Posts Tagged 'jakarta'

Nostalgia Pesta Blogger: Pesta Blogger Nostalgia

Makasih tuk foto ini ya, Dewi

Eh, ko Agustus sibuk ka tidak? Kalo ko sempat, sa mau undang ko datang ke acara pernikahanku di Bali πŸ™‚ ,
Acaranya tanggal 10 dan 11 Agustus. Akomodasi tempat tinggal buat tamu kita sediakan buat 2 malam itu. Tiketnya sih yang kemungkinan agak mahal. Ko kan sa punya teman paling lama sejak kita kecil, best friend gitu lah… hehehe jadi sa ingin sekali ko bisa hadir di hari pentingku ini πŸ˜‰ Sa tau memang untuk tiketnya bakalan agak berat sih, jadi coba ko cek suda kira2 harga tiketnya berapa, nanti sa bantu, bagaimana?
Sa sangat berharap ko bisa datang…
Kasi kabar e…

Demikian bunyi sepotong pesan via FB Messenger yang kuterima dari sahabat dekatku, Johan, yang saat itu seingatku sedang berada nun jauh di negara lain. Ketika itu bulan Juni 2010, 4 bulan sebelum Pesta Blogger 2010.

Dengan Omded, Enda, Omith, Ndoro etc

Keep on reading!

Iklan

Saat Cebongan Prison Raid terjadi, saya sedang di Jogja…

Suatu hari di Cileungsi…

Simbok: “[…] kamu harus pergi kesini, dan kesana, dan kesitu.. Bagus banget tempatnya… (menyebutkan beberapa tujuan wisata dengan pemandangan indah, sambil menunjukkan foto-foto yang bikin ngiri)
Saya: “nanti deh mbok. Saya gak ada teman yang mo ditemui kalo pergi ke tujuan-tujuan itu.. :mrgreen:
Simbok: πŸ˜†

Well, suatu hari nanti saya pasti akan ada di jejak para bloherβ„’ traveler itu, pergi ke tempat-tempat eksotik. Tapi tuk saat-saat ini, catatan perjalanan saya masih akan dipenuhi cerita-cerita bertemu sesama teman onlen. *lirik jurnal* :mrgreen:

Nah, saya sudah 6 hari di rumah di Jayapura usai 3 bulan keluar kota. Perjalanan yang menarik dan bikin tambah gemuk. Kembali ke Salatiga usai dari Jakarta akhir Februari itu, saya akhirnya sempat pergi sehari ke Semarang hari Rabu siang tgl. 6 Maret. Ketemu Neng Ocha disana. Kali kedua ketemu sejak PB10, dan pertama kali ngobrol panjang. πŸ˜€ Semarang ini kota yang besar. Kuharap lain kali saya bisa bermalam dan keliling-keliling di kota ini. πŸ™‚

Keep on reading!

Jakarta, revisited

Sabtu, 23 Februari 2013, akhirnya saya dan nyokap ke Jakarta, menjenguk kawan beliau (sudah seperti keluarga bagi kami) yang kumat sakit ginjalnya di RS Cikini. Ngebut ke Solo pagi-pagi karena harus check-in lebih awal berhubung nyokap perlu pakai kursi roda. Nyampai di Bandara Adi Sumarmo jam 9.30AM. Telat 15 menit dari seharusnya. Buru-buru ke counter Sriwijaya Air malah penerbangan kami delay hingga 12.25PM. Kata tukang pel deket toilet: “Sriwijaya delay? Sudah biasa mas…” πŸ‘Ώ Delay berlanjut hingga 1PM hingga baru take-off 30 menit kemudian. Keluar dari Soekarno Hatta sekitar 3PM, dan baru sampai di Cinere 7PM (sempat singgah beberapa menit di RS Cikini). Batal sudah rencana malam mingguan di Jakarta. Tidak akan pernah jelas kapan akan ke Jakarta lagi kan? Jadi walopun misi utama nganter nyokap, harus tetap nyuri kesempatan tuk kopdar. Jangan sampai jadi Mike Collins. πŸ™‚

Minggu, 24 Februari 2013.
Susah skip gereja kalo di Cinere (Saya benci dipaksa beribadah, tapi sudahlah…), jadi saya ke gerejaku yang lama, IES South deket Pondok Indah. Saya sudah gak dikenali pastor lagi. Dikira pengunjung perdana. πŸ˜† Bubar gereja jam 10an, bingung mau kemana. Akhirnya ke Blok M, cari tempat yang agak ditengah, biar gampang kemana-mana siapa tau ada teman yang lagi di jalan. Lima blogger seleb yang dihubungi ternyata tiada yang bisa keluar, sementara Alex Hidayat yang katanya ke Kampung Rambutan, konon error telpon selularnya. Akhirnya janjian dengan Hoek Soegirang di Kopitiam Oey Jln. Sabang. Nyampe sana pas tengah hari, ketemu Hoek dan langsung ditraktir macam-macam (soto Tangkar disitu asli enak) sambil ngobrol segala macam. Seneng banget. Blogger legendaris ini. Dari jaman jahiliyah dulu baru ketemu sekarang. Sudah bukan admin warnet yang kusut lagi, sekarang pejabat di Kopitiam. πŸ˜€ Siang itu Alex Hidayat sedang ada di Kalibata, tapi rupanya tak bisa nyusul karena bareng keluarga. Moerjanto nyusul jam 5PM, dan masih ikut ngobrol sampai usai sholat magrib. Menjelang 7PM, kami bertiga cabut bareng dari Kopitiam Oey ke halte Busway terdekat. Moer pulang, sementara saya dan Hoek lanjut ke ITC Fatmawati. Ada kopdar berikutnya deket situ. Sekitar 8.30PM Joe Satrianto dateng mengojek Oelpha. Karena nasi kucing yang jadi tujuan semula tutup, kami nongkrong di Sevel Fatmawati hingga 10.30PM. Kopdar berempat yang menyenangkan, dan saya masih bisa loncat ke Metromini tuk pulang ke Cinere, walopun nyampe rumah jam 11.30PM. πŸ™‚

Keep on reading!

Fuck, sudah hari H! [2]

Hari ini Pesta Blog.. EH, ON|OFF 2011 di Jakarta. Saya gak bisa hadir. Gak ada sponsor. 😐

Kalian juga gak dateng kan? :mrgreen:
*nyari temen*

Saya puter lagu sajalah dan berakhir pekan. Lagu Korea biasanya efektif tuk memberi efek ceria.. Β (dance)

Papua, sekilas masalah

Sabtu, 15 September 2011 jam 08:33 pagi, sebuah FaceBook message masuk dari teman saya Zeph Siddarth:

Seorang teman yang baru pulang dari Papua bercerita, bahwa kesenjangan antara penduduk asli dan pendatang itu memang ada, bahwa kesenjangan pembangunan antara Papua dan pusat (Jakarta) itu memang sangat mencolok, bahwa sebagian besar hasil sumber daya alam memang untuk “Jakarta”, bahwa ada memang pejabat di Papua yang lebih suka “kunjungan” ke Jakarta daripada “mengurus” keadaan Papua, sehingga “dirasa wajarlah” ketika teriakan untuk merdeka itu masih ada, konon kata teman saya itu, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pola penjajah.

Satu pendapat dari Acemoglu adalah perbedaan dari siapa penjajah mereka dan bagaimana mereka menjajah. Tapi pertanyaannya lagi adalah, mengapa para penjajah bisa berbeda memperlakukan wilayah jajahannya. Jawaban Acemoglu adalah malaria. Wilayah dengan tingkat malaria tinggi membuat penjajah tidak nyaman membangun peradaban di sana, mereka lebih memilih eksploitasi sumber daya alam dan kemudian pergi. itulah yang membedakan jajahan Inggris di Asia dengan jajahan Belgia di Afrika.

Mengapa Papua jauh tertinggal ketimbang wilayah bekas jajahan Belanda lainnya di nusantara. Ketika Belanda membangun kota dan sistem pemerintahan yang mapan terutama di Jawa dan Sumatera sementara di Papua, Belanda hanyalah menjadi rampok di malam hari. Tentu saja alasannya adalah malaria.

Seorang teman bercerita jika di Jawa dulu Belanda masih mau mengajarkan banyak hal, sementara di Papua, Belanda setiap pagi memberikan susu dan roti kepada penduduk setelah mengambil hasil alam mereka.

Dan sebagai orang yang tinggal dan hidup di Papua, apa opini Bang Jensen menaggapi hal tersebut. Terima kasih sebelumnya ^.^

Ah, pertanyaan yang menarik. Kalau dipendekkan saja masalahnya jadi bagaimana ini ya? Ketika Belanda menjajah Papua mereka tidak membangun karena faktor malaria, lalu.. ketika Indonesia menjajah menganeksasi Papua mereka juga ikut-ikutan tidak membangun karena malaria? Sehingga orang Papua yang tidak puas dengan keadaan ini kemudia minta merdeka. Begitu? πŸ˜•

Keep on reading!

Hello world! part 3: Return to Country’s End

Hi, I’m home.

Yup, akhirnya saya pulang ke rumah. Ke rumah, kamar, komputer dan koneksiku di Jayapura. Sebuah kisah panjang journey to the west yang dimulai sejak Minggu 8 Agustus 2010 akhirnya berakhir Sabtu 26 Maret 2011 kemarin. Suatu perjalanan panjang sekitar setengah tahun yang penuh dengan suka dan duka, kenangan dan trauma. Suatu pengalaman melintasi negara mulai dari Jayapura, Bali, Malang, Jogja, sampai Jakarta, tuk memenuhi keinginan sahabat, memuaskan keinginan sendiri, sampai berantakan karena memenuhi keinginan orang tua. 😐

Ngetwit, @ suatu tempat ibadah di Petak Sembilan, Glodok, Jakarta.

 

Sebagai blogger, saya juga bukan orang yang sama lagi setelah perjalanan itu. Saya meninggalkan Jayapura sebagai seorang blogger yang hampir-hampir tidak pernah kopdar, dan kembali ke Jayapura setelah menemui lebih dari 200 kawan bloggers dan onliners; dari kawan lama seperti Memeth sampai yang kenalan on-the-event seperti Nanath; dari selebblog seperti Chika sampai blogger anonim seperti Sora-kun. Tentu saja, ziarah blogβ„’ ini juga lengkap dengan menyempatkan diri menghadiri Pesta Blogger Jogja 2010, Muktamar Blogger 2010 dan Pesta Blogger+ Nasional 2010. Di minggu terakhir extended vacation saya di Jakarta, saya bahkan bergabung dengan KopdarJakarta, salah satu komunitas blogger paling top di negara ini. πŸ™‚

Disisi lain, perjalanan panjang ini juga memisahkan saya dari PC dan koneksi internet saya. Sebagai hasilnya, saya hiatus dan blog ini tak pernah lagi di-update selama saya keluar kota terkecuali sebuah posting asal-asalan saat sedang di Bali. Blogwalking pun hampir tak pernah, kecuali waktu mengikuti perang posting soal PYD Februari kemaren. πŸ˜†
Tentunya, sekarang setelah pulang ke rumah, akan menyenangkan kalau bisa menulis lagi, mungkin berbagi pengalaman selama perjalanan kemarin, sepertinya banyak yang bisa saya kisahkan, atau sekedar posting saja seperti biasa. Yah, lihat sajalah nanti, semoga kemampuan menulis saya yang tidak seberapa itu tidak hilang tergerus kopdar dan hiatus. :mrgreen:


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Januari 2019
M S S R K J S
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan