Posts Tagged 'Yahudi'

Blogwalking ke Israel; part three

 

Tidak mengerti komik strip diatas? Ya, tidak mengapa. Saya juga tidak mengerti berminat menjelaskannya.

Sebenarnya saya pengen posting komik strip itu gak lama sesudah Pesta Blogger kemaren, tepatnya habis baca ini, tapi batal karena pengaruh keselnya ternyata lama. Minggu kemaren jadi teringat lagi karena beberapa hal di Fesbuk. Terutama notes masbro Hariadhi soal isu seputar ke-Yahudi-an JHR Kohler, dan sedikit sharing bagaimana hal-hal yang menyangkut Israel, Yahudi atau Zionisme bisa menjadi isu besar di Indonesia. Lalu berikutnya ada omelan beberapa teman saat saya mendukung pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Suatu wilayah sengketa berpenduduk -sementara ini- mayoritas Arab yang dicita-citakan menjadi ibukota Palestina merdeka, tapi oleh Israel dianggap sebagai wilayah tak terpisahkan dari Yerusalem barat (ibukota Israel).

Keep on reading!

Temen ‘Kita’ & Musuh ‘Kita’

Tanggal 8 Februari kemarin, teman saya Tgk. Alex Cobain alias Buya Alex© menulis begini di salah satu post-nya:

[…] meminta teman di sana, yaitu Mr. Jensen alias Agen Mossad, untuk […]

Hampir dua minggu kemudian datang komen anonim seperti ini dibawahnya:

temen kita yang punya blog ini ternyata kaki tangan yahudi ya, buktinya dia kenal sama agen mossad segala, mossad kan CIAnya Israel, musuh no. 1 kita…

WTF?!?!?! 👿 😆 😆 😆

Saya juga tidak tau akan hal ini sebelum diinformasikan oleh masbro Alex© sendiri via Y!M tanggal 5 Maret kemarin. Tentu saja, kami berdua ngakak ancur membicarakannya. 😆 Ini memang bukan pertama kali kami mendapati komen yang asal bunyi, tapi sentimennya itu lho…! :mrgreen:

Saya dan Alex© sudah ‘saling kenal’ tahun 2007, dan sejak itu perlahan berteman baik hingga sekarang dengan segala perbedaan bendera kami masing-masing. Yaa, seperti kata Alex© sendiri:

[…] Kan saya sudah katakan, saya tak suka alam yang homogen, apalagi cuma karena sentimen. Berpihak tidak masalah. […]

Lha, orang ini siapa? Modal kartu seluler yang sama langsung klaim temen, habis itu banting Alex© dengan fitnah kaki tangan saya Yahudi, padahal “si Yahudi”-nya sendiri sebenarnya bawa-bawa nama Mossad tanpa ada hubungan. Kasihan benar nasibmu, bro… 😆 😆

Di negara ini memang susah, asal ada bau-bau Israel dikit, pasti ada aja yang terpikat ngomong gak enak. Gak maju-maju… 😉

Wawancara dengan Avraham Burg

Sedang mencari-cari apdet berita dari Operation Cast Lead di Time.com, saya menemukan wawancara menarik dengan Avraham Burg, judulnya: “Can the Jewish People Survive Without an Enemy?”
Wawancara ini terkait dengan peluncuran buku beliau yang terbaru. Saya baru baca sekali berhubung sudah jam 2AM (wawancaranya lho, bukan bukunya) dan belum punya opini apa-apa, tapi rasanya ide beliau soal “Orang Yahudi yang seharusnya hidup damai” menarik juga. 🙂

Supaya tak perlu klak-klik lagi, berikut saya kupipes-kan wawancaranya:

TIME: You argue that the Jewish people are in a state of crisis, partly because of the extent to which the Holocaust dominates contemporary Jewish identity. Can you explain?

Burg: I, like many others, believe that a day will come very soon when we will live in peace with our neighbors, and then, for the first time in our history, the vast majority of the Jewish people will be living without an immediate threat to their lives. Peaceful Israel and a secure Diaspora, all of us living the democratic hemisphere. And then the question facing our generation will be, can the Jewish people survive without an external enemy? Give me war, give me pogrom, give me disaster, and I know what to do; give me peace and tranquility, and I’m lost. The Holocaust was a hellish horror, but we often use it as an excuse to avoid looking around seeing how, existentially, 60 years later, in a miraculous way, are living in a much better situation.

In your book, you raise the question of the purpose of Jewish survival over thousands of years, insisting that Jews have not simply survived for the sake of survival. What is this higher purpose?

Both my parents were survivors — my father ran away from Berlin in September 1939; my mum survived the 1929 massacre in Hebron. So, my family knows something about trauma. Still, my siblings and I were brought up in a trauma-free atmosphere. We were brought up to believe that the Jewish people did not continue in order to continue, or survive in order to survive. A cat can survive — so it’s a circumcised cat, so what? It’s not about survival; survival for what?

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Agustus 2021
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter