Saat Cebongan Prison Raid terjadi, saya sedang di Jogja…

Suatu hari di Cileungsi…

Simbok: “[...] kamu harus pergi kesini, dan kesana, dan kesitu.. Bagus banget tempatnya… (menyebutkan beberapa tujuan wisata dengan pemandangan indah, sambil menunjukkan foto-foto yang bikin ngiri)
Saya: “nanti deh mbok. Saya gak ada teman yang mo ditemui kalo pergi ke tujuan-tujuan itu.. :mrgreen:
Simbok: :lol:

Well, suatu hari nanti saya pasti akan ada di jejak para bloher™ traveler itu, pergi ke tempat-tempat eksotik. Tapi tuk saat-saat ini, catatan perjalanan saya masih akan dipenuhi cerita-cerita bertemu sesama teman onlen. *lirik jurnal* :mrgreen:

Nah, saya sudah 6 hari di rumah di Jayapura usai 3 bulan keluar kota. Perjalanan yang menarik dan bikin tambah gemuk. Kembali ke Salatiga usai dari Jakarta akhir Februari itu, saya akhirnya sempat pergi sehari ke Semarang hari Rabu siang tgl. 6 Maret. Ketemu Neng Ocha disana. Kali kedua ketemu sejak PB10, dan pertama kali ngobrol panjang. :D Semarang ini kota yang besar. Kuharap lain kali saya bisa bermalam dan keliling-keliling di kota ini. :)

Sabtu, 10 Maret 2013, saya disummon mbak Ainun yang lagi mudik ke Salatiga tuk menghadiri Akber Salatiga di Balai Dukuh. Dasar ndeso, walo dah datang sejak acara belum mulai saya gak berani masuk sampai pertengahan acara nunggu SMS konfirmasi dari mbak Ai (yang tentu saja lagi konsen ke pembawa materi) karena merasa gak ikut ndaftar. :lol: In th e nd saya akhirnya masuk, ikut sisa acara, kenalan dengan Ika, deputi akber setempat; Yoan & Fafa, yang ngajar hari itu, dan entah siapa lagi kawan-kawan mbak Ai. Saya juga dapet buku “Perempuan yang Melukis Wajah” dengan tandatangan mbak Ai. Acara hari itu ditutup dengan makan siang bareng dan wisata keliling kota naik delman. Macam turis saja. Thanx banget mbak. :D

2 hari berikutnya, 12 Maret. Setelah mengeluh sakit pada jantung beberapa hari terakhir, saya akhirnya nemani nyokap check up ke Madiun. Sekalian ketemu dokter tulang. Rencananya saya hanya mengantar saja lalu pulang ke Salatiga sementara nyokap tetap tinggal disana. Sampai di Madiun nyokap berubah pikiran, jadilah saya tinggal seminggu di Madiun. Sayang banget di kota ini gak punya temen. Saya hanya jalan-jalan sekadarnya berdasarkan panduan dari Yudhi Prasetyo via HP. Thanx bro. ;)

Seminggu kemudian, Selasa 19 Maret siang, saya sudah dalam perjalanan balik ke Jawa Tengah. Nyokap tetap di Madiun tuk lanjut ke Kupang hari berikutnya, dijemput kakak sepupu dari sana. Kali ini memutuskan turun di Solo. Ini pertama kali menginjakkan kaki di Solo setelah 20 tahun, padahal kampung halaman sendiri. Dijemput pakde Blontank dekat hotel Sunan, langsung menuju ke Rumah Blogger Indonesia (RBI) & melapor ke Hendri yang jadi tuan rumah. RBI itu markas yang hebat. Saya bisa onlen dengan kencang sekuat saya mampu bertahan di depan PC. :mrgreen: Jalan-jalan malam plus makan malam bareng Hendri, lalu besoknya jalan-jalan pagi plus makan pagi bareng pakde Blontank. Rabu siang meluncur pulang ke Salatiga dengan oleh-oleh kaos, blontea dan undangan lisan tuk datang lagi bulan Mei. :D

x2_11240469 crop_resize_resize

Di halaman istana Mangkunegara

Sampai Salatiga dengan muka datar. Rumah kebanjiran malam sebelumnya. Dan ransel (yang kutaruh di lantai) beserta isinya basah semua. Dua hari saya sibuk ngeringkan jurnal. Untung ditulis loose leaf, bisa dipisah-pisah dari binder-nya tuk dijemur. Catatan harian saya hitam semua karena tintanya meleleh. Syukur masih bisa terbaca tuk buat postingan ini. :mrgreen:

Jumat, 22 Maret 2013. Saya ke Jogja lagi tuk kunjungan 5 hari hingga Rabu (27/4). Kali ini Celo yang berbaik hati memberikan tumpangan dan pinjaman motor karena GunRud sedang keluar kota. Kali ini dateng mo ngambil HDD External rusak yang kutitipkan tuk diperbaiki saat terakhir datang. Ternyata tetap tak bisa berfungsi kembali. Ya sudahlah. Lanjut ke tujuan berikut yaitu belanja suvenir buat ortu di Malioboro, dari topi, kipas, tas sampai daster. :mrgreen:
Kali ini, selain ketemu lagi dengan teman-teman baik yang dah nemui saya kemaren seperti Celo, Kitin, Mansup, Matilda, Anno dan Putro, ada teman-teman lain di Jogja juga yang baru sempat ketemu: Funkshit, Enthong, Hamid (3 orang ini baru kulihat lagi sejak PB Jogja 10 :mrgreen: ) plus Arga, Novi dan Karlina. Senang ketemu kalian semua. :)
Tapi kopdar paling istimewa di Jogja adalah bertemu teman-teman dari Jawa Timur; Blogger Malang, Mbakneng (22-23/4) dan blogger Banyuwangi, Nurma (25/4). Walo tak banyak ngobrol karena keduanya ke Jogja dengan suami masing-masing tuk urusan keluarga, sudah sah banget disebut kopdar, dan mengurangi tanggungan saya tuk berkunjung ke kota mereka. :mrgreen:

2 April 2013, berangkat dari Semarang dan transit di Surabaya, saya tiba di Kupang. Sudah 10 tahun tidak pulang kesini, ke kota yang dipenuhi keluarga besar dari pihak nyokap. Kaget juga keponakan saya sudah bertambah banyak sekali! Sebenarnya saya tak kenal bloher™/onliner siapapun disini, tapi atas inisiatif Almas dan keajaiban twitter, saya akhirnya kopdar dengan Inda Wohangara (yang ternyata teman sepupu saya) dan Dicky Senda, para bloher dari komunitas Flobamorata. Kawan-kawan saat itu sedang sibuk dengan acara-acara menggalang dana tuk pengungsi letusan gunung Rokatenda. Salut tuk usaha mereka. :)

Sebenarnya nyokap hanya berencana seminggu di Kupang, ngambil barang tuk kemudian kuantar pulang ke Jayapura. Apa daya, kakak tertua nyokap yang masih hidup ingin kami tuk tetap di Kupang hingga acara pesta nikah emas kakak kedua nyokap tgl. 20 April. Bude ini dan suami dia dulu yang menyekolahkan dan menikahkan nyokap, sementara tiga anak-anak mereka yang tertua mengasuh saya ketika kecil di Malang. Apalagi acara ini akan jadi reuni keluarga besar. Lebih dari selusin keluarga bahkan datang dari Jawa. Merasa nyaman di Kupang, sayapun santai saja. 3 minggu menanti kurasa terbayar lunas banget usai pesta nikah emas itu. Senang banget ketemu banyak saudara dan keluarga. Tiap orang punya penjelasan panjang kek “ini anaknya si anu. Neneknya dia itu anak dari sepupunya kakek yang blablabla..” *bengong* :lol: Sebagai perantauan di Papua yang jarang pulang, sesekali berada di tengah akar sendiri membawa perasaan melankolis. Sayang bokapku gak bisa ikutan. Syukurnya kaki nyokap dah cukup baik tuk bisa mengikuti keseluruhan acara tanpa gips dan tongkat. :)

_JPG6860_resize kecil crop

Keluarga besar Papi Pim de Kock & Mami Jemi Kedoh. Saya ketiga dari kiri.
#NikahEmas

Selasa 23 April, saya dan nyokap ke Jakarta, transit 2 hari tuk jenguk tante di Cinere yang sudah lumayan pulih dari serangan stroke bulan lalu. Ada kesempatan tuk bisa jalan-jalan ditengah waktu yang mepet. Ketemu lagi dengan Sunako Nakahara, Eka Situmorang dan Hoek Soegirang; lalu bertemu Yudi Prasetyo, Daniel, Priska dan Icit yang keempatnya terakhir kujumpai di Jakarta 2 tahun silam. Bahkan ada Almascatie pula yang baru kopdar sejak 2010. Sedekat dekatnya Ambon dan Jayapura, kami ketemu selalu di Jakarta. :mrgreen:
Via Almas dan Ajeng, saya kenalan juga dengan Frenavit, Suryo Brahmantyo, Utieed -yang sebenarnya sering nongkrong disebelah saya saat saya di Jogja karena beliau teman baik Celo- dan sepupu dia Meita. Senang ketemu kalian semua. :)

dengan priska

Dnial, yud1, Hoek, Almas, Priska & saya.

Sabtu pagi 27 April saya dan nyokap balik ke Jayapura. Saya 3 bulan away, dan nyokap tiga kali lipatnya. Senang tidur lagi di kasur sendiri, ketemu teman-teman, ketemu SNSD di PC sendiri, dan segala suka duka di kota kecil ini. Tapi tak bisa santai-santai. 5 hari lagi, 8 Mei, kalo Tuhan mengijinkan, saya akan ke Solo, memenuhi undangan dari pakde Blontank kemarin & panitia ABFI. Semoga ada lebih banyak cerita lagi yang bisa dibagi.

Kamu, kapan terakhir ketemu teman di kota lain? ;)

 

Jakarta, revisited

Sabtu, 23 Februari 2013, akhirnya saya dan nyokap ke Jakarta, menjenguk kawan beliau (sudah seperti keluarga bagi kami) yang kumat sakit ginjalnya di RS Cikini. Ngebut ke Solo pagi-pagi karena harus check-in lebih awal berhubung nyokap perlu pakai kursi roda. Nyampai di Bandara Adi Sumarmo jam 9.30AM. Telat 15 menit dari seharusnya. Buru-buru ke counter Sriwijaya Air malah penerbangan kami delay hingga 12.25PM. Kata tukang pel deket toilet: “Sriwijaya delay? Sudah biasa mas…” :evil: Delay berlanjut hingga 1PM hingga baru take-off 30 menit kemudian. Keluar dari Soekarno Hatta sekitar 3PM, dan baru sampai di Cinere 7PM (sempat singgah beberapa menit di RS Cikini). Batal sudah rencana malam mingguan di Jakarta. Tidak akan pernah jelas kapan akan ke Jakarta lagi kan? Jadi walopun misi utama nganter nyokap, harus tetap nyuri kesempatan tuk kopdar. Jangan sampai jadi Mike Collins. :)

Minggu, 24 Februari 2013.
Susah skip gereja kalo di Cinere (Saya benci dipaksa beribadah, tapi sudahlah…), jadi saya ke gerejaku yang lama, IES South deket Pondok Indah. Saya sudah gak dikenali pastor lagi. Dikira pengunjung perdana. :lol: Bubar gereja jam 10an, bingung mau kemana. Akhirnya ke Blok M, cari tempat yang agak ditengah, biar gampang kemana-mana siapa tau ada teman yang lagi di jalan. Lima blogger seleb yang dihubungi ternyata tiada yang bisa keluar, sementara Alex Hidayat yang katanya ke Kampung Rambutan, konon error telpon selularnya. Akhirnya janjian dengan Hoek Soegirang di Kopitiam Oey Jln. Sabang. Nyampe sana pas tengah hari, ketemu Hoek dan langsung ditraktir macam-macam (soto Tangkar disitu asli enak) sambil ngobrol segala macam. Seneng banget. Blogger legendaris ini. Dari jaman jahiliyah dulu baru ketemu sekarang. Sudah bukan admin warnet yang kusut lagi, sekarang pejabat di Kopitiam. :D Siang itu Alex Hidayat sedang ada di Kalibata, tapi rupanya tak bisa nyusul karena bareng keluarga. Moerjanto nyusul jam 5PM, dan masih ikut ngobrol sampai usai sholat magrib. Menjelang 7PM, kami bertiga cabut bareng dari Kopitiam Oey ke halte Busway terdekat. Moer pulang, sementara saya dan Hoek lanjut ke ITC Fatmawati. Ada kopdar berikutnya deket situ. Sekitar 8.30PM Joe Satrianto dateng mengojek Oelpha. Karena nasi kucing yang jadi tujuan semula tutup, kami nongkrong di Sevel Fatmawati hingga 10.30PM. Kopdar berempat yang menyenangkan, dan saya masih bisa loncat ke Metromini tuk pulang ke Cinere, walopun nyampe rumah jam 11.30PM. :)

Senin, 25 Februari 2013.
Sehari yang hilang percuma karena harus nganterin nyokap ke Cikini. :evil:

Selasa, 26 Februari 2013.
Jam 10.20AM saya sudah cabut dari rumah. Naik angkot 110 dari Cinere ke terminal Depok, lanjut angkot 112 ke Kampung Rambutan, lanjut lagi angkot 121 ke Cileungsi, lanjut lagi angkot 92 ke arah Bantar Gebang, turun di komplex Cileungsi Hijau. Sudah jam 1PM saat saya mencapai rumah yang dituju, rumahnya Simbok Venus. Simbok sedang kurang sehat sehingga tak bisa kemana-mana, dan saya juga tiada undangan lain siang itu. jadi tak ada salahnya berpetualang sedikit. Buset jauh nian! Di peta lusuh Jabodetabek yang kubawa pun tak ada itu Cileungsi. :lol: Kopdar dengan Simbok sampai 3PM, balik ke terminal Kampung Rambutan trus ngambil TransJakarta ke Blok M. Kelamaan gak naik busway bikin saya sedikit nyasar di Kampung Melayu. Ditengah jalan, SMSan dengan Ajeng Lembayung, ternyata gadis cantik ini juga mau transit di Blok M. Jadilah saya dan Ajeng kopdar di basement Blok M dari jam 6.45-8PM. Cewek ini tujuh kali lebih menyenangkan dari versi twitternya. :mrgreen: Kelar dari situ saya langsung pulang. Ada bencana susulan hari ini. Tante di Cinere mendadak stroke dan harus segera operasi malam itu juga karena pendarahan di kepala. Semua sudah panik, bahkan bokap dari Jayapura pun nelpon maksa saya segera pulang. FYI operasi sukses, tapi kondisi tante payah.. :(

Rabu, 27 Februari 2013.
Lagi-lagi siang terbuang percuma karena tidak ada kejelasan nyokap bakal dijemput jam berapa ke RS Cikini. Jam 4PM barulah kakak sepupu njemput saya & nyokap pakai taxi. 6PM nyampe Cikini, saya buru-buru cabut. Sempat bingung transportasi sejenak dan tak tahu cara mencapai Bundaran HI (Tuk naik busway ke Blok M dari situ), akhirnya naik Metromini 17 ke Manggarai. Gak sampai 30 menit, jadi memutuskan tuk naik Kopaja 66 ke Blok M. Blunder besar. Butuh 2 jam menembus macetnya Kuningan hingga nyampe Blok M. Baru juga turun bis, 9.30PM saya sudah ditelpon nyokap yang bilang urusannya sudah kelar dan saya mesti balik. Damn. Saya jalan secepat-cepatnya ke Es Teler 77, tempat Pecha Kucha Jakarta malam ini berlangsung. Hanya basa-basi dengan Nia, Sharon, Dian, Mas Hedi, juga ngobrol bentar dengan Nonadita dan pakde Mbilung. 9PM saya pamit dan kabur pake busway ke Bundaran HI lalu cegat taxi ke RS Cikini tuk membawa nyokap pulang ke Cinere. Serba mepet. :|

Kamis, 28 Februari 2013.
Sudah keluar rumah jam 9AM nebeng sodara-sodara yang menjenguk tante di ICU RS Cinere. Tak bisa lama-lama karena bakal mengganggu. 9.30AM saya dah cabut, menembus kepadatan Fatmawati ke Blok M. 11AM nyampe, dari situ lanjut pake bus TransJakarta ke Cawang. Nyampe 12.05PM, dah janjian diajak makan siang Eka Situmorang di warung Sate & Sop Kambing bang Mansur di Kampung Melayu. Enak banget. Saya masih nongkrong + ngeteh di kantornya Eka sebelum dianter ke Tebet. Sore-sore sudah di Kuningan, dan menjelang matahari terbenam sudah nongkrong di Bundaran HI, depan Plaza Indonesia. Ada kopdar perdana dengan dua cewek malam ini. Jam 6PM Rise kutemui di west mall Grand Indonesia, lanjut nongkrong di Food Lover mall yang sama. Sekitar 7.30PM, Linda (Ling Ling) bergabung. Senang bertukar cerita dengan mereka. Sayang saya cuma bisa sampai jam 8 karena harus segera pulang tuk packing buat balik ke Salatiga via Semarang besoknya. Padahal sebenarnya jam 8 itu sudah harus sampai rumah sih.

Jumat di bulan yang baru, saya sudah balik di Salatiga lagi. Luar biasa lelahnya di Jakarta karena capek di jalan dan dikejar-kejar keperluan nyokap. Hanya sedikit teman yang sempat kutemui. Makasih buat Moerz, Joesatch, Simbok Venus dan Eka Situmorang. Senang ketemu kalian lagi setelah 2 tahunan. Makasih buat Nonadita yang dah ngajak ke Pecha Kucha dan bisa menyapa teman-teman lain disana. Maaf banget saya cuma sekelebat. Lain kali kita ngobrol panjang yaa~. Buat teman-teman yang kopdar perdana; Hoek, Ulfa, Ajeng, Rise dan Linda (kuhitung kopdar perdana karena dulu kita gak ngobrol apapun waktu pertama kali ketemu di Jogja :mrgreen: ), senang sekali akhirnya bisa jumpa kalian. Maaf sebesar-besarnya buat begitu banyak teman yang gak sempat ketemu, semoga lain waktu ada kesempatan.

Belum tahu habis ini mau kemana sih.. *melirik ke utara* :roll:

Return to Jogja

Seperti yang sudah direncanakan, pada hari Valentine kemarin akhirnya saya menuju ke Jogja, nenteng tas punggung dengan isi seadanya dan lupa jaket. Kunjungan rekreasi dan lepas kangen setelah pertama kali ke Jogja Oktober 2010 (<-kenapa saya tak punya postingan trip itu ya? Padahal ada kisah Pesta Blogger Jogja 2010 disitu. Dasar pemalas.. :evil: ).

Hari pertama. Kamis 14/02/13.
Pengalaman pertama ke Jogja dari Salatiga. Keluar rumah 9.15AM. Naik angkot ke tempat bis-bis dari Semarang lewat, trus lompat aja ke bis yang ada tulisan Solo-Surabaya. Sesuai pesan dari Peter Lamanepa, saya turun di Ngasem didepan pabrik(?) Gudang Garam. Tak lama kemudian dijemput Peter ke rumah dia deket situ. Berkenalan dengan istri Peter yang sedang hamil tua, kami lalu ngobrol sejam diselingi makan siang. 11.30AM, Peter ngojekin saya ke pertigaan Kartasura. Tak lama kemudian saya sudah ada di bis menuju Jogja. Turun di Indomaret Janti dan menunggu sesaat sebelum dijemput Gunawan Rudy. Taruh barang di kosan Gunrud, lalu ke kampus dia di Antropologi UGM, numpang onlen sambil SMSin temen-temen di Jogja. Berhubung Matilda duluan nyebut lokasi yang tak jauh, jam 5PM meluncurlah saya dan Gunrud ke Dunkin Donut Jakal ditengah gerimis usai hujan. 20 menit kemudian Matilda datang dari kantornya ke Dunkin, disusul oleh Amed, lalu Om Warm. Tapi Om Warm hanya 30 menitan bersama kami karena ada urusan lain. Sesudah beliau pulang, Mansup dateng, dan terakhir Pepeng. Jam 7PM, saya mengontak Yeni Setiawan yang ternyata mau menjenguk Ekowanz di RS Happy Land. Jadilah saya, Gunrud, Mansup, Pepeng dan Amed ngeluyur ke RS juga, lagi-lagi nembus gerimis. Sementara Matilda balik ke kantor karena masih ada kerjaan. :D Tiba di RS Happy Land, kami disambut Ekowanz yang sedang senang dengan kelahiran anak pertama dia. Sayang Sandal & Lina malah gak bisa dateng karena tiada taxi pas hujan. Kami ngobrol di lobi lantai dua sejam lebih hingga 9.30PM, menyapa Nungki Putri dan sang bayi di kamar RS, lalu cabut. Makan malam di Bakmi pak Surandal di Pasar Demangan, nyoba nasi Magelangan. Saat itu Mansup dah kabur ntah kemana. :lol: Singgah Indomaret, balik ke kos, mandi sore malam, lalu tidur. Valentine yang menyenangkan. Sekali lagi selamat buat Ekowanz dan Nungki. :)

Hari kedua. Jumat 15/02/13.
Bangun telat, menyesuaikan dengan tuan rumah. :mrgreen: Kelar makan pagi jam 10AM di warung Sami Asih, trus diantar Gunrud ke warnet Merapionline di dekat Amplaz. 90an menit disitu, jam 12PM dah dijemput Gunrud lagi, janjian sama Kitin di Kalimilk Jakal. Pas Kitin dan Matilda dateng, Kalimilk malah penuh. Jadilah kami pindah ke Dunkin Donut lagi. Temen-temen lain gak bisa disummon karena pada jumatan. Ngobrol kurang dari sejam disitu, Kitin dan Matilda sudah harus kembali ke kantor mereka. Saya dan Gunrud lanjut ke RS Happy Land karena Lina ngajak ketemu disana. Kami sampai duluan, disambut Ekowanz, lalu sekitar 01.30PM Lina plus Lumen dateng bareng Memeth. Sejam ngobrol-ngobrol di RS, kami berlima meninggalkan Nungki tuk makan siang di Zamzamkuliner di Timoho. Usai makan jam 3.30PM, Lina, Memeth dan Ekowanz balik ke RS, sementara Gunrud kembali menurunkan saya di warnet Merapionline, dia sendiri balik ke kampus lalu pulang, tidur. Saya ngenet sendirian hingga jam 07PM, ke Alfamart beli minum, lalu nyebrang ke Ambarrukmo Plaza muter-muter nunggu teman-teman. 07.40PM, Matilda nyampe duluan. 20 menit kemudian Sandal, Lina dan Lumen nyampe, lalu 10 menit kemudian Mansup dan Hera. Hampir 8.30, kami langsung ke Foodcourt tuk makan malam hingga bubar 40 menit kemudian. Saya & Matilda masih jalan-jalan 20 menitan menikmati bubaran plaza sebelum berboncengan menuju kosan Gunrud. Say thanx & goodbye, naik ke kamar, mandi sore malam dan tidur. Hari yang menyenangkan. :)

Hari ketiga. Sabtu 16/02/13
Usai bangun dan mandi pagi, ngecek Harddisk external di PC Gunrud, ternyata gak bisa diakses. Pindah ke netbook sama saja. Siyal. Makan pagi di warung Sami Asih lagi. Menunya naik. Kemaren cuma nasi telor, hari ini nastelnet. Dari situ diojekin Gunrud ke warnet ntah apa deket swalayan Gading Mas Jakal. Sejam lebih disitu hingga 12.30PM, diluar ternyata dah hujan deras. Lari & berteduh sejam di emperan BII sebelum bisa dijemput Amed yang kos dia cuma sepelemparan batu dari situ. Utak-atik disana pun HDD tetep gak diakses. Sementara itu hujan mulai mereda dan Matilda sedang menuju ke Togamas Gejayan. 2.35PM, kami berdua boncengan nyusul ke toko buku tapi ditengah jalan hujan lebat turun lagi. Separuh kuyup, kami berteduh di kosan Mansup yang sedang berduaan dengan Hera entah dimana. :mrgreen: Akhirnya ketika hujan reda dikit jam 3, kami ngebut ke Togamas Gejayan menemui Matilda di sana. Baju basah dan agak kedinginan, tapi menyenangkan ngabisin waktu di situ sampai kaos kering di badan. Amed pulang duluan jam 05PM, sementara saya dan Matilda menunggu Mansup yang tak datang-datang (miskomunikasi) hingga jam 06PM. Mutar-mutar cari makan siang sore dengan motornya Matilda, akhirnya makan Soto Betawi(?) di dekat Fakultas Kehutanan UGM. Sotonya payah, tapi setidaknya berkuah anget. Seperti janji dengan mbak Fla (yang sayangnya malah tak bisa hadir), jam 7 teng saya dan Matilda tiba di Le Waroenk tuk malam mingguan. Celo nyusul pertama, lalu Amed, trus mas Haqiqie Suluh & keluarga, lalu Mansup. Mansup cabut duluan, disusul mas Suluh beserta keluarganya. Makin malam, Anno dan Putro bergabung, disusul Sandal dan akhirnya Shan-in Lee. Ngobrol hingga tengah malam menyisakan saya, Celo, Lee dan Amed. Amed pulang setelah ngantar Celo ngambil motor supaya tiga orang sisanya bisa nyari makan. Makan malam jam 1.20AM di nasi teri Demangan, balik ke kost lagi dah 2.25PM. Dah males mandi. Langsung tidur.

Minggu pagi kami hanya makan pagi saja dan Gunrud langsung ngojekin saya ke terminal Jombor. Nyasar-nyasar lewat jalan kampung karena ada pengerjaan jalan layang deket terminal. Kali ini naik bis via Magelang, lewat gunung seperti saran Gunrud, Amed dan Mas Suluh. Minggu sore jam 4.30PM, sudah di Salatiga lagi.

Ngumpul dengan teman-teman itu memang hebat rasanya. Seneng banget bisa ketemu lagi ama Peter, Gunrud, Pepeng, Amed, Mansup, Om Warm, Ekowanz, Celo, Sandal, Lina, Memeth, Kitin, Anno dan terutama Matilda. Cewek ini waktu ketemu 2010 gak pernah sempat kuajak ngobrol karena terlalu banyak teman yang mesti dikopdari, kali ini bisa tiga hari dia disamping saya terus. I feel much better now.. :mrgreen: Senang juga tentu bisa ketemu Mas Suluh, Hera dan Putro yang baru pertama kali ini ketemu. Terimakasih semuanya. Terimakasih khusus buat Gunawan Rudy yang dah memberikan tumpangan gratis. Terimakasih juga buat Matilda & Mansup yang mau repot dititipin HDD error. Yang lagi nunggu sidang dan yang lagi skripsi, semoga sukses ya!!
Tak ada foto atau dokumentasi apapun dari kopdar-kopdar kali ini, tapi yawdalah. Dikenang saja.. :mrgreen:
Akhir minggu ini saya akan ke Jakarta, nemani nyokap yang harus menjenguk orang sakit. Belum tahu jadwal disana, tapi semoga ada teman-teman yang bisa dikopdari.

Sampai ketemu. ;)

Salatiga

Halo, pakabar? Semoga semua baik-baik saja. Satu bulan lebih sudah berlalu di tahun 2013 ini, waktu cepat sekali berjalan, tentunya semua orang ingin tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.
Melewatkan seluruh 2012 hanya di Jayapura saja dengan segala suka-dukanya, saya bersyukur bahwa di awal tahun ini saya dapat kesempatan keluar kota, atau tepatnya keluar daerah lagi. Buat saya, tentu itu kemajuan besar.

Yup, sejak tanggal 24 Januari saya ada di Salatiga, Jawa Tengah. Jadi dah dua minggu lebih disini. Seperti juga “journey to the west” 2010-2011 dulu, perjalanan ini juga jauh dari aroma liburan. Saya datang tuk menjenguk nyokap saya yang sedang sakit.
Beberapa bulan silam, tepatnya di hari ulang tahun saya, nyokap yang saat itu sedang berada di kampungnya di Rote, NTT, mengalami kecelakaan. Beliau jatuh dari tangga rumahnya dan mencederai engkel kali kirinya. Engsel di bagian engkel itu patah, atau lebih tepatnya pecah. Setelah sebulanan dengan penanganan seadanya di Kupang tanpa banyak kemajuan karena masalah biaya dan lain-lain, akhir November akhirnya nyokap sukses menjalani operasi di Madiun (walaupun setelah sembuh bagian engkel itu tidak akan bisa mengayun lagi), tulang kakinya dipasangi pen, dirangkai kawat, dan sejak itu rawat jalan di Salatiga. Nyokap memilih ke Salatiga karena disini ada rumah keluarga jauh yang ditinggali adik saya, tempatnya nyaman dan cukup dekat untuk kontrol ke Madiun (ketimbang harus balik ke Kupang atau Jayapura).
Sebulan lebih berlalu memasuki tahun 2013, teman dan keluarga yang menemani nyokap selama operasi dan rawat jalan satu-persatu harus meninggalkan nyokap tuk kembali ke kehidupan masing-masing, meninggalkan nyokap berdua saja dengan adik cowok disini yang juga masih sibuk kuliah pasca sarjana. Dengan gips di kaki dan dua kruk tuk berjalan, nyokap sangat repot tuk banyak urusan, sehingga akhirnya mendatangkan saya ke Salatiga sini. Setelah gagal dapat tiket murah pada Natal 2012, akhirnya saya dapat tiket murah saat Maulid Nabi kemaren tuk terbang ke Semarang, dan akhirnya sampai di Salatiga tuk menemani nyokap.

Salatiga ini kota yang nyaman, tidak terlalu besar juga tidak terlalu ramai. Dari rumah cukup sekali angkot ke pusat kota. Sebenarnya saya belum terlalu banyak menjelajahi kota ini, hampir tiap hari siang malam dirumah saja karena fokus pada tujuan tuk merawat nyokap. Tapi sehari-hari di rumah juga cukup baik. Tanpa punya laptop tuk hiburan pribadi, saya masih bisa meminjam PC punya adik saat dia kuliah tuk nonton koleksi film atau onlen dengan koneksi internet yang cukup baik. Dilengkapi pula perangkat wifi tuk bisa mengakses socmed via HP (kebetulan sinyal Telkomsel di rumah ini malah buruk. Kalo nerima telepon sebaiknya naik ke atap). :mrgreen:
Yang lebih menyenangkan tentu saja melihat kaki nyokap makin membaik (sudah tak bengkak lagi) dan betapa terbantunya nyokap dengan keberadaan saya disini, terutama untuk masak. Minggu lalu (3/2) nyokap dah kontrol lagi ke dokter dia di Madiun, dan sudah diijinkan tuk berlatih jalan dengan satu kruk saja, walaupun ternyata sangat melelahkan. Saya jadi lebih sering ngurut beliau sekarang. Haha..

Sudah di pulau Jawa, saya tentu ingin jalan-jalan juga. Sejumlah teman di Jogja rajin menyemangati saya tuk segera kesana dan kopdar. Saya juga ingin lihat-lihat Solo dan Semarang, mumpung dekat. Barangkali ada teman-teman blogger juga yang bisa ditemui (syukur-syukur ngasi tumpangan 1-2 malam :P ). Bahkan ada pula yang kawan-kawan di Jakarta yang bertanya apakah saya akan kesana. *hitung recehan di dompet* :mrgreen:
Minggu depan, saya dapet quota empat hari tuk ke Jogja, kebetulan Gunrud menawarkan tumpangan. Belum bisa pergi lama-lama mengingat kondisi nyokap, tapi bisa balik lagi nantinya. Kalau tak ada perubahan rencana, hari Kamis (14/2) saya sudah ada di Jogja hingga hari Minggu. Semoga bisa bertemu teman-teman disana.

Sampai ketemu. ;)

Tiga Puluh Dua

Oktober! Sudah ulang tahun lagi saya ini tanggal 14 esok. Tahun ini 32 tahun. Kalo disamakan dengan pemain sepakbola, saya sudah pemain senior yang karirnya tinggal 2-3 tahun lagi. Artinya masa muda saya juga menjelang habis (damn:| :mrgreen: ). Apa yang mau diceritakan ya? Banyak hal belum berubah sejak ultah terakhir. Saya masih tidur sendiri di kasur yang sama, smsan dengan HP-belum-3G yang sama, mengetik di PC pake Win XP SP2 yang sama, dan seterusnya. Sementara itu undangan nikah teman-teman blogger terus berdatangan, yang kemaren-kemaren nikah dah jadi orang tua. Yang lain melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, berganti karir dan naik gaji, dan ada pula yang jalan-jalan ke negara-negara yang jauh. Nevermind, my way is my way. Saya cuma perlu mengucap syukur pada Tuhan dan terus melanjutkan hidup, karena banyak komik-komik bagus yang belum tamat #eh. Diluar sana, mungkin masih ada orang yang iri pada hidupku. :mrgreen:

I wanna do something special…

Di dunia maya malah tambah parah sih. Sudah sembilan bulan tanpa koneksi pribadi dan belum sanggup mengusahakan koneksi baru, kehidupan online saya jadi berubah drastis. Tentu saya masih bisa ngenet lewat warnet atau sesekali numpang nyicip limpahan bandwith di kantor teman, tapi saya cuma bisa “mengambil”; Mendonlot klip-klip dari yutub, mengapdet komik atau foto-foto artis idola, dan sejenisnya. Saya tak bisa lagi “memberi”; tidak lagi posting di blog, blogwalking dan meninggalkan komentar, tidak juga berbagi tautan di social media beserta sedikit komentar, paling hanya twitteran dan fesbukan dengan paket data lima ribuan Telkomsel via hape. Tentu ini ada sisi baiknya juga, misalnya koleksi video musik saya bertambah banyak sejak warnetan, karena dulu saya sangat irit bandwith kala internetan di rumah hingga jarang sekali donlot. Toh ngeblog atau tidak, saya bersyukur saya tetap memelihara hubungan baik dengan teman-teman netizen yang selama ini saya kenal, bahkan bisa tetap nambah teman baru.

Bicara soal teman-teman netizen, memperingati hari jadi empat tahun terakhir berarti menikmati juga deretan ucapan dan doa yang dikirimkan setiap teman dunia maya melalui berbagai media. Sebagai blogger yang jauh dari teman-teman dan interaksinya bergantung pada komunikasi lewat tulisan dan emoticons, membacanya ucapan-ucapan ini sudah senilai menerima kado sungguhan dari setiap orang. Lama tidak menulis, rasanya saya sedang senang buka-buka kembali catatan dan ingatan dari tahun-tahun yang telah lewat tersebut..

2008, tahun pertama saya ngeblog dan pertama kali juga punya postingan ulang tahun. Saya baru dua hari punya blog saat itu, jadi teman-teman yang saya miliki saat itu tidak lebih dari mereka yang blognya sering kudatangi saat belum punya blog serta yang sedang nyasar ke blog ini. Saya dapat ucapan met ultah dari Lambrtz; Kopral Geddoe; Gunawan Rudy; Xaliber; Sora-kun; Ardyansah; Ardy Pratama; Joesatch; Desti; Secondprince; mbak Rima Fauzi; Siwi; dan teman kuliah saya Victor.

2009, tahun ketiga di blogsfer, saya sudah punya lebih banyak teman. Di postingan ulang tahun saat itu saya pun dapat lebih banyak ucapan. Ada dari Gentole; Ando; Desti; Nurma; Mansup; Amed Hidayat; Grace; Sukma; Kimi; Nunu; Goop; Itikkecil; Aris; Morishige; Zeph; Sora-kun; Kurotsuchi; Kazumi; Andyan; Vicky Laurentina; Gugun Gembel; Felicia; Eka Situmorang; Mbak Valerie; Rindu Akiko; Bang Yari; Bang Fertob; dan Pitshu Ornitier. Pertanda lain makin eksis, tahun ini juga medianya bertambah. Saya dapat ucapan ultah via Y!M dari Nunu; Rise; Pito; Lambrtz dan Aris Susanto. Siwi dan Nurma bahkan ngirim ucapan via SMS.
Tahun ini saya juga mulai memasuki social media dengan membuat akun Facebook; di buku muka itu saya dapat ucapan selamat dari Xaliber, Pandu Gilas, Nunu, Nazieb, Ando, Carra, Akhmad Harahap, Almascatie, Dnial, Grace, Chichi, cK, Nurma, Kimi, Eka Situmorang, Mas Hedi, Pito, Pitshu, Ocha Rahamitu, Arman Hakim, Sukma, Qzink, Celo, Rise, Yud1, Siwi, Lambrtz, Jaka Deathberry dan Simbok Venus.

2010, saya jauh dari rumah saat merayakan ulang tahun sehingga tidak bisa posting apa-apa. Tapi tahun ini istimewa karena akhirnya saya bisa merayakan ulang tahun dengan kopdar. Hari itu saya bertemu Pito dan Ina Purpleholic di kafe Tomodachi, Jakarta. Esok malamnya saya mengunjungi Wetiga Langsat tuk pertama kalinya dan bertemu dengan keluarga besar Kopdar Jakarta di Jakarta. Ada ucapan ulang tahun yang hangat dari cK dan Chic yang sudah sejak hari sebelumnya mendesak saya tuk datang. Mungkin masih ada lagi yang ngasi ucapan selamat ultah saat jabat tangan tapi sudah tak kuingat lagi karena malam itu saya kopdar dengan sekurangnya 20 orang, separo diantaranya baru pertama kali kutemui. Via SMS, saya dapet ucapan selamat ultah dari Nurma; Ocha Rahamitu; Almascatie; Alex Hidayat; Ina Purple; dan Mina Ismawati. Via Facebook, ada ucapan dari Lambrtz; Nurma; Amed; Ocha Rahamitu; Sukma; Ando; Akhmad Harahap; Moerz; Fitria; Yeni Setiawan; Aris; Rindu; Arman H; Pitshu; Om Warm; Yud1; Anno; Grace; Ina; Chic; Zulhaq; cK; Danalingga; Siwi; Hanny Kusumawati; Sita Pporicrazy; Ria Sugiarto; Carra; Rise; Mina Ismawati; dan Aprets.
Tahun ini sayap social media melebar ke Twitter. Mensyen ucapan ultah saya dapatkan dari Vicky Laurentina; Widi Artono; Desti; Aralle; Grace; Itikkecil; Siwi; Ina Purple; Mas Lantip; Nico Wijaya; Arya Perdhana; Amri Enthon9; Choro; Memeth; Pandu Gilas; Suprie; Nonadita; dan Hazziran.

2011, saya bisa posting lagi saat ultah. Ada ucapan met ultah dari Almascatie, Christin, Priska, Eka Situmorang, Pitshu, Goop, Asop, Chic, Zeph, Didut, Dnial, Felicia, Bang Aip, Anggie dan Nike Rasyid.
Via SMS, saya dapet ucapan dari Edy Caplang; Moerz; Andy Kurotsuchi; Mina; Rise; Siwi; Desti Takodok; dan Christin. Via Twitter, ada twit met ultah dari Almascatie; Priska; Zulhaq; Fickry; Astrid; Carra; Om Galeshka; Keichirou; Memeth; Nico Wijaya; Suprie; Oelpha; Ichanx; dan Cecil; Lewat Facebook saya dapat ucapan dari Lambrtz; Arman Hakim; Priska; Grace; Aprets; Ando; Alex Hidayat; Qzink; Ocha Rahamitu; Sukma Oktavianthi; Pitshu Ornitier; Pandu Gilas; Amed; Yud1; Akhmad Harahap; Titiw; Gum; Nenda Fadhilah; Sezsy; Peter Lamanepa; Rinella Putri; Topan Setiadi; Mas Danny Tumbelaka; Rindu Akiko; Sahad Bayu; Nazieb; Stella Filiciana; Iqbal Barokah; Aris Susanto; Mas Donny Verdian, Matilda Chiilmill dan Alia Makki. Via Google Plus yang baru kutekuni tahun ini, ada om Galeshka yang ngasi ucapan.
Satu yang spesial, tahun ini saya menjadi bagian dari keluarga besar komunitas Kopdar Jakarta yang terkenal itu. Jadi tahun ini ada deretan ucapan selamat ultah di milis kojak. Tercatat saya dapat ucapan selamat dari Goenrock, Oom Yahya, Mbak Indah Juli, Yudis, Icit, Ina Purple, Nanathnadia, Billy Koesoemadinata, Reh Atemalem, Putri Pratiwi, Dian Aryanti, Iyank, Lala Camelia, cK, Dimas, Indra Yustiawan, Gum, Chic, Eno Nagacentil, Mbak Rara Adam, Eka Septiyani, Rhesya, Norah, Ira Itikkecil, Umen, Aralle dan Swastika.

Whew.. Menuliskannya saja luar biasa rasanya. Ada namamu di situ? Ataukah ada yang kelewatan? Saya tahu list diatas tidak ada apa-apanya dibanding ucapan met ultah (bahkan hadiah) yang diterima teman-teman yang jauh lebih eksis di dunia maya. Tapi inilah yang kubanggakan sebagai blogger pinggiran. Menyesal juga karena satu dan lain hal saya kerap terlewat tuk membalas mengucapkan hari jadi saat teman-teman ulang tahun. Mohon dimaafkan. Andai saja saya mampu ntraktir kalian semua ya? :lol:

2012? Ya kita lihat saja hari Minggu tanggal 14 besok. Yang jelas hari ini (tanggal 13) saja di Facebook dah ada ucapan selamat dari Alex Hidayat, Grace, Aris Susanto dan Peter Lamanepa. Hahaha…
Makasih banyak teman-teman. Semoga di blog ini juga masih ada yang singgah ntar, dan posting berikutnya gak nunggu setahun lagi.. *sapu debu-debu*. :P

Segitu dulu coret-coret hari ini. Kalo dibanding (postingan) tahun lalu kelihatannya mood saya jauh lebih baik nih. Terimakasih buat Tuhan Yesus Kristus, untuk hidup dan kehidupan yang sedang dijalani ini; terimakasih buat kedua orang tua, “adik-adik” dan semua yang “sudah seperti keluarga”; terimakasih buat teman-teman di kehidupan nyata: Athoe, Ipas, Herdix, Chilo, juga semua kenalan yang jauh dan dekat. Tanpa kalian keknya saya bisa jadi hikikomori :lol: ;terimakasih buat teman-teman netizen di sudut dunia manapun, semoga kita bisa kopdar lagi; daaaaaan… tidak lupa terimakasih buat gadis-gadis SNSD yang rajin nyanyi dan joget tuk menghibur saya tiap hari. Happy Birthday to me! :mrgreen:

Terimakasih tuk senyum manismu. Maaf membuatmu menunggu… #plak

PS: dikarenakan keterbatasan koneksi, mohon dimaafkan apabila saya tidak sempat memasang tautan blog atau akun socmed pada setiap nama teman-teman netizen diatas. Suatu hari kelak semoga diapdet kalau ada waktu dan bandwith. ;)

6 film terakhir [per 090112]

Melanjutkan kegiatan kemarin, nonton film masih jadi acara utama akhir-akhir ini. Kali ini hanya dalam rentang waktu lima hari. :mrgreen:

Here I go again..

The Expendables

 

Ditonton 051012. Film eksyen yang sempurna. Banyak ledakan dan musuh yang bertumbangan, tapi tak ada protagonis yang gugur dengan heroik. Yang segera teringat sesudah nonton adalah film ini seperti gabungan The A Team, G.I. Joe, Mortal Kombat dan Super Junior. The A Team karena Ross dkk juga pasukan bayaran; G.I. Joe karena anggotanya memiliki macam-macam spesialisasi (dan kelihatannya berbeda latar belakang juga); Mortal Kombat karena penuh pertarungan fisik yang seru; lalu Super Junior? Mbak HW sampai bertanya di status FB saya karena merasa tidak melihat ada adegan dance di film itu. :lol: Perihal SuJu ini teringat tidak lain karena film ini disesaki pemain bintang, sehingga di posternya pun mereka berjejer bagai boyband. Ntah kenapa yang terpikir kok bukannya Ocean Eleven. Hanya kalau dibandingkan Super Junior, oom-oom ini pantasnya menyandang nama Super Senior. :lol:

Balik ke cerita, negara fiktif Vilena ini kelihatannya hanya pulau miskin sangat kecil, dengan ibukota kampung kumuh nan tertinggal (tak ada bandara?), serta hanya dijaga pasukan infantri ringan yang kelihatannya tak sampai satu batalyon tanpa markas, semua ngepos di istana kepresidenan sebagai pengawal sang pimpinan. Meskipun begitu agak aneh juga satu negara bisa diserbu cuma oleh lima orang berjalan kaki, yang meninggalkan pesawat amfibi mereka tanpa terjaga entah dimana, lalu entah pakai apa dari pantai ke istana tanpa ketahuan. Di dunia nyata, Guinea Khatulistiwa yang sebesar itu pernah presidennya mau digulingkan oleh tentara bayaran berkekuatan 70an orang. Sayangnya upaya ini gagal, kalau tidak bisa buat mengira-ngira kebutuhan personil untuk menyerbu istana presiden negara dunia ketiga. Mungkin karena tidak ada Rambo dan Wong Fei Hung dalam pasukan mereka ya? :mrgreen:
Satu poin lagi, saya mengagumi persenjataan yang dipakai para anggota Expendables. Senapan serbu Noveske Rifleworks Diplomat standar mereka belum pernah saya lihat dipakai pasukan khusus manapun, begitu juga dengan shotgun AA-12 tentengan Hale Caesar yang sepertinya menggantikan peran senapan mesin (sekelas Minimi) standar regu. Sekali lagi, saya suka film ini. :)

Tale of Tales

Ditonton 070112, lalu menyadari bahwa saya hanya punya bagian 1-3, jadi bagian keempat baru didonlot dari yutub dan ditonton pada Minggu pagi. Menurut beberapa konsensus, film Sovyet tahun 1979 ini adalah film animasi terhebat sepanjang sejarah. Dari sisi kedalaman cerita dan teknik penyampaian cerita, mungkin saja sih. Film ini memang berat. Miskin dialog, sehingga betul-betul harus mengerti tiap simbol dalam film. Saya sendiri syukurnya terbantu adanya internet tuk mengerti isi film pendek ini. Mungkin ini karya klasik dan legendaris, tapi baik cerita maupun visualisasi, ini bukan film yang saya nikmati, hanya musiknya yang berkelas. :)

Banlieue 13

Ditonton 080112 sore. Hal-hal menyenangkan dari film non Hollywood adalah saya tidak terlalu mengharapkan adanya eksyen yang hebat sehingga apabila elemen tersebut ternyata ada, senangnya jadi tak terkira. Film B13 ini juga begitu. Memang beruntung sekali penemu Parkour sendiri yang jadi pemeran utama. Saya suka ide soal sebuah area yang “resmi” tanpa hukum didalam sebuah negara hukum, sehingga kekuasaan gembong narkotik dan milisinya bisa eksis disana beserta segala kriminalitas lainnya. Ini lebih masuk akal daripada suatu negara/kota yang dikuasai pengedar narkoba dan mereka bisa mengontrol aparat.

The Last Airbender

Ditonton 080112 malam. Film ini epic failure. Kecuali beberapa special effect yang juga tidak maksimal penggunaannya, sama sekali tidak ada yang bagus dari film ini. Kawan saya Ando yang tukang bahas film saja sampai gak mau nonton film setelah baca ulasan kawan-kawan dia, karena dirasa bakal menghabiskan waktu yang mungkin bisa dia pakai nonton film yang lebih bagus. Kurasa film ini harus dianggap tidak pernah ada oleh Nickleodeon, lalu dibuat ulang dengan durasi minimal dua jam menggunakan pemeran utama yang seluruhnya ras Asia dan sutradara Hongkong.

Love and Other Drugs

Ditonton 090112 siang. Kisah cinta klasik melibatkan cewek penderita-penyakit-tak-tersembuhkan. Film ini menarik karena saya selalu menikmati cerita tentang HTS; dalam film ini cinta bisa tumbuh dimulai karena sering berhubungan badan. Syukurnya proses menuju “nyatakan cinta” yang tersendat-sendat ini bisa berakhir bahagia. Satu sub cerita lainnya soal perjuangan Jamie menjadi salesman obat agak membingungkan saya dengan istilah-istilah medis yang sulit, dan sayangnya bagian ini mentok karena dikorbankan untuk urusan cinta, padahal menarik juga. Satu percakapan dari kencan pertama Jamie dan Maggie:

Maggie: What’s your game?

Jamie: My game?

Maggie (Unintelligible): This is the part where we talk about where we come from and what we majored in in college.

Jamie: You have beautiful eyes.

Maggie: That’s it? That’s the best you got?

Jamie: I’m serious. They’re beautiful.

Maggie: Well, let’s go.

Jamie: Excuse me?

Maggie: Well, you want to close, right? You want to get laid?

Jamie: Now?

Maggie: Oh right, right, right. I’m supposed to act like I don’t know if it’s right. So then you tell me that there is no right or wrong, it’s just the moment. And then I tell you that I can’t while actually signaling to you that I can, which you don’t need because you’re not really listening because this isn’t about connection for you. This isn’t even about sex for you. This is about finding an hour or two of release from the pain of being you. And that’s fine with me, see, because, well, I want the exact same thing.

Cewek yang menyenangkan ya? :mrgreen:

Fast Five

Ditonton 090112 malam. Saya memuji durasi 130 menit film ini. Film-film blockbuster memang seharusnya berdurasi panjang. Buat penonton ada banyak hal yang jadi bisa diceritakan, buat sutradara juga makin sedikit adegan yang dibuang saat pengeditan. Soal eksyen, tidak ada keraguan bahwa ini film hebat. Dari sisi cerita, kurasa poin saya mirip seperti komentar pada film The Expendables dan B13 diatas. Dengan latar kota sebesar dan sepenting Rio de Janeiro, agak aneh bahwa kota itu dikuasai satu saja pengusaha jahat yang bahkan menguasai polisi. Pada adegan klimaks kurasa lalu lintas juga terlalu lengang walopun itu pastinya menyelamatkan banyak nyawa. :lol: Saya juga naksir mobil Armet Gurkha yang dipakai Luke Hobbs. Rasanya mobil itu yang begitu bersinar diantara deretan mobil eksotis di film ini. Kalau dipake sehari-hari keren ya? Gak perlu takut lecet. :mrgreen:

Sekian dulu, nanti dilanjut lagi. ;)

5 film terakhir [per 040112]

2 minggu terakhir ini saya lumayan dapet waktu luang dan mood tuk nonton film-film yang mengendap manis di harddisk external. Tiba-tiba keinginan nonton itu ada karena film-film donlotan baru datang terus, sementara kapasitas harddisk sangat terbatas, padahal harga HDD external konon lagi mahal sekali sekarang. (kenapa ya?). Natal kemaren saja tuk ngopi 33GB dari temen yang mudik dari New York, saya harus menghapus banyak film yang setelah setahunan disimpan saya rasa tidak akan pernah ditonton. Terutama film-film Indonesia. :mrgreen:

Sampai 4 Januari tengah malam, ini lima film yang saya nikmati. Tidak ada film baru kok. Semua film yang sudah kalian tonton jaman dahulu kala. :P

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides

Ditonton Selasa, 271211. Seperti trilogi sebelumnya, film ini owsom. Padahal saya belum pernah nonton At World’s End, sementara Dead Man’s Chest cuma kutonton dua pertiga bagian terakhir di TV kabel. Syukur ada wikipedia, jadi cerita-cerita sebelumnya mudah dirunut kembali. Lagian juga ada prolog yang tidak divisualisasikan, seperti bagaimana Black Pearl bisa tertangkap si Kurohige.

Ceritanya sih sudah macam Indiana Jones, tapi tetep asyik. Karakter sejarah seperti Blackbeard, Juan Ponce de León dan kapal masing-masing plus legenda populer seperti mermaid dan Fountain of Youth jadi bumbu gado-gado yang bagus tuk film ini. Jack Sparrow memang penuh keberuntungan. Cuma klimaksnya kurang berkesan. Blackbeard mestinya bisa pamer kesaktian ketika pasukan Spanyol menyerbu. Ah, mermaid-nya keren btw! Habis nonton saya langsung gugling itu cewek. Hot juga..! :mrgreen:

Hellboy II: The Golden Army

Ditonton Kamis, 291211. Hellboy 2 ini sungguh menye-menye. Superhero tidak dilarang jatuh cinta, dan kisah cinta mereka selalu seru. Tapi anak raja neraka? Sudah macam anime InuYasha saja jadinya ini cerita. Mestinya ada karakter sekelas Sesshoumaru yang datang mengejek Hellboy kalo gini. Padahal konon di komiknya Hellboy dan Liz itu cuma seperti kakak-adik. Plot juga membosankan. Setelah trilogi The Mummy, ide untuk menguasai dunia memakai pasukan dalam legenda yang dihidupkan kembali terasa tidak kreatif. Lagian setting film ini jaman modern. Kalau koordinat arsenal lawan sudah diketahui di lokasi terpencil (Irlandia Utara), beberapa bom nuklir lewat serangan udara mestinya bisa menyelesaikan masalah. Toh organisasinya Hellboy itu berada dibawah pemerintahan AS. Sebagai unit khusus, kemampuan tempur Hellboy dkk juga mengecewakan. Defense, attack, speed, agility, body balance, long passing accuracy semua gak ada istimewanya. Kalau ketemu Chuck Norris keknya bakal kalah. :lol:

Faster

Ditonton Minggu, 010112. Ini film antihero keren. Saya suka jagoan yang bisa menembak tanpa pakai ngobrol-ngobrol dengan calon korban, juga tetap hidup di akhir cerita. Kupikir si Driver ini mestinya ke Gotham City dan menggantikan Bruce Wayne jadi Batman. :twisted:

Tron: Legacy

Ditonton Senin, 020112. Sepertiga pertama film ini lumayan, lalu sisanya bikin ngantuk dan ketiduran. Film ini ada prequel-nya hampir 30 tahun silam, dan melanjutkan cerita tentang dunia game tahun 80an dari sudut pandang pencapaian game masa kini membuat kisahnya jadi terasa bodoh. Bahkan visualisasi super modern pun tetap saja tidak menolong kesederhanaan setting The Grid. Kejar-kejaran motor masih bisa dinikmati. Tapi dogfight dan menembak pake tail turret? Y U NO use radar & missiles? Seketinggalan itu saja masih mau (lagi-lagi) membentuk pasukan infantri untuk menguasai dunia. Muncul tahun 1942 pun bakal hancur digilas balatentara Nazi. Mau menguasai dunia jaman sekarang itu perlu sepasukan Gundam! :twisted:

Up

Ditonton Rabu, 040112. Film ini hebat. Memberi teguran bahwa impian (terutama yang menyangkut tempat lain) itu harus bisa dikejar sesegera mungkin, sebisanya selama masih muda, kuat dan belum mapan, agar tidak jadi penyesalan di masa tua nanti. Dengan kata lain sih saya yang paling kesindir dengan film ini.
*melirik peta ibukota*
*ibukota Jepang*
:mrgreen:
Soal cerita dll saya rasa tidak ada kurangnya. Saya takjub saja obyek terbang sebesar itu tidak terdeteksi radar pertahanan udara sekian banyak negara dari AS sampai Venezuela. Lagian, mengira-ngira usia Carl Fredricksen, si Charles Muntz itu tua banget kalo begitu. :mrgreen:

Yak, sekian komentar singkat. Sampai jumpa lagi. Apa lima film terakhir yang kalian nonton? ;)


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~

One-on-one

Mei 2013
M S S R K J S
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

One-on-Followers


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 906 pengikut lainnya.