Posts Tagged 'tom cruise'

Film-film 2018 (April-Juni)

Piala Dunia 2018 telah usai. Siapa yang gembira? Siapa yang kecewa? Selamat buat fans Prancis yaa. Melanjutkan lagi daftar tontonan, ini film-film saya di triwulan kedua 2018.

71. What Happened to Monday
Premisnya menarik dan menjanjikan, tapi selebihnya gak sesuai harapan. Skala setting dan eksyennya terlalu sederhana tuk standar film dystopian, teknologinya banyak ketinggalan tuk film futuristik, kurang karakterisasi, dan yang paling buruk puzzlenya kebaca, separo film dah paham misterinya. Meski gitu saya suka para protagonisnya.

72. I Have a Message For You
Film pendek tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Sebuah ingatan dari masa Holocaust tentang anak-anak Yahudi yang dibuang oleh orangtuanya supaya tetap hidup.

73. Paprika
Anime sci-fi luar biasa. Ketika alam mimpi, dunia film, dan kenyataan bercampur dalam kekacauan. Visualnya keren walau kadang creepy, plotnya thriller, musiknya ajaib, dan karakter-karakternya menarik, terutama Atsuko dan Paprika. Film ini mindblowing.

74. Henri 4/Henry of Navarre
Film panjang dramatisasi riwayat hidup raja Prancis Henry IV. Banyak sejarah Perancis ada di sini: Awal berkuasanya dinasti Bourbon menggantikan dinasti Valois, French War of Religions, St. Bartholomew’s Day massacre, War of three Henries dll. Menarik dan orisinil dengan bahasa Prancis. Margaret of Valois digambarkan sesuai hoaxnya sebagai Margot yang nymphomaniac. Jadi baca-baca lagi sejarah Perancis era beliau.

BTW ini donlot dari Youtube. :mrgreen:

75. American Made
Kisah klasik keahlian CIA: ikut sibuk di negara lain dengan niat baik lalu hasilnya berantakan. πŸ˜† Diceritakan via dramatisasi petualangan Barry Seal. Bagus plotnya, Tom Cruise keren jadi karakter utama, dan sejarahnya menarik. Banyak yang familiar untukku dari era 80an yang diceritakan di sini: era Reagan, Escobar dan kartel Medellin, Jenderal Noriega, skandal Iran-Contra dan Oliver North, rezim Sandinista etc.

76. Ghost in the Shell: Arise
Reboot bagus dari Ghost in the Shell, dengan desain karakter baru dan karakterisasi baru. Suka plotnya, cerita sejarah terbentuknya Section 9 sambil menginvestigasi kasus demi kasus. Menarik lihat latar belakang masing-masing anggota yang bukan cuma kilas balik. Elemen-elemen yang akrab dengan kisah ini ada semua. Ghost hacking, false memory, prosthetic, optical camouflage etc. Tetralogi keren.

77. Forgotten
Misteri thriller tragedi kosmik dua pria sebatang kara. Beban hidup mencari jawaban dan konsekuensi dari kenyataan pedih. Bangsat, menegangkan juga. Separo film kukira horor tapi kok setannya gak kluar-kluar. πŸ˜†
Karena abis nonton Ghost in the Shell jadi familiar dengan kenangan palsu, teknologinya saja yang beda. Bagus banget ini.

78. A Royal Affair
Ketemu si jelita Alicia Vikander lagi dalam kostum periode, kali ini sebagai Caroline Matilde of Great Britain, istri raja Christian VII of Denmark yang berselingkuh dengan Johann Struensee. Dramatisasi sejarah yang menarik. Kisah politik ketika reformasi yang baik gagal karena dieksekusi oleh raja sinting, dokter asing, dan ratu yang kurang kasih sayang.

79. Colossal
Kangen Anne Hathaway. Drama black comedy dengan fantasi yang aneh logika dan plotnya. Butuh waktu lebih lama tuk memahami tema yang disimbolkan dengan monster-monster ini: mabuk membawa efek destruktif. Cerita yang unik memang karena tidak ada batas realitas. Suka karakter Gloria yang diperankan Anne, dan usaha dia tuk lepas dari miras dan si cowok pengekang.

80. Real
Tidak berlebihan kalo ada yang bilang ini film terburuk dalam sejarah Korsel. Film ini membingungkan, siapa karakter-karakternya, apa motif masing-masing, apa hubungan satu sama lain, hingga akhir film gak jelas. Gak paham kenapa bos klab malam juga merangkap tukang pukul. Ditambah lagi klimaks yang hiperbola, ntah mau jadi film superhero atau artistik. Yang menarik di sini cuma lihat sekian detik payudara Sulli Choi saja, dan beberapa close up wajah jelita dia. πŸ™„

81. The Emperor in August
Dramatisasi sejarah bagus tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu Agustus 1945. Kaisar Hirohito yang memikirkan rakyat, kabinet yang memikirkan kaisar, dan faksi fanatik AD yang menginginkan perang sampai mati. Dilema antara mati dengan kehormatan atau hidup dengan kekalahan. Menarik sekali melihat karakterisasi Kaisar yang sangat humanis tapi juga bagai dewa. Gak kebayang sejarah Jepang kalo gak jadi menyerah. πŸ™„

“Kalau Jepang hancur, apa yang kita wariskan ke anak cucu kita?”

82. Fucking Berlin
Dramatisasi kisah hidup Sonia Rossi saat remaja. Mahasiswi, hura-hura, prostitusi, dan cinta yang kandas. Receh sih, tapi saya suka Svenja Jung. Cantiknya bikin simpatik. πŸ˜‰

83. The Prestige
Kesampaian juga nonton film sulap legendaris ini. Gak nyangka bakal melibatkan legenda Nicola Tesla. Thrillernya keren dan kelam sangat. Usaha berkongsi dengan setan demi memuaskan hasrat memenangkan persaingan. Cerita yang masih relevan dengan dunia sulap sekarang pun: meniru dan mencuri trik.

84. Perfect Blue
Drama bagus kisah kelam seorang idol yang meninggalkan dunia idol. Perjuangan masuk ke dunia hiburan dewasa dan fans fanatik yang menentang perubahan itu. Thriller banget konflik antara ilusi dan realitanya. Anime klasik ini, latarnya jaman internet baru mulai populer.

85. Chasing the Dragon
Dramatisasi karir dua tokoh penting Hongkong tahun 60an, gangster Ng Sek Ho dan inspektur polisi Lee Rock yang untuk ketiga kalinya diperankan Andy Lau. Kisah dunia kriminal yang akhirnya mengorbankan orang-orang tersayang. Plot dan eksyennya keren, apalagi ini film Donnie Yen.

86. The Limehouse Golem
Ketemu Maria Valverde lagi setelah Ali & Nino walo bukan dia tokoh utamanya. Kali ini Olivia Cooke dengan sangat mempesona. Plot cerita ala kasus Jack the Ripper. Kisah detektif di Victorian London dengan segala kesuraman setting jaman itu. Bagus puzzle misterinya, melibatkan juga sejumlah karakter sejarah.

87. The Wehrmacht
Dokumenter bagus 5 episode tentang memahami angkatan bersenjata Jerman era Nazi secara manusiawi: kesadaran dan pemahaman mereka akan perang, loyalitas pada Hitler, loyalitas pada negara/satuan, kejahatan perang, dan akal sehat pada realitas situasi perang. Dibahas menarik lewat sudut pandang banyak penyintas, baik prajurit maupun sipil, juga arsip sadapan obrolan perwira di Trent Park dalam reka ulang yang bagus.

88. The Merciless
Film gangster Korea bagus. Serigala yang terdesak oleh singa dan buaya akhirnya mampu memangsa keduanya.

89. The Adventurers
Film eksyen receh tapi menyenangkan dari Andy Lau, Shu Qi, Eric Tsang dan Jean Reno. Stereotip ala Mission Impossible dengan teknologi canggih, lokasi eksotis, car chase, double cross, serta penjahat Eropa timur.

90. Suburbicon
Sebuah black comedy yang penuh perwujudan Murphy’s Law: anything that can go wrong, will go wrong. Seru juga melihat tragedi menimpa satu demi satu karakter, membuat simpati pada Nicky. Sayang subplot kekerasan rasial di tetangga tidak berkembang dan jadi dekorasi plot pembunuhan saja. Kompleks itu macam utopia yang berantakan, tapi perumahan yang homogen idenya hidup hingga sekarang.

91. Breathe
Tribute tuk Robin Cavendish, penderita polio legendaris, dari anaknya sendiri Jonathan Cavendish, produser film ini. Biopic luar biasa tentang cinta, kesetiaan, inovasi, dan semangat hidup. Menyentuh banget. Saya jadi penasaran apa betul aslinya Robin sekeluarga mencarter An-12 tuk pergi ke Spanyol. πŸ˜†

Sejarahnya bagaimana para penderita polio tidak lagi hanya di tempat tidur sampai mati tapi bisa menikmati dunia luar.

92. Spirited Away
Film ini ternyata memang sehebat legendanya: fantasi yang ajaib, heroine yang kuat karakternya, tema tentang identitas dlsb. Saya fokusnya sederhana saja: petualangan Chihiro di dunia setan, dimana roh yang kuat memangsa dan memperbudak roh yang lemah. Sistem yang bertahan bahkan sesudah Chihiro lolos dari situ.

93. The Outlaws
Film polisi vs gangster keren yang terinspirasi Insiden Heuksapa di Korsel: penumpasan gangster China. Protagonis utama kita polisi ideal banget. Dihormati masyarakat, dihormati dunia hitam, akrab dengan dunia hiburan, tapi tegas pada kejahatan, jadi panutan anak buah, dan jago berkelahi. Rasanya beruntung tinggal di kota yang gak ada preman terorganisirnya. πŸ™„

94. Gernika
Roman perang bagus, sebuah tribute bagi peristiwa serangan udara Jerman ke Guernica 1937 dalam perang sipil Spanyol. Masalah klasik dalam perang hingga kini: bagaimana mengabarkannya kepada dunia. Penggambaran Luftwaffe di sini bagus lengkap dengan arsenalnya, walo IIRC gak melihat Ju-87 yang legendaris itu. Menarik bahwa Athletic Bilbao pun disebut dalam film tuk menguatkan setting Basque. Tak lupa lukisan legendaris Picasso pun diceritakan. Senang ketemu Maria Valverde lagi.

95. Colonia
Dramatisasi kisah nyata eksistensi Colonia Dignidad, sekte rahasia yang berfungsi juga sebagai penjara rahasia rezim Pinochet. Utopia palsu. Mengerikan bahwa kedubes Jerbar pun tutup mata berkolaborasi. Sejarah yang penting dari era “Orba” Chili, dan penampilan bagus dari si jelita Emma Watson.

96. Ghost in the Shell: The New Movie
Saya gak nonton Pyrophoric Cult yang dibuat dengan mengacak-acak Arise menjadi Alternative Architecture, tapi tidak ngaruh ke plotnya. Kangen liat Motoko, Batou dkk lagi, dengan segala misteri dan puzzle cerita yang melibatkan cyberbrain, prosthetic, false memory etc. Seru ceritanya, apalagi karena banyak teamwork. Saya benar-benar suka versi Motoko yang ini.

97. Paradox (SPL III)
Instalasi ketiga dari seri Sha Po Lang, kali ini dibintangi Louis Koo, Gordon Lam, dan sedikit Tony Jaa. Masih menjual pertarungan seperti sebelumnya tapi dramanya lebih banyak. Ceritanya juga masih suram, kali ini tentang sindikat perdagangan organ tubuh ilegal di Thailand. Brutal dan menyedihkan.

98. Baywatch
Ceritanya receh tapi lucu, dengan segala kenangan akan serial TV legendarisnya saat nonton TV lokal masih menyenangkan dan belum penuh sinetron atau blur belahan dada. Kurasa setiap karakter dapat pemeran baru yang pas, dan saya suka Kelly Rohrbach, yang jadi CJ Parker. Menggoda seperti Pamela Anderson dulu.

99. Darkest Hour
Drama perang menarik tentang Winston Churchill dari terpilih sebagai PM hingga memutuskan Inggris terus berperang melawan Jerman. Penuh karakter historis termasuk raja George VI. Film ini fiksi sejarah saja, penuh dramatisasi, tetapi menarik memahami karakter Churchill yang diperankan dengan hebat oleh Gary Oldman (dan membawa pulang Oscar), juga penggambaran dan situasi Cabinet War Rooms tempat perang dimonitor dan disetir. Ketemu Lily James lagi setelah di The Exception.

100. The Age of Blood
Saya agak sulit memahami plot dan karakternya di awal, mengapa seorang pengawal elit raja didemosikan menjadi penjaga penjara. Tapi heroik sekali Kim-ho -dengan eksyen keren- nyaris seorang diri menyelamatkan raja Yeongjo dari usaha kudeta. Si dayang-dayang(?) yang diperankan Hong Soo-A mencuri perhatian.

101. Metropolis
Satu anime legendaris lagi, kali ini dari Ozamu Tezuka, bapak Astro Boy. Ini juga adaptasi dari manga dengan banyak perbedaan dari manganya. Masih khas beliau tentang dunia robot dan sengketa robot dengan manusia. Tema rebutan lapangan kerja yang makin kesini makin relevan. “Astro Boy” di film ini adalah Tima, gadis robot sempurna di puncak menara Babel. Cantik, naif, dan ingin menjadi manusia. Anime ini diisi banyak soundtrack dan score jazz yang bagus dan epik.

102. Collateral Beauty
Drama bagus -dan ternyata bertabur bintang- tentang derita karena rasa kehilangan. Ketika Tuhan tidak diperhitungkan, maka takdir dipertanyakan kepada semesta lewat tiga karakter: cinta, waktu, dan maut.

103. The Dark Tower
Saya -tentu saja- gak baca novel-novelnya, tapi ini jelas adaptasi yang gagal. Latar belakang cerita, karakter, dan dunianya gak jelas, film langsung fokus ke eksyen sepanjang film. Eksyennya hebat memang, Walter dan Roland sungguh sakti dengan skill masing-masing, cuma ya gak bakal menutupi ceritanya yang lewat begitu saja dalam durasi cuma 95 menit. πŸ™„

104. Pandora
Segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dari bencana nuklir pada skala negara kecil Korea. Dramatis, epik, realistis, heroik, juga tragis. Rasanya pedih menonton klimaksnya. Film bagus ini sungguh bikin ciut nyali niat untuk membangun PLTN.

Not all heroes wear capes, some wear anti radiation suit

105. Howl’s Moving Castle
Sebuah karya adaptasi dari Studio Ghibli, film yang sangat epik tentang cinta, loyalitas, dan pesan anti perang di dunia supranatural yang penuh penyihir dan kutukan. Anime legendaris juga ini.

106. Victoria & Abdul
Sebuah kisah nyata seorang India Muslim di Inggris, rumah tangga kerajaan pula. Mungkin karena tahu sejarahnya, saya jadi sulit simpati pada karakter Abdul, tapi ini dramatisasi sejarah yang bagus dengan komedi hangat. Lebih penting lagi, ini sejarah yang dihilangkan. Menarik melihat rumah tangga ratu Victoria pada masa akhir pemerintahan dia dan antipati pada Munshi yang digambarkan sama sekali tidak mencari keuntungan diri sendiri, murni menjadi teman ratu. Entah mengapa harus ada pesan kemerdekaan India di film. Judi Dench berperan sangat mengesankan sebagai Ratu Victoria, juga Eddie Izzard sebagai Bertie. Yang tidak pas cuma pemeran Kaiser Wilhelm II.

107. The Man Who Knew Infinity
Sebuah kisah nyata lagi seorang India di Inggris, kali ini Hindu Brahmin. Dramatisasi kisah hidup matematikawan Shrivasan Ramanujan terutama selama 5 tahun di Inggris. Ceritanya bagus, inspiratif, juga penting tuk mengingat sejarah dia. Sedih lihat dia LDR, disabotase pula korespondensinya. Formula dan rumus matematikanya sendiri tidak terlalu diterangkan buat awam. Terlalu rocket science.

108. Scarlet Innocence
Drama romansa thriller bagus. Jalinan rumit antara nafsu, cinta, tragedi, dan dendam. Plot twistnya keren. Semua kejahatan ada balasannya. Membalas kejahatan dengan kejahatan pun ada balasannya.

109. WXIII: Patlabor the Movie 3
Side story dari Patlabor the Movie 1 dan 2. Cerita ini kombinasi bagus dari thriller konspirasi sci-fi, film monster khas Jepang, dan romansa tragis. Saya suka plot investigasinya, klasik detektif sekali, mengumpulkan puzzle misteri dari rumah ke rumah. Patlabor unit SV2 sendiri jadi sidekick saja dan cuma muncul di klimaks.

110. Avengers: Infinity War
Ngebioskop di Mal Jayapura XXI. Salut buat Marvel dan Disney yang sukses membuat “serial” Avengers mencapai klimaksnya setelah 10 tahun. Saya suka motifnya Thanos. Plotnya bagus, mempertemukan nyaris seluruh karakter Marvel. Eksyennya keren banget walo masih bisa ditingkatkan lagi. Seperti film-film sebelumnya, Avengers kekurangan daya pukul tuk menghadapi musuh yang besar atau banyak. Meski demikian banyak upgrade skill, armor, dan persenjataan yang patut dipuji.

111. One Night With the King
Adaptasi bagus dari novel Hadassah yang sendirinya adalah dramatisasi dari kisah Ester dalam Tanakh. Bagus juga imajinasi plotnya: dendam dari era Agag raja Amalek, konspirasi bangsa Yahudi dan (demokrasi) Yunani, penculikan paksa para perawan, naiknya Haman dari kepala keamanan internal, cerita tentang Yakub etc. Plotnya jadi menegangkan. Settingnya lihat sekilas langsung yakin ini di India, ternyata memang di Jodhpur. Nuansa filmnya jadi terasa lebih India ketimbang Persia. πŸ˜†

112. Voices of a Distant Star
Satu lagi karya Makoto Shinkai, satu lagi dari daftar 100 anime terbaik. Desain karakternya kasar seperti gambar komik tapi settingnya khas indahnya karya beliau. Sebuah cerita sedih tentang eksplorasi ruang angkasa, perang dengan alien, dan LDR. Ketika jarak, ruang, dan waktu memisahkan dua hati yang semakin kesepian. Sedih sekali nonton ini. Saya jadi terhibur saat membaca kalau di komiknya ternyata ada harapan tuk kedua karakter bertemu kembali. 😳

113. Blade of the Immortal
Belum baca komiknya sama sekali, jadi sisi baiknya saya tak punya banyak perbandingan cerita, tapi saya bisa menjamin kalo ini adaptasi yang keren sangat. Kisah samurai -yang dikutuk tak bisa mati- jaman bakufu yang penuh pertarungan brutal antara karakter unik dengan berbagai senjata aneh. Penuh darah dan anggota tubuh beterbangan. Suka durasinya yang panjang hingga bisa mencakup banyak bagian cerita.

114. Ice Age: Collision Course
Selucu dan semenghibur yang diharapkan, dengan drama-drama seputar relationship dan hubungan father-daughter/son in law. Plotnya makin absurd, melibatkan teknologi alien, menyelamatkan bumi dari asteroid dll tapi pokoknya bisa buat ketawa.

115. The Shape of Water
Best Picture Oscar 2018 memang pantas. Plotnya bagus dan happy ending. Dramanya menarik, dengan setting misterius perang dingin, romannya menyentuh, dan fantasinya juga pas. Gak lupa lagu-lagunya yang mendayu-dayu. Bagian paling menarik: kekuatan penyembuhan si makhluk air.

116. Genocidal Organ
Sebuah adaptasi lagi dari karya Project Itoh yang kutonton setelah The Empire of Corpses. Ceritanya masih sama gilanya. Saya cuma paham separo film ini karena subtitle yang buruk. Cuma paham terutama bagian eksyen dan teknologi militer yang sungguh futuristik. Bagian inti cerita, segala penjelasan dan filosofinya masih kabur, terutama pada motif dan cara John Paul mengorkestrasi genosida, tapi tidak mengurangi pujian saya. Kurasa dunia makin cepat bergerak menuju surveillance state. πŸ™„

117. Bakuman
Komiknya dulu adalah salah satu komik non fantasi terbaik yang pernah kubaca. Adaptasinya gak kalah hebatnya, dibintangi pemeran Kenshin Himura dan Soujiro Seta, haha. Film ini mengambil pokok-pokok cerita yang pas secukupnya dimasukkan ke dalam film. Memvisualisasikan dengan detil susahnya membuat komik, menerbitkan komik, dan mengejar tenggat waktu setiap minggu. Benar-benar adaptasi yang setia pada komiknya dan memuaskan. Nana Komatsu cantik jadi Azuki Miho.

118. La Corona Partida (The Broken Crown)
Sekuel serial Isabel dan prekuel serial Carlos, Rey Emperador. Dramatisasi sejarah kisah hidup Joanna the Mad dalam persaingan politik Castille antara ayah dan suaminya. Cerita menarik dari masa bersatunya Spanyol dan dimulainya era Hapsburg Spanyol. Penyederhanaan ceritanya membuat Flanders dan Spanyol seperti dekat, padahal mesti naik kapal. Ferdinand II tidak digambarkan mengurung putrinya, Joanna pergi sendiri mengurung diri di Tordesillas.

Mengapit ayah mertua: Maximillian I, Holy Roman Emperor

119. The Rabbi’s Cat (Le Chat du rabbin)
Adaptasi komik tentang seekor kucing yang bisa bicara milik seorang rabi Yahudi. Penuh percakapan menarik soal keberagaman dunia Yahudi saat itu, Judaisme dan identitas keyahudian, bahkan dialog antar agama. Setting Aljazair dan petualangannya mencari Yerusalem juga menarik. Eranya sejaman dengan Tintin, dan ketemu Tintin. πŸ˜†Β Film ini adaptasi dari komik seri 1, 2, dan 5 yang ceritanya berdiri sendiri-sendiri sehingga agak semrawut ketika digabung semua dalam durasi 90 menit, bahkan subplot Malka dan singanya (dari seri 2) jadi sekedar lewat saja. Animasi Prancis bagus.

Kucingnya jadi pintar dan menyebalkan. Haha..

120. Death Note: Light Up the New World
Sekuel Death Note dengan kisah dan karakter utama baru yang tidak menawarkan plot baru, hanya daur ulang trik, bahkan kehilangan adu kecerdasan ala Light vs L. Beberapa adegan keluar pakem dan aneh, seperti penggunaan Death Note untuk pembunuhan acak. Karakter-karakter tersisa dari cerita asli malah gugur semua. Franchise juga endingnya, dan malah mengkuatirkan ketika detektifnya makin turun level. πŸ™„

121. Fullmetal Alchemist: The Sacred Star of Milos
Dibanding film pertama yang timelinenya sesudah komiknya tamat, yang ini lebih mirip anime franchise dengan filler plot di tengah timeline, gadis cantik, dan banyak eksyen. Philosopher’s Stone dan Gate of Truth jadi fokus misteri khas FMA. Latar cerita tentang Milos mirip perjuangan etnis Kurdi. Sayang Roy Mustang gak kelihatan maen api selain saat nutupi luka Julia. Seru.

122. Black Panther
Pertama kali nonton film Marvel gak urut karena duluan nonton Avengers 3. Jadi paham kenapa film ini begitu fenomenal tuk orang hitam walau bukan film superhero hitam pertama. Bagus banget dan sarat tema. Menarik lihat perbedaan pandangan T’Challa dan Killmonger, atau Wakanda yang begitu modern sekaligus primitif dan tribal. Memakai badak tuk bertarung pula, sangat afrika. Setelah menonton Infinity War juga jadi jelas kalo Wakanda perlu banyak investasi dan inovasi dalam bidang militer. :mrgreen:

123. Annihilation
Film scifi psikologi horor bagus. Baik scifinya, psikologinya, dan horornya sama-sama pas porsinya. Mencekam buatku. Survival horornya mengingatkan pada Alien: Covenant. Mirip situasinya dan putus asanya menghadapi masalah semacam ini. Visualnya bagus, penuh warna dan misteri. Menarik bahwa jagoannya cewek semua, walo secara militer gak ideal ilmuwannya harus angkat senjata yang cuma AR-15 standar.

124. Mind Game
Animasi jepang yang gak berasa anime sama sekali. Film ini susah dimengerti karena penjelasannya dituturkan dengan kilas balik sangat cepat, tapi eksyennya keren menegangkan. Menarik melihat bagian terbesar film tentang perkembangan karakter berlangsung dalam perut ikan. Senang melihat hubungan Nishi dan Myon berkembang hingga ke arah seksual yang visualisasinya abstrak sekali.

125. The Monkey King 3
Sudah sampai Womanland. Bagus visualisasi lokasi dan penduduknya, juga Zhao Liying yang cantik. Dibanding film sebelumnya rasanya yang ini lebih lambat, antar protagonis sudah rukun, sedikit musuh dan sedikit aksi juga tuk si raja kera. Fokusnya bagus soal cinta lokasi sang biksu dan konsekuensinya. Subplot tentang Madam Preceptor menarik juga, dan saya salah menebak musuh utamanya. Semoga berlanjut ke seri 4 di Flaming Mountain.

126. 12 Strong
Satu lagi kisah heroisme dari Global War on Terror. Drama perang bagus adaptasi buku Horse Soldier. Tim ODA 595 dari 5th SFG yang merintis perang AS melawan Taliban dan Al-Qaeda. Suka akurasi tinggi film ini dibanding realitanya. Seru lihat pertempuran sengit yang memadukan kecanggihan Green Berets dengan kavaleri berkuda klasik.

127. Maze Runner: The Death Cure
Film ini dibuka dengan aksi rescue gemilang, lalu sepanjang film isinya rescue semua. Rescue Gladers, lalu Minho, lalu Teresa, lalu Immunes, lalu Newt, lalu Thomas (lagi). Andai saja perencanaan, operator, dan eksekusinya lebih bagus, kedua karakter favorit saya mungkin bisa selamat. Penutup yang cukup bagus dari serial Maze Runner.

128. Black Butler: Book of the Atlantic
Adaptasi akurat dari Luxury Liner Arc komiknya. Salah satu manga awet yang masih kuikuti. Bagus animasinya, 4 volume jadi hidup ceritanya, dan jadi parodi “Titanic” banget, cuma kapalnya patah karena alasan berbeda. πŸ˜† Adegan Lizzy jadi pendekar pedang memukau abis.

129. The Fortress
Adaptasi novel tentang sejarah pengepungan Namhansanseong saat invasi Manchu Qing ke Joseon 1636. Beda dari film-film bertema era penjajahan lain, tak ada perlawanan heroik di sini. Malah banyak pertempuran sia-sia. Konfliknya mirip The Emperor in August, mau menyerah tapi selamat atau mempertahankan harga diri sampai mati. Polarisasi pilihan yang diwakili dua menteri raja Injo. Cerita pengepungannya getir khas musim dingin: kedinginan dan kelaparan. Bagus, cuma panjang dan membosankan bagi penonton biasa.

130. King Arthur: Legend of the Sword
Berpredikat salah satu film paling flop 2017, film ini ternyata jauh lebih bagus dari yg kukira. Suka plotnya yang diinterpretasikan ulang (lagi, paling tidak dibandingkan King Arthur 2004 dan Transformers 5), fokus (karena direncanakan berseri -yang tidak akan terjadi-), visual khas Guy Ritchie + logat British ala gangster, dan musik keren.

131. From the Land of the Moon
Sebuah adaptasi novel tentang batu ginj.. err, cinta segitiga si cantik Marion Cotillard, pria yang menikahi dia, dan pria yang dia cintai. Plotnya lambat, rentang waktunya lama, plot twistnya cukup mengejutkan, dan menyisakan pertanyaan tentang cinta dan komitmen.

132. Okja
Film rescue Korea yang keren sangat. Menarik plotnya tentang keserakahan korporasi dalam upaya solusi masalah kekurangan pangan (yang sebenarnya bagus). Okja yang ekspresif, dan Mija, sungguh membuat simpati. Bagus sekali visualisasi hubungan mereka di gunung, lihat babi dipelihara macam anjing gitu. πŸ˜†

133. Viceroy’s House
Dramatisasi sejarah bagus, hari-hari terakhir kekuasaan Inggris di British India menjelang partisi menjadi India dan Pakistan, dimulai saat Louis Mountbatten menjadi Viceroy India. Sejarahnya menarik walo sudut pandangnya rawan, karena memakai teori konspirasi bahwa Churchill memecah India demi kepentingan Perang Dingin, juga sutradaranya dari India. Bagus juga bumbu romannya antara pasangan Hindu-Muslim dalam pusaran konflik antar agama yang disampaikan bagus lewat footage. Tentu saja banyak tokoh sejarah muncul di sini. Suka lihat detail aristokrasi di film ini. Partisi India adalah salah satu bencana transfer penduduk terbesar dalam sejarah tapi masih kuanggap contoh sukses solusi politik.

The Earl, The Countess, dan Gandhi.

134. Italian Race (Veloce Come il Vento)
Gak nyangka ini diinspirasi kisah nyata. Film balapan bagus banget. Drama keluarganya menyentuh, ikatan persaudaraan kakak adik yang “right or wrong is my sodara.” Balapan GTnya juga menarik, termasuk sesi latihan dikejar geng motor. Si Matilda de Angelis Italian beauty banget…

135. Fifty Shades Freed
Christian dan Ana akhirnya menikah dan hidup membosankan. OK, mungkin fun tapi ya normal saja, jadinya punya anak, hidup domestik dll. Jack Hyde lumayan menggerakkan plot tapi kurang epik. Bosan juga lihat BDSM yang dihaluskan gitu.

136. Comic 8
Film komedi Indonesia yang layak jadi klasik. Plotnya bagus, ceritanya dituturkan berlapis lengkap dengan plot twist. Komedinya ancur tapi berkelas, sepadan dengan nama-nama yang maen dari Ernest Prakasa, Arie Kriting, Mongol, Kemal dkk.

137. Assassination
Film terlaris ke-8 di Korea sepanjang masa cukuplah jadi rekomendasi. Suka ceritanya yang panjang dengan plot yang rumit, melibatkan banyak karakter. Latar belakangnya pas tuk cerita-cerita heroik dan heroinenya bikin jatuh hati. Posternya terlihat sangat monoton tapi visual filmnya ternyata indah. Ada sisipan komedi khas Korea juga.

Femme Fatale. Tipe jagoan kesukaan.

138. Big Eyes
Tidak menyangka bahwa selain menjadi salah satu ciri gambar manga, di AS juga ada pelukis dengan gaya mata besar, sama-sama tuk mengekspresikan emosi jiwa. Biopic bagus dari Tim Burton tentang yang istri dimanipulasi suami dan kontribusi Margaret Keane dalam sejarah seni lukis.

139. Who Am I – Kein System ist sicher/No System Is Safe
Techno thriller seru tentang hackers dan hacking, semacam mengingatkan tuk harus sangat hati-hati di internet dan terhadap hardware, termasuk menutup kamera laptop saat daring. Plotnya bagus, dengan plot twist yang familiar tapi pas. Suka visualisasi Darknet.

140. Along With the Gods: The Two Worlds
Film terlaris ke-2 dalam sejarah Korsel memang gak bohong. Eksyen fantasi drama yang bagus bener. Setting mitologinya menarik tentang akhirat, plotnya seru, drama keluarganya bisa menguras emosi, dan banyak pemeran familiar. Benar-benar film yang bisa direkomendasikan. Tinggal nunggu sekuelnya.

141. The Boy and the Beast
Anime bagus tentang identitas diri, hubungan ayah-anak, menjadi dewasa, dan dunia fantasi. Menarik bahwa cerita di dunia nyata sama pentingnya dan lepas dari bagian dunia fantasi. Walaupun tidak roman tapi plot Kaede penting sekali: seseorang yg mengerti dan menolong (dan memeluk) di saat sendirian. Coret satu lagi anime legendaris.

142. Below Her Mouth
Drama erotis dua lesbian. Romansanya receh, softcorenya habiskan sebagian besar durasi tapi cuma anget aja dibanding The Handmaiden misalnya, gak panas. Sepanjang film saya malah kasihan pada karakter Rile, cowok yang dikhianati pacarnya yang jadi lesbi. Suka wajahnya Natalie Krill.

143. Jumanji: Welcome to the Jungle
Setting hutannya yang mencampur elemen afrika (ada badak) dan amerika selatan (ada jaguar) agak membuat bingung, apalagi pasar yang ala Star Wars, tapi film ini seru dan menyenangkan. Suka elemen-elemen gamenya (NPC, game lives). Suka usaha menyelamatkan Alex. Seru.

Mari lanjut nonton lagi..

Iklan

Film-film 2017 (Januari-Maret)

Tahun ini daftar kembali ke format tiga bulanan berhubung sampai Maret ini yang ditonton sudah cukup banyak. Begitupun kapasitas harddisk gak bertambah juga karena film bertambah terus. Haha..

1. Railroad Tigers
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura bersama teman-teman. Menikmati libur tahun baru yang akan segera berakhir. Seperti yang kami harapkan dari “film Jeki Cen”: Setting sejarah; plot heroik; eksyen akrobatik; dan komedi di sana-sini. Layak dinikmati sebagai hiburan tanpa perlu dipikir. Semoga Jackie Chan yang menua selalu sehat ya dengan film-film yang sangat menuntut fisik begini. πŸ™‚ ❀

2. Six Days in June
Dokumenter Perang Enam Hari 1967 yang penuh rekaman lawas dan wawancara menarik para pelaku sejarah. Terharu sekali pas bagian pasukan Israel membebaskan Yerusalem (timur) dari penjajah Arab. Bersama dengan serial dokumenter Line of Fire E9 – The Six Day War yang kutonton 21 hari sesudahnya, kedua dokumenter ini menambah pengetahuan saya soal konflik yang mengubah peta Timteng ini secara signifikan. ❀

3. The Look of Silence/Senyap
Dokumenter sangat penting tentang pembantaian komunis 65-66 yang menyesakkan hati. Bukan cuma karena kebrutalan yang dikisahkan (mungkin lebih lengkap di prekuelnya The Act of Killing/Jagal yang belum kutonton), tapi karena karakter utamanya tidak mendapat jawaban mengiklaskan mengapa tragedi itu terjadi. Sebuah pengingat akan sejarah kelam negeri ini yang dihilangkan namun dibanggakan oleh penguasa, militer dan pelakunya.

Karena gugur enam jenderal, mati sejuta rakyat…

4. The Ridiculous 6
Mengherankan film semenggelikan ini dipenuhi nama besar. Tapi saya betah juga sih nontonnya. Anggaplah menonton film Warkop Dono Kasino Indro versi Hollywood. πŸ˜†

5. Attack on Titan
Begitu melihat bom pesawat dan bangkai heli di awal film saya langsung berharap menemukan Delta Force dan artileri roket thermobaric di dalam cerita untuk membantai Titan. Cih. Sebagai adaptasi film ini gagal total. Sebagai cerita eksyen fantasi lepas film ini juga gagal total. πŸ‘Ώ

6. I.T.
Layanan sejenis Uber menggunakan jet eksekutif kok terdengar konyol ya? Creepy stalker macam begitu semestinya bisa ditangani dengan lebih cerdas dan cepat. Saya juga gagal paham dengan keluhan wifi lambat di Amerika. πŸ™„

7. Kingsglaive Final Fantasy XV
Memang favorit saya plot tanpa pengantar dan perkenalan bertele-tele dan langsung masuk ke kisah utama. Saya suka eksyen dan pertarungan cepat dan akrobatik khas FF. Harus nonton ulang lagi semua adegan pertarungan supaya lebih nangkep. Saya suka Lunafreya, juga suka plot old wall, berasa edo tensei Naruto. ❀

8. The Legend of Tarzan
Plot anti perbudakan yang disisipi karakter Tarzan. Suka sejarah Kongo Belgia di situ, bahkan ada Leon Rom dan Force Publique juga. Tarzannya keren. Gak nyangka sesudah Tarzan versi Disney bakal ada Tarzan live-action yang tidak melewatkan detil kalo Tarzan berjalan dengan jari tangan. Baru kali ini juga ada Jane yang lebih mempesona dan memorable daripada Rosa Caracciolo di Tarzan Sepuluh. :mrgreen: ❀

9. Attack on Titan: End of the World
Kegagalan berlanjut. Bahkan lebih parah daripada prekuelnya. Lupakan.

10. American Ultra
Lumayan juga. Macam Jason Bourne versi agak lucu. Saya suka percakapan kedua karakter tentang perumpamaan mobil yang melaju kencang dan pohon di tepi jalan yang menghentikan mobil tersebut ketika mereka mencoba menggambarkan hubungan mereka. Bikin mikir. πŸ˜‰

11. Saving General Yang
Salah satu versi dramatis dari kisah legendaris keluarga Yang. Seru, heroik dan rumit mencerna pihak-pihak yang bertikai. Seperti biasa jadi baca sejarah China yang terkait usai nonton ini. ❀

Tujuh yang pergi, enam yang kembali..

12. In the Heart of the Sea
Dramatisasi tenggelamnya kapal Essex. Dah lama baca kisah ini, makin tragis ketika divisualisasi. Di lain pihak saya kok susah merasa kasihan kalo melihat perbuatan para pemburu paus. Di luar berburu hewan berpopulasi terbatas, kru Essex dalam sejarah juga menghabiskan banyak kura-kura sebagai bahan makanan dan membakar habis satu pulau.

13. Pulau Buru Tanah Air Beta
Satu lagi tamparan untuk presiden Joko Widodo dan pemerintahan dia yang masih seperempat hati menyelesaikan isu-isu 65-66, sementara para penyintasnya makin menua dan dimakan sejarah. Dokumenter bagus. ❀

14. Klown
Komedi absurd Denmark yang gagal membuat saya tertawa (atau merasa “ini lucu”) kecuali endingnya yang epik banget. Tema relationshipnya lumayan sih. Usaha membuktikan diri pada pacar…

15. Architecture 101
Melodrama bagus banget tentang nostalgia cinta pertama dan penyelesaian masa lalu ketika menghadapi opsi kesempatan CLBK. Han Ga-In cantiknya kelewatan. Saya jatuh hati… ❀ ❀

16. Anthropoid
Saya takjub dengan detail kisah nyata PD 2 ini. Baca-baca sejarahnya di internet, cuma karakter Marie dan Lenka yang sepertinya fiksi, sisanya persis hikayat kejadiannya. Heroik. Senang lihat si jelita Charlotte Le Bon lagi. ❀ ❀

Reinhard Heydrich, Si Penjagal dari Praha

17. Operation Chromite
Cerita tentang Operation X-Ray di dalamnya jauh lebih menarik dan menegangkan daripada cerita tentang Operation Chromitenya sendiri yang lebih banyak memancing kritik secara teknis pendaratan amfibi. Lebih susah juga mencari catatan sejarah tentang sub operasi itu daripada tentang aksi militer brilian Douglas MacArthur. Seru, khas Korea. ❀

18. Lincoln
Abe Lincoln yang sangat kharismatik beserta timnya, berjuang melawan gerombolan supremasi kulit putih. Dua setengah jam sejarah Amerika yang sangat epik. ❀

19. Accel World OVA 1 – Reverberation
Serialnya adalah salah satu anime favorit saya. Senang sekali ternyata masih ada sedikit lanjutannya dengan fokus pada hubungan sang putri dan si babi. ❀

20. Accel World OVA 2 – Vacation
Ya, mestinya saya nonton selang-seling antara film barat dan film timur, tapi kedua OVA ini pendek saja durasinya jadi kutonton beruntun. Senang ketemu Sky Raker lagi. Gabung Nega Nebulus pula. ❀

21. The Correspondence
Sebuah cerita yang mengglorifikasi selingkuh. PhD plus LDR memang bikin gila. πŸ™„

22. Sang Pencerah
Saya ingat nyaris nonton film ini dengan Ainun Nazieb di Matos Malang 2010 silam. Ahmad Dahlan jelas bukan tokoh yang menarik buat saya, tapi film ini menarik, berarti bagus. Saya baru tau kalo Zaskia Mecca punya adik yang lebih manis dari dirinya. :mrgreen:

23. Mechanic: Resurrection
Dalam dunia ala James Bond atau Mission Impossible, saya bisa menikmati cerita macam begini; lokasi eksotis, eksyen ajaib, dan gadis keren, tapi saya sungguh bosan dengan penjahat yang profesinya pedagang senjata. Gak ada yang mau bunuh pimpinan Boko Haram atau Hamas? πŸ™„

24. The Empire of Corpses/Shisha no Teikoku
Saya suka ide macam doujinshi atau LXG gini. Melihat karakter-karakter dari karya Conan Doyle, Ian Fleming, Dostovyevsky, Mary Shelley dan karakter-karakter sejarah berpetualang dalam satu kisah. Tema playing god-nya seram juga buat saya. Bagus sekali, sampai adegan sesudah kredit pun masih ada kejutannya. Ah, lagu penutupnya dari Egoist. ❀

25. Angels and Demons (Extended Version)
Puzzle seru seputar kudeta dan suksesi di Kekaisaran Vatikan. Saya suka settingnya, membawa kekaguman pada seni, sejarah dan misteri gereja Katholik Roma. Saya juga suka plotnya yang tidak pake lovey dovey (seperti novelnya). Ledakan bom antimatternya kurasa ledakan terbaik (dan bom tercanggih) yang pernah kulihat di film selama ini. Indah… ❀

26. Crouching Tiger, Hidden Dragon: Sword of Destiny
Eksyennya lumayan sirkus, saya suka lihat Natasha Liu Bordizzo (hidungnyaaa) dan musiknya juga bagus, tapi ya itu saja. Plotnya membosanan, cuma rebutan pedang tanpa koneksi sejarah atau pendalaman karakter. Makin aneh pake bahasa Inggris.

27. Doctor Strange
Visualnya menakjubkan. Shape shifting realm, mirror world, time reversal, astral combat dll. Keren sekali. Ceritanya sih standar saja, penuh hal familiar. Jurus Strange melawan Dormammu mengingatkan pada Izanami milik Itachi Uchiha. Suka lihat Cumberbatch dan R. McAdams. ❀

28. Don’t Forget/ Remember Me (Nareul Itji Malayo)
Amnesia + cinta memang paten jadi melodrama yang mengharukan. Saya suka puzzlenya, tapi pola penyelesaiannya tidak praktis dan melelahkan bagi kedua sejoli.

29. Kon Tiki
Nonton versi Norwegia. Dramatisasi kisah nyata ekspedisi Kon-Tiki 1947: Usaha menyeberangi Pasifik memakai rakit. Tidak ada yang luar biasa pada perjalanan luar biasa ini, tapi saya suka sejarahnya argumentasi ilmiah isu ini yang dibaca2 kemudian: apakah orang Polynesia datang dari Asia di barat, atau dari Amerika Selatan di timur (seperti yang ingin dibuktikan perjalanan ini) atau keduanya? ❀

30. Your Name (Kimi no Na wa)
Ada banyak anime yang bagus sekali, tapi ini yang sekarang pegang rekor pendapatan tertinggi, cukuplah tuk menjelaskan betapa kisah ini keterlaluan bagusnya.Β Saya suka banyak sekali aspek dari film ini. Mungkin semuanya. Tapi sub-plot Taki-kun dan Okudera-senpai paling berkesan. πŸ™‚ ❀ ❀

Kutuliskan nam… eh, perasaanku di tanganmu…

 

31. Hologram for the King
Susah jadi salesman di AS, susah juga jadi salesman di Saudi Arabia, apalagi dengan kompetitor China. Tapi ada teman tuk petualangan baru, dan ada wanita tuk cinta yang baru. Life is good.

32. War of the Arrows/ Arrow, The Ultimate Weapon
Drama perang seru saat invasi kedua Qing ke Joseon. Anak perwira dari raja Gwanghae yg dikudeta, jadi sniper mahir solo melawan unit elit pasukan Manchu. Penuh aksi hebat dan heroik. ❀

33. Female Agents (Les femmes de l’ombre)
Dramatisasi misi rahasia Lisa de Baissac. Nyaris sama dengan cerita Anthropoid, bedanya plot ini fiksi dan berlokasi di Paris. Bagus dan heroik. Suka lihat Sophie Marceau. ❀

34. Mutual Relations/Emptiness is Nothing
90 menit untuk 4 set payudara korea. Selebihnya cuma komedi romantis receh yang pas tuk libur valentine. :mrgreen:

35. Hacksaw Ridge
Desmond Doss, melayani Tuhan dan negara dengan luar biasa hingga dianugerahi Medal of Honor. Film sangat bagus tentang penganut Advent taat, perang brutal di Okinawa, dan kepahlawanan melebihi panggilan tugas.
Suka lihat Teresa Palmer. ❀ ❀

36. Ip Man 3
Saya bahkan tidak sadar kalo Siu Long itu Bruce Lee. πŸ˜† Film ini penuh koreografi tarung yang memukau, apalagi karena ada dua master Wing Chun, tapi subplot Cheung Tin-chi urutan kedua saja, favorit pertama subplot melodrama dengan sang istri Cheung Wing Sing. Ini berkesan. Subplot Frank dan Ma jadi gula-gula saja. ❀

37. The Girl on the Train
Tiga wanita cantik. Alasan yang lebih bikin betah nonton film ini daripada mengikuti alurnya yang lambat. Misterinya cukup menarik, apalagi bermain dengan ingatan. Sejumlah masalah mungkin gak terjadi kalo rumah-rumah di TKP memiliki pagar tinggi sehingga susah diintip dan disatroni, tapi bukan gaya Amerika emang.

38. Operation Mekong
Dari kisah nyata pembantaian sungai Mekong 2011 dan kelanjutannya. Film eksyen seru ini menunjukkan kekuatan pengaruh politik China di negara2 kek Thailand, Laos, dan Myanmar. Sedikit membingungkan karena walopun ada dalam film, tapi tidak disebut bahwa para jagoan kita menghadapi juga satgas Pa Muang AD Thailand yang konon turut bekerjasama dengan gembong narkotika Naw Kham. Β Saya suka adegan anak2 kecil yang beradu rolet rusia itu.

39. Jack Reacher
Cerita (detektifnya) bagus, eksyennya juga, tapi yang paling menarik adalah karakter Jack Reacher sendiri. Eks penyidik Pomad, pensiun Mayor lebih muda dari AHY, tanpa latar belakang menyedihkan, dan petualang tanpa rumah, bahkan ransel. Menarik lihat dia mencuci kaos satu2nya yg dipake. ❀

40. Sword Master
Satu ahli pedang, sakit parah, mencari arena untuk mati dengan bangga, saya suka. Satu ahli pedang lagi, bikin patah hati orang dan dua perguruan, berkelana dengan bodoh, akhirnya menyebabkan banyak orang tewas, saya kesal. Film ini pertarungannya indah, tapi ceritanya kurang menarik.

41. Kubo and the Two Strings
Stop-motion animasinya keren, musik latarnya juga indah, penuh bunyi shamisen. Sayang plot yang menjanjikan di awal tidak berkembang seperti harapan. Kubo adalah pengontrol origami dan musik, mestinya dia bisa mengembangkan itu jadi kekuatan tempur, tidak perlu mencari persenjataan yang tidak maksimal juga dia pakai. Kisah latar tentang kakeknya dan mengapa mata Kubo dicuri juga lemah sekali. Tidak ada kekuatan apa2 di situ.

42. The End of Evangelion
Pernah nonton film ini satu dekade silam setelah banyak sekali membaca materi tentangnya, hasilnya saya terpana. Kali ini saya menyelesaikan dahulu 26 episode serialnya, tetap saja saya terpana. Sungguh kisah klasik yang melewati harapan dan pemahaman penonton.
Klimaks luar biasa dari sebuah plot kiamat dan pergolakan batin melawan kesendirian. Satu hal tidak berubah: saya suka Mayor Misato Katsuragi. ❀

43. Allied
Cinta kilat tanpa pacaran yang membawa petaka. Bangunan kisahnya bagus, penonton terus menebak posisi Marianne hingga adegan piano. Agak sedih nonton ini, tapi sesuai dengan mood berduka hari ini. Suka lihat Marion Cotillard. ❀

44. Evengelion: 1.11 You are (not) alone
Rebuild of Evangelion bagian pertama, versi uncut. Reboot yang hebat dari kisah epik klasik ini. Warnanya lebih bagus, lebih banyak detail, plotnya lebih padat dengan perubahan di sana sini. Misato langsung Letkol, dan ada kesibukan di bulan. Lagu penutup Beautiful World dari Utada Hikaru bagus sekali. ❀

45. Free State of Jones
Kisah drama sejarah yang gak ada seru tegangnya, tapi jadi menambah pengetahuan. Jadi ngerti cerita tentang Newton Knight, legenda pemberontakan di Jones County yang dia pimpin, dan keluarga campuran yang dia bangun. Memang mesti Matthew yang maen. Muka dia sama persis eh.. πŸ˜†

46. Evangelion: 2.22 You can (not) advance
Rebuild of Evangelion bagian kedua, versi uncut. Epik banget. Jarang-jarang nemu mahakarya yang kisahnya berubah banyak dari aslinya tapi tetap bagus. Klimaksnya memukau. ❀

Piknik bersama. Adegan yang gak kebayang ada di serialnya dulu.

47. Jack Reacher – Never Go Back
Lebih teamwork, lebih melodrama, lebih fun, tapi saya kehilangan beberapa hal yang menarik dari film pertama: kasusnya jadi kurang detektif, penjahatnya kurang meyakinkan, dan kurang eksyen. Tapi tuk film Tom Cruise cukuplah.

48. Evangelion: 3.33 You can (not) redo
Rebuild of Evangelion bagian ketiga, versi retouch. Hideaki Anno semakin sinting. Plotnya sudah jadi kiamat berulang, dan makin banyak hal yang tidak ada penjelasannya. Ya jangankan penonton sih, Shinji saja kesulitan mendapatkan jawaban tentang apa yang sudah terjadi. Saya jadi kehilangan Misato yang saya kenal dan sukai. ❀

49. Fantastic Beast and Where to Find Them
Prekuel menyenangkan dari Harpot. New York tahun 20an; Karakter-karakter menarik, kepribadian dan interaksinya; hewan-hewan lucu, terutama occamy; Obscurus yang hebat; juga mending charm yang menakjubkan. ❀

50. New Initial D the Movie Legend 1: Awakening
Ketemu lagi sama si pengantar tahu dari komik balapan legendaris Initial D. Keren. Mulai dari awal lagi plotnya. Cocoklah dengan tantangan lagu hari ini soal menyetir. ❀

51. Burnt
Setengah film, kesan saya makan di restoran mewah itu sudah makanannya sedikit, bikinnya merepotkan orang lain yg dibentak2 di dapur. Haha
Drama kuliner yg macam plot pembobolan, tuk tujuan standar kuliner juga: mendapatkan ban mobil. πŸ˜†
Lebih terpesona lihat Sarah Greene daripada Alicia Vikander.

52. New Initial D the Movie Legend 2: Racer
Adegan balapan lakban maut Takumi vs Shingo ini satu-satunya cerita yang kuingat dari manga Initial D. ❀

53. Solace
Satu lagi cerita tentang penjahat berkemampuan super. Cukup merepotkan, terutama andai dia tidak menampakkan diri. Dilema menarik soal hidup mati. Anthony Hopkins sangar, Abbie Cornish mempesona sekali.

54. The Last Princess
Cerita masa akhir monarki Korea yang dramatis mengharukan. Suatu kerinduan mendalam pada tanah air yang belum tentu merindukanmu juga. Gambaran tentang Korea yang diindoktrinasi sebagai bagian dari Kekaisaran Jepang semacam mengingatkan pada Papua dan Indonesia. Lengkap dengan pengkhianatnya.
Ketemu Son Ye-jin lagi, masih tetap cantik mempesona. ❀ ❀

Ningrat dan jelata, sama-sama terbuang di negeri penjajah..

55. The Danish Girl
Laki-laki menjengkelkan yang nyusahin istri karena gak pengen jadi laki-laki. Mati saja.
Cuma senang lihat Alicia Vikander dengan tatapan penuh cinta sepanjang film, juga setting Kopenhagen/Paris 1920an..

56. A Violent Prosecutor
Cerita sangat keren tentang penegakan keadilan dari duo yang dipertemukan nasib. Crime dramanya bagus, komedinya juga lucu konyol khas Korea. Suka pada kedua karakter. Apa yang digambarkan film ini sangat nyata dan dekat dengan keseharian kita: institusi kejaksaan yang korup. ❀ ❀

57. Moana
Operation saving goddess! Epik sekali ini manusia membangkitkan dewa. Animasi keren penuh lagu2 indah. Saya suka tema Polynesianya, walopun Maui terlihat lebih lemah dibanding legendanya sendiri. ❀ ❀

58. The Tiger: An Old Hunter’s Tale (Daeho)
Kisah epik dan dalam tentang takdir dan tragedi dua keluarga, keluarga pemburu dan keluarga harimau. Sebuah perenungan tentang hubungan manusia dan alam, keserakahan dan kelestarian. Sedih juga nonton harimau heroik ini. ❀ ❀

Sang dewa gunung, memandangi umatnya…

59. Assassin’s Creed
Film ini berusaha setia pada gimnya dan untuk beberapa saat terlihat bagus, kek Animus yang futuristik, tapi ya itu saja. Secara keseluruhan plotnya berjalan sangat menarik saat bersetting Spanyol abad 15, (saya suka latar Perang Granada itu); tetapi menjadi gak logis dan membosankan saat bersetting modern, apalagi karena endingnya juga gak epik. Tidak ada visual yang nunjukin kalo apel alien itu benar2 layak jadi rebutan konyol.

60. New Initial D the Movie Legend 3: Dream
Takumi versus Ryosuke Takahashi. Pertarungan terakhir di sirkuit downhill Akina. Seru. Apakah akan ada lanjutannya lagi ke project D? ❀

61. Lion (2016)
Setengah awal film bikin penasaran, setengah akhir film bikin frustasi, tapi klimaksnya luar biasa. Kisah nyata pencarian sejarah diri yang menyentuh. Terbayang apa yang bisa saya ingat saat berusia 5 tahun. Ingatan yang pudar tentang orang-orang, lokasi, dan peristiwa. ❀

62. Masquerade (Gwanghae: Wangyidoen namja)
Siapakah sang raja? Apakah yang dilantik menjadi raja? Ataukah yang memiliki kualitas raja dengan memerintah secara adil dan bijaksana? Drama sejarah bagus banget tentang raja Gwanghae. Tegang, dramatis, tapi juga lucu dan konyol. Film ini menambah pengetahuan lagi tentang bagaimana cara raja Korea berak. :mrgreen: ❀ ❀

63. Underworld: Blood Wars
Crap. Peperangan berlanjut, tapi tidak ada hal baru selain Sacred World yang tidak jelas juga konsepnya. Tidak ada duel yang epik. Banyak pertempuran bersenjata yang konyol terutama serbuan Lycans ke kastil Eastern Coven. Masa turun dari truk baru bagi2 senjata? Masuk dari pintu depan pula! Argh!
Lycan ini kelemahannya sama dengan werewolf di Twilight Saga: tidak mampu berubah ke mode half-beast. Kate Beckinsale keren, tapi Lara Pulver mencuri perhatian dengan kostum2 sexy dia.

64. Wolf Totem
Lebih bagus dari yang kubayangkan. Sebuah drama sejarah dari China di awal revolusi budaya. Konflik etnik Han vs Mongol serta nilai-nilai mereka. Keserakahan vs kelestarian alam yang diwakili oleh serigala. Banyak adegan keren melibatkan serigala. ❀ ❀

65. Resident Evil: The Final Chapter
Penutup yang bagus dari serial RE, tak terasa sudah 14 tahun sejak film pertama, dan Milla Jovovich seakan tak menua. Penuh aksi bagus dan brutal. Claire Redfield jadi last sidekick standing, dan saya rindu nama-nama besar lain macam Jill, Chris, Ada, Leon, bahkan K-mart. Eksposisi plotnya memuaskan, menjelaskan seluruh sejarah cerita dengan tema overpopulation. Baca2 proses produksi, kaget juga tuk dua adegan awal, satu kru tewas dan pemeran pengganti Milla cacat permanen. πŸ˜₯ ❀

66. Vanishing Time: A Boy Who Returned
Fantasinya menakjubkan banget, tapi juga gelap. Dunia yang beku tidak bergerak dengan segala pesona dan ancamannya. Melodramanya kacau karena berangkat dari plothole bahwa the Sung-Min hanya menua fisiknya, apa iya keterbatasan interaksi membuat dia tidak makin dewasa?Β Romansanya, err…. malah jadi cerita pedofil atau rasa-yang-tak-bisa-kumiliki entahlah. πŸ˜• Shin Eun-soo cantik menggemaskan. ❀

Segitu dulu dari tiga bulan yang selo ini. Tidak banyak film terkini memang, tapi percayalah, apapun yang kalian hebohkan di bioskop sekarang bakal kutonton di kamar juga nantinya. :mrgreen:


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2018
M S S R K J S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Follow me on Twitter

Iklan