Posts Tagged 'Nazi'

Film-film 2020 (Juli-Desember)

Akhir tahun kemarin sungguh sibuk. Tanpa disangka saya dapat kesempatan keluar kota semingguan sebelum Natal; kemudian rame Natalan; kemudian kerjaan kantor yang memang sudah menumpuk sejak sebelum saya ngetrip sudah menanti, akhirnya tidak sempat nengok blog hingga 2020 habis. Di paruh kedua 2020, nonton film tidak terlalu kencang juga, masih berusaha selang-seling film barat dan timur.

47. The Hunt
Saya suka drama politiknya yang konon liberal elite vs Trumpist sayap kanan, tapi lebih dari itu plotnya keren, tidak bertele-tele, dan brutal secara efektif. Skill dan sikap no nonsense Crystal sebagai eks militer mengesankan, plus daya tahan tubuh pada luka berat.

48. Da 5 Bloods
Spike Lee emang jenius, mengkombinasikan cerita perang Vietnam dengan Black Lives Matter dan sejarahnya, digerakkan plot berburu harta. Panjang tapi seru dan sangat menarik. Banyak footage legendaris pula. Akar segala kejahatan ialah cinta uang.

49. Ford v Ferrari
Film drama sejarah sport yang seru sekali. Sejumlah nama tenar muncul seperti Iacocca, Ferrari, Shelby, dan jadi kenal Ken Miles. Kurasa GT40 itu mobil yang cantik. Gak heran film ini panjang karena ceritanya juga tentang balap ketahanan. Saya suka karakter Mollie.

50. Damascus Cover
Adaptasi yang konon terlalu simpel dari novel aslinya. Cerita misi agen Mossad di Suriah yang medioker walo tetap menarik. Banyak elemen familiar dari plot spionase ada di sini tapi eksekusinya jelas terlihat kekurangan dana. Suka pengungkapan di akhirnya dan Olivia Thirlby. Senyum dia keren sekali.

51. A Whisker Away
Dunia kucingnya agak horor, berasa Spirited Away kalo ada plot manusia bisa berubah jadi sesuatu dan tidak bisa kembali dengan syarat tertentu. Syukurnya ini anime fantasi romansa anak sekolahan yang sungguh menyenangkan. Terbayang masa remaja saat tidak ada yang mengerti, mau lari saja. Kucing/cewek aroma matahari tu gimana ya. Bau gosong? Lagu-lagunya bagus.

52. My Hero Academia: Heroes Rising
Shoto gak dapet lampu sorot kali ini. Benar-benar the rise of Bakugou. Jadi selevel Endeavor dia keknya, mengalahkan dua penjahat pula. Suka plotnya, menyingkirkan kehadiran Pro Hero lain cukup cameo saja dan membagi peran di kelas 1-A lebih fair. Seru banget.

Keep on reading!

Film-film 2015 (Juli-Desember)

Dengan cepat 2015 berlalu yaa, berlalu juga kenangan kita akan puluhan atau ratusan film yang kita tonton tahun itu. Melanjutkan daftar setengah tahun lalu, ini film-film yang saya tonton semester kedua 2015.

Seperti biasa, ini hanya kesan-kesan singkat saja ya, bukan sinopsis apalagi ulasan. Saya juga tidak taruh tautan untuk tiap film. Mudah kok digugling sendiri. πŸ˜‰

103. The Gunman (Rabu 1 Juli)
Saya inget nolak diajak nonton ini di XXI karena rating-nya biasa saja. Setelah nonton donlotan, ternyata cuma setting Barcelona yang menarik. Semacam mau jadi film Jason Bourne tapi Sean Penn dah ketuaan. Plus subplot cinta segitiga yang bodoh pula.

104. The Bling Ring (Kamis 2 Juli)
Nonton dramatisasi kisah nyata ini karena si cantik Emma Watson. Menarik melihat bagaimana kejahatan terjadi begitu mudahnya, berulang-ulang dan tanpa penyesalan dari remaja-remaja pelakunya.

105. Dragon Blade (Senin 6 Juli)
Salah satu film “east meet west” paling epik dalam tema “clash of empires”. Saya suka penggambaran keberagaman suku bangsa di jalur sutra. Roman anthem-nya bikin merinding. ❀

106. Run All Night (Jumat 10 Juli)
Film olahraga seperti judulnya. πŸ˜€ Liam Neeson lagi-lagi dengan keluarga rusak, lagi-lagi peminum, dan lagi-lagi jago tembak. Mantap.

107. The Target (Pyojeok) (Senin 13 Juli)
Remake bagus dari film Prancis Point Blank tentang memburu kebenaran dan balas dendam. Ketemu si cantik Jo Yeojeong lagi sesudah The Concubine. ❀

Keep on reading!

Nazi Jerman itu kejam, tapi keren!

Minggu, 13 Maret 2011. Jakarta. Sepulang gereja di menara Century, saya ke Balai Kartini, mengunjungi Jakarta 7th Toys & Comics Fair 2011. Pertama kalinya mendatangi acara semacam ini, rasanya menakjubkan. Saya melihat jejeran mainan dan action-figure dari apapun yang saya tahu dan tidak tahu. Segala macam karakter anime dan film bahkan Metallica dan Motley Crue ada. Tidak ketinggalan juga puluhan costume player berseliweran dan meramaikan acara, dari yang amatiran sampai yang persis aslinya. Ada Superman, prajurit HALO (apa namanya?), Batman, Predator, Assassin Creed, Iron Man, dan bintang tamunya sendiri, Linda Le yang jadi Wonder Woman. Saya juga bertemu Felicia dan temen-teman dia yang ntah pada cosplay jadi siapa. Rame pokoknya. Acara-acara seperti ini yang selalu membuatmu membenci kotamu sendiri dan merindukan ibukota.. :mrgreen:

Di salah satu sudut ruangan, ada segerombolan cowok menunggui booth mereka. Cosplay orang-orang ini berbeda. Bukan karakter fiksi dari anime, game atau film, tapi seragam militer Waffen-SS (Pasukan tempur Partai Nazi) dan Wehrmacht (AB Jerman era Nazi) lengkap dengan dekorasi, perlengkapan dan persenjataan. Saya mendekat, melihat deretan tanda kecakapan dan tanda jasa yang dipamerkan di meja, memperhatikan tiap detil pakaian dan senjata, lalu pergi sambil sesekali menengok. Pengen mengajak ngobrol tapi tak ada ide. Sebenarnya saya pengen mengambil foto atau malah foto bersama, tapi otak zionis saya saat itu tak memberi inspirasi. Lama kemudian baru saya tahu kalo mereka itu bukan (sekedar) cosplay. Orang-orang dengan dandanan militer klasik itu disebut reenactor, sementara kegiatan reka ulang atau napak tilas peristiwa sejarah (biasanya pertempuran) yang mereka perankan disebut reenactment. Para reenactor di acara itu sendiri tergabung dalam komunitas Indonesian Reenactor alias IDR.

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter