Posts Tagged 'xxi'

Film-film 2016 (Juli-Desember)

Pakabar? Gimana 2017 yang sudah jalan sebulan, apakah sesuai yang direncanakan? Semoga ya. Januari saya berjalan dengan beberapa masalah di sektor perdaringan. Yang pertama hape 4G saya jadi batu karena kesalahan peningkatan sistem operasi. Nah disaat butuh koneksi maksimal supaya gawai bisa disembuhkan, eh malah kabel serat optik Telkom putus lagi sebulanan. Ya sekarang sudah teratasi semua sih, dan postingan ini bisa diselesaikan.

Kay, ini daftar film lepas tontonan saya semester kedua tahun 2016 lalu. Banyak perjalanan saat itu, jadi lebih banyak pengalaman juga menonton bioskop di berbagai tempat. Jarang-jarang saya nonton film baru sesering itu. :mrgreen:

67. 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi
Dramatisasi Benghazi Attack 2012, peristiwa yang konon menodai karir Hillary Clinton sebagai Menlu AS. Divisualisasikan Michael Bay dengan seru dan heroik. Kembali mengingatkan betapa dunia sekarang dipenuhi militan yang harus dibunuh.
Catatan: film pertama yang ditonton dengan laptop pribadi. ❤

68. Secret World of Arrietty
Dari novel fantasi anak-anak Inggris, divisualisasikan dengan indah dan detil menjadi anime oleh Studio Ghibli yang legendaris. Ini nonton yang versi AS, lagu-lagunya asyik. Senang nontonnya. ❤ ❤

arrietty

Kalau ada pernak-pernik kecil di rumahmu yang hilang, mungkin mereka yang “pinjam”.

69. The Hunger Games: Mockingjay – Part 2
Penutup yang bagus dan memuaskan untuk seri Hunger Games. Kaget lihat the mutts, gak nyangka ada makhuk semacam itu di Hunger Games. Adegan eksekusinya inspiratif: mencegah diktator digantikan oleh diktator lain. ❤
Catatan: keknya ini film pertama yang kudonlot sendiri, thanx untuk Gunrud, Moer dan Zizie, kawan-kawan Warqafalla.

70. Allegiant
Misteri dunia di luar tembok sudah terpecahkan dan tidak mengejutkan, tinggal nunggu perang dan klimaks saja. Four rasanya terlalu sakti tapi ya gapapalah. Sudah gak ada adegan-adegan simulasi lagi nih. ❤

71. Boruto: Naruto the Movie
Seru banget, penuh ledakan dan taijutsu cepat. Sasuke dan sejumlah karakter lain seperti tidak mengeluarkan potensi maksimal tapi tidak mengapa. Semoga cerita generasi baru ini masih bisa berkembang. ❤

72. Star Trek: Beyond
Ngebioskop di CGV Blitz Mall PVJ Bandung. Nonton dengan cewek Trekkie pakai drama disangka warga miskin sama petugas saat mau beli tiket. Film yang bagus. Planet baru, musuh baru, pengkhianat baru juga. Walopun sudah heboh sebelumnya, saya gagal menemukan Joe Taslim di dalam film. 😆 ❤

73. The Great Magician
Jauh lebih lucu dan menghibur dari yang kukira. Saya suka film yang penuh trik sulap, juga China era warlords. Tema cinta segitiganya menarik. ❤

74. Batman vs Superman: Dawn of Justice (Ultimate Edition)
Seru banget tapi plotnya gak enak, padahal ultimate edition yang tiga setengah jam ini sudah menceritakan lebih banyak daripada versi bioskopnya yang konon lebih membingungkan soal motif perselisihan kedua jagoan. Kemunculan monster karya Lex Luthor malah membuat perseteruan Superman dan Batman jadi makin konyol. Wonder Woman sungguh mencuri perhatian. Pas banget diperankan Gal Gadot.

75. Jason Bourne
Ngebioskop di XXI Mall Paragon Semarang. Harus ekstra fokus karena film ini setia dengan ciri film Bourne yang goyang-goyang kameranya. Jason B. masih agen super favorit saya karena plot dan eksyennya yang realistis. Tema pengawasan globalnya generik, tapi faktual dengan isu kerahasiaan vs keamanan nasional. Alicia Vikander is lovely.

76. Suicide Squad
Ngebioskop di XXI Lotte Mall Bintaro, Tangerang Selatan. Sepertiga film habis tuk perkenalan karakter dan cerita. Sisanya didominasi oleh Deadshot dan Harley Quinn. Lainnya ngapain? Joker ngapain? Enchantress kesurupan doang?

77. Night Watch
Thriller supranatural Rusia yang bagus banget. Eksyennya gak sebanyak yang kuharap (kalo merujuk film Holiwud yang sejenis) tapi plotnya seru dan menarik, baru jelas hingga klimaks. ❤

78. 3 Srikandi
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Drama sejarah olahraga menarik. Chelsea Islan lucu, tapi Tara Basro paling sukses memerankan orang daerah dengan dialek yang pas. Saya salut pada usaha merekonstruksi setting 80an termasuk tokoh Soeharto. Drama hubungan keempat karakter utama jadi lebih berkesan daripada panahannya sendiri yang sayangnya tidak bisa divisualkan hingga pengalungan medali dan pengibaran bendera.

79. Alice Through the Looking Glass 
Ngebioskop di CGV Blitz Mall Hartono Jogja. Seperti pendahulunya, visual film ini masih sangat imajinatif dan fantastis. Saya nonton 3D pula. Sayang film ini hanya meminjam judul saja dan ceritanya jauh berbeda dari kisah Through the Looking Glass asli karangan L. Carroll. Terlalu fokus pada Mad Hatters dan Alice juga gak imut lagi.

80. Day Watch
Lanjutan dari Night Watch. Petualangan Anton Gorodetsky masih seru dan gak ketebak arahnya. Plotnya memang kuat dan klimaksnya brutal keren. ❤

 

81. Elite Squad
a.k.a. Tropa de Elite. Plotnya realistis, penuh elemen-elemen familiar tentang Brazil. Eksyennya brutal keren, dan saya suka unit paramiliter BOPE yang digambarkan di sini. Polisi bersih jujur dan berani memang idaman. ❤ ❤

82. Secret Life of Pets
Ngebioskop di XXI Setiabudi One Jakarta. Lucu, menghibur dan logis secara imajinasi. Kita memang gak tau apa yang dilakukan hewan-hewan peliharaan kita saat rumah kosong. 😆 ❤ ❤

83. The BFG
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Visualisasinya cukup memuaskan untuk menutupi plotnya yang sederhana dan ramah keluarga. Saya suka cara-cara si raksasa menyamar di kegelapan kota.

84. Detective Conan: The Darkest Nightmare
Ngebioskop di CGV Blitz Grand Indonesia Jakarta. Pertempuran Conan melawan Organisasi Hitam masih berlanjut dengan sangat seru. Hasilnya Conan masih tetap kecil, Ran masih tetap menanti Shinichi kembali. 🙄 ❤

85. Train to Busan
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. Belajar nonton film 4DX walau filmnya sendiri 2D saja. Survival horor ini sebagus yang dikatakan orang-orang. Plotnya cepat, zombienya lincah, dramanya bagus dengan kejutan-kejutan khas Korea. Sangat direkomendasikan. ❤ ❤

86. One Piece Film: Gold
Ngebioskop di CGV Blitz Hartono Mall Jogja. 4DX lagi dan sungguh penuh semburan air. Harus lindungi kacamata yang jadi sering basah. Plotnya masih formulaik film-film wanpis sebelumnya, lumayan sih. Kesempatan lihat kru bajak laut topi jerami dalam kostum berbeda.

87. Assassination Classroom
Adaptasi bagus tuk sebuah kompresan dari manga panjang. Walo cerita sering putus-putus mengikuti sejumlah sub-plot tapi tetap setia pada esensi dan jiwanya. Koro-sensei digarap lucu menjadi 3D, sayang murid-murid terlihat ketuaan tuk anak SMP dan Bitch-Sensei tidak diperankan artis kaukasian.

88. London Has Fallen
Eksyennya lumayan Rambo, tapi secara realistis konyol banget. Yang pemerhati intel dan hankam bisa mual dan diare. Sekali lagi Hollywood takut menciptakan karakter teroris radikal Islam semacam Al-Qaeda. Pedagang senjata Pakistan di Yaman? Meh…

89. My Neighbor Totoro
Akhirnya ngerti juga animasi legendaris dengan karakter ikonik ini kisahnya bagaimana. Bagus banget. Senang dan susah dan misteri di pedesaan Jepang tahun 50an di mata 2 gadis kecil.

90. Strayer’s Chronicle
Kisah X-Men versi Jepang, tema mencari jawaban atas eksistensi kekuatan super dan konsekuensinya. Standar. Plot biasa, penceritaan dan karakterisasi kurang, eksyen jug kurang.

91. Whiskey Tango Foxtrot
Komedi biografi lumayan tentang jurnalis(me) perang. Konflik abadi di Afghanistan dan reportase yang memudar. Tentara yang nggak jelas kenapa ada di sana dan investasi China yang ada di mana-mana. Ah iya, LDR itu menyedihkan.

92. Elite Squad: The Enemy Within
a.k.a. Tropa de Elite 2: O Inimigo Agora E Outro. Sequel Elite Squad ini lebih menggigit ternyata. Ketika polisi jahat menjadi antek politisi jahat, apa yang bisa dilakukan polisi baik? Keren banget. Dramanya juga lebih kuat karena konfliknya juga lebih kompleks. ❤ ❤

elite-squad-2-the-enemy-within-slice

Perang kota dengan milisi jalanan. Di mana-mana selalu seru.

93. The Huntsman: Winter War (Extended Version)
Membosankan. Eric dibantu dwarfs dan archer bahkan ada cameo elves. Memangnya LotR? Adegan goblinnya tidak berguna. Kenapa Freya tidak bisa ambil sendiri cerminnya? Kenapa Freya tidak menginvasi kerajaan Snow White atau sebaliknya? Setelah nonton Elsa di Frozen, nonton ratu es berikutnya memang punya harapan tinggi. Freeya ini cyrokinetic user yang lemah di combat. Saya suka kembalinya Ravenna dan klimaksnya tapi perang saudarinya terlalu singkat.

94. The Assassin
Visualisasi kisah klasik tentang Tian Ji’an dan Nie Yinniang dengan sangat bagus. Penuh pemandangan indah dan warna cerah. Dengan protagonis yang pendiam, cerita harus diikuti lewat karakter-karakter yang intriknya dia campuri. Misteri dia menjadi pesona. Film wuxia yang minim wire-fu, tiada jurus dan pertarungan ala Dragon Ball atau darah berhamburan. Hanya kungfu cantik. ❤ ❤

img_0997_assassin-1600x900-c-default

Sudah pembunuh, pendiam, cantik pula…

95. 3:10 to Yuma
Remake western yang bagus banget. Heroisme Dan Evans sebagai suami dan ayah; wibawa Ben Wade tapi juga kebijaksanaan dia, dan Charlie Prince yang setia dan sadis. Sebuah kisah ketika sang jagoan dan si penjahat saling memahami. ❤ ❤

96. The Jungle Book
Bagus luar biasa. Kenangan akan animasi legendarisnya langsung terbayar lunas dan bahkan terlampaui melihat interaksi Mowgli dengan penghuni hutan yang digambarkan hirarkinya dengan mengesankan. Ada pesan penting untuk menjaga hutan, terutama dari api. ❤ ❤

97. You’re the Apple of My Eye
Kisah romansa remaja yang bikin mellow. Ketika cinta tidak ditakdirkan bersama, tetapi tetap menjadi kenangan yang bahagia. Cantik nih Michelle Chen. Film yang bagus. ❤ ❤

98. Waltz With Bashir
Animasi dokumenter sekaligus otobiografi yang menarik tentang Perang Libanon I, terutama peristiwa pembantaian Sabra dan Shatila. Sebuah kisah tentang PTSD dan usaha mengatasinya. Ceritanya suram, visualisasi dan bahkan musiknya depresif, tapi detailnya tentang perang dan persenjataan memuaskan. ❤

99. The Da Vinci Code
Film heboh pada masanya dulu, saya jadi sering ditanyai teman-teman soal konspirasi hoax disini. Akhirnya jadi banyak baca-baca dan familiar dengan kisahnya padahal belum nonton. Lumayan juga kesan Indiana Jonesnya setelah nonton sendiri walo Profesor Langdon terlalu banyak ngasi kuliah. Utak-atik cerita Knight Templarnya asyik. Sayang poin kebenaran kisah ini hanya dijelaskan lewat obrolan dengan Sir L. Teabing, macam terlalu mudah. Akhirnya Audrey Tautou lebih jadi faktor yang bikin saya betah.

100. Inferno
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Saya suka plot, puzzle dan thrillernya, terutama mencari-cari petunjuk di museum-museum. Sungguh terpesona pada Felicity Jones.

101. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Film kaum super yang bagus dan imajinatif. Agak mengingatkan pada manga Kekkaishi. Sejumlah bagian terlihat lebih seru daripada ringkasan novelnya. Menurutku film ini akan lebih epik kalau ceritanya lebih panjang minimal 30 menit sehingga penutupnya bisa diceritakan dengan baik. ❤

miss-peregrines-home-for-peculiar-children-photo

Foto-foto hitam putihnya menimbulkan nuansa horor..

102. Ben-Hur
Ngebioskop di Cinemaxx Lippo Plaza Kupang. Kisah klasik yang dibuat ulang lagi dengan visualisasi terkini. Nostalgik karena waktu kecil sering baca komiknya. Memuaskan untuk kategori film (berlatar) sejarah Kristiani. Suka lihat detail pasukan Legio X Fretensis disini. ❤

103. Ernest & Celestine
Diselesaikan sambil transit di bandara Hasanuddin Makassar dalam penerbangan Surabaya-Manokwari. Komedi animasi yang manis dan menghibur. Ceritanya menghangatkan hati. Visualnya macam lukisan pensil warna, bagus. Saya setting dua dunia parallel di sini.

104. Detective Dee and The Mystery of the Phantom Flame
Lama pengen nonton ini sejak nonton prekuelnya yang dibuat kemudian. Eksyen fiksi keren dari tokoh-tokoh sejarah China yang menarik dipelajari kemudian. Suka plot misteri jaman dulu, dibalik pertarungan wire-fu. Saya juga suka patung Buddhanya, teknik faceshifting dengan acupoint, dan tentu Li Bingbing. ❤

105. The Dreamers
Bertahun-tahun mengoleksi berbagai skrinsyut si cantik Eva Green bugil dari film ini, baru kesampaian nonton. Pesona dia ternyata lebih besar lagi dalam film. Sejarah latarnya menarik, juga dialog-dialog serta referensi berbagai film dan musik klasik, romansanya pun tersaji baik. Menjadi anarkis hanya percuma, menjadi pasifis pun percuma.

106. Assassination Classroom: Graduation
Lebih kurangnya sama seperti prekuelnya. Cukup baik sebagai usaha merangkum seluruh isi komik. Sayang tidak ada presensi terakhir. Sampai klimaks kita hanya mengenal gak sampai selusin murid. Mirei Kiritani tampil menarik di sini.

107. Now You See Me 2
Mulai memperjelas tema klub pesulap ini sebagai Robin Hood. Ada tema pengawasan global lagi. Seru dan menghibur, terutama trik-trik menyembunyikan kartu. Saya masih tidak paham gimana chipnya bisa ditukar tapi gak masalah. ❤

108. The Last Woman Standing
Saya suka drama romantis ini, plotnya familiar: saat usia menanjak, ortu mendesak nikah, suami sulit dicari, dan pacar masih ingin pacaran. Shu Qi masih tetap memikat seperti biasa.

109. Zootopia
Sejak awal film ini berusaha memerangi prasangka dan stereotip tapi langsung jatuh ke stereotip kalo polantas itu kerja polisi rendahan. Di luar itu ini animasi bagus. Plotnya seru, pesannya kuat dan desain zootropolisnya keren.

110. The Monkey King 2: The Legend Begin
Perjalanan ke Barat dalam versi paling glamor dan epik. Kisah klasiknya jadi tidak terasa lawas. Siluman Tulang Putih tampil sangat anggun dan elegan dibawakan Gong Li.

111. Teenage Mutant Ninja Turtles – Out of the Shadows
Masih memicu nostalgia seperti pendahulunya, kali ini bersama Bebop, Rocksteady, Krang dan Technodrome. Shredder tanpa aksi dan keempat kura-kura terlihat jarang menggunakan senjata ninja mereka, tapi adegan pertempuran di pesawat dan di hutan sesudahnya epik betul. Penuh humor juga. Megan Fox masih menggiurkan, dan kaget ada Alessandra Ambrosio.

112. Mobile Suit Gundam Thunderbolt – December Sky
Bukan semesta Gundam yang familiar denganku. Film Gundam yang dewasa dan sangat brutal diiringi musik-musik jazz bagus. Perang membawa dendam, dan dendam memperpanjang perang.

113. Deja Vu
Seperti beberapa film perjalanan waktu lainnya, kisah ini juga memiliki lubang-lubang plot besar. Disini dua rangkaian kejadian parallel bertumpuk hasilnya di masa kini yang sama. Diluar itu ini eksyen yang keren. Paula Patton memang menarik untuk diselamatkan.

114. Detective K: Secret of Virtuous Widow
Kisah detektif abad-18 yang sangat lucu dan bagus. Bukan saja misterinya menarik tapi juga berhubungn dengan penyebaran kekristenan di Joseon. Suka lihat Han Ji-min. ❤ ❤

detective_k_and_the_secret_of_the_lost_island_still

Duo kocak ini mungkin juga penemu gantole…

115. Hyena Road
Drama bagus Perang Afghanistan, jarang-jarang juga tentang pasukan Kanada. Operasi-operasi militer dan intelijen digambarkan dengan baik, begitu juga konflik lokal. Mengingatkan lagi kalo Afghanistan adalah tanah konflik abadi. ❤

116. League of Gods
Adaptasi Fengshen Yanyi yang berat di visual tapi hancur di plot dan karakter. Sudah klimaksnya nggak epik, eh bersambung pula. Ya memang gak mungkin satu film sih. Sepangjang film berusaha menyambung-nyambungkan karakter dengan Hoshin Engi (adaptasi Fengshen Yanyi paling bagus dan paling familiar buatku), tapi akhirnya cuma terpikat lihat Angelababy. Seperti biasa.

117. The Hateful Eight
White, woman, black, mexican, senjata, dan sejarah Amerika yang mengikat semuanya. Thriller bagus penuh mayat. Dialog-dialognya menarik penuh logat unik. Plot twist juga mengejutkan. ❤

118. Detective K: Secret of the Lost Island
Pujianku sama seperti seri sebelumnya. Misterinya menarik bertema perdagangan manusia. Komedinya masih bikin ngakak, dan Lee Yeon-hee sangat cantik. Suka.

119. Anomalisa
Adegan seksnya berkesan. Mengingatkan canggungnya saat pertama kali mau bercinta dengan partner baru. Plotnya lebih realistis dari yang kuharapkan bertema thriller atau fantasi, seperti antiklimaks tapi memang itu yang diceritakan.

120. Call of Heroes
Menaruh jagoan yang sangat menjanjikan di awal film, lalu ditunggu sepanjang cerita kapan bertarung lagi. Cerdas. Film kungfu yang koreografinya sungguh memukau. Ceritanya heroik dan pemandangannya indah. Lagu penutupnya juga ngerock abis. ❤

121. Angry Birds
Cuma pernah main gimnya yang pertama, itupun belum tamat, tapi senang lihat karakter-karakter dan plotnya hidup dalam animasi. Menghibur. Iya, marah itu perlu juga. 😉

122. When Marnie Was There
Misterinya ketebak, tapi narasi dan visual film ini tetap bagus banget tuk dinikmati. Terharu di endingnya, dengan pesan cinta, penerimaan dan pengampunan yang kuat. Saya suka karakter Marnie dan Anna, juga suka lagu penutupnya (in English). ❤

123. The Lake House
Film lawas yang baru kesampaian nonton. Cerita romantis yang manis walo timeloop-nya menghasilkan sejumlah plothole. Gak peduli, yang penting berakhir bahagia.

124. The Fatal Encounter
Lumayan kesulitan memahami silsilah raja Jeongjo hanya dari film. Ini dramatisasi sejarah yang seru dan menegangkan, terutama dengan plot maju mundur. Eksyennya juga keren. Saya penasaran pada mekanisme anak panah sang raja. ❤ ❤

125. The Accountant (2016)
Puzzle yang menarik tuk mengungkap siapa si akuntan, siapa si pembunuh bayaran, dan siapa si suara. Thriller bagus dibalut tema pembukuan mafia dan juga dunia autisme. ❤

126. The Anthem of the Heart
Konflik menarik cinta segi empat anak-anak SMA dalam tema pementasan musikal yang bangsat keren. Saya takjub pada ide menyanyikan dua lagu bersamaan itu. ❤ ❤

127. Eye in the Sky
Dramatisasi penyakit parah politisi Inggris: mau perang tetapi dengan mengikat kaki tangan prajurit. Film bagus.

127 film sepanjang 2016. Kamu berapa? 😀

Film-film 2014 [April-Juni]

Seperti postingan-postingan sebelumnya, saya tidak cerita ulang filmnya disini. Itu hal yang mudah digugling sendiri. Saya hanya menuliskan kesan-kesan saya usai menonton suatu film. Yuk…

53. Mr. Morgan’s Last Love (Selasa 1 April)
Film yang indah tentang cinta dan pengampunan segitiga: seorang tua, anak lelakinya, dan seorang gadis muda. saya suka musiknya dari Hans Zimmer, setting Parisnya, dan Clemence Poesy. ❤

54. Changeling (Selasa 1 April)
Dari kisah nyata yang menyentuh banget. Tentang ibu yang kehilangan anaknya. Hilang secara harfiah, jadi gak ada jenazah tuk ditangisi, direlakan dan dikenang. Saat itu lagi hangat tragedi kecelakaan MAS MH370 yang misterius sampai sekarang. Jadi kerasa banget sedihnya. ❤

55. Young Detective Dee: Rise of the Sea Dragon (Rabu 2 April)
Salah satu genre favorit saya: Fantasi China penuh kungfu. Film panjang yang sinematografinya bagus: penuh warna-warni walo ceritanya ngayal abis. Angelababy jadi karakter utama wanita disini. Masih jelita, tapi sudah tidak menggemaskan kek di Tai Chi Zero/Hero. Mungkin terlalu banyak operasi plastik.

Lea Seydoux & Adele Exarchopoulos - Blue Is the Warmest Color - 1a_3_www.searchcelebrityhd.com_

Khas film Perancis…

56. Blue is the Warmest Colour (Jumat 4 April)
3 hari nih baru kelar. Film Prancis bagus tentang gejolak rasa cinta dan seksualitas seorang remaja putri. Begitu banyak adegan close-up wajah tuk menunjukkan ekspresi. Ini mungkin film bertema lesbian dengan (sejumlah) adegan seks girl-on-girl paling panas yang pernah kutonton. Jadi pastikan kalian juga nonton versi penuh tanpa sensor. ❤

57. Oz the Great and Powerful (Minggu 6 April)
Moodmaker. Cerita negeri dongeng yang penuh warna-warni, seperti dunia khayalan yang jadi nyata. Si gadis porselen kecil itu kiyut dan menggemaskan. Tampangnya kek karakter anime dengan mata yang besar. ❤

58. Memoirs of a Geisha (Senin 7 April)
Saya nyari film ini setelah terpesona Ziyi Zhang di The Grandmaster. Kisah cinta yang menyentuh dalam rentang waktu 20 tahun, dan lebih panjang lagi tentang hidup Sayuri Nitta sendiri. Film ini memberi banyak pencerahan visual tentang Geisha, salah satu warisan budaya yang misterius dari Jepang. Solo violin dan cello di film ini keren. ❤

59. Frozen (2013) (Selasa 8 April)
Kartun yang keren banget tentang kisah cinta kakak adik. Kekuatan es Elsa memang seperti makan Hie Hie no Mi tapi yang paling mengagumkan justru sihir pengubahan ingatan dari Granpa Troll. Adegan Elsa meninju Hans saya ulangi hingga 3 kali! ❤

RED_ILM_1772_R

Mustangs mengawal Flying Fortress

60. Red Tails (Kamis 10 April)
Dramanya payah abis, tapi adegan-adegan pertempuran udara disini level elit. B-17, Me-109, Me-262, P-40, P-51 semua menunjukkan kehebatan dengan detil walo pesawat-pesawat skadron Red Tails terlihat terlalu hebat.

61. Six Sex 2 (Jumat 11 April)
Film Tailand ini cuma menjual seks tapi malah gak artistik sama sekali. Apalagi cuma cewek #1, #2 dan #4 yang berani terlihat telanjang dada. Sisanya ala film esek-esek Indonesia. Tertutup rambut lah, selimut lah, lupa apa lagi…

62. Burn After Reading (Sabtu 12 April)
Film spionase yang lucu tentang kesalahpahaman berantai. Saya suka adegan Brad Pitt dieksekusi mati.

63. 9 Songs (Minggu 13 April)
Didaulat sebagai film mainstream dengan adegan senggama paling eksplisit, selang-seling dengan sembilan lagu keren dalam konser. Harus ada versi Indonesia dari film ini. Diperankan Raline Shah.

64. The Hobbit: The Desolation of Smaug (Senin 14 April)
Masih dipenuhi pemandangan yang indah. Pencegatan di Mirkwood (di sungai) jadi adegan pertempuran paling seru di film ini. Saya agak kecewa dengan usaha membunuh naga yang gagal tapi ya di novelnya juga begitu sih.. ❤

65. The Hunger Games: Catching Fire (Selasa 15 April)
Sempat terkejut ketika format film yang widescreen berubah menjadi IMAX ketika Katniss memasuki arena, dan kembali jadi widescreen saat Katniss dievakuasi. Baru kali ini nemu kek gitu. Battle royale di arena gak lagi dapet porsi terbesar dan terlihat plot pengantar tuk film berikutnya. Katnis Everdeen masih pirang mempesona seperti biasa. ❤

66. To Rome with Love (Kamis 17 April)
4 cerita lucu absurd yang selang-seling dengan latar belakang keindahan kota Roma dan musik-musik tradisional Italia. Karena tiap cerita aslinya pendek jadi alurnya cepat dan tidak bertele-tele. Saya suka plot yang ada Penelope Cruz. Dua orang yang saling mencintai, masing-masing pergi bertukar lendir dengan orang lain sebelum akhirnya mereka bercinta. ❤

67. 47 Ronin (2013) (Minggu 20 April)
Film ini hancur binasa di detik Keanu Reeves yang ketuaan memasuki cerita. Sisanya masturbasi Hollywood. Monster? Penyihir? Tengu? Anak dari ibu petani dan ayah pelaut asing bisa jadi Samurai? Dafuq…

68. To the Wonder (Selasa 22 April)
99% tanpa dialog. Plot meluncur lewat monolog (entah suara hati atau dialog tanpa balasan) dan begitu banyak adegan yang gila banget romantisnya diantara pasangan diiringi musik yang indah. Endingnya memang gak happily ever after, tapi ini memang art movie. ❤

69. Flags of Our Fathers (Jumat 25 April)
Cerita pertempuran Iwo Jima dari sudut pandang AS, juga kehidupan & kegalauan para pengibar bendera sesudah peristiwa itu. Film historis dan keren banget. Salut tuk Ira Hayes. Buat banyak veteran, kehidupan sesudah perang bisa lebih berat dari perang itu sendiri. Kata James Bradley yang bukunya dipake tuk bikin film ini: “They may have fought for the country, but they died for their friends”. ❤

70. Space Pirate Captain Hancock (Jumat 25 April)
Anime Jepang. Sci-fi, eksyen, CG. Keren sih, tapi plot dan twist-nya agak absurd karena ceritanya jadi kek muter ke awal. Jadi gak jelas antagonis dan protagonisnya. Saya belum pernah nonton serialnya sih.

kuribayashi

Menanti serbuan AS di dalam gua…

71. Letters from Iwo Jima (Sabtu 26 April)
Cerita pertempuran Iwo Jima dari sudut pandang Jepang. Patriotik dan tragis, melihat orang membela tanah air sampai mati dengan segala keterbatasan. Ntah mati terbunuh atau dipaksa bunuh diri oleh atasan dan situasi. Jarang ada film Perang Dunia kedua dari perspektif Jepang. ❤

72. The Monkey King (Senin 28 April)
Cerita Sun Wukong mulai asal-usulnya hingga ngamuk di istana langit hingga dihukum Buddha. Keren banget dengan special effect level elit. ❤

73. The Amazing Spiderman 2: Rise of Electro 3D (Rabu 30 April)
XXI, dalam rangka merayakan ulang tahun Ipas. Pertama kali nonton bioskop di kota sendiri. Top banget. Kembali setia ke komiknya pada cerita matinya si cantik Gwen Stacy. Sedih sih. Saya suka konflik Gwen dan Peter ketika Gwen ingin ke Inggris. Electro itu badass banget. Sayang kurang cerdas karena terlalu ambisi. Green Goblin terlihat lebih berkarakter, dan gak sabar melihat kemunculannya di film Sipdey berikutnya. ❤

74. Prisoners (Jumat 2 Mei)
Film panjang yang endingnya menggantung. Mestinya kita bisa lihat akhir tuk Hugh Jackman, mungkin di pengadilan. Apa reaksi dia setelah hampir sepanjang film salah sasaran.

75. Jack the Giant Slayer (Senin 5 Mei)
Film fantasi yang terlalu klise dongeng anak-anak. Mending jadi kartun saja. Apalagi settingnya di Cloister, kerajaan kecil antah berantah. Mustinya settingnya kekaisaran Mongol atau Roma, baru epik tuh kedatangan pasukan raksasa.

76. Blue Jasmine (Selasa 6 Mei)
Drama bagus tentang kejatuhan seorang sosialita. Dari menikahi penggelap duit yang suka selingkuh hingga sendirinya jadi penipu. Akhirnya gila.

77. 300: Rise of an Empire (Rabu 7 Mei)
Fantasi sejarah tentang Pertempuran Salamis yang menentukan sejarah dunia. Eva Green tak lupa pamer buah dada indahnya, berperan sebagai versi fiksi dari Artemisia. Aslinya Artemisia itu ratu kerajaan kecil di Yunani yang pro Persia. Keren banget. Mesti ada film perang Bubat kek gini. ❤

78. The Face Reader (Rabu 7 Mei)
Drama sejarah Korea. Nasib pilu sang tokoh utama berlatar belakang sejarah saat (Pangeran) Sejo dari kerajaan Joseon melancarkan kudeta terhadap keponakannya (Raja) Danjong. Bagus nih film. Saya baru tahu ada ilmu membaca wajah. 😛 ❤

79. Kill Your Darlings (Senin 12 Mei)
Cerita kehidupan kampus para pentolan Beat Generation dari budaya pop AS. Membosankan dan penuh cerita gay. Huek…

80. Enough Said (Selasa 15 Mei)
Drama komedi hidup seorang janda, tentang kacaunya berkencan dan jadi orang tua tunggal. Lucu juga.

81. The Time Traveler’s Wife (Sabtu 17 Mei)
Direkomendasikan Molina Sulaeman. Realistik sekali bahwa orang yang melakukan perjalanan waktu hanya tubuhnya saja, Pakaiannya tidak. Sedih juga melihat Henry harus mencuri pakaian dan lari dikejar orang setiap kali muncul di tempat baru. Ceritanya bagus dan romantis. Pas banget ada Rachel McAdams (lagi) disini. ❤

82. The Bank Job (Minggu 18 Mei)
Film bagus dari kisah nyata perampokan bank di Baker Street London tahun 71, dipenuhi plot konspirasi yang bikin menarik termasuk kasus foto bugil adik Pangeran Charles. Ada Jason Statham dan Saffron Burrows disini, tapi saya masih benci logat British. ❤

83. Secretary (Minggu 18 Mei)
Film cinta aneh antara dua orang aneh, cowok dominator dan cewek masokis. Agak susah dinikmati tapi terbayar lihat Maggie Gyllenhal bugil. Film tahun 2002, mungkin film tertua yang kutonton tahun ini.

84. Police Story 2013 (Rabu 21 Mei)
Film lumayan dari Jackie Chan yang terlihat uzur. Saya suka plotnya baru terbaca di tengah film ketika si penjahat ternyata bermain detektif ala Conan Edogawa. Sayang karakternya Jackie sangat lebay dan banyak flashback gak penting. Tapi berakhir bahagia.

Besarin anak normal aja susah, apalagi...

Besarin anak normal aja susah, apalagi…

85. Wolf Children (Jumat 23 Mei)
Anime yang kalian wajib tonton. Betul-betul owsom. Gambarnya detail & indah, plotnya menyentuh banget, dan saya nyaris nangis dengar lagu penutupnya. Saya suka adegan terakhirnya, ketika Hana hanya duduk sendirian di rumahnya, tersenyum mengingat kedua anak siluman serigalanya yang sudah melanjutkan hidup masing-masing di tempat lain.

86. The Cold Light of Day (Senin 26 Mei)
Film spionase medioker. Agen CIA kotor nyuri dokumen Mossad dan perselisihan keduanya menjepit si tokoh utama. Plotnya terasa bodoh dan saya benci tokoh utama yang menodongkan senjata tapi gak menembak, lalu ujung-ujungnya lari ditembaki.

87. Lone Survivor (Selasa 27 Mei)
Kisah nyata Operation Red Wing dan Operation Red Wing II di Afghanistan. Heroik banget. Mengingatkan pada segala usaha AS tuk menciptakan dunia yang lebih baik dalam perang melawan ekstrimisme. ❤

bookthief_large

Si pencuri buku dan ayah angkatnya..

88. The Book Thief (Selasa 27 Mei)
Film drama bagus banget yang dituturkan dari sudut pandang malaikat maut. Saya suka setting sejarahnya (Jerman era PD 2), musiknya, dan Sophie Nelisse yang cantik abis.

89. I, Frankenstein (Kamis 29 Mei)
Seharusnya film ini judulnya Demons vs Gargoyles dan tidak perlu melibatkan Frankenstein dan monsternya sama sekali. Aneh bahwa konflik brutal mereka tidak terdeteksi manusia sama sekali. Apartemen busuk Terra gak masuk akal, dan mestinya bisa kerahkan tentara tuk menumpas Demons. Cukup semua peluru diukir simbol Gargoyles.

90. Her (Kamis 29 Mei)
Film super bagus tentang kesepian yang bikin gila. Tapi pacaran dengan OS sebenarnya mirip LDR sih, minus beda zona waktu dan Skype tentunya. Saya heran kenapa OSnya gak diinstal ulang saja. ❤

91. Chronicle (Senin 2 Juni)
Film tua, tapi inget Spiderman kemaren: Pecundang yang mendadak superhero lalu lepas kontrol. Dengan sudut gambar keren ala dokumenter, film ini bagus karena melibatkan karakter sehari-hari yang bisa siapa saja. ❤

92. The Monuments Men (Selasa 3 Juni)
Suka film ini karena terinspirasi sejarah PD 2, walopun sudah didramatisir dengan lebay. Aslinya melibatkan banyak sekali orang, bukan cuma selusin. Penghancuran karya seni dan budaya secara masif selalu terulang dalam sejarah, dan menyakitkan lihatnya.

93. Rust and Bone (Rabu 4 Juni)
Drama Perancis keren tentang dua orang yang berusaha bangkit dari keterpurukan hidup masing-masing, yang cewek malah cacat. Saya suka hubungan teman tapi mes.. senggama diantara mereka berdua sebelum betul-betul saling mencintai. ❤

94. Snowpiercer (Kamis 5 Juni)
Film eksyen Korea yang keren banget karena menyisakan sedikit sekali ruang tuk jalan cerita alternatif. Rel kereta keliling dunia itu keren. Saya susah membayangkan bagaimana Yona dan Timmy bisa jadi Adam dan Hawa tanpa taman Eden. Brrr…. ❤

95. Jack Ryan: Shadow Recruit (Sabtu 7 Juni)
Plotnya klasik perang dingin. Agen super dari barat dan pacarnya yang jelita, agen komunis yang disusupkan ke AS, dan segala macam konspirasi. Kalo James Bond dan Ethan Hunt jadi patokan, film ini cuma cukup bagus. Adegan Heli di Afghanistan di pembukaan itu omong kosong. Rasanya gak ada yang pake senapan M-16 dan heli UH-1 di Operation Enduring Freedom deh.

96. Man on a Ledge (Minggu 8 Juni)
Eksyen lumayan. Bagian terbaiknya adalah belahan dada Genesis Rodriguez. Menggoda banget. Saya suka plot -mencari kebenaran-nya, tapi pura-pura mau bunuh diri tuk pengalih perhatian dan merekrut sekutu itu rasanya ide yang bodoh.

97. Labor Day (Selasa 17 Juni)
Film drama melo. Dua orang bermasalah yang jatuh cinta pada pertemuan singkat tapi lalu terpisah bertahun-tahun. Dituturkan dari sudut pandang anak lelaki si wanita yang tumbuh besar dengan mengamati kesepian ibunya dari kecil hingga punya pacar. Penderitaan karena kesepian itu kerasa sekali. ❤

98. The Suspect (Yonguija) (Selasa 18 Juni)
Seperti The Berlin File, ini film spionase Korea yang wajib tonton. Plot & twistnya standar tapi dieksekusi dengan eksyen keren, termasuk kejar-kejaran mobil kelas Hollywood. Item yang jadi rebutan di film ini jadi nilai tambah. Ada adegan-adegan drama juga, dan yang di bagian akhir film menyentuh banget.

99. The Lego Movie (Kamis 19 Juni)
Lucu nih. Mudah ditebak ini film tentang Lego yang bisa gerak dengan dunianya sendiri, jadi ada begitu banyak karakter terkenal yang di-Lego-kan. Film ini semacam menjelaskan hakikat Lego sebagai mainan anak-anak yang bebas diwujudkan jadi apa saja sesuai imajinasi mereka, bukan seperti gambar di kotak kemasannya. ❤

100. 3 Days to Kill (Sabtu 21 Juni)
Eksyen spionase juga. Jagoan yang terlalu heroik dan lagi-lagi menyebabkan keluarga yang retak. Cukup klise. Upaya dia memperbaiki itu bisa dinikmati, tapi keluarga Afrika di flat itu plot lebay. Sayang Amber Heard gak bugil, tapi penampilan singkat dua penari telanjang kabaret Crazy Horse: Fasty Wizz dan Venus Oceane sungguh memikat.

101. The Truth About Emanuel (Minggu 22 Juni)
Thriller yang bagus tentang interaksi dua wanita dengan trauma kehilangan masing-masing. Ini film soal rahasia. Mengungkap rahasia, menjaga rahasia, dan menyelesaikan rahasia. Kaya Scodelario cantik banget disini, dan busananya bagus-bagus. ❤

102. Black Book (Selasa 24 Juni)
Saya bisa paham kenapa film termahal dalam sejarah Belanda ini dinobatkan jadi film terbaik Belanda sepanjang masa (per 2008). Drama dan intriknya bagus banget, terinspirasi dari berbagai kisah nyata di jaman Perang Dunia 2 di Belanda. Menariknya film ini ditutup dengan awal pecahnya Perang Suez 1956. Menunjukkan kalo perang tidak pernah berakhir dari hidup sang tokoh utama yang diperankan Carice van Houten. Dia ternyata yang main di Game of Thrones ya? Blum nonton. 😛

103. Non-Stop (Sabtu 28 Juni)
Menegangkan, saya terus berusaha menebak-nebak siapa yang membajak pesawat sepanjang setengah film. Tapi alasan para teroris dibalik pembajakan itu rasanya menggelikan. Saya tak suka latar belakang tokoh utama. Bermasalah dan peminum, lalu jadi pahlawan. Rasanya membosankan. Saya suka lihat Michelle Dockery di film ini. Menyegarkan. ❤

e74-vfx-011-sm

Kapan ya punya mainannya…?

104. Transformers: Age of Extinction (Minggu 29 Juni)
Sudah 4 film tapi masih saja film Transformers gak luput dari kekurangan, terutama soal plot dan logika. Tapi kita tahu itu semua hanya latar belakang yang gak begitu penting tuk menampilkan pertempuran robot yang jadi menu utama. Meski begitu kehadiran Cade & Tessa Yeager menggantikan Sam Witwicky sungguh menyegarkan. Penjelasan soal logam Transformium yang bisa berubah jadi apa saja jadi kunci tuk menjelaskan mode perubahan tanpa batas dari robot-robot itu (Optimus Prime saja sudah 3 model mobil) dan kemampuan mereka tuk memperbaiki diri sendiri selama massanya tidak kurang. Ini lebih menarik ketimbang allspark di Transformers sebelumnya yang bisa mengubah benda apapun jadi Transformers. Yang masih membingungkan adalah persenjataan Transformers (terutama Hound di film ini) yang memakai amunisi. Isi dari mana? Logikanya senjata Transformers adalah beam (plasma?). Lihat saja pistol pedang yang dipake Cade. Robot-robot Transformers buatan KSI yang berubah wujud dengan cara pecah jadi kepingan lalu menyatu kembali sangat merusak kaidah Transformers, yang mana penonton sangat menikmati mekanika ketika sebuah kendaraan “mengembang” menjadi robot dan sebaliknya, persis seperti mainannya. Masih banyak isu lain lagi tapi sudahlah, saya terhibur lihat Nicola Peltz dan jadi belajar lagi soal Romeo and Juliet Laws. Film ini juga ditonton di XXI dimana cuma saya yang fokus. Teman-teman tidur nyenyak karena sambil nunggu film maen pada nenggak vodka. :mrgreen:


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Juni 2017
M S S R K J S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter