Posts Tagged 'jason bourne'

Film-film 2016 (Juli-Desember)

Pakabar? Gimana 2017 yang sudah jalan sebulan, apakah sesuai yang direncanakan? Semoga ya. Januari saya berjalan dengan beberapa masalah di sektor perdaringan. Yang pertama hape 4G saya jadi batu karena kesalahan peningkatan sistem operasi. Nah disaat butuh koneksi maksimal supaya gawai bisa disembuhkan, eh malah kabel serat optik Telkom putus lagi sebulanan. Ya sekarang sudah teratasi semua sih, dan postingan ini bisa diselesaikan.

Kay, ini daftar film lepas tontonan saya semester kedua tahun 2016 lalu. Banyak perjalanan saat itu, jadi lebih banyak pengalaman juga menonton bioskop di berbagai tempat. Jarang-jarang saya nonton film baru sesering itu. :mrgreen:

67. 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi
Dramatisasi Benghazi Attack 2012, peristiwa yang konon menodai karir Hillary Clinton sebagai Menlu AS. Divisualisasikan Michael Bay dengan seru dan heroik. Kembali mengingatkan betapa dunia sekarang dipenuhi militan yang harus dibunuh.
Catatan: film pertama yang ditonton dengan laptop pribadi. ❤

68. Secret World of Arrietty
Dari novel fantasi anak-anak Inggris, divisualisasikan dengan indah dan detil menjadi anime oleh Studio Ghibli yang legendaris. Ini nonton yang versi AS, lagu-lagunya asyik. Senang nontonnya. ❤ ❤

arrietty

Kalau ada pernak-pernik kecil di rumahmu yang hilang, mungkin mereka yang “pinjam”.

69. The Hunger Games: Mockingjay – Part 2
Penutup yang bagus dan memuaskan untuk seri Hunger Games. Kaget lihat the mutts, gak nyangka ada makhuk semacam itu di Hunger Games. Adegan eksekusinya inspiratif: mencegah diktator digantikan oleh diktator lain. ❤
Catatan: keknya ini film pertama yang kudonlot sendiri, thanx untuk Gunrud, Moer dan Zizie, kawan-kawan Warqafalla.

70. Allegiant
Misteri dunia di luar tembok sudah terpecahkan dan tidak mengejutkan, tinggal nunggu perang dan klimaks saja. Four rasanya terlalu sakti tapi ya gapapalah. Sudah gak ada adegan-adegan simulasi lagi nih. ❤

71. Boruto: Naruto the Movie
Seru banget, penuh ledakan dan taijutsu cepat. Sasuke dan sejumlah karakter lain seperti tidak mengeluarkan potensi maksimal tapi tidak mengapa. Semoga cerita generasi baru ini masih bisa berkembang. ❤

72. Star Trek: Beyond
Ngebioskop di CGV Blitz Mall PVJ Bandung. Nonton dengan cewek Trekkie pakai drama disangka warga miskin sama petugas saat mau beli tiket. Film yang bagus. Planet baru, musuh baru, pengkhianat baru juga. Walopun sudah heboh sebelumnya, saya gagal menemukan Joe Taslim di dalam film. 😆 ❤

73. The Great Magician
Jauh lebih lucu dan menghibur dari yang kukira. Saya suka film yang penuh trik sulap, juga China era warlords. Tema cinta segitiganya menarik. ❤

74. Batman vs Superman: Dawn of Justice (Ultimate Edition)
Seru banget tapi plotnya gak enak, padahal ultimate edition yang tiga setengah jam ini sudah menceritakan lebih banyak daripada versi bioskopnya yang konon lebih membingungkan soal motif perselisihan kedua jagoan. Kemunculan monster karya Lex Luthor malah membuat perseteruan Superman dan Batman jadi makin konyol. Wonder Woman sungguh mencuri perhatian. Pas banget diperankan Gal Gadot.

75. Jason Bourne
Ngebioskop di XXI Mall Paragon Semarang. Harus ekstra fokus karena film ini setia dengan ciri film Bourne yang goyang-goyang kameranya. Jason B. masih agen super favorit saya karena plot dan eksyennya yang realistis. Tema pengawasan globalnya generik, tapi faktual dengan isu kerahasiaan vs keamanan nasional. Alicia Vikander is lovely.

76. Suicide Squad
Ngebioskop di XXI Lotte Mall Bintaro, Tangerang Selatan. Sepertiga film habis tuk perkenalan karakter dan cerita. Sisanya didominasi oleh Deadshot dan Harley Quinn. Lainnya ngapain? Joker ngapain? Enchantress kesurupan doang?

77. Night Watch
Thriller supranatural Rusia yang bagus banget. Eksyennya gak sebanyak yang kuharap (kalo merujuk film Holiwud yang sejenis) tapi plotnya seru dan menarik, baru jelas hingga klimaks. ❤

78. 3 Srikandi
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Drama sejarah olahraga menarik. Chelsea Islan lucu, tapi Tara Basro paling sukses memerankan orang daerah dengan dialek yang pas. Saya salut pada usaha merekonstruksi setting 80an termasuk tokoh Soeharto. Drama hubungan keempat karakter utama jadi lebih berkesan daripada panahannya sendiri yang sayangnya tidak bisa divisualkan hingga pengalungan medali dan pengibaran bendera.

79. Alice Through the Looking Glass 
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Seperti pendahulunya, visual film ini masih sangat imajinatif dan fantastis. Saya nonton 3D pula. Sayang film ini hanya meminjam judul saja dan ceritanya jauh berbeda dari kisah Through the Looking Glass asli karangan L. Carroll. Terlalu fokus pada Mad Hatters dan Alice juga gak imut lagi.

80. Day Watch
Lanjutan dari Night Watch. Petualangan Anton Gorodetsky masih seru dan gak ketebak arahnya. Plotnya memang kuat dan klimaksnya brutal keren. ❤

 

81. Elite Squad
a.k.a. Tropa de Elite. Plotnya realistis, penuh elemen-elemen familiar tentang Brazil. Eksyennya brutal keren, dan saya suka unit paramiliter BOPE yang digambarkan di sini. Polisi bersih jujur dan berani memang idaman. ❤ ❤

82. Secret Life of Pets
Ngebioskop di XXI Setiabudi One Jakarta. Lucu, menghibur dan logis secara imajinasi. Kita memang gak tau apa yang dilakukan hewan-hewan peliharaan kita saat rumah kosong. 😆 ❤ ❤

83. The BFG
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Visualisasinya cukup memuaskan untuk menutupi plotnya yang sederhana dan ramah keluarga. Saya suka cara-cara si raksasa menyamar di kegelapan kota.

84. Detective Conan: The Darkest Nightmare
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Pertempuran Conan melawan Organisasi Hitam masih berlanjut dengan sangat seru. Hasilnya Conan masih tetap kecil, Ran masih tetap menanti Shinichi kembali. 🙄 ❤

85. Train to Busan
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. Belajar nonton film 4DX walau filmnya sendiri 2D saja. Survival horor ini sebagus yang dikatakan orang-orang. Plotnya cepat, zombienya lincah, dramanya bagus dengan kejutan-kejutan khas Korea. Sangat direkomendasikan. ❤ ❤

86. One Piece Film: Gold
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. 4DX lagi dan sungguh penuh semburan air. Harus lindungi kacamata yang jadi sering basah. Plotnya masih formulaik film-film wanpis sebelumnya, lumayan sih. Kesempatan lihat kru bajak laut topi jerami dalam kostum berbeda.

87. Assassination Classroom
Adaptasi bagus tuk sebuah kompresan dari manga panjang. Walo cerita sering putus-putus mengikuti sejumlah sub-plot tapi tetap setia pada esensi dan jiwanya. Koro-sensei digarap lucu menjadi 3D, sayang murid-murid terlihat ketuaan tuk anak SMP dan Bitch-Sensei tidak diperankan artis kaukasian.

88. London Has Fallen
Eksyennya lumayan Rambo, tapi secara realistis konyol banget. Yang pemerhati intel dan hankam bisa mual dan diare. Sekali lagi Hollywood takut menciptakan karakter teroris radikal Islam semacam Al-Qaeda. Pedagang senjata Pakistan di Yaman? Meh…

89. My Neighbor Totoro
Akhirnya ngerti juga animasi legendaris dengan karakter ikonik ini kisahnya bagaimana. Bagus banget. Senang dan susah dan misteri di pedesaan Jepang tahun 50an di mata 2 gadis kecil.

90. Strayer’s Chronicle
Kisah X-Men versi Jepang, tema mencari jawaban atas eksistensi kekuatan super dan konsekuensinya. Standar. Plot biasa, penceritaan dan karakterisasi kurang, eksyen jug kurang.

91. Whiskey Tango Foxtrot
Komedi biografi lumayan tentang jurnalis(me) perang. Konflik abadi di Afghanistan dan reportase yang memudar. Tentara yang nggak jelas kenapa ada di sana dan investasi China yang ada di mana-mana. Ah iya, LDR itu menyedihkan.

92. Elite Squad: The Enemy Within
a.k.a. Tropa de Elite 2: O Inimigo Agora E Outro. Sequel Elite Squad ini lebih menggigit ternyata. Ketika polisi jahat menjadi antek politisi jahat, apa yang bisa dilakukan polisi baik? Keren banget. Dramanya juga lebih kuat karena konfliknya juga lebih kompleks. ❤ ❤

elite-squad-2-the-enemy-within-slice

Perang kota dengan milisi jalanan. Di mana-mana selalu seru.

93. The Huntsman: Winter War (Extended Version)
Membosankan. Eric dibantu dwarfs dan archer bahkan ada cameo elves. Memangnya LotR? Adegan goblinnya tidak berguna. Kenapa Freya tidak bisa ambil sendiri cerminnya? Kenapa Freya tidak menginvasi kerajaan Snow White atau sebaliknya? Setelah nonton Elsa di Frozen, nonton ratu es berikutnya memang punya harapan tinggi. Freeya ini cyrokinetic user yang lemah di combat. Saya suka kembalinya Ravenna dan klimaksnya tapi perang saudarinya terlalu singkat.

94. The Assassin
Visualisasi kisah klasik tentang Tian Ji’an dan Nie Yinniang dengan sangat bagus. Penuh pemandangan indah dan warna cerah. Dengan protagonis yang pendiam, cerita harus diikuti lewat karakter-karakter yang intriknya dia campuri. Misteri dia menjadi pesona. Film wuxia yang minim wire-fu, tiada jurus dan pertarungan ala Dragon Ball atau darah berhamburan. Hanya kungfu cantik. ❤ ❤

img_0997_assassin-1600x900-c-default

Sudah pembunuh, pendiam, cantik pula…

95. 3:10 to Yuma
Remake western yang bagus banget. Heroisme Dan Evans sebagai suami dan ayah; wibawa Ben Wade tapi juga kebijaksanaan dia, dan Charlie Prince yang setia dan sadis. Sebuah kisah ketika sang jagoan dan si penjahat saling memahami. ❤ ❤

96. The Jungle Book
Bagus luar biasa. Kenangan akan animasi legendarisnya langsung terbayar lunas dan bahkan terlampaui melihat interaksi Mowgli dengan penghuni hutan yang digambarkan hirarkinya dengan mengesankan. Ada pesan penting untuk menjaga hutan, terutama dari api. ❤ ❤

97. You’re the Apple of My Eye
Kisah romansa remaja yang bikin mellow. Ketika cinta tidak ditakdirkan bersama, tetapi tetap menjadi kenangan yang bahagia. Cantik nih Michelle Chen. Film yang bagus. ❤ ❤

98. Waltz With Bashir
Animasi dokumenter sekaligus otobiografi yang menarik tentang Perang Libanon I, terutama peristiwa pembantaian Sabra dan Shatila. Sebuah kisah tentang PTSD dan usaha mengatasinya. Ceritanya suram, visualisasi dan bahkan musiknya depresif, tapi detailnya tentang perang dan persenjataan memuaskan. ❤

99. The Da Vinci Code
Film heboh pada masanya dulu, saya jadi sering ditanyai teman-teman soal konspirasi hoax disini. Akhirnya jadi banyak baca-baca dan familiar dengan kisahnya padahal belum nonton. Lumayan juga kesan Indiana Jonesnya setelah nonton sendiri walo Profesor Langdon terlalu banyak ngasi kuliah. Utak-atik cerita Knight Templarnya asyik. Sayang poin kebenaran kisah ini hanya dijelaskan lewat obrolan dengan Sir L. Teabing, macam terlalu mudah. Akhirnya Audrey Tautou lebih jadi faktor yang bikin saya betah.

100. Inferno
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Saya suka plot, puzzle dan thrillernya, terutama mencari-cari petunjuk di museum-museum. Sungguh terpesona pada Felicity Jones.

101. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Film kaum super yang bagus dan imajinatif. Agak mengingatkan pada manga Kekkaishi. Sejumlah bagian terlihat lebih seru daripada ringkasan novelnya. Menurutku film ini akan lebih epik kalau ceritanya lebih panjang minimal 30 menit sehingga penutupnya bisa diceritakan dengan baik. ❤

miss-peregrines-home-for-peculiar-children-photo

Foto-foto hitam putihnya menimbulkan nuansa horor..

102. Ben-Hur
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Kisah klasik yang dibuat ulang lagi dengan visualisasi terkini. Nostalgik karena waktu kecil sering baca komiknya. Memuaskan untuk kategori film (berlatar) sejarah Kristiani. Suka lihat detail pasukan Legio X Fretensis disini. ❤

103. Ernest & Celestine
Diselesaikan sambil transit di bandara Hasanuddin Makassar dalam penerbangan Surabaya-Manokwari. Komedi animasi yang manis dan menghibur. Ceritanya menghangatkan hati. Visualnya macam lukisan pensil warna, bagus. Saya setting dua dunia parallel di sini.

104. Detective Dee and The Mystery of the Phantom Flame
Lama pengen nonton ini sejak nonton prekuelnya yang dibuat kemudian. Eksyen fiksi keren dari tokoh-tokoh sejarah China yang menarik dipelajari kemudian. Suka plot misteri jaman dulu, dibalik pertarungan wire-fu. Saya juga suka patung Buddhanya, teknik faceshifting dengan acupoint, dan tentu Li Bingbing. ❤

105. The Dreamers
Bertahun-tahun mengoleksi berbagai skrinsyut si cantik Eva Green bugil dari film ini, baru kesampaian nonton. Pesona dia ternyata lebih besar lagi dalam film. Sejarah latarnya menarik, juga dialog-dialog serta referensi berbagai film dan musik klasik, romansanya pun tersaji baik. Menjadi anarkis hanya percuma, menjadi pasifis pun percuma.

106. Assassination Classroom: Graduation
Lebih kurangnya sama seperti prekuelnya. Cukup baik sebagai usaha merangkum seluruh isi komik. Sayang tidak ada presensi terakhir. Sampai klimaks kita hanya mengenal gak sampai selusin murid. Mirei Kiritani tampil menarik di sini.

107. Now You See Me 2
Mulai memperjelas tema klub pesulap ini sebagai Robin Hood. Ada tema pengawasan global lagi. Seru dan menghibur, terutama trik-trik menyembunyikan kartu. Saya masih tidak paham gimana chipnya bisa ditukar tapi gak masalah. ❤

108. The Last Woman Standing
Saya suka drama romantis ini, plotnya familiar: saat usia menanjak, ortu mendesak nikah, suami sulit dicari, dan pacar masih ingin pacaran. Shu Qi masih tetap memikat seperti biasa.

109. Zootopia
Sejak awal film ini berusaha memerangi prasangka dan stereotip tapi langsung jatuh ke stereotip kalo polantas itu kerja polisi rendahan. Di luar itu ini animasi bagus. Plotnya seru, pesannya kuat dan desain zootropolisnya keren.

110. The Monkey King 2: The Legend Begin
Perjalanan ke Barat dalam versi paling glamor dan epik. Kisah klasiknya jadi tidak terasa lawas. Siluman Tulang Putih tampil sangat anggun dan elegan dibawakan Gong Li.

111. Teenage Mutant Ninja Turtles – Out of the Shadows
Masih memicu nostalgia seperti pendahulunya, kali ini bersama Bebop, Rocksteady, Krang dan Technodrome. Shredder tanpa aksi dan keempat kura-kura terlihat jarang menggunakan senjata ninja mereka, tapi adegan pertempuran di pesawat dan di hutan sesudahnya epik betul. Penuh humor juga. Megan Fox masih menggiurkan, dan kaget ada Alessandra Ambrosio.

112. Mobile Suit Gundam Thunderbolt – December Sky
Bukan semesta Gundam yang familiar denganku. Film Gundam yang dewasa dan sangat brutal diiringi musik-musik jazz bagus. Perang membawa dendam, dan dendam memperpanjang perang.

113. Deja Vu
Seperti beberapa film perjalanan waktu lainnya, kisah ini juga memiliki lubang-lubang plot besar. Disini dua rangkaian kejadian parallel bertumpuk hasilnya di masa kini yang sama. Diluar itu ini eksyen yang keren. Paula Patton memang menarik untuk diselamatkan.

114. Detective K: Secret of Virtuous Widow
Kisah detektif abad-18 yang sangat lucu dan bagus. Bukan saja misterinya menarik tapi juga berhubungn dengan penyebaran kekristenan di Joseon. Suka lihat Han Ji-min. ❤ ❤

detective_k_and_the_secret_of_the_lost_island_still

Duo kocak ini mungkin juga penemu gantole…

115. Hyena Road
Drama bagus Perang Afghanistan, jarang-jarang juga tentang pasukan Kanada. Operasi-operasi militer dan intelijen digambarkan dengan baik, begitu juga konflik lokal. Mengingatkan lagi kalo Afghanistan adalah tanah konflik abadi. ❤

116. League of Gods
Adaptasi Fengshen Yanyi yang berat di visual tapi hancur di plot dan karakter. Sudah klimaksnya nggak epik, eh bersambung pula. Ya memang gak mungkin satu film sih. Sepangjang film berusaha menyambung-nyambungkan karakter dengan Hoshin Engi (adaptasi Fengshen Yanyi paling bagus dan paling familiar buatku), tapi akhirnya cuma terpikat lihat Angelababy. Seperti biasa.

117. The Hateful Eight
White, woman, black, mexican, senjata, dan sejarah Amerika yang mengikat semuanya. Thriller bagus penuh mayat. Dialog-dialognya menarik penuh logat unik. Plot twist juga mengejutkan. ❤

118. Detective K: Secret of the Lost Island
Pujianku sama seperti seri sebelumnya. Misterinya menarik bertema perdagangan manusia. Komedinya masih bikin ngakak, dan Lee Yeon-hee sangat cantik. Suka.

119. Anomalisa
Adegan seksnya berkesan. Mengingatkan canggungnya saat pertama kali mau bercinta dengan partner baru. Plotnya lebih realistis dari yang kuharapkan bertema thriller atau fantasi, seperti antiklimaks tapi memang itu yang diceritakan.

120. Call of Heroes
Menaruh jagoan yang sangat menjanjikan di awal film, lalu ditunggu sepanjang cerita kapan bertarung lagi. Cerdas. Film kungfu yang koreografinya sungguh memukau. Ceritanya heroik dan pemandangannya indah. Lagu penutupnya juga ngerock abis. ❤

121. Angry Birds
Cuma pernah main gimnya yang pertama, itupun belum tamat, tapi senang lihat karakter-karakter dan plotnya hidup dalam animasi. Menghibur. Iya, marah itu perlu juga. 😉

122. When Marnie Was There
Misterinya ketebak, tapi narasi dan visual film ini tetap bagus banget tuk dinikmati. Terharu di endingnya, dengan pesan cinta, penerimaan dan pengampunan yang kuat. Saya suka karakter Marnie dan Anna, juga suka lagu penutupnya (in English). ❤

123. The Lake House
Film lawas yang baru kesampaian nonton. Cerita romantis yang manis walo timeloop-nya menghasilkan sejumlah plothole. Gak peduli, yang penting berakhir bahagia.

124. The Fatal Encounter
Lumayan kesulitan memahami silsilah raja Jeongjo hanya dari film. Ini dramatisasi sejarah yang seru dan menegangkan, terutama dengan plot maju mundur. Eksyennya juga keren. Saya penasaran pada mekanisme anak panah sang raja. ❤ ❤

125. The Accountant (2016)
Puzzle yang menarik tuk mengungkap siapa si akuntan, siapa si pembunuh bayaran, dan siapa si suara. Thriller bagus dibalut tema pembukuan mafia dan juga dunia autisme. ❤

126. The Anthem of the Heart
Konflik menarik cinta segi empat anak-anak SMA dalam tema pementasan musikal yang bangsat keren. Saya takjub pada ide menyanyikan dua lagu bersamaan itu. ❤ ❤

127. Eye in the Sky
Dramatisasi penyakit parah politisi Inggris: mau perang tetapi dengan mengikat kaki tangan prajurit. Film bagus.

127 film sepanjang 2016. Kamu berapa? 😀

Iklan

JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Desember 2017
M S S R K J S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter