Posts Tagged 'wonder woman'

Film-film 2017 (Oktober-Desember)

Setelah berulang kali menulis postingan daftar film sebenarnya saya sudah kebingungan harus memulai postingan ini dengan omong kosong apa lagi. Makin lama makin garing, haha.. πŸ˜† Eniwei, Selamat Tahun Baru 2018 teman-teman. Apa kabar semua? Nonton berapa film tahun lalu? Ini daftar saya untuk triwulan terakhir tahun 2017 silam yang hampir seluruhnya saya lewatkan di Pulau Jawa, terutama kota Salatiga:

182-190. Ice Age: The Great Egg-Scapade; Cosmic Scrat-Tastrophe; More Nuts for Scrat; Gone Nutty; No Time for Nuts; Scrat’s Continental Crack Up; Scrat’s Continental Crack Up Part 2; Ice Age: The Story So Far; Ice Age: Falling for Scratte
Yak, ini ada 9 film. Semua film pendek (dibawah 40 menit). Saya gabungkan begini karena pertama ini temanya sama: bagian dari franchise Ice Age; kedua, 9 film ini file-nya tunggal. Ntah siapa yang kompilasikan begini. Standar Ice Age, ceritanya menyenangkan. The Great Egg-Scapade menampilkan drama khas keluarga kecil penyintas jaman es itu dengan banyak komedi. Tujuh film lainnya berfokus pada karakter Scrat dan bermacam-macam perjuangan dia mencari atau menyelamatkan buat ek. Yang ini benar-benar lucu total. πŸ˜† ❀

191. Death Note 2: The Last Name
Masih adaptasi yang bagus seperti seri sebelumnya. Karakter-karakternya meyakinkan, juga para shinigaminya sangat hidup. Plotnya lebih banyak dikompres sehingga agak berbeda dari komiknya dan endingnya jadi sedikit membingungkan. Saya sampai tak sadar L tewas. ❀

192. Baby Driver
Kebut-kebutannya paten! Senang dengar Hocus Pocus lagi diantara deretan sontrek keren yang mengisi film ini. Saya suka plotnya yang realistis terutama penutupnya. Film eksyen seru yang sungguh menghibur. ❀ ❀

193. Thor: Ragnarok
Ngebioskop di Cinema 21 Blok M Plaza, Jakarta. Led Zeppelinnya pas banget. Saya suka selera humor film ini, ada banyak momen tuk ketawa. Merasa sangat aneh dengan keberadaan senapan serbu M-16 dalam cerita, semacam “kalau bisa segampang ini kenapa harus repot?”, tapi keseluruhan Ragnarok adalah plot bagus tuk Avengers yang tidak terlibat Civil War. Thor sukses naik level dari god of hammer menjadi god of thunder. Sayang sekali Thor menjadi cacat di akhir cerita. ❀ ❀

194. Russian Ark
Kesampaian juga nonton ini. Film kompilasi sejarah Rusia di istana Saint Petersburg yang dibuat nyeni, berjalan menyusuri tiap ruangan tapi dengan era waktu yang berbeda-beda dengan mengikuti seorang penjelajah Perancis. Dipenuhi karakter legendaris sejarah Rusia seperti Peter the Great, Catherine the Great, atau Nicholas II, juga peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi dalam istana itu. Terpesona melihat kemewahan kaum bangsawan dalam acara-acara kekaisaran, terutama diwakili oleh busana, musik, opera, dan terutama pesta dansa. Satu hal yang menarik, film ini berjalan nyaris 100 menit tanpa cut. ❀ ❀

Pesta dansa Kekaisaran memperingati 300 tahun dinasti Romanov, 1913. Bahagia lihat parade kostumnya.

195. K: Missing Kings
Sudah menamatkan kedua musim animenya tapi malah belum nonton ini yang ceritanya diantara musim pertama dan musim kedua. Bagus dan nostalgik. Senang lihat Neko dan Seri lagi. Saya sudah banyak lupa juga musim kedua gimana ceritanya sampai akhir.

196. First They Killed My Father
Film luar biasa yang diangkat Angelina Jolie dari kisah nyata. Pengalaman seorang anak kecil melewati rejim Khmer Merah, komunisme pada bentuknya yang paling ekstrim. Menarik sekali melihat nyaris seluruh peristiwa dari perspektif si anak, walaupun tidak mengurangi perasaan getir membayangkan tragedi demi tragedi yang harus dilewati. Saya suka ini jadi murni film Kamboja tanpa perlu disisipi karakter Amerika. ❀ ❀

Kegilaan Rezim Pol Pot dimulai dengan mengusir semua penduduk dari kota dan memaksa mereka menjadi masyarakat desa yang komunal dan anti kemajuan.

197. Mamma Mia the Movie
Ini juga film yang dah lama sekali pengen kutonton setelah bertahun-tahun terpikat trailernya. Plotnya receh tapi lucu, lagu-lagunya nostalgik dan dibawakan dengan bagus. Mood jadi gembira nonton ini. Baru tahu kalo 2018 ini ada sequelnya. ❀ ❀

198. Wu Kong
Kecepatan reboot kisah raja kera ini sudah melebihi Spiderman di AS. Menarik juga ceritanya mulai dari awal banget, mengapa Wu Kong melawan kerajaan langit dan wujud dia belum jadi kera. Tampan diperankan Eddie Peng. Eksyennya standar fantasi China: dahsyat memukau.

Belum berbulu

199. Gong Shou Dao
Film pendek proyeknya Jack Ma untuk mempromosikan Tai Chi ke dunia internasional. Kamu cuma akan terpesona lihat siapa-siapa yang muncul (atau yag di balik layar). Plotnya sih ‘meh’ saja. :mrgreen:

200. Atomic Blonde
John Wick betina dalam dunia Tinker Tailor Soldier Spy. Cerita spionase klasik seru di akhir perang dingin. Setting: Berlin. Suka eksyen, intrik, dunia analognya, dan visualisasinya yang macam komik. Bagus! Salut tuk penampilan tangguh Charlize Theron. ❀ ❀

201. The Other Boleyn Girl
Adaptasi novel berjudul sama tentang kehidupan Mary Boleyn pada salah satu episode paling terkenal dalam sejarah Inggris. Sayang sejarahnya film kostum ini banyak yang ngaco, tapi menarik lihat visualisasi kehidupan saat itu dan hubungan kedua gadis cantik ini. Natalie dan Scarlett pula. ❀

202. Redline
Speed Racer x Star Wars. Anime kebut-kebutan yang seru banget. Apa saja boleh tuk mencapai garis finish. Plotnya dangkal tapi eksyennya brutal. Banyak adegan cepat dan ramai. Saya suka kedua karakter utamanya, juga musik technonya.

203. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
Ngebioskop di Solo Square XXI, Solo. Rasanya ini pertama kali lihat Marsha Timothy dalam gambar bergerak lagi sejak dia menikah dan murtad beberapa tahun silam. Saya tak terkesan pemandangan Sumba seperti review lain, dan dialek dialog-dialognya terasa masih kaku, tapi plot dan themanya sendiri sangat menarik. ❀

204. Justice League
Ngebioskop di Solo Square XXI, Solo. Pergantian sutradara dan banyak syuting ulang terasa mempengaruhi banyak hal dalam film ini. Durasinya terlalu pendek, 120 menit tuk menceritakan enam karakter protagonis, tiga diantaranya tokoh baru. Bandingan dengan Batman versus Superman yang 151 menit dengan memperkenalkan Wonder Woman, bahkan 181 menit di versi Ultimate. Plot rasanya bisa dibandingkan dengan Avengers: Age of Ultron, bahkan Steppenwolf tidak sesangar yang saya perkirakan. Diluar itu ceritanya sendiri bagus, semua jagoan tampil sesuai porsinya. Batman saja yang agak mengecewakan karena kurasa dia kurang menyiapkan alat dan senjata yang lebih efektif untuk pertempuran ini. Akhirnya ada penjelasan kenapa Diana skip Perang Dunia 2. Haha.. :mrgreen:

205. The Age of Shadows
Suka setting period dan thrillernya, terutama ketika di kereta. Plotnya kadang agak membingungkan ketika sulit mengenali karakter tapi gak mengurangi ketegangan cerita. Kisah menarik nasionalisme dan spionase dalam tema penjajahan Jepang. Siapa yang setia, dan siapa yang menjual teman atau bangsa sendiri. Tema yang makin familiar dalam banyak film China dan Korea.

Seragam boleh Jepang, tapi hati kecil Korea selalu memanggil..

206. Star Wars: Episode VIII – The Last Jedi
Ngebioskop di Plaza Indonesia XXI, Jakarta. Saya harus mengingat-ingat lagi Episode VII – The Force Awakens itu ceritanya apa, syukurnya film ini langsung melanjutkan prekuelnya tanpa ada jeda beberapa tahun. Seperti yang diharap dari franchise Star Wars, seru, drama, dan epik, walau saya masih belum bisa suka pada jagoan-jagoan baru seperti Rey dan Finn. Kurasa film ini seharusnya berjudul The Last Few Survivors untuk menghargai begitu banyaknya anggota Resistance yang gugur dalam kisah eksodus ini. ❀

207. Susah Sinyal
Ngebioskop di CGV Grand Indonesia, Jakarta. Film yang sungguh menghibur, bikin ketawa ngakak nontonnya, bahkan hingga saat credit title roll malah makin ancur. Gak nyesal pacar milih nonton ini saat ada film-film Hollywood lain yang juga menarik. Jokesnya berimbang dari yang smart sampai receh. Dramanya juga bagus tentang hubungan ibu dan anak gadis. Salut tuk Ernest Prakasa dan teman-temannya di sini. ❀

208. Logan Lucky
Menyenangkan lihat Daniel Craig dan Riley Keough lagi di drama heist yang komedik menghibur ini. Eksyen dan trik malingnya bagus tanpa terlalu berlebihan.
BTW rasanya ini pertama kali kelarin film dari entertainment system maskapai penerbangan. Nyaris tergoda nonton doang gak tidur sepanjang dinihari.. πŸ˜† ❀

209. Valerian and the City of a Thousand Planets
Komiknya legendaris dan konon menginspirasi Star Wars. Adaptasi ini menang di visual dan setting, tetapi plot terasa datar walo konfliknya menarik, eksyennya seru tapi gak ada yang epik. Mungkin itu sebabnya filmnya kurang heboh. Saya takjub ide lokasi multi dimensi Big Market dan suka pembukanya saat stasiun luar angkasa bisa menjadi pusat perdamaian dunia (dan kemudian semesta). Kedua karakter utama cukup menghibur interaksinya, selain terasa terlalu sakti. Extra tepuk tangan tuk Rihanna.
Film ini ditonton separonya di laptop pacar bareng di Jakarta, 2 hari belum kelar. Pisah di bandara, saya lanjut nonton separonya lagi dalam pesawat, filmnya ada di sistem hiburan maskapai, belum kelar juga. Sisa klimaksnya nonton di Jayapura dalam laptop sendiri. :mrgreen:

Banyak spesies eksotis walau rata-rata humanoid juga..

2010. The Battleship Island
Penjajahan Jepang terhadap Korea lagi. Melodrama jaman Perang Dunia 2 yang agak kelewat heroik dan kelebihan intrik, ceritanya jadi rumit sendiri dan kurang pendalaman karakter. Eksyennya seru brutal dan membakar semangat anti Jepang. Ada sejumlah drama ayah-anak yang mengharuan juga. Cukup terkejut mendengar The Ecstasy of Gold (lagu yang biasanya ada di pembuka konser Metallica) dimainkan tapi cocoklah tuk klimaksnya.

Usaha keras si ayah supaya anak gadisnya bisa tetap bertahan..

200 film panjang. Cukup banyak, tapi masih kurang banyak. Selama trip ke Jawa kemarin lagi-lagi banyak menimbun film dalam laptop sementara dari trip 2016 saja masih banyak yang belum ditonton. Semoga bisa dihabiskan dengan efektif di 2018 ini. Apalagi berniat lebih banyak membaca buku non fiksi juga setelah tahun 2017 kemarin ternyata cuma baca dua buku. Yuk, semangat!

Happy New Year!

Iklan

Film-film 2017 (April-Juni)

Cepat sekali tahun ini sudah berjalan setengahnya. Libur panjang lebaran sudah terlewati, dan bulan Juli yang tanpa hari libur sudah muncul di kalender. Dengan mengabaikan buku-buku dan banyak bacaan lainnya, 3 bulan ini masih rajin menonton film. Mari menengok apa saja yang sudah ditonton sejak April.

67. Hidden Figures
Dramatisasi menarik 3 wanita hitam dalam sejarah NASA. Masih suasana perang dingin ketika komunisme dan kemajuan Sovyet jadi topik umum. Suka lihat karakter dan interaksi mereka bertiga yang penuh percaya diri. Film rocket science + perjuangan ras.

68. Rurouni Kenshin: New Kyoto Arc
Kompresan yang saking padatnya sampai kerasa cuma nonton trailer. Banyak plot berubah dan hilang, sejumlah duel juga berubah, ada yang lebih baik, ada yang tidak. Satu-satunya yang menarik adalah kembalinya pedang Homura milik Shishio ke Seiku Arai di akhir cerita.

69. Les Chevaliers du ciel (Sky Fighters)
Adaptasi bagus dari salah satu cerita Tanguy et Laverdure entah yang mana. Sungguh senang melihat aksi-aksi Mirage 2000 (& Alpha Jet) disini sehingga sejumlah hal kurang realistis bisa dimaafkan. Lagian tak menarik juga kalo dogfight tidak Within Visual Range. Adegan striptease di atas F4U Corsair itu keren..

70. Passengers
Plotnya sederhana, dan visualnya bagus sekali, seperti yang kuharap dari film luar angkasa futuristik. Temanya berat: usaha-usaha tidak etis (bahkan jahat) tuk memiliki teman hidup ketika pilihan lain hanyalah terbunuh sepi. Seperti biasa, J-Law tampil sangat mempesona.

Quote:
“You can’t get so hung up on where you’d rather be, that you forget to make the most of where you are.”
~ Aurora Lane

71. Soar Into the Sun / Return to Base
Top Gun versi Korea Selatan. Penuh hal mustahil dalam manuver udara, misi Air to Air dan Air to Ground, pertahanan udara, dan combat SAR, tapi tidak mengganggu ceritanya. Dogfightnya malah owsom. Cacat berulang hanyalah syut-syut landing gear yg jelas-jelas tandem bukan dari F-15. Film bagus tuk melihat F-15K dan T-50 beraksi, plus Mig-29 yang cukup detil. Romcomnya lucu, bonus komedi khas Korea yg gak peduli cerita ini bersetting militer.
Ketemu si cantik Shin Se-kyung lagi.

Quote
“Aku ingin memberimu kesempatan untuk membuatku terkesan”
~Tech Sgt. Yoo Se-young

72. Arrival
Kisah menawan tentang teror alien, problem komunikasi dalam kontak, dan apa konsekuensi dari pemecahan kedua masalah itu bagi seorang ahli bahasa: sebuah jendela ke masa depan. Melupakan tragedi itu sulit, tapi dengan sadar memilih tragedi itu lebih berat lagi.

73. A Pigeon Sat on a Branch Reflecting on Existence
Komedi hitam Swedia yang susah kupahami. Satu2nya plot yang agak menarik dan memicu buka sejarah cuma raja Charles XII of Sweden pergi berperang dengan Rusia lalu kalah. Sisanya absurd.

74. Dear Zindagi
Jauh lebih bagus dari yang kubayangkan. Cerita menarik sesi demi sesi curhat ke terapis tampan penuh ide oleh pasien dia yang jelita penuh potensi tanpa berakhir dengan romansa. Banyak percakapan dan situasi yang bisa kupelajari.

75. Miss Sloane
Drama yang sangat menarik tentang intrik lobi dalam politik AS, berpusat pada karakter luar biasa yang jenius sakit jiwa. Banyak obrolan yang harus kureplay tuk bisa paham, dan temanya tentang kontrol senjata selalu relevan. Sayang, kukira fokusnya tentang lobi sawit pemerintah RI yang jadi fokus di awal film. 😁

76. Pete’s Dragon
Drama fantasi yang santai dan moodmaker. Terasa macam versi watered down kisah Natsu dan Igneel dari Fairy Tail. Naganya lucu, tapi kamuflasenya luar biasa.

77. Canola
Cerita yang sederhana dan mengharukan tentang cinta sepanjang hayat seorang nenek. Drama keluarga ini lebih bagus dari pengharapanku. Fokus tanpa subplot romansa misalnya. Adegan di taman bunga itu sungguh terasa surga.

“Nenek, kenapa lama sekali datang?” Mataku langsung kemasukan debu..

78. Live by Night
Terpesona Elle Fanning saja. Gadis ini makin dewasa, makin cantik. Selebihnya kisah gangster ini terasa sangat familiar hingga twist terakhir. Tidak ada yg spesial dari plot dan protagonis. Meski begitu gambarnya bagus, dan tema-tema SARA di dalamnya (italian vs irish; protestan vs katholik, yahudi, hitam, latin; KKK) menarik.

79. Queen of the Desert
Penjelajahan Gertrude Bell di dunia Arab selama belasan tahun direduksi menjadi kisah roman picisan. Hanya prolog dan epilog film yang sedikit menjelaskan kalau wanita ini berperan besar pada terbentuknya Timur Tengah modern. Gak heran film ini flop. Nicole Kidman masih sangat mempesona, tapi jelas dia terlalu tua tuk karakter ini.

80. Tunnel
Film bencana dan survival yang bagus. Protagonis yang semangat -di atas dan di bawah tanah- membuat penonton ikut menyemangati pula. Segala drama operasi penyelamatan tergambar di sini, termasuk politisi cari muka dan masyarakat yang pedulinya sesaat saja.

81. Guardians of the Galaxy Vol. 2
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Seperti prekuelnya, jadi orang terakhir yang ninggalin theatre. Pake negur cleaning service yang lewat-lewat pas nonton extra scenes. Film bagus ini padat dengan aksi, warna, humor, juga kental dengan tema keluarga. Gak lupa lagu-lagu lawas.

82. Our Kind of Traitor
Spy thriller lumayan. Eksyennya minim tapi plotnya menarik, terutama tentang intrik busuk di dunia intelijen. Pesan moral: hati-hati kalo diajak hangout orang asing. πŸ˜‰

83. 3 Hari Untuk Selamanya
Road movie yang bagus. Perjalanan Jakarta-Jogja yang penuh dialog dan interaksi menarik dua anak muda yang sedang mencari arah hidup, juga pengalaman di tiap tempat yang disinggahi. Ada kesan mendalam, dan ada cinta tertahan.

84. Deepwater Horizon
Dramatisasi menarik bencana terburuk perminyakan AS. Plotnya dibangun untuk menunjukkan kalo ini adalah bencana buatan manusia yang mestinya bisa dicegah.

85. Eyes Wide Shut
Kesampaian juga nonton film klasik ini. Film Natal yang penuh simbol okultisme. Drama pasangan modern yang penuh godaan seks. Fantasi dan penasaran yang mengganggu dan menantang. Kisah tak biasa saat pulang pagi.

86. Tendangan Dari Langit
Lebih menyenangkan dari yang kuharap. Plot yang bagus, realistis dan lucu. Wajah-wajah yang familiar, bahkan ada yang kukenal. Kenangan ke sepakbola Indonesia masa itu ketika LPI muncul memberikan harapan palsu atas kebobrokan ISL.

87. American Honey
Road movie menarik tentang pelarian, petualangan, dan pencarian (dari uang hingga cinta) yg keras di Midwest Amerika. Cerita anak-anak muda terbuang yg hidup di jalanan, bekerja dan berpesta dari kota ke kota. Masing-masing dengan impiannya. Penuh lagu-lagu pemberontakan yang keren.

88. Joy
Dramatisasi cerita Joy Mangano menemukan miracle mop dan membangunnya menjadi bisnis besar. Digarap dengan komedi yang lucu dan penampilan mempesona Jennifer Lawrence. Pel kek gini kok gak dijual di sini ya? 😁

89. Hari Ini Pasti Menang
Buat saya tokoh utama film ini adalah Andien, sang wartawati investigasi. Mengingatkan kalo saya pernah suka banget Tika Putri. Plot selebihnya susah dipahami. Mungkin saya terlalu realistis dan berharap endingnya bakal seperti calciopoli.

90. Sing
Animasi menyenangkan penuh lagu-lagu bagus. Plotnya sederhana saja tapi gak nyangka juga dengan semangat show must go on mereka setelah teater ambruk.

91. The Whole Truth
Drama pengadilan seorang pengacara. Persilangan antara mencari kebenaran dan mencari apa yang terbaik bagi sang klien. Menarik mengamati siapa yang berbohong dan dimana kebohongannya.

92. Secret (Bu Neng Shuo De Mi Mi)
Menyesal membiarkan film ini mendekam setahun di HDD karena salah didonlot (yang dipesan “A Secret”), ternyata bagus luar biasa. Drama cinta monyet segitiga yang romantis diiringi kungfu Piano brutal (duelnya sampai kuulang), dan misteri mengejutkan yang menjadi judul film ini. Gwei Lun-mei memikat sekali jadi gadis misterius.

93. Loving
Kisah cinta sederhana Richard dan Mildred Loving yang melawan hukum dan akhirnya mengubah sejarah AS. Salut kepada pengacara-pengacara ACLU di kasus ini. Sebenarnya filmnya membosankan, tapi jadi kerasa mood depresinya sesuai keadaan jaman itu.

Ketika cinta tidak boleh hitam dan putih.

94. Don’t Look Down (No Mires Para Abajo)
Serendipity seorang remaja galau dan wanita cantik yang menjadi guru sex tantricnya. Orgasme si cowok agak absurd, tapi intinya untuk sesaat dia lepas dari rutinitas sehari-hari.

95. A Copy of My Mind
Petualangan gadis pemburu film bajakan. Film yang mengingatkan bahwa nonton film donlotan itu sudah termasuk mewah, dan mengapa kita sangat menghargai orang-orang seperti Lebahganteng dan Pein Akatsuki.
BTW plotnya berjalan aneh, beberapa hal gak masuk akal. Di luar itu saya suka realitas keras Jakarta di sini.

96. Beauty and the Beast
Film bagus banget yang sungguh mengingatkan pada versi animasinya. Remake cerita penyihir reseh party pooper yg kejam. Apa-apaan dia mau berteduh aja masuk ruang dansa. Sakit hati dengan tuan rumah eh satu kastil dikutuk. 😁
Gak nyangka Emma Watson bisa nyanyi. Lumiere versi candelabra jadi karakter favorit saya. Suka dengan komedi dan mood film ini. Merasa aneh Beast punya 5 jari sempurna, bisa pegang apapun dengan baik, tapi makan kok gak bisa pake sendok. Bantal dia juga gak rusak kena tanduk. 😁

97. The Invisible Guest (Contratiempo)
Thriller sangat menarik pemecahan kasus pembunuhan. Plot klasik menyusun berbagai versi cerita tuk mengungkap kebenaran. Mana yang jujur, mana yang ngarang. Ngeri membayangkan apa yg bisa dilakukan orang berduit+pengacara tuk menutupi kejahatan.

98. Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales
Ngebioskop di XXI Premium Mal Jayapura. Kaget, tapi senang lihat Kaya Scodelario. Saya suka gadis ini. Plotnya terasa repetisi saja; hantu laut baru, jagoan-jagoan baru yang bergabung dengan Jack Sparrow tuk melawan, menggunakan artefak kuno nan sakti yang harus dicari dulu muter-muter, militer Inggris yang menyebalkan. Tetap menghibur tentu saja.

99. Wonder Woman
Ngebioskop di XXI Premium Mal Jayapura. Film superheroine yang wajib tonton. Plotnya khas film superhero bagian pertama: cerita masa lalu, masa kecil, awal menjadi pahlawan dst; tapi karakter Diana/WW yang sungguh membuat terpikat: ekspresi dia, interaksi, chemistry, justice, humanity, ditambah lagi Gal Gadot emang cantik banget. Terlihat dibuat tuk tidak jadi apel ke apel dengan Captain America, seperti memundurkan setting ke PD 1 dan -yang paling saya sukai- Β tidak menonjolkan patriotisme Amerika.

100. Death Note
Adaptasi yang setia dari manga legendarisnya dan bagus hasilnya. Permasalahan klasik tentang main hakim sendiri. Ryuk terlihat keren dalam 3D.

101. Suicide Squad Extended Cut
Memperhatikan lagi detil-detil yang kelewatan waktu ngantuk di bioskop tahun lalu. Diablo vs Incubus memang duel antar dewa. Sisanya disitu serangga semua. πŸ˜†

102. Rogue One: A Star Wars Story
Star Wars Episode IIIS yang epik dengan karakter-karakter sekali pakai. Saya suka plot, visual, setting, musik dan final battlenya. Ada rasa penggarapan yang berbeda tapi tetap nostalgik.

103. Jackie
Biopic bagus banget tentang Jackie Kennedy dan flashback penuh detail pembunuhan hingga pemakaman JFK dari sudut pandang dia. Drama menarik seorang first lady yang kehilangan suami.

Diapit dua dari sekian banyak Kennedy yang meninggal dengan tragis: JFK dan RFK.

104. The Light Between Oceans
Sebuah keputusan yang benar, tapi juga salah, dan konsekuensinya. Drama period suram yang agak pelik tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Pemandangannya bagus, ceritanya menyentuh.

105. The Handmaiden
Thriller psikologi erotik yang keren banget. Saya suka plotnya yang penuh misteri, lalu penceritaan berlapis yang sempat memperdayai saya. Kisah cinta berliku dan panas dua gadis melewati dua pengincar harta.

Pastikan kalian nonton yang gak disensor yaa..

106. The Fate of the Furious
Eksyennya owsom seperti biasa (Mad Max Frozen Road!) tapi jalan ceritanya hancur lebur (seperti biasa juga). Teroris yang bisa ngehack apa saja buat apa masih perlu EMP dan nuklir? Deckard tampil sangat Statham dan sungguh menghibur. Kehadiran dia dan tanpa Brian membuat tim ini jadi makin berotot dan kurang pembalap. Saya masih terkenang Gisele (dan Han tentu saja), tapi Ramsey ini juga enak dilihat. Suka adegan pembuka di Kuba, simbol hubungan baik AS-Kuba sekarang: mutual respect.

107. Captain Fantastic
Sejumlah hal soal homeschooling dan indoktrinasi kekirian cukup mengganggu pikiran saya, tapi tetap ini drama keluarga yang bagus banget, menawarkan banyak hal baru. Erin Moriarty mencuri perhatian.

108. John Wick: Chapter 2
Dunia kriminal terorganisir tempat John Wick hidup makin terbuka jelas aturan dan konsekuensinya. Eksyen yang sangat menghibur, penuh close quarter battle menawan. Saya terkesan adegan Gianna tutup usia, dan kaget lihat Morpheus.. Err, siapa tadi namanya? 😁
Satu hal realistis yang saya sukai, John sering menggunakan senjata musuh yang tewas.

109. Keeping Up With The Joneses
Cuma pengen lihat Gal Gadot lagi yang hanya jadi diri sendiri: agen Israel yang mahir dengan senjata. Komedinya sendiri meh. Ngasal banget nggarapnya.. 😁

110. The Great Wall
Premisnya bagus, tapi jalan ceritanya banyak bagian yang aneh. Mengapa menyimpan mesiu? Buat apa unit bungee jumpers di ordo yg punya artileri? Mengapa pertahanan ibukota lemah? Kurang epik juga akhir ceritanya, jadi cerita kepahlawanan saja yang malah jauh dari tembok raksasanya. Saya suka imajinasi ceritanya, monsternya keren dan brutal.

111. Act of Valor
Wajib tonton tuk military geek. Plotnya receh, dan gak ada karakterisasi, tapi film tribute tuk US Navy Seals ini juga film promosi tuk AL AS, karena itu gears yang muncul di film pun gak tanggung2. Seperti biasa, saya selalu tersentuh dengan film bertema GWOT.

112. Ballerina
Animasi yg menghangatkan hati tentang keindahan balet dan perjuangan meraih mimpi. Bagus. Kaget juga lihat ada motor di era kereta kuda itu. 😁

113. The Mummy
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Kalah epik jauh banget dari versi 1999. Masih bisalah memasukkan Perang Salib, tapi mana ada makam Mesir di Mesopotamia. Lalu Prodigium yang berpusat di London tapi menggunakan pesawat dan pasukan AS. Tentu gak ada yang lebih kacau daripada melihat Nick Morton berkelahi dengan Mr. Hyde sementara si Mummy mengamuk di ruang sebelah. Ini filmnya siapa sebenarnya?

114. Transformers: The Last Knight
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Setiap film Transformers berusaha menyisipkan robot-robot raksasa ini ke dalam sejarah rahasia dunia sebagai teori konspirasi, tapi kali ini Transformernya sudah menyusup ke dalam sejarah umum yang menyebabkan cerita Sam Witwicky bahkan Ordo Witwiccan malah jadi wagu. Meski begitu saya suka kisah kolaborasi dengan Raja Arthur dan Merlin itu, juga petualangan memburu artefak. Sayangnya, karakterisasi dan aksi robot-robotnya malah jauh berkurang. Yang menonjol malah Cogman yang gak bisa transform jadi apapun.

115. Your Lie In April
Kompresan cukup bagus dari manganya, lengkap dengan sejumlah penampilan biola dan piano yang memikat, walaupun masih banyak yang gak dimasukkan seperti animenya. Terasa berat menonton melodrama yang temanya mencintai gadis sakit begini.

116. Silence
Bukan film yg mudah ditonton, apalagi dinilai, dan saya butuh 5 hari tuk kelarin. Kisah nyata yang pahit tentang penganiayaan, (sekarang bahasa kerennya persekusi) dan iman yang patah ketika agama Kristen ditekan sesudah pemberontakan Shimabara di Jepang.

117. The Space Between Us
Sci-finya menjanjikan, kemudian berubah jadi film lovey dovey klise walopun road tripnya bisa dinikmati, ditutup dengan melodrama yang ketebak. Film ini flop ternyata…

118. Kong: Skull Island
Sebagai film eksyen monster, ini keren betul. Padat dan brutal. Beberapa hal aneh terkait militer terlihat, seperti kapal kargo modifikasi yang meragukan bisa membawa belasan heli (tak terlihat elevator tuk hanggar padahal dek terlihat jelas hanya memuat 6 heli), dan mengapa harus pakai heli menembus badai (pendaratan amfibi lebih aman), tapi bisa dimaafkan karena ternyata ini juga homage tuk film-film perang Vietnam. Saya suka konsep arkeologinya. Lukisan-lukisan di gua itu.

119. Attraction
Sering lihat alien datang di mana-mana, paling sering di AS, kali ini di Moskow karena film Rusia. Lumayan bagus nih, senang lihat persenjataan Rusia juga. Cerita menarik tentang kontak dengan alien, cinta, penanggulangan bencana, dan intoleransi.

Seberapa siap sebenarnya manusia dikunjungi alien? Itu pertanyaan film ini..

120. Journey to the West: The Demons Strike Back
Dibanding prekuelnya yang orisinil, ini sudah mengikuti sastra aslinya, bahkan lebih rame siluman daripada Monkey King 2, terutama hadirnya raja api Red Boy. Seru banget, dengan setting indah, pertarungan seru, komedi konyol, dan bromance Wukong – Tang. Sayang porsinya Bajie dan Wujing cuma sedikit dan gak ada karakter wanita yang benar-benar memikat.

 

Kurasa yang paling menarik dari nonton film 3 bulan ini adalah pengalaman menonton di XXI Premium, thanx to Ipas. Tanpa perlu efek-efek macam nonton nonton 3D atau 4DX, ternyata menyenangkan nonton dengan kursi nyaman yang bisa direbahkan sambil membungkus kaki dengan selimut wangi. Satu catatan penting, jangan memesan makanan atau minuman di dalam, karena pelayan sungguh tidak menghargai kalau tujuan kedatangan kami ke bioskop adalah untuk menonton film.
Sampai jumpa Oktober nanti.


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Oktober 2018
M S S R K J S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan