT.

112. Ballerina
Animasi yg menghangatkan hati tentang keindahan balet dan perjuangan meraih mimpi. Bagus. Kaget juga lihat ada motor di era kereta kuda itu. 😁

113. The Mummy
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Kalah epik jauh banget dari versi 1999. Masih bisalah memasukkan Perang Salib, tapi mana ada makam Mesir di Mesopotamia. Lalu Prodigium yang berpusat di London tapi menggunakan pesawat dan pasukan AS. Tentu gak ada yang lebih kacau daripada melihat Nick Morton berkelahi dengan Mr. Hyde sementara si Mummy mengamuk di ruang sebelah. Ini filmnya siapa sebenarnya?

114. Transformers: The Last Knight
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Setiap film Transformers berusaha menyisipkan robot-robot raksasa ini ke dalam sejarah rahasia dunia sebagai teori konspirasi, tapi kali ini Transformernya sudah menyusup ke dalam sejarah umum yang menyebabkan cerita Sam Witwicky bahkan Ordo Witwiccan malah jadi wagu. Meski begitu saya suka kisah kolaborasi dengan Raja Arthur dan Merlin itu, juga petualangan memburu artefak. Sayangnya, karakterisasi dan aksi robot-robotnya malah jauh berkurang. Yang menonjol malah Cogman yang gak bisa transform jadi apapun.

115. Your Lie In April
Kompresan cukup bagus dari manganya, lengkap dengan sejumlah penampilan biola dan piano yang memikat, walaupun masih banyak yang gak dimasukkan seperti animenya. Terasa berat menonton melodrama yang temanya mencintai gadis sakit begini.

116. Silence
Bukan film yg mudah ditonton, apalagi dinilai, dan saya butuh 5 hari tuk kelarin. Kisah nyata yang pahit tentang penganiayaan, (sekarang bahasa kerennya persekusi) dan iman yang patah ketika agama Kristen ditekan sesudah pemberontakan Shimabara di Jepang.

117. The Space Between Us
Sci-finya menjanjikan, kemudian berubah jadi film lovey dovey klise walopun road tripnya bisa dinikmati, ditutup dengan melodrama yang ketebak. Film ini flop ternyata…

118. Kong: Skull Island
Sebagai film eksyen monster, ini keren betul. Padat dan brutal. Beberapa hal aneh terkait militer terlihat, seperti kapal kargo modifikasi yang meragukan bisa membawa belasan heli (tak terlihat elevator tuk hanggar padahal dek terlihat jelas hanya memuat 6 heli), dan mengapa harus pakai heli menembus badai (pendaratan amfibi lebih aman), tapi bisa dimaafkan karena ternyata ini juga homage tuk film-film perang Vietnam. Saya suka konsep arkeologinya. Lukisan-lukisan di gua itu.

119. Attraction
Sering lihat alien datang di mana-mana, paling sering di AS, kali ini di Moskow karena film Rusia. Lumayan bagus nih, senang lihat persenjataan Rusia juga. Cerita menarik tentang kontak dengan alien, cinta, penanggulangan bencana, dan intoleransi.

Seberapa siap sebenarnya manusia dikunjungi alien? Itu pertanyaan film ini..

120. Journey to the West: The Demons Strike Back
Dibanding prekuelnya yang orisinil, ini sudah mengikuti sastra aslinya, bahkan lebih rame siluman daripada Monkey King 2, terutama hadirnya raja api Red Boy. Seru banget, dengan setting indah, pertarungan seru, komedi konyol, dan bromance Wukong – Tang. Sayang porsinya Bajie dan Wujing cuma sedikit dan gak ada karakter wanita yang benar-benar memikat.

 

Kurasa yang paling menarik dari nonton film 3 bulan ini adalah pengalaman menonton di XXI Premium, thanx to Ipas. Tanpa perlu efek-efek macam nonton nonton 3D atau 4DX, ternyata menyenangkan nonton dengan kursi nyaman yang bisa direbahkan sambil membungkus kaki dengan selimut wangi. Satu catatan penting, jangan memesan makanan atau minuman di dalam, karena pelayan sungguh tidak menghargai kalau tujuan kedatangan kami ke bioskop adalah untuk menonton film.
Sampai jumpa Oktober nanti.

Iklan

Film-film 2016 (Januari-Juni)

Sudah akhir September ya ternyata, blog sudah karatan dan daftar ini sudah ditagih beberapa teman. Aktivitas nonton tahun 2016 ini berjalan lebih berwarna dibanding dua tahun sebelumnya, salah satunya karena… PC saya rusak lagi akhir April kemarin, lagi-lagi disebabkan karena kesukaan PLN untuk memadamkan listrik. Berbagai usaha sudah dilakukan Atho tuk memperbaiki dengan ilmu dan alat yang ada tetapi selalu gagal. Sejak itu nonton film di rumah juga terpaksa berhenti dan hanya beberapa kali menonton di bioskop. Kemudian saya mulai melancong ke Jawa awal Juni dengan berbagai petualangan, alhasil daftar semester pertama tahun ini hanya setengah dibanding apa yang dicapai tahun lalu, plus ditulis sekarang sesudah pulang dari Jawa.
Kay, cukup ngoceh, mari melihat kembali apa saja yang saya nonton sampai akhir Juni. BTW sebagian besar catatan di sini sudah diarsipkan duluan di social media. Ini jadi kompilasi saja.

1. The Intern
Reset hitungan lagi di tahun baru dengan komedi yang sungguh menghangatkan hati. R. de Niro pas jadi opa sempurna, dan Anne Hathaway tatapan mata dia masih saja bikin meleleh.
❀

2. Entourage
Reviewnya jelek, tapi karena tidak mengikuti serialnya jadi tetap merasa lucu dan seru melihat kisah persahabatan level Hollywood. Banjir cameo pula.

3. Love & Mercy
Biopic Brian Wilson. Jadi baca-baca soal musisi jenius ini dan karir dia, termasuk Beach Boys. Menarik.

4. Inside Out
Ide jenius dengan eksekusi rupawan. Jadi bertanya-tanya, kalau ada 5 personifikasi serupa dalam kepala sendiri, kek apa mereka dalam hidup saya sehari-hari, apa saja memori inti dan pulau-pulau yang saya ciptakan?
Bagus banget.
❀ ❀

5. Aloha
Plot latarnya bagus, bisa jadi film eksyen kalo gak pake lovey-dovey. 2 fokus menarik:
a. Gerakan nasionalisme tribal “Negara Hawaii” dan pemimpinnya Bumpy Kanahele, sangat mengingatkan pada Papua.
b. Plot kontraktor aeronautika swasta super kaya yang bisa mengontrol militer.
Romcom dia sendiri level wajib tonton dengan adanya Rachel McAdams dan Emma Stone, plus bonus Danielle Rose Russell. Cuantikk…
❀

image

Jadi pilot AU pula…

 

6. Sicario
Cerita War on Drugs di AS dan keterlibatan black ops CIA di dalamnya. Ketika kejahatan harus ditumpas dengan cara yang juga jahat. Sangat menarik, terutama pada hubungan antar agensi pemerintah. Senang lihat Emily Blunt lagi.
❀

7. Hotel Transylvania 2
Berasa beda lihat plotnya gak lagi romcom lovey-dovey cinta terlarang Johnny dan Mavis lagi tapi jadi kisah (grand)parenting yang tetap saja sangat kocak. Dennis gak jadi fokus sebaliknya Vlad malah mencuri perhatian.
❀

8. Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull
Belum pernah nonton serius trilogi prekuelnya yang legendaris itu, paling lihat sepotong-sepotong di TV, telat pula nonton Indy 4 ini. Petualangan arkeologi seperti Indy atau Tomb Raider termasuk plot eksyen favorit saya, bahkan ekspedisi serupa oleh Donald Bebek.
:mrgreen:
Indy 4 ini penuh elemen familiar yang menyenangkan, termasuk klimaks aliennya. Jaman alien masih berwujud E.T., belum Transformers.
πŸ˜†

9. Brotherhood of Blades (Xiu Chun Dao)
Terjebak intrik dan sistem politik kotor sudah cukup mematikan, tetapi tidak jujur dengan sahabat seperjuangan membuat kematian lebih pasti.
Film wuxia yang cukup bagus plotnya dan eksyennya.

10. The Last Witch Hunter
Hidup abadi, lalu melanjutkan permusuhan abad silam ke jaman modern. Plot fantasi yang formulaik dengan sejumlah aksi sihir yang cukup menarik. Wibawa Vin Diesel + pesona Leslie Rose lumayanlah.
Menyarankan Dolan mengganti buku dengan iPad tapi sendiri mempertahankan pedang. Halah..

11. Bridge of Spies
Sebagai penyuka aviasi militer, sejak kecil sudah akrab dengan insiden Francis G. Powers terutama tentang U-2 dan SA-2, tapi masih banyak hal lain berkaitan dengan misi pengintaian gagal itu yang belum saya dalami, termasuk akhir kisah sang pilot. Drama sejarah ini membahas dengan baik bagian itu dari sudut pandang James Donovan. Bagus.
❀

12. Atonement
Beban hati sebab menghilangkan “hidup” orang lain, terbawa tua; kemarahan dan dendam korban yang sungguh terasa, terbawa mati muda. Tragedi menarik yang familiar.

13. The Hundred-Foot Journey
Dramedy menarik + food porn India + Prancis. Menyenangkan nontonnya, romantis akhirnya. Itu Charlotte Le Bon cuantiknyaaaa…
❀

14. Spectre
Bertemu tema pengawasan global lagi, tapi semua yang bisa diharapkan dari film James Bond komplit di sini. Sayang tante Monica muncul bentar banget.
Jaguar yang ngejar Aston Martin si Bond itu keren..
❀

15. Spotlight
Cerita warbyasak kisah nyata kekuatan jurnalisme membongkar kejahatan. Pengingat penting bagi ribuan korban pelecehan seksual para rohaniawan Katholik.
❀ ❀

16. Some Kind of Beautiful
Senang lihat si cantik Jessica Alba lagi, tapi gak suka lihat karakterisasi peran dia sebagai istri yang ninggalin suami demi cowok seumuran. Di luar itu, ini romcom biasa saja.

17. The Treacherous (Gansin)
Dramatisasi pemerintahan raja Yeonsan, diktator terburuk era monarki Korea. Brutal namun erotis, penuh kegilaan, intrik, darah dan payudara.
Menarik sejarahnya, penceritaannya dan visualisasinya.
❀

image

Strip for the king..

 

18. The Magic of Belle Isle
Cerita pertetanggaan yang sederhana tapi menarik dan hangat. Menginspirasi tuk pindah rumah ke sebelah janda cantik.
❀

19. Fantastic Four (2015)
Begitu Sue Storm muncul langsung lesu, kebanting abis sama Jessica Alba dari adaptasi sebelumnya. Plotnya cukup bagus dan realistis, tapi karakternya, dramanya dan eksyennya hancur. Cuma kerasa film pahlawan super di beberapa menit akhir.
πŸ‘Ώ

20. Everest
Peringatan akan bencana Everest 1996. Semua gunung bisa didaki, tapi tidak setiap orang harus mendaki hingga puncak tertinggi, bahkan sekalipun sudah di depan mata.

21. Love, Rosie
Kenangan bersama yang terlalu banyak + selalu ada untukmu = Teman Tapi Mesra (Make love pula). Malu bercinta, sesat di hubungan. Romcom bagus dan lucu. Banyak subplot familiar, tapi banyak kebetulan juga. Lagu-lagunya asyik-asyik.
❀ ❀

22. Dragon Ball Z: Resurrection “F”
Gak pernah nonton film-film DBZ tahu-tahu dah seri 15. Kebingungan lihat karakter-karakter Whis dan Beerus dari Battle of Gods. Freeza bangkit lagi, dan selanjutnya formulaik. Asyik buat fans.

23. Barely Lethal
Komedi eksyen murahan yang nanggung lucu dan nanggung seru, apalagi karena sudah pernah nonton serial Kill Me Baby untuk tema yang sama. Lumayanlah lihat Jessica Alba lewat-lewat.

24. The 33
Kisah nyata heroisme saat bencana tambang di Chili. Masih ingat 2010 silam cuma bisa ngikuti kasus ini di media. Entah mengapa di film tidak ada 6 petugas SAR yang turun ke tambang. Bagus dari sisi biografi.

25. Ichi
Goze (pemusik buta) cantik yang berkelana mencari sang master Zatoichi. Film Chanbara bagus, terutama pada karakter sidekick si swordman traumatik. Lagu penutupnya (SunMin – Will) syahdu.

26. 45 Years
Drama bagus tentang hantu kenangan. Ketika cinta terasa meragukan karena hubungan bertahun-tahun ternyata hanya pelarian.
❀

27. Still Alice
Drama sedih melihat proses kepikunan menggerogoti memori. Menurun ke anak pula. Senang lihat Kristen Stewart dan Kate Bosworth di sini. Bagus.
❀

28. Ted 2
Si beruang cabul kembali lagi mengocok perut, sayang gak dapat versi unrated. Humornya masih khas Seth McFarlane. Cocok dengan telingaku.
Karakter dari Mila Kunis terpaksa ditipex tapi ganti dia ada Amanda Seyfried idolaku. Norah Jones nyumbang lagu keren di akhir film, lalu abis itu saya gak paham Liam Neeson kenapa.
πŸ˜†

29. The Family
Komedi mafia seru dan lucu. Banyak masalah memang bisa lebih efektif dan efisien diselesaikan dengan cara kekerasan, dan hasrat untuk itu sering muncul dalam hati, terwakili sangat baik oleh kisah film ini.
❀

30. Memento
Salah satu film terbaik pada eranya. Penceritaannya lebih rumit dari ceritanya sendiri. Tema anterograde amnesia ini ngeri, opsi memilih khayalan yang ingin dipercayai sebagai kebenaran.
❀

31. The Fall
Drama fantasi bagus. Terasa seperti penghormatan untuk para stuntman era film bisu. Suka pemandangan di berbagai settingnya, terutama bangunan-bangunan bersejarah India.
❀

32. No Tears For The Dead
Eksyen Thriller khas Korea bertema rasa bersalah dan rindu ibu-anak. Bagus, seru dan konflik batinnya kerasa. Lagu penutupnya bagus. Entah apa..
πŸ™„

33. Child 44
Investigasi pembunuhan berantai yang ketimpa suramnya setting Sovyet pasca Holodomor dan PD 2, plus suramnya rezim komunis. Tom Hardy keren, tapi film ini berlalu begitu saja.

34. Star Trek
Senang nonton ini, bagus, akhirnya mengerti awal mula reboot ini dan hubungannya dengan linimasa film-film terdahulu. Soalnya sudah nonton sekuel film ini duluan.
❀

35. A Brilliant Young Mind
(Autisme + matematika) + cinta. Terinspirasi kisah nyata. Lebih mudah memahami film ini dari sudut interaksi karakter yang menderita sindrom Asperger daripada mengikuti linear ceritanya. Bagus.

36. Millenium Actress (Sennen joyu)
Nonton ini sekalian disambung The Making of Millenium Actress. Ngimpi nonton ini sejak baca ulasannya di Animonster 2003 atau 2004 silam. Kisah cinta abadi dalam penceritaan yang bagus banget, mengaburkan kenyataan, memori dan akting. ❀

37. The Revenant
Jadi baca ringkasan sejarah hidup Hugh Glass untuk lebih memahami film ini, juga hubungan dia dengan John Fitzgerald dan Jim Bridger. Walaupun sudah didramatisir hingga melenceng dari kisah nyatanya, film ini tetap terasa dingin dan monoton.

38. 20th Century Boys: Beginning of the End
Sudah beberapa tahun berlalu sejak khatam komik legendaris ini, harus mengingat-ingat lagi plot dan karakternya yang lumayan banyak. Asyik tuk nostalgia karena setia pada cerita dan casting-nya sungguh pas, terlebih lagi ada musiknya. Efek khusus terasa garing dan klimaks Kenji di dalam robot terlihat gelap banget di filmku tapi tidak mengapa.

39. 20th Century Boys 2: The Last Hope
Ceritanya jadi kolosal dan futuristik, makin linear dan apokaliptik. Senang lihat Kanna remaja dan Kyoko. Akhirnya ngerti gimana lagu “gutarara.. sudarara..” dinyanyikan.

40. Avatar (Extended Version)
Akhirnya kesampaian juga nonton film berpemasukan tertinggi ini. Semua-semua di film ini bagus, tapi terutama saya suka topografinya, keanekaragaman hayati dan model-model pesawatnya. Tema imperialismenya juga sangat kerasa, mengingatkan pada Freeport dan Papua.
❀ ❀

41. 20th Century Boys 3: Redemption
Malah sering bengong karena banyak bagian penting dari komiknya yang gak masuk film, belum lagi klimaks ‘kiamat’nya yang kurang epik. Usai nonton dan baca-baca baru paham kalau plotnya memang agak beda dari komiknya sehingga hasil akhirnya juga berbeda. Sayang banget.
😦

42. Pendekar Tongkat Emas
Dunia persilatan di sini terlihat sangat sempit, hanya sejumlah kampung kecil. Saking sempitnya hingga para pendekar seilmu saling kawin. Eniwei bagus.

43. Tomorrowland
Seperti biasa saya suka setting futuristik yang inovatif di Tomorrowland, terutama kolam renang bertingkat. Roket di Eiffel juga keren. Plotnnya antiklimaks, lihat Casey Newton hanya “gitu doang?”. Kurang epik. BTW Raffey Cassidy cantik.

44. 1911
Drama sejarah revolusi China yang menggulingkan dinasti Qing. Menarik, heroik, mencerahkan, dan lebih saya apresiasi ketimbang “generally negative/unfavorable reviews” di Wikipedia.
❀

45. The Peanuts Movie
Film Charlie Brown dkk pertama yang kutonton. Senang lihat Peanuts geng ini beranimasi, 3D pula. Nostalgik karena familiar dengan komiknya. Snoopy lucu banget. Menggemaskan.
❀

46. Pan
Kisah alternatif Peter Pan. Menarik juga, seru dan visualnya hebat, tapi terasa kehilangan beberapa elemen familiar seperti Wendy dan Tink.

47. Carol
Drama menarik soal hubungan terlarang. Kerasa banget situasi yang terbangun antar karakter. Saya suka setting 50an di sini. Mobil-mobil klasik dan piringan hitam. Berturut-turut nonton Rooney Mara nih.
❀

48. Our Times
Kombinasi sempurna nostalgia, komedi dan dongeng romansa. Lin Truly muda ekspresi wajah dia komik sekali. Terhibur banget dan sangat kilas balik nonton ini.
❀

image

Untung semasa sekolah gak pernah ikutan tren blateng…

 

49. Room
Memandang dan mempelajari dunia dari mata anak 5 tahun. Sangat menarik melihat interaksi Jack dengan ibu dia dan sekitar dia. Drama sangat bagus.
❀

50. Anna Karenina (2012)
Saya suka gadis-gadisnya, setting ala panggung teater, kostum mewah, pesta dansa dan tema sosial imperial Russia. Musiknya juga asyik. Ceritanya sendiri dah klasik sih.

51. Monster Hunt
Lumayan seru walau gak seepik yang kuharapkan. Film keluarga makanya kurang sadis. Suka lihat Bai Baihe di sini, dan ada Tang Wei juga.

52. Love
Drama erotis tragis. Menggambarkan banyak hal yang (saat itu) ingin kulakukan dalam relationship plus hal-hal yang perlu kuhindari, misalnya drugs dan menghamili partner threesome.

53. Tazza: The High Rollers
Film judi keren. Lengkap dengan hutang segunung dan taruhan tinggi. Jadi tahu judi hwatu Korea walau tetep bingung cara mainnya. Kim HyeSoo sex appeal dia besar banget di sini.
BTW ini film terakhir sebelum PC dirusak PLN.
πŸ˜₯

54. Ada Apa Dengan Cinta 2
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Alya dibunuh penulis cerita. Fuck. Rangga dan Cinta pernah pacaran selama jeda, bertemu kembali penuh kangen setelah sekian tahun kok masih drama duluan? Langsung ngamar dong. Lampiaskan dulu rindu dendam dan birahi selama ini, biar lepas semua rasa, abis itu komunikasi kan bisa enak, gak perlu muter-muter keliling Jogja dan Jateng dengan rute yang bisa jauh banget antar lokasi. Mo ciuman aja masa harus cinta yang nyuri duluan. Di luar itu, usaha menghidupkan kembali legenda Rangga dan Cinta ini cukup bagus sih, termasuk dialog soal pilpres yang jadi favorit saya. Saya suka karakter Cinta yang mau ninggalin tunangan demi mencoba lagi Rangga. Menurutku penggunaan karakter AADC dalam iklan Line sebelum ini agak merusak jalan cerita.  ❀

55. Captain America: Civil War
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Masih agak kaget melihat (lagi-lagi) reboot Spiderman di sini, tapi dia memang jago. Andai saja Sipdey sudah ada sejak Avengers pertama. Dengan karakter-karakter yang sebagian besar sudah familiar, plot jadi cepat berjalan menuju konflik. Pertempuran kedua kubu berjalan seru, kadang lucu, imbang dan juga konstan sampai akhir dengan motif yang kuat. Saya suka karakter Cap yang setia kawan. Film ini bagus. Lebih bagus daripada Avengers 2 dalam hal himpunan jagoan, konflik dan logika.
❀ ❀

56. X-Men: Apocalypse
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Mengecewakan, tidak seperti pendahulunya yang plotnya mindblowing. Magneto lagi-lagi harus menjadi penggerak cerita, menenggelamkan Apocalypse yang jauh dari terlihat sakti dan menakutkan. Sekali lagi kisah X-Men adalah Xavier versus Magneto. Karakter-karakter lain di The Four Horsemen sah cuma figuran. Gak sekuat yang kuharap, pertarungan mereka pun gak seru. Belum lagi kemunculan Angel dan Nightcrawler yang bertabrakan kisahnya dengan kemunculan mereka di X-Men terdahulu. Makin membuat bingung. Dengan Kairo yang mendadak dikuasai mutan jahat, mestinya kota itu sudah dibom nuklir duluan oleh Israel sebelum tim Xavier tiba.
:mrgreen:

57. Warcraft
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Film pedang dan sihir yang seru, kolosal dan menjanjikan. Ras Orc jadi terlihat manusiawi di sini.

58. Deadpool
Harus pergi jauh dari rumah ke Salatiga tuk bisa nonton ini dengan laptop pinjaman dari mbak Neny. Lagi-lagi reboot. Deadpool muncul lagi setelah X-Men Origins: Wolverine dengan wajah yang sama tetapi cerita yang berbeda. Meh. Di luar itu ini film yang sangat seru, lucu dan brutal walau plotnya standar. Senang lihat Colossus lagi. Lebih besar dari versi terdahulu. Sangat menghibur.
❀

59. SPL II: A Time for Consequences (Kill Zone 2 )
Film baku pukul tradisional yang seru banget. Plotnya juga menarik. Saya suka aplikasi global translator dan penggunaan emoticons sbagai jembatan komunikasi Thai-Canton.
❀

image

Tony Jaa, Wu Jing & Max Zhang memang hebat bakupukulnya..

 

60. Cloudy with a Chance of Meatballs 2
Sekuel yang bagus tuk cerita mesin makanan jenius itu. Saya suka bentuk-bentuk hewan dari makanan di Swallow Falls.

61. Tazza: The Hidden Card
Seru seperti pendahulunya tetapi masih juga saya gak paham model judinya gimana orang-orang Korea ini. Penuh intrik, teruhan dan pengkhianatan dengan bumbu asmara. Shun SeKyung cantik banget, sementara TOP sangat keren.
❀

62. Rayuan Pulau Palsu
Nonbar + diskusi di markas LSM apalah di pojok Salatiga. Dokumenter propaganda anti reklamasi Jakarta (terutama pulau G) demi kepentingan nelayan di kampung di Muara Angke. Jelek. Reklamasi di seluruh Indonesia disamaratakan jahat semua. Yang di Jakarta cuma dilihat dari kepentingan nelayan dan kapitalisme pengembang, gak ada dari konsep pembangunan Jakarta. Bahkan penggusuran kampung pun sepaket dalam cerita, tanpa membahas status tanah atau pembangunan peninggian tanggul penahan banjir.
πŸ‘Ώ

63. Star Wars VII: The Force Awakens
Sangat retro dan melodramatik, tapi sungguh-sungguh sekuel yang ditunggu setelah 30an tahun. Finn dan Rey sungguh karakter-karakter menarik, sementara BB-8 didesain sangat keren. Masih nggak paham mengapa Starkiller Base bisa dihancurkan segampang itu tapi yawdalah.
πŸ˜› ❀

64. Mojin – The Lost Legend
Plot arkeologi petualangan favorit dari salah satu adaptasi Ghost Blows Out the Light. Senang lihat kuburan kuno penuh jebakan dan mantra gini, seru. Sayang terlalu banyak drama dalam kuburan dan klimaks dengan Dang Sitian kurang berkesan.

65. Hitman: Agent 47
Lumayan seru tapi mestinya bisa jadi lebih bagus kalau eksyennya lebih masuh akal. Masa segitunya tembakan musuh meleset mulu?
Saya suka adegan di bengkel pesawat. Sayang Angelababy muncul sedikit sekali.
πŸ™„

66. The Interpreter
Thriller politik yang menyindir Zimbabwe dan presidennya Robert Mugabe. Sudah bertahun-tahun pengen nonton ini, kesampaian juga lihat cantiknya Nicole Kidman di sini. Bagus. Film terakhir yang kutonton dengan laptop pinjaman. Terakhir juga di bulan Juni.
❀

 

Segitu setengah tahun ini. Mestinya diposting awal Juli ya, tapi banyak bepergian, kerjaan, dan benwit melimpah di Salatiga malah bikin males ngeblog. πŸ˜†
Sampai ketemu lagi, dan jangan lupa selalu mencatat film-film yang kalian tonton yaa. πŸ™‚


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Desember 2017
M S S R K J S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter