Posts Tagged 'kupang'

Tiga Puluh Enam

image

Ntah kenapa pengen banget fotonya ini. Hahaha…

Wah sudah ulang tahun lagi. Terima kasih Tuhan Yesus. 35 ke 36 ini tahun yang sangat baik. Bisa disyukuri bukan hanya karena hal baik sehari-hari, tapi juga karena banyak achievement unlocked yang bahkan tahun lalu masih cuma khayalan, dan melaluinya banyak beban masa lalu dan penasaran yang terhapus juga. πŸ™‚

Ulang tahun kali ini ada kekasih, dan ada kencan, banyak kencan malah, gak melulu LDRan; Ada kacamata baru setelah lama banget gak ganti; Ada kerjaan sampai ke Salatiga yang akhirnya menghasilkan pengalaman ngekos dan laptop perdana; Ada jalan-jalan ke Jakarta, Jogja, Semarang, Ambarawa, Bandung (akhirnya!) bahkan Kupang yang di luar rencana, penuh hotel hopping dan mall hopping; Ada kopdar, banyak kopdar, termasuk dengan teman-teman blogger yang baru pertama bertemu dan baru kenal; Daaaan… ada pesta besar semalam dengan keluarga besar plus perayaan ekstra dengan sepupu-sepupu lewat tengah malam. Senang banget. πŸ˜€

Bukan berarti setahunan ini bahkan sekarang gak ada masalah, tapi ya lupakan dululah di hari raya ini. Mari kita bersulang untuk panjang umur, kesehatan dan harapan. Semoga tahun berikutnya berkat dan penyertaan Tuhan masih terus menaungi.
Happy birthday to me. πŸ˜‰

Saat Cebongan Prison Raid terjadi, saya sedang di Jogja…

Suatu hari di Cileungsi…

Simbok: “[…] kamu harus pergi kesini, dan kesana, dan kesitu.. Bagus banget tempatnya… (menyebutkan beberapa tujuan wisata dengan pemandangan indah, sambil menunjukkan foto-foto yang bikin ngiri)
Saya: “nanti deh mbok. Saya gak ada teman yang mo ditemui kalo pergi ke tujuan-tujuan itu.. :mrgreen:
Simbok: πŸ˜†

Well, suatu hari nanti saya pasti akan ada di jejak para bloherβ„’ traveler itu, pergi ke tempat-tempat eksotik. Tapi tuk saat-saat ini, catatan perjalanan saya masih akan dipenuhi cerita-cerita bertemu sesama teman onlen. *lirik jurnal* :mrgreen:

Nah, saya sudah 6 hari di rumah di Jayapura usai 3 bulan keluar kota. Perjalanan yang menarik dan bikin tambah gemuk. Kembali ke Salatiga usai dari Jakarta akhir Februari itu, saya akhirnya sempat pergi sehari ke Semarang hari Rabu siang tgl. 6 Maret. Ketemu Neng Ocha disana. Kali kedua ketemu sejak PB10, dan pertama kali ngobrol panjang. πŸ˜€ Semarang ini kota yang besar. Kuharap lain kali saya bisa bermalam dan keliling-keliling di kota ini. πŸ™‚

Sabtu, 10 Maret 2013, saya disummon mbak Ainun yang lagi mudik ke Salatiga tuk menghadiri Akber Salatiga di Balai Dukuh. Dasar ndeso, walo dah datang sejak acara belum mulai saya gak berani masuk sampai pertengahan acara nunggu SMS konfirmasi dari mbak Ai (yang tentu saja lagi konsen ke pembawa materi) karena merasa gak ikut ndaftar. πŸ˜† In th e nd saya akhirnya masuk, ikut sisa acara, kenalan dengan Ika, deputi akber setempat; Yoan & Fafa, yang ngajar hari itu, dan entah siapa lagi kawan-kawan mbak Ai. Saya juga dapet buku “Perempuan yang Melukis Wajah” dengan tandatangan mbak Ai. Acara hari itu ditutup dengan makan siang bareng dan wisata keliling kota naik delman. Macam turis saja. Thanx banget mbak. πŸ˜€

akber 1

Mbak Ai dan saya beserta Ika, Fafa, Yoan, dan peserta Akber

2 hari berikutnya, 12 Maret. Setelah mengeluh sakit pada jantung beberapa hari terakhir, saya akhirnya nemani nyokap check up ke Madiun. Sekalian ketemu dokter tulang. Rencananya saya hanya mengantar saja lalu pulang ke Salatiga sementara nyokap tetap tinggal disana. Sampai di Madiun nyokap berubah pikiran, jadilah saya tinggal seminggu di Madiun. Sayang banget di kota ini gak punya temen. Saya hanya jalan-jalan sekadarnya berdasarkan panduan dari Yudhi Prasetyo via HP. Thanx bro. πŸ˜‰

Seminggu kemudian, Selasa 19 Maret siang, saya sudah dalam perjalanan balik ke Jawa Tengah. Nyokap tetap di Madiun tuk lanjut ke Kupang hari berikutnya, dijemput kakak sepupu dari sana. Kali ini memutuskan turun di Solo. Ini pertama kali menginjakkan kaki di Solo setelah 20 tahun, padahal kampung halaman sendiri. Dijemput pakde Blontank dekat hotel Sunan, langsung menuju ke Rumah Blogger Indonesia (RBI) & melapor ke Hendri yang jadi tuan rumah. RBI itu markas yang hebat. Saya bisa onlen dengan kencang sekuat saya mampu bertahan di depan PC. :mrgreen: Jalan-jalan malam plus makan malam bareng Hendri, lalu besoknya jalan-jalan pagi plus makan pagi bareng pakde Blontank. Rabu siang meluncur pulang ke Salatiga dengan oleh-oleh kaos, blontea dan undangan lisan tuk datang lagi bulan Mei. πŸ˜€

x2_11240469 crop_resize_resize

Di halaman istana Mangkunegara

Sampai Salatiga dengan muka datar. Rumah kebanjiran malam sebelumnya. Dan ransel (yang kutaruh di lantai) beserta isinya basah semua. Dua hari saya sibuk ngeringkan jurnal. Untung ditulis loose leaf, bisa dipisah-pisah dari binder-nya tuk dijemur. Catatan harian saya hitam semua karena tintanya meleleh. Syukur masih bisa terbaca tuk buat postingan ini. :mrgreen:

Jumat, 22 Maret 2013. Saya ke Jogja lagi tuk kunjungan 5 hari hingga Rabu (27/4). Kali ini Celo yang berbaik hati memberikan tumpangan dan pinjaman motor karena GunRud sedang keluar kota. Kali ini dateng mo ngambil HDD External rusak yang kutitipkan tuk diperbaiki saat terakhir datang. Ternyata tetap tak bisa berfungsi kembali. Ya sudahlah. Lanjut ke tujuan berikut yaitu belanja suvenir buat ortu di Malioboro, dari topi, kipas, tas sampai daster. :mrgreen:
Kali ini, selain ketemu lagi dengan teman-teman baik yang dah nemui saya kemaren seperti Celo, Kitin, Mansup, Matilda, Anno dan Putro, ada teman-teman lain di Jogja juga yang baru sempat ketemu: Funkshit, Enthong, Hamid (3 orang ini baru kulihat lagi sejak PB Jogja 10 :mrgreen: ) plus Arga, Novi dan Karlina. Senang ketemu kalian semua. πŸ™‚
Tapi kopdar paling istimewa di Jogja adalah bertemu teman-teman dari Jawa Timur; Blogger Malang, Mbakneng (22-23/4) dan blogger Banyuwangi, Nurma (25/4). Walo tak banyak ngobrol karena keduanya ke Jogja dengan suami masing-masing tuk urusan keluarga, sudah sah banget disebut kopdar, dan mengurangi tanggungan saya tuk berkunjung ke kota mereka. :mrgreen:

2 April 2013, berangkat dari Semarang dan transit di Surabaya, saya tiba di Kupang. Sudah 10 tahun tidak pulang kesini, ke kota yang dipenuhi keluarga besar dari pihak nyokap. Kaget juga keponakan saya sudah bertambah banyak sekali! Sebenarnya saya tak kenal bloherβ„’/onliner siapapun disini, tapi atas inisiatif Almas dan keajaiban twitter, saya akhirnya kopdar dengan Inda Wohangara (yang ternyata teman sepupu saya) dan Dicky Senda, para bloher dari komunitas Flobamorata. Kawan-kawan saat itu sedang sibuk dengan acara-acara menggalang dana tuk pengungsi letusan gunung Rokatenda. Salut tuk usaha mereka. πŸ™‚

Sebenarnya nyokap hanya berencana seminggu di Kupang, ngambil barang tuk kemudian kuantar pulang ke Jayapura. Apa daya, kakak tertua nyokap yang masih hidup ingin kami tuk tetap di Kupang hingga acara pesta nikah emas kakak kedua nyokap tgl. 20 April. Bude ini dan suami dia dulu yang menyekolahkan dan menikahkan nyokap, sementara tiga anak-anak mereka yang tertua mengasuh saya ketika kecil di Malang. Apalagi acara ini akan jadi reuni keluarga besar. Lebih dari selusin keluarga bahkan datang dari Jawa. Merasa nyaman di Kupang, sayapun santai saja. 3 minggu menanti kurasa terbayar lunas banget usai pesta nikah emas itu. Senang banget ketemu banyak saudara dan keluarga. Tiap orang punya penjelasan panjang kek “ini anaknya si anu. Neneknya dia itu anak dari sepupunya kakek yang blablabla..” *bengong* πŸ˜† Sebagai perantauan di Papua yang jarang pulang, sesekali berada di tengah akar sendiri membawa perasaan melankolis. Sayang bokapku gak bisa ikutan. Syukurnya kaki nyokap dah cukup baik tuk bisa mengikuti keseluruhan acara tanpa gips dan tongkat. πŸ™‚

_JPG6860_resize kecil crop

Keluarga besar Papi Pim de Kock & Mami Jemi Kedoh. Saya ketiga dari kiri.
#NikahEmas

Selasa 23 April, saya dan nyokap ke Jakarta, transit 2 hari tuk jenguk tante di Cinere yang sudah lumayan pulih dari serangan stroke bulan lalu. Ada kesempatan tuk bisa jalan-jalan ditengah waktu yang mepet. Ketemu lagi dengan Sunako Nakahara, Eka Situmorang dan Hoek Soegirang; lalu bertemu Yudi Prasetyo, Daniel, Priska dan Icit yang keempatnya terakhir kujumpai di Jakarta 2 tahun silam. Bahkan ada Almascatie pula yang baru kopdar sejak 2010. Sedekat dekatnya Ambon dan Jayapura, kami ketemu selalu di Jakarta. :mrgreen:
Via Almas dan Ajeng, saya kenalan juga dengan Frenavit, Suryo Brahmantyo, Utieed -yang sebenarnya sering nongkrong disebelah saya saat saya di Jogja karena beliau teman baik Celo- dan sepupu dia Meita. Senang ketemu kalian semua. πŸ™‚

dengan priska

Dnial, yud1, Hoek, Almas, Priska & saya.

Sabtu pagi 27 April saya dan nyokap balik ke Jayapura. Saya 3 bulan away, dan nyokap tiga kali lipatnya. Senang tidur lagi di kasur sendiri, ketemu teman-teman, ketemu SNSD di PC sendiri, dan segala suka duka di kota kecil ini. Tapi tak bisa santai-santai. 5 hari lagi, 8 Mei, kalo Tuhan mengijinkan, saya akan ke Solo, memenuhi undangan dari pakde Blontank kemarin & panitia ABFI. Semoga ada lebih banyak cerita lagi yang bisa dibagi.

Kamu, kapan terakhir ketemu teman di kota lain? πŸ˜‰


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Agustus 2017
M S S R K J S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter