Posts Tagged 'nonton'

Film-film 2016 (Juli-Desember)

Pakabar? Gimana 2017 yang sudah jalan sebulan, apakah sesuai yang direncanakan? Semoga ya. Januari saya berjalan dengan beberapa masalah di sektor perdaringan. Yang pertama hape 4G saya jadi batu karena kesalahan peningkatan sistem operasi. Nah disaat butuh koneksi maksimal supaya gawai bisa disembuhkan, eh malah kabel serat optik Telkom putus lagi sebulanan. Ya sekarang sudah teratasi semua sih, dan postingan ini bisa diselesaikan.

Kay, ini daftar film lepas tontonan saya semester kedua tahun 2016 lalu. Banyak perjalanan saat itu, jadi lebih banyak pengalaman juga menonton bioskop di berbagai tempat. Jarang-jarang saya nonton film baru sesering itu. :mrgreen:

67. 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi
Dramatisasi Benghazi Attack 2012, peristiwa yang konon menodai karir Hillary Clinton sebagai Menlu AS. Divisualisasikan Michael Bay dengan seru dan heroik. Kembali mengingatkan betapa dunia sekarang dipenuhi militan yang harus dibunuh.
Catatan: film pertama yang ditonton dengan laptop pribadi. ❤

68. Secret World of Arrietty
Dari novel fantasi anak-anak Inggris, divisualisasikan dengan indah dan detil menjadi anime oleh Studio Ghibli yang legendaris. Ini nonton yang versi AS, lagu-lagunya asyik. Senang nontonnya. ❤ ❤

arrietty

Kalau ada pernak-pernik kecil di rumahmu yang hilang, mungkin mereka yang “pinjam”.

69. The Hunger Games: Mockingjay – Part 2
Penutup yang bagus dan memuaskan untuk seri Hunger Games. Kaget lihat the mutts, gak nyangka ada makhuk semacam itu di Hunger Games. Adegan eksekusinya inspiratif: mencegah diktator digantikan oleh diktator lain. ❤
Catatan: keknya ini film pertama yang kudonlot sendiri, thanx untuk Gunrud, Moer dan Zizie, kawan-kawan Warqafalla.

70. Allegiant
Misteri dunia di luar tembok sudah terpecahkan dan tidak mengejutkan, tinggal nunggu perang dan klimaks saja. Four rasanya terlalu sakti tapi ya gapapalah. Sudah gak ada adegan-adegan simulasi lagi nih. ❤

71. Boruto: Naruto the Movie
Seru banget, penuh ledakan dan taijutsu cepat. Sasuke dan sejumlah karakter lain seperti tidak mengeluarkan potensi maksimal tapi tidak mengapa. Semoga cerita generasi baru ini masih bisa berkembang. ❤

72. Star Trek: Beyond
Ngebioskop di CGV Blitz Mall PVJ Bandung. Nonton dengan cewek Trekkie pakai drama disangka warga miskin sama petugas saat mau beli tiket. Film yang bagus. Planet baru, musuh baru, pengkhianat baru juga. Walopun sudah heboh sebelumnya, saya gagal menemukan Joe Taslim di dalam film. 😆 ❤

73. The Great Magician
Jauh lebih lucu dan menghibur dari yang kukira. Saya suka film yang penuh trik sulap, juga China era warlords. Tema cinta segitiganya menarik. ❤

74. Batman vs Superman: Dawn of Justice (Ultimate Edition)
Seru banget tapi plotnya gak enak, padahal ultimate edition yang tiga setengah jam ini sudah menceritakan lebih banyak daripada versi bioskopnya yang konon lebih membingungkan soal motif perselisihan kedua jagoan. Kemunculan monster karya Lex Luthor malah membuat perseteruan Superman dan Batman jadi makin konyol. Wonder Woman sungguh mencuri perhatian. Pas banget diperankan Gal Gadot.

75. Jason Bourne
Ngebioskop di XXI Mall Paragon Semarang. Harus ekstra fokus karena film ini setia dengan ciri film Bourne yang goyang-goyang kameranya. Jason B. masih agen super favorit saya karena plot dan eksyennya yang realistis. Tema pengawasan globalnya generik, tapi faktual dengan isu kerahasiaan vs keamanan nasional. Alicia Vikander is lovely.

76. Suicide Squad
Ngebioskop di XXI Lotte Mall Bintaro, Tangerang Selatan. Sepertiga film habis tuk perkenalan karakter dan cerita. Sisanya didominasi oleh Deadshot dan Harley Quinn. Lainnya ngapain? Joker ngapain? Enchantress kesurupan doang?

77. Night Watch
Thriller supranatural Rusia yang bagus banget. Eksyennya gak sebanyak yang kuharap (kalo merujuk film Holiwud yang sejenis) tapi plotnya seru dan menarik, baru jelas hingga klimaks. ❤

78. 3 Srikandi
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Drama sejarah olahraga menarik. Chelsea Islan lucu, tapi Tara Basro paling sukses memerankan orang daerah dengan dialek yang pas. Saya salut pada usaha merekonstruksi setting 80an termasuk tokoh Soeharto. Drama hubungan keempat karakter utama jadi lebih berkesan daripada panahannya sendiri yang sayangnya tidak bisa divisualkan hingga pengalungan medali dan pengibaran bendera.

79. Alice Through the Looking Glass 
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Seperti pendahulunya, visual film ini masih sangat imajinatif dan fantastis. Saya nonton 3D pula. Sayang film ini hanya meminjam judul saja dan ceritanya jauh berbeda dari kisah Through the Looking Glass asli karangan L. Carroll. Terlalu fokus pada Mad Hatters dan Alice juga gak imut lagi.

80. Day Watch
Lanjutan dari Night Watch. Petualangan Anton Gorodetsky masih seru dan gak ketebak arahnya. Plotnya memang kuat dan klimaksnya brutal keren. ❤

 

81. Elite Squad
a.k.a. Tropa de Elite. Plotnya realistis, penuh elemen-elemen familiar tentang Brazil. Eksyennya brutal keren, dan saya suka unit paramiliter BOPE yang digambarkan di sini. Polisi bersih jujur dan berani memang idaman. ❤ ❤

82. Secret Life of Pets
Ngebioskop di XXI Setiabudi One Jakarta. Lucu, menghibur dan logis secara imajinasi. Kita memang gak tau apa yang dilakukan hewan-hewan peliharaan kita saat rumah kosong. 😆 ❤ ❤

83. The BFG
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Visualisasinya cukup memuaskan untuk menutupi plotnya yang sederhana dan ramah keluarga. Saya suka cara-cara si raksasa menyamar di kegelapan kota.

84. Detective Conan: The Darkest Nightmare
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Pertempuran Conan melawan Organisasi Hitam masih berlanjut dengan sangat seru. Hasilnya Conan masih tetap kecil, Ran masih tetap menanti Shinichi kembali. 🙄 ❤

85. Train to Busan
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. Belajar nonton film 4DX walau filmnya sendiri 2D saja. Survival horor ini sebagus yang dikatakan orang-orang. Plotnya cepat, zombienya lincah, dramanya bagus dengan kejutan-kejutan khas Korea. Sangat direkomendasikan. ❤ ❤

86. One Piece Film: Gold
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. 4DX lagi dan sungguh penuh semburan air. Harus lindungi kacamata yang jadi sering basah. Plotnya masih formulaik film-film wanpis sebelumnya, lumayan sih. Kesempatan lihat kru bajak laut topi jerami dalam kostum berbeda.

87. Assassination Classroom
Adaptasi bagus tuk sebuah kompresan dari manga panjang. Walo cerita sering putus-putus mengikuti sejumlah sub-plot tapi tetap setia pada esensi dan jiwanya. Koro-sensei digarap lucu menjadi 3D, sayang murid-murid terlihat ketuaan tuk anak SMP dan Bitch-Sensei tidak diperankan artis kaukasian.

88. London Has Fallen
Eksyennya lumayan Rambo, tapi secara realistis konyol banget. Yang pemerhati intel dan hankam bisa mual dan diare. Sekali lagi Hollywood takut menciptakan karakter teroris radikal Islam semacam Al-Qaeda. Pedagang senjata Pakistan di Yaman? Meh…

89. My Neighbor Totoro
Akhirnya ngerti juga animasi legendaris dengan karakter ikonik ini kisahnya bagaimana. Bagus banget. Senang dan susah dan misteri di pedesaan Jepang tahun 50an di mata 2 gadis kecil.

90. Strayer’s Chronicle
Kisah X-Men versi Jepang, tema mencari jawaban atas eksistensi kekuatan super dan konsekuensinya. Standar. Plot biasa, penceritaan dan karakterisasi kurang, eksyen jug kurang.

91. Whiskey Tango Foxtrot
Komedi biografi lumayan tentang jurnalis(me) perang. Konflik abadi di Afghanistan dan reportase yang memudar. Tentara yang nggak jelas kenapa ada di sana dan investasi China yang ada di mana-mana. Ah iya, LDR itu menyedihkan.

92. Elite Squad: The Enemy Within
a.k.a. Tropa de Elite 2: O Inimigo Agora E Outro. Sequel Elite Squad ini lebih menggigit ternyata. Ketika polisi jahat menjadi antek politisi jahat, apa yang bisa dilakukan polisi baik? Keren banget. Dramanya juga lebih kuat karena konfliknya juga lebih kompleks. ❤ ❤

elite-squad-2-the-enemy-within-slice

Perang kota dengan milisi jalanan. Di mana-mana selalu seru.

93. The Huntsman: Winter War (Extended Version)
Membosankan. Eric dibantu dwarfs dan archer bahkan ada cameo elves. Memangnya LotR? Adegan goblinnya tidak berguna. Kenapa Freya tidak bisa ambil sendiri cerminnya? Kenapa Freya tidak menginvasi kerajaan Snow White atau sebaliknya? Setelah nonton Elsa di Frozen, nonton ratu es berikutnya memang punya harapan tinggi. Freeya ini cyrokinetic user yang lemah di combat. Saya suka kembalinya Ravenna dan klimaksnya tapi perang saudarinya terlalu singkat.

94. The Assassin
Visualisasi kisah klasik tentang Tian Ji’an dan Nie Yinniang dengan sangat bagus. Penuh pemandangan indah dan warna cerah. Dengan protagonis yang pendiam, cerita harus diikuti lewat karakter-karakter yang intriknya dia campuri. Misteri dia menjadi pesona. Film wuxia yang minim wire-fu, tiada jurus dan pertarungan ala Dragon Ball atau darah berhamburan. Hanya kungfu cantik. ❤ ❤

img_0997_assassin-1600x900-c-default

Sudah pembunuh, pendiam, cantik pula…

95. 3:10 to Yuma
Remake western yang bagus banget. Heroisme Dan Evans sebagai suami dan ayah; wibawa Ben Wade tapi juga kebijaksanaan dia, dan Charlie Prince yang setia dan sadis. Sebuah kisah ketika sang jagoan dan si penjahat saling memahami. ❤ ❤

96. The Jungle Book
Bagus luar biasa. Kenangan akan animasi legendarisnya langsung terbayar lunas dan bahkan terlampaui melihat interaksi Mowgli dengan penghuni hutan yang digambarkan hirarkinya dengan mengesankan. Ada pesan penting untuk menjaga hutan, terutama dari api. ❤ ❤

97. You’re the Apple of My Eye
Kisah romansa remaja yang bikin mellow. Ketika cinta tidak ditakdirkan bersama, tetapi tetap menjadi kenangan yang bahagia. Cantik nih Michelle Chen. Film yang bagus. ❤ ❤

98. Waltz With Bashir
Animasi dokumenter sekaligus otobiografi yang menarik tentang Perang Libanon I, terutama peristiwa pembantaian Sabra dan Shatila. Sebuah kisah tentang PTSD dan usaha mengatasinya. Ceritanya suram, visualisasi dan bahkan musiknya depresif, tapi detailnya tentang perang dan persenjataan memuaskan. ❤

99. The Da Vinci Code
Film heboh pada masanya dulu, saya jadi sering ditanyai teman-teman soal konspirasi hoax disini. Akhirnya jadi banyak baca-baca dan familiar dengan kisahnya padahal belum nonton. Lumayan juga kesan Indiana Jonesnya setelah nonton sendiri walo Profesor Langdon terlalu banyak ngasi kuliah. Utak-atik cerita Knight Templarnya asyik. Sayang poin kebenaran kisah ini hanya dijelaskan lewat obrolan dengan Sir L. Teabing, macam terlalu mudah. Akhirnya Audrey Tautou lebih jadi faktor yang bikin saya betah.

100. Inferno
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Saya suka plot, puzzle dan thrillernya, terutama mencari-cari petunjuk di museum-museum. Sungguh terpesona pada Felicity Jones.

101. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Film kaum super yang bagus dan imajinatif. Agak mengingatkan pada manga Kekkaishi. Sejumlah bagian terlihat lebih seru daripada ringkasan novelnya. Menurutku film ini akan lebih epik kalau ceritanya lebih panjang minimal 30 menit sehingga penutupnya bisa diceritakan dengan baik. ❤

miss-peregrines-home-for-peculiar-children-photo

Foto-foto hitam putihnya menimbulkan nuansa horor..

102. Ben-Hur
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Kisah klasik yang dibuat ulang lagi dengan visualisasi terkini. Nostalgik karena waktu kecil sering baca komiknya. Memuaskan untuk kategori film (berlatar) sejarah Kristiani. Suka lihat detail pasukan Legio X Fretensis disini. ❤

103. Ernest & Celestine
Diselesaikan sambil transit di bandara Hasanuddin Makassar dalam penerbangan Surabaya-Manokwari. Komedi animasi yang manis dan menghibur. Ceritanya menghangatkan hati. Visualnya macam lukisan pensil warna, bagus. Saya setting dua dunia parallel di sini.

104. Detective Dee and The Mystery of the Phantom Flame
Lama pengen nonton ini sejak nonton prekuelnya yang dibuat kemudian. Eksyen fiksi keren dari tokoh-tokoh sejarah China yang menarik dipelajari kemudian. Suka plot misteri jaman dulu, dibalik pertarungan wire-fu. Saya juga suka patung Buddhanya, teknik faceshifting dengan acupoint, dan tentu Li Bingbing. ❤

105. The Dreamers
Bertahun-tahun mengoleksi berbagai skrinsyut si cantik Eva Green bugil dari film ini, baru kesampaian nonton. Pesona dia ternyata lebih besar lagi dalam film. Sejarah latarnya menarik, juga dialog-dialog serta referensi berbagai film dan musik klasik, romansanya pun tersaji baik. Menjadi anarkis hanya percuma, menjadi pasifis pun percuma.

106. Assassination Classroom: Graduation
Lebih kurangnya sama seperti prekuelnya. Cukup baik sebagai usaha merangkum seluruh isi komik. Sayang tidak ada presensi terakhir. Sampai klimaks kita hanya mengenal gak sampai selusin murid. Mirei Kiritani tampil menarik di sini.

107. Now You See Me 2
Mulai memperjelas tema klub pesulap ini sebagai Robin Hood. Ada tema pengawasan global lagi. Seru dan menghibur, terutama trik-trik menyembunyikan kartu. Saya masih tidak paham gimana chipnya bisa ditukar tapi gak masalah. ❤

108. The Last Woman Standing
Saya suka drama romantis ini, plotnya familiar: saat usia menanjak, ortu mendesak nikah, suami sulit dicari, dan pacar masih ingin pacaran. Shu Qi masih tetap memikat seperti biasa.

109. Zootopia
Sejak awal film ini berusaha memerangi prasangka dan stereotip tapi langsung jatuh ke stereotip kalo polantas itu kerja polisi rendahan. Di luar itu ini animasi bagus. Plotnya seru, pesannya kuat dan desain zootropolisnya keren.

110. The Monkey King 2: The Legend Begin
Perjalanan ke Barat dalam versi paling glamor dan epik. Kisah klasiknya jadi tidak terasa lawas. Siluman Tulang Putih tampil sangat anggun dan elegan dibawakan Gong Li.

111. Teenage Mutant Ninja Turtles – Out of the Shadows
Masih memicu nostalgia seperti pendahulunya, kali ini bersama Bebop, Rocksteady, Krang dan Technodrome. Shredder tanpa aksi dan keempat kura-kura terlihat jarang menggunakan senjata ninja mereka, tapi adegan pertempuran di pesawat dan di hutan sesudahnya epik betul. Penuh humor juga. Megan Fox masih menggiurkan, dan kaget ada Alessandra Ambrosio.

112. Mobile Suit Gundam Thunderbolt – December Sky
Bukan semesta Gundam yang familiar denganku. Film Gundam yang dewasa dan sangat brutal diiringi musik-musik jazz bagus. Perang membawa dendam, dan dendam memperpanjang perang.

113. Deja Vu
Seperti beberapa film perjalanan waktu lainnya, kisah ini juga memiliki lubang-lubang plot besar. Disini dua rangkaian kejadian parallel bertumpuk hasilnya di masa kini yang sama. Diluar itu ini eksyen yang keren. Paula Patton memang menarik untuk diselamatkan.

114. Detective K: Secret of Virtuous Widow
Kisah detektif abad-18 yang sangat lucu dan bagus. Bukan saja misterinya menarik tapi juga berhubungn dengan penyebaran kekristenan di Joseon. Suka lihat Han Ji-min. ❤ ❤

detective_k_and_the_secret_of_the_lost_island_still

Duo kocak ini mungkin juga penemu gantole…

115. Hyena Road
Drama bagus Perang Afghanistan, jarang-jarang juga tentang pasukan Kanada. Operasi-operasi militer dan intelijen digambarkan dengan baik, begitu juga konflik lokal. Mengingatkan lagi kalo Afghanistan adalah tanah konflik abadi. ❤

116. League of Gods
Adaptasi Fengshen Yanyi yang berat di visual tapi hancur di plot dan karakter. Sudah klimaksnya nggak epik, eh bersambung pula. Ya memang gak mungkin satu film sih. Sepangjang film berusaha menyambung-nyambungkan karakter dengan Hoshin Engi (adaptasi Fengshen Yanyi paling bagus dan paling familiar buatku), tapi akhirnya cuma terpikat lihat Angelababy. Seperti biasa.

117. The Hateful Eight
White, woman, black, mexican, senjata, dan sejarah Amerika yang mengikat semuanya. Thriller bagus penuh mayat. Dialog-dialognya menarik penuh logat unik. Plot twist juga mengejutkan. ❤

118. Detective K: Secret of the Lost Island
Pujianku sama seperti seri sebelumnya. Misterinya menarik bertema perdagangan manusia. Komedinya masih bikin ngakak, dan Lee Yeon-hee sangat cantik. Suka.

119. Anomalisa
Adegan seksnya berkesan. Mengingatkan canggungnya saat pertama kali mau bercinta dengan partner baru. Plotnya lebih realistis dari yang kuharapkan bertema thriller atau fantasi, seperti antiklimaks tapi memang itu yang diceritakan.

120. Call of Heroes
Menaruh jagoan yang sangat menjanjikan di awal film, lalu ditunggu sepanjang cerita kapan bertarung lagi. Cerdas. Film kungfu yang koreografinya sungguh memukau. Ceritanya heroik dan pemandangannya indah. Lagu penutupnya juga ngerock abis. ❤

121. Angry Birds
Cuma pernah main gimnya yang pertama, itupun belum tamat, tapi senang lihat karakter-karakter dan plotnya hidup dalam animasi. Menghibur. Iya, marah itu perlu juga. 😉

122. When Marnie Was There
Misterinya ketebak, tapi narasi dan visual film ini tetap bagus banget tuk dinikmati. Terharu di endingnya, dengan pesan cinta, penerimaan dan pengampunan yang kuat. Saya suka karakter Marnie dan Anna, juga suka lagu penutupnya (in English). ❤

123. The Lake House
Film lawas yang baru kesampaian nonton. Cerita romantis yang manis walo timeloop-nya menghasilkan sejumlah plothole. Gak peduli, yang penting berakhir bahagia.

124. The Fatal Encounter
Lumayan kesulitan memahami silsilah raja Jeongjo hanya dari film. Ini dramatisasi sejarah yang seru dan menegangkan, terutama dengan plot maju mundur. Eksyennya juga keren. Saya penasaran pada mekanisme anak panah sang raja. ❤ ❤

125. The Accountant (2016)
Puzzle yang menarik tuk mengungkap siapa si akuntan, siapa si pembunuh bayaran, dan siapa si suara. Thriller bagus dibalut tema pembukuan mafia dan juga dunia autisme. ❤

126. The Anthem of the Heart
Konflik menarik cinta segi empat anak-anak SMA dalam tema pementasan musikal yang bangsat keren. Saya takjub pada ide menyanyikan dua lagu bersamaan itu. ❤ ❤

127. Eye in the Sky
Dramatisasi penyakit parah politisi Inggris: mau perang tetapi dengan mengikat kaki tangan prajurit. Film bagus.

127 film sepanjang 2016. Kamu berapa? 😀

Iklan

Film-film 2014 (Juli-September)

Iya, ini postingan telat. Mestinya awal bulan Oktober terbitnya. Apa boleh buat koneksi modem saya lebih sering ada daripada tiada, jadi ya baru bisa diposting sekarang. Mari langsung lanjut saja ke daftar film-film yang kutonton selama triwulan ketiga tahun ini:

105. Fruitvale Station ( Kamis 3 Juli)
Kisah nyata hari terakhir dalam hidup seorang kulit hitam bernama Oscar Grant sebelum tewas ditembak seorang polisi kulit putih. Setting yang familiar kalo mengingat kasus kerusuhan rasial di AS beberapa waktu lalu. Sejam pertama film ini sangat membosankan tapi ini film yang bagus tuk mengenang arti hidup seseorang.

106. Robocop (2014) (Kamis 3 Juli)
Remake yang biasa saja. Penuh intrik politik khas amerika. Murphy masih saja bergerak macam zombie walopun sekali terlihat dia melompat tinggi. Keberadaan ED-209 jadi tidak masuk akal disini saat teknologi sudah memungkinkan tuk membuat humanoid drone. Cara Murphy menghadapi mereka juga menggelikan cuma dengan senjata ringan. Padahal di film aslinya saja jamak digunakan senapan sniper berat 0.50. Saya suka lihat Abbie Cornish disini.

107. Ride Along (Senin 7 Juli)
Komedi polisi macam The Heat atau Cop Out. Cukup lucu tapi levelnya masih dibawah dua judul itu. Gak ada kejutannya. Bahkan penjahatnya juga ketebak.

108. Tarzan (2013) (Kamis 10 Juli)
Cuma gambarnya yang bagus. Plotnya macam kartun Marsupilami, Tarzan jadi superhero aktivis lingkungan walopun tetap digambarkan tampan klimis meski hidup tanpa tahu bercukur. Lord Greystoke harus mempertahankan hutan…. err, meteor raksasa sumber energi didalam hutan yang bisa memicu bencana alam. Absurd.

109. Winter’s Tale (Senin 14 Juli)
Film fantasi yang plotnya salah dan absurd abis. Premis film kalo gak salah “ada orang-orang tertentu yang hidup untuk membawa mujizat bagi orang lain”. Hasilnya Collin Farrel jadi hidup abadi -walo amnesia- sampai bisa bikin mujizat yang gak ada kerennya sama sekali sambil melawan Russel Crowe yang jadi setan cemen ala gangster. Endingnya malesin banget, ada potensi jadi pasangan kok malah ditinggal ke langit. Meh.. 👿

110. The Raid 2 Berandal (Selasa 15 Juli)
Sungguh menghibur walo tetap masih harus mengesampingkan banyak logika. Yang cukup mengganggu adalah kengototan Rama tuk berkelahi dengan tangan kosong walopun lawan-lawan dia memakai macam-macam senjata. Sesudah dua film ini kurasa Rama pantas dapat medali Bintang Sakti, Bintang Mahaputra Adi Pradana dan kenaikan pangkat dua tingkat plus mutasi jadi penyidik KPK. ❤

111. Iceman (2014) (Rabu 16 Juli)
Plotnya mestinya bagus (sejumlah jenderal dinasti Ming yang hidup lagi di abad modern, mencari mesin waktu), dengan eksyen keren khas Hongkong dan kejutan twist yang menarik, sayangnya film ini membuang waktu dengan banyak subplot tak berguna dan komedi slapstick. Lebih parah lagi, ini baru film pertama dari dua bagian jadi baru separuh cerita. Nggantung dan nanggung.

112. Ruby Sparks (Jumat 18 Juli)
Film keren dalam tema “menjadi tuhan”. Mengingatkan pada videoklip Aerosmith – Hole in My Soul dengan cerita yang lebih panjang dan akhir yang lebih romantis. Suka sekali film ini. Bisa bikin pacar sendiri itu inspiratif.

113. Need for Speed (Senin 21 Juli)
Plotnya cuma kebut-kebutan dengan bumbu cinta, rivalitas dan dendam tapi ini film yang keren. Selain berusaha mencari-cari elemen dari gim di film tersebut saya sangat terpesona melihat balapan enam mobil dewa di klimaks film. Bahkan ada Lamborghini Testo Elemento yang populasinya di dunia cuma 20 biji (dan mau diberikan Dino ke orang yang bisa membunuh Tobey). Glek… 😐

114. The Wind Rises (Kaze Tachinu) (Rabu 23 Juli)

wind-rises-4_resize

Kita bisa belajar bangkitnya industri dirgantara Jepang dari film ini.

Saya tidak ingat sebelum ini pernah nonton anime tentang tokoh nyata. Satu lagi masterpiece dari Hayao Miyazaki, kisah hidup dramatis Jiro Horikoshi, perancang Mitsubishi Zero, pesawat tempur Jepang paling legendaris di PD II. Sudut pandang film ini menarik mengingat Jepang berada di pihak antagonis dalam perang itu. ❤

115. Captain America: The Winter Soldier (Jumat 25 Juli)
Saya suka ceritanya dibanding film-film anggota Avenger lainnya sesudah film The Avenger. Ada beberapa hal yang gak logis soal Helicarrier tapi gak masalah.

116. The Informers (Minggu 27 Juli)
Film tanpa plot jelas. Kutonton cuma pengen lihat buah dada si cantik Amber Heard. 2 bulan kemudian malah koleksi foto bugil dia bocor di internet. Sudah punya? 😉

117. The Expendables 3 (Rabu 30 Juli)
Sebagai penikmat film donlotan saya sedih juga film ini bocor sebelum tayang di bioskop. Sungguh merugikan para pembuatnya. Ada banyak personil di Expendables sekarang, mungkin persiapan kalo para bintang generasi tua tidak mau bermain lagi di franchise mendatang. Sayangnya formula cerita masih sama persis dengan film sebelumnya. Musuh dan misi antah berantah ala James Bond. Padahal plotnya akan lebih keren kalo grup tentara bayaran ini bisa terlibat melawan musuh yang nyata. Misal melawan Boko Haram (Nigeria), separatis Donetsk pro Russia (Ukraina), salah satu kelompok milisi Libya atau bahkan ISIS di Irak & Suriah.

118. Safety not Guaranteed (Kamis 31 Juli)

Iklannya bikin penasaran.

Iklannya bikin penasaran.

Film festival yang sangat menyegarkan tentang masa muda dan pencarian cinta (dan membuat mesin waktu). Sungguh moodmaker & patut ditonton. ❤

119. Noah (Senin 4 Agustus)
Interpretasi bebas yang sangat menarik dari kisah Nuh dalam Alkitab dan Tanakh. Beberapa adegan sangat keren, misal ketika Nuh menceritakan tentang 6 hari penciptaan kepada keluarganya, lalu Adam dan Hawa yang diselimuti cahaya sebelum mereka memakan buah terlarang. Sejumlah orang bodoh yang berkuasa melarang penayangan film ini di Indonesia. Bangsat keparat! 👿

120. Divergent (Selasa 5 Agustus)
Ada banyak elemen yang familiar di film ini dari film-film futuristik serupa, tapi tetap saja ini film yang menarik dan patut ditunggu sekuelnya. Saya suka adegan-adegan tes simulasi disini. Sangat imajinatif. ❤

121. The Ides of March (Rabu 6 Agustus)
Drama politik. Sebaiknya mengerti sistem politik di AS untuk lebih memahami film ini, walopun menawarkan koalisi dengan imbalan jabatan bukan hal asing juga disini. Film bagus.

122. The Legend of Hercules (Kamis 7 Agustus)
Sebuah usaha tuk memanusiakan Hercules yang gagal total. Orang ingin melihat Hercules jadi dewa, bukan jadi raja. Bertempur melawan dewa lain atau makhluk mitologis, bukan tentara musuh. Cerita seperti ini terlalu ringan tuk level Hercules.

123. The Next Three Days (Jumat 8 Agustus)
Plot klasik: dipenjara walau tak bersalah. Di film ini lalu diloloskan oleh suami dengan rencana pelarian yang keren. Bagus, menegangkan, inspiratif dan berakhir bahagia. ❤

124. Beauty and the Beast (2014) (Selasa 12 Agustus)

Belle dan si pangeran terkutuk.

Visualnya sungguh indah tapi gambarnya terlalu ramai dan plotnya disesaki subplot. Chemistry antara Belle dan Beast sendiri malah kurang digarap dan akhirnya diresolusikan melalui keadaan yang terpaksa. Yvonne Catterfield menurutku lebih cantik daripada Lea Seydoux yang jadi Belle. ❤

125. Under the Skin (Jumat 15 Agustus)
Mestinya ini jadi film ninja. Si alien jadi lawannya Naruto atau Wolverine. Sci-fi horror yang absurd dengan sedikit dialog skotlandia yang tak bisa dinikmati dan musik yang bikin sakit telinga. Film ini secara luar biasa menyia-nyiakan aksi-aksi telanjang Scarlet Johansson yang sudah sepuluh tahun ditunggu.

126. Charlie Countryman (Sabtu 16 Agustus)
Film kriminal romantis. Sungguh sebuah resiko besar (kalo gak bodoh) untuk jatuh cinta pada istri preman di negara asing. Padahal sudah bertukar lendir mestinya cukup. Saya masih heran bagaimana film ini bisa berakhir bahagia. Saya dapet film ini yang versi sensor, jadi kehilangan sekitar 5 menit adegan seks. Siyal… 👿

127. Lawless (Senin 18 Agustus)
Film drama sejarah keren banget tentang 3 bersaudara pengusaha miras vs polisi korup di jaman miras dilarang di AS. Sejarah menunjukkan bahwa dimana miras resmi dilarang, yang timbul adalah miras tradisional dan aparat korup yang mengambil keuntungan. ❤

128. Ain’t Them Bodies Saint (Rabu 20 Agustus)

aint them_resize

Kita pasti bersatu kembali…

Film kriminal romantis yang bagus tapi terasa sedih. Seorang cowok kriminal yang kabur dari penjara, pacarnya yang sebenarnya pelaku penembakan, dan si polisi yang dulu ditembak. Agak traumatis menonton kisah cewek yang terdesak keadaan tuk selingkuh saat pacarnya sedang jauh. Dulu nonton Cast Away juga gitu.

129. New World (Sinsegyo) (Kamis 21 Agustus)

Semua orang di gambar ini gangster..

Semua orang di gambar ini gangster..

Direkomendasikan mbak Swastika. Salah satu film gangster terbaik yang pernah kutonton dengan kejutan khas Korea di klimaksnya. Bagian pertama dari trilogi yang gak sabar ditunggu lanjutannya. ❤

130. Transcendence (Selasa 26 Agustus)
Plotnya gajelas. FBI + teroris vs komputer hidup + zombie = tewasnya internet sedunia. Sekian tahun FBI kerja cuma gitu saja hasilnya? Cuma bagian nano material yang menarik disini. Mengingatkan pada teknologi serupa di komik Aoki Hagane no Arpeggio.

131. Guardians of the Galaxy (Kamis 28 Agustus)
Ditonton di XXI Mal Jayapura bareng Ipas. Film yang sangat menghibur walaupun buat saya karakter Thanos dan The Collector lebih penting daripada para protagonis dalam kerangka Marvel Universe. Ini pertama kalinya saya tetap duduk di dalam bioskop sampai kredit film  berakhir (cuma 2 orang termasuk saya, dikelilingi 5 cleaning service dan lampu yang sudah menyala) supaya bisa lihat adegan terakhir khas film Marvel. Achievement unlocked.

132. Gia (Senin 1 September)
Biografi dramatis dari naik turun dan matinya Gia Carrangi. Film 1998 yang patut diingat apabila pengen lihat Angelina Jolie bugil saat masih muda dan berpayudara.

133. Gangster Squad (Rabu 3 September)
Film gangster gaya klasik tahun 40an yang dipenuhi tokoh-tokoh legendaris era gangster. Penuh peluru beterbangan dari pistol dan Tommy gun. Suka banget. Heroik dan menghibur, apalagi ada Emma Stone yang tetap cantik napsuin. ❤

134. Young & Beautiful (Jeune & Jolie) (Kamis 4 September)

Kakek itu pelanggan setia dan baek banget..

Kakek itu pelanggan setia dan baek banget..

Kisah gadis ABG Prancis dan pencarian jatidiri seksualnya. Dari menghilangkan keperawanan hingga jadi pelacur dan konsekuensinya. Film bagus yang dipenuhi adegan bugil Marine Vatch. Lovely. ❤

135. Rio 2 (Sabtu 6 September)
Masih lucu dan ramai seperti pendahulunya. Tema lingkungan (deforestasi) mulai agak membosankan tapi gak bisa disangkal ini memang isu penting yang harus terus dikampanyekan. Adegan sepakbola terbang disini orisinil banget. ❤

136. Trance (Senin 8 September)
Direkomendasikan mbak Swastika juga. Thriller menarik dan menegangkan dengan tema hipnotis memakai penceritaan berlapis ala Inception. Ada Rosario Dawson bugil frontal. Karakter dia patut dijempoli. ❤

137. The Way, Way Back (Selasa 9 September)
Film tentang beranjak dewasa yang bagus. Cowok 14 tahun pada sebuah liburan musim panas. Melarikan diri dari masalah ibunya dan pacar ibunya, mencari dan menemukan kebahagiaannya & arti hidupnya sendiri. Usia yang sulit, tapi dia sudah dapet ciuman cewek. Meh.. ❤

138. Sabotage (2014) (Rabu 10 September)
Plot balas dendam yang memusingkan dan terasa ada celahnya yang kurang logis. Jadi tak jelas siapa membunuh siapa. Menurut wikipedia malah ada versi alternatif tuk klimaksnya. Satu hal yang pasti Arnold Suasanaseger sudah terlalu tua untuk peran ini.

139. New Year’s Eve (Kamis 11 September)
Film ringan menyenangkan yang dipenuhi bintang film. Sekumpulan cerita malam tahun baru yang nanti saling terkait di bagian akhirnya. Kata kritikus jelek karena gak ada konfliknya, tapi saya suka. ❤

140. One Day (Jumat 12 September)
Kategori film cinta akhirnya-bersama-setelah-sekian-puluh-tahun. Penceritaannya unik, cuma menceritakan tanggal 15 Juli sepanjang 20 tahun lebih kisah kasih kedua karakter utama (yang cewek Anna Hathaway!) Menyentuh, dengan banyak pemandangan Inggris dan Prancis yang indah. Itu tanggal musim panas juga sih. 😆 ❤

141. The Descendants (Minggu 14 September)

Sekeluarga (minus ibu di RS) memandangi pantai warisan nenek buyut.

Sekeluarga (minus ibu di RS) memandangi pantai warisan nenek buyut.

Saat istrimu koma dan akan mati, bagaimana caramu mempersiapkan anak-anak, mencari tahu selingkuhan istrimu, dan berdamai dengan keadaan itu? Film keren banget, penuh dengan lagu-lagu Hawaii dan Tahiti yang juga bagus-bagus. Karena film ini saya jadi belajar tentang rule against perpetuities. Entah apa bahasa Indonesianya. Intinya masa berlaku suatu wasiat secara hukum.

142. X-Men: Days of Future Past (Senin 15 September)
Salah satu plot terbaik film superhero walopun eksyennya gak banyak dibanding jumlah karakter. Sekuel untuk dua jalur cerita X-Men sekaligus dan muter kembali ke film X-2 sekalian membatalkan jalan cerita sesudah itu. Robot-robot sentinel modern terasa meyebalkan. Masuk akal kalo mereka bisa berubah kulit seperti Mystique tapi bisa menyalin kekuatan mutan kurasa keterlaluan canggihnya. Habis ngetwit ini si mas ganteng langsung ngasi artikel internet yang berkaitan. :mrgreen:

143. Life as We Know It (Rabu 17 September)
Komedi romantis yang cukup menghibur walopun plotnya standar. Mungkin saya cuma ingin melihat Katherine Heigl disini. ❤

144. Quick (2011) (Kamis 18 September)
Film eksyen biker yang keren banget. Antagonis yang gak disangka, komedi situasi, polisi bego, khas Korea banget. Plus behind the scene ala Jackie Chan di kredit film. ❤

145. The Counselor (Extended Version) (Jumat 19 September)
Thriller yang susah dimengerti dan susah dinikmati dengan akhir yang “cuma begitu saja?” setelah 138 menit. Mungkin karena ceritanya tentang kejatuhan si protagonis sehingga depresif. Adegan mengesankan disini cuma Cameron Diaz bersenggama dengan kaca depan mobil (mustinya disyut dari kursi penumpang) dan tewasnya Brad Pitt.

146. Maleficent (Jumat 19 September)
Versi alternatif cerita Sleeping Beauty yang bagus banget dan sangat cocok dengan Angelina Jolie. Saya suka setting fantasi hutan Moors. Mungkin cuma kurang Smurf disitu. :mrgreen:

147. Endless Love (Kamis 25 September)
Pada dasarnya cerita ini selevel cuma sinetron. Gigit lidah juga nonton lovey dovey selama 100 menit. Mungkin saya betah cuma mau nonton Gabriella Wilde yang cantik abis.

Nah, 42 film dalam 3 bulan terakhir. Sebenarnya masih niat nambah lagi tapi akhir September saya habiskan menonton serial anime Shingeki no Kyojin yang baru kelar tak lama sebelum draft tulisan ini selesai di awal Oktober. Sampai ketemu lagi awal Januari. Ada rekomendasi film bagus? 😉

6 film terakhir [per 090112]

Melanjutkan kegiatan kemarin, nonton film masih jadi acara utama akhir-akhir ini. Kali ini hanya dalam rentang waktu lima hari. :mrgreen:

Here I go again..

The Expendables

 

Ditonton 051012. Film eksyen yang sempurna. Banyak ledakan dan musuh yang bertumbangan, tapi tak ada protagonis yang gugur dengan heroik. Yang segera teringat sesudah nonton adalah film ini seperti gabungan The A Team, G.I. Joe, Mortal Kombat dan Super Junior. The A Team karena Ross dkk juga pasukan bayaran; G.I. Joe karena anggotanya memiliki macam-macam spesialisasi (dan kelihatannya berbeda latar belakang juga); Mortal Kombat karena penuh pertarungan fisik yang seru; lalu Super Junior? Mbak HW sampai bertanya di status FB saya karena merasa tidak melihat ada adegan dance di film itu. 😆 Perihal SuJu ini teringat tidak lain karena film ini disesaki pemain bintang, sehingga di posternya pun mereka berjejer bagai boyband. Ntah kenapa yang terpikir kok bukannya Ocean Eleven. Hanya kalau dibandingkan Super Junior, oom-oom ini pantasnya menyandang nama Super Senior. 😆

Balik ke cerita, negara fiktif Vilena ini kelihatannya hanya pulau miskin sangat kecil, dengan ibukota kampung kumuh nan tertinggal (tak ada bandara?), serta hanya dijaga pasukan infantri ringan yang kelihatannya tak sampai satu batalyon tanpa markas, semua ngepos di istana kepresidenan sebagai pengawal sang pimpinan. Meskipun begitu agak aneh juga satu negara bisa diserbu cuma oleh lima orang berjalan kaki, yang meninggalkan pesawat amfibi mereka tanpa terjaga entah dimana, lalu entah pakai apa dari pantai ke istana tanpa ketahuan. Di dunia nyata, Guinea Khatulistiwa yang sebesar itu pernah presidennya mau digulingkan oleh tentara bayaran berkekuatan 70an orang. Sayangnya upaya ini gagal, kalau tidak bisa buat mengira-ngira kebutuhan personil untuk menyerbu istana presiden negara dunia ketiga. Mungkin karena tidak ada Rambo dan Wong Fei Hung dalam pasukan mereka ya? :mrgreen:
Satu poin lagi, saya mengagumi persenjataan yang dipakai para anggota Expendables. Senapan serbu Noveske Rifleworks Diplomat standar mereka belum pernah saya lihat dipakai pasukan khusus manapun, begitu juga dengan shotgun AA-12 tentengan Hale Caesar yang sepertinya menggantikan peran senapan mesin (sekelas Minimi) standar regu. Sekali lagi, saya suka film ini. 🙂

Tale of Tales

Ditonton 070112, lalu menyadari bahwa saya hanya punya bagian 1-3, jadi bagian keempat baru didonlot dari yutub dan ditonton pada Minggu pagi. Menurut beberapa konsensus, film Sovyet tahun 1979 ini adalah film animasi terhebat sepanjang sejarah. Dari sisi kedalaman cerita dan teknik penyampaian cerita, mungkin saja sih. Film ini memang berat. Miskin dialog, sehingga betul-betul harus mengerti tiap simbol dalam film. Saya sendiri syukurnya terbantu adanya internet tuk mengerti isi film pendek ini. Mungkin ini karya klasik dan legendaris, tapi baik cerita maupun visualisasi, ini bukan film yang saya nikmati, hanya musiknya yang berkelas. 🙂

Banlieue 13

Ditonton 080112 sore. Hal-hal menyenangkan dari film non Hollywood adalah saya tidak terlalu mengharapkan adanya eksyen yang hebat sehingga apabila elemen tersebut ternyata ada, senangnya jadi tak terkira. Film B13 ini juga begitu. Memang beruntung sekali penemu Parkour sendiri yang jadi pemeran utama. Saya suka ide soal sebuah area yang “resmi” tanpa hukum didalam sebuah negara hukum, sehingga kekuasaan gembong narkotik dan milisinya bisa eksis disana beserta segala kriminalitas lainnya. Ini lebih masuk akal daripada suatu negara/kota yang dikuasai pengedar narkoba dan mereka bisa mengontrol aparat.

The Last Airbender

Ditonton 080112 malam. Film ini epic failure. Kecuali beberapa special effect yang juga tidak maksimal penggunaannya, sama sekali tidak ada yang bagus dari film ini. Kawan saya Ando yang tukang bahas film saja sampai gak mau nonton film setelah baca ulasan kawan-kawan dia, karena dirasa bakal menghabiskan waktu yang mungkin bisa dia pakai nonton film yang lebih bagus. Kurasa film ini harus dianggap tidak pernah ada oleh Nickleodeon, lalu dibuat ulang dengan durasi minimal dua jam menggunakan pemeran utama yang seluruhnya ras Asia dan sutradara Hongkong.

Love and Other Drugs

Ditonton 090112 siang. Kisah cinta klasik melibatkan cewek penderita-penyakit-tak-tersembuhkan. Film ini menarik karena saya selalu menikmati cerita tentang HTS; dalam film ini cinta bisa tumbuh dimulai karena sering berhubungan badan. Syukurnya proses menuju “nyatakan cinta” yang tersendat-sendat ini bisa berakhir bahagia. Satu sub cerita lainnya soal perjuangan Jamie menjadi salesman obat agak membingungkan saya dengan istilah-istilah medis yang sulit, dan sayangnya bagian ini mentok karena dikorbankan untuk urusan cinta, padahal menarik juga. Satu percakapan dari kencan pertama Jamie dan Maggie:

Maggie: What’s your game?

Jamie: My game?

Maggie (Unintelligible): This is the part where we talk about where we come from and what we majored in in college.

Jamie: You have beautiful eyes.

Maggie: That’s it? That’s the best you got?

Jamie: I’m serious. They’re beautiful.

Maggie: Well, let’s go.

Jamie: Excuse me?

Maggie: Well, you want to close, right? You want to get laid?

Jamie: Now?

Maggie: Oh right, right, right. I’m supposed to act like I don’t know if it’s right. So then you tell me that there is no right or wrong, it’s just the moment. And then I tell you that I can’t while actually signaling to you that I can, which you don’t need because you’re not really listening because this isn’t about connection for you. This isn’t even about sex for you. This is about finding an hour or two of release from the pain of being you. And that’s fine with me, see, because, well, I want the exact same thing.

Cewek yang menyenangkan ya? :mrgreen:

Fast Five

Ditonton 090112 malam. Saya memuji durasi 130 menit film ini. Film-film blockbuster memang seharusnya berdurasi panjang. Buat penonton ada banyak hal yang jadi bisa diceritakan, buat sutradara juga makin sedikit adegan yang dibuang saat pengeditan. Soal eksyen, tidak ada keraguan bahwa ini film hebat. Dari sisi cerita, kurasa poin saya mirip seperti komentar pada film The Expendables dan B13 diatas. Dengan latar kota sebesar dan sepenting Rio de Janeiro, agak aneh bahwa kota itu dikuasai satu saja pengusaha jahat yang bahkan menguasai polisi. Pada adegan klimaks kurasa lalu lintas juga terlalu lengang walopun itu pastinya menyelamatkan banyak nyawa. 😆 Saya juga naksir mobil Armet Gurkha yang dipakai Luke Hobbs. Rasanya mobil itu yang begitu bersinar diantara deretan mobil eksotis di film ini. Kalau dipake sehari-hari keren ya? Gak perlu takut lecet. :mrgreen:

Sekian dulu, nanti dilanjut lagi. 😉


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2017
M S S R K J S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter