Posts Tagged 'star trek'

Film-film 2016 (Juli-Desember)

Pakabar? Gimana 2017 yang sudah jalan sebulan, apakah sesuai yang direncanakan? Semoga ya. Januari saya berjalan dengan beberapa masalah di sektor perdaringan. Yang pertama hape 4G saya jadi batu karena kesalahan peningkatan sistem operasi. Nah disaat butuh koneksi maksimal supaya gawai bisa disembuhkan, eh malah kabel serat optik Telkom putus lagi sebulanan. Ya sekarang sudah teratasi semua sih, dan postingan ini bisa diselesaikan.

Kay, ini daftar film lepas tontonan saya semester kedua tahun 2016 lalu. Banyak perjalanan saat itu, jadi lebih banyak pengalaman juga menonton bioskop di berbagai tempat. Jarang-jarang saya nonton film baru sesering itu. :mrgreen:

67. 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi
Dramatisasi Benghazi Attack 2012, peristiwa yang konon menodai karir Hillary Clinton sebagai Menlu AS. Divisualisasikan Michael Bay dengan seru dan heroik. Kembali mengingatkan betapa dunia sekarang dipenuhi militan yang harus dibunuh.
Catatan: film pertama yang ditonton dengan laptop pribadi. ❤

68. Secret World of Arrietty
Dari novel fantasi anak-anak Inggris, divisualisasikan dengan indah dan detil menjadi anime oleh Studio Ghibli yang legendaris. Ini nonton yang versi AS, lagu-lagunya asyik. Senang nontonnya. ❤ ❤

arrietty

Kalau ada pernak-pernik kecil di rumahmu yang hilang, mungkin mereka yang “pinjam”.

69. The Hunger Games: Mockingjay – Part 2
Penutup yang bagus dan memuaskan untuk seri Hunger Games. Kaget lihat the mutts, gak nyangka ada makhuk semacam itu di Hunger Games. Adegan eksekusinya inspiratif: mencegah diktator digantikan oleh diktator lain. ❤
Catatan: keknya ini film pertama yang kudonlot sendiri, thanx untuk Gunrud, Moer dan Zizie, kawan-kawan Warqafalla.

70. Allegiant
Misteri dunia di luar tembok sudah terpecahkan dan tidak mengejutkan, tinggal nunggu perang dan klimaks saja. Four rasanya terlalu sakti tapi ya gapapalah. Sudah gak ada adegan-adegan simulasi lagi nih. ❤

71. Boruto: Naruto the Movie
Seru banget, penuh ledakan dan taijutsu cepat. Sasuke dan sejumlah karakter lain seperti tidak mengeluarkan potensi maksimal tapi tidak mengapa. Semoga cerita generasi baru ini masih bisa berkembang. ❤

72. Star Trek: Beyond
Ngebioskop di CGV Blitz Mall PVJ Bandung. Nonton dengan cewek Trekkie pakai drama disangka warga miskin sama petugas saat mau beli tiket. Film yang bagus. Planet baru, musuh baru, pengkhianat baru juga. Walopun sudah heboh sebelumnya, saya gagal menemukan Joe Taslim di dalam film. 😆 ❤

73. The Great Magician
Jauh lebih lucu dan menghibur dari yang kukira. Saya suka film yang penuh trik sulap, juga China era warlords. Tema cinta segitiganya menarik. ❤

74. Batman vs Superman: Dawn of Justice (Ultimate Edition)
Seru banget tapi plotnya gak enak, padahal ultimate edition yang tiga setengah jam ini sudah menceritakan lebih banyak daripada versi bioskopnya yang konon lebih membingungkan soal motif perselisihan kedua jagoan. Kemunculan monster karya Lex Luthor malah membuat perseteruan Superman dan Batman jadi makin konyol. Wonder Woman sungguh mencuri perhatian. Pas banget diperankan Gal Gadot.

75. Jason Bourne
Ngebioskop di XXI Mall Paragon Semarang. Harus ekstra fokus karena film ini setia dengan ciri film Bourne yang goyang-goyang kameranya. Jason B. masih agen super favorit saya karena plot dan eksyennya yang realistis. Tema pengawasan globalnya generik, tapi faktual dengan isu kerahasiaan vs keamanan nasional. Alicia Vikander is lovely.

76. Suicide Squad
Ngebioskop di XXI Lotte Mall Bintaro, Tangerang Selatan. Sepertiga film habis tuk perkenalan karakter dan cerita. Sisanya didominasi oleh Deadshot dan Harley Quinn. Lainnya ngapain? Joker ngapain? Enchantress kesurupan doang?

77. Night Watch
Thriller supranatural Rusia yang bagus banget. Eksyennya gak sebanyak yang kuharap (kalo merujuk film Holiwud yang sejenis) tapi plotnya seru dan menarik, baru jelas hingga klimaks. ❤

78. 3 Srikandi
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Drama sejarah olahraga menarik. Chelsea Islan lucu, tapi Tara Basro paling sukses memerankan orang daerah dengan dialek yang pas. Saya salut pada usaha merekonstruksi setting 80an termasuk tokoh Soeharto. Drama hubungan keempat karakter utama jadi lebih berkesan daripada panahannya sendiri yang sayangnya tidak bisa divisualkan hingga pengalungan medali dan pengibaran bendera.

79. Alice Through the Looking Glass 
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Seperti pendahulunya, visual film ini masih sangat imajinatif dan fantastis. Saya nonton 3D pula. Sayang film ini hanya meminjam judul saja dan ceritanya jauh berbeda dari kisah Through the Looking Glass asli karangan L. Carroll. Terlalu fokus pada Mad Hatters dan Alice juga gak imut lagi.

80. Day Watch
Lanjutan dari Night Watch. Petualangan Anton Gorodetsky masih seru dan gak ketebak arahnya. Plotnya memang kuat dan klimaksnya brutal keren. ❤

 

81. Elite Squad
a.k.a. Tropa de Elite. Plotnya realistis, penuh elemen-elemen familiar tentang Brazil. Eksyennya brutal keren, dan saya suka unit paramiliter BOPE yang digambarkan di sini. Polisi bersih jujur dan berani memang idaman. ❤ ❤

82. Secret Life of Pets
Ngebioskop di XXI Setiabudi One Jakarta. Lucu, menghibur dan logis secara imajinasi. Kita memang gak tau apa yang dilakukan hewan-hewan peliharaan kita saat rumah kosong. 😆 ❤ ❤

83. The BFG
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Visualisasinya cukup memuaskan untuk menutupi plotnya yang sederhana dan ramah keluarga. Saya suka cara-cara si raksasa menyamar di kegelapan kota.

84. Detective Conan: The Darkest Nightmare
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Pertempuran Conan melawan Organisasi Hitam masih berlanjut dengan sangat seru. Hasilnya Conan masih tetap kecil, Ran masih tetap menanti Shinichi kembali. 🙄 ❤

85. Train to Busan
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. Belajar nonton film 4DX walau filmnya sendiri 2D saja. Survival horor ini sebagus yang dikatakan orang-orang. Plotnya cepat, zombienya lincah, dramanya bagus dengan kejutan-kejutan khas Korea. Sangat direkomendasikan. ❤ ❤

86. One Piece Film: Gold
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. 4DX lagi dan sungguh penuh semburan air. Harus lindungi kacamata yang jadi sering basah. Plotnya masih formulaik film-film wanpis sebelumnya, lumayan sih. Kesempatan lihat kru bajak laut topi jerami dalam kostum berbeda.

87. Assassination Classroom
Adaptasi bagus tuk sebuah kompresan dari manga panjang. Walo cerita sering putus-putus mengikuti sejumlah sub-plot tapi tetap setia pada esensi dan jiwanya. Koro-sensei digarap lucu menjadi 3D, sayang murid-murid terlihat ketuaan tuk anak SMP dan Bitch-Sensei tidak diperankan artis kaukasian.

88. London Has Fallen
Eksyennya lumayan Rambo, tapi secara realistis konyol banget. Yang pemerhati intel dan hankam bisa mual dan diare. Sekali lagi Hollywood takut menciptakan karakter teroris radikal Islam semacam Al-Qaeda. Pedagang senjata Pakistan di Yaman? Meh…

89. My Neighbor Totoro
Akhirnya ngerti juga animasi legendaris dengan karakter ikonik ini kisahnya bagaimana. Bagus banget. Senang dan susah dan misteri di pedesaan Jepang tahun 50an di mata 2 gadis kecil.

90. Strayer’s Chronicle
Kisah X-Men versi Jepang, tema mencari jawaban atas eksistensi kekuatan super dan konsekuensinya. Standar. Plot biasa, penceritaan dan karakterisasi kurang, eksyen jug kurang.

91. Whiskey Tango Foxtrot
Komedi biografi lumayan tentang jurnalis(me) perang. Konflik abadi di Afghanistan dan reportase yang memudar. Tentara yang nggak jelas kenapa ada di sana dan investasi China yang ada di mana-mana. Ah iya, LDR itu menyedihkan.

92. Elite Squad: The Enemy Within
a.k.a. Tropa de Elite 2: O Inimigo Agora E Outro. Sequel Elite Squad ini lebih menggigit ternyata. Ketika polisi jahat menjadi antek politisi jahat, apa yang bisa dilakukan polisi baik? Keren banget. Dramanya juga lebih kuat karena konfliknya juga lebih kompleks. ❤ ❤

elite-squad-2-the-enemy-within-slice

Perang kota dengan milisi jalanan. Di mana-mana selalu seru.

93. The Huntsman: Winter War (Extended Version)
Membosankan. Eric dibantu dwarfs dan archer bahkan ada cameo elves. Memangnya LotR? Adegan goblinnya tidak berguna. Kenapa Freya tidak bisa ambil sendiri cerminnya? Kenapa Freya tidak menginvasi kerajaan Snow White atau sebaliknya? Setelah nonton Elsa di Frozen, nonton ratu es berikutnya memang punya harapan tinggi. Freeya ini cyrokinetic user yang lemah di combat. Saya suka kembalinya Ravenna dan klimaksnya tapi perang saudarinya terlalu singkat.

94. The Assassin
Visualisasi kisah klasik tentang Tian Ji’an dan Nie Yinniang dengan sangat bagus. Penuh pemandangan indah dan warna cerah. Dengan protagonis yang pendiam, cerita harus diikuti lewat karakter-karakter yang intriknya dia campuri. Misteri dia menjadi pesona. Film wuxia yang minim wire-fu, tiada jurus dan pertarungan ala Dragon Ball atau darah berhamburan. Hanya kungfu cantik. ❤ ❤

img_0997_assassin-1600x900-c-default

Sudah pembunuh, pendiam, cantik pula…

95. 3:10 to Yuma
Remake western yang bagus banget. Heroisme Dan Evans sebagai suami dan ayah; wibawa Ben Wade tapi juga kebijaksanaan dia, dan Charlie Prince yang setia dan sadis. Sebuah kisah ketika sang jagoan dan si penjahat saling memahami. ❤ ❤

96. The Jungle Book
Bagus luar biasa. Kenangan akan animasi legendarisnya langsung terbayar lunas dan bahkan terlampaui melihat interaksi Mowgli dengan penghuni hutan yang digambarkan hirarkinya dengan mengesankan. Ada pesan penting untuk menjaga hutan, terutama dari api. ❤ ❤

97. You’re the Apple of My Eye
Kisah romansa remaja yang bikin mellow. Ketika cinta tidak ditakdirkan bersama, tetapi tetap menjadi kenangan yang bahagia. Cantik nih Michelle Chen. Film yang bagus. ❤ ❤

98. Waltz With Bashir
Animasi dokumenter sekaligus otobiografi yang menarik tentang Perang Libanon I, terutama peristiwa pembantaian Sabra dan Shatila. Sebuah kisah tentang PTSD dan usaha mengatasinya. Ceritanya suram, visualisasi dan bahkan musiknya depresif, tapi detailnya tentang perang dan persenjataan memuaskan. ❤

99. The Da Vinci Code
Film heboh pada masanya dulu, saya jadi sering ditanyai teman-teman soal konspirasi hoax disini. Akhirnya jadi banyak baca-baca dan familiar dengan kisahnya padahal belum nonton. Lumayan juga kesan Indiana Jonesnya setelah nonton sendiri walo Profesor Langdon terlalu banyak ngasi kuliah. Utak-atik cerita Knight Templarnya asyik. Sayang poin kebenaran kisah ini hanya dijelaskan lewat obrolan dengan Sir L. Teabing, macam terlalu mudah. Akhirnya Audrey Tautou lebih jadi faktor yang bikin saya betah.

100. Inferno
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Saya suka plot, puzzle dan thrillernya, terutama mencari-cari petunjuk di museum-museum. Sungguh terpesona pada Felicity Jones.

101. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Film kaum super yang bagus dan imajinatif. Agak mengingatkan pada manga Kekkaishi. Sejumlah bagian terlihat lebih seru daripada ringkasan novelnya. Menurutku film ini akan lebih epik kalau ceritanya lebih panjang minimal 30 menit sehingga penutupnya bisa diceritakan dengan baik. ❤

miss-peregrines-home-for-peculiar-children-photo

Foto-foto hitam putihnya menimbulkan nuansa horor..

102. Ben-Hur
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Kisah klasik yang dibuat ulang lagi dengan visualisasi terkini. Nostalgik karena waktu kecil sering baca komiknya. Memuaskan untuk kategori film (berlatar) sejarah Kristiani. Suka lihat detail pasukan Legio X Fretensis disini. ❤

103. Ernest & Celestine
Diselesaikan sambil transit di bandara Hasanuddin Makassar dalam penerbangan Surabaya-Manokwari. Komedi animasi yang manis dan menghibur. Ceritanya menghangatkan hati. Visualnya macam lukisan pensil warna, bagus. Saya setting dua dunia parallel di sini.

104. Detective Dee and The Mystery of the Phantom Flame
Lama pengen nonton ini sejak nonton prekuelnya yang dibuat kemudian. Eksyen fiksi keren dari tokoh-tokoh sejarah China yang menarik dipelajari kemudian. Suka plot misteri jaman dulu, dibalik pertarungan wire-fu. Saya juga suka patung Buddhanya, teknik faceshifting dengan acupoint, dan tentu Li Bingbing. ❤

105. The Dreamers
Bertahun-tahun mengoleksi berbagai skrinsyut si cantik Eva Green bugil dari film ini, baru kesampaian nonton. Pesona dia ternyata lebih besar lagi dalam film. Sejarah latarnya menarik, juga dialog-dialog serta referensi berbagai film dan musik klasik, romansanya pun tersaji baik. Menjadi anarkis hanya percuma, menjadi pasifis pun percuma.

106. Assassination Classroom: Graduation
Lebih kurangnya sama seperti prekuelnya. Cukup baik sebagai usaha merangkum seluruh isi komik. Sayang tidak ada presensi terakhir. Sampai klimaks kita hanya mengenal gak sampai selusin murid. Mirei Kiritani tampil menarik di sini.

107. Now You See Me 2
Mulai memperjelas tema klub pesulap ini sebagai Robin Hood. Ada tema pengawasan global lagi. Seru dan menghibur, terutama trik-trik menyembunyikan kartu. Saya masih tidak paham gimana chipnya bisa ditukar tapi gak masalah. ❤

108. The Last Woman Standing
Saya suka drama romantis ini, plotnya familiar: saat usia menanjak, ortu mendesak nikah, suami sulit dicari, dan pacar masih ingin pacaran. Shu Qi masih tetap memikat seperti biasa.

109. Zootopia
Sejak awal film ini berusaha memerangi prasangka dan stereotip tapi langsung jatuh ke stereotip kalo polantas itu kerja polisi rendahan. Di luar itu ini animasi bagus. Plotnya seru, pesannya kuat dan desain zootropolisnya keren.

110. The Monkey King 2: The Legend Begin
Perjalanan ke Barat dalam versi paling glamor dan epik. Kisah klasiknya jadi tidak terasa lawas. Siluman Tulang Putih tampil sangat anggun dan elegan dibawakan Gong Li.

111. Teenage Mutant Ninja Turtles – Out of the Shadows
Masih memicu nostalgia seperti pendahulunya, kali ini bersama Bebop, Rocksteady, Krang dan Technodrome. Shredder tanpa aksi dan keempat kura-kura terlihat jarang menggunakan senjata ninja mereka, tapi adegan pertempuran di pesawat dan di hutan sesudahnya epik betul. Penuh humor juga. Megan Fox masih menggiurkan, dan kaget ada Alessandra Ambrosio.

112. Mobile Suit Gundam Thunderbolt – December Sky
Bukan semesta Gundam yang familiar denganku. Film Gundam yang dewasa dan sangat brutal diiringi musik-musik jazz bagus. Perang membawa dendam, dan dendam memperpanjang perang.

113. Deja Vu
Seperti beberapa film perjalanan waktu lainnya, kisah ini juga memiliki lubang-lubang plot besar. Disini dua rangkaian kejadian parallel bertumpuk hasilnya di masa kini yang sama. Diluar itu ini eksyen yang keren. Paula Patton memang menarik untuk diselamatkan.

114. Detective K: Secret of Virtuous Widow
Kisah detektif abad-18 yang sangat lucu dan bagus. Bukan saja misterinya menarik tapi juga berhubungn dengan penyebaran kekristenan di Joseon. Suka lihat Han Ji-min. ❤ ❤

detective_k_and_the_secret_of_the_lost_island_still

Duo kocak ini mungkin juga penemu gantole…

115. Hyena Road
Drama bagus Perang Afghanistan, jarang-jarang juga tentang pasukan Kanada. Operasi-operasi militer dan intelijen digambarkan dengan baik, begitu juga konflik lokal. Mengingatkan lagi kalo Afghanistan adalah tanah konflik abadi. ❤

116. League of Gods
Adaptasi Fengshen Yanyi yang berat di visual tapi hancur di plot dan karakter. Sudah klimaksnya nggak epik, eh bersambung pula. Ya memang gak mungkin satu film sih. Sepangjang film berusaha menyambung-nyambungkan karakter dengan Hoshin Engi (adaptasi Fengshen Yanyi paling bagus dan paling familiar buatku), tapi akhirnya cuma terpikat lihat Angelababy. Seperti biasa.

117. The Hateful Eight
White, woman, black, mexican, senjata, dan sejarah Amerika yang mengikat semuanya. Thriller bagus penuh mayat. Dialog-dialognya menarik penuh logat unik. Plot twist juga mengejutkan. ❤

118. Detective K: Secret of the Lost Island
Pujianku sama seperti seri sebelumnya. Misterinya menarik bertema perdagangan manusia. Komedinya masih bikin ngakak, dan Lee Yeon-hee sangat cantik. Suka.

119. Anomalisa
Adegan seksnya berkesan. Mengingatkan canggungnya saat pertama kali mau bercinta dengan partner baru. Plotnya lebih realistis dari yang kuharapkan bertema thriller atau fantasi, seperti antiklimaks tapi memang itu yang diceritakan.

120. Call of Heroes
Menaruh jagoan yang sangat menjanjikan di awal film, lalu ditunggu sepanjang cerita kapan bertarung lagi. Cerdas. Film kungfu yang koreografinya sungguh memukau. Ceritanya heroik dan pemandangannya indah. Lagu penutupnya juga ngerock abis. ❤

121. Angry Birds
Cuma pernah main gimnya yang pertama, itupun belum tamat, tapi senang lihat karakter-karakter dan plotnya hidup dalam animasi. Menghibur. Iya, marah itu perlu juga. 😉

122. When Marnie Was There
Misterinya ketebak, tapi narasi dan visual film ini tetap bagus banget tuk dinikmati. Terharu di endingnya, dengan pesan cinta, penerimaan dan pengampunan yang kuat. Saya suka karakter Marnie dan Anna, juga suka lagu penutupnya (in English). ❤

123. The Lake House
Film lawas yang baru kesampaian nonton. Cerita romantis yang manis walo timeloop-nya menghasilkan sejumlah plothole. Gak peduli, yang penting berakhir bahagia.

124. The Fatal Encounter
Lumayan kesulitan memahami silsilah raja Jeongjo hanya dari film. Ini dramatisasi sejarah yang seru dan menegangkan, terutama dengan plot maju mundur. Eksyennya juga keren. Saya penasaran pada mekanisme anak panah sang raja. ❤ ❤

125. The Accountant (2016)
Puzzle yang menarik tuk mengungkap siapa si akuntan, siapa si pembunuh bayaran, dan siapa si suara. Thriller bagus dibalut tema pembukuan mafia dan juga dunia autisme. ❤

126. The Anthem of the Heart
Konflik menarik cinta segi empat anak-anak SMA dalam tema pementasan musikal yang bangsat keren. Saya takjub pada ide menyanyikan dua lagu bersamaan itu. ❤ ❤

127. Eye in the Sky
Dramatisasi penyakit parah politisi Inggris: mau perang tetapi dengan mengikat kaki tangan prajurit. Film bagus.

127 film sepanjang 2016. Kamu berapa? 😀

Iklan

Film-film 2016 (Januari-Juni)

Sudah akhir September ya ternyata, blog sudah karatan dan daftar ini sudah ditagih beberapa teman. Aktivitas nonton tahun 2016 ini berjalan lebih berwarna dibanding dua tahun sebelumnya, salah satunya karena… PC saya rusak lagi akhir April kemarin, lagi-lagi disebabkan karena kesukaan PLN untuk memadamkan listrik. Berbagai usaha sudah dilakukan Atho tuk memperbaiki dengan ilmu dan alat yang ada tetapi selalu gagal. Sejak itu nonton film di rumah juga terpaksa berhenti dan hanya beberapa kali menonton di bioskop. Kemudian saya mulai melancong ke Jawa awal Juni dengan berbagai petualangan, alhasil daftar semester pertama tahun ini hanya setengah dibanding apa yang dicapai tahun lalu, plus ditulis sekarang sesudah pulang dari Jawa.
Kay, cukup ngoceh, mari melihat kembali apa saja yang saya nonton sampai akhir Juni. BTW sebagian besar catatan di sini sudah diarsipkan duluan di social media. Ini jadi kompilasi saja.

1. The Intern
Reset hitungan lagi di tahun baru dengan komedi yang sungguh menghangatkan hati. R. de Niro pas jadi opa sempurna, dan Anne Hathaway tatapan mata dia masih saja bikin meleleh.

2. Entourage
Reviewnya jelek, tapi karena tidak mengikuti serialnya jadi tetap merasa lucu dan seru melihat kisah persahabatan level Hollywood. Banjir cameo pula.

3. Love & Mercy
Biopic Brian Wilson. Jadi baca-baca soal musisi jenius ini dan karir dia, termasuk Beach Boys. Menarik.

4. Inside Out
Ide jenius dengan eksekusi rupawan. Jadi bertanya-tanya, kalau ada 5 personifikasi serupa dalam kepala sendiri, kek apa mereka dalam hidup saya sehari-hari, apa saja memori inti dan pulau-pulau yang saya ciptakan?
Bagus banget.
❤ ❤

5. Aloha
Plot latarnya bagus, bisa jadi film eksyen kalo gak pake lovey-dovey. 2 fokus menarik:
a. Gerakan nasionalisme tribal “Negara Hawaii” dan pemimpinnya Bumpy Kanahele, sangat mengingatkan pada Papua.
b. Plot kontraktor aeronautika swasta super kaya yang bisa mengontrol militer.
Romcom dia sendiri level wajib tonton dengan adanya Rachel McAdams dan Emma Stone, plus bonus Danielle Rose Russell. Cuantikk…

image

Jadi pilot AU pula…

 

6. Sicario
Cerita War on Drugs di AS dan keterlibatan black ops CIA di dalamnya. Ketika kejahatan harus ditumpas dengan cara yang juga jahat. Sangat menarik, terutama pada hubungan antar agensi pemerintah. Senang lihat Emily Blunt lagi.

7. Hotel Transylvania 2
Berasa beda lihat plotnya gak lagi romcom lovey-dovey cinta terlarang Johnny dan Mavis lagi tapi jadi kisah (grand)parenting yang tetap saja sangat kocak. Dennis gak jadi fokus sebaliknya Vlad malah mencuri perhatian.

8. Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull
Belum pernah nonton serius trilogi prekuelnya yang legendaris itu, paling lihat sepotong-sepotong di TV, telat pula nonton Indy 4 ini. Petualangan arkeologi seperti Indy atau Tomb Raider termasuk plot eksyen favorit saya, bahkan ekspedisi serupa oleh Donald Bebek.
:mrgreen:
Indy 4 ini penuh elemen familiar yang menyenangkan, termasuk klimaks aliennya. Jaman alien masih berwujud E.T., belum Transformers.
😆

9. Brotherhood of Blades (Xiu Chun Dao)
Terjebak intrik dan sistem politik kotor sudah cukup mematikan, tetapi tidak jujur dengan sahabat seperjuangan membuat kematian lebih pasti.
Film wuxia yang cukup bagus plotnya dan eksyennya.

10. The Last Witch Hunter
Hidup abadi, lalu melanjutkan permusuhan abad silam ke jaman modern. Plot fantasi yang formulaik dengan sejumlah aksi sihir yang cukup menarik. Wibawa Vin Diesel + pesona Leslie Rose lumayanlah.
Menyarankan Dolan mengganti buku dengan iPad tapi sendiri mempertahankan pedang. Halah..

11. Bridge of Spies
Sebagai penyuka aviasi militer, sejak kecil sudah akrab dengan insiden Francis G. Powers terutama tentang U-2 dan SA-2, tapi masih banyak hal lain berkaitan dengan misi pengintaian gagal itu yang belum saya dalami, termasuk akhir kisah sang pilot. Drama sejarah ini membahas dengan baik bagian itu dari sudut pandang James Donovan. Bagus.

12. Atonement
Beban hati sebab menghilangkan “hidup” orang lain, terbawa tua; kemarahan dan dendam korban yang sungguh terasa, terbawa mati muda. Tragedi menarik yang familiar.

13. The Hundred-Foot Journey
Dramedy menarik + food porn India + Prancis. Menyenangkan nontonnya, romantis akhirnya. Itu Charlotte Le Bon cuantiknyaaaa…

14. Spectre
Bertemu tema pengawasan global lagi, tapi semua yang bisa diharapkan dari film James Bond komplit di sini. Sayang tante Monica muncul bentar banget.
Jaguar yang ngejar Aston Martin si Bond itu keren..

15. Spotlight
Cerita warbyasak kisah nyata kekuatan jurnalisme membongkar kejahatan. Pengingat penting bagi ribuan korban pelecehan seksual para rohaniawan Katholik.
❤ ❤

16. Some Kind of Beautiful
Senang lihat si cantik Jessica Alba lagi, tapi gak suka lihat karakterisasi peran dia sebagai istri yang ninggalin suami demi cowok seumuran. Di luar itu, ini romcom biasa saja.

17. The Treacherous (Gansin)
Dramatisasi pemerintahan raja Yeonsan, diktator terburuk era monarki Korea. Brutal namun erotis, penuh kegilaan, intrik, darah dan payudara.
Menarik sejarahnya, penceritaannya dan visualisasinya.

image

Strip for the king..

 

18. The Magic of Belle Isle
Cerita pertetanggaan yang sederhana tapi menarik dan hangat. Menginspirasi tuk pindah rumah ke sebelah janda cantik.

19. Fantastic Four (2015)
Begitu Sue Storm muncul langsung lesu, kebanting abis sama Jessica Alba dari adaptasi sebelumnya. Plotnya cukup bagus dan realistis, tapi karakternya, dramanya dan eksyennya hancur. Cuma kerasa film pahlawan super di beberapa menit akhir.
👿

20. Everest
Peringatan akan bencana Everest 1996. Semua gunung bisa didaki, tapi tidak setiap orang harus mendaki hingga puncak tertinggi, bahkan sekalipun sudah di depan mata.

21. Love, Rosie
Kenangan bersama yang terlalu banyak + selalu ada untukmu = Teman Tapi Mesra (Make love pula). Malu bercinta, sesat di hubungan. Romcom bagus dan lucu. Banyak subplot familiar, tapi banyak kebetulan juga. Lagu-lagunya asyik-asyik.
❤ ❤

22. Dragon Ball Z: Resurrection “F”
Gak pernah nonton film-film DBZ tahu-tahu dah seri 15. Kebingungan lihat karakter-karakter Whis dan Beerus dari Battle of Gods. Freeza bangkit lagi, dan selanjutnya formulaik. Asyik buat fans.

23. Barely Lethal
Komedi eksyen murahan yang nanggung lucu dan nanggung seru, apalagi karena sudah pernah nonton serial Kill Me Baby untuk tema yang sama. Lumayanlah lihat Jessica Alba lewat-lewat.

24. The 33
Kisah nyata heroisme saat bencana tambang di Chili. Masih ingat 2010 silam cuma bisa ngikuti kasus ini di media. Entah mengapa di film tidak ada 6 petugas SAR yang turun ke tambang. Bagus dari sisi biografi.

25. Ichi
Goze (pemusik buta) cantik yang berkelana mencari sang master Zatoichi. Film Chanbara bagus, terutama pada karakter sidekick si swordman traumatik. Lagu penutupnya (SunMin – Will) syahdu.

26. 45 Years
Drama bagus tentang hantu kenangan. Ketika cinta terasa meragukan karena hubungan bertahun-tahun ternyata hanya pelarian.

27. Still Alice
Drama sedih melihat proses kepikunan menggerogoti memori. Menurun ke anak pula. Senang lihat Kristen Stewart dan Kate Bosworth di sini. Bagus.

28. Ted 2
Si beruang cabul kembali lagi mengocok perut, sayang gak dapat versi unrated. Humornya masih khas Seth McFarlane. Cocok dengan telingaku.
Karakter dari Mila Kunis terpaksa ditipex tapi ganti dia ada Amanda Seyfried idolaku. Norah Jones nyumbang lagu keren di akhir film, lalu abis itu saya gak paham Liam Neeson kenapa.
😆

29. The Family
Komedi mafia seru dan lucu. Banyak masalah memang bisa lebih efektif dan efisien diselesaikan dengan cara kekerasan, dan hasrat untuk itu sering muncul dalam hati, terwakili sangat baik oleh kisah film ini.

30. Memento
Salah satu film terbaik pada eranya. Penceritaannya lebih rumit dari ceritanya sendiri. Tema anterograde amnesia ini ngeri, opsi memilih khayalan yang ingin dipercayai sebagai kebenaran.

31. The Fall
Drama fantasi bagus. Terasa seperti penghormatan untuk para stuntman era film bisu. Suka pemandangan di berbagai settingnya, terutama bangunan-bangunan bersejarah India.

32. No Tears For The Dead
Eksyen Thriller khas Korea bertema rasa bersalah dan rindu ibu-anak. Bagus, seru dan konflik batinnya kerasa. Lagu penutupnya bagus. Entah apa..
🙄

33. Child 44
Investigasi pembunuhan berantai yang ketimpa suramnya setting Sovyet pasca Holodomor dan PD 2, plus suramnya rezim komunis. Tom Hardy keren, tapi film ini berlalu begitu saja.

34. Star Trek
Senang nonton ini, bagus, akhirnya mengerti awal mula reboot ini dan hubungannya dengan linimasa film-film terdahulu. Soalnya sudah nonton sekuel film ini duluan.

35. A Brilliant Young Mind
(Autisme + matematika) + cinta. Terinspirasi kisah nyata. Lebih mudah memahami film ini dari sudut interaksi karakter yang menderita sindrom Asperger daripada mengikuti linear ceritanya. Bagus.

36. Millenium Actress (Sennen joyu)
Nonton ini sekalian disambung The Making of Millenium Actress. Ngimpi nonton ini sejak baca ulasannya di Animonster 2003 atau 2004 silam. Kisah cinta abadi dalam penceritaan yang bagus banget, mengaburkan kenyataan, memori dan akting. ❤

37. The Revenant
Jadi baca ringkasan sejarah hidup Hugh Glass untuk lebih memahami film ini, juga hubungan dia dengan John Fitzgerald dan Jim Bridger. Walaupun sudah didramatisir hingga melenceng dari kisah nyatanya, film ini tetap terasa dingin dan monoton.

38. 20th Century Boys: Beginning of the End
Sudah beberapa tahun berlalu sejak khatam komik legendaris ini, harus mengingat-ingat lagi plot dan karakternya yang lumayan banyak. Asyik tuk nostalgia karena setia pada cerita dan casting-nya sungguh pas, terlebih lagi ada musiknya. Efek khusus terasa garing dan klimaks Kenji di dalam robot terlihat gelap banget di filmku tapi tidak mengapa.

39. 20th Century Boys 2: The Last Hope
Ceritanya jadi kolosal dan futuristik, makin linear dan apokaliptik. Senang lihat Kanna remaja dan Kyoko. Akhirnya ngerti gimana lagu “gutarara.. sudarara..” dinyanyikan.

40. Avatar (Extended Version)
Akhirnya kesampaian juga nonton film berpemasukan tertinggi ini. Semua-semua di film ini bagus, tapi terutama saya suka topografinya, keanekaragaman hayati dan model-model pesawatnya. Tema imperialismenya juga sangat kerasa, mengingatkan pada Freeport dan Papua.
❤ ❤

41. 20th Century Boys 3: Redemption
Malah sering bengong karena banyak bagian penting dari komiknya yang gak masuk film, belum lagi klimaks ‘kiamat’nya yang kurang epik. Usai nonton dan baca-baca baru paham kalau plotnya memang agak beda dari komiknya sehingga hasil akhirnya juga berbeda. Sayang banget.
😦

42. Pendekar Tongkat Emas
Dunia persilatan di sini terlihat sangat sempit, hanya sejumlah kampung kecil. Saking sempitnya hingga para pendekar seilmu saling kawin. Eniwei bagus.

43. Tomorrowland
Seperti biasa saya suka setting futuristik yang inovatif di Tomorrowland, terutama kolam renang bertingkat. Roket di Eiffel juga keren. Plotnnya antiklimaks, lihat Casey Newton hanya “gitu doang?”. Kurang epik. BTW Raffey Cassidy cantik.

44. 1911
Drama sejarah revolusi China yang menggulingkan dinasti Qing. Menarik, heroik, mencerahkan, dan lebih saya apresiasi ketimbang “generally negative/unfavorable reviews” di Wikipedia.

45. The Peanuts Movie
Film Charlie Brown dkk pertama yang kutonton. Senang lihat Peanuts geng ini beranimasi, 3D pula. Nostalgik karena familiar dengan komiknya. Snoopy lucu banget. Menggemaskan.

46. Pan
Kisah alternatif Peter Pan. Menarik juga, seru dan visualnya hebat, tapi terasa kehilangan beberapa elemen familiar seperti Wendy dan Tink.

47. Carol
Drama menarik soal hubungan terlarang. Kerasa banget situasi yang terbangun antar karakter. Saya suka setting 50an di sini. Mobil-mobil klasik dan piringan hitam. Berturut-turut nonton Rooney Mara nih.

48. Our Times
Kombinasi sempurna nostalgia, komedi dan dongeng romansa. Lin Truly muda ekspresi wajah dia komik sekali. Terhibur banget dan sangat kilas balik nonton ini.

image

Untung semasa sekolah gak pernah ikutan tren blateng…

 

49. Room
Memandang dan mempelajari dunia dari mata anak 5 tahun. Sangat menarik melihat interaksi Jack dengan ibu dia dan sekitar dia. Drama sangat bagus.

50. Anna Karenina (2012)
Saya suka gadis-gadisnya, setting ala panggung teater, kostum mewah, pesta dansa dan tema sosial imperial Russia. Musiknya juga asyik. Ceritanya sendiri dah klasik sih.

51. Monster Hunt
Lumayan seru walau gak seepik yang kuharapkan. Film keluarga makanya kurang sadis. Suka lihat Bai Baihe di sini, dan ada Tang Wei juga.

52. Love
Drama erotis tragis. Menggambarkan banyak hal yang (saat itu) ingin kulakukan dalam relationship plus hal-hal yang perlu kuhindari, misalnya drugs dan menghamili partner threesome.

53. Tazza: The High Rollers
Film judi keren. Lengkap dengan hutang segunung dan taruhan tinggi. Jadi tahu judi hwatu Korea walau tetep bingung cara mainnya. Kim HyeSoo sex appeal dia besar banget di sini.
BTW ini film terakhir sebelum PC dirusak PLN.
😥

54. Ada Apa Dengan Cinta 2
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Alya dibunuh penulis cerita. Fuck. Rangga dan Cinta pernah pacaran selama jeda, bertemu kembali penuh kangen setelah sekian tahun kok masih drama duluan? Langsung ngamar dong. Lampiaskan dulu rindu dendam dan birahi selama ini, biar lepas semua rasa, abis itu komunikasi kan bisa enak, gak perlu muter-muter keliling Jogja dan Jateng dengan rute yang bisa jauh banget antar lokasi. Mo ciuman aja masa harus cinta yang nyuri duluan. Di luar itu, usaha menghidupkan kembali legenda Rangga dan Cinta ini cukup bagus sih, termasuk dialog soal pilpres yang jadi favorit saya. Saya suka karakter Cinta yang mau ninggalin tunangan demi mencoba lagi Rangga. Menurutku penggunaan karakter AADC dalam iklan Line sebelum ini agak merusak jalan cerita.  ❤

55. Captain America: Civil War
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Masih agak kaget melihat (lagi-lagi) reboot Spiderman di sini, tapi dia memang jago. Andai saja Sipdey sudah ada sejak Avengers pertama. Dengan karakter-karakter yang sebagian besar sudah familiar, plot jadi cepat berjalan menuju konflik. Pertempuran kedua kubu berjalan seru, kadang lucu, imbang dan juga konstan sampai akhir dengan motif yang kuat. Saya suka karakter Cap yang setia kawan. Film ini bagus. Lebih bagus daripada Avengers 2 dalam hal himpunan jagoan, konflik dan logika.
❤ ❤

56. X-Men: Apocalypse
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Mengecewakan, tidak seperti pendahulunya yang plotnya mindblowing. Magneto lagi-lagi harus menjadi penggerak cerita, menenggelamkan Apocalypse yang jauh dari terlihat sakti dan menakutkan. Sekali lagi kisah X-Men adalah Xavier versus Magneto. Karakter-karakter lain di The Four Horsemen sah cuma figuran. Gak sekuat yang kuharap, pertarungan mereka pun gak seru. Belum lagi kemunculan Angel dan Nightcrawler yang bertabrakan kisahnya dengan kemunculan mereka di X-Men terdahulu. Makin membuat bingung. Dengan Kairo yang mendadak dikuasai mutan jahat, mestinya kota itu sudah dibom nuklir duluan oleh Israel sebelum tim Xavier tiba.
:mrgreen:

57. Warcraft
Ngebioskop di XXI Mall Jayapura. Film pedang dan sihir yang seru, kolosal dan menjanjikan. Ras Orc jadi terlihat manusiawi di sini.

58. Deadpool
Harus pergi jauh dari rumah ke Salatiga tuk bisa nonton ini dengan laptop pinjaman dari mbak Neny. Lagi-lagi reboot. Deadpool muncul lagi setelah X-Men Origins: Wolverine dengan wajah yang sama tetapi cerita yang berbeda. Meh. Di luar itu ini film yang sangat seru, lucu dan brutal walau plotnya standar. Senang lihat Colossus lagi. Lebih besar dari versi terdahulu. Sangat menghibur.

59. SPL II: A Time for Consequences (Kill Zone 2 )
Film baku pukul tradisional yang seru banget. Plotnya juga menarik. Saya suka aplikasi global translator dan penggunaan emoticons sbagai jembatan komunikasi Thai-Canton.

image

Tony Jaa, Wu Jing & Max Zhang memang hebat bakupukulnya..

 

60. Cloudy with a Chance of Meatballs 2
Sekuel yang bagus tuk cerita mesin makanan jenius itu. Saya suka bentuk-bentuk hewan dari makanan di Swallow Falls.

61. Tazza: The Hidden Card
Seru seperti pendahulunya tetapi masih juga saya gak paham model judinya gimana orang-orang Korea ini. Penuh intrik, teruhan dan pengkhianatan dengan bumbu asmara. Shun SeKyung cantik banget, sementara TOP sangat keren.

62. Rayuan Pulau Palsu
Nonbar + diskusi di markas LSM apalah di pojok Salatiga. Dokumenter propaganda anti reklamasi Jakarta (terutama pulau G) demi kepentingan nelayan di kampung di Muara Angke. Jelek. Reklamasi di seluruh Indonesia disamaratakan jahat semua. Yang di Jakarta cuma dilihat dari kepentingan nelayan dan kapitalisme pengembang, gak ada dari konsep pembangunan Jakarta. Bahkan penggusuran kampung pun sepaket dalam cerita, tanpa membahas status tanah atau pembangunan peninggian tanggul penahan banjir.
👿

63. Star Wars VII: The Force Awakens
Sangat retro dan melodramatik, tapi sungguh-sungguh sekuel yang ditunggu setelah 30an tahun. Finn dan Rey sungguh karakter-karakter menarik, sementara BB-8 didesain sangat keren. Masih nggak paham mengapa Starkiller Base bisa dihancurkan segampang itu tapi yawdalah.
😛 ❤

64. Mojin – The Lost Legend
Plot arkeologi petualangan favorit dari salah satu adaptasi Ghost Blows Out the Light. Senang lihat kuburan kuno penuh jebakan dan mantra gini, seru. Sayang terlalu banyak drama dalam kuburan dan klimaks dengan Dang Sitian kurang berkesan.

65. Hitman: Agent 47
Lumayan seru tapi mestinya bisa jadi lebih bagus kalau eksyennya lebih masuh akal. Masa segitunya tembakan musuh meleset mulu?
Saya suka adegan di bengkel pesawat. Sayang Angelababy muncul sedikit sekali.
🙄

66. The Interpreter
Thriller politik yang menyindir Zimbabwe dan presidennya Robert Mugabe. Sudah bertahun-tahun pengen nonton ini, kesampaian juga lihat cantiknya Nicole Kidman di sini. Bagus. Film terakhir yang kutonton dengan laptop pinjaman. Terakhir juga di bulan Juni.

 

Segitu setengah tahun ini. Mestinya diposting awal Juli ya, tapi banyak bepergian, kerjaan, dan benwit melimpah di Salatiga malah bikin males ngeblog. 😆
Sampai ketemu lagi, dan jangan lupa selalu mencatat film-film yang kalian tonton yaa. 🙂


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
September 2017
M S S R K J S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Arsip

Lapak Berkicau

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Follow me on Twitter