Posts Tagged 'papua'

Fuck, sudah hari H! [2]

Hari ini Pesta Blog.. EH, ON|OFF 2011 di Jakarta. Saya gak bisa hadir. Gak ada sponsor. 😐

Kalian juga gak dateng kan? :mrgreen:
*nyari temen*

Saya puter lagu sajalah dan berakhir pekan. Lagu Korea biasanya efektif tuk memberi efek ceria.. Β (dance)

Saya dan Komunitas Blogger (Jayapura)

Yasudah Jens, kau buat sajalah komunitas blogger disana. Biar cuma dua orang gakpapa.

~Blogger C, dari komunitas C di kota C, via telepon milik blogger F, dari komunitas F di kota F, sesaat setelah keduanya bertemu menjelang acara Asean Blogger Community, Bali. Saat itu C bertanya mengapa saya tidak datang ke Bali, yang saya jawab kalau blogger non komunitas itu tidak diperhitungkan dalam acara-acara blogger, makanya saya tidak diundang.*

*inisial nama orang, nama komunitas dan nama tempat bukanlah yang sebenarnya

Yah, jawaban itu bercanda, memang, karena waktu ada blogger lain lagi yang menanyakan hal yang sama, saya menjawab kalau Papua belum merdeka, dan belum menjadi anggota ASEAN, karena itu perwakilan bloggernya tidak diundang. πŸ˜†
Tapi candaan itu bukan ide baru sebenarnya. Teman-teman yang sering baca blog ini pasti inget kalau saya sudah pernah ocehkan hal tersebut dua tahun silam. Saat itu Pesta Blogger Nasional 2009, yang tidak bisa saya hadiri. Dalam sambutan yang sudah tidak bisa lagi saya temukan arsipnya di situs resmi, ketua panitia ngomong begini:

Keep on reading!

Papua, sekilas masalah

Sabtu, 15 September 2011 jam 08:33 pagi, sebuah FaceBook message masuk dari teman saya Zeph Siddarth:

Seorang teman yang baru pulang dari Papua bercerita, bahwa kesenjangan antara penduduk asli dan pendatang itu memang ada, bahwa kesenjangan pembangunan antara Papua dan pusat (Jakarta) itu memang sangat mencolok, bahwa sebagian besar hasil sumber daya alam memang untuk “Jakarta”, bahwa ada memang pejabat di Papua yang lebih suka “kunjungan” ke Jakarta daripada “mengurus” keadaan Papua, sehingga “dirasa wajarlah” ketika teriakan untuk merdeka itu masih ada, konon kata teman saya itu, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pola penjajah.

Satu pendapat dari Acemoglu adalah perbedaan dari siapa penjajah mereka dan bagaimana mereka menjajah. Tapi pertanyaannya lagi adalah, mengapa para penjajah bisa berbeda memperlakukan wilayah jajahannya. Jawaban Acemoglu adalah malaria. Wilayah dengan tingkat malaria tinggi membuat penjajah tidak nyaman membangun peradaban di sana, mereka lebih memilih eksploitasi sumber daya alam dan kemudian pergi. itulah yang membedakan jajahan Inggris di Asia dengan jajahan Belgia di Afrika.

Mengapa Papua jauh tertinggal ketimbang wilayah bekas jajahan Belanda lainnya di nusantara. Ketika Belanda membangun kota dan sistem pemerintahan yang mapan terutama di Jawa dan Sumatera sementara di Papua, Belanda hanyalah menjadi rampok di malam hari. Tentu saja alasannya adalah malaria.

Seorang teman bercerita jika di Jawa dulu Belanda masih mau mengajarkan banyak hal, sementara di Papua, Belanda setiap pagi memberikan susu dan roti kepada penduduk setelah mengambil hasil alam mereka.

Dan sebagai orang yang tinggal dan hidup di Papua, apa opini Bang Jensen menaggapi hal tersebut. Terima kasih sebelumnya ^.^

Ah, pertanyaan yang menarik. Kalau dipendekkan saja masalahnya jadi bagaimana ini ya? Ketika Belanda menjajah Papua mereka tidak membangun karena faktor malaria, lalu.. ketika Indonesia menjajah menganeksasi Papua mereka juga ikut-ikutan tidak membangun karena malaria? Sehingga orang Papua yang tidak puas dengan keadaan ini kemudia minta merdeka. Begitu? πŸ˜•

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter