Empat Puluh

From this                                       to this
From this to this

Akhirnya, jatah 30an saya habis juga. Agak stress meninggalkan thirty something karena merasa belum siap dan tentu saja menolak tua, tapi sukses atau tidak, sesuai harapan atau tidak, saya genap 40 tahun. Puji Tuhan.

Kalau melihat doa di ultah sebelumnya, Tuhan mengabulkan sebagian besar yang saya doakan: kesehatan saya normal, nggak ada masalah baru selain yang sudah ada, palingan bolak-balik ke dokter gigi, dan itu kondisi yang luar biasa mengingat kondisi pandemi tahun ini; masih rajin membaca buku dan menambah banyak pencerahan; keuangan juga cukup. Tawaran teman di akhir tahun lalu bisa dieksekusi dengan lancar, dan dari situ di awal tahun bisa mengakuisisi smartphone baru, kacamata baru, TV baru buat ortu, dan buku-buku baru. Lepas dari proyek itu, tidak lama teman lain menawarkan kerjaan di usaha rintisan dia. Ini sebuah langkah besar. Setelah bertahun-tahun hanya “membantu orang tua”, lalu didukung pacar naik jadi freelance 4 tahun terakhir, maka tahun ini untuk pertama kalinya saya jadi anak kantoran. Walo cuma usaha kecil, tapi saya punya meja dan komputer sendiri. Tidak terima banyak, tapi tiap bulan punya duit. Sesekali masih dapat makan siang dari kantor pula. 😛

Di sisi lain, setahun ini saya tidak keluar kota sama sekali, artinya memutus tradisi sejak 2016. Ada kerjaan, ada pandemi, dan terutama tidak banyak tabungan karena seperti disebut di atas, tahun ini lebih banyak menginvestasikan dana di material ketimbang di pengalaman. Bulan lalu bahkan bisa mengganti kursi pribadi di kamar setelah yang lama dipakai puluhan tahun, dan bulan ini mengganti jam tangan (plus mengganti dompet dan masker, keduanya pemberian pacar, dan beberapa bulan sebelumnya mengganti motor, pemberian orang tua).

Mulai hari ini bakal forty something. Semakin tidak muda; mungkin semakin banyak kenalan yang harus dihindari karena berpotensi nyuruh segera nikah :mrgreen: Sekali ini lagi, saya cuma ingin terus dan semakin sehat, dan itu juga berlaku buat orang-orang terdekat terutama bokap, nyokap, dan pacar. Ingin ekonomi nasional membaik supaya kantor bisa semakin maju. 😉 Setahun ini, banyak teman terdiskonek dari kehidupan saya karena berbagai alasan, semoga masih bisa menjaga pertemanan dengan yang masih terkoneksi, di darat dan di internet. Tentu saja saya juga masih ingin traveling lagi; melihat dunia, kopdar, kencan dst, mari ditaruh semua dalam doa. Semoga Tuhan mengabulkan. Terima kasih untuk semua yang ikut merayakan hari istimewa ini. Sehat-sehat selalu yaa~

Film-film 2020 (Januari-Juni)

*bersih-bersih debu di blog*

Pandemi Covid 19 jelas membuat 2020 menjadi tahun yang buruk bagi semua orang dan semua negara. Banyak teman-teman yang kesulitan, termasuk teman saya yang ngajak saya ngantor mulai beberapa bulan ini. Saya sungguh bersyukur masih mempunyai gelembung finansial dan mental yang membuat saya bisa melewati situasi pandemi dengan nyaman walaupun Kota Jayapura termasuk daerah merah. Tinggal di rumah saja berhari-hari dengan betah bukan hal yang aneh buat saya sejak dulu, apalagi pandemi membuat ajakan hangout yang biasanya sering datang jadi hilang total. Meskipun begitu stay at home tidak membuat saya jadi lebih produktif menonton juga. Baca komik yang malah meningkat, selain buku tentu saja. Tidak ke bioskop sama sekali jadi tidak ada film baru. Yang kudaftar di bawah ini mestinya rata-rata sudah ditonton moviegoers.

1. Toy Story 4
Seperti 2019, memulai tahun 2020 dengan film animasi super keren. Ceritanya kompleks tapi tetap menghangatkan hati. Suka Bo Peep akhirnya(!) jadi karakter utama. Badass superheroine pula. Sebaliknya Forky ngeselin walaupun dia penggerak plot. Puas nonton usai nunggu sekuel ini bertahun-tahun. Woody dan Buzz akhirnya berpisah, jadi entahlah kalo masih ada film berikutnya bertahun-bertahun kemudian. 🙄

2. Rambo: Last Blood
Senang ketemu Rambo lagi walo terlihat tua dan rapuh, sepaket dengan kebrutalan sadis yang menghibur. Sosok prajurit Amerika ideal tapi juga contoh kerusakan trauma perang yang tak pernah sembuh. Menarik di kreditnya ada kilas balik dari 4 film sebelumnya. Finale?

3. Hustlers
Drama bagus sekali. Nonton ini jadi teringat pengalaman sendiri ditraktir hiburan malam, ada hal-hal yang serupa dengan di film, dan apa yang berbeda. Catatan penting: pergi sendiri ke klab bisa berbahaya. Menarik bagaimana Ramona menjustifikasi aksi merampoknya. Murphy’s Law banget.

4. Saving Leningrad
Dramatisasi penenggelaman bargas 752 di Danau Ladoga saat awal pengepungan Leningrad 1941. Dramanya bagus, dituturkan penyintas ala Titanic lengkap pake memento jam tangan. Aneh Jerman digambarkan nyerang kapal pake Me-109 dan bukan Stuka, lebih maksa lagi pesawatnya bisa ditembak jatuh prajurit yang bukan sniper pakai senapan melewati propeler tepat kena pilotnya. Klimaksnya kekurangan dana, gak kelihatan kapalnya tenggelam dan mayat-mayat karam. Itu si Nastya babe banget wajahnya.

5. Kung Fu League
Ide ceritanya sangat keren dan di beberapa bagian agak lucu, tapi keseluruhan filmnya menyia-nyiakan premis tersebut dengan jalan cerita dan perkembangan karakter yang sungguh jelek. Ngarepnya minimal bisa jadi seperti Suicide Squad. Madina Mamet kliatan seperti baru 21 tahun.

6. Obsessed
Erotic thriller Korea bagus banget dan saya banget. Sesak napas nontonnya. I really can relate: A damsel in distress, a very passionate but going nowhere relationship, and crushing broken heart, plus post-breakup wandering life. Lim Ji-yeon sungguh menawan hati.

Keep on reading!

Film-film 2019 (September-Desember)

Siapa sangka bisa sesuai kuota ya, tahun ini saya benar-benar bisa membatasi diri hanya nonton 120 film (plus 1 serial TV 2 musim). Ini jumlah paling sedikit dalam 7 tahun terakhir, walaupun sepertinya ini angka yang masih tinggi juga dibanding teman-teman lain yang juga lebih kesulitan punya waktu menonton. Ini film-film saya di caturwulan ketiga tahun ini.

87. Dark Phoenix
Satu film lagi dari timeline kacau X-Men dengan plot mengecewakan. Para karakter bahkan tidak menua dari 70an ke 90an. Saya ngerti akhir tragisnya Jean tapi apa pentingnya mematikan Mystique? Bahkan cameo dari Dazzler pun gagal menghibur. Duh, Fox, gak heran dibeli Disney jadinya.

88. John Wick: Chapter 3 – Parabellum
Sayang banget John jadi cacat, tapi ini koreografi eksyennya jempolan banget. Saya lebih suka liat John pake senjata deh daripada tangan kosong. Ujung plotnya mulai berasa The Hunger Games. Coba ini bikin 2 film sekaligus biar rilisnya deketan gitu daripada nunggu 2021.

89. A Simple Favor
Thriller bagus. Anna Kendrick jadi vlogger lucu menyenangkan, sementara Blake Lively kembali mempesona abis dengan berbagai kostum keren. Suka komedi gelapnya, menghibur banget. Lagu penutupnya Laisse Tomber Les Filles asyik banget.

90. Hellboy
Sayang banget reboot ini gak laku. Walopun plotnya generik dan agak kesana kemari dengan (terlalu?) banyak karakter, tapi eksyennya asyik dan brutal: penuh darah dan anggota tubuh tercecer. Senang ketemu Sasha Lane dan Milla Jovovich lagi.

91. Detective K: Secret of the Living Dead
Ternyata bisa juga nyampe seri ketiga. Masih dengan formula komedi yang sama, dan masih selucu yang kuharap. Chemistry kedua protagonis pas. Plotnya asyik, supranatural tapi gak jadi horor, malah dramanya Wolyoung menyentuh.

92. Café Funiculi Funicula
Suka dramanya. Kazu is very lovely dan hubungan dia dengan Ryosuke asyik. Plot mesin waktunya sungguh menarik, dengan aturan, konsekuensi, dan tujuan spesifik. Pergi ke masa lalu tidak bisa mengubah masa kini, tapi bisa membuat perasaan lebih baik.

Keep on reading!


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
Desember 2020
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter