Posts Tagged 'Israel'

Film-film 2018 (Juli-September)

Triwulan ketiga 2018 telah usai. Masih rajin ke bioskop? Ini tontonan saya 3 bulan terakhir melanjutkan daftar sebelumnya.

 

144. Musudan
Swamp Thing x Predator ala Korea dalam bumbu -tentu saja- konflik militer dua Korea. Kurasa ada beberapa kelemahan dalam mode operasi dan si monster sendiri tapi gapapalah. Penyegaran setelah 3 minggu lebih gak nonton film karena trip ke Jogja-Jakarta. 😀

145. Ponyo
Satu lagi keajaiban dari Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli. Cerita fantasi bagus sederhana tentang cinta kanak-kanak beda alam. Suka dunia lautnya, ikan-ikan jaman Devon, dan karakter Granmamare sang dewi laut pengasih. Suka lihat hubungan Lisa dan Sousuke juga.

146. Den of Thieves
Saya suka film ini dihiasi sejumlah close quarter battles memakai berbagai senjata berat -termasuk M249 SAW- dengan sound tembakan yang dahsyat, jadi pembeda dari sekedar cerita heist menggunakan trik. Twistnya juga bagus. Cuma bosan lihat protagonis yang keluarganya berantakan. Eksyen macho.

147. Tomb Raider
Seperti gimnya, mestinya ini jadi reboot yang keren, tapi malah jadi petualangan yang wadefak. Kenapa plotnya jadi berubah jauh? Lara start dengan kere, Ekspedisi tanpa tim, berdua dengan nelayan tak berguna, ke perairan Jepang kok via Hongkong, dan yang paling parah, plot supranatural hilang total dari film. Hilang juga kekuatan utama misteri Himiko dan plot reboot ini. Yang bagus cuma penampilan Alicia Vikander yang sayangnya masih terlalu lembek. 😦

148. Veteran
Film terlaris ke-4 dalam sejarah Korsel cukup jadi rekomendasi. Penuh bintang, plot bagus yang ‘merakyat’: polisi yang simpatik banget vs penjahat yang brengsek banget. Eksyen seru + komedi khas Korea. Privilege kekayaan memang luar biasa. Adegan pertemuan pertama Seo dan Jo ketika Jo mempermalukan dua teman wanitanya sungguh berkesan.

149. Padmaavat
Film terlaris ke-7 dalam sejarah India yang penuh kontroversi. Adaptasi sastra kuno Padmavat (atau variasinya) tentang Pengepungan Chittorgarh 1303. Dramatisasinya agak beda dari sumbernya dan akurasi sejarahnya diragukan, tapi filmnya owsom. Visualnya menakjubkan dan extravagant. Epik period keren, dan saya suka tari-tariannya. Plotnya rada mengingatkan pada kisah epik Iliad dan Odyssey, tapi kalo pada adaptasinya Troy (2004) Diane Kruger kuanggap kurang cantik jadi Helen of Troy, di Paadmavat Deepika Padukone bener-bener layak jadi wanita yang diperebutkan. Pesona dia kena banget (seleraku). Kalau mengutip ucapan Mehrunisa ketika bertemu Padmavati:

“Anda sungguh-sungguh mujizat Tuhan! Kecantikan yang bahkan malaikat pun akan mengubah isi hatinya. Sultan hanyalah manusia.”

 

Saya suka lagu dan tarian Ghoomar ini.

150. Kung Fu Panda 3
Sesuai yang kuharap, masih semenghibur kedua prekuelnya. Level up lagi tuk Po, dan senang juga dia nemu kampungnya. Konsepnya Kai dan Spirit Realm bagus, berasa seperti Kabuto dan Edo Tensei dari cerita Naruto.

151. Panfilov’s 28
Film perang Russia. Dramatisasi kisah kepahlawanan ‘Panfilov’s 28 Guardsmen’ yang besar kemungkinan fiksi PD2. Lumayan heroik, tapi tidak epik. Yah bukan Hollywood sih. Mungkin karena proses syutingnya, jadi ada adegan aneh sepanjang film: senapan mesin tank-tank PzKpfw IV Jerman jarang sekali menyalak.

152. Operation Red Sea
Film propaganda keren tentang kehebatan AL RRC dan pasukan operasi khusus ‘naga laut’nya. Plotnya konflik modern yang kompleks di timur tengah, dari teroris, PMC, sampai rebels ada; militer lokal, diplomat, warga asing, pengungsi dan pengusaha juga ada. Skenario pertempuran yang tersaji juga beragam, dari hostage rescue, street fight sampai ambush hancur-hancuran dan duel sniper, bahkan tank chase. Semuanya realistis, ada teamwork, gak pake Rambo. Gak heran ini film terlaris ke-2 dalam sejarah China.

Tim Denjaka RRC. Sakti.

153. From Up On Poppy Hill
Drama romansa yang sangat manis dari studio Ghibli. Anime terlaris ke-25 sepanjang sejarah. Plotnya standar cerita remaja dengan kehidupan SMA yang seru, dan lagu-lagunya bagus-bagus. Suka banget dengan karakter Umi, gadis yatim cantik baik pintar masak yadamselindistresslah pokoknya.. 😆

154. Ready Player One
Masterpiece dari S. Spielberg, festival visual dengan ratusan referensi pop yang menyenangkan dipelajari dan dicari lagi satu-satu berjam-jam sesudah nonton tadi. Suka plotnya yang padat, dan seimbang menariknya antara dunia nyata dan dunia virtual. Halliday ini semacam Gold Roger yang menyembunyikan One Piece ya. :mrgreen: Creator yang sudah kuduga tetap “hidup”.

155. The Death of Stalin
Komedi satir politik bagus tentang sejarah perebutan kekuasaan di Moskow sesudah Stalin wafat 1953. Penuh tokoh-tokoh sejarah penting dari era Old Bolshevik. Abaikan akurasi sejarahnya, pelajari sendiri. Karakter Maria Yudina dan penggambaran kejahatan seksual Beria jadi bagian paling menarik.

156. The Crossing Part 1
3 kisah roman, rindu, dan tragedi ‘kecil’ dari sutradara John Woo tuk memperkenalkan para karakter tragedi ‘titanic’ di sekuelnya. Menarik dan pedih melihat kekalahan Kuomintang dari Komunis China, juga bahwa wanita belum menikah tidak dihargai. China era borjuis itu klasik sekali ya.. 🙄

Jaman ada pesta dansa kelas atas di China.

157. Sekigahara
Dengan durasi 150 menit pun film ini masih kesulitan mengurai peta politik Jepang dan segitu banyak karakter yang berujung ke pertempuran Sekigahara, tapi ini adaptasi jidaigeki kolosal yang epik. Suka plotnya yang padat dan cepat, walau butuh pemahaman sejarah Jepang tuk melewati itu dengan tidak bingung. Menarik memahami karakter Ishida Mitsunari -sebagai jenderal yang kurang perhitungan- dan Hatsume -yang menganggap dirinya anjing saja-, apalagi adegan eksekusi keduanya menjadi pembuka dan penutup kisah ini.

158. The Greatest Showman
Dramatisasi kisah prof. Xavier membangun X-Men. 😆 Saya tertarik pada freak shownya, tapi sayangnya mereka dekorasi saja, beberapa anggota sampai akhir film saya gak ngerti keunikan dia apa. Plotnya standar, tapi ini film musikal yang sangat menghibur dengan lagu-lagu yang layak diputar berulang-ulang.

159. Red Sparrow
Spy thriller bagus. Plotnya miskin eksyen seru mendebarkan atau antagonis maniak tapi malah jadi realistis. Bisnis mata-mata ke intinya, termasuk sex, mole, dan torture. J-Law keren jadi fokus utama. Cuma kesel di klimaks kok Russia masih pake heli Mi-2. Artefak museum itu. Mi-17 dong.

160. The Crossing Part 2
Separo film masih melanjutkan intro dengan lebih detail. Tidak banyak drama di kapal sebelum karam yang juga terjadi cepat, tapi lebih dramatis adegan bertahan hidup di laut. Total cerita terlalu melodrama, tapi ini tribute penting bagi bencana tragis tenggelamnya kapal Taiping 1949. Sedih banget. 😦

161. Sanada 10 Braves
Dramatisasi kisah Sanada Juyushi dalam Siege of Osaka, jadi berasa nonton lanjutan Sekigahara. Tak ada Anayama Kosuke, diganti oleh Sanada Daisuke. Bagus juga detil pertempuran di Sanada-Maru, tapi Summer Siege dan endingnya jadi beda. Skip pertempuran dengan Date Masamune. Ada affair antara Yukimura dan Yodo-Dono, dan ada plot twist yang beda jauh dari sejarah! Di kredit ada komik yang menggambarkan rombongan Sasuke cs berlayar sampai Riau! Yuko Oshima ikut main jadi kunoichi Hotaru, pantesan senyumnya familiar. :mrgreen:

162. Mile 22
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Gak ada yang spesial selain mau lihat Mark Wahlberg (atau Iko Uwais). Premis, karakter, dan twistnya bagus, tapi survivalnya sendiri (bagian utama plotnya) medioker. Settingnya juga gak enak: ngasi hint indonesia tapi gak disebut indonesia tapi jelas syutingnya bukan di indonesia. Makin diperburuk dengan teknik syuting ala serial Jason Bourne: shaky cam.

163. Coco
Animasinya penuh warna, suka pendar oranye dari land of the dead. Plotnya bagus, imajinatif tentang misteri hari raya Day of the Dead, dengan komedi keluarga yang seru. Musiknya asyik. Sejak lewati portal saya dah yakin Dante bukan anjing biasa. Haha.. :mrgreen:

164. Alone in Berlin
Adaptasi novel tentang dramatisasi fiksi kisah Otto dan Elise Hampel. Jarang nonton drama perang tentang Nazi dimana lawannya adalah rakyat Jerman sendiri. Bagus ceritanya, dan saya sungguh menikmati setting Berlin era PD 2 dengan banyak mobil klasik.

165. The Commuter
Sampai akhir film gak jelas konspirasi apa yang menggerakkan seluruh plot, tapi ya asyik saja liat kakek Liam (lagi-lagi) dipaksa beraksi brutal. Bagian profilingnya menarik, tapi ada hal-hal yang tak jelas juga, seperti kenapa Joanna selalu tau banyak, termasuk saat Walt mau melapor ke polisi. Ah, senang lihat mata biru Vera Farmiga lagi.

166. Moonlight
Yang menarik dari film ini cuma karakternya Janelle Monae, selebihnya meh. Cerita film terbaik Oscar ini memang dalam banget, tapi gak bisa saya nikmati. Mana temanya gay pula. Cuih. 👿

167. Escape Plan 2: Hades
Film Mile 22 yang penuh kritik itu jadi terlihat layak menang Oscar dibanding film ini yang bahkan gak tayang di bioskop. Plotnya jueleeek banget; narasi, setting, karakter, dan logikanya absurd semua. Percuma Stallone, 50 Cent etc main di sini membawa franchise Escape Plan.

168. Reset
Cerita time travel dan time loop sudah banyak, namun selalu menarik dengan plot baru seperti ini. Logika scifinya bagus. Suka Yang Mi jadi jagoan cantik imut, tapi penjahatnya datar dan klise banget motivasinya. Itu bola mata ilmuwan siapalah itu tuk iris scanner kok gede banget ya…

169. Girls In The Dark
Thriller menarik gadis-gadis cantik SMA yang hidup penuh kebohongan. Cerita konspirasi pembunuhan lengkap dengan plot twist sadis. Suka setting mewah markas klub sastra, suka pemeran-pemerannya, terutama Tina Tamashiro si Bulgarian yang macam boneka.

170. Mathilde
Roman sejarah Rusia bagus. Plotnya agak terlalu sinetron, -dan sialnya saya keknya dapet versi yang (adegan ranjangnya?) banyak disensor- tapi banyak peristiwa dan tokoh sejarah menarik, misalnya kecelakaan kereta yang menimpa Tsar Alexander III, dan tentu saja, kisah cinta segi empat dan segitiga yang jadi plot utama. Temanya klasik: memilih antara tahta atau wanita. Visualnya memukau khas film periode yang disyuting di lokasi asli. Adegan penobatan Nicholas II tampak seperti lukisan L. Tuxen atau H. Gervex yang bergerak. Michalina Olszańska cantiknya memang pantas jadi rebutan.

Penobatan tsar dan tsarina terakhir Russia, didampingi tsarina sebelumnya.

 

171. Point Break (2015)
Remake dari versi 1991 yang legendaris. Exreme sportsnya keren-keren di lokasi-lokasi eksotik, tapi ya cuma itu. Dramanya tipis, karakter-karakternya hambar tanpa interaksi berarti, dan hal-hal aneh misalnya mengapa FBI bisa beroperasi internasional? Berani mati demi menantang alam sudah gila, tapi ditambah berani mati demi menjadi ecowarrior malah jadi combo kurang masuk akal.

172. The Battle for Marjah
Dokumenter HBO menarik tentang Operation Moshtarak 8 tahun silam. Frustrasinya marinir AS bertempur melawan Taliban, membangun aparat Afghanistan, dan merebut hati masyarakat. Mengesalkan melihat sikap warga yang pasrah dengan Taliban dan melihat pasukan koalisi sebagai pihak yang harus diusir.

173. 37 Days
Miniseri sih ini, 3 episode. Dramatisasi bagus kisah diplomasi (dan provokasi) menjelang Perang Dunia 1 terutama yang terjadi di London dan Berlin. Kabinet Inggris yang mengusahakan sampai batasnya supaya tidak perang, dan dan faksi militeris Jerman yang sangat bersemangat tuk maju perang. Karakter Kaiser Wilhelm II selalu paling menarik. Bagaimana ambisi, arogansi, sikap anti Inggris, dan kemegalomaniakan beliau menjerumuskan Eropa dalam perang. Jadi belajar sejarah lagi.

Gavrilo Princip, dan tembakan maut yang memicu perang dunia pertama.

174. Searching
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Hype film ini membuat saya memutuskan tidak menunggu donlotan seperti biasa dan ke bioskop. Keputusan tepat. Suka sinematografinya yang unik, dan misterinya sendiri menegangkan. Film yang mengingatkan soal jejak digital dan bagaimana memaksimalkannya.

175. Wiro Sableng
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Ini juga hype, yang sayangnya tidak sememuaskan film sebelumnya. Film ini seperti menonton film Avengers vs Justice League tanpa pernah menyaksikan terlebih dahulu film-film Iron Man, Captain America, Thor, Batman, Superman, dan Wonder Woman. Terlalu sesak karakter di kubu antagonis dan protagonis, porsi tiap orang jadi sangat dangkal dan terbatas, bahkan Wiro sekalipun silatnya gak keluar. Gak heran dari posternya saja ramai banget. Vino Bastian cocok banget jadi Wiro dengan selera humor yang menghibur dan melewati jaman.

176. Journey’s End
Adaptasi drama teater bagus tentang sebuah kompi Inggris di Prancis menjelang spring offensive 1918. Menarik melihat drama antar perwira, stress akibat perang dan kematian, tentu saja dengan setting keputusasaan khas perang parit. Sebuah pengingat seabad PD 1. 🙄

177. Tales from Earthsea
Adaptasi serial novel Earthsea yang membingungkan. Plotnya cuma pinjam karakter novelnya, tapi ceritanya sendirinya gak jelas arah tujuannya, atau bahkan settingnya. Baca-baca lagi ringkasan novelnya tuk lebih paham karena tertarik karakter Therru yang bisa jadi naga. Eksperimen gagal dari Studio Ghibli. 😐

178. Redirected
Eksyen komedi gangster yang kocak abis. Sudah firasat bagus saat tau ada Vinnie Jones maen. Plotnya ya Murphy’s Law banget, gak ada titik terang sampai abis. Meleset dari tebakan kalo baku tembak di klimaks bakal menyelamatkan para perampok. Karakter pendetanya parah banget..

179. Farewell My Queen
Cerita adaptasi fiksi menarik hari-hari terakhir Marie Antoinette lewat mata pembaca pribadinya. Kek Kindle jaman itu deh. 😆 Menarik lihat kehidupan di istana Versailles, dan wanita-wanita di sirkel ratu, terutama Yolande Gabrielle du Polignac yang legendaris itu. Lea Seydoux dan Virginie Ledoyen tampil menarik, selain Diane Kruger sendiri.

180. Our Brand Is Crisis
Komedi politik satir dan dramatisasi dokumenter tentang pilpres Bolivia 2002 yang dimainkan memikat oleh Sandra Bullock. Penuh elemen familiar dengan situasi politik lokal dan internasional, terutama penggunaan black & negative campaign. Jadi baca-baca lagi tentang awal berkuasanya Evo Morales yang terkenal itu.

181. The Wasted Times
Ceritanya gak luar biasa walau tetap menarik -kehidupan gangster Shanghai berlatar konflik Jepang-China melewati PD2-, tapi penceritaan dan sinematografinya keren banget, diiringi musik yang tragis. Ada puzzle berlapis melewati rentang 1934-1945. Film gangster, ada banyak darah juga. Ada Zhang Ziyi.

182. In This Corner of the World
Anime adaptasi manga yang luar biasa bagus tentang seorang wanita muda melewati masa 1930-40an terutama masa PD2, termasuk bom atom Hiroshima. Susah gak jatuh hati pada karakter Suzu yang ulet dan ceria, lucu saat tersipu. Suka lihat kreativitas kuliner dia saat krisis makanan akibat perang. Menarik lihat kebanggaan warga pada armada AL Jepang di Kure. Sejumlah kapal kebanggaan kaigun dijelaskan dalam film. Satu film lagi yang menggambarkan beratnya kehidupan di Jepang pada masa perang.

Meramu tanaman apa saja di sekitar rumah menjadi bahan makanan.

183. Deadpool 2
Gak sia-sia menanti, menolak ajakan geng ke bioskop, sekarang langsung nonton Extended Version. Seseru dan sekocak yang diharap dari film Deadpool. Cuma Colossus gak logis gak pernah jadi Piotr Rasputin bahkan di X-Mansion. Yukio juga unyu banget padahal dulu di The Wolverine badass abis. Domino yang keren betul. Banyak karakter lewat doang di X-Force “angkatan pertama” tapi semoga nanti jadi film sendiri yang bagus. Adegan upaya membunuh bayi Hitler itu jenius. Kalo kamu bisa ke masa lalu dan membunuh satu orang untuk memperbaiki sejarah, pengen mematikan siapa? 😉

184. Molly’s Game
140 menit yang menarik dan padat. Adaptasi bagus sekali dari memoir Molly Bloom dan bisnis poker dia, dimainkan bagus oleh Jessica Chastain & Idris Elba. Menarik di bagian Molly mengungkapkan kalo arah hidup dia dipengaruhi hubungan buruk dengan ayah dia. 🙄

185. Despicable Me 3
Setelah keseruan film Minions, rasanya agak aneh liat minions kembali jadi pemeran pembantu. Animasi lucu, walo saya lebih ketawa liat kreditnya (Gru vs Dru) daripada sepanjang film vs Balthazar dengan tema 80an yang nanggung. 😆

186. Jurassic World: Fallen Kingdom
Masih cerita Crazy Rich Americans dengan proyek dinosaurus yang berakhir fubar. Kalo di prekuel penjahatnya t-rex modifikasi, sekarang raptor modifikasi. Seru, rame, menegangkan, dengan momen-momen khas dikejar dino ganas, pindah lokasi saja. Karakter-karakter barunya saya suka.

187. Gringo
Crime comedy yang cukup lucu dengan akhir memuaskan, tapi jalan plotnya sendiri terasa hambar. Lebih dari separo film masih gajelas apa yang dinanti, misalnya apakah Amanda Seyfried bakal berperan banyak atau jadi hiasan saja. Meksiko digambarkan sarang penjahat, seperti biasa.

188. Submergence
Film adaptasi novel tentang LDR yang suram. Suka lihat romantisme kedua karakter utama ketika mereka bersama, terutama si cantik Alicia Vikander, tapi LDRnya depresif dan filosofis, berat dengan banyak tekanan fisik dan psikis di perjuangan masing-masing. Film festival banget. Somehow ini juga mengingatkan pengalaman LDR sendiri, terutama ketika pacar/saya gak ada kabar.

Pacaran di pantai Dieppe, Normandia. Mengenang pendaratan sekutu.

189. The Boss Baby
Agak kesulitan nangkap cerita babycorp, tapi jadi suka humor dan fantasinya walo plotnya jadi klise tuk menyelamatkan dunia. Suka karakter Wizzie, dan para eraser babycorp. Penghilang kenangan. Film ini lumayan tuk memperbaiki mood yang agak kacau saat itu.

190. Entebbe
Sayang sekali sejarah sespektakular ini pake sumber versi penulis inggris yang membesarkan peran para teroris dan membebankan akar konflik ke Israel. Plotnya datar. Klimaksnya dihaluskan dengan dance show, menghilangkan banyak aksi dan detil. Parah banget. Pesan akhirnya salah, seolah Israel yang tidak mau bernegosiasi damai. Sayang banget. Yang menarik cuma melihat drama di kabinet keamanan Israel, tokoh-tokoh bersejarah yang selama ini cuma kubaca di buku. 👿

Tidak, saya tidak akan mengakhiri bulan September dengan nonton Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Belum tahun ini. :mrgreen:

 

Iklan

Film-film 2015 (Juli-Desember)

Dengan cepat 2015 berlalu yaa, berlalu juga kenangan kita akan puluhan atau ratusan film yang kita tonton tahun itu. Melanjutkan daftar setengah tahun lalu, ini film-film yang saya tonton semester kedua 2015.

Seperti biasa, ini hanya kesan-kesan singkat saja ya, bukan sinopsis apalagi ulasan. Saya juga tidak taruh tautan untuk tiap film. Mudah kok digugling sendiri. 😉

103. The Gunman (Rabu 1 Juli)
Saya inget nolak diajak nonton ini di XXI karena rating-nya biasa saja. Setelah nonton donlotan, ternyata cuma setting Barcelona yang menarik. Semacam mau jadi film Jason Bourne tapi Sean Penn dah ketuaan. Plus subplot cinta segitiga yang bodoh pula.

104. The Bling Ring (Kamis 2 Juli)
Nonton dramatisasi kisah nyata ini karena si cantik Emma Watson. Menarik melihat bagaimana kejahatan terjadi begitu mudahnya, berulang-ulang dan tanpa penyesalan dari remaja-remaja pelakunya.

105. Dragon Blade (Senin 6 Juli)
Salah satu film “east meet west” paling epik dalam tema “clash of empires”. Saya suka penggambaran keberagaman suku bangsa di jalur sutra. Roman anthem-nya bikin merinding. ❤

106. Run All Night (Jumat 10 Juli)
Film olahraga seperti judulnya. 😀 Liam Neeson lagi-lagi dengan keluarga rusak, lagi-lagi peminum, dan lagi-lagi jago tembak. Mantap.

107. The Target (Pyojeok) (Senin 13 Juli)
Remake bagus dari film Prancis Point Blank tentang memburu kebenaran dan balas dendam. Ketemu si cantik Jo Yeojeong lagi sesudah The Concubine. ❤

108. If I Stay (Selasa 16 Juli)
Ada begitu banyak romansa, sex, adegan keluarga dan tragedi tapi tidak cukup banyak Chloe G. Moretz. Ketemu Liana Liberato lagi sesudah Stuck in Love. Sekarang sudah remaja tanggung dan jauh lebih cantik.

109. The Drop (Jumat 17 Juli)
Buat saya ini film tentang menyelamatkan anjing, kemudian ada dunia hitam di sekitar si penyelamat dan para orang jahat. Drama kriminal menarik.

110. Last Knights (Sabtu 18 Juli)
Satu lagi parodi gak mutu dari 47 Ronin. Pertarungan-pertarungan berpedangnya sangat membosankan. Si jelita Park Siyeon cuma jadi dekorasi disini.

111. Tracers (Selasa 21 Juli)
Musuh dari musuh saya adalah… penolong saya. Film bagus tuk penyuka aksi-aksi parkour tapi plotnya sendiri standar eksyen biasa.

112. The Longest Week (Kamis 23 Juli)
Drama bertemu gadis menarik, sangat cantik cerdas mandiri menawan hati, disaat kamu sedang bangkrut, gak punya kerjaan dan gak punya tempat tinggal. She is hopelessly romantic and he is romantically hopeless. Akankah hubungan mereka berjalan?
Film ini mengingatkan banyak hal tentang diri sendiri. ❤

113. Børning (Jumat 24 Juli)
Drama Norwegia tentang hubungan ayah-anak gadis… Wait! Ini film kebut-kebutan lintas negara yang seru banget dengan bumbu komedi keren. Semacam Need for Speed tapi tanpa mobil-mobil eksotis supermahal. ❤

image

The Fast and The Fønniest

114. Exodus: Gods and Kings (Minggu 26 Juli)
Interpretasi dramatis kisah Keluaran (bangsa Israel dari Mesir) dari Alkitab dan Tanakh, menghasilkan cerita baru yang sungguh garing dan hampa dengan karakter-karakter bernama sama. Sebagai film modern, yang bagus disini tentu saja hanya setting dan kostum.

115. Left Behind (Senin 27 Juli)
Bagian pertama dari trilogi akhir jaman menurut kitab Wahyu yang dimulai dari pengangkatan orang-orang Kristen yang beriman. Mengejutkan melihat kacaunya dunia pada saat banyak orang menghilang mendadak tapi secara keseluruhan ini hanya jadi film bencana (penerbangan) klise.

116. Cinderella (Selasa 28 Juli)
Visualisasi yang sangat indah dan memanjakan mata dari dongeng klasik yang diceritakan dengan setia pada plot aslinya. Saya suka adegan ketika Ella memasuki istana hingga dansa pertama. Epik banget. ❤

117. Always (Ohjik Geudaman) (Jumat 31 Juli)
Drama tentang cinta, penebusan dan penantian. Mellow banget meskipun jarak waktu antara perpisahan dan pertemuan kembali tidak terlalu lama. Karakter ceweknya manis..

118. The Last: Naruto the Movie (Rabu 5 Agustus)
Saya suka ide dunia di bulan berlatar dongeng Putri Kaguya disini, dan sejarah adik Rikudou Sennin yang menjadi asal-usul Byakugan. Plotnya sendiri agak lemah khas film-film Naruto. Hinata cantik banget dan pandai menyulam pula, sementara Naruto parah banget abainya, sibuk dengan fans.
Saya berharap ada film sendiri tentang Sasuke. Kapan dia nikah dengan Sakura, lahirnya Sarada dsb. ❤

119. The Divergent Series: Insurgent (Kamis 6 Agustus)
Plotnya mulai klise dengan film-film bergenre sejenis tapi ceritanya tetap menarik dan pahlawan wanita kita tetap punya penampilan kuat. Sekali lagi saya suka tiap adegan simulasi. ❤

120. The Eichmann Show (Sabtu 8 Agustus)
Drama menarik tentang pembuatan dokumenter pengadilan Adolf Eichmann yang bersejarah. Menyentuh. Emosi para karakter atau dari suasana pengadilannya sendiri tersampaikan dengan kuat. ❤

121. R100 (Sabtu 8 Agustus)
Dramedi BDSM aneh Jepang. Lebih ngaco dari yang kubayangkan. Sungguh bukan film tuk penonton kebanyakan. Sang sutradara bahkan memasukkan keraguan dia sendiri tentang karyanya di dalam film.

122. Furious 7 (Senin 10 Agustus)
Lagi-lagi plot mustahil dengan eksyen luar biasa. Arahnya sudah menuju The Expendables bermobil. Terasa agak hampa tanpa Gisele dan Han tetapi penuh kenangan menyentuh dengan Paul Walker. Bagaimanapun juga saya menghargai film ini demi almarhum saja. ❤

123. Wolf Warrior (Kamis 13 Agustus)
Seperti video promosi/iklan angkatan bersenjata RR China. Keren. Plotnya sangat realistis untuk kisah yang melibatkan militer. AB China pamer bermacam-macam persenjataan canggih mereka termasuk helikopter Z-8, Z-9W dan Z-10 disini. Mengagumkan.

image

Bukan cuma heli, pamer tank juga

124. Maggie (Sabtu 15 Agustus)
Bagaimana jika zombiefikasi orang tersayangmu (anak gadis) berjalan perlahan? Bagaimana dirimu dan dia akan menjalani proses yang menyakitkan hati dan emosi itu? Saya depresi sekali nonton film ini berjalan lambat dan terasa berat. Aneh liat Arnold Suasanaseger gak nembak satu orangpun di film.

125. The Best Offer (La Migliore Offerta) (Selasa 18 Agustus)
Drama misteri romansa yang hebat banget. Mengejutkan dengan cara yang indah dan bikin patah hati. Penuh lukisan dan musik indah, dan automaton yang menarik. Rasa kesepiannya mengingatkan pada diri sendiri. Moviequote: everything can be a forgery, including love. ❤

126. Michiel de Ruyter (Admiral) (Selasa 18 Agustus)
Sungguh-sungguh cerita epik dari laksamana Belanda paling legendaris dalam sejarah. Pertempuran lautnya seru banget. Saya suka cara pembuat cerita mengompres sejarah antara Perang Inggris-Belanda Kedua dan Ketiga, dan situasi politik di Belanda antra kelompok Republican dan Orangist. akhirnya baca-baca banyak artikel terkait termasuk tentang Johann dan Cornelis de Witt, Willem H van Gent dsb. ❤

127. Big Game (Rabu 19 Agustus)
Plotnya sederhana tapi saya suka eksyen dan petualangannya. Mengabaikan logis militer di film ini pun kaget juga lihat Air Force One pake pintu landai belakang dan kursi lontar berpasangan. Film Finlandia yang bagus. ❤

128. The Longest Ride (Kamis 20 Agustus)
Cuma drama romantis biasa tapi menghangatkan hati. Saya suka aksi-aksi mengendarai banteng, plot seputar lukisan, kilas balik bernuansa Yahudi dan Ford F-350 Super Duty Crew Cab. Truk yang keren banget.  ❤

129. Mad Max: Fury Road (Kamis 20 Agustus)
Cepat, ramai, gila-gilaan, berisik, brutal dan penuh cewek cantik. Apa lagi yang saya harapkan? Terserahlah plotnya dari mana mo ke mana. :mrgreen:

130. The Message (Feng Sheng) (Sabtu 22 Agustus)
Thriller spionase yang heroik tapi tragis. Cerita tentang perjuangan dan pengorbanan ketika China dibawah pendudukan Jepang. Kematian yang berarti. Patriot. ❤

image

Siapa di antara kita yang mengkhianati Jepang?

131. Black Coal, Thin Ice (Minggu 23 Agustus)
Semacam cerita gelap tentang masyarakat China yang mudah tergantikan. Detektif cerdas (walo gak bersih) yang setia dengan kasus pembunuhan, walo keterlibatan dia dengan janda korban yang misterius membuat kisah ini berasa Basic Instinct. Ada adegan baku tembak yang epik.

132. Good Kill (Senin 24 Agustus)
Drama lumayang bagus tentang moralitas dalam perang, tapi plot konflik keluarga disini terlalu sinetron. Menarik melihat sistem pengoperasian pesawat tempur tanpa awak oleh AU AS. Walopun temanya bagus tapi biasa saja buat saya karena terbiasa mengikuti tema serupa yang nyata dalam Perang Israel melawan Hamas di Gaza.

133. Unbeatable (HK Ver.) (Rabu 26 Agustus)
Saya suka plotnya, adegan-adegan baku pukulnya yang keren dan kisah dramanya tanpa cinta-cintaan. Gadis kecil yang diperankan Crystal Lee itu sangat menggemaskan banget. Ini versi 116 menit. Kurasa film ini kehilangan beberapa menit adegan perkelahian dari versi China yang 122 menit. Ntahlah. ❤

134. Kumiko, the Treasure Hunter (Kamis 27 Agustus)
Legenda urban yang menarik dari sebuah peristiwa nyata. Karakter Kumiko ini menyedihkan, tapi setidaknya dia berjuang dengan nekad.

135. The Water Diviner (Sabtu 29 Agustus)
Drama keayahan yang sungguh bagus meskipun penglihatan-penglihatan si tokoh utama berasa supranatural. Yang kusukai terutama adalah settingnya usai PD I dan awal mula perang Yunani-Turki. Film bagus untuk mengenang jutaan prajurit hilang di PD I. Kisah cintanya manis tapi agak lebay kecuali mungkin si janda Turki dikristenkan dahulu. Suka filosofi kopi disini. Manis artinya: saya menyukaimu. ❤

136. Gangnam 1970 (Minggu 30 Agustus)
Satu lagi film Korea bagus soal gangster dan persaudaraan. Belajar sejarah daerah Gangnam yang terkenal itu. Seolhyun cantik memikat banget disini. ❤

137. The Age of Adaline (Rabu 2 September)
Cuma tema keabadian dan cinta terlarang tapi saya suka sekali plot romantisnya, dan narator yang menyampaikan cerita. Blake Lively cantik klasik menyengat mata dan sangat fashionable melintasi jaman. ❤

138. Silmido (Jumat 4 September)
Dramatisasi dari kisah nyata misterius dan mengerikan tentang Unit 648 militer korsel. Peringatan pahit dari perang dingin, perang Korea dan operasi intelijen. Pengungkapan sejarah yang mencerahkan. ❤

139. I Fine..Thank You..Love You (Minggu 6 September)
FIlm Thailand yang keren banget. Lucu, romantis manis, ada lagu “Walk Me Home” yang bagus, dan selebihnya adalah Ice Preechaya yang sangat cantik. Ada cameo dari Sora Aoi juga. ❤

140. Tinker Tailor Soldier Spy (Rabu 9 September)
Plotnya njelimet karena melibatkan banyak karakter dan penuh jargon intelijen, tapi saya suka tema spionase klasik perang dingin kek gini ketika komunisme masih jadi ancaman global.

141. The Tales of the Princess Kaguya (Kamis 10 September)
Saya sampai gak sadar kalo ini adalah adaptasi dari dongeng klasik yang sangat terkenal dan menginspirasi banyak kisah termasuk Naruto itu. Terasa berat karena misterius, dipengaruhi visual dan musiknya. Penceritaan kembali yang indah. ❤

142. Assembly (Jumat 11 September)
Drama perang China yang bagus dan menyentuh tentang kompi yang hilang. Adegan perang seru dan narasi sejarah bagus membuat saya sempat sungguh-sungguh mengira ini kisah nyata. ❤

143. Selma (Senin 14 September)
Dramatisasi bagus dari sepotong sejarah AS. Saya suka pidato-pidato Dr. M.L. King. Sungguh menggerakkan semangat. sontreknya bagus, dan tentu saja plot hak-hak sipil kulit hitam itu sendiri. ❤

144. Ode to My Father (Rabu 16 September)
Drama menyentuh tentang sejarah Korea Selatan diceritakan dari sudut pandang kehidupan protagonis ala Forrest Gump. Luar biasa bagus dan bikin terharu. Air mataku netes nonton ini. ❤

145. Warsaw 44 (Senin 21 September) Drama perang Polandia yang menggigit. Banyak adegan pertempuran seru penuh korban bergelimpangan. Penceritaannya nyeni dengan plot cinta segitiga. ❤

image

Berjuang, mengusir Nazi keparat

146. District 9 (Minggu 27 September)
Plotnya keren dan sederhana, sinematografinya bagus. Cerita alien yang sangat manusiawi merujuk pada era apartheid. ❤

147. Avengers: Age of Ultron (Senin 28 September)
Plotnya masih agak mengecewakan. Sokovia? Mbok settingnya pake lokasi beneran gitu. Meskipun begitu film ini penuh adegan perkelahian bagus dan bumbu drama tuk tiap karakter. Saya harus mengingatkan diri sendiri kalo Quicksilver disini berada di semesta yang berbeda dengan karakter yang bernama dan berkemampuan super sama di dunia X-Men. ❤

148. Maze Runner: The Scorch Trial (Selasa 29 September)
Kali ini ngebioskop XXI bareng Athoe dan Ipas. Sekuel tengah trilogi, jadi gak ada lagi misterinya maupun klimaks, tapi tetap mencekam dengan banyak adegan lari dari teror zombie. Makin banyak hal terjelaskan tentang dunia saat itu, kurasa akhir cerita bakal keren. ❤

149. Spy (Selasa 6 Oktober)
Komedi spionase dengan plot yang terlalu generik (teroris eropa timur, bom nuklir yang dicuri, baku tembak saat transaksi) tapi lucu dan menyegarkan. Enak ditonton.

150. Source Code (Sabtu 10 Oktober)
Kombo perjalanan kesadaran, perjalanan waktu dan realitas berlapis ala Matrix. Saya suka plot hidup-mati-ulangi macam gini. Vera Farmiga itu matanya bagus yaa. Biru teduh. ❤

151. San Andreas (Sabtu 10 Oktober)
Sangat mengingatkan pada film Pompeii. Visualisasi menakjubkan dari bencana alam plus eksyen keren tapi plot dan karakter-karakternya omong kosong. Ngapain juga copot jaket dan pake kutang pas bencana? Gak mungkin juga bisa melewatkan perahu di gelombang tsunami. Duh.

152. The Boy in the Stripped Pajamas (Minggu 11 Oktober)
Cerita tragis dari keluarga penjahat perang (Letkol kesatuan SS-TV Nazi Jerman) dengan latar belakang tragedi Shoah. Plotnya serasa cermin masa depan hubungan Jerman-Israel. ❤

153. Woman in Gold (Selasa 13 Oktober)
Dramatisasi keren dari kisah nyata usaha mengambil kembali harta yang dicuri. Satu lagi film dengan tema ini. Masalah nyata yang masih dihadapi banyak orang. Yang mengganggu di film ini cuma penggunaan pesawat Skytrain (Dakota) dalam adegan kabur dari Austria. ❤

154. The Martian (Rabu 14 Oktober)
Ngebioskop XXI lagi bareng Athoe dan Ipas. Mark Wahlberg jadi penyintas lagi. Mukanya cocok? Ceritanya bagus, gak perlu ada adegan gugur jadi pahlawan. Saya suka adegan kerjasama antara badan antariksa AS dan China, juga plot melibatkan Pathfinder, wahana beneran ke Mark. Taglinenya keren: Shit happens, but shit provides. ❤

155. While We’re Young (Minggu 18 Oktober)
Ketika seluruh tujuan hidupmu terasa jauh, tapi ada anak muda yang mencapainya dengan cepat, rasanya menyakitkan. Sungguh menyakitkan. Perlahan kamu menyadari kalo dirimu tidak muda lagi dan ada banyak kesempatan yang tidak akan kembali lagi.

156. Wild Tales (Relatos Salvajes) (Selasa 20 Oktober)
Antologi keren tentang marah, dendam dan balas dendam. Ketika seseorang didesak hingga ke batasnya dan dia meledak. Bum! Cerita favorit saya: Pasternak dan Bambita. ❤

157. Draft Day (Selasa 20 Oktober)
Selayang pandang ke sistem bursa pemain NFL. Saya tidak suka sepakbola-amerika tapi ini film bagus tuk memahami bursa transfer model draft. Suka senyum menyejukkan Jennifer Gardner.

158. Tale of Tales (Selasa 27 Oktober)
Pesan moral dongeng ini sangat kuat tentang ambisi pribadi yang egois dan efek buruknya, tetapi karena plotnya model horor fantasi saya nontonnya jadi kurang nyaman. Butuh beberapa hari tuk kelarin.

159. G-Force (Rabu 28 Oktober)
Cukup lucu dan gak jelek tapi karena dah sering lihat film kek gini (meskipun film ini terhitung lawas) jadi rasanya datar saja.

160. Little Big Master (Rabu 28 Oktober)
Dari kisah nyata tentang pendidikan di Hongkong. Menyentuh. Melihat banyak masalah orang dewasa dari mata anak-anak TK. Menjadi guru sungguh merupakan pengabdian mulia. ❤

161. Kajaki (Kilo Two Tango) (Jumat 30 Oktober)
Kisah nyata dari Operation Enduring Freedom di Afghanistan. Sesak napas nonton ini padahal dah dikompres dari durasi peristiwa sesungguhnya. Sangat dramatis dan berdarah-darah. Temanya sederhana saja: sekelompok anak muda yang jauh dari rumah, menjalani perang ntah buat siapa kemudian terjebak pada sisa perang orang lain. ❤

162. Mission: Impossibe – Rogue Nation (Kamis 5 November)
Keren abis. Persis seperti apa yang saya harapkan dari kisah Ethan Hunt dengan segala eksyen dan teknologinya. Renner dan Ferguson menambah rame kelompok jagoan, plus sekilas si jelita Hermione Corfield. Plotnya generik sebenarnya. Agak mengawang-awang juga. Organisasi teror global yang tidak mencerminkan realitas dunia teroris dibawah bendera islamisme. Suka lihat Airbus A400M disini, merasa heran gimana cara meretas pesawat itu pakai satelit Rusia. Ha! ❤

163. The Man from U.N.C.L.E. (film) (Jumat 6 November)
Bagus, seru dan lucu. Setting perang dingin 60an, ada agen KGB, CIA, MI6, simpatisan Nazi, Royal Marines, kapal induk kelas-Centaur dan Alicia Vikander. Lengkap dah. ❤

164. End of Watch (Sabtu 14 November)
Drama bagus persodaraan polisi-polisi baik, cinta keluarga, berani, bersih dan berdedikasi. Jadi belajar soal ICE, badan investigasi kriminal terbesar kedua di AS setelah FBI.

165. Into the Woods (Kamis 19 November)
Adaptasi musikal Broadway yang bagus, diisi karakter-karakter dan sub-sub plot yang familiar dari dongeng-dongeng klasik. Saya suka nuansa sadis film ini, terutama saat ibu tiri mengusahakan kedua putrinya pake sepatu kaca Cinderella. Bahagia selamanya itu hanya sementara. Beruntun nonton film Anna Kendrick dan ada Emily Blunt juga, tapi yang paling saya suka lihat rambut jagung Mackenzie Mauzy. ❤

166. Minions (Sabtu 21 November)
Selucu yang saya harapkan. Pas untuk sabtu malam yang sepi. Suka setting dan plotnya yang berlatar kerajaan Inggris Raya. Momen terngakak: Stuart maenin Eruption-nya Van Halen. ❤

167. Perfume: The Story of a Murderer (Selasa 24 November)
Plot kekuatan super abad 18 di Paris, sekaligus lihat ilmu pembuatan parfum saat itu. Bagaimana bau bisa mempengaruhi tujuan hidup dan emosi manusia. Tragis, tapi keren banget. Bagaimanapun juga aroma wanita muda cantik memang memikat. ❤

168. Pixels (Jumat 27 November)
Semacam penghormatan untuk gim-gim arcade. Lucu juga pada jadi pixel-pixel 3D gitu. Keren banget pasti kalo hidupmu biasa saja tapi sahabatmu sejak kecil jadi presiden ya?

169. Southpaw (Rabu 2 Desember)
Plot klise drama olahraga tapi asyik diikuti. Sayang si cantik Rachel McAdams cuma sekilas ada di awal film. Saya suka semangat kebangkitan dari kejatuhan disini, memotivasi diri. Eminem menyumbang lagu-lagu bagus, terutama penutup bareng Gwen Stefani.

170. The Hundred-Years-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared (Jumat 4 Desember)
Film Swedia dengan plot ala Forrest Gump juga tapi level global. Keren, lucu abis dan sangat direkomendasikan. Mungkin akan baca novelnya kapan-kapan. ❤

image

Bertemu Iosef Stalin

171. Ant-Man (Selasa 8 Desember)
Rada melodrama dengan dua isu hubungan ayah-anak perempuan, tapi hawanya lucu. Bagus tuk film perkenalan menuju keterlibatan berikut dengan Avengers. ❤

172. Paradise in Service (Minggu 13 Desember)
Drama berlatar sejarah gelap unit prostitusi di militer Taiwan. Dramatis, romantis, sentimentil juga tragis pada berbagai karakternya. Ada Ivy Chen yang cantik inosen dan Wan Qian yang menyanyi River of No Return dengan merdu. ❤

image

Prajurit, kami siap melayani nafsu anda

173. Watchmen: Ultimate Cut (Rabu 16 Desember)
Kisah grup pahlawan super DC Comics yang gelap, brutal, komplex, 80an dan vulgar. Film berat tapi bagus, dan 215 menit. ❤

174. The Little Prince (Rabu 23 Desember)
Plotnya berasa nonton versi uncut atau extended version plus happy ending dari dongeng klasik ini. Visualnya bagus, terutama saat stop-motion animasi; musiknya imajinatif dan Camille menyanyi dengan merdu. Filosofi kisahnya sendiri tetap dalam. ❤

175. The Transporter Refueled (Sabtu 26 Desember)
Tanpa Statham film ini cuma jadi eksyen kelas B biasa saja, bahkan menurut Ando eksyennya sudah lebay macam film India. Yang cukup menghibur cuma bumbu interaksi antara Frank Sr. dan Frank Jr. Gadis-gadis disini terlalu tampak seperti supermodel ketimbang lonte jalanan. Ed Skrein potensial melanjutkan franchise ini, semoga dengan naskah yang lebih baik.

176. Paddington (Minggu 27 Desember)
Film Natalku tahun ini. Plotnya generik saja tapi khas film keluarga. Inspiratif melihat ekspedisi dari Inggris ke Peru dan petualangan arah sebaliknya.

177. Lost and Love (Rabu 30 Desember)
Kisah menyentuh tentang penculikan kanak-kanak di China, diceritakan dari sisi orangtua yang ditinggalkan maupun si korban. Sedih nontonnya. Suka pemandangan pedalaman China, juga road trip seadanya itu. Makan trus cuci piring di warung. ❤

Okay, gak sampai 180 film, lebih sedikit dari 2014 yang lebih dari 200. Kecuali Lambrtz saya gak nemu blogpost teman-teman lain yang biasanya posting daftar serupa nih. 🙂

Makasih tuk semua teman yang sudah ngajak saya nonton atau nyediakan donlotan untuk saya. Tuhan memberkati kalian semua.

Dirgahayu Israel

Happy Birthday Israel! We Love U!

Hari ini, 10 Mei 2011, Israel merayakan hari proklamasi kemerdekaannya yang ke 63. 😀

Negara Israel dideklarasikan pada tanggal 14 Mei 1948, satu hari sebelum mandat Inggris atas Palestina berakhir. Dalam kalender Yahudi hari itu jatuh pada 5 Iyar 5708. Tahun ini, 5 Iyar 5771 jatuh pada hari Senin (9/5) kemarin, dan sesuai UU di Israel, maka dirayakan pada hari selasa 6 Iyar, yaitu hari ini.

Berdirinya negara modern Israel pada 1948 itu adalah bagian dari sejarah ribuan tahun bangsa Israel dan perjuangan panjang para zionist untuk mewujudkan tanah air bagi orang Yahudi di tanah leluhur mereka sendiri. Sejak tahun itu sampai hari ini, negeri kecil itu selalu menjadi pusat perhatian dunia, bertahan tanpa henti melindungi tiap jengkal tanah dan tiap jiwa penduduknya dari tetangga sekitar dan dunia yang terus menerus tidak ramah terhadap mereka.

Happy Yom Ha’Atzmaut! Panjang umur Israel. Tuhan memberkati. Jaya selalu. 😉

Blogwalking ke Israel; part three

 

Tidak mengerti komik strip diatas? Ya, tidak mengapa. Saya juga tidak mengerti berminat menjelaskannya.

Sebenarnya saya pengen posting komik strip itu gak lama sesudah Pesta Blogger kemaren, tepatnya habis baca ini, tapi batal karena pengaruh keselnya ternyata lama. Minggu kemaren jadi teringat lagi karena beberapa hal di Fesbuk. Terutama notes masbro Hariadhi soal isu seputar ke-Yahudi-an JHR Kohler, dan sedikit sharing bagaimana hal-hal yang menyangkut Israel, Yahudi atau Zionisme bisa menjadi isu besar di Indonesia. Lalu berikutnya ada omelan beberapa teman saat saya mendukung pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Suatu wilayah sengketa berpenduduk -sementara ini- mayoritas Arab yang dicita-citakan menjadi ibukota Palestina merdeka, tapi oleh Israel dianggap sebagai wilayah tak terpisahkan dari Yerusalem barat (ibukota Israel).

Bagi yang masih kurang jelas, isi artikel yang saya link itu adalah tahap kedua dari rencana tiga tahap pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Pembangunan tahap kedua itu berlangsung di Nof Zion (atau Noav Tzion), lokasinya bisa dilihat di peta (buatan 2008) dibawah ini. Silahkan klik tuk memperjelas.

Gilo, tahap #1 pembangunan pemukiman, terlihat di sudut kiri bawah peta; sementara Jabbal Al-Mukabber, tahap #3, ada di sebelah barat Nof Zion

Baidewei, artikel detil rencana pembangunan pemukiman yang saya link diatas, saya ambil dari sebuah blog perjuangan Palestina. Blog itu emang agak repot bacanya, loading-nya berat, dan apdet perharinya bisa beberapa artikel sekaligus, tapi isinya lumayan tuk jadi penyeimbang informasi konflik Palestina-Israel dari kubu Palestina. Bagi yang pro perjuangan Palestina, sebaiknya memperkaya wawasan disana saja, daripada misuh-misuh di blog ini yang pemiliknya jelas-jelas zionist. Sementara kalo pengen informasi yang fokus pada aktivitas Israel di “wilayah pendudukan” saja, bisa mengaksesnya di situs ini. 😉

Oh ya, BGM hari ini adalah Beautiful Life dari Ace of Base. (special credit to Rise)

Sampai ketemu di konflik selanjutnya.
*setrika pakaian*

 

Quote of the Day (3)

To the ladies we’ve loved~
and the ladies we’ve lost~
Salute!

~Ramon Campos (Arturo Braga mode), toasting with Dominic Toretto and Brian O’ Conner in Fast & Furious.

fast-furious-toast

Boys talk ^^

Beautiful line! And genius too! It summarize most of our booze-time chat! 😆

BtW, while the quote could refer to Mia Toretto and Letty Ortiz, the F&F series’ heroines & both heroes’ love interest, IMO the hottest chick here absolutely is Gisele Harabo. All hail Israeli girl! :mrgreen:

*ditendang*







Notes:
For Atho (usually referred as “KB”), -this nice movie’s downloader- thanx a lot bro. 😉

Bantuan dananya dibelikan roket juga?

duit tuk Gaza

Ada kesepakatan bantuan dana besar tuk Gaza, tapi sampai kemarin (11 maret) masih juga ada serangan roket… 🙄
Daftarnya mungkin masih terus memanjang… 🙄

Temen ‘Kita’ & Musuh ‘Kita’

Tanggal 8 Februari kemarin, teman saya Tgk. Alex Cobain alias Buya Alex© menulis begini di salah satu post-nya:

[…] meminta teman di sana, yaitu Mr. Jensen alias Agen Mossad, untuk […]

Hampir dua minggu kemudian datang komen anonim seperti ini dibawahnya:

temen kita yang punya blog ini ternyata kaki tangan yahudi ya, buktinya dia kenal sama agen mossad segala, mossad kan CIAnya Israel, musuh no. 1 kita…

WTF?!?!?! 👿 😆 😆 😆

Saya juga tidak tau akan hal ini sebelum diinformasikan oleh masbro Alex© sendiri via Y!M tanggal 5 Maret kemarin. Tentu saja, kami berdua ngakak ancur membicarakannya. 😆 Ini memang bukan pertama kali kami mendapati komen yang asal bunyi, tapi sentimennya itu lho…! :mrgreen:

Saya dan Alex© sudah ‘saling kenal’ tahun 2007, dan sejak itu perlahan berteman baik hingga sekarang dengan segala perbedaan bendera kami masing-masing. Yaa, seperti kata Alex© sendiri:

[…] Kan saya sudah katakan, saya tak suka alam yang homogen, apalagi cuma karena sentimen. Berpihak tidak masalah. […]

Lha, orang ini siapa? Modal kartu seluler yang sama langsung klaim temen, habis itu banting Alex© dengan fitnah kaki tangan saya Yahudi, padahal “si Yahudi”-nya sendiri sebenarnya bawa-bawa nama Mossad tanpa ada hubungan. Kasihan benar nasibmu, bro… 😆 😆

Di negara ini memang susah, asal ada bau-bau Israel dikit, pasti ada aja yang terpikat ngomong gak enak. Gak maju-maju… 😉


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2018
M S S R K J S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan