Posts Tagged 'lesbian'

Film-film 2018 (April-Juni)

Piala Dunia 2018 telah usai. Siapa yang gembira? Siapa yang kecewa? Selamat buat fans Prancis yaa. Melanjutkan lagi daftar tontonan, ini film-film saya di triwulan kedua 2018.

71. What Happened to Monday
Premisnya menarik dan menjanjikan, tapi selebihnya gak sesuai harapan. Skala setting dan eksyennya terlalu sederhana tuk standar film dystopian, teknologinya banyak ketinggalan tuk film futuristik, kurang karakterisasi, dan yang paling buruk puzzlenya kebaca, separo film dah paham misterinya. Meski gitu saya suka para protagonisnya.

72. I Have a Message For You
Film pendek tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Sebuah ingatan dari masa Holocaust tentang anak-anak Yahudi yang dibuang oleh orangtuanya supaya tetap hidup.

73. Paprika
Anime sci-fi luar biasa. Ketika alam mimpi, dunia film, dan kenyataan bercampur dalam kekacauan. Visualnya keren walau kadang creepy, plotnya thriller, musiknya ajaib, dan karakter-karakternya menarik, terutama Atsuko dan Paprika. Film ini mindblowing.

74. Henri 4/Henry of Navarre
Film panjang dramatisasi riwayat hidup raja Prancis Henry IV. Banyak sejarah Perancis ada di sini: Awal berkuasanya dinasti Bourbon menggantikan dinasti Valois, French War of Religions, St. Bartholomew’s Day massacre, War of three Henries dll. Menarik dan orisinil dengan bahasa Prancis. Margaret of Valois digambarkan sesuai hoaxnya sebagai Margot yang nymphomaniac. Jadi baca-baca lagi sejarah Perancis era beliau.

BTW ini donlot dari Youtube. :mrgreen:

75. American Made
Kisah klasik keahlian CIA: ikut sibuk di negara lain dengan niat baik lalu hasilnya berantakan. πŸ˜† Diceritakan via dramatisasi petualangan Barry Seal. Bagus plotnya, Tom Cruise keren jadi karakter utama, dan sejarahnya menarik. Banyak yang familiar untukku dari era 80an yang diceritakan di sini: era Reagan, Escobar dan kartel Medellin, Jenderal Noriega, skandal Iran-Contra dan Oliver North, rezim Sandinista etc.

76. Ghost in the Shell: Arise
Reboot bagus dari Ghost in the Shell, dengan desain karakter baru dan karakterisasi baru. Suka plotnya, cerita sejarah terbentuknya Section 9 sambil menginvestigasi kasus demi kasus. Menarik lihat latar belakang masing-masing anggota yang bukan cuma kilas balik. Elemen-elemen yang akrab dengan kisah ini ada semua. Ghost hacking, false memory, prosthetic, optical camouflage etc. Tetralogi keren.

77. Forgotten
Misteri thriller tragedi kosmik dua pria sebatang kara. Beban hidup mencari jawaban dan konsekuensi dari kenyataan pedih. Bangsat, menegangkan juga. Separo film kukira horor tapi kok setannya gak kluar-kluar. πŸ˜†
Karena abis nonton Ghost in the Shell jadi familiar dengan kenangan palsu, teknologinya saja yang beda. Bagus banget ini.

78. A Royal Affair
Ketemu si jelita Alicia Vikander lagi dalam kostum periode, kali ini sebagai Caroline Matilde of Great Britain, istri raja Christian VII of Denmark yang berselingkuh dengan Johann Struensee. Dramatisasi sejarah yang menarik. Kisah politik ketika reformasi yang baik gagal karena dieksekusi oleh raja sinting, dokter asing, dan ratu yang kurang kasih sayang.

79. Colossal
Kangen Anne Hathaway. Drama black comedy dengan fantasi yang aneh logika dan plotnya. Butuh waktu lebih lama tuk memahami tema yang disimbolkan dengan monster-monster ini: mabuk membawa efek destruktif. Cerita yang unik memang karena tidak ada batas realitas. Suka karakter Gloria yang diperankan Anne, dan usaha dia tuk lepas dari miras dan si cowok pengekang.

80. Real
Tidak berlebihan kalo ada yang bilang ini film terburuk dalam sejarah Korsel. Film ini membingungkan, siapa karakter-karakternya, apa motif masing-masing, apa hubungan satu sama lain, hingga akhir film gak jelas. Gak paham kenapa bos klab malam juga merangkap tukang pukul. Ditambah lagi klimaks yang hiperbola, ntah mau jadi film superhero atau artistik. Yang menarik di sini cuma lihat sekian detik payudara Sulli Choi saja, dan beberapa close up wajah jelita dia. πŸ™„

81. The Emperor in August
Dramatisasi sejarah bagus tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu Agustus 1945. Kaisar Hirohito yang memikirkan rakyat, kabinet yang memikirkan kaisar, dan faksi fanatik AD yang menginginkan perang sampai mati. Dilema antara mati dengan kehormatan atau hidup dengan kekalahan. Menarik sekali melihat karakterisasi Kaisar yang sangat humanis tapi juga bagai dewa. Gak kebayang sejarah Jepang kalo gak jadi menyerah. πŸ™„

“Kalau Jepang hancur, apa yang kita wariskan ke anak cucu kita?”

82. Fucking Berlin
Dramatisasi kisah hidup Sonia Rossi saat remaja. Mahasiswi, hura-hura, prostitusi, dan cinta yang kandas. Receh sih, tapi saya suka Svenja Jung. Cantiknya bikin simpatik. πŸ˜‰

83. The Prestige
Kesampaian juga nonton film sulap legendaris ini. Gak nyangka bakal melibatkan legenda Nicola Tesla. Thrillernya keren dan kelam sangat. Usaha berkongsi dengan setan demi memuaskan hasrat memenangkan persaingan. Cerita yang masih relevan dengan dunia sulap sekarang pun: meniru dan mencuri trik.

84. Perfect Blue
Drama bagus kisah kelam seorang idol yang meninggalkan dunia idol. Perjuangan masuk ke dunia hiburan dewasa dan fans fanatik yang menentang perubahan itu. Thriller banget konflik antara ilusi dan realitanya. Anime klasik ini, latarnya jaman internet baru mulai populer.

85. Chasing the Dragon
Dramatisasi karir dua tokoh penting Hongkong tahun 60an, gangster Ng Sek Ho dan inspektur polisi Lee Rock yang untuk ketiga kalinya diperankan Andy Lau. Kisah dunia kriminal yang akhirnya mengorbankan orang-orang tersayang. Plot dan eksyennya keren, apalagi ini film Donnie Yen.

86. The Limehouse Golem
Ketemu Maria Valverde lagi setelah Ali & Nino walo bukan dia tokoh utamanya. Kali ini Olivia Cooke dengan sangat mempesona. Plot cerita ala kasus Jack the Ripper. Kisah detektif di Victorian London dengan segala kesuraman setting jaman itu. Bagus puzzle misterinya, melibatkan juga sejumlah karakter sejarah.

87. The Wehrmacht
Dokumenter bagus 5 episode tentang memahami angkatan bersenjata Jerman era Nazi secara manusiawi: kesadaran dan pemahaman mereka akan perang, loyalitas pada Hitler, loyalitas pada negara/satuan, kejahatan perang, dan akal sehat pada realitas situasi perang. Dibahas menarik lewat sudut pandang banyak penyintas, baik prajurit maupun sipil, juga arsip sadapan obrolan perwira di Trent Park dalam reka ulang yang bagus.

88. The Merciless
Film gangster Korea bagus. Serigala yang terdesak oleh singa dan buaya akhirnya mampu memangsa keduanya.

89. The Adventurers
Film eksyen receh tapi menyenangkan dari Andy Lau, Shu Qi, Eric Tsang dan Jean Reno. Stereotip ala Mission Impossible dengan teknologi canggih, lokasi eksotis, car chase, double cross, serta penjahat Eropa timur.

90. Suburbicon
Sebuah black comedy yang penuh perwujudan Murphy’s Law: anything that can go wrong, will go wrong. Seru juga melihat tragedi menimpa satu demi satu karakter, membuat simpati pada Nicky. Sayang subplot kekerasan rasial di tetangga tidak berkembang dan jadi dekorasi plot pembunuhan saja. Kompleks itu macam utopia yang berantakan, tapi perumahan yang homogen idenya hidup hingga sekarang.

91. Breathe
Tribute tuk Robin Cavendish, penderita polio legendaris, dari anaknya sendiri Jonathan Cavendish, produser film ini. Biopic luar biasa tentang cinta, kesetiaan, inovasi, dan semangat hidup. Menyentuh banget. Saya jadi penasaran apa betul aslinya Robin sekeluarga mencarter An-12 tuk pergi ke Spanyol. πŸ˜†

Sejarahnya bagaimana para penderita polio tidak lagi hanya di tempat tidur sampai mati tapi bisa menikmati dunia luar.

92. Spirited Away
Film ini ternyata memang sehebat legendanya: fantasi yang ajaib, heroine yang kuat karakternya, tema tentang identitas dlsb. Saya fokusnya sederhana saja: petualangan Chihiro di dunia setan, dimana roh yang kuat memangsa dan memperbudak roh yang lemah. Sistem yang bertahan bahkan sesudah Chihiro lolos dari situ.

93. The Outlaws
Film polisi vs gangster keren yang terinspirasi Insiden Heuksapa di Korsel: penumpasan gangster China. Protagonis utama kita polisi ideal banget. Dihormati masyarakat, dihormati dunia hitam, akrab dengan dunia hiburan, tapi tegas pada kejahatan, jadi panutan anak buah, dan jago berkelahi. Rasanya beruntung tinggal di kota yang gak ada preman terorganisirnya. πŸ™„

94. Gernika
Roman perang bagus, sebuah tribute bagi peristiwa serangan udara Jerman ke Guernica 1937 dalam perang sipil Spanyol. Masalah klasik dalam perang hingga kini: bagaimana mengabarkannya kepada dunia. Penggambaran Luftwaffe di sini bagus lengkap dengan arsenalnya, walo IIRC gak melihat Ju-87 yang legendaris itu. Menarik bahwa Athletic Bilbao pun disebut dalam film tuk menguatkan setting Basque. Tak lupa lukisan legendaris Picasso pun diceritakan. Senang ketemu Maria Valverde lagi.

95. Colonia
Dramatisasi kisah nyata eksistensi Colonia Dignidad, sekte rahasia yang berfungsi juga sebagai penjara rahasia rezim Pinochet. Utopia palsu. Mengerikan bahwa kedubes Jerbar pun tutup mata berkolaborasi. Sejarah yang penting dari era “Orba” Chili, dan penampilan bagus dari si jelita Emma Watson.

96. Ghost in the Shell: The New Movie
Saya gak nonton Pyrophoric Cult yang dibuat dengan mengacak-acak Arise menjadi Alternative Architecture, tapi tidak ngaruh ke plotnya. Kangen liat Motoko, Batou dkk lagi, dengan segala misteri dan puzzle cerita yang melibatkan cyberbrain, prosthetic, false memory etc. Seru ceritanya, apalagi karena banyak teamwork. Saya benar-benar suka versi Motoko yang ini.

97. Paradox (SPL III)
Instalasi ketiga dari seri Sha Po Lang, kali ini dibintangi Louis Koo, Gordon Lam, dan sedikit Tony Jaa. Masih menjual pertarungan seperti sebelumnya tapi dramanya lebih banyak. Ceritanya juga masih suram, kali ini tentang sindikat perdagangan organ tubuh ilegal di Thailand. Brutal dan menyedihkan.

98. Baywatch
Ceritanya receh tapi lucu, dengan segala kenangan akan serial TV legendarisnya saat nonton TV lokal masih menyenangkan dan belum penuh sinetron atau blur belahan dada. Kurasa setiap karakter dapat pemeran baru yang pas, dan saya suka Kelly Rohrbach, yang jadi CJ Parker. Menggoda seperti Pamela Anderson dulu.

99. Darkest Hour
Drama perang menarik tentang Winston Churchill dari terpilih sebagai PM hingga memutuskan Inggris terus berperang melawan Jerman. Penuh karakter historis termasuk raja George VI. Film ini fiksi sejarah saja, penuh dramatisasi, tetapi menarik memahami karakter Churchill yang diperankan dengan hebat oleh Gary Oldman (dan membawa pulang Oscar), juga penggambaran dan situasi Cabinet War Rooms tempat perang dimonitor dan disetir. Ketemu Lily James lagi setelah di The Exception.

100. The Age of Blood
Saya agak sulit memahami plot dan karakternya di awal, mengapa seorang pengawal elit raja didemosikan menjadi penjaga penjara. Tapi heroik sekali Kim-ho -dengan eksyen keren- nyaris seorang diri menyelamatkan raja Yeongjo dari usaha kudeta. Si dayang-dayang(?) yang diperankan Hong Soo-A mencuri perhatian.

101. Metropolis
Satu anime legendaris lagi, kali ini dari Ozamu Tezuka, bapak Astro Boy. Ini juga adaptasi dari manga dengan banyak perbedaan dari manganya. Masih khas beliau tentang dunia robot dan sengketa robot dengan manusia. Tema rebutan lapangan kerja yang makin kesini makin relevan. “Astro Boy” di film ini adalah Tima, gadis robot sempurna di puncak menara Babel. Cantik, naif, dan ingin menjadi manusia. Anime ini diisi banyak soundtrack dan score jazz yang bagus dan epik.

102. Collateral Beauty
Drama bagus -dan ternyata bertabur bintang- tentang derita karena rasa kehilangan. Ketika Tuhan tidak diperhitungkan, maka takdir dipertanyakan kepada semesta lewat tiga karakter: cinta, waktu, dan maut.

103. The Dark Tower
Saya -tentu saja- gak baca novel-novelnya, tapi ini jelas adaptasi yang gagal. Latar belakang cerita, karakter, dan dunianya gak jelas, film langsung fokus ke eksyen sepanjang film. Eksyennya hebat memang, Walter dan Roland sungguh sakti dengan skill masing-masing, cuma ya gak bakal menutupi ceritanya yang lewat begitu saja dalam durasi cuma 95 menit. πŸ™„

104. Pandora
Segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dari bencana nuklir pada skala negara kecil Korea. Dramatis, epik, realistis, heroik, juga tragis. Rasanya pedih menonton klimaksnya. Film bagus ini sungguh bikin ciut nyali niat untuk membangun PLTN.

Not all heroes wear capes, some wear anti radiation suit

105. Howl’s Moving Castle
Sebuah karya adaptasi dari Studio Ghibli, film yang sangat epik tentang cinta, loyalitas, dan pesan anti perang di dunia supranatural yang penuh penyihir dan kutukan. Anime legendaris juga ini.

106. Victoria & Abdul
Sebuah kisah nyata seorang India Muslim di Inggris, rumah tangga kerajaan pula. Mungkin karena tahu sejarahnya, saya jadi sulit simpati pada karakter Abdul, tapi ini dramatisasi sejarah yang bagus dengan komedi hangat. Lebih penting lagi, ini sejarah yang dihilangkan. Menarik melihat rumah tangga ratu Victoria pada masa akhir pemerintahan dia dan antipati pada Munshi yang digambarkan sama sekali tidak mencari keuntungan diri sendiri, murni menjadi teman ratu. Entah mengapa harus ada pesan kemerdekaan India di film. Judi Dench berperan sangat mengesankan sebagai Ratu Victoria, juga Eddie Izzard sebagai Bertie. Yang tidak pas cuma pemeran Kaiser Wilhelm II.

107. The Man Who Knew Infinity
Sebuah kisah nyata lagi seorang India di Inggris, kali ini Hindu Brahmin. Dramatisasi kisah hidup matematikawan Shrivasan Ramanujan terutama selama 5 tahun di Inggris. Ceritanya bagus, inspiratif, juga penting tuk mengingat sejarah dia. Sedih lihat dia LDR, disabotase pula korespondensinya. Formula dan rumus matematikanya sendiri tidak terlalu diterangkan buat awam. Terlalu rocket science.

108. Scarlet Innocence
Drama romansa thriller bagus. Jalinan rumit antara nafsu, cinta, tragedi, dan dendam. Plot twistnya keren. Semua kejahatan ada balasannya. Membalas kejahatan dengan kejahatan pun ada balasannya.

109. WXIII: Patlabor the Movie 3
Side story dari Patlabor the Movie 1 dan 2. Cerita ini kombinasi bagus dari thriller konspirasi sci-fi, film monster khas Jepang, dan romansa tragis. Saya suka plot investigasinya, klasik detektif sekali, mengumpulkan puzzle misteri dari rumah ke rumah. Patlabor unit SV2 sendiri jadi sidekick saja dan cuma muncul di klimaks.

110. Avengers: Infinity War
Ngebioskop di Mal Jayapura XXI. Salut buat Marvel dan Disney yang sukses membuat “serial” Avengers mencapai klimaksnya setelah 10 tahun. Saya suka motifnya Thanos. Plotnya bagus, mempertemukan nyaris seluruh karakter Marvel. Eksyennya keren banget walo masih bisa ditingkatkan lagi. Seperti film-film sebelumnya, Avengers kekurangan daya pukul tuk menghadapi musuh yang besar atau banyak. Meski demikian banyak upgrade skill, armor, dan persenjataan yang patut dipuji.

111. One Night With the King
Adaptasi bagus dari novel Hadassah yang sendirinya adalah dramatisasi dari kisah Ester dalam Tanakh. Bagus juga imajinasi plotnya: dendam dari era Agag raja Amalek, konspirasi bangsa Yahudi dan (demokrasi) Yunani, penculikan paksa para perawan, naiknya Haman dari kepala keamanan internal, cerita tentang Yakub etc. Plotnya jadi menegangkan. Settingnya lihat sekilas langsung yakin ini di India, ternyata memang di Jodhpur. Nuansa filmnya jadi terasa lebih India ketimbang Persia. πŸ˜†

112. Voices of a Distant Star
Satu lagi karya Makoto Shinkai, satu lagi dari daftar 100 anime terbaik. Desain karakternya kasar seperti gambar komik tapi settingnya khas indahnya karya beliau. Sebuah cerita sedih tentang eksplorasi ruang angkasa, perang dengan alien, dan LDR. Ketika jarak, ruang, dan waktu memisahkan dua hati yang semakin kesepian. Sedih sekali nonton ini. Saya jadi terhibur saat membaca kalau di komiknya ternyata ada harapan tuk kedua karakter bertemu kembali. 😳

113. Blade of the Immortal
Belum baca komiknya sama sekali, jadi sisi baiknya saya tak punya banyak perbandingan cerita, tapi saya bisa menjamin kalo ini adaptasi yang keren sangat. Kisah samurai -yang dikutuk tak bisa mati- jaman bakufu yang penuh pertarungan brutal antara karakter unik dengan berbagai senjata aneh. Penuh darah dan anggota tubuh beterbangan. Suka durasinya yang panjang hingga bisa mencakup banyak bagian cerita.

114. Ice Age: Collision Course
Selucu dan semenghibur yang diharapkan, dengan drama-drama seputar relationship dan hubungan father-daughter/son in law. Plotnya makin absurd, melibatkan teknologi alien, menyelamatkan bumi dari asteroid dll tapi pokoknya bisa buat ketawa.

115. The Shape of Water
Best Picture Oscar 2018 memang pantas. Plotnya bagus dan happy ending. Dramanya menarik, dengan setting misterius perang dingin, romannya menyentuh, dan fantasinya juga pas. Gak lupa lagu-lagunya yang mendayu-dayu. Bagian paling menarik: kekuatan penyembuhan si makhluk air.

116. Genocidal Organ
Sebuah adaptasi lagi dari karya Project Itoh yang kutonton setelah The Empire of Corpses. Ceritanya masih sama gilanya. Saya cuma paham separo film ini karena subtitle yang buruk. Cuma paham terutama bagian eksyen dan teknologi militer yang sungguh futuristik. Bagian inti cerita, segala penjelasan dan filosofinya masih kabur, terutama pada motif dan cara John Paul mengorkestrasi genosida, tapi tidak mengurangi pujian saya. Kurasa dunia makin cepat bergerak menuju surveillance state. πŸ™„

117. Bakuman
Komiknya dulu adalah salah satu komik non fantasi terbaik yang pernah kubaca. Adaptasinya gak kalah hebatnya, dibintangi pemeran Kenshin Himura dan Soujiro Seta, haha. Film ini mengambil pokok-pokok cerita yang pas secukupnya dimasukkan ke dalam film. Memvisualisasikan dengan detil susahnya membuat komik, menerbitkan komik, dan mengejar tenggat waktu setiap minggu. Benar-benar adaptasi yang setia pada komiknya dan memuaskan. Nana Komatsu cantik jadi Azuki Miho.

118. La Corona Partida (The Broken Crown)
Sekuel serial Isabel dan prekuel serial Carlos, Rey Emperador. Dramatisasi sejarah kisah hidup Joanna the Mad dalam persaingan politik Castille antara ayah dan suaminya. Cerita menarik dari masa bersatunya Spanyol dan dimulainya era Hapsburg Spanyol. Penyederhanaan ceritanya membuat Flanders dan Spanyol seperti dekat, padahal mesti naik kapal. Ferdinand II tidak digambarkan mengurung putrinya, Joanna pergi sendiri mengurung diri di Tordesillas.

Mengapit ayah mertua: Maximillian I, Holy Roman Emperor

119. The Rabbi’s Cat (Le Chat du rabbin)
Adaptasi komik tentang seekor kucing yang bisa bicara milik seorang rabi Yahudi. Penuh percakapan menarik soal keberagaman dunia Yahudi saat itu, Judaisme dan identitas keyahudian, bahkan dialog antar agama. Setting Aljazair dan petualangannya mencari Yerusalem juga menarik. Eranya sejaman dengan Tintin, dan ketemu Tintin. πŸ˜†Β Film ini adaptasi dari komik seri 1, 2, dan 5 yang ceritanya berdiri sendiri-sendiri sehingga agak semrawut ketika digabung semua dalam durasi 90 menit, bahkan subplot Malka dan singanya (dari seri 2) jadi sekedar lewat saja. Animasi Prancis bagus.

Kucingnya jadi pintar dan menyebalkan. Haha..

120. Death Note: Light Up the New World
Sekuel Death Note dengan kisah dan karakter utama baru yang tidak menawarkan plot baru, hanya daur ulang trik, bahkan kehilangan adu kecerdasan ala Light vs L. Beberapa adegan keluar pakem dan aneh, seperti penggunaan Death Note untuk pembunuhan acak. Karakter-karakter tersisa dari cerita asli malah gugur semua. Franchise juga endingnya, dan malah mengkuatirkan ketika detektifnya makin turun level. πŸ™„

121. Fullmetal Alchemist: The Sacred Star of Milos
Dibanding film pertama yang timelinenya sesudah komiknya tamat, yang ini lebih mirip anime franchise dengan filler plot di tengah timeline, gadis cantik, dan banyak eksyen. Philosopher’s Stone dan Gate of Truth jadi fokus misteri khas FMA. Latar cerita tentang Milos mirip perjuangan etnis Kurdi. Sayang Roy Mustang gak kelihatan maen api selain saat nutupi luka Julia. Seru.

122. Black Panther
Pertama kali nonton film Marvel gak urut karena duluan nonton Avengers 3. Jadi paham kenapa film ini begitu fenomenal tuk orang hitam walau bukan film superhero hitam pertama. Bagus banget dan sarat tema. Menarik lihat perbedaan pandangan T’Challa dan Killmonger, atau Wakanda yang begitu modern sekaligus primitif dan tribal. Memakai badak tuk bertarung pula, sangat afrika. Setelah menonton Infinity War juga jadi jelas kalo Wakanda perlu banyak investasi dan inovasi dalam bidang militer. :mrgreen:

123. Annihilation
Film scifi psikologi horor bagus. Baik scifinya, psikologinya, dan horornya sama-sama pas porsinya. Mencekam buatku. Survival horornya mengingatkan pada Alien: Covenant. Mirip situasinya dan putus asanya menghadapi masalah semacam ini. Visualnya bagus, penuh warna dan misteri. Menarik bahwa jagoannya cewek semua, walo secara militer gak ideal ilmuwannya harus angkat senjata yang cuma AR-15 standar.

124. Mind Game
Animasi jepang yang gak berasa anime sama sekali. Film ini susah dimengerti karena penjelasannya dituturkan dengan kilas balik sangat cepat, tapi eksyennya keren menegangkan. Menarik melihat bagian terbesar film tentang perkembangan karakter berlangsung dalam perut ikan. Senang melihat hubungan Nishi dan Myon berkembang hingga ke arah seksual yang visualisasinya abstrak sekali.

125. The Monkey King 3
Sudah sampai Womanland. Bagus visualisasi lokasi dan penduduknya, juga Zhao Liying yang cantik. Dibanding film sebelumnya rasanya yang ini lebih lambat, antar protagonis sudah rukun, sedikit musuh dan sedikit aksi juga tuk si raja kera. Fokusnya bagus soal cinta lokasi sang biksu dan konsekuensinya. Subplot tentang Madam Preceptor menarik juga, dan saya salah menebak musuh utamanya. Semoga berlanjut ke seri 4 di Flaming Mountain.

126. 12 Strong
Satu lagi kisah heroisme dari Global War on Terror. Drama perang bagus adaptasi buku Horse Soldier. Tim ODA 595 dari 5th SFG yang merintis perang AS melawan Taliban dan Al-Qaeda. Suka akurasi tinggi film ini dibanding realitanya. Seru lihat pertempuran sengit yang memadukan kecanggihan Green Berets dengan kavaleri berkuda klasik.

127. Maze Runner: The Death Cure
Film ini dibuka dengan aksi rescue gemilang, lalu sepanjang film isinya rescue semua. Rescue Gladers, lalu Minho, lalu Teresa, lalu Immunes, lalu Newt, lalu Thomas (lagi). Andai saja perencanaan, operator, dan eksekusinya lebih bagus, kedua karakter favorit saya mungkin bisa selamat. Penutup yang cukup bagus dari serial Maze Runner.

128. Black Butler: Book of the Atlantic
Adaptasi akurat dari Luxury Liner Arc komiknya. Salah satu manga awet yang masih kuikuti. Bagus animasinya, 4 volume jadi hidup ceritanya, dan jadi parodi “Titanic” banget, cuma kapalnya patah karena alasan berbeda. πŸ˜† Adegan Lizzy jadi pendekar pedang memukau abis.

129. The Fortress
Adaptasi novel tentang sejarah pengepungan Namhansanseong saat invasi Manchu Qing ke Joseon 1636. Beda dari film-film bertema era penjajahan lain, tak ada perlawanan heroik di sini. Malah banyak pertempuran sia-sia. Konfliknya mirip The Emperor in August, mau menyerah tapi selamat atau mempertahankan harga diri sampai mati. Polarisasi pilihan yang diwakili dua menteri raja Injo. Cerita pengepungannya getir khas musim dingin: kedinginan dan kelaparan. Bagus, cuma panjang dan membosankan bagi penonton biasa.

130. King Arthur: Legend of the Sword
Berpredikat salah satu film paling flop 2017, film ini ternyata jauh lebih bagus dari yg kukira. Suka plotnya yang diinterpretasikan ulang (lagi, paling tidak dibandingkan King Arthur 2004 dan Transformers 5), fokus (karena direncanakan berseri -yang tidak akan terjadi-), visual khas Guy Ritchie + logat British ala gangster, dan musik keren.

131. From the Land of the Moon
Sebuah adaptasi novel tentang batu ginj.. err, cinta segitiga si cantik Marion Cotillard, pria yang menikahi dia, dan pria yang dia cintai. Plotnya lambat, rentang waktunya lama, plot twistnya cukup mengejutkan, dan menyisakan pertanyaan tentang cinta dan komitmen.

132. Okja
Film rescue Korea yang keren sangat. Menarik plotnya tentang keserakahan korporasi dalam upaya solusi masalah kekurangan pangan (yang sebenarnya bagus). Okja yang ekspresif, dan Mija, sungguh membuat simpati. Bagus sekali visualisasi hubungan mereka di gunung, lihat babi dipelihara macam anjing gitu. πŸ˜†

133. Viceroy’s House
Dramatisasi sejarah bagus, hari-hari terakhir kekuasaan Inggris di British India menjelang partisi menjadi India dan Pakistan, dimulai saat Louis Mountbatten menjadi Viceroy India. Sejarahnya menarik walo sudut pandangnya rawan, karena memakai teori konspirasi bahwa Churchill memecah India demi kepentingan Perang Dingin, juga sutradaranya dari India. Bagus juga bumbu romannya antara pasangan Hindu-Muslim dalam pusaran konflik antar agama yang disampaikan bagus lewat footage. Tentu saja banyak tokoh sejarah muncul di sini. Suka lihat detail aristokrasi di film ini. Partisi India adalah salah satu bencana transfer penduduk terbesar dalam sejarah tapi masih kuanggap contoh sukses solusi politik.

The Earl, The Countess, dan Gandhi.

134. Italian Race (Veloce Come il Vento)
Gak nyangka ini diinspirasi kisah nyata. Film balapan bagus banget. Drama keluarganya menyentuh, ikatan persaudaraan kakak adik yang “right or wrong is my sodara.” Balapan GTnya juga menarik, termasuk sesi latihan dikejar geng motor. Si Matilda de Angelis Italian beauty banget…

135. Fifty Shades Freed
Christian dan Ana akhirnya menikah dan hidup membosankan. OK, mungkin fun tapi ya normal saja, jadinya punya anak, hidup domestik dll. Jack Hyde lumayan menggerakkan plot tapi kurang epik. Bosan juga lihat BDSM yang dihaluskan gitu.

136. Comic 8
Film komedi Indonesia yang layak jadi klasik. Plotnya bagus, ceritanya dituturkan berlapis lengkap dengan plot twist. Komedinya ancur tapi berkelas, sepadan dengan nama-nama yang maen dari Ernest Prakasa, Arie Kriting, Mongol, Kemal dkk.

137. Assassination
Film terlaris ke-8 di Korea sepanjang masa cukuplah jadi rekomendasi. Suka ceritanya yang panjang dengan plot yang rumit, melibatkan banyak karakter. Latar belakangnya pas tuk cerita-cerita heroik dan heroinenya bikin jatuh hati. Posternya terlihat sangat monoton tapi visual filmnya ternyata indah. Ada sisipan komedi khas Korea juga.

Femme Fatale. Tipe jagoan kesukaan.

138. Big Eyes
Tidak menyangka bahwa selain menjadi salah satu ciri gambar manga, di AS juga ada pelukis dengan gaya mata besar, sama-sama tuk mengekspresikan emosi jiwa. Biopic bagus dari Tim Burton tentang yang istri dimanipulasi suami dan kontribusi Margaret Keane dalam sejarah seni lukis.

139. Who Am I – Kein System ist sicher/No System Is Safe
Techno thriller seru tentang hackers dan hacking, semacam mengingatkan tuk harus sangat hati-hati di internet dan terhadap hardware, termasuk menutup kamera laptop saat daring. Plotnya bagus, dengan plot twist yang familiar tapi pas. Suka visualisasi Darknet.

140. Along With the Gods: The Two Worlds
Film terlaris ke-2 dalam sejarah Korsel memang gak bohong. Eksyen fantasi drama yang bagus bener. Setting mitologinya menarik tentang akhirat, plotnya seru, drama keluarganya bisa menguras emosi, dan banyak pemeran familiar. Benar-benar film yang bisa direkomendasikan. Tinggal nunggu sekuelnya.

141. The Boy and the Beast
Anime bagus tentang identitas diri, hubungan ayah-anak, menjadi dewasa, dan dunia fantasi. Menarik bahwa cerita di dunia nyata sama pentingnya dan lepas dari bagian dunia fantasi. Walaupun tidak roman tapi plot Kaede penting sekali: seseorang yg mengerti dan menolong (dan memeluk) di saat sendirian. Coret satu lagi anime legendaris.

142. Below Her Mouth
Drama erotis dua lesbian. Romansanya receh, softcorenya habiskan sebagian besar durasi tapi cuma anget aja dibanding The Handmaiden misalnya, gak panas. Sepanjang film saya malah kasihan pada karakter Rile, cowok yang dikhianati pacarnya yang jadi lesbi. Suka wajahnya Natalie Krill.

143. Jumanji: Welcome to the Jungle
Setting hutannya yang mencampur elemen afrika (ada badak) dan amerika selatan (ada jaguar) agak membuat bingung, apalagi pasar yang ala Star Wars, tapi film ini seru dan menyenangkan. Suka elemen-elemen gamenya (NPC, game lives). Suka usaha menyelamatkan Alex. Seru.

Mari lanjut nonton lagi..

Iklan

Film-film 2014 [April-Juni]

Seperti postingan-postingan sebelumnya, saya tidak cerita ulang filmnya disini. Itu hal yang mudah digugling sendiri. Saya hanya menuliskan kesan-kesan saya usai menonton suatu film. Yuk…

53. Mr. Morgan’s Last Love (Selasa 1 April)
Film yang indah tentang cinta dan pengampunan segitiga: seorang tua, anak lelakinya, dan seorang gadis muda. saya suka musiknya dari Hans Zimmer, setting Parisnya, dan Clemence Poesy. ❀

54. Changeling (Selasa 1 April)
Dari kisah nyata yang menyentuh banget. Tentang ibu yang kehilangan anaknya. Hilang secara harfiah, jadi gak ada jenazah tuk ditangisi, direlakan dan dikenang. Saat itu lagi hangat tragedi kecelakaan MAS MH370 yang misterius sampai sekarang. Jadi kerasa banget sedihnya. ❀

55. Young Detective Dee: Rise of the Sea Dragon (Rabu 2 April)
Salah satu genre favorit saya: Fantasi China penuh kungfu. Film panjang yang sinematografinya bagus: penuh warna-warni walo ceritanya ngayal abis. Angelababy jadi karakter utama wanita disini. Masih jelita, tapi sudah tidak menggemaskan kek di Tai Chi Zero/Hero. Mungkin terlalu banyak operasi plastik.

Lea Seydoux & Adele Exarchopoulos - Blue Is the Warmest Color - 1a_3_www.searchcelebrityhd.com_

Khas film Perancis…

56. Blue is the Warmest Colour (Jumat 4 April)
3 hari nih baru kelar. Film Prancis bagus tentang gejolak rasa cinta dan seksualitas seorang remaja putri. Begitu banyak adegan close-up wajah tuk menunjukkan ekspresi. Ini mungkin film bertema lesbian dengan (sejumlah) adegan seks girl-on-girl paling panas yang pernah kutonton. Jadi pastikan kalian juga nonton versi penuh tanpa sensor. ❀

57. Oz the Great and Powerful (Minggu 6 April)
Moodmaker. Cerita negeri dongeng yang penuh warna-warni, seperti dunia khayalan yang jadi nyata. Si gadis porselen kecil itu kiyut dan menggemaskan. Tampangnya kek karakter anime dengan mata yang besar. ❀

58. Memoirs of a Geisha (Senin 7 April)
Saya nyari film ini setelah terpesona Ziyi Zhang di The Grandmaster. Kisah cinta yang menyentuh dalam rentang waktu 20 tahun, dan lebih panjang lagi tentang hidup Sayuri Nitta sendiri. Film ini memberi banyak pencerahan visual tentang Geisha, salah satu warisan budaya yang misterius dari Jepang. Solo violin dan cello di film ini keren. ❀

59. Frozen (2013) (Selasa 8 April)
Kartun yang keren banget tentang kisah cinta kakak adik. Kekuatan es Elsa memang seperti makan Hie Hie no Mi tapi yang paling mengagumkan justru sihir pengubahan ingatan dari Granpa Troll. Adegan Elsa meninju Hans saya ulangi hingga 3 kali! ❀

RED_ILM_1772_R

Mustangs mengawal Flying Fortress

60. Red Tails (Kamis 10 April)
Dramanya payah abis, tapi adegan-adegan pertempuran udara disini level elit. B-17, Me-109, Me-262, P-40, P-51 semua menunjukkan kehebatan dengan detil walo pesawat-pesawat skadron Red Tails terlihat terlalu hebat.

61. Six Sex 2 (Jumat 11 April)
Film Tailand ini cuma menjual seks tapi malah gak artistik sama sekali. Apalagi cuma cewek #1, #2 dan #4 yang berani terlihat telanjang dada. Sisanya ala film esek-esek Indonesia. Tertutup rambut lah, selimut lah, lupa apa lagi…

62. Burn After Reading (Sabtu 12 April)
Film spionase yang lucu tentang kesalahpahaman berantai. Saya suka adegan Brad Pitt dieksekusi mati.

63. 9 Songs (Minggu 13 April)
Didaulat sebagai film mainstream dengan adegan senggama paling eksplisit, selang-seling dengan sembilan lagu keren dalam konser. Harus ada versi Indonesia dari film ini. Diperankan Raline Shah.

64. The Hobbit: The Desolation of Smaug (Senin 14 April)
Masih dipenuhi pemandangan yang indah. Pencegatan di Mirkwood (di sungai) jadi adegan pertempuran paling seru di film ini. Saya agak kecewa dengan usaha membunuh naga yang gagal tapi ya di novelnya juga begitu sih.. ❀

65. The Hunger Games: Catching Fire (Selasa 15 April)
Sempat terkejut ketika format film yang widescreen berubah menjadi IMAX ketika Katniss memasuki arena, dan kembali jadi widescreen saat Katniss dievakuasi. Baru kali ini nemu kek gitu. Battle royale di arena gak lagi dapet porsi terbesar dan terlihat plot pengantar tuk film berikutnya. Katnis Everdeen masih pirang mempesona seperti biasa. ❀

66. To Rome with Love (Kamis 17 April)
4 cerita lucu absurd yang selang-seling dengan latar belakang keindahan kota Roma dan musik-musik tradisional Italia. Karena tiap cerita aslinya pendek jadi alurnya cepat dan tidak bertele-tele. Saya suka plot yang ada Penelope Cruz. Dua orang yang saling mencintai, masing-masing pergi bertukar lendir dengan orang lain sebelum akhirnya mereka bercinta. ❀

67. 47 Ronin (2013) (Minggu 20 April)
Film ini hancur binasa di detik Keanu Reeves yang ketuaan memasuki cerita. Sisanya masturbasi Hollywood. Monster? Penyihir? Tengu? Anak dari ibu petani dan ayah pelaut asing bisa jadi Samurai? Dafuq…

68. To the Wonder (Selasa 22 April)
99% tanpa dialog. Plot meluncur lewat monolog (entah suara hati atau dialog tanpa balasan) dan begitu banyak adegan yang gila banget romantisnya diantara pasangan diiringi musik yang indah. Endingnya memang gak happily ever after, tapi ini memang art movie. ❀

69. Flags of Our Fathers (Jumat 25 April)
Cerita pertempuran Iwo Jima dari sudut pandang AS, juga kehidupan & kegalauan para pengibar bendera sesudah peristiwa itu. Film historis dan keren banget. Salut tuk Ira Hayes. Buat banyak veteran, kehidupan sesudah perang bisa lebih berat dari perang itu sendiri. Kata James Bradley yang bukunya dipake tuk bikin film ini: “They may have fought for the country, but they died for their friends”. ❀

70. Space Pirate Captain Hancock (Jumat 25 April)
Anime Jepang. Sci-fi, eksyen, CG. Keren sih, tapi plot dan twist-nya agak absurd karena ceritanya jadi kek muter ke awal. Jadi gak jelas antagonis dan protagonisnya. Saya belum pernah nonton serialnya sih.

kuribayashi

Menanti serbuan AS di dalam gua…

71. Letters from Iwo Jima (Sabtu 26 April)
Cerita pertempuran Iwo Jima dari sudut pandang Jepang. Patriotik dan tragis, melihat orang membela tanah air sampai mati dengan segala keterbatasan. Ntah mati terbunuh atau dipaksa bunuh diri oleh atasan dan situasi. Jarang ada film Perang Dunia kedua dari perspektif Jepang. ❀

72. The Monkey King (Senin 28 April)
Cerita Sun Wukong mulai asal-usulnya hingga ngamuk di istana langit hingga dihukum Buddha. Keren banget dengan special effect level elit. ❀

73. The Amazing Spiderman 2: Rise of Electro 3D (Rabu 30 April)
XXI, dalam rangka merayakan ulang tahun Ipas. Pertama kali nonton bioskop di kota sendiri. Top banget. Kembali setia ke komiknya pada cerita matinya si cantik Gwen Stacy. Sedih sih. Saya suka konflik Gwen dan Peter ketika Gwen ingin ke Inggris. Electro itu badass banget. Sayang kurang cerdas karena terlalu ambisi. Green Goblin terlihat lebih berkarakter, dan gak sabar melihat kemunculannya di film Sipdey berikutnya. ❀

74. Prisoners (Jumat 2 Mei)
Film panjang yang endingnya menggantung. Mestinya kita bisa lihat akhir tuk Hugh Jackman, mungkin di pengadilan. Apa reaksi dia setelah hampir sepanjang film salah sasaran.

75. Jack the Giant Slayer (Senin 5 Mei)
Film fantasi yang terlalu klise dongeng anak-anak. Mending jadi kartun saja. Apalagi settingnya di Cloister, kerajaan kecil antah berantah. Mustinya settingnya kekaisaran Mongol atau Roma, baru epik tuh kedatangan pasukan raksasa.

76. Blue Jasmine (Selasa 6 Mei)
Drama bagus tentang kejatuhan seorang sosialita. Dari menikahi penggelap duit yang suka selingkuh hingga sendirinya jadi penipu. Akhirnya gila.

77. 300: Rise of an Empire (Rabu 7 Mei)
Fantasi sejarah tentang Pertempuran Salamis yang menentukan sejarah dunia. Eva Green tak lupa pamer buah dada indahnya, berperan sebagai versi fiksi dari Artemisia. Aslinya Artemisia itu ratu kerajaan kecil di Yunani yang pro Persia. Keren banget. Mesti ada film perang Bubat kek gini. ❀

78. The Face Reader (Rabu 7 Mei)
Drama sejarah Korea. Nasib pilu sang tokoh utama berlatar belakang sejarah saat (Pangeran) Sejo dari kerajaan Joseon melancarkan kudeta terhadap keponakannya (Raja) Danjong. Bagus nih film. Saya baru tahu ada ilmu membaca wajah. πŸ˜› ❀

79. Kill Your Darlings (Senin 12 Mei)
Cerita kehidupan kampus para pentolan Beat Generation dari budaya pop AS. Membosankan dan penuh cerita gay. Huek…

80. Enough Said (Selasa 15 Mei)
Drama komedi hidup seorang janda, tentang kacaunya berkencan dan jadi orang tua tunggal. Lucu juga.

81. The Time Traveler’s Wife (Sabtu 17 Mei)
Direkomendasikan Molina Sulaeman. Realistik sekali bahwa orang yang melakukan perjalanan waktu hanya tubuhnya saja, Pakaiannya tidak. Sedih juga melihat Henry harus mencuri pakaian dan lari dikejar orang setiap kali muncul di tempat baru. Ceritanya bagus dan romantis. Pas banget ada Rachel McAdams (lagi) disini. ❀

82. The Bank Job (Minggu 18 Mei)
Film bagus dari kisah nyata perampokan bank di Baker Street London tahun 71, dipenuhi plot konspirasi yang bikin menarik termasuk kasus foto bugil adik Pangeran Charles. Ada Jason Statham dan Saffron Burrows disini, tapi saya masih benci logat British. ❀

83. Secretary (Minggu 18 Mei)
Film cinta aneh antara dua orang aneh, cowok dominator dan cewek masokis. Agak susah dinikmati tapi terbayar lihat Maggie Gyllenhal bugil. Film tahun 2002, mungkin film tertua yang kutonton tahun ini.

84. Police Story 2013 (Rabu 21 Mei)
Film lumayan dari Jackie Chan yang terlihat uzur. Saya suka plotnya baru terbaca di tengah film ketika si penjahat ternyata bermain detektif ala Conan Edogawa. Sayang karakternya Jackie sangat lebay dan banyak flashback gak penting. Tapi berakhir bahagia.

Besarin anak normal aja susah, apalagi...

Besarin anak normal aja susah, apalagi…

85. Wolf Children (Jumat 23 Mei)
Anime yang kalian wajib tonton. Betul-betul owsom. Gambarnya detail & indah, plotnya menyentuh banget, dan saya nyaris nangis dengar lagu penutupnya. Saya suka adegan terakhirnya, ketika Hana hanya duduk sendirian di rumahnya, tersenyum mengingat kedua anak siluman serigalanya yang sudah melanjutkan hidup masing-masing di tempat lain.

86. The Cold Light of Day (Senin 26 Mei)
Film spionase medioker. Agen CIA kotor nyuri dokumen Mossad dan perselisihan keduanya menjepit si tokoh utama. Plotnya terasa bodoh dan saya benci tokoh utama yang menodongkan senjata tapi gak menembak, lalu ujung-ujungnya lari ditembaki.

87. Lone Survivor (Selasa 27 Mei)
Kisah nyata Operation Red Wing dan Operation Red Wing II di Afghanistan. Heroik banget. Mengingatkan pada segala usaha AS tuk menciptakan dunia yang lebih baik dalam perang melawan ekstrimisme. ❀

bookthief_large

Si pencuri buku dan ayah angkatnya..

88. The Book Thief (Selasa 27 Mei)
Film drama bagus banget yang dituturkan dari sudut pandang malaikat maut. Saya suka setting sejarahnya (Jerman era PD 2), musiknya, dan Sophie Nelisse yang cantik abis.

89. I, Frankenstein (Kamis 29 Mei)
Seharusnya film ini judulnya Demons vs Gargoyles dan tidak perlu melibatkan Frankenstein dan monsternya sama sekali. Aneh bahwa konflik brutal mereka tidak terdeteksi manusia sama sekali. Apartemen busuk Terra gak masuk akal, dan mestinya bisa kerahkan tentara tuk menumpas Demons. Cukup semua peluru diukir simbol Gargoyles.

90. Her (Kamis 29 Mei)
Film super bagus tentang kesepian yang bikin gila. Tapi pacaran dengan OS sebenarnya mirip LDR sih, minus beda zona waktu dan Skype tentunya. Saya heran kenapa OSnya gak diinstal ulang saja. ❀

91. Chronicle (Senin 2 Juni)
Film tua, tapi inget Spiderman kemaren: Pecundang yang mendadak superhero lalu lepas kontrol. Dengan sudut gambar keren ala dokumenter, film ini bagus karena melibatkan karakter sehari-hari yang bisa siapa saja. ❀

92. The Monuments Men (Selasa 3 Juni)
Suka film ini karena terinspirasi sejarah PD 2, walopun sudah didramatisir dengan lebay. Aslinya melibatkan banyak sekali orang, bukan cuma selusin. Penghancuran karya seni dan budaya secara masif selalu terulang dalam sejarah, dan menyakitkan lihatnya.

93. Rust and Bone (Rabu 4 Juni)
Drama Perancis keren tentang dua orang yang berusaha bangkit dari keterpurukan hidup masing-masing, yang cewek malah cacat. Saya suka hubungan teman tapi mes.. senggama diantara mereka berdua sebelum betul-betul saling mencintai. ❀

94. Snowpiercer (Kamis 5 Juni)
Film eksyen Korea yang keren banget karena menyisakan sedikit sekali ruang tuk jalan cerita alternatif. Rel kereta keliling dunia itu keren. Saya susah membayangkan bagaimana Yona dan Timmy bisa jadi Adam dan Hawa tanpa taman Eden. Brrr…. ❀

95. Jack Ryan: Shadow Recruit (Sabtu 7 Juni)
Plotnya klasik perang dingin. Agen super dari barat dan pacarnya yang jelita, agen komunis yang disusupkan ke AS, dan segala macam konspirasi. Kalo James Bond dan Ethan Hunt jadi patokan, film ini cuma cukup bagus. Adegan Heli di Afghanistan di pembukaan itu omong kosong. Rasanya gak ada yang pake senapan M-16 dan heli UH-1 di Operation Enduring Freedom deh.

96. Man on a Ledge (Minggu 8 Juni)
Eksyen lumayan. Bagian terbaiknya adalah belahan dada Genesis Rodriguez. Menggoda banget. Saya suka plot -mencari kebenaran-nya, tapi pura-pura mau bunuh diri tuk pengalih perhatian dan merekrut sekutu itu rasanya ide yang bodoh.

97. Labor Day (Selasa 17 Juni)
Film drama melo. Dua orang bermasalah yang jatuh cinta pada pertemuan singkat tapi lalu terpisah bertahun-tahun. Dituturkan dari sudut pandang anak lelaki si wanita yang tumbuh besar dengan mengamati kesepian ibunya dari kecil hingga punya pacar. Penderitaan karena kesepian itu kerasa sekali. ❀

98. The Suspect (Yonguija) (Selasa 18 Juni)
Seperti The Berlin File, ini film spionase Korea yang wajib tonton. Plot & twistnya standar tapi dieksekusi dengan eksyen keren, termasuk kejar-kejaran mobil kelas Hollywood. Item yang jadi rebutan di film ini jadi nilai tambah. Ada adegan-adegan drama juga, dan yang di bagian akhir film menyentuh banget.

99. The Lego Movie (Kamis 19 Juni)
Lucu nih. Mudah ditebak ini film tentang Lego yang bisa gerak dengan dunianya sendiri, jadi ada begitu banyak karakter terkenal yang di-Lego-kan. Film ini semacam menjelaskan hakikat Lego sebagai mainan anak-anak yang bebas diwujudkan jadi apa saja sesuai imajinasi mereka, bukan seperti gambar di kotak kemasannya. ❀

100. 3 Days to Kill (Sabtu 21 Juni)
Eksyen spionase juga. Jagoan yang terlalu heroik dan lagi-lagi menyebabkan keluarga yang retak. Cukup klise. Upaya dia memperbaiki itu bisa dinikmati, tapi keluarga Afrika di flat itu plot lebay. Sayang Amber Heard gak bugil, tapi penampilan singkat dua penari telanjang kabaret Crazy Horse: Fasty Wizz dan Venus Oceane sungguh memikat.

101. The Truth About Emanuel (Minggu 22 Juni)
Thriller yang bagus tentang interaksi dua wanita dengan trauma kehilangan masing-masing. Ini film soal rahasia. Mengungkap rahasia, menjaga rahasia, dan menyelesaikan rahasia. Kaya Scodelario cantik banget disini, dan busananya bagus-bagus. ❀

102. Black Book (Selasa 24 Juni)
Saya bisa paham kenapa film termahal dalam sejarah Belanda ini dinobatkan jadi film terbaik Belanda sepanjang masa (per 2008). Drama dan intriknya bagus banget, terinspirasi dari berbagai kisah nyata di jaman Perang Dunia 2 di Belanda. Menariknya film ini ditutup dengan awal pecahnya Perang Suez 1956. Menunjukkan kalo perang tidak pernah berakhir dari hidup sang tokoh utama yang diperankan Carice van Houten. Dia ternyata yang main di Game of Thrones ya? Blum nonton. πŸ˜›

103. Non-Stop (Sabtu 28 Juni)
Menegangkan, saya terus berusaha menebak-nebak siapa yang membajak pesawat sepanjang setengah film. Tapi alasan para teroris dibalik pembajakan itu rasanya menggelikan. Saya tak suka latar belakang tokoh utama. Bermasalah dan peminum, lalu jadi pahlawan. Rasanya membosankan. Saya suka lihat Michelle Dockery di film ini. Menyegarkan. ❀

e74-vfx-011-sm

Kapan ya punya mainannya…?

104. Transformers: Age of Extinction (Minggu 29 Juni)
Sudah 4 film tapi masih saja film Transformers gak luput dari kekurangan, terutama soal plot dan logika. Tapi kita tahu itu semua hanya latar belakang yang gak begitu penting tuk menampilkan pertempuran robot yang jadi menu utama. Meski begitu kehadiran Cade & Tessa Yeager menggantikan Sam Witwicky sungguh menyegarkan. Penjelasan soal logam Transformium yang bisa berubah jadi apa saja jadi kunci tuk menjelaskan mode perubahan tanpa batas dari robot-robot itu (Optimus Prime saja sudah 3 model mobil) dan kemampuan mereka tuk memperbaiki diri sendiri selama massanya tidak kurang. Ini lebih menarik ketimbang allspark di Transformers sebelumnya yang bisa mengubah benda apapun jadi Transformers. Yang masih membingungkan adalah persenjataan Transformers (terutama Hound di film ini) yang memakai amunisi. Isi dari mana? Logikanya senjata Transformers adalah beam (plasma?). Lihat saja pistol pedang yang dipake Cade. Robot-robot Transformers buatan KSI yang berubah wujud dengan cara pecah jadi kepingan lalu menyatu kembali sangat merusak kaidah Transformers, yang mana penonton sangat menikmati mekanika ketika sebuah kendaraan “mengembang” menjadi robot dan sebaliknya, persis seperti mainannya. Masih banyak isu lain lagi tapi sudahlah, saya terhibur lihat Nicola Peltz dan jadi belajar lagi soal Romeo and Juliet Laws. Film ini juga ditonton di XXI dimana cuma saya yang fokus. Teman-teman tidur nyenyak karena sambil nunggu film maen pada nenggak vodka. :mrgreen: ❀


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2018
M S S R K J S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan