Posts Tagged 'piala dunia'

Saya dan Partai Final 2

8 tahun berlalu sejak menulis postingan menjelang partai final, banyak turnamen besar juga yang sudah berlangsung antara saat itu, menjelang final Piala Dunia Afrika Selatan 2010, dan final Piala Dunia Rusia 2018 sebentar lagi.

Final PD 2010 ternyata dimenangkan Spanyol. Sedikit sedih tuk Belanda, tapi memang sedang eranya Spanyol. Selamat tuk juara baru. 😐

Setahun berikutnya, Copa America 2011, berharap Messi akan angkat trofi internasional, apa daya Argentina dikandaskan Uruguay di perempat final. Di final saya dukung Uruguay menghadapi Paraguay, dan dukungan terkabul. Senang. πŸ™‚

Kembali ke Eropa di Euro 2012, kembali mendukung Italia yang dengan gemilang menghancurkan Jerman di semifinal. Eternyata harapan palsu saja. Di final dibantai Spanyol 4-0. Kecewa. Saya ingat banget karena nontonnya di rumah teman, harus subuh-subuh nan dingin pergi ke rumah dia nonton. Pulangnya lesu lihat fans Spanyol pawai. πŸ˜₯

2014, Piala Dunia Brazil, pengennya lihat Argentina mengalahkan Brazil di final, ternyata Brazil dihancurkan Jerman. Di final, Leo Messi dkk hanya mengangkat medali perak karena Jerman yang juara. Gagal deh jadi selevel Maradona. Kecewa. πŸ˜₯

Setahun berikutnya, Copa America 2015, saatnya Argentina angkat piala. Masuk final melawan Chili. Adu penalti dan kalah. Kecewa. Messi bahkan cuma cetak satu gol sepanjang turnamen. πŸ˜₯

2016 ternyata ada Copa America lagi, edisi Centenario. Kesempatan balas dendam terbuka karena Argentina bertemu Chili lagi di final. Adu penalti lagi. Penalti Messi gak masuk dan Argentina kalah. Argh! πŸ˜₯

Di tahun yang sama ada Euro 2016. Portugal vs Prancis di final. Saya dukung Prancis karena berharap Antoine Griezmann mampu mengalahkan Cristiano Ronaldo setelah beberapa minggu sebelumnya klubnya Ronaldo mengalahkan klubnya Griezmann di final Liga Champions Eropa. Timnya Ronaldo lebih sakti. Kecewa lagi. πŸ˜₯

Piala Dunia 2018. Mau dukung Italia timnya bahkan gak lolos Piala Dunia. Pindah ke Argentina yang timnya meragukan, ternyata dikalahkan Prancis yang masuk final. Pindah dukung Inggris, ternyata cuma sampai semifinal. Prancis lawan Kroasia di final, gak jelas mau dukung siapa karena sebenarnya berharap Inggris lawan Belgia di final. Mau juara baru, dukung Kroasia yang diperkuat dua pemain Inter Milan. Mau tim mapan yang juara, dukung Prancis yang diperkuat dua pemain Chelsea. Atletico Madrid punya pemain inti di kedua timnas. Hah bingung. πŸ˜† Prediksi sih menang Prancis, tapi di fantasi Kroasia yang juara. Mungkin dukung Kroasia saja ya? πŸ™„

Menyalin template dari posting sebelumnya: Teman-teman dukung siapa? Ada alasan tertentu?
Anyway, mari kita berharap final berjalan seru dan menarik, kalo perlu dengan banyak gol. πŸ˜‰

Iklan

Saya dan Partai Final

Setelah sekian puluh pertandingan, akhirnya piala dunia 2010 akan mementaskan finalnya tak lama lagi, mempertemukan dua finalis yang sama-sama belum pernah juara dunia: Belanda dan Spanyol.
Tiap penikmat sepakbola tentu punya alasan mengapa mereka memilih Belanda atau Spanyol tuk juara kali ini. Ada yang memang fanatik dengan satu tim saja di tiap turnamen, ada yang mendukung salah satu tim sejak awal turnamen; ada yang timnya sudah tersingkir, lalu mendukung lawan dari tim yang mengalahkan timnya; ada yang mengharapkan pemain pujaannya yang juara, ada yang menyukai permainan salah satu tim dalam perjalanan tim tersebut ke final, dan alasan-alasan lainnya.

Saya? Pada sepakbola level timnas, sepertinya saya memegang azas keadilan dan pemerataan gelar tuk tiap tim, karena itu dukungan saya pada tiap turnamen mudah berpindah-pindah dari satu timnas ke timnas lain, dan tidak fanatik pada tim tertentu. Dengan demikian mudah dimengerti apabila (sebagai contoh) saya tidak mendukung Brazil kali ini hanya karena mereka sudah 5 kali juara, dan memilih tim lain yang gelarnya lebih sedikit atau juara baru. Lagian toh piala dunia berikutnya diadakan di Brazil juga. πŸ˜€

Sejarah saya dan turnamen besar sepertinya dimulai saat Piala Dunia AS 94. Saya tak ingat apakah saat itu saya mengikuti babak grup dan babak gugur atau tidak, tapi yang jelas saat babak final saya mendukung Italia yang menghadapi Brazil. Ntah kenapa Italia, padahal saat itu kedua tim sama-sama baru juara dunia tiga kali, dan yang terakhir juara justru Italia tahun 82. Mungkin karena saat itu Liga Italia sedang populer ya? Tapi yang jelas tendangan Penalti Roberto Baggio melayang diatas gawang, Brazil juara dan saya kecewa…

2 tahun berikutnya, Cek(o) mendadak jadi tim populer di Euro Inggris 96. Bertemu Jerman di final, saya memilih mendukung tim yang terakhir juara Euro 76 itu ketimbang Jerman yang baru juara Piala Dunia Italia 6 tahun silam. Tapi ada Oliver Bierhoff dan Golden Goal. Saya lesu lagi..

Piala Dunia Prancis 98, sepertinya saya menyukai Italia dan Belanda saat itu. Tapi keduanya dihentikan para finalis: Prancis dan Brazil. Okay, saya tak mungkin mendukung juara bertahan, dan Prancis mencatatkan sejarah sebagai juara baru sesuai rencana cadangan saya. Skor Eropa-Latin juga imbang lagi. Happy ending.

Gagal di Prancis 98, saya mendukung Italia lagi di Euro Belanda-Belgia 2000. Euforia terasa meledak waktu Italia mengalahkan tuan rumah Belanda lewat adu-penalti di semifinal. Partai final melawan Prancis pun berjalan sempurna sampai Prancis membalikkan keadaan dan mengawinkan gelar Euro dengan World Cup. Rasanya patah hati sekali. Saya ingat ke kampus pagi harinya, semua yang saya temui hanyalah wajah-wajah lesu pendukung Italia. Orang-orang seperti malas bicara sepakbola lagi. πŸ˜†

2002, Piala Dunia Jepang-Korsel, menjadi Piala Dunia yang agak sepi peminat disini karena tanpa keikutsertaan Belanda. Saya pilih dukung Argentina yang penuh pemain hebat dan sudah lama gak juara. Tapi mereka bahkan tidak lolos babak grup. Menyedihkan sekali. Brazil dan Jerman, dua finalis Piala Dunia tersering, melenggang lancar ke final, dan meskipun saat itu Jerman kurang satu piala dibanding Brazil, saya pilih mendukung Brazil semata-mata karena Piala Dunia berikutnya akan diselenggarakan di Jerman. Jadi jangan sampai Jerman jadi juara beruntun. :mrgreen: Ronaldo mengabulkan keinginan saya memberi Brazil gelar kelima, tapi tak lama kemudian mengkhianati Inter Milan tuk pindah ke Real Madrid. Cuih.. πŸ‘Ώ

Euro 2004 di Portugal (yang logonya keren itu), dukungan saya jatuh pada tuan rumah dan generasi emasnya. Apalagi mereka juga belum pernah juara turnamen besar. Mereka akhirnya sampai ke final. Tapi seperti mitologi, dewi Fortuna memilih negara asalnya Yunani tuk menjuarai turnamen kali ini. Slogan impossible is nothing pun bergema dimana-mana. Walopun yang dijagokan kalah, yang jelas ada juara baru, dan saya cukup senang dengan itu. πŸ˜‰

Jerman, 2006. Saya mendukung tim Azzuri lagi yang akhirnya ke final setelah melewati perlawanan sengit tuan rumah di semifinal. Final dengan Prancis berjalan menegangkan, dengan insiden Zidane-Materazzi yang tak terlupakan, apalagi Italia punya sejarah buruk dengan adu penalti. Tapi penalti terakhir seorang pemain Inter memberikan kepuasan terbesar sepanjang sejarah mengikuti final turnamen besar sampai saat itu. Empat bintang tuk Italia menuntaskan lapar gelar sejak 1982.

Belanda menjadi tim yang sangat enak ditonton saat Euro 08 berlangsung di Swiss-Austria. Maennya bagus, banyak gol, dan membantai lawan-lawan kuat di grup maut. Sayang, keindahan mereka kandas di perempat final. Dukungan pun berpindah ke Spanyol yang terakhir juara Euro tahun 1964. Sekali lagi dalam dua tahun beruntun jagoan saya di final menang.

Final PD 2010 Belanda versus Spanyol? Nah, kalo memperhatikan pola diatas tentu mudah ditebak kalo saya mendukung Belanda. Bukan karena mencetak lebih banyak gol dibanding Spanyol yang konon bermain lebih cantik, tapi tentu karena Belanda terakhir kali mengangkat piala di Euro 1988. Sementara Spanyol baru saja angkat piala di paragraf sebelumnya, dengan mayoritas pemain inti yang tak berubah. Apabila juara, tentu Belanda bakal menghapus kutukan runner-up (& total football) era 70an yang menjadi legenda mereka selama ini.
Kalo Spanyol yang juara? Tak buruk juga, karena tetap saja lahir juara baru. Bagus tuk pemerataan gelar. Haha~

Teman-teman dukung siapa? Ada alasan tertentu?
Anyway, mari kita berharap final berjalan seru dan menarik, kalo perlu dengan banyak gol. πŸ˜‰


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
September 2018
M S S R K J S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan