Posts Tagged 'love'

Film-film 2016 (Januari-Juni)

Sudah akhir September ya ternyata, blog sudah karatan dan daftar ini sudah ditagih beberapa teman. Aktivitas nonton tahun 2016 ini berjalan lebih berwarna dibanding dua tahun sebelumnya, salah satunya karena… PC saya rusak lagi akhir April kemarin, lagi-lagi disebabkan karena kesukaan PLN untuk memadamkan listrik. Berbagai usaha sudah dilakukan Atho tuk memperbaiki dengan ilmu dan alat yang ada tetapi selalu gagal. Sejak itu nonton film di rumah juga terpaksa berhenti dan hanya beberapa kali menonton di bioskop. Kemudian saya mulai melancong ke Jawa awal Juni dengan berbagai petualangan, alhasil daftar semester pertama tahun ini hanya setengah dibanding apa yang dicapai tahun lalu, plus ditulis sekarang sesudah pulang dari Jawa.
Kay, cukup ngoceh, mari melihat kembali apa saja yang saya nonton sampai akhir Juni. BTW sebagian besar catatan di sini sudah diarsipkan duluan di social media. Ini jadi kompilasi saja.

1. The Intern
Reset hitungan lagi di tahun baru dengan komedi yang sungguh menghangatkan hati. R. de Niro pas jadi opa sempurna, dan Anne Hathaway tatapan mata dia masih saja bikin meleleh.

2. Entourage
Reviewnya jelek, tapi karena tidak mengikuti serialnya jadi tetap merasa lucu dan seru melihat kisah persahabatan level Hollywood. Banjir cameo pula.

3. Love & Mercy
Biopic Brian Wilson. Jadi baca-baca soal musisi jenius ini dan karir dia, termasuk Beach Boys. Menarik.

4. Inside Out
Ide jenius dengan eksekusi rupawan. Jadi bertanya-tanya, kalau ada 5 personifikasi serupa dalam kepala sendiri, kek apa mereka dalam hidup saya sehari-hari, apa saja memori inti dan pulau-pulau yang saya ciptakan?
Bagus banget.
❤ ❤

5. Aloha
Plot latarnya bagus, bisa jadi film eksyen kalo gak pake lovey-dovey. 2 fokus menarik:
a. Gerakan nasionalisme tribal “Negara Hawaii” dan pemimpinnya Bumpy Kanahele, sangat mengingatkan pada Papua.
b. Plot kontraktor aeronautika swasta super kaya yang bisa mengontrol militer.
Romcom dia sendiri level wajib tonton dengan adanya Rachel McAdams dan Emma Stone, plus bonus Danielle Rose Russell. Cuantikk…

image

Jadi pilot AU pula…

 

6. Sicario
Cerita War on Drugs di AS dan keterlibatan black ops CIA di dalamnya. Ketika kejahatan harus ditumpas dengan cara yang juga jahat. Sangat menarik, terutama pada hubungan antar agensi pemerintah. Senang lihat Emily Blunt lagi.

7. Hotel Transylvania 2
Berasa beda lihat plotnya gak lagi romcom lovey-dovey cinta terlarang Johnny dan Mavis lagi tapi jadi kisah (grand)parenting yang tetap saja sangat kocak. Dennis gak jadi fokus sebaliknya Vlad malah mencuri perhatian.

8. Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull
Belum pernah nonton serius trilogi prekuelnya yang legendaris itu, paling lihat sepotong-sepotong di TV, telat pula nonton Indy 4 ini. Petualangan arkeologi seperti Indy atau Tomb Raider termasuk plot eksyen favorit saya, bahkan ekspedisi serupa oleh Donald Bebek.
:mrgreen:
Indy 4 ini penuh elemen familiar yang menyenangkan, termasuk klimaks aliennya. Jaman alien masih berwujud E.T., belum Transformers.
😆

9. Brotherhood of Blades (Xiu Chun Dao)
Terjebak intrik dan sistem politik kotor sudah cukup mematikan, tetapi tidak jujur dengan sahabat seperjuangan membuat kematian lebih pasti.
Film wuxia yang cukup bagus plotnya dan eksyennya.

10. The Last Witch Hunter
Hidup abadi, lalu melanjutkan permusuhan abad silam ke jaman modern. Plot fantasi yang formulaik dengan sejumlah aksi sihir yang cukup menarik. Wibawa Vin Diesel + pesona Leslie Rose lumayanlah.
Menyarankan Dolan mengganti buku dengan iPad tapi sendiri mempertahankan pedang. Halah..

11. Bridge of Spies
Sebagai penyuka aviasi militer, sejak kecil sudah akrab dengan insiden Francis G. Powers terutama tentang U-2 dan SA-2, tapi masih banyak hal lain berkaitan dengan misi pengintaian gagal itu yang belum saya dalami, termasuk akhir kisah sang pilot. Drama sejarah ini membahas dengan baik bagian itu dari sudut pandang James Donovan. Bagus.

12. Atonement
Beban hati sebab menghilangkan “hidup” orang lain, terbawa tua; kemarahan dan dendam korban yang sungguh terasa, terbawa mati muda. Tragedi menarik yang familiar.

13. The Hundred-Foot Journey
Dramedy menarik + food porn India + Prancis. Menyenangkan nontonnya, romantis akhirnya. Itu Charlotte Le Bon cuantiknyaaaa…

14. Spectre
Bertemu tema pengawasan global lagi, tapi semua yang bisa diharapkan dari film James Bond komplit di sini. Sayang tante Monica muncul bentar banget.
Jaguar yang ngejar Aston Martin si Bond itu keren..

15. Spotlight
Cerita warbyasak kisah nyata kekuatan jurnalisme membongkar kejahatan. Pengingat penting bagi ribuan korban pelecehan seksual para rohaniawan Katholik.
❤ ❤

16. Some Kind of Beautiful
Senang lihat si cantik Jessica Alba lagi, tapi gak suka lihat karakterisasi peran dia sebagai istri yang ninggalin suami demi cowok seumuran. Di luar itu, ini romcom biasa saja.

17. The Treacherous (Gansin)
Dramatisasi pemerintahan raja Yeonsan, diktator terburuk era monarki Korea. Brutal namun erotis, penuh kegilaan, intrik, darah dan payudara.
Menarik sejarahnya, penceritaannya dan visualisasinya.

image

Strip for the king..

 

18. The Magic of Belle Isle
Cerita pertetanggaan yang sederhana tapi menarik dan hangat. Menginspirasi tuk pindah rumah ke sebelah janda cantik.

19. Fantastic Four (2015)
Begitu Sue Storm muncul langsung lesu, kebanting abis sama Jessica Alba dari adaptasi sebelumnya. Plotnya cukup bagus dan realistis, tapi karakternya, dramanya dan eksyennya hancur. Cuma kerasa film pahlawan super di beberapa menit akhir.
👿

20. Everest
Peringatan akan bencana Everest 1996. Semua gunung bisa didaki, tapi tidak setiap orang harus mendaki hingga puncak tertinggi, bahkan sekalipun sudah di depan mata.

21. Love, Rosie
Kenangan bersama yang terlalu banyak + selalu ada untukmu = Teman Tapi Mesra (Make love pula). Malu bercinta, sesat di hubungan. Romcom bagus dan lucu. Banyak subplot familiar, tapi banyak kebetulan juga. Lagu-lagunya asyik-asyik.
❤ ❤

22. Dragon Ball Z: Resurrection “F”
Gak pernah nonton film-film DBZ tahu-tahu dah seri 15. Kebingungan lihat karakter-karakter Whis dan Beerus dari Battle of Gods. Freeza bangkit lagi, dan selanjutnya formulaik. Asyik buat fans.

23. Barely Lethal
Komedi eksyen murahan yang nanggung lucu dan nanggung seru, apalagi karena sudah pernah nonton serial Kill Me Baby untuk tema yang sama. Lumayanlah lihat Jessica Alba lewat-lewat.

24. The 33
Kisah nyata heroisme saat bencana tambang di Chili. Masih ingat 2010 silam cuma bisa ngikuti kasus ini di media. Entah mengapa di film tidak ada 6 petugas SAR yang turun ke tambang. Bagus dari sisi biografi.

25. Ichi
Goze (pemusik buta) cantik yang berkelana mencari sang master Zatoichi. Film Chanbara bagus, terutama pada karakter sidekick si swordman traumatik. Lagu penutupnya (SunMin – Will) syahdu.

26. 45 Years
Drama bagus tentang hantu kenangan. Ketika cinta terasa meragukan karena hubungan bertahun-tahun ternyata hanya pelarian.

27. Still Alice
Drama sedih melihat proses kepikunan menggerogoti memori. Menurun ke anak pula. Senang lihat Kristen Stewart dan Kate Bosworth di sini. Bagus.

28. Ted 2
Si beruang cabul kembali lagi mengocok perut, sayang gak dapat versi unrated. Humornya masih khas Seth McFarlane. Cocok dengan telingaku.
Karakter dari Mila Kunis terpaksa ditipex tapi ganti dia ada Amanda Seyfried idolaku. Norah Jones nyumbang lagu keren di akhir film, lalu abis itu saya gak paham Liam Neeson kenapa.
😆

29. The Family
Komedi mafia seru dan lucu. Banyak masalah memang bisa lebih efektif dan efisien diselesaikan dengan cara kekerasan, dan hasrat untuk itu sering muncul dalam hati, terwakili sangat baik oleh kisah film ini.

30. Memento
Salah satu film terbaik pada eranya. Penceritaannya lebih rumit dari ceritanya sendiri. Tema anterograde amnesia ini ngeri, opsi memilih khayalan yang ingin dipercayai sebagai kebenaran.

31. The Fall
Drama fantasi bagus. Terasa seperti penghormatan untuk para stuntman era film bisu. Suka pemandangan di berbagai settingnya, terutama bangunan-bangunan bersejarah India.

32. No Tears For The Dead
Eksyen Thriller khas Korea bertema rasa bersalah dan rindu ibu-anak. Bagus, seru dan konflik batinnya kerasa. Lagu penutupnya bagus. Entah apa..
🙄

33. Child 44
Investigasi pembunuhan berantai yang ketimpa suramnya setting Sovyet pasca Holodomor dan PD 2, plus suramnya rezim komunis. Tom Hardy keren, tapi film ini berlalu begitu saja.

34. Star Trek
Senang nonton ini, bagus, akhirnya mengerti awal mula reboot ini dan hubungannya dengan linimasa film-film terdahulu. Soalnya sudah nonton sekuel film ini duluan.

35. A Brilliant Young Mind
(Autisme + matematika) + cinta. Terinspirasi kisah nyata. Lebih mudah memahami film ini dari sudut interaksi karakter yang menderita sindrom Asperger daripada mengikuti linear ceritanya. Bagus.

36. Millenium Actress (Sennen joyu)
Nonton ini sekalian disambung The Making of Millenium Actress. Ngimpi nonton ini sejak baca ulasannya di Animonster 2003 atau 2004 silam. Kisah cinta abadi dalam penceritaan yang bagus banget, mengaburkan kenyataan, memori dan akting. ❤

37. The Revenant
Jadi baca ringkasan sejarah hidup Hugh Glass untuk lebih memahami film ini, juga hubungan dia dengan John Fitzgerald dan Jim Bridger. Walaupun sudah didramatisir hingga melenceng dari kisah nyatanya, film ini tetap terasa dingin dan monoton.

38. 20th Century Boys: Beginning of the End
Sudah beberapa tahun berlalu sejak khatam komik legendaris ini, harus mengingat-ingat lagi plot dan karakternya yang lumayan banyak. Asyik tuk nostalgia karena setia pada cerita dan casting-nya sungguh pas, terlebih lagi ada musiknya. Efek khusus terasa garing dan klimaks Kenji di dalam robot terlihat gelap banget di filmku tapi tidak mengapa.

39. 20th Century Boys 2: The Last Hope
Ceritanya jadi kolosal dan futuristik, makin linear dan apokaliptik. Senang lihat Kanna remaja dan Kyoko. Akhirnya ngerti gimana lagu “gutarara.. sudarara..” dinyanyikan.

40. Avatar (Extended Version)
Akhirnya kesampaian juga nonton film berpemasukan tertinggi ini. Semua-semua di film ini bagus, tapi terutama saya suka topografinya, keanekaragaman hayati dan model-model pesawatnya. Tema imperialismenya juga sangat kerasa, mengingatkan pada Freeport dan Papua.
❤ ❤

41. 20th Century Boys 3: Redemption
Malah sering bengong karena banyak bagian penting dari komiknya yang gak masuk film, belum lagi klimaks ‘kiamat’nya yang kurang epik. Usai nonton dan baca-baca baru paham kalau plotnya memang agak beda dari komiknya sehingga hasil akhirnya juga berbeda. Sayang banget.
😦

42. Pendekar Tongkat Emas
Dunia persilatan di sini terlihat sangat sempit, hanya sejumlah kampung kecil. Saking sempitnya hingga para pendekar seilmu saling kawin. Eniwei bagus.

43. Tomorrowland
Seperti biasa saya suka setting futuristik yang inovatif di Tomorrowland, terutama kolam renang bertingkat. Roket di Eiffel juga keren. Plotnnya antiklimaks, lihat Casey Newton hanya “gitu doang?”. Kurang epik. BTW Raffey Cassidy cantik.

44. 1911
Drama sejarah revolusi China yang menggulingkan dinasti Qing. Menarik, heroik, mencerahkan, dan lebih saya apresiasi ketimbang “generally negative/unfavorable reviews” di Wikipedia.

45. The Peanuts Movie
Film Charlie Brown dkk pertama yang kutonton. Senang lihat Peanuts geng ini beranimasi, 3D pula. Nostalgik karena familiar dengan komiknya. Snoopy lucu banget. Menggemaskan.

46. Pan
Kisah alternatif Peter Pan. Menarik juga, seru dan visualnya hebat, tapi terasa kehilangan beberapa elemen familiar seperti Wendy dan Tink.

47. Carol
Drama menarik soal hubungan terlarang. Kerasa banget situasi yang terbangun antar karakter. Saya suka setting 50an di sini. Mobil-mobil klasik dan piringan hitam. Berturut-turut nonton Rooney Mara nih.

48. Our Times
Kombinasi sempurna nostalgia, komedi dan dongeng romansa. Lin Truly muda ekspresi wajah dia komik sekali. Terhibur banget dan sangat kilas balik nonton ini.

image

Untung semasa sekolah gak pernah ikutan tren blateng…

 

49. Room
Memandang dan mempelajari dunia dari mata anak 5 tahun. Sangat menarik melihat interaksi Jack dengan ibu dia dan sekitar dia. Drama sangat bagus.

50. Anna Karenina (2012)
Saya suka gadis-gadisnya, setting ala panggung teater, kostum mewah, pesta dansa dan tema sosial imperial Russia. Musiknya juga asyik. Ceritanya sendiri dah klasik sih.

51. Monster Hunt
Lumayan seru walau gak seepik yang kuharapkan. Film keluarga makanya kurang sadis. Suka lihat Bai Baihe di sini, dan ada Tang Wei juga.

52. Love
Drama erotis tragis. Menggambarkan banyak hal yang (saat itu) ingin kulakukan dalam relationship plus hal-hal yang perlu kuhindari, misalnya drugs dan menghamili partner threesome.

53. Tazza: The High Rollers
Film judi keren. Lengkap dengan hutang segunung dan taruhan tinggi. Jadi tahu judi hwatu Korea walau tetep bingung cara mainnya. Kim HyeSoo sex appeal dia besar banget di sini.
BTW ini film terakhir sebelum PC dirusak PLN.
😥

54. Ada Apa Dengan Cinta 2
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Alya dibunuh penulis cerita. Fuck. Rangga dan Cinta pernah pacaran selama jeda, bertemu kembali penuh kangen setelah sekian tahun kok masih drama duluan? Langsung ngamar dong. Lampiaskan dulu rindu dendam dan birahi selama ini, biar lepas semua rasa, abis itu komunikasi kan bisa enak, gak perlu muter-muter keliling Jogja dan Jateng dengan rute yang bisa jauh banget antar lokasi. Mo ciuman aja masa harus cinta yang nyuri duluan. Di luar itu, usaha menghidupkan kembali legenda Rangga dan Cinta ini cukup bagus sih, termasuk dialog soal pilpres yang jadi favorit saya. Saya suka karakter Cinta yang mau ninggalin tunangan demi mencoba lagi Rangga. Menurutku penggunaan karakter AADC dalam iklan Line sebelum ini agak merusak jalan cerita.  ❤

55. Captain America: Civil War
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Masih agak kaget melihat (lagi-lagi) reboot Spiderman di sini, tapi dia memang jago. Andai saja Sipdey sudah ada sejak Avengers pertama. Dengan karakter-karakter yang sebagian besar sudah familiar, plot jadi cepat berjalan menuju konflik. Pertempuran kedua kubu berjalan seru, kadang lucu, imbang dan juga konstan sampai akhir dengan motif yang kuat. Saya suka karakter Cap yang setia kawan. Film ini bagus. Lebih bagus daripada Avengers 2 dalam hal himpunan jagoan, konflik dan logika.
❤ ❤

56. X-Men: Apocalypse
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Mengecewakan, tidak seperti pendahulunya yang plotnya mindblowing. Magneto lagi-lagi harus menjadi penggerak cerita, menenggelamkan Apocalypse yang jauh dari terlihat sakti dan menakutkan. Sekali lagi kisah X-Men adalah Xavier versus Magneto. Karakter-karakter lain di The Four Horsemen sah cuma figuran. Gak sekuat yang kuharap, pertarungan mereka pun gak seru. Belum lagi kemunculan Angel dan Nightcrawler yang bertabrakan kisahnya dengan kemunculan mereka di X-Men terdahulu. Makin membuat bingung. Dengan Kairo yang mendadak dikuasai mutan jahat, mestinya kota itu sudah dibom nuklir duluan oleh Israel sebelum tim Xavier tiba.
:mrgreen:

57. Warcraft
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Film pedang dan sihir yang seru, kolosal dan menjanjikan. Ras Orc jadi terlihat manusiawi di sini.

58. Deadpool
Harus pergi jauh dari rumah ke Salatiga tuk bisa nonton ini dengan laptop pinjaman dari mbak Neny. Lagi-lagi reboot. Deadpool muncul lagi setelah X-Men Origins: Wolverine dengan wajah yang sama tetapi cerita yang berbeda. Meh. Di luar itu ini film yang sangat seru, lucu dan brutal walau plotnya standar. Senang lihat Colossus lagi. Lebih besar dari versi terdahulu. Sangat menghibur.

59. SPL II: A Time for Consequences (Kill Zone 2 )
Film baku pukul tradisional yang seru banget. Plotnya juga menarik. Saya suka aplikasi global translator dan penggunaan emoticons sbagai jembatan komunikasi Thai-Canton.

image

Tony Jaa, Wu Jing & Max Zhang memang hebat bakupukulnya..

 

60. Cloudy with a Chance of Meatballs 2
Sekuel yang bagus tuk cerita mesin makanan jenius itu. Saya suka bentuk-bentuk hewan dari makanan di Swallow Falls.

61. Tazza: The Hidden Card
Seru seperti pendahulunya tetapi masih juga saya gak paham model judinya gimana orang-orang Korea ini. Penuh intrik, teruhan dan pengkhianatan dengan bumbu asmara. Shun SeKyung cantik banget, sementara TOP sangat keren.

62. Rayuan Pulau Palsu
Nonbar + diskusi di markas LSM apalah di pojok Salatiga. Dokumenter propaganda anti reklamasi Jakarta (terutama pulau G) demi kepentingan nelayan di kampung di Muara Angke. Jelek. Reklamasi di seluruh Indonesia disamaratakan jahat semua. Yang di Jakarta cuma dilihat dari kepentingan nelayan dan kapitalisme pengembang, gak ada dari konsep pembangunan Jakarta. Bahkan penggusuran kampung pun sepaket dalam cerita, tanpa membahas status tanah atau pembangunan peninggian tanggul penahan banjir.
👿

63. Star Wars VII: The Force Awakens
Sangat retro dan melodramatik, tapi sungguh-sungguh sekuel yang ditunggu setelah 30an tahun. Finn dan Rey sungguh karakter-karakter menarik, sementara BB-8 didesain sangat keren. Masih nggak paham mengapa Starkiller Base bisa dihancurkan segampang itu tapi yawdalah.
😛 ❤

64. Mojin – The Lost Legend
Plot arkeologi petualangan favorit dari salah satu adaptasi Ghost Blows Out the Light. Senang lihat kuburan kuno penuh jebakan dan mantra gini, seru. Sayang terlalu banyak drama dalam kuburan dan klimaks dengan Dang Sitian kurang berkesan.

65. Hitman: Agent 47
Lumayan seru tapi mestinya bisa jadi lebih bagus kalau eksyennya lebih masuh akal. Masa segitunya tembakan musuh meleset mulu?
Saya suka adegan di bengkel pesawat. Sayang Angelababy muncul sedikit sekali.
🙄

66. The Interpreter
Thriller politik yang menyindir Zimbabwe dan presidennya Robert Mugabe. Sudah bertahun-tahun pengen nonton ini, kesampaian juga lihat cantiknya Nicole Kidman di sini. Bagus. Film terakhir yang kutonton dengan laptop pinjaman. Terakhir juga di bulan Juni.

 

Segitu setengah tahun ini. Mestinya diposting awal Juli ya, tapi banyak bepergian, kerjaan, dan benwit melimpah di Salatiga malah bikin males ngeblog. 😆
Sampai ketemu lagi, dan jangan lupa selalu mencatat film-film yang kalian tonton yaa. 🙂

Iklan

Film-film 2014 (Oktober-Desember)

Selamat tahun baru 2015! Ini edisi terakhir dari daftar film-film yang kutonton tahun kemarin. Sudah ditagih kawan-kawan juga, tapi saya sungguh kesulitan sinyal padahal sudah bayar mahal ke Telkomshit. Sudahlah, mari kita lanjutkan tuk triwulan keempat 2014.

—. The Amazing Spiderman 2 (Rabu 8 Oktober)
Nonton ulang, jadi tanpa urutan saja. Kemarin di bioskop, kali ini donlotan. Kemarin 3D, sekarang 2D, jadi bisa nangkap lebih banyak detail. Sama saja, saya sedih Gwen Stacy tewas. 🙂

148. Due West: Our Sex Journey (Kamis 9 Oktober)
Komedi sex Hongkong. Beberapa sahabat yang pergi ke China daratan tuk wisata seks. Lucu dan menghibur sekali. Penuh dengan pameran buah dada. Dua yang paling berkesan ditampilkan oleh Mo Qi Wen dan Daniella Wang. Yang terakhir ini adegannya dah level film softcore. Ukuran dia 32F eh. Damn… :mrgreen:

149. The Internship (Jumat 10 Oktober)
Komedi lucu. Seperti iklan Google dengan segala keajaiban markasnya. Saya ada kesan tambahan karena seseorang pernah berkata dia berhenti nonton film ini setelah 10 menit setelah dirasa membosankan, padahal ternyata lumayan menghibur. 😀

150. Bad Country (Sabtu 11 Oktober)
Seperti film kelas B. Gak jelas penjahatnya hebat dimana. Gak jelas sidekick-nya hebat apanya. Pokoknya nanti ada balas dendam. Etapi lagu penutupnya keren ini.

151. The Railway Man (Minggu 12 Oktober)
Drama yang bagus sekali. Dari kisah nyata tentang perang dunia kedua, trauma siksaan Jepang, pengampunan, dan kedamaian hati. Nicole Kidman tampil mempesona disini. ❤

152. Lost in Translation (Kamis 14 Oktober)
Dilema antara kesepian dan godaan selingkuh di negara asing. Cerita yang bagus di hari ulang tahun. ❤ 😀

153. Best Man Down (Jumat 17 Oktober)
Dramedi bagus. Mempelajari nilai hidup seorang manusia sesudah dia meninggal, meninggalkan hanya satu teman dan satu saja pacar. ❤

154. Dallas Buyers Club (Sabtu 18 Oktober)
Gak nyangka ini kisah nyata. Film sungguh hebat tuk mengenang kawan-kawan yang sudah meninggal karena AIDS. ❤

155. One Piece Special: Glorious Island (Senin 20 Oktober)
Anime pendek. Cuma buat penggemar Wanpisu.

156. Love Letter (Senin 20 Oktober)
Film terbaik yang kutonton 2014 kurasa. Bagus buanget. Cerita seorang gadis muvon dari pacarnya yang telat meninggal melalui upayanya mempelajari cinta sejati pria yang dicintainya. Direkomendasikan. ❤

157. Only Lovers Left Alive (Kamis 23 Oktober)
Film vampir yang gak biasa. Gak horror, gak eksyen, gak cinta terlarang. Cuma drama melewati malam dan bertahan hidup.

158. Instruction not Included (Jumat 24 Oktober)
Drama komedi luar biasa tentang gigolo Meksiko dan anak perempuannya yang bertahan hidup di AS. Cerita kasih sayang yang sangat menyentuh. Film Meksiko yang sangat saya rekomendasikan. ❤

159. A Long Way Down (Sabtu 25 Oktober)
4 orang yang akan bunuh diri bertemu di bakal TKP yang sama, dan perubahan di hidup mereka sesudahnya. Lumayan menarik.

160. Crazy, Stupid, Love (Senin 27 Oktober)
Aslinya cuma pengen nonton si cantik Emma Stone, ternyata romcom ini jauh lebih lucu dan menghibur dari yang kuduga. Inspiratif juga tuk nikah muda… andai saya masih semuda itu. :mrgreen:

161. Edge of Tomorrow (Selasa 28 Oktober)
Plotnya jenius dan menakjubkan. Eksyen ala video game: live, die, repeat. Emily Blunt yang mempesona dan Tom Cruise yang… seumur itu cuma jadi Mayor? :mrgreen: Endingnya gak sebrutal versi light novel (All You Need is Kill) tapi tetap saja saya suka banget. Kalo ada titik awal tuk mereset hidup sendiri enaknya pas kapan ya? ❤

162. Runner Runner (Selasa 28 Oktober)
Thriller bertema judi kasino. Plot wakil boss kudeta boss. Boss penjahat.

163. The Rover (Rabu 29 Oktober)
Perburuan mobil yang dicuri. Lebih dari selusin orang tewas sepanjang mobil itu dikejar pemiliknya. Sulit sekali ngerti logat Ostrali dan settingnya bikin frustrasi.

164. Warm Bodies (Kamis 30 Oktober)
Film zombie yang romantis dari sudut pandang si zombie. Ada harapan juga bahwa zombiefikasi itu bisa disembuhkan. Suka lihat Teresa Palmer disini. Cantik. ❤

165. Begin Again (Sabtu 1 November)
Musikal yang menghibur dengan lagu-lagu keren yang dinyanyikan Keira Knightley. Tidak terlalu lovey dovey dan idenya bagus soal musik online. ❤

166. Twice Born (Senin 3 November)
Melodrama panjang yang mengkompilasi banyak tragedi dari perceraian, kemandulan, perang, kejahatan perang, hingga kematian dalam kehidupan seorang wanita Italia. Penelope Cruz menambahkan payudaranya ke bobot film ini.

167. The Art of the Steal (Rabu 5 November)
Pencurian tingkat tinggi dan tipu daya yang melingkupi. Gaya Ocean Eleven dengan selera komedi yang lucu. Saya suka. ❤

168. The Bucket List (Jumat 7 November)
Drama yang menginspirasi tentang pemenuhan hasrat hidup. Pelajaran: kalau tidak bisa kaya usahakanlah punya teman yang kaya, supaya impian-impian bisa tercapai. 😉

169. Beasts of the Southern Wild (Sabtu 8 November)
Cuma cerita tentang kehidupan seorang gadis kecil yang amat sangat miskin dan ayahnya. Hidup penuh kegilaan dan fantasi. Keknya saya ngerti kenapa film ini dapet 4 nominasi Oscar walaupun absurd.

170. The Intimate (Aein) (Senin 10 November)
Kisah selingkuh yang romantis, dengan “restu” sang pacar. Saya suka karakter ceweknya yang bersikeras bahwa selingkuh harus dipertahankan pada aspek seksual sesaat untuk menjaganya tetap menyenangkan diingat, karena kalo berkembang menjadi kencan maka mereka akan menemukan kekurangan masing-masing dan tidak jadi manis lagi. Di akhir film dia tetap menikah dengan pacar lamanya dan tak ada kabar dari si cowok protagonis. Mungkin patah hati ntah dimana. Sung HyunAh cantik sekali. ❤

171. Rage/Tokarev (Senin 10 November)
Kecuali ada Rachel Nichols dan Audrey Peeples yang cantik-cantik disini, saya tak terhibur dengan plot tragisnya. CSI mana CSI?

172. God’s Pocket (Selasa 11 November)
Drama menarik keluarga kelas pekerja seputar plot kematian anak mereka. Plotnya bikin melongo, terutama bagian selingkuh. Bagus. ❤

173. Love for Beginners (Jumat 14 November)
Kisah cinta remaja SMA yang keren banget dengan ending yang tepat: seks. Bukan selamat tinggal dramatis di bandara. Lagunya bagus-bagus, gadisnya cantik-cantik. ❤

174. The Other Woman (Jumat 14 November)
Lucu abis. Perserikatan wanita-wanita korban selingkuh pria yang sama. Lebih bagus dari yang kuharap. Kate Upton is fuckin’ hot. ❤

175. Better Living Through Chemistry (Senin 17 November)
Drama komedi tentang selingkuh yang menyenangkan, gila lalu kemudian berbahaya. Menarik.

176. The Tree of Life (Selasa 18 November)
Drama yang amat sangat berat tentang arti hidup dan usaha tuk memahami rencana Tuhan di dalamnya Visualisasi film ini tentang semesta sungguh menakjubkan.

177. Tom Yum Goong 2 (Kamis 20 November)
Tipikal film eksyen favorit yang penuh perkelahian menarik. Saya suka adegan kejar-kejaran dengan motor metik. Orisinil banget. ❤

178. The Four 3: Final Battle (Jumat 21 November)
Akhir trilogi yang penuh emosi tuk Si Tanpa Emosi. Tapi diluar itu plot berjalan seperti yang diharapkan dari cerita fantasi sejarah China. Penuh adu jurus dan tenaga dalam. ❤

179. The Wolf of Wall Street (Jumat 28 November)
Dramatisasi biografi seorang makelar saham Wall Street. Dari kisah nyata dan dituturkan secara lucu dan sangat epik sehingga tak terkesan sebagai kejahatan besar. 3 jam yang penuh pesta. ❤

180. Godzilla (2014) (Sabtu 29 November)
Keren ini. Struktur ceritanya terasa seperti Transformers tapi dengan fokus yang lebih seimbang antara manusia dengan monsternya. Betul-betul terasa sebagai bencana alam yang hidup. ❤

181. Lucy (Senin 1 Desember)
Sci-fi eksyen yang sangat menarik. Proses percepatan evolusi sampai pada level tuhan, lalu seperti menjadi loop melalui sentuhan-Adam Lucy ke Lucy prasejarah. Gak masuk akal memang, tapi keren. ❤

182. And While We Were Here (Sabtu 1 Desember)
Broken love + Forbidden affair = lose lose solution. Rasanya depresi nonton film ini, tidak terhibur juga dengan pemandangan Naples.

183. Enemy (2013) (Selasa 2 Desember)
Thriller yang tegang abis. Ketemu orang yang sama persis fisiknya dengan kita, bahkan suara juga identik, beda nama doang. Sayang versi filmnya berat dengan simbolisasi tidak seperti novelnya yang lebih jernih akhirnya. Sarah Gadon hot disini.

184. Kite (2014) (Rabu 3 Desember)
Versi Hollywood ini adalah hujatan dan penghinaan untuk anime aslinya yang legendaris itu. Hasilnya tentu saja sangat mengecewakan. Sangat mengecewakan. 👿

185. The Divine Move (Jumat 5 Desember)
Plotnya balas dendam generik, tapi menarik dengan tema baduk. Penuh eksyen berdarah-darah. Seru banget, dan Lee Siyoung melengkapi pesona film ini bahkan tanpa banyak peranan. ❤

186. Teenage Mutant Ninja Turtles (2014) (Sabtu 6 Desember)
Kura-kura ninja hidup lagi. Rasanya ada kekurangan pada plot dan pace cerita tapi saya suka karakterisasi, pertarungan dan eksyen terutama pas kejar-kejaran mobil. Menghibur dan Cowabunga! ❤

187. Automata (Minggu 7 Desember)
Idenya bagus soal kaum robot yang kecerdasannya berevolusi lalu berontak, tapi tidak dengan kekerasan. Sayang separuh jalan ceritanya jadi hilang arah dan gak jelas lagi.

188. Forgetting the Girl (Senin 8 Desember)
Psikodrama kasus pembunuhan oleh psikopat. Banyak gadis cantik disini. Yang paling menonjol Elizabeth Rice. Filmnya sendiri biasa saja sih.

189. Top Dog (Kamis 11 Desember)
Kenyataan pahit ketika ingin bermain pahlawan melawan penjahat tapi gak punya kekuatan yang cukup. Ada Rhian Sudgen dan payudara indahnya disini.

190. Making the Rules (Jumat 12 Desember)
Di Indonesia ini cuma FTV, baik durasi maupun plotnya. Jangan didonlot.

191. So Undercover (Sabtu 13 Desember)
Cuma film anak-anak dibintangi Miley Cyrus. Ditonton cuma karena lagi males mikir.

192. Blended (Sabtu 13 Desember)
Romcom dengan plot generik tapi saya terhibur sekali. Bella Thorne memikat walo tak berlekuk. ❤

193. The Nut Job (Minggu 14 Desember)
Kartun Korsel yang ceritanya agak njelimet dengan plot khianat kanan kiri tapi lucu juga. Ada Gangnam Style jadi ending song dan saya ngakak-ngakak liat credit title-nya.

194. Su ve Ates (Water and Fire) (Senin 15 Desember)
Drama cinta tragedi dari Turki yang bagus luar biasa. Mellow nontonnya sampai akhir. Yasemin Allen cantiknya nyihir banget… ❤

195. Mom’s Night Out (Selasa 16 Desember)
Komedi lucu tentang ibu-ibu yang pengen nongkrong bareng tanpa suami dan anak-anak.

196. The Stroller Strategy (Kamis 18 Desember)
Romcom Perancis. Agak merepotkan nontonnya karena masalah subtitle. Biasa saja, cuma suka liat Charlotte Le Bon.

197. Captain Phillips (Minggu 21 Desember)
Kisah nyata yang dramatis. Bagian menariknya adalah melihat SEAL Team 6 beroperasi. Kecepatan penggelaran pasukan dan adanya armada yang dekat jadi kunci sukses operasi ini. ❤

198. Saint Seiya: Legend of Sanctuary (Senin 22 Desember)
Senang sekali dan nostalgik nonton film ini walo pertarungannya lebih sedikit dari yang kuharapkan dan plotnya bahkan gak memberi kesempatan tuk Dohko muncul. ❤

199. The Sound of Music (Selasa 23 Desember)
Film musikal klasik yang akhirnya ditonton juga setelah bertahun-tahun hanya dengar legendanya. Ternyata diangkat dari karakter dan kisah nyata. Film tertua yang kutonton di 2014 (1965).

200. Scoop (Rabu 24 Desember)
Direkomendasikan mbak Sabai. Cuma pengen lihat Scarlett Johansson sebenarnya, tapi malah Woody Allen yang jadi pelawak disini.

201. Love’s Whirlpool (Sabtu 27 Desember)

Website_large_whirl2

Para peserta pesta seks.

8 orang asing yang berkumpul untuk pesta tukar lendir terorganisir. Apa saja yang bisa terjadi? Menarik sekali melihat segala konflik dan kepentingan (dan seks) yang muncul dalam situasi semalamanan itu. ❤

202. The Equalizer (Sabtu 27 Desember)
Adaptasi dari serial TV top 80an. Kewl banget jadinya. Superhero berlatar belakang Green Berets/CIA. Kali ini diadu dengan ex Spetnatz. Musti sering-sering dibuat sekuelnya nih. ❤

203. The Maze Runner (Senin 29 Desember)
Tema standar masa depan suram, tapi dengan plot yang sangat menarik tuk bertahan hidup dan memecahkan misteri. Kalo merujuk novelnya sekuel-sekuelnya akan lebih seru melawan WICKED. World In Catastrophe: Killzone Experiment Department. Singkatan yang menarik. Ketemu lagi dengan Kaya Scodelario disini. ❤

204. Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno (Senin 29 Desember)
Dibanding film pertama yang memindahkan Gein dan Inui ke plot Kanryuu, film ini lebih setia pada garis besar plot aslinya. Sojiro Seta yang paling mengesankan visualisasinya. Puaaaaas banget nontonnya. ❤

Nah, kalau tidak salah hitung maka 204 judul film total selama tahun 2014. Plus serial anime Suisei no Gargantia di triwulan terakhir. Jauh lebih banyak daripada tahun 2013 (137 film) dan masih lebih banyak juga dari teman-teman blogger sesirkel yang lain. *angkat piala* :mrgreen:
Lagi-lagi makasih buat Athoe yang dah mendonlot sebagian besar film-film itu, juga Annie yang setia menyumbang anime. Mari kita reset hitungan mulai dari nol lagi. 🙂

My slow rock files [5] True Love?

Sekitar seminggu yang lalu, seorang teman karib mendadak meminta opini saya tentang sesuatu (via Y!M). Rupanya dia lagi kesal melihat status FB seorang kawan SMP kami dulu (yang tentu saja tidak ada di FB saya 😛 )

*Dengan editan dan penyesuaian ke bahasa Indonesia yang umum*

***

ipas: kamu setuju nggak kalo cinta sejati itu harus berkorban demi kau membahagiakan orang laen, walau kau tersakiti sendiri?

saya: tidak
saya: cinta yang betul itu dua arah
saya: memberi dan menerima

ipas: maksudnya?

saya: kamu mo bilang kalo “saya bahagia lihat dia bahagia (jalan dengan orang lain)” gitu?

ipas: yo!

saya: saya anggap itu sebagai “menerima kenyataan”, tapi bukan “cinta sejati”
saya: terlalu bullshit
saya: “dia jalan dengan orang lain” itu sesuatu yang kita gak bisa rubah. Mau rela atau gak rela sama saja

ipas: nah, saya sependapat
ipas: apa artinya kita berkorban tapi ujung-ujungnya malahan buat kta tersiksa seumur hidup
ipas: malas yah yg kayak gitu

saya: bikin susah diri 😆

ipas: nah itu dia yg namanya cinta yg menyusahkan diri sendiri, (rofl)
ipas: abisnya saya kesel banget ni temen, selalu tulis cinta sejati mulu apalagi ada berkorbannya lagi
ipas: makanya saya hajar2 dia dulu

***

Feh, lagi-lagi begini, dihanguskan cinta trus buat justifikasi aneh-aneh, dan lagi-lagi orang yang dikenal pula. Cuma kalo yang waktu itu ngelesnya: cinta tak harus memiliki; yang kali ini pembelaannya berbunyi: cinta sejati harus berkorban. Puih, gimana sih? Berkorban itu ada yang didapetin, kalo hangus gini namanya jadi korban! 😆
Masih tetep punya perasaan tu wajar, apalagi bagi pihak yang ditinggal, makanya kalo liat dia senang, rasanya ikut senang juga. Tapi itu ilusi saja, sebenarnya sedih banget, jadi gak usah mengklaim kredit dengan bilang berkorban, apalagi bawa-bawa cinta sejati. So? Just Shut the Fuck up! Jangan bikin definisi aneh-aneh tentang cinta. Bilang aja lagi mellow karena gini gitu~. Temen-temen ngerti kok, semua juga palingan pernah ngalami. 😉

Yo, ntah kenapa saya selalu misuh-misuh kalo ada omong kosong semacam ini. Padahal mungkin terlalu kejam kalo mengharapkan semua orang berlaku wajar saat patah hati, level tiap orang kan beda. 😛 Lagian argumen saya juga blum tentu bener. 😈

Anyway, tak lama sesudah chatting itu, saya membaca curhat mbak Hanny di blognya. Butuh 3 kali baca untuk memahami curhat itu (eh, itu beneran curhat kan?), tapi, itu mungkin termasuk tulisan terbaik tentang hikayat kasih tak sampai. Hanya tuturan pengakuan & perasaan yang ada disitu, tak ada pembenaran macam-macam. Disatu sisi menyentuh, tapi juga menginspirasi. Seperti kata-kata penutup mbak Hanny yang juga telah lama saya percayai:

Saya akan tetap menunggu hingga rasa yang ada tergantikan dengan sendirinya.

Great! (applause) Semoga mbak Hanny, dan temen saya itu juga, bisa menemukan akhir yang indah tuk untaian perasaan mereka masing-masing. Sekalian menyemangati diri sendiri XD
In th e nd, mengakhiri posting gak jelas ini, saya persembahkan sebuah lagu keren dari Scorpions & Lyn Liechty: “Here in My Heart”. Enjoy! 😉

Sometimes there’s a time you must say goodbye
Though it hurts you must learn to try
I know I’ve got to let you go
But I know anywhere you go
You’ll never be far ‘
Cause like the light of a bright star
You’ll keep shining in my life
You’re gonna be right

Here in my heart
That’s where you’ll be
You’ll be with me
Here in my heart
No distance can keep us apart
Long as you’re here in my heart

Won’t be any tears falling from these eyes
‘Cause when love’s true love never dies
It stays alive forever
Time can’t take away what love we had
I will remember our time together
You might think our time is through
But I’ll still have you

Here in my heart
That’s where you’ll be
You’ll be with me
Here in my heart
No distance can keep us apart
Long as you’re here in my heart

I know you’ll be back again
And ’till then
My love is waiting

*Back to reffrain~*

Sedikit kompilasi tentang kesimpulan (kasus CTHM)

2 minggu yang lalu (5/12), saya menulis kritik saya tentang penggunaan kalimat “cinta tidak harus memiliki” pada situasi gagal cinta yang saya anggap tidak benar. Argumen saya tidak lebih dari sepotong flashback percakapan jaman kuliah beberapa tahun silam yang saya rasa sudah cukup mengungkapkan apa yang ingin saya sampaikan. Entri juga kemudian menginspirasi mbak Ira tuk menceritakan kembali pengalamannya menghibur diri dengan kalimat tersebut. Sesuatu yang jujur mengejutkan saya walopun ternyata kisah beliau berakhir happy ending.

Dalam perkembangan yang saya ikuti lewat kolom komentar, juga di entri mbak Ira, ternyata ada banyak pernyataan dan pertanyaan sehubungan dengan premis “cinta tidak harus memiliki” (selanjutnya disingkat CTHM) yang tidak bisa hanya dijawab dengan mengatakan: “cuma orang gagal yang bilang begitu!” :mrgreen:
Saya berpikir keras (halah!) untuk menghadapi banyak argumen, dan belajar sangat-sangat banyak dari setiap masukan, kasus, tanya-jawab, serta sudut pandang yang disampaikan oleh setiap blogger. Itu berharga sekali.

Tetapi, hampir seluruh materi berharga itu tercerai berai diantara barisan komentar yang membuat repot untuk mencarinya, bahkan oleh saya sendiri. Karena itu saya coba kompilasikan hal-hal penting yang saya pelajari dan simpulkan dari postingan tersebut. Untuk arsip, mumpung belum lupa, dan supaya tidak perlu lagi capek-capek scroll up & down di kolom komentar.

OK, mari saya mulai saja:

I. “cinta itu apa dulu??” (definisi cinta)

IMO pertanyaan yang paling mendasar dalam masalah ini. Ini ditanyakan oleh ManSup dan Bu edratna di post mbak Ira.

Setau saya, ada dua pengertian cinta yang akhirnya masuk dalam setiap diskusi yaitu: (a). cinta sebagai perasaan afeksi/kasih sayang yang sangat kuat dan (ingin) memiliki terhadap orang lain, lalu (b) cinta sebagai sebuah hubungan asmara antar pribadi/interpersonal. Dalam opini saya, (a) harus mengarah ke (b).

(dari wiki: 1, 2)

II. Ada berapa bentuk hubungan cinta? (kenapa istilah CTHM itu salah)

Ini harus dijelaskan sejak semula setelah Diaryeki dan Nike berkomentar serupa:

Cinta tidak harus memiliki, tapi lebih indah/bahagia kalo memiliki.

Kalo kata Kopral geddoe analoginya seperti ini:

Sama aja saya kalah mulu main catur terus ngeles; “kemenangan bukan segalanya”.

Doh…! Sour grapes banget laa~ 👿

*facepalm*

Jadi, kalimat CTHM menurut saya salah karena mengisyaratkan bahwa ada dua macam hubungan cinta yaitu: (a) cinta yang memiliki/berbalas/dua arah, dan (b) cinta yang tidak memiliki/tak berbalas/searah. Orang yang sedang jatuh cinta (seolah-olah) bisa memilih dan menjalani salah satu dari dua bentuk hubungan itu. 😐
Pendapat yud1, sang dokter cinta, selalu menjadi acuan saya tuk menjelaskan ini:

technically, this (CTHM) is hopeless. karena sebenarnya cinta itu hubungan dua arah, alias dari pihak cewek dan cowok yang bersangkutan.

Kalo kata CY:

Cinta tidak harus memiliki, tapi harus mengakuisisi.

Yang disimpulkan Catshade:

Cinta sejati sesungguhnya adalah merger.

ThankU brothers!

Jadi, cinta harus saling memiliki; dua arah. Tidak ada pilihan lain. Titik! 😎

III. Kapan CTHM terucap

Meskipun saya sebelumnya berpendapat bahwa semua kegagalan asmara bisa berujung pada menghibur diri dengan CTHM, mayoritas blogger menekankan hanya pada kegagalan pra pacaran, yaitu: (a) gagal menyatakan cinta, dan (b) gagal diterima/ditolak saat menyatakan cinta. Gagal menyatakan cinta bisa disebabkan karena kurangnya keberanian, atau keduluan pesaing (seperti kasus TS di postingan saya). Tetapi penyebab yang kedua tidak pernah muncul dalam komen dimanapun.

IV. Bertaruh. (katakan cinta)

Seperti kelakar bang Fertob di post mbak Ira:

makanya, berani mengungkapkan perasaan…. 😆

Penting sangat untuk mengungkapkan perasaan. Karena orang yang ditolak punya kepastian tuk nyerah dan move on, tetapi orang yang gak bisa mengungkapkan perasaan, tidak punya kepastian tuk nyerah dan move on. Ini bisa saja berlangsung sia-sia bertahun-tahun. Saya menegaskan ini karena sempat ada usul tuk jadi stalker saja kalo tak mampu nyatakan cinta. Semboyannya:

daripada mati karena cinta, lebih baik matiin orang karena cinta.

😆 😆
Desti kemudian membahas sendiri topik ini dari sudut pandang cewek melankolis. Mantap! 😀

Tentu saja ada kemungkinan ending lain: yaitu yang dicintai menyadari sendiri dan merespon (ntah positif atau negatif); atau yang mencintai mencapai tahap “unconditional love”, tak mengharap balasan lagi. Tapi ini tetap sia-sia buat saya.

(dari wiki)

V. Lalu harus bilang apa? (Alternatif pengganti CTHM yang rasional)

Menghibur hati yang kosong dan luka saat gagal cinta, memang sebaiknya ada hal yang bisa dikatakan buat nabah2in diri™ tetapi tidak “salah kaprah”. Sejauh ini kelihatannya “masih ada/cari saja yang lain” dan berbagai variasinya menjadi favorit para blogger.
Ada juga yang bagus dari Resi Bismo:

I’m a loser, but I won’t be fail again

dari dnial:

sudah, pake tangan saja…

dari saya (tidak direkomendasikan):

cintaku tak bisa memiliki

Tapi kalo dari sudut pandang pria, kata-kata yud1 yang terhebat:

if you love her, just do. stand tough, don’t take the fall. karena apa yang menjadikan seorang laki-laki bukanlah air mata dari hati yang remuk redam, melainkan penghormatan dan pengakuan akan keterbatasan diri.

*sembah-sembah* m(_ _)m

Saya juga spendapat dengan mbak hawe kalo kalimat: “ah, bukan jodoh saya kali ini” juga tidak layak dipakai, mengingat pengertian jodoh yang makin kabur.
Ada yang punya ide lain? 😀

VI. Cinta dan Benci

Masalah ini diangkat oleh Mina dengan pernyataan berikut:

jangan terlalu mencintai atau membenci orang, karena bisa jadi nanti kita berbalik mencintai orang yang kita benci atau membenci orang yang kita cintai.

Catshade, yud1 dan Rukia mengklaim bahwa hubungan sebab-akibat tersebut itu bisa terjadi dalam kehidupan nyata, sementara pengalaman saya baru sebatas cinta tapi benci, jadi saya tidak komentar banyak disini. Silahkan yang mau menambahkan. 😛

VII. Selingkuh wannabe

Ini variabel yang orisinil karena tidak terpikir oleh saya sebelumnya. Disampaikan oleh Memeth dan Mina, juga oleh jijie di post mbak Ira. permasalahannya adalah, apakah dalam dua kasus berikut ini, orang bisa merasa jadi pecundang?: (a) seseorang yang mencintai/naksir orang yang sudah punya pasangan; dan (b) seseorang yang sudah punya pasangan yang mencinta/naksir orang ketiga. Kita anggap saja bahwa keduanya gagal mendapatkan yang dicintai.
Menurut saya, orang dalam kasus (a) jelas gagal, karena niatnya mengisi kekosongan hati (bolehlah menghibur diri); sementara dalam (b) tidak gagal, karena niatnya mendua hati. 😉

VIII. Arti memiliki (komitmen dan seks)

Ini pokok bahasan yang dewasa. Teman kuliah saya, sunsettowner, mengangkatnya lewat studi kasus: apabila ada dua orang yang menjalin hubungan lalu bercinta di hotel, sementara salah satu (atau keduanya?) adalah pasangan orang lain, sehingga mereka tidak bisa saling memiliki secara utuh. Patutkah itu disebut CTHM?
Well, IMO walaupun itu hubungan gelap, HTS or whatever, tetap saja itu hubungan dua arah dan dengan komitmen. Kedua pasangan itu adalah pemenang, bukan pecundang. 😉

Fritzter melengkapi postulat ini dengan beberapa variabel tambahan:

Meniduri tak harus cinta; Ditiduri tak harus cinta; Meniduri tak harus memiliki; Cinta tak harus ditiduri; dan Memiliki tak harus cinta.

(contoh tiap istilah bisa dilihat di post prequel)

IX. Pertukaran posisi

Masalah ini diposting Nike di blognya sendiri. Saya bahas karena ngomong CTHM juga. Kasusnya demikian:

lebih pilih mana, (a) mencintai seseorang yang tidak mencintai kita atau (b) dicintai seseorang yang tidak kita cintai?

Berdasarkan pengalaman sendiri pada kedua kasus, saya memilih (b). Tak terlalu sulit bagi saya tuk membaca sinyal dari cewek, menolaknya (bahkan sebelum mereka menyatakannya), memastikan mereka baik-baik saja, dan (kelak) melihat mereka bahagia dengan pasangannya yang sekarang. Saya juga sudah memverifikasi beberapa diantaranya tuk tau bahwa mereka tidak sakit hati dengan saya. Tidak ada masalah buat saya.
Sebaliknya tuk kasus (a), hadooh… setiap kali menanti orang berikutnya yang mau mengumpulkan kepingan-kepingan hati saya lalu menyatukannya kembali itu kok, memakan resource pikiran dan perasaan yang besar sekali… 😐

*malah curhat sendiri* :mrgreen:

*dibakar massa*

Segitu dululah, mungkin nanti ada apdet kalo tiba-tiba teringat hal baru lagi, atau ada masukan lagi.


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Desember 2017
M S S R K J S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter