Posts Tagged 'marvel'

Film-film 2021 (Januari-Juni)

Pakabar? Setengah tahun (lebih) 2021 berjalan, pandemi malah makin parah walau vaksinasi juga makin meluas. Semoga yang masih baca blog ini dilimpahi kesehatan dan panjang umur selalu. Tidak lupa turut berdukacita untuk setiap anggota keluarga, sahabat, teman, dan kenalan yang menjadi korban wabah berbahaya ini. Karena pandemi bioskop jadi sepi, film-film baru makin banyak yang rilis di kanal streaming. Saya jadi sering lebih cepat juga mengakses film baru. Sedikit ini saja yang saya nonton di semester pertama tahun ini, seperti biasa disertai sedikit komentar.

1. Soul
Animasi bagus dengan musik jazz bagus, tapi tema dan filosofinya terlalu memusingkan. Yah mungkin saya saja yang nggak menikmati konsep great beyond/before. Bingung Joe bisa ke the zone memanfaatkan flow state tapi nggak bisa pulang lagi sehingga menyatakan diri mati. 🙄

2. Tenet
Bukan film yang mudah dimengerti tapi suka idenya, segar dan menarik dalam soal time travel. Salut tuk Nolan. Cerita dan eksyennya bagus walo karakter antagonis ‘penjahat Rusia’ agak membosankan. Tenet sendiri organisasi yang luar biasa, bisa menyerbu ke Siberia pake helikopter Chinook. Dari mana itu forward airbase-nya?

3. Wonder Woman 1984
Ngerti ide utamanya, tapi eksekusinya ancur. Plot dreamstonenya keberatan dan klise, apalagi ditambah plot perang nuklir AS-USSR, makin klise dan chaos. Steve, pilot era WWI, nyuri swing-wing fighter jet dari museum adalah bagian termustahil. Mana diterbangkan Washington DC – Kairo bolak balik pula. Plot Diana, Steve, dan Dreamstone mengingatkan pada Sasuke, Kakashi, dan Edo Tensei pada kisah Naruto. Nyaris mustahil orang rela berbesar hati membatalkan keinginan yang sudah terkabul meskipun sebesar apapun biayanya. Lebih masuk akal kalo jadi musnah ketika Max Lord dikalahkan. Klimaksnya salah.

4. Joker
Dari semua adegan, bisa relate ketika Arthur ternyata hanya berimajinasi pacaran sama Sophie. Film menarik tentang karakter yang tidak pernah diselamatkan. Opsinya memang jadi penjahat saja. Keseluruhan cerita mungkin bisa berubah kalo Arthur beli gun holster usai diberi revolver.

5. The Eight Hundred
Dramatisasi Pertahanan Gudang Sihang dalam Battle of Shanghai 1937, ketika PD2 mulai duluan di China tapi negara-negara barat masih jadi penonton (termasuk secara harfiah). Situasi ketidakberdayaan komunitas internasional menonton perang dari seberang sungai dalam kemewahan terasa seperti sindiran terhadap berbagai situasi konflik dunia saat ini. Film ini jadi kontroversi dengan pemerintah RRC karena menggambarkan heroisme perjuangan pasukan Nasionalis. Komprominya terlihat dari bendera Kuomintang yang ‘disensor’ (matahari putihnya hilang) dan hanya tampak dari jauh. Ceritanya sangat heroik tapi akurasi sejarahnya dipertanyakan. Endingnya terasa menggantung. Tidak jelas nasib pasukan yang ditinggalkan untuk menjaga garis belakang. Tidak diceritakan juga nasib pasukan utama setelah berhasil mencapai konsesi internasional.

6. Vanguard
Satu lagi dari Jeki Cen, kali ini membentuk tim sekuriti internasional. Tentu penuh eksyen seru tapi plot dan prosedur militernya berantakan. Tim Vanguard markasnya terlalu canggih tapi sebenarnya kekurangan personil. Brotherhood of Vengeance berlokasi di Timteng tapi bermarkas di istana yang jelas bergaya India. Nggak masuk akal ada cenderawasih di Afrika. Hostage rescue tanpa rencana exfiltrasi matang. Saya menghargai usaha menghadirkan kapal induk dan arsenalnya (bahkan armada), tapi begitu lihat F-35C langsung tahu landing gearnya salah. Usaha menembak kapal induk yang terlalu ribet, keknya terinspirasi video youtube propaganda Rusia. Sebaliknya usaha armada mempertahankan diri juga terlalu ribet. Drone sebesar itu cukup pakai rudal hanud. Suka lihat Miya Muqi.

Keep on reading!

Film-film 2018 (Oktober-Desember)

Happy Holidays!

191. The Thousand Faces of Dunjia
Favorit banget film kek gini, plot dan subplotnya gak jelas dari mana ke mana, begitu juga banyak karakter dan item itu gimana ceritanya, bahkan konsep qimen dan dunjia sendiripun gak jelas, tapi eksyen serunya nyaris gak putus. Haha.. Gak ketebak banget ceritanya.

192. Merah Putih Memanggil
Nonton di penerbangan GA659. Terlalu banyak hal yang bisa jadi bahan kritik dari segi plot, akting, syuting, penceritaan, hingga prosedur, taktik dan strategi militer, tapi berpikir positif saja kalo ini film propaganda tentang pasukan berani mati (atau operasi khusus) TNI, jadi nikmati dan pahami saja kenapa begitu. 😉

193. Ocean’s Eight
Kaget juga Danny Ocean sudah tiada. Film menyenangkan. Heist mulus tanpa drama atau khianat –suka film yang hemat emosi-, sedikit tema royalty, plot twist jenius, dan banyak wanita mempesona, baik para pemeran maupun cameo. Anna Hathaway is so lovely, juga Sarah Poulson, dan tentu Sandra Bullock yang begitu kalem.

194. Ant-Man dan the Wasp
Cerita Superheroes ringan dan lucu, bahkan musuhnya pun gak jahat. Tiap karakter kebagian porsi cukup untuk melawak dalam cerita. Suka chemistry Scott dan Hope. Keseluruhan eksyen dengan banyak jurus membesar dan mengecil makin menarik, juga perkelahian dengan Ghost.

195. Fathers and Daughters
Gak paham kenapa mahasiswi jelita PhD psikologi masih bergantung pada one night stand tuk mengobati haus kasih sayang tapi takut terikat relationship. Timeskip kedua timeline kejauhan. Melodramanya menyentuh menghangatkan hati menggugah simpati tapi juga receh.

Keep on reading!

Film-film 2015 (Juli-Desember)

Dengan cepat 2015 berlalu yaa, berlalu juga kenangan kita akan puluhan atau ratusan film yang kita tonton tahun itu. Melanjutkan daftar setengah tahun lalu, ini film-film yang saya tonton semester kedua 2015.

Seperti biasa, ini hanya kesan-kesan singkat saja ya, bukan sinopsis apalagi ulasan. Saya juga tidak taruh tautan untuk tiap film. Mudah kok digugling sendiri. 😉

103. The Gunman (Rabu 1 Juli)
Saya inget nolak diajak nonton ini di XXI karena rating-nya biasa saja. Setelah nonton donlotan, ternyata cuma setting Barcelona yang menarik. Semacam mau jadi film Jason Bourne tapi Sean Penn dah ketuaan. Plus subplot cinta segitiga yang bodoh pula.

104. The Bling Ring (Kamis 2 Juli)
Nonton dramatisasi kisah nyata ini karena si cantik Emma Watson. Menarik melihat bagaimana kejahatan terjadi begitu mudahnya, berulang-ulang dan tanpa penyesalan dari remaja-remaja pelakunya.

105. Dragon Blade (Senin 6 Juli)
Salah satu film “east meet west” paling epik dalam tema “clash of empires”. Saya suka penggambaran keberagaman suku bangsa di jalur sutra. Roman anthem-nya bikin merinding. ❤

106. Run All Night (Jumat 10 Juli)
Film olahraga seperti judulnya. 😀 Liam Neeson lagi-lagi dengan keluarga rusak, lagi-lagi peminum, dan lagi-lagi jago tembak. Mantap.

107. The Target (Pyojeok) (Senin 13 Juli)
Remake bagus dari film Prancis Point Blank tentang memburu kebenaran dan balas dendam. Ketemu si cantik Jo Yeojeong lagi sesudah The Concubine. ❤

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
September 2021
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter