Film-film 2018 (April-Juni)

Piala Dunia 2018 telah usai. Siapa yang gembira? Siapa yang kecewa? Selamat buat fans Prancis yaa. Melanjutkan lagi daftar tontonan, ini film-film saya di triwulan kedua 2018.

71. What Happened to Monday
Premisnya menarik dan menjanjikan, tapi selebihnya gak sesuai harapan. Skala setting dan eksyennya terlalu sederhana tuk standar film dystopian, teknologinya banyak ketinggalan tuk film futuristik, kurang karakterisasi, dan yang paling buruk puzzlenya kebaca, separo film dah paham misterinya. Meski gitu saya suka para protagonisnya.

72. I Have a Message For You
Film pendek tentang cinta, kehilangan, dan penebusan. Sebuah ingatan dari masa Holocaust tentang anak-anak Yahudi yang dibuang oleh orangtuanya supaya tetap hidup.

73. Paprika
Anime sci-fi luar biasa. Ketika alam mimpi, dunia film, dan kenyataan bercampur dalam kekacauan. Visualnya keren walau kadang creepy, plotnya thriller, musiknya ajaib, dan karakter-karakternya menarik, terutama Atsuko dan Paprika. Film ini mindblowing.

74. Henri 4/Henry of Navarre
Film panjang dramatisasi riwayat hidup raja Prancis Henry IV. Banyak sejarah Perancis ada di sini: Awal berkuasanya dinasti Bourbon menggantikan dinasti Valois, French War of Religions, St. Bartholomew’s Day massacre, War of three Henries dll. Menarik dan orisinil dengan bahasa Prancis. Margaret of Valois digambarkan sesuai hoaxnya sebagai Margot yang nymphomaniac. Jadi baca-baca lagi sejarah Perancis era beliau.

BTW ini donlot dari Youtube. :mrgreen:

75. American Made
Kisah klasik keahlian CIA: ikut sibuk di negara lain dengan niat baik lalu hasilnya berantakan. πŸ˜† Diceritakan via dramatisasi petualangan Barry Seal. Bagus plotnya, Tom Cruise keren jadi karakter utama, dan sejarahnya menarik. Banyak yang familiar untukku dari era 80an yang diceritakan di sini: era Reagan, Escobar dan kartel Medellin, Jenderal Noriega, skandal Iran-Contra dan Oliver North, rezim Sandinista etc.

76. Ghost in the Shell: Arise
Reboot bagus dari Ghost in the Shell, dengan desain karakter baru dan karakterisasi baru. Suka plotnya, cerita sejarah terbentuknya Section 9 sambil menginvestigasi kasus demi kasus. Menarik lihat latar belakang masing-masing anggota yang bukan cuma kilas balik. Elemen-elemen yang akrab dengan kisah ini ada semua. Ghost hacking, false memory, prosthetic, optical camouflage etc. Tetralogi keren.

77. Forgotten
Misteri thriller tragedi kosmik dua pria sebatang kara. Beban hidup mencari jawaban dan konsekuensi dari kenyataan pedih. Bangsat, menegangkan juga. Separo film kukira horor tapi kok setannya gak kluar-kluar. πŸ˜†
Karena abis nonton Ghost in the Shell jadi familiar dengan kenangan palsu, teknologinya saja yang beda. Bagus banget ini.

78. A Royal Affair
Ketemu si jelita Alicia Vikander lagi dalam kostum periode, kali ini sebagai Caroline Matilde of Great Britain, istri raja Christian VII of Denmark yang berselingkuh dengan Johann Struensee. Dramatisasi sejarah yang menarik. Kisah politik ketika reformasi yang baik gagal karena dieksekusi oleh raja sinting, dokter asing, dan ratu yang kurang kasih sayang.

79. Colossal
Kangen Anne Hathaway. Drama black comedy dengan fantasi yang aneh logika dan plotnya. Butuh waktu lebih lama tuk memahami tema yang disimbolkan dengan monster-monster ini: mabuk membawa efek destruktif. Cerita yang unik memang karena tidak ada batas realitas. Suka karakter Gloria yang diperankan Anne, dan usaha dia tuk lepas dari miras dan si cowok pengekang.

80. Real
Tidak berlebihan kalo ada yang bilang ini film terburuk dalam sejarah Korsel. Film ini membingungkan, siapa karakter-karakternya, apa motif masing-masing, apa hubungan satu sama lain, hingga akhir film gak jelas. Gak paham kenapa bos klab malam juga merangkap tukang pukul. Ditambah lagi klimaks yang hiperbola, ntah mau jadi film superhero atau artistik. Yang menarik di sini cuma lihat sekian detik payudara Sulli Choi saja, dan beberapa close up wajah jelita dia. πŸ™„

81. The Emperor in August
Dramatisasi sejarah bagus tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu Agustus 1945. Kaisar Hirohito yang memikirkan rakyat, kabinet yang memikirkan kaisar, dan faksi fanatik AD yang menginginkan perang sampai mati. Dilema antara mati dengan kehormatan atau hidup dengan kekalahan. Menarik sekali melihat karakterisasi Kaisar yang sangat humanis tapi juga bagai dewa. Gak kebayang sejarah Jepang kalo gak jadi menyerah. πŸ™„

“Kalau Jepang hancur, apa yang kita wariskan ke anak cucu kita?”

82. Fucking Berlin
Dramatisasi kisah hidup Sonia Rossi saat remaja. Mahasiswi, hura-hura, prostitusi, dan cinta yang kandas. Receh sih, tapi saya suka Svenja Jung. Cantiknya bikin simpatik. πŸ˜‰

83. The Prestige
Kesampaian juga nonton film sulap legendaris ini. Gak nyangka bakal melibatkan legenda Nicola Tesla. Thrillernya keren dan kelam sangat. Usaha berkongsi dengan setan demi memuaskan hasrat memenangkan persaingan. Cerita yang masih relevan dengan dunia sulap sekarang pun: meniru dan mencuri trik.

84. Perfect Blue
Drama bagus kisah kelam seorang idol yang meninggalkan dunia idol. Perjuangan masuk ke dunia hiburan dewasa dan fans fanatik yang menentang perubahan itu. Thriller banget konflik antara ilusi dan realitanya. Anime klasik ini, latarnya jaman internet baru mulai populer.

85. Chasing the Dragon
Dramatisasi karir dua tokoh penting Hongkong tahun 60an, gangster Ng Sek Ho dan inspektur polisi Lee Rock yang untuk ketiga kalinya diperankan Andy Lau. Kisah dunia kriminal yang akhirnya mengorbankan orang-orang tersayang. Plot dan eksyennya keren, apalagi ini film Donnie Yen.

86. The Limehouse Golem
Ketemu Maria Valverde lagi setelah Ali & Nino walo bukan dia tokoh utamanya. Kali ini Olivia Cooke dengan sangat mempesona. Plot cerita ala kasus Jack the Ripper. Kisah detektif di Victorian London dengan segala kesuraman setting jaman itu. Bagus puzzle misterinya, melibatkan juga sejumlah karakter sejarah.

87. The Wehrmacht
Dokumenter bagus 5 episode tentang memahami angkatan bersenjata Jerman era Nazi secara manusiawi: kesadaran dan pemahaman mereka akan perang, loyalitas pada Hitler, loyalitas pada negara/satuan, kejahatan perang, dan akal sehat pada realitas situasi perang. Dibahas menarik lewat sudut pandang banyak penyintas, baik prajurit maupun sipil, juga arsip sadapan obrolan perwira di Trent Park dalam reka ulang yang bagus.

88. The Merciless
Film gangster Korea bagus. Serigala yang terdesak oleh singa dan buaya akhirnya mampu memangsa keduanya.

89. The Adventurers
Film eksyen receh tapi menyenangkan dari Andy Lau, Shu Qi, Eric Tsang dan Jean Reno. Stereotip ala Mission Impossible dengan teknologi canggih, lokasi eksotis, car chase, double cross, serta penjahat Eropa timur.

90. Suburbicon
Sebuah black comedy yang penuh perwujudan Murphy’s Law: anything that can go wrong, will go wrong. Seru juga melihat tragedi menimpa satu demi satu karakter, membuat simpati pada Nicky. Sayang subplot kekerasan rasial di tetangga tidak berkembang dan jadi dekorasi plot pembunuhan saja. Kompleks itu macam utopia yang berantakan, tapi perumahan yang homogen idenya hidup hingga sekarang.

91. Breathe
Tribute tuk Robin Cavendish, penderita polio legendaris, dari anaknya sendiri Jonathan Cavendish, produser film ini. Biopic luar biasa tentang cinta, kesetiaan, inovasi, dan semangat hidup. Menyentuh banget. Saya jadi penasaran apa betul aslinya Robin sekeluarga mencarter An-12 tuk pergi ke Spanyol. πŸ˜†

Sejarahnya bagaimana para penderita polio tidak lagi hanya di tempat tidur sampai mati tapi bisa menikmati dunia luar.

92. Spirited Away
Film ini ternyata memang sehebat legendanya: fantasi yang ajaib, heroine yang kuat karakternya, tema tentang identitas dlsb. Saya fokusnya sederhana saja: petualangan Chihiro di dunia setan, dimana roh yang kuat memangsa dan memperbudak roh yang lemah. Sistem yang bertahan bahkan sesudah Chihiro lolos dari situ.

93. The Outlaws
Film polisi vs gangster keren yang terinspirasi Insiden Heuksapa di Korsel: penumpasan gangster China. Protagonis utama kita polisi ideal banget. Dihormati masyarakat, dihormati dunia hitam, akrab dengan dunia hiburan, tapi tegas pada kejahatan, jadi panutan anak buah, dan jago berkelahi. Rasanya beruntung tinggal di kota yang gak ada preman terorganisirnya. πŸ™„

94. Gernika
Roman perang bagus, sebuah tribute bagi peristiwa serangan udara Jerman ke Guernica 1937 dalam perang sipil Spanyol. Masalah klasik dalam perang hingga kini: bagaimana mengabarkannya kepada dunia. Penggambaran Luftwaffe di sini bagus lengkap dengan arsenalnya, walo IIRC gak melihat Ju-87 yang legendaris itu. Menarik bahwa Athletic Bilbao pun disebut dalam film tuk menguatkan setting Basque. Tak lupa lukisan legendaris Picasso pun diceritakan. Senang ketemu Maria Valverde lagi.

95. Colonia
Dramatisasi kisah nyata eksistensi Colonia Dignidad, sekte rahasia yang berfungsi juga sebagai penjara rahasia rezim Pinochet. Utopia palsu. Mengerikan bahwa kedubes Jerbar pun tutup mata berkolaborasi. Sejarah yang penting dari era “Orba” Chili, dan penampilan bagus dari si jelita Emma Watson.

96. Ghost in the Shell: The New Movie
Saya gak nonton Pyrophoric Cult yang dibuat dengan mengacak-acak Arise menjadi Alternative Architecture, tapi tidak ngaruh ke plotnya. Kangen liat Motoko, Batou dkk lagi, dengan segala misteri dan puzzle cerita yang melibatkan cyberbrain, prosthetic, false memory etc. Seru ceritanya, apalagi karena banyak teamwork. Saya benar-benar suka versi Motoko yang ini.

97. Paradox (SPL III)
Instalasi ketiga dari seri Sha Po Lang, kali ini dibintangi Louis Koo, Gordon Lam, dan sedikit Tony Jaa. Masih menjual pertarungan seperti sebelumnya tapi dramanya lebih banyak. Ceritanya juga masih suram, kali ini tentang sindikat perdagangan organ tubuh ilegal di Thailand. Brutal dan menyedihkan.

98. Baywatch
Ceritanya receh tapi lucu, dengan segala kenangan akan serial TV legendarisnya saat nonton TV lokal masih menyenangkan dan belum penuh sinetron atau blur belahan dada. Kurasa setiap karakter dapat pemeran baru yang pas, dan saya suka Kelly Rohrbach, yang jadi CJ Parker. Menggoda seperti Pamela Anderson dulu.

99. Darkest Hour
Drama perang menarik tentang Winston Churchill dari terpilih sebagai PM hingga memutuskan Inggris terus berperang melawan Jerman. Penuh karakter historis termasuk raja George VI. Film ini fiksi sejarah saja, penuh dramatisasi, tetapi menarik memahami karakter Churchill yang diperankan dengan hebat oleh Gary Oldman (dan membawa pulang Oscar), juga penggambaran dan situasi Cabinet War Rooms tempat perang dimonitor dan disetir. Ketemu Lily James lagi setelah di The Exception.

100. The Age of Blood
Saya agak sulit memahami plot dan karakternya di awal, mengapa seorang pengawal elit raja didemosikan menjadi penjaga penjara. Tapi heroik sekali Kim-ho -dengan eksyen keren- nyaris seorang diri menyelamatkan raja Yeongjo dari usaha kudeta. Si dayang-dayang(?) yang diperankan Hong Soo-A mencuri perhatian.

101. Metropolis
Satu anime legendaris lagi, kali ini dari Ozamu Tezuka, bapak Astro Boy. Ini juga adaptasi dari manga dengan banyak perbedaan dari manganya. Masih khas beliau tentang dunia robot dan sengketa robot dengan manusia. Tema rebutan lapangan kerja yang makin kesini makin relevan. “Astro Boy” di film ini adalah Tima, gadis robot sempurna di puncak menara Babel. Cantik, naif, dan ingin menjadi manusia. Anime ini diisi banyak soundtrack dan score jazz yang bagus dan epik.

102. Collateral Beauty
Drama bagus -dan ternyata bertabur bintang- tentang derita karena rasa kehilangan. Ketika Tuhan tidak diperhitungkan, maka takdir dipertanyakan kepada semesta lewat tiga karakter: cinta, waktu, dan maut.

103. The Dark Tower
Saya -tentu saja- gak baca novel-novelnya, tapi ini jelas adaptasi yang gagal. Latar belakang cerita, karakter, dan dunianya gak jelas, film langsung fokus ke eksyen sepanjang film. Eksyennya hebat memang, Walter dan Roland sungguh sakti dengan skill masing-masing, cuma ya gak bakal menutupi ceritanya yang lewat begitu saja dalam durasi cuma 95 menit. πŸ™„

104. Pandora
Segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dari bencana nuklir pada skala negara kecil Korea. Dramatis, epik, realistis, heroik, juga tragis. Rasanya pedih menonton klimaksnya. Film bagus ini sungguh bikin ciut nyali niat untuk membangun PLTN.

Not all heroes wear capes, some wear anti radiation suit

105. Howl’s Moving Castle
Sebuah karya adaptasi dari Studio Ghibli, film yang sangat epik tentang cinta, loyalitas, dan pesan anti perang di dunia supranatural yang penuh penyihir dan kutukan. Anime legendaris juga ini.

106. Victoria & Abdul
Sebuah kisah nyata seorang India Muslim di Inggris, rumah tangga kerajaan pula. Mungkin karena tahu sejarahnya, saya jadi sulit simpati pada karakter Abdul, tapi ini dramatisasi sejarah yang bagus dengan komedi hangat. Lebih penting lagi, ini sejarah yang dihilangkan. Menarik melihat rumah tangga ratu Victoria pada masa akhir pemerintahan dia dan antipati pada Munshi yang digambarkan sama sekali tidak mencari keuntungan diri sendiri, murni menjadi teman ratu. Entah mengapa harus ada pesan kemerdekaan India di film. Judi Dench berperan sangat mengesankan sebagai Ratu Victoria, juga Eddie Izzard sebagai Bertie. Yang tidak pas cuma pemeran Kaiser Wilhelm II.

107. The Man Who Knew Infinity
Sebuah kisah nyata lagi seorang India di Inggris, kali ini Hindu Brahmin. Dramatisasi kisah hidup matematikawan Shrivasan Ramanujan terutama selama 5 tahun di Inggris. Ceritanya bagus, inspiratif, juga penting tuk mengingat sejarah dia. Sedih lihat dia LDR, disabotase pula korespondensinya. Formula dan rumus matematikanya sendiri tidak terlalu diterangkan buat awam. Terlalu rocket science.

108. Scarlet Innocence
Drama romansa thriller bagus. Jalinan rumit antara nafsu, cinta, tragedi, dan dendam. Plot twistnya keren. Semua kejahatan ada balasannya. Membalas kejahatan dengan kejahatan pun ada balasannya.

109. WXIII: Patlabor the Movie 3
Side story dari Patlabor the Movie 1 dan 2. Cerita ini kombinasi bagus dari thriller konspirasi sci-fi, film monster khas Jepang, dan romansa tragis. Saya suka plot investigasinya, klasik detektif sekali, mengumpulkan puzzle misteri dari rumah ke rumah. Patlabor unit SV2 sendiri jadi sidekick saja dan cuma muncul di klimaks.

110. Avengers: Infinity War
Ngebioskop di Mal Jayapura XXI. Salut buat Marvel dan Disney yang sukses membuat “serial” Avengers mencapai klimaksnya setelah 10 tahun. Saya suka motifnya Thanos. Plotnya bagus, mempertemukan nyaris seluruh karakter Marvel. Eksyennya keren banget walo masih bisa ditingkatkan lagi. Seperti film-film sebelumnya, Avengers kekurangan daya pukul tuk menghadapi musuh yang besar atau banyak. Meski demikian banyak upgrade skill, armor, dan persenjataan yang patut dipuji.

111. One Night With the King
Adaptasi bagus dari novel Hadassah yang sendirinya adalah dramatisasi dari kisah Ester dalam Tanakh. Bagus juga imajinasi plotnya: dendam dari era Agag raja Amalek, konspirasi bangsa Yahudi dan (demokrasi) Yunani, penculikan paksa para perawan, naiknya Haman dari kepala keamanan internal, cerita tentang Yakub etc. Plotnya jadi menegangkan. Settingnya lihat sekilas langsung yakin ini di India, ternyata memang di Jodhpur. Nuansa filmnya jadi terasa lebih India ketimbang Persia. πŸ˜†

112. Voices of a Distant Star
Satu lagi karya Makoto Shinkai, satu lagi dari daftar 100 anime terbaik. Desain karakternya kasar seperti gambar komik tapi settingnya khas indahnya karya beliau. Sebuah cerita sedih tentang eksplorasi ruang angkasa, perang dengan alien, dan LDR. Ketika jarak, ruang, dan waktu memisahkan dua hati yang semakin kesepian. Sedih sekali nonton ini. Saya jadi terhibur saat membaca kalau di komiknya ternyata ada harapan tuk kedua karakter bertemu kembali. 😳

113. Blade of the Immortal
Belum baca komiknya sama sekali, jadi sisi baiknya saya tak punya banyak perbandingan cerita, tapi saya bisa menjamin kalo ini adaptasi yang keren sangat. Kisah samurai -yang dikutuk tak bisa mati- jaman bakufu yang penuh pertarungan brutal antara karakter unik dengan berbagai senjata aneh. Penuh darah dan anggota tubuh beterbangan. Suka durasinya yang panjang hingga bisa mencakup banyak bagian cerita.

114. Ice Age: Collision Course
Selucu dan semenghibur yang diharapkan, dengan drama-drama seputar relationship dan hubungan father-daughter/son in law. Plotnya makin absurd, melibatkan teknologi alien, menyelamatkan bumi dari asteroid dll tapi pokoknya bisa buat ketawa.

115. The Shape of Water
Best Picture Oscar 2018 memang pantas. Plotnya bagus dan happy ending. Dramanya menarik, dengan setting misterius perang dingin, romannya menyentuh, dan fantasinya juga pas. Gak lupa lagu-lagunya yang mendayu-dayu. Bagian paling menarik: kekuatan penyembuhan si makhluk air.

116. Genocidal Organ
Sebuah adaptasi lagi dari karya Project Itoh yang kutonton setelah The Empire of Corpses. Ceritanya masih sama gilanya. Saya cuma paham separo film ini karena subtitle yang buruk. Cuma paham terutama bagian eksyen dan teknologi militer yang sungguh futuristik. Bagian inti cerita, segala penjelasan dan filosofinya masih kabur, terutama pada motif dan cara John Paul mengorkestrasi genosida, tapi tidak mengurangi pujian saya. Kurasa dunia makin cepat bergerak menuju surveillance state. πŸ™„

117. Bakuman
Komiknya dulu adalah salah satu komik non fantasi terbaik yang pernah kubaca. Adaptasinya gak kalah hebatnya, dibintangi pemeran Kenshin Himura dan Soujiro Seta, haha. Film ini mengambil pokok-pokok cerita yang pas secukupnya dimasukkan ke dalam film. Memvisualisasikan dengan detil susahnya membuat komik, menerbitkan komik, dan mengejar tenggat waktu setiap minggu. Benar-benar adaptasi yang setia pada komiknya dan memuaskan. Nana Komatsu cantik jadi Azuki Miho.

118. La Corona Partida (The Broken Crown)
Sekuel serial Isabel dan prekuel serial Carlos, Rey Emperador. Dramatisasi sejarah kisah hidup Joanna the Mad dalam persaingan politik Castille antara ayah dan suaminya. Cerita menarik dari masa bersatunya Spanyol dan dimulainya era Hapsburg Spanyol. Penyederhanaan ceritanya membuat Flanders dan Spanyol seperti dekat, padahal mesti naik kapal. Ferdinand II tidak digambarkan mengurung putrinya, Joanna pergi sendiri mengurung diri di Tordesillas.

Mengapit ayah mertua: Maximillian I, Holy Roman Emperor

119. The Rabbi’s Cat (Le Chat du rabbin)
Adaptasi komik tentang seekor kucing yang bisa bicara milik seorang rabi Yahudi. Penuh percakapan menarik soal keberagaman dunia Yahudi saat itu, Judaisme dan identitas keyahudian, bahkan dialog antar agama. Setting Aljazair dan petualangannya mencari Yerusalem juga menarik. Eranya sejaman dengan Tintin, dan ketemu Tintin. πŸ˜†Β Film ini adaptasi dari komik seri 1, 2, dan 5 yang ceritanya berdiri sendiri-sendiri sehingga agak semrawut ketika digabung semua dalam durasi 90 menit, bahkan subplot Malka dan singanya (dari seri 2) jadi sekedar lewat saja. Animasi Prancis bagus.

Kucingnya jadi pintar dan menyebalkan. Haha..

120. Death Note: Light Up the New World
Sekuel Death Note dengan kisah dan karakter utama baru yang tidak menawarkan plot baru, hanya daur ulang trik, bahkan kehilangan adu kecerdasan ala Light vs L. Beberapa adegan keluar pakem dan aneh, seperti penggunaan Death Note untuk pembunuhan acak. Karakter-karakter tersisa dari cerita asli malah gugur semua. Franchise juga endingnya, dan malah mengkuatirkan ketika detektifnya makin turun level. πŸ™„

121. Fullmetal Alchemist: The Sacred Star of Milos
Dibanding film pertama yang timelinenya sesudah komiknya tamat, yang ini lebih mirip anime franchise dengan filler plot di tengah timeline, gadis cantik, dan banyak eksyen. Philosopher’s Stone dan Gate of Truth jadi fokus misteri khas FMA. Latar cerita tentang Milos mirip perjuangan etnis Kurdi. Sayang Roy Mustang gak kelihatan maen api selain saat nutupi luka Julia. Seru.

122. Black Panther
Pertama kali nonton film Marvel gak urut karena duluan nonton Avengers 3. Jadi paham kenapa film ini begitu fenomenal tuk orang hitam walau bukan film superhero hitam pertama. Bagus banget dan sarat tema. Menarik lihat perbedaan pandangan T’Challa dan Killmonger, atau Wakanda yang begitu modern sekaligus primitif dan tribal. Memakai badak tuk bertarung pula, sangat afrika. Setelah menonton Infinity War juga jadi jelas kalo Wakanda perlu banyak investasi dan inovasi dalam bidang militer. :mrgreen:

123. Annihilation
Film scifi psikologi horor bagus. Baik scifinya, psikologinya, dan horornya sama-sama pas porsinya. Mencekam buatku. Survival horornya mengingatkan pada Alien: Covenant. Mirip situasinya dan putus asanya menghadapi masalah semacam ini. Visualnya bagus, penuh warna dan misteri. Menarik bahwa jagoannya cewek semua, walo secara militer gak ideal ilmuwannya harus angkat senjata yang cuma AR-15 standar.

124. Mind Game
Animasi jepang yang gak berasa anime sama sekali. Film ini susah dimengerti karena penjelasannya dituturkan dengan kilas balik sangat cepat, tapi eksyennya keren menegangkan. Menarik melihat bagian terbesar film tentang perkembangan karakter berlangsung dalam perut ikan. Senang melihat hubungan Nishi dan Myon berkembang hingga ke arah seksual yang visualisasinya abstrak sekali.

125. The Monkey King 3
Sudah sampai Womanland. Bagus visualisasi lokasi dan penduduknya, juga Zhao Liying yang cantik. Dibanding film sebelumnya rasanya yang ini lebih lambat, antar protagonis sudah rukun, sedikit musuh dan sedikit aksi juga tuk si raja kera. Fokusnya bagus soal cinta lokasi sang biksu dan konsekuensinya. Subplot tentang Madam Preceptor menarik juga, dan saya salah menebak musuh utamanya. Semoga berlanjut ke seri 4 di Flaming Mountain.

126. 12 Strong
Satu lagi kisah heroisme dari Global War on Terror. Drama perang bagus adaptasi buku Horse Soldier. Tim ODA 595 dari 5th SFG yang merintis perang AS melawan Taliban dan Al-Qaeda. Suka akurasi tinggi film ini dibanding realitanya. Seru lihat pertempuran sengit yang memadukan kecanggihan Green Berets dengan kavaleri berkuda klasik.

127. Maze Runner: The Death Cure
Film ini dibuka dengan aksi rescue gemilang, lalu sepanjang film isinya rescue semua. Rescue Gladers, lalu Minho, lalu Teresa, lalu Immunes, lalu Newt, lalu Thomas (lagi). Andai saja perencanaan, operator, dan eksekusinya lebih bagus, kedua karakter favorit saya mungkin bisa selamat. Penutup yang cukup bagus dari serial Maze Runner.

128. Black Butler: Book of the Atlantic
Adaptasi akurat dari Luxury Liner Arc komiknya. Salah satu manga awet yang masih kuikuti. Bagus animasinya, 4 volume jadi hidup ceritanya, dan jadi parodi “Titanic” banget, cuma kapalnya patah karena alasan berbeda. πŸ˜† Adegan Lizzy jadi pendekar pedang memukau abis.

129. The Fortress
Adaptasi novel tentang sejarah pengepungan Namhansanseong saat invasi Manchu Qing ke Joseon 1636. Beda dari film-film bertema era penjajahan lain, tak ada perlawanan heroik di sini. Malah banyak pertempuran sia-sia. Konfliknya mirip The Emperor in August, mau menyerah tapi selamat atau mempertahankan harga diri sampai mati. Polarisasi pilihan yang diwakili dua menteri raja Injo. Cerita pengepungannya getir khas musim dingin: kedinginan dan kelaparan. Bagus, cuma panjang dan membosankan bagi penonton biasa.

130. King Arthur: Legend of the Sword
Berpredikat salah satu film paling flop 2017, film ini ternyata jauh lebih bagus dari yg kukira. Suka plotnya yang diinterpretasikan ulang (lagi, paling tidak dibandingkan King Arthur 2004 dan Transformers 5), fokus (karena direncanakan berseri -yang tidak akan terjadi-), visual khas Guy Ritchie + logat British ala gangster, dan musik keren.

131. From the Land of the Moon
Sebuah adaptasi novel tentang batu ginj.. err, cinta segitiga si cantik Marion Cotillard, pria yang menikahi dia, dan pria yang dia cintai. Plotnya lambat, rentang waktunya lama, plot twistnya cukup mengejutkan, dan menyisakan pertanyaan tentang cinta dan komitmen.

132. Okja
Film rescue Korea yang keren sangat. Menarik plotnya tentang keserakahan korporasi dalam upaya solusi masalah kekurangan pangan (yang sebenarnya bagus). Okja yang ekspresif, dan Mija, sungguh membuat simpati. Bagus sekali visualisasi hubungan mereka di gunung, lihat babi dipelihara macam anjing gitu. πŸ˜†

133. Viceroy’s House
Dramatisasi sejarah bagus, hari-hari terakhir kekuasaan Inggris di British India menjelang partisi menjadi India dan Pakistan, dimulai saat Louis Mountbatten menjadi Viceroy India. Sejarahnya menarik walo sudut pandangnya rawan, karena memakai teori konspirasi bahwa Churchill memecah India demi kepentingan Perang Dingin, juga sutradaranya dari India. Bagus juga bumbu romannya antara pasangan Hindu-Muslim dalam pusaran konflik antar agama yang disampaikan bagus lewat footage. Tentu saja banyak tokoh sejarah muncul di sini. Suka lihat detail aristokrasi di film ini. Partisi India adalah salah satu bencana transfer penduduk terbesar dalam sejarah tapi masih kuanggap contoh sukses solusi politik.

The Earl, The Countess, dan Gandhi.

134. Italian Race (Veloce Come il Vento)
Gak nyangka ini diinspirasi kisah nyata. Film balapan bagus banget. Drama keluarganya menyentuh, ikatan persaudaraan kakak adik yang “right or wrong is my sodara.” Balapan GTnya juga menarik, termasuk sesi latihan dikejar geng motor. Si Matilda de Angelis Italian beauty banget…

135. Fifty Shades Freed
Christian dan Ana akhirnya menikah dan hidup membosankan. OK, mungkin fun tapi ya normal saja, jadinya punya anak, hidup domestik dll. Jack Hyde lumayan menggerakkan plot tapi kurang epik. Bosan juga lihat BDSM yang dihaluskan gitu.

136. Comic 8
Film komedi Indonesia yang layak jadi klasik. Plotnya bagus, ceritanya dituturkan berlapis lengkap dengan plot twist. Komedinya ancur tapi berkelas, sepadan dengan nama-nama yang maen dari Ernest Prakasa, Arie Kriting, Mongol, Kemal dkk.

137. Assassination
Film terlaris ke-8 di Korea sepanjang masa cukuplah jadi rekomendasi. Suka ceritanya yang panjang dengan plot yang rumit, melibatkan banyak karakter. Latar belakangnya pas tuk cerita-cerita heroik dan heroinenya bikin jatuh hati. Posternya terlihat sangat monoton tapi visual filmnya ternyata indah. Ada sisipan komedi khas Korea juga.

Femme Fatale. Tipe jagoan kesukaan.

138. Big Eyes
Tidak menyangka bahwa selain menjadi salah satu ciri gambar manga, di AS juga ada pelukis dengan gaya mata besar, sama-sama tuk mengekspresikan emosi jiwa. Biopic bagus dari Tim Burton tentang yang istri dimanipulasi suami dan kontribusi Margaret Keane dalam sejarah seni lukis.

139. Who Am I – Kein System ist sicher/No System Is Safe
Techno thriller seru tentang hackers dan hacking, semacam mengingatkan tuk harus sangat hati-hati di internet dan terhadap hardware, termasuk menutup kamera laptop saat daring. Plotnya bagus, dengan plot twist yang familiar tapi pas. Suka visualisasi Darknet.

140. Along With the Gods: The Two Worlds
Film terlaris ke-2 dalam sejarah Korsel memang gak bohong. Eksyen fantasi drama yang bagus bener. Setting mitologinya menarik tentang akhirat, plotnya seru, drama keluarganya bisa menguras emosi, dan banyak pemeran familiar. Benar-benar film yang bisa direkomendasikan. Tinggal nunggu sekuelnya.

141. The Boy and the Beast
Anime bagus tentang identitas diri, hubungan ayah-anak, menjadi dewasa, dan dunia fantasi. Menarik bahwa cerita di dunia nyata sama pentingnya dan lepas dari bagian dunia fantasi. Walaupun tidak roman tapi plot Kaede penting sekali: seseorang yg mengerti dan menolong (dan memeluk) di saat sendirian. Coret satu lagi anime legendaris.

142. Below Her Mouth
Drama erotis dua lesbian. Romansanya receh, softcorenya habiskan sebagian besar durasi tapi cuma anget aja dibanding The Handmaiden misalnya, gak panas. Sepanjang film saya malah kasihan pada karakter Rile, cowok yang dikhianati pacarnya yang jadi lesbi. Suka wajahnya Natalie Krill.

143. Jumanji: Welcome to the Jungle
Setting hutannya yang mencampur elemen afrika (ada badak) dan amerika selatan (ada jaguar) agak membuat bingung, apalagi pasar yang ala Star Wars, tapi film ini seru dan menyenangkan. Suka elemen-elemen gamenya (NPC, game lives). Suka usaha menyelamatkan Alex. Seru.

Mari lanjut nonton lagi..

Iklan

Saya dan Partai Final 2

8 tahun berlalu sejak menulis postingan menjelang partai final, banyak turnamen besar juga yang sudah berlangsung antara saat itu, menjelang final Piala Dunia Afrika Selatan 2010, dan final Piala Dunia Rusia 2018 sebentar lagi.

Final PD 2010 ternyata dimenangkan Spanyol. Sedikit sedih tuk Belanda, tapi memang sedang eranya Spanyol. Selamat tuk juara baru. 😐

Setahun berikutnya, Copa America 2011, berharap Messi akan angkat trofi internasional, apa daya Argentina dikandaskan Uruguay di perempat final. Di final saya dukung Uruguay menghadapi Paraguay, dan dukungan terkabul. Senang. πŸ™‚

Kembali ke Eropa di Euro 2012, kembali mendukung Italia yang dengan gemilang menghancurkan Jerman di semifinal. Eternyata harapan palsu saja. Di final dibantai Spanyol 4-0. Kecewa. Saya ingat banget karena nontonnya di rumah teman, harus subuh-subuh nan dingin pergi ke rumah dia nonton. Pulangnya lesu lihat fans Spanyol pawai. πŸ˜₯

2014, Piala Dunia Brazil, pengennya lihat Argentina mengalahkan Brazil di final, ternyata Brazil dihancurkan Jerman. Di final, Leo Messi dkk hanya mengangkat medali perak karena Jerman yang juara. Gagal deh jadi selevel Maradona. Kecewa. πŸ˜₯

Setahun berikutnya, Copa America 2015, saatnya Argentina angkat piala. Masuk final melawan Chili. Adu penalti dan kalah. Kecewa. Messi bahkan cuma cetak satu gol sepanjang turnamen. πŸ˜₯

2016 ternyata ada Copa America lagi, edisi Centenario. Kesempatan balas dendam terbuka karena Argentina bertemu Chili lagi di final. Adu penalti lagi. Penalti Messi gak masuk dan Argentina kalah. Argh! πŸ˜₯

Di tahun yang sama ada Euro 2016. Portugal vs Prancis di final. Saya dukung Prancis karena berharap Antoine Griezmann mampu mengalahkan Cristiano Ronaldo setelah beberapa minggu sebelumnya klubnya Ronaldo mengalahkan klubnya Griezmann di final Liga Champions Eropa. Timnya Ronaldo lebih sakti. Kecewa lagi. πŸ˜₯

Piala Dunia 2018. Mau dukung Italia timnya bahkan gak lolos Piala Dunia. Pindah ke Argentina yang timnya meragukan, ternyata dikalahkan Prancis yang masuk final. Pindah dukung Inggris, ternyata cuma sampai semifinal. Prancis lawan Kroasia di final, gak jelas mau dukung siapa karena sebenarnya berharap Inggris lawan Belgia di final. Mau juara baru, dukung Kroasia yang diperkuat dua pemain Inter Milan. Mau tim mapan yang juara, dukung Prancis yang diperkuat dua pemain Chelsea. Atletico Madrid punya pemain inti di kedua timnas. Hah bingung. πŸ˜† Prediksi sih menang Prancis, tapi di fantasi Kroasia yang juara. Mungkin dukung Kroasia saja ya? πŸ™„

Menyalin template dari posting sebelumnya: Teman-teman dukung siapa? Ada alasan tertentu?
Anyway, mari kita berharap final berjalan seru dan menarik, kalo perlu dengan banyak gol. πŸ˜‰

Film-film 2018 (Januari-Maret)

Selamat merayakan kebangkitan Kristus, juruselamat dunia. Selamat liburan dan masuk kerja lagi. Melanjutkan daftar sebelumnya, nontonnya masih selang-seling dua film barat dan dua film timur.

 

1. Accel World: Infinite Burst
Reset hitungan di tahun baru. Accel World lagi, salah satu anime kesukaan saya. Plot original story di sini dah melompat jauh dari OVA terakhir yang kutonton. Mengikuti light novelnya yang gak kuikuti, sudah banyak perkembangan baru di Nega Nebulus, Prominence dll. Paling menyolok adalah keberadaan Ardor Maiden. Bingung saya waktu dia muncul, tapi keren sekali. 1/3 film habis tuk flashback seriesnya tapi plot sisanya bagus walo temanya familiar: ilusi abadi tuk lepas dari derita duniawi, macam Mugen Tsukuyomi di Naruto. Suka banyak karakter baru, termasuk berkumpulnya 6 raja (3 baru pernah kulihat), dan Metatron, si malaikat.

2. A Monster Calls
Drama fantasi bagus yang lebih berat dari yang kukira. Anak lelaki yangg berjuang menghadapi ibu, ayah, nenek, juga perisak di sekolah dia dengan bermacam masalah, dan beban semua konflik itu. Rasa sedih dan penyangkalan ketika harus merelakan kematian.

3. Rock of Ages (Extended Edition)
Adaptasi show musical yang plotnya receh banget dan penuh karakter percuma. Namun sangat menghibur dengan banyak lagu rock nostalgia dan mashup keren.

4. L: Change the World
Spin off dari kanon Death Note. Fanfiction banget ini. Lucu juga sih menampilkan L dalam sisi lain yang lebih humanis atau bahkan heroik, tapi keseluruhan plot kerasa receh dan absurd dibandingkan cerita utama. Sudah ada FBI kok gak ada darurat nasional menghadapi bioteroris. Masih gak terima juga L nulis nama sendiri di Death Note.

5. Wolf Warrior II
Konfliknya rasional seperti film pertama, agak lebay, dengan karakterisasi antagonis yang hambar. Masih mempropagandakan kekuatan militer China kali ini dengan blue-water navy. Penuh eksyen heroik patriotik last-man-standing ala Rambo, dari tarung tangan kosong hingga adu tembak dengan tank. Seru banget dan sangat menghibur.

6. The Lost Prince
Miniseri dokudrama TV 2 episode. Cerita bagus tentang kisah hidup Prince John, paman Ratu Elizabeth II yg disembunyikan dari sejarah karena penyakitan. Menarik melihat dunia sekitar dia dari mata sang pangeran dan kakaknya Prince George: Kedua ortu yang keras dalam tradisi kaku aristrokratik, sepupu-sepupu Romanov, wafatnya Raja Edward VII, Perang Dunia I, pergantian nama dinasti menjadi Windsor, dsb. Salut pada Lalla, mbak pengasuh yang sangat sayang dan setia pada si pangeran kecil.

Raja Norwegia, Raja Bulgaria, Raja Portugal, Kaisar Jerman, Raja Yunani, Raja Belgia, Raja Spanyol, Raja Inggris Raya, dan Raja Denmark. Semua berhubungan keluarga dalam satu dan lain cara..

7. The Book of Life
Terpikat animasi ini sejak lihat skrinsyutnya. Cerita romansa, keluarga, & musikal menarik bertema perayaan Day of the Dead di Meksiko. Suka sekali desain karakter ala boneka kayu itu, dan detil setting 3Dnya sungguh fantastis, cantik banget. Lama gak lihat pahlawan bergitar.. πŸ™„

8. A Taxi Driver
Dramatisasi beberapa hari terpenting dalam hidup Kim Sa-bok dan Jurgen Hinzpeter terkait Gwangju Uprising 1980. Sejarahnya menarik, dramanya dapat, komplit sisipan komedi khas Korea. Pengingat bagus tuk ratusan korban peristiwa itu.

9. Akira
Cicil-cicil lagi nonton anime-anime legendaris. Dulu sekali baca komiknya di perpustakaan daerah tapi rasanya gak sampai tamat dan lupa ceritanya juga. Berat banget baca cyberpunk+dystopian+ESP saat itu. Walo plotnya banyak beda, tapi kenangan pada karakter-karakternya muncul semua tadi, terutama Tetsuo, Kaneda dan motornya, Kolonel, para esper, dan Lady Miyako yang dikit sekali perannya di sini.

10. Blade Runner 2049
Bagus banget. Bisa diikuti walau saya gak nonton prekuel 1982nya atau ngikuti cabang-cabang ceritanya di novel dll. Suka filmnya panjang dan lambat (yang justru jadi sebab jebloknya film ini di bioskop), jadi puzzle-nya bisa dinikmati bersama keindahan visual, teknologi, dan musiknya. Saya suka Joi yang diperankan Ana de Armas dengan lovable, dan si memory maker.

11. Power Rangers
Jelek. Karakterisasi Rangersnya jelek (castnya sih bagus), drama remajanya keberatan, karakter dan desain Rita dan Goldar mengecewakan, Dinozord dan Megazord terlihat menyontek Transformers dan gak keren, dengan teknologi gajelas pula. Reboot gimana ini… πŸ‘Ώ

12. The Village of No Return
Pengen lihat artis favorit Shu Qi saja. Ternyata memang jadi satu-satunya karakter yang berkembang juga. Ceritanya absurd dengan komedi garing, tapi cukup satir dan temanya menarik: bagaimana kalau ada alat yang bisa menghapus memori negatif yang gak ingin diingat lagi? Film pas tuk relaxing..

13. Detective Conan The Movie 19: Sunflowers of Inferno
Niat hati nonton film Conan mulai dari 1 apa daya dapatnya langsung 19. Bagus ceritanya, tentang lukisan Sunflowers Ashiya karya Vincent van Gogh yang hancur di PD 2. Jadi belajar sejarah dan seni. Puzzlenya juga menarik dan keseluruhan eksyennya seru. Kaito Kid jadi tokoh utama di sini, Conan jadi sidekick saja.

14. Central Intelligence
Ini lucu kocak dan sangat menghibur, tapi lebih dari itu suka banget temanya soal mengatasi bullying dan trauma bullying semasa sekolah, juga menghadapi impian yang kandas. Yang terbaik di SMU memang belum tentu sukses terus setelah dewasa.

15. Denial
Biopic bagus yang kutonton untuk memperingati Holocaust Memorial Day kemarin. Dramatisasi kisah nyata kasus profesor sejarah yang digugat penyangkal holocaust. Rasanya durasinya terlalu pendek tuk menangkap banyak debat/pembuktian yang pastinya menarik selama puluhan kali persidangan. Bernapas jadi berat selama adegan mengunjungi Auschwitz, sedih. Film ini kuat pesannya tuk masa kini, supaya gigih menolak dan melawan kebohongan, informasi palsu, teori konspirasi, sejarah alternatif, dan segala macam “bumi datar” lainnya.

16. Sky Hunter
Film promosi AU RRC yang awalnya menjanjikan, menampilkan bermacam arsenal AU termasuk siluman J-20, tapi plot dan eksyennya kedodoran karena gak fokus. Dari pilot jet tempur, pararescue, special forces, sampai cinta segitiga yang nggantung, semua mesti kebagian dan jadinya nanggung. Jadi macam B-movie bonus aerial battle yang keju. Setidaknya ada Fan Bingbing lah.. :mrgreen:

17. Detective Conan The Movie 20: The Darkest Nightmare
Nonton ulang. Ketiduran di bioskop waktu nonton pertama 2 tahun lalu. Jadi lebih mengerti juga setelah baca banyak komiknya tahun lalu.

18. Warhorse
Karya hebat Steven Spielberg yang menyentuh hati. Melihat jalannya PD 1 dan perang parit legendarisnya dari sudut pandang seekor kuda. Bersama pemiliknya, si kuda tumbuh dari muda menjadi veteran perang. Itu Celine Buckens apa gak main film lagi ya, cantik banget tu cewek? 😁

19. Crooked House
Adaptasi lumayan bagus dari karya Agatha Christie. Kisah klasik detektif dalam kasus pembunuhan dimana semua anggota keluarga punya motif dan kesempatan. Saya suka mansion besarnya, setting 50an dengan mobil-mobil klasik, juga latar Yunani keluarga Leonidis.

20. The Garden of Words
Romansa yang menyesakkan. Kerasa banget hangatnya kebersamaan di tengah dinginnya hujan. Episode hidup suram ketika harapan satu-satunya hanyalah ‘ingin bertemu dia lagi’. Kurasa hubungan Takao dan Yukari akan berat dengan perbedaan usia, LDR etc, tapi masih bisa diperjuangkan.

21. The Salesman
Cerita lumayan tentang kemarahan dan akibatnya. Susah juga membalas dendam dengan akurat kalo kondisinya tidak sesuai. Film Iran ini lebih datar dari yang kukira. Dramanya menarik, tapi klimaksnya macam kurang memuaskan.

22. Finding Dory
Petualangan yang seru dan epik banget, suka sekali segala macam idenya tuk pindah dari satu kolam ke kolam lain/laut. Hank si gurita layak dapat film sendiri nih, bener-bener keren karakter dia.

23. Bastille Day
Idris Elba cool banget jadi protagonis. Plotnya menarik di awal, terutama bagian false flag operation, tapi lama-lama rada “err…”. Aksi menggerakkan massa pake hestek terutama, atau menumpas satu tim polisi elit sendirian. :mrgreen:

24. The Handmaiden (Extended Version)
Seperti biasa gak inget sama sekali adegan mana saja yang sebelumnya gak ada di versi theatrical, tapi tetap terpesona film erotis romantis keren ini.

25. Detective Conan The Movie 21: Crimson Love Letter
Sesering apapun dibaca dan dilihat, masih banyak hal-hal jejepangan yang susah dimengerti, misalnya pertandingan karuta. Seru plotnya, ini kasus terorisme sebenarnya. Senang ketemu si sexy Momiji lagi.

26. The Exception
Adaptasi menarik dari novel “The Kaiser’s Last Kiss”. Drama perang tentang Nazi yang baik. Receh romannya dan hot liat Cinderella bugil, tapi daya tarik utamanya ada di karakter Kaiser Wilhelm II, apalagi 2 bulan ini lagi rajin pelajari beliau & German Empire. Dengarin Kaiser, Hermine dll ngomongin restorasi monarki, teringat potongan pembukaan Almanach de Gotha:

“[…] for if the Allies at the peace table at Versailles had allowed a Hohenzollern, a Wittelsbach and a Habsburg to return to their thrones, there would have been no Hitler. […].”

Menarik memahami eksentrik dan antisemitiknya Kaiser dalam pesona aristokrat dia di film, juga sebagai kakek yang hobi mecah kayu, ngasi makan bebek, & toleran dengan skandal persetubuhan. :mrgreen:

Ketika orang kedua di Third Reich bertemu mantan orang pertama di Second Reich.

27. The Magnificent Seven (2016)
Film heroik brutal bertema western dan sishankamrata. Terpikir mestinya lebih mudah memburu Bogue sebelum dia mengumpulkan pasukan ya. Memang susah menghadapi senapan mesin, dari The Last Samurai sampai PD 1 jadi momok.

28. Patlabor The Movie
Klasik tapi juga futuristik. Film 1989 tentang virus komputer. Patlabor ini kenangan masa ABG, baca komiknya yang berceceran di perpustakaan daerah. Saya sudah lupa robotnya disebut Ingram. Lupa karakter dan apapun. πŸ˜†

29. The Mermaid
Lama juga nyari film ini, satu lagi karya jenius Stephen Chow. Komedinya ancur, pemerannya menarik, dramanya romantis, dan pesan lingkungannya kuat banget

30. Stalingrad (2013)
Melodrama perang Rusia yang menarik. Plot rebutan gedung dihiasi dua kisah cinta. Karakter-karakternya gak spesial tapi sinematografinya bagus dan pertempurannya brutal, termasuk sejumlah adegan melibatkan Ju-87 dan He-111. Film perang yang layak ditonton. Bagus bahwa kedua pasukan yang berperang tetap menggunakan bahasa rusia dan jerman, orisinil.

31. Alien: Covenant
Survival horror suram. Harus inget-inget lagi dulu Prometheus kisahnya gimana. Terbuka satu misteri soal sejarah alien, dan munculnya dalang dibalik para monster. Bagus ini ceritanya, walau tetap bikin putus asa.

32. Patlabor The Movie 2
Plotnya dah thriller politik/militer banget, disisipkan mecha saja ke dalamnya. Sebuah cermin dari situasi sospol Jepang dan JSDF 90an. Filosofinya seberat alurnya, dilema just war atau unjust peace. Seperti film pertama, ada ayat Alkitab lagi.

33. Confidential Assignment
Eksyen bagus. Seperti film-film Yoo Hae-jin lainnya, juga penuh dengan humor. Plotnya gak rumit, dengan pesan damai buat kedua Korea. Suka adegan duel dan car chase di terowongan. Dialog-dialog soal kondisi stereotip kedua Korea juga lucu.

34. The Young Victoria
Film yang sangat memanjakan mata bagi penggemar periode kostum dan pemerhati monarki macam saya. Rasanya seperti melihat lukisan-lukisan Franz Winterhalter dll bergerak. Plotnya 95% akurat, dan karakter-karakternya juga lovable. Emily Blunt.. 😍

35. Smurfs: The Lost Village
Smurf reboot lagi, bagus jadi animasi penuh. Konflik Smurf vs Gargamelnya standar, bahkan terasa cepat sekali klimaks, tapi petualangannya menyenangkan dan menghibur. Suka desain sungai dan karakter Snappy Bug.

36. Ninja Scroll
Anime legendaris yang konon termasuk mengilhami The Matrix. Seru plotnya dan brutal pertarungannya, walo banyak pertempuran berlangsung lebih cepat dari dugaan. Banyak karakter menarik juga. Judulnya aneh, sepanjang film gak ada ‘scroll‘nya sama sekali.

37. Skiptrace
Road tripnya menjual pemandangan dan budaya menarik, menyeimbangkan komedi konyol kedua protagonis. Plotnya biasa tapi twistnya diluar dugaan. Film yang sangat Jeki Cen. Sayang si jelita Fan Bingbing cuma hiasan saja.

38. 1898: Our Last Men in the Philippines
Dramatisasi Pengepungan Baler. Drama perjuangan bertahan hidup dari penyakit, serangan musuh, dan komandan yang inkompeten. Bagus, heroik, dan historis. Belajar sepotong sejarah saat imperium Spanyol runtuh di Filipina. Suka karakter Teresa yang menjalankan psy war lewat musik.

Bertahan di gereja, satu-satunya bangunan batu di desa terisolir itu..

39. War Machine
Satir komedi lumayan menghibur tentang perang AS di Afghanistan yang gak mungkin dimenangkan. Dramatisasi fiksi karir Stanley McChrystal di Afghanistan. Minim aksi dan banyak dialog saja, tapi saya suka. Penuh kuliah betapa sulitnya melawan perang gerilya. Brad Pitt melawak banget.. πŸ˜†

40. Back to 1942
Drama sejarah suram ketika kelaparan bertemu perang di Henan, China 1942. Detil ceritanya hebat, dari serangan udara Jepang hingga tokoh-tokoh nyata seperti Theodore White dan Chiang Kai Shek. Penderitaan pengungsi tergambar pedih lewat kisah protagonis utama. Ketika lapar, nurani bisa mati duluan sebelum tubuh.

41. Midnight Runners
Eksyen komedi buddy cops Korea yang bagus dan menghibur. Cerita ketika nurani mengalahkan birokrasi. Sebuah teguran halus tuk birokrasi polisi. Suka karakternya yang masih taruna, dan bukan akademi-lulus-beraksi seperti film polisi lain.

Karena menlindungi dan melayani itu bukan cuma semboyan, tapi harus diamalkan dari hati. Iya kan?

42. Heist (2015)
Film eksyen thriller medioker yang judulnya pun gak kreatif, tapi lumayanlah. Puas endingnya. Ide klasik tuk merampok uang haram. Gak nyangka plot twistnya adalah perasaan sesama ayah yang punya anak gadis. So sweet. Gak sadar kalo diantara karakter ada Kate Bosworth.

43. 6 Days
Dramatisasi penyanderaan kedubes Iran di London 1980 dan Operasi Nimrod. Senang kisah yang kubaca sejak kecil bisa jadi film. Sangat kronologis, meskipun begitu masih melewatkan sejumlah detail. Gak dijelaskan lebih jauh juga tentang separatisme di Khuzestan/Arabistan. Sayang, masih banyak waktu padahal.

44. Ghost in the Shell 2.0
Rilis ulang tahun 2008 dari anime legendaris 1995 itu. Luar biasa ceritanya, dengan tema teknologi dan filosofi kesadaran diri yang cukup berat. Gak heran jadi inspirasi tuk banyak film futuristik keren lain.

45. Bad Genius
Film Thailand yang bagus segala-segalanya. Plot exam heist-nya thriller abis, karakter-karakternya menarik, tema-tema sosialnya tentang hubungan kaya-miskin; pintar-medioker atau sekolah elit selalu relevan, dan drama nyonteknya mengungkit banyak kenangan masa sekolah.

46. Wind River
Misteri pembunuhan yang sangat bagus. Pasangan protagonisnya saya suka, puzzle plotnya bagus, setting native American dan musim dinginnya menarik, dan klimaksnya kutonton 2x.

47. The Red Turtle
Sebuah meditasi di depan layar. Dongeng bisu tentang tantangan, perjuangan, penerimaan, kebersamaan, hubungan dengan alam, dan siklus hidup, dalam standar fantasi studio Ghibli yang sangat indah. Saya gak pause dan mungkin gak berkedip juga 80 menit.

48. Grave of the Fireflies
Kurasa nonton “Back to 1942” kemarin mempersiapkan mental saya tuk nonton cerita tragis ini. Sekali lagi, ketika perang menghilangkan empati, dan situasi merebut semangat dan kesempatan tuk bertahan hidup. Salah satu film perang dan film animasi terbaik sepanjang sejarah, untuk yang kuat gak nangis.

49. Northern Limit Line
Dramatisasi Second Battle of Yeonpyeong 2002. Opera sabun separo film asyik tuk mengenalkan karakter dan SOP patroli perbatasan AL Korsel. Pertempurannya brutal dan heroik, walau difokuskan 1 vs 1 kapal (di Wikipedia katanya 2 vs 2). Tema patriotiknya kuat terutama lewat footage asli dan wawancara saksi di akhir film. Salut.

50. Fifty Shades of Grey
Nonton ulang dengan donlotan kualitas bluray dan status gak jomblo. Jadi lebih menikmati plot dan konfliknya, juga lebih menyukai karakter Ana yang dulu kuanggap terlalu kurus. Gak uring-uringan lagi gambarnya gelap atau ceritanya putus atau seksnya gak menghibur seperti waktu nonton 2015 silam. πŸ˜†

51. A United Kingdom
Dramatisasi kisah nyata akurat konflik akibat pernikahan antar ras (dan dengan rakyat jelata) raja Bechuanaland yang akhirnya memicu merdekanya Botswana. Gambaran familiar cara kolonialis menjalankan politik divide & conquer. Sejarah Afrika yang menarik.

Kalau tidak boleh jadi raja, ya jadi presiden saja. Jenius bos!

52. The Truth Beneath
Tertarik karena ada si cantik Son Ye-jin di sini, tapi ternyata thriller pembunuhan ini sangat menarik, dengan musik yang bikin merinding. Puzzlenya bagus, merangkai kepingan misteri tiap karakter dan tersangka. Kadang bingung mengikuti lompatan alurnya, tapi disitu juga kekuatannya.

53. Kiki’s Delivery Service
Anime legendaris yang sangat menghibur tentang beranjak dewasa, merantau, menjadi mandiri, dan segala tantangannya. Suka setting eropa tahun 30an(?) itu, terasa klasik dan damai. Karakter-karakternya asyik semua. Gak ada antagonisnya. Pas ini ditonton saat kondisi dan mood lagi berawan mendung petir menyambar. πŸ˜†

54. The Hitman’s Bodyguard
Film kartun banget ini konyolnya. Benar-benar menikmati lawakan perkoncoan Ryan Reynolds dan Samuel Jackson. Eksyennya klise, tapi gak pernah bosan nonton tembak-tembakan dan kejar-kejaran beginian. Plotnya menarik juga melibatkan ICC di The Hague.

55. Megan Leavey
Biografi seorang dog handler USMC, veteran perang Irak, dan perjuangan dia bersama Rex si herder. Cerita menyentuh tentang pelarian dari keluarga, persahabatan dengan anjing, perang, dan PTSD. Jadi terkenang masa-masa main dan ngobrol berdua dengan anjing peliharaan dulu. Anjing memang setia. πŸ˜‰

56. Ghost in the Shell 2: Innocence
Batou dan Togusa menjadi protagonis utama melanjutkan cerita film pertama. Lupakan Makoto Kusanagi sementara. Plotnya thriller, visualisasinya menakjubkan (terutama adegan parade dan ilusi di mansion), musiknya mistis. Penuh teknologi, fantasi dan filosofi. Tema klasik soal robot yang hidup.

57. Kung Fu Yoga
Ada hal-hal menarik dari film ini, seperti simbol diplomasi China-India misalnya, tapi selebihnya film ini adalah kekacauan dan kelebayan luar biasa. Tak jelas apa yang mau diceritakan atau ditertawakan. Cuma penuh orang berlarian dan berakrobat. πŸ˜‚

58. Winter War (2017)
Drama perang Prancis, perjuangan prajurit dari 1er R.C.P dan US 254th Infantry Regiment yang bertempur di sekitar Jebsheim di Calmar Pocket, Alsace. Drama, akting dan eksyennya datar banget, tapi ini tribute penting tuk pertempuran itu, juga sekian banyak penduduk Alsace yang dipaksa bertempur dari pihak Jerman.

59. Kungfu Panda 2
Bagus dan seru banget, dengan banyak adegan eksyen cepat. Menarik juga ada isu keluarga di sini, flashback ke tragedi masa lalu. Film yang menghibur setelah film perang suram sebelum ini.

60. Time Renegades
Thriller fantasi Korea menarik. Suka tema time travel denganΒ efek berantai begini. Ada banyak ‘hah?’ momen yang sesekali butuh replay tuk memahami puzzle ceritanya, siapa melakukan apa lalu akibatnya apa di masa yang berbeda.

Bagaimana mengubah sesuatu di masa lalu supaya mengubah sesuatu di masa kini tanpa perlu ke masa lalu.

61. Pom Poko
Satu lagi anime klasik. Tragedi lingkungan yang diceritakan sebagai drama fantasi dengan bagus dan lucu. Perjuangan sekelompok tanuki/rakun melawan developer yang menggusur hutan mereka. Tribute tuk setiap hewan yang kehilangan habitat karena pembangunan.

62. Fifty Shades Darker
Okay, mulai jadi film porno gagal. Segala macam alasan tuk ujung-ujungnya bercinta. πŸ˜†Β Plotnya bisa dinikmati sih. Hubungan Ana dan Christian makin lancar, rahasia-rahasia Christian terbuka dan masalah psikis dia mulai teratasi. Dah keliatan asyiknya kencan sama cowok super kaya. :mrgreen:

63. Tulip Fever
Kisah cinta 3 pasangan, tapi cuma ada 5 orang. Menyeimbangkannya butuh konspirasi rumit (atau bodoh) yang menggerakkan seluruh cerita. Settingnya menarik, Amsterdam era tulip mania, jadi ingat era batu akik di sini, tapi plot dan karakter-karakternya terasa hampa (kecuali Maria), baru menarik saat klimaks. Endingnya memuaskan sih.

64. Fullmetal Alchemist: Conqueror of the Shamballa
Lumayan membingungkan karena gak ngikuti serial animenya, harus belajar lagi, tapi senang ketemu lagi dengan semua karakter yang kukenal di manga FMA, banyak yang sudah lupa namanya. Plot dan settingnya menarik di interwar period dunia kita di Jerman termasuk insiden Beer Hall Putsch.

65. Our Time Will Come
Sebuah tribute bagi pasukan gerilya komunis saat Hongkong dijajah Jepang. Menarik fokusnya bukan di unit tempur tapi para wanita kurir. Bagaimana perang yang awalnya terlihat ‘jauh’ hingga akhirnya menjadi sangat personal.

66. The Man with the Iron Heart
Perang Dunia Kedua lagi. Dramatisasi novel ‘HHhH’ tentang Reinhard Heydrich dan Operation Anthropoid. Bagus, historis, dan heroik, dengn sejumlah fokus yang beda atau lebih detil dari film “Anthropoid”. Kebrutalan si jagal dari Praha dan pasukan SS lebih terlihat. Dia pantas mati dengan menderita.

67. Murder on the Orient Express
Saya buta karya-karya A. Christie, tapi nonton ini perasaan saya ada sesuatu yang kurang, setelah ditelusuri memang ada karakter yang berubah dan hilang walau tidak mempengaruhi jalan dan klimaks cerita. Eniwei ini adaptasi/remake bagus, terutama karena digarap dengan cara dan bintang modern. Entahlah kalo para penggemar Poirot masih ingin menonton lanjutannya kalo sudah hafal ceritanya. πŸ™„

68. Princess Mononoke
Satu lagi karya klasik dari Ghibli. Cerita epik konflik rumit antara manusia, hewan, hutan, dan dewa dalam kepentingan masing-masing. Penuh isu dan tema berat dari sosial, lingkungan, sampai mitologi. Suka karakter San yang anti manusia.

69. Cek Toko Sebelah
Sedikit tertipu dengan judulnya, ternyata toko sebelah cuma cameo saja tanpa peran berarti. πŸ˜†Β Dramanya bagus, masalah klasik antara cita-cita sendiri vs harapan orang tua; komedinya juga lucu-lucu, walo terlihat seperti kompilasi stand up comedy yang disisipkan di berbagai tempat.

70. A Royal Family
Miniseri dokumenter 6 episode tentang Raja Christian IX dari Denmark dan keturunannya yang menjadi monarki di Denmark, Yunani, Inggris, Rusia, dan banyak negara lain. Banyak informasi baru buat saya, footage dan foto-foto antik, dan wawancara dengan banyak ningrat, semua dengan bahasa Inggris yang bagus. Silsilah menakjubkan dari dinasti Glucksburg. Suka lihat Ratu Margrethe II. Sayang dari dinasti Windsor hanya diwakili Prince Michael of Kent, tidak ada Grand Duchess Maria Vladimirovna, dan tidak ada perwakilan keluarga kerajaan Belgia atau Swedia. Meski begitu puas banget nonton ini. πŸ˜‰

Film-film 2017 (Oktober-Desember)

Setelah berulang kali menulis postingan daftar film sebenarnya saya sudah kebingungan harus memulai postingan ini dengan omong kosong apa lagi. Makin lama makin garing, haha.. πŸ˜† Eniwei, Selamat Tahun Baru 2018 teman-teman. Apa kabar semua? Nonton berapa film tahun lalu? Ini daftar saya untuk triwulan terakhir tahun 2017 silam yang hampir seluruhnya saya lewatkan di Pulau Jawa, terutama kota Salatiga:

182-190. Ice Age: The Great Egg-Scapade; Cosmic Scrat-Tastrophe; More Nuts for Scrat; Gone Nutty; No Time for Nuts; Scrat’s Continental Crack Up; Scrat’s Continental Crack Up Part 2; Ice Age: The Story So Far; Ice Age: Falling for Scratte
Yak, ini ada 9 film. Semua film pendek (dibawah 40 menit). Saya gabungkan begini karena pertama ini temanya sama: bagian dari franchise Ice Age; kedua, 9 film ini file-nya tunggal. Ntah siapa yang kompilasikan begini. Standar Ice Age, ceritanya menyenangkan. The Great Egg-Scapade menampilkan drama khas keluarga kecil penyintas jaman es itu dengan banyak komedi. Tujuh film lainnya berfokus pada karakter Scrat dan bermacam-macam perjuangan dia mencari atau menyelamatkan buat ek. Yang ini benar-benar lucu total. πŸ˜† ❀

191. Death Note 2: The Last Name
Masih adaptasi yang bagus seperti seri sebelumnya. Karakter-karakternya meyakinkan, juga para shinigaminya sangat hidup. Plotnya lebih banyak dikompres sehingga agak berbeda dari komiknya dan endingnya jadi sedikit membingungkan. Saya sampai tak sadar L tewas. ❀

192. Baby Driver
Kebut-kebutannya paten! Senang dengar Hocus Pocus lagi diantara deretan sontrek keren yang mengisi film ini. Saya suka plotnya yang realistis terutama penutupnya. Film eksyen seru yang sungguh menghibur. ❀ ❀

193. Thor: Ragnarok
Ngebioskop di Cinema 21 Blok M Plaza, Jakarta. Led Zeppelinnya pas banget. Saya suka selera humor film ini, ada banyak momen tuk ketawa. Merasa sangat aneh dengan keberadaan senapan serbu M-16 dalam cerita, semacam “kalau bisa segampang ini kenapa harus repot?”, tapi keseluruhan Ragnarok adalah plot bagus tuk Avengers yang tidak terlibat Civil War. Thor sukses naik level dari god of hammer menjadi god of thunder. Sayang sekali Thor menjadi cacat di akhir cerita. ❀ ❀

194. Russian Ark
Kesampaian juga nonton ini. Film kompilasi sejarah Rusia di istana Saint Petersburg yang dibuat nyeni, berjalan menyusuri tiap ruangan tapi dengan era waktu yang berbeda-beda dengan mengikuti seorang penjelajah Perancis. Dipenuhi karakter legendaris sejarah Rusia seperti Peter the Great, Catherine the Great, atau Nicholas II, juga peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi dalam istana itu. Terpesona melihat kemewahan kaum bangsawan dalam acara-acara kekaisaran, terutama diwakili oleh busana, musik, opera, dan terutama pesta dansa. Satu hal yang menarik, film ini berjalan nyaris 100 menit tanpa cut. ❀ ❀

Pesta dansa Kekaisaran memperingati 300 tahun dinasti Romanov, 1913. Bahagia lihat parade kostumnya.

195. K: Missing Kings
Sudah menamatkan kedua musim animenya tapi malah belum nonton ini yang ceritanya diantara musim pertama dan musim kedua. Bagus dan nostalgik. Senang lihat Neko dan Seri lagi. Saya sudah banyak lupa juga musim kedua gimana ceritanya sampai akhir.

196. First They Killed My Father
Film luar biasa yang diangkat Angelina Jolie dari kisah nyata. Pengalaman seorang anak kecil melewati rejim Khmer Merah, komunisme pada bentuknya yang paling ekstrim. Menarik sekali melihat nyaris seluruh peristiwa dari perspektif si anak, walaupun tidak mengurangi perasaan getir membayangkan tragedi demi tragedi yang harus dilewati. Saya suka ini jadi murni film Kamboja tanpa perlu disisipi karakter Amerika. ❀ ❀

Kegilaan Rezim Pol Pot dimulai dengan mengusir semua penduduk dari kota dan memaksa mereka menjadi masyarakat desa yang komunal dan anti kemajuan.

197. Mamma Mia the Movie
Ini juga film yang dah lama sekali pengen kutonton setelah bertahun-tahun terpikat trailernya. Plotnya receh tapi lucu, lagu-lagunya nostalgik dan dibawakan dengan bagus. Mood jadi gembira nonton ini. Baru tahu kalo 2018 ini ada sequelnya. ❀ ❀

198. Wu Kong
Kecepatan reboot kisah raja kera ini sudah melebihi Spiderman di AS. Menarik juga ceritanya mulai dari awal banget, mengapa Wu Kong melawan kerajaan langit dan wujud dia belum jadi kera. Tampan diperankan Eddie Peng. Eksyennya standar fantasi China: dahsyat memukau.

Belum berbulu

199. Gong Shou Dao
Film pendek proyeknya Jack Ma untuk mempromosikan Tai Chi ke dunia internasional. Kamu cuma akan terpesona lihat siapa-siapa yang muncul (atau yag di balik layar). Plotnya sih ‘meh’ saja. :mrgreen:

200. Atomic Blonde
John Wick betina dalam dunia Tinker Tailor Soldier Spy. Cerita spionase klasik seru di akhir perang dingin. Setting: Berlin. Suka eksyen, intrik, dunia analognya, dan visualisasinya yang macam komik. Bagus! Salut tuk penampilan tangguh Charlize Theron. ❀ ❀

201. The Other Boleyn Girl
Adaptasi novel berjudul sama tentang kehidupan Mary Boleyn pada salah satu episode paling terkenal dalam sejarah Inggris. Sayang sejarahnya film kostum ini banyak yang ngaco, tapi menarik lihat visualisasi kehidupan saat itu dan hubungan kedua gadis cantik ini. Natalie dan Scarlett pula. ❀

202. Redline
Speed Racer x Star Wars. Anime kebut-kebutan yang seru banget. Apa saja boleh tuk mencapai garis finish. Plotnya dangkal tapi eksyennya brutal. Banyak adegan cepat dan ramai. Saya suka kedua karakter utamanya, juga musik technonya.

203. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
Ngebioskop di Solo Square XXI, Solo. Rasanya ini pertama kali lihat Marsha Timothy dalam gambar bergerak lagi sejak dia menikah dan murtad beberapa tahun silam. Saya tak terkesan pemandangan Sumba seperti review lain, dan dialek dialog-dialognya terasa masih kaku, tapi plot dan themanya sendiri sangat menarik. ❀

204. Justice League
Ngebioskop di Solo Square XXI, Solo. Pergantian sutradara dan banyak syuting ulang terasa mempengaruhi banyak hal dalam film ini. Durasinya terlalu pendek, 120 menit tuk menceritakan enam karakter protagonis, tiga diantaranya tokoh baru. Bandingan dengan Batman versus Superman yang 151 menit dengan memperkenalkan Wonder Woman, bahkan 181 menit di versi Ultimate. Plot rasanya bisa dibandingkan dengan Avengers: Age of Ultron, bahkan Steppenwolf tidak sesangar yang saya perkirakan. Diluar itu ceritanya sendiri bagus, semua jagoan tampil sesuai porsinya. Batman saja yang agak mengecewakan karena kurasa dia kurang menyiapkan alat dan senjata yang lebih efektif untuk pertempuran ini. Akhirnya ada penjelasan kenapa Diana skip Perang Dunia 2. Haha.. :mrgreen:

205. The Age of Shadows
Suka setting period dan thrillernya, terutama ketika di kereta. Plotnya kadang agak membingungkan ketika sulit mengenali karakter tapi gak mengurangi ketegangan cerita. Kisah menarik nasionalisme dan spionase dalam tema penjajahan Jepang. Siapa yang setia, dan siapa yang menjual teman atau bangsa sendiri. Tema yang makin familiar dalam banyak film China dan Korea.

Seragam boleh Jepang, tapi hati kecil Korea selalu memanggil..

206. Star Wars: Episode VIII – The Last Jedi
Ngebioskop di Plaza Indonesia XXI, Jakarta. Saya harus mengingat-ingat lagi Episode VII – The Force Awakens itu ceritanya apa, syukurnya film ini langsung melanjutkan prekuelnya tanpa ada jeda beberapa tahun. Seperti yang diharap dari franchise Star Wars, seru, drama, dan epik, walau saya masih belum bisa suka pada jagoan-jagoan baru seperti Rey dan Finn. Kurasa film ini seharusnya berjudul The Last Few Survivors untuk menghargai begitu banyaknya anggota Resistance yang gugur dalam kisah eksodus ini. ❀

207. Susah Sinyal
Ngebioskop di CGV Grand Indonesia, Jakarta. Film yang sungguh menghibur, bikin ketawa ngakak nontonnya, bahkan hingga saat credit title roll malah makin ancur. Gak nyesal pacar milih nonton ini saat ada film-film Hollywood lain yang juga menarik. Jokesnya berimbang dari yang smart sampai receh. Dramanya juga bagus tentang hubungan ibu dan anak gadis. Salut tuk Ernest Prakasa dan teman-temannya di sini. ❀

208. Logan Lucky
Menyenangkan lihat Daniel Craig dan Riley Keough lagi di drama heist yang komedik menghibur ini. Eksyen dan trik malingnya bagus tanpa terlalu berlebihan.
BTW rasanya ini pertama kali kelarin film dari entertainment system maskapai penerbangan. Nyaris tergoda nonton doang gak tidur sepanjang dinihari.. πŸ˜† ❀

209. Valerian and the City of a Thousand Planets
Komiknya legendaris dan konon menginspirasi Star Wars. Adaptasi ini menang di visual dan setting, tetapi plot terasa datar walo konfliknya menarik, eksyennya seru tapi gak ada yang epik. Mungkin itu sebabnya filmnya kurang heboh. Saya takjub ide lokasi multi dimensi Big Market dan suka pembukanya saat stasiun luar angkasa bisa menjadi pusat perdamaian dunia (dan kemudian semesta). Kedua karakter utama cukup menghibur interaksinya, selain terasa terlalu sakti. Extra tepuk tangan tuk Rihanna.
Film ini ditonton separonya di laptop pacar bareng di Jakarta, 2 hari belum kelar. Pisah di bandara, saya lanjut nonton separonya lagi dalam pesawat, filmnya ada di sistem hiburan maskapai, belum kelar juga. Sisa klimaksnya nonton di Jayapura dalam laptop sendiri. :mrgreen:

Banyak spesies eksotis walau rata-rata humanoid juga..

2010. The Battleship Island
Penjajahan Jepang terhadap Korea lagi. Melodrama jaman Perang Dunia 2 yang agak kelewat heroik dan kelebihan intrik, ceritanya jadi rumit sendiri dan kurang pendalaman karakter. Eksyennya seru brutal dan membakar semangat anti Jepang. Ada sejumlah drama ayah-anak yang mengharuan juga. Cukup terkejut mendengar The Ecstasy of Gold (lagu yang biasanya ada di pembuka konser Metallica) dimainkan tapi cocoklah tuk klimaksnya.

Usaha keras si ayah supaya anak gadisnya bisa tetap bertahan..

200 film panjang. Cukup banyak, tapi masih kurang banyak. Selama trip ke Jawa kemarin lagi-lagi banyak menimbun film dalam laptop sementara dari trip 2016 saja masih banyak yang belum ditonton. Semoga bisa dihabiskan dengan efektif di 2018 ini. Apalagi berniat lebih banyak membaca buku non fiksi juga setelah tahun 2017 kemarin ternyata cuma baca dua buku. Yuk, semangat!

Happy New Year!

Nostalgia Pesta Blogger: Pesta Blogger Nostalgia

Makasih tuk foto ini ya, Dewi

Eh, ko Agustus sibuk ka tidak? Kalo ko sempat, sa mau undang ko datang ke acara pernikahanku di Bali πŸ™‚ ,
Acaranya tanggal 10 dan 11 Agustus. Akomodasi tempat tinggal buat tamu kita sediakan buat 2 malam itu. Tiketnya sih yang kemungkinan agak mahal. Ko kan sa punya teman paling lama sejak kita kecil, best friend gitu lah… hehehe jadi sa ingin sekali ko bisa hadir di hari pentingku ini πŸ˜‰ Sa tau memang untuk tiketnya bakalan agak berat sih, jadi coba ko cek suda kira2 harga tiketnya berapa, nanti sa bantu, bagaimana?
Sa sangat berharap ko bisa datang…
Kasi kabar e…

Demikian bunyi sepotong pesan via FB Messenger yang kuterima dari sahabat dekatku, Johan, yang saat itu seingatku sedang berada nun jauh di negara lain. Ketika itu bulan Juni 2010, 4 bulan sebelum Pesta Blogger 2010.

Dengan Omded, Enda, Omith, Ndoro etc

Jumat malam, 27 Oktober 2017 di Restoran Omah Sendok, daerah Senopati, Jakarta, saya menghadiri acara kecil Pesta Blogger Nostalgia 2017. Kopdar terbatas (karena tempatnya terbatas) blogger-blogger yang rindu ngumpul ala Pesta Blogger 2007-2010 silam. Banyak wajah lama muncul di situ, orang-orang yang dulu meramaikan blogsphere nasional. Sebuah sukacita dan kebanggaan bisa menjadi bagian dari acara kopi darat itu, dan tentu saja sebuah privilege, kalau kata pacar saya. Iya, hak istimewa. Karena tidak semua blogger bisa menjadi bagian sejarah yang bernama Pesta Blogger, baik dulu maupun kemarin.

Dengan om Nukman, Didut, Pitra, Fikri, Om Yahya, Adham, Omith, Fany, Nena, Nonadita, etc

Layar proyektor di Omah Sendok tak putus menanyangkan berbagai momen dari acara Pesta Blogger 2007, 2008 dan 2009. Saya berdiri menatap foto-foto yang bergantian itu. Mengenang kembali keriuhan blogsphere tiap akhir Oktober dulu ketika ramai-ramai muncul posting tentang Pesta Blogger. Tema nostalgia memang kuat di acara ini. Selain momen di layar, juga lewat dekorasi dan games yang dimainkan. Saya juga bernostalgia sendiri mengenang kehadiran di Pesta Blogger 2010, Pesta Blogger satu-satunya yang pernah kuikuti. Tidak mudah pergi ke Pesta Blogger dan ada alasan tak terbantahkan kenapa itu privilege alias istimewa: JAUH. Iya, jauh. Pesta Blogger selalu diadakan di Jakarta, Sehingga butuh usaha ekstra tuk blogger luar Jakarta menghadiri Pesta Blogger. Buat saya yang pengangguran dan berdomisili di ujung timur negara luas ini, pergi ke Jakarta saat itu dengan biaya sendiri adalah kemustahilan. 😦

Dengan Swastika

Saat Pesta Blogger 2007 dan 2008 berlangsung, saya masih merasa cukup ngeblog hanya dengan posting dan blogwalking, tetapi sesudah punya banyak teman di dunia maya dan melihat begitu banyak postingan kopdar, saya sungguh ingin kopdar juga seperti teman-teman lain. Keinginan tak kesampaian itu lama-lama menjadi rasa frustrasi yang memuncak pada perhelatan Pesta Blogger 2009 yang juga gagal saya hadiri. Saat itu ngeblog masih ramai komentar, cukup terhibur melihat ramainya teman yang peduli atau senasib. Satu komentar dari Ainun Nazieb disitu ternyata menjadi nubuat: see ya next year bro πŸ˜€

Dengan Pitra, Nath, Iphan, Nonadita, Fikri, Om Yahya, Choro, Dimas

Hari-hari berlalu tanpa harapan sampai akhirnya pesan lewat Facebook di atas itu tiba. Undangan pernikahan di Benoa, Bali, Agustus 2010. Singkat cerita, keluarga Johan memutuskan menanggung seluruh keberangkatan dan kepulangan saya, juga akomodasi selama acara. 8 Agustus 2010, saya berangkat ke Denpasar. Pertama kali ke luar kota setelah tujuh tahun. Perjalanan saya ke Bali menghadiri pernikahan Johan nantinya menjadi awal petualangan panjang demi menghadiri Pesta Blogger 2010 di Jakarta. Dua setengah bulan mengembara di 4 Provinsi, menumpang di rumah dan kamar berbagai sanak famili dan teman. Mungkin cerita dari perjalanan ini akan saya bagi di postingan lain. Banyak cerita suka duka di situ termasuk cerita segala kopdar atau dimarahi keluarga yang menganggap saya menelantarkan orang tua di rumah. πŸ™„

Dengan Saiful, Utet, Nonadita, Fikri, Om Yahya, Choro, Icit

Jarak ke Jakarta tidak jadi mendekat sesudah mengikuti Pesta Blogger 2010. Saya masih tetap blogger Jayapura yang kejauhan kalau pengen ngumpul dengan blogger dari kota lain. Sebuah kebetulan bahwa kemarin saya sedang ngekos di Salatiga dan mampu ke Jakarta, tapi kopdar bukan lagi pengalaman tak terjangkau. Banyak sudah teman ditemui, bahkan dari saat acara nostalgia ini sampai saat postingan ini ditulis, sudah berjumpa dengan tiga kawan blogger untuk yang pertama kalinya. πŸ˜€

Yang di meja sebelah kanan: Rere, Swastika, mbak Eny, Dewi etc

Malam beranjak larut. Pesta pun usai setelah pelepasan balon. Saya masih minta panitia tuk foto bersama yang sayangnya tidak diikuti oleh teman-teman yang terlanjur pulang duluan. Tak ada lagi after party seperti dulu. Hanya ada orang-orang yang sibuk menanti ojek/taksi online. Usai sudah nostalgia, segala kenangan kehebohan tren sesaat yang namanya ngeblog itu. Mari kembali ngobrol di media sosial dan grup chat, dan apabila sempat berdekatan, mari kopdar. πŸ˜‰

Iphan, Yudis, etc etc Nico :))

Tiga Puluh Tujuh

Mengunjungi jejak peradaban yang hilang dari pulau Jawa minggu lalu

Puzzle hidupku tampaknya masih lebih ada bentuknya daripada puzzle 3D di sini

Saya jarang ulang tahun jauh dari rumah orang tua. Sekali waktu di Jakarta 2010 silam, tapi ya saat itu tinggal bersama bude, masih bau rumah; Tahun lalu di Kupang, juga rumah mamatua dan bersama keluarga besar, bahkan ada nyokap. Baru tahun ini beneran jauh dari rumah maupun suasana rumah, walau tidak berarti saya sendirian (ini yang penting sih :mrgreen:). Itu pengalaman baru lagi, seperti juga pengalaman pertama ke Jawa dalam dua tahun berurutan. Semoga bisa jadi tradisi, bahkan ngetrip lebih jauh lagi. Haha.. Pengalaman baru juga dapat ucapan selamat berbentuk video dari kekasih dan teman-teman dekat di FB. Kalian sukses membuat saya terkejut dan terpana.Β  Makasih banyak yaa.. πŸ˜€

Segala ucapan syukur dan doa harapan tuk masa depan hanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Happy birthday to me.

Film-film 2017 (Juli-September)

Triwulan ketiga di 2017 terlewati juga. Masa-masa menonton di kota sendiri akhirnya ditutup dengan berpetualang lagi di pulau lain. Masih nonton banyak kali ini, mumpung ada kesempatan. Mari menulis daftar dan kesannya lagi.Β  πŸ™‚

121. April and the Extraordinary World
Dunia steampunk yang menarik dalam sejarah alternatif. Ceritanya sendiri bagus tentang mengejar terobosan pengetahuan, dengan gambar yang mengingatkan pada komik Tintin. Ada pesawat tiltrotor bertenaga listrik.

Mungkin lebih canggih dan lebih lincah daripada V-22 Osprey

122. La la Land
Film ini nyaris sempurna menghibur saya, sampai pada bagian ceritanya meromantisir perpisahan. Mia sukses, tapi pernikahan dia terlihat hambar, Seb juga sukses, tapi kesepian. Ambisi yang kesampaian tuk cinta yang kandas. πŸ™„

123. Dream Flight
Dramanya bagus, dengan bermacam plot ala drakor di situ; setting Taiwannya menarik; tapi yang terutama cerita kehidupan di AAU RoCAFnya detil dan orisinil. Lihat kadet belajar terbang mulai dari teori, latih dasar, latih lanjut, hingga akhirnya masuk skadron tempur. Kerasa perjuangan jadi pilot. Gak ada skenario perang yang aneh-aneh. Pertama kali merhatiin AIDC Ching Kuo sejelas ini. ❀

Teknisi cantik lagi yang jauh lebih masuk akal daripada di R2B…

124. Patriot Days
Dramatisasi bagus Boston Marathon bombing 4 tahun silam. Melihat orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu dan kerja keras penegak hukum. Salut buat mereka, dan para penyintas, dan warga Boston.

125. Elles
Ketika kehidupan dunia prostitusi tampak lebih menyenangkan dan membebaskan daripada beban hidup sebagai istri dan ibu RT yang punya deadline kerjaan. Bisa dipahami..

126. Enter the Warrior Gate
Eksyen fantasi recehan dengan white savior narrative, tapi komedi murahannya cukup menghibur. Saya suka adegan dance di awal credit title.

127. Spiderman Homecoming
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Saya suka overload humornya, beberapa dari kondisi realistis yang gak kebayang di Spidey-spidey terdahulu. Banyak karakter muncul tapi selain Vulture yang lain kek disia-siakan. Lalu love interest Peter, err… πŸ˜•

128. The Dressmaker
Jauh lebih bagus dari yang kubayangkan. Cerita balas dendam bergaya komedi gelap, penuh karakter dan peristiwa menarik. Berasa film western tanpa revolver (tapi pake mesin jahit Singer).

129. Filosofi Kopi
Kopi, bromance, kopi lagi, iklan Torabika, kopi lagi, failed romance, kopi lagi, lalu tau-tau semua karakter ternyata bermasalah dengan ayahnya. :mrgreen:
Cerita lumayan tentang pelunasan utang.

130. xXx: Return of Xander Cage
Lebih bagus dari yang kukira. Setidaknya lebih masuk akal dikit daripada franchise VD yang satunya lagi walopun cerita masih muter di musuh dalam selimut. Saya suka ensemble cast-nya, berasa The Expendables, dengan Deepika Padukone dan Donnie Yen sukses mencuri fokus film. VD sudah berusia 50 tahun ya… πŸ™„

131. T2 Trainspotting
Gak nyangka film legendaris 21 tahun lalu itu ada sekuelnya. Plotnya juga 20 tahun kemudian. “Reuni” dan hal-hal gila lainnya. Nostalgik.

132. Fabricated City
Revenge thriller yang keren. Plotnya generik saja, tapi eksekusi dan eksyennya sungguh menawan. Saya suka persahabatan dunia maya itu, mengingatkan pada diri sendiri di blogsphere. Saya tertarik mobil modifikasinya.

Layar sentuh segede lantai, apa gak malah bingung ya nyortir informasi?

133. Fences
Drama keluarga yang bagus tapi berat. Suami yang dominan, ayah yang otoriter, dan masalah yang selalu dia timbulkan tapi juga warisan dari dia yang tak bisa dihindari. Saya baper nonton konflik ayah anak.

134. Triple 9
Crime thriller, dirty cops and heist gone wrong. Film ini penuh bintang walo banyak yang mubazir, penuh aksi tapi plotnya hambar. Sering lihat mafia Rusia jadi penjahat, tapi baru kali ini lihat mafia Yahudi (Rusia).

135. New Trial
Dramatisasi kisah nyata yang bagus tentang pengungkapan kebenaran. Suka karakter-karakternya. Mengingatkan kita pada sering rusaknya aparat termasuk di negara sendiri. Salut pada si pengacara, juga pada hukum di Korsel.

136. Dunkirk
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Berasa Interstellar versi perang, dituturkan secara nonlinear dan indah khas Nolan. Beda sekali lihat film perang tanpa dramatisme dan heroisme. Saya suka dogfightnya, tentu saja, juga denging tukikan Stuka yang legendaris itu.

137. Filosofi Kopi 2
Ngebioskop di XXI Mal Jayapura. Jadi suka nonton bromance Ben dan Jody. Naek kombi sampai Bali aja ngomongnya ‘keliling indonesia’. Pret. πŸ‘Ώ
Di film pertama adu rasa antara yang bikin kopi pake obsesi vs pake cinta. Kali ini kopi pake filosofi vs pake presisi. Eh malah yang presisi yg disalahkan. πŸ˜•
2-3 hal janggal, iklan yang menyolok, tapi tetap saja puas nonton ini.

138. Grand Central
Drama cinta segitiga. Niatnya mau lihat Lea Seydoux saja, tapi ternyata setting pekerjaan di PLTN menarik juga. Jadi paham kalo radiasi itu bukan resiko, tapi bagian pekerjaan sehari-hari.

139. Last Vegas
Komedi cukup menghibur. Kisah persahabatan hingga tua yang menginspirasi, mengingatkan pada brotherhood sendiri. Las Vegas itu kota yang menyenangkan bagi cowok berduit. Seru juga ya kalo menang judi..

140. Centurion
Dramatisasi misteri sejarah hilangnya unit Legio IX Hispana kekaisaran Romawi di Caledonia (Skotlandia sekarang). Sayang kurang kolosal, terlalu kecil skalanya. Pertempuran gerilya ini macam versi klasik heroisme Amerika dalam GWoT. Jadi baca-baca lagi soal sejarah Romawi di Britania, juga suku-suku di sana seperti suku Pict yang jadi antagonis di sini.

141. The Prison
Drama penjara Korea lagi. Motif disembunyikan hingga 1¼ jam film berjalan. Lumayan seru, tapi sudah sering nonton cerita seperti ini. Mengingatkan bahwa tidak henti-hentinya penjara menjadi kerajaan kecil bagi para penjahat besar.

142. Kungfu Panda
Kesampaian juga nonton ini. Menyenangkan dan penuh warna. Saya suka setting Chinanya, juga Furious Five yang mewakili berbagai aliran kungfu, dan Mr. Ping, angsa bokapnya Po.

143. Aftermath
Dramatisasi dan Amerikanisasi insiden tabrakan udara ΓƒΕ“berlingen 2002 dan efeknya pada dua karakter utama. Drama lambat dan suram dengan klimaks mengejutkan. Tema penting di sini: permohonan maaf.

144. Seondal: The Man Who Sells the River
Lebih bagus dari yang kuharap. Cerita sepasang penipu ulung yang seru dan lucu di era Joseon Korea, tapi tetap heroik pada waktunya. Suka cara-cara mereka memperdayai orang.

145. Song to Song
Beberapa saat film berjalan, sinematografinya langsung familiar tapi lupa film apa. Ternyata “The Tree of Life” dan “To the Wonder” dari sutradara yang sama. Cerita roman segitiga, dipenuhi hal-hal yang ingin dilakukan selama berpacaran, diiringi banyak musik, tapi tanpa narasi. Berasa nonton video klip berdurasi 2 jam.

146. Ghost in the Shell
Film cyberpunk yang bagus. Teknologi cyberneticsnya bagus, walo gak dieksplorasi. Saya suka setting HongKongnya, dalam nuansa Jepang yang kuat. Klimaks Major vs Spidertank terasa kuno tapi gapapalah. Durasi juga kurang panjang.

147. Talak 3
Lebih bagus dari yang kusangka. Komedi recehnya menghibur, drama cinta segitiganya seru mengharukan. Sayang tidak ada terobosan radikal dalam menghadapi hadangan hukum talak 3.

148. Black Mass
Dramatisasi kisah nyata Whitey Bulger, dulu konon orang kedua dalam daftar pencarian FBI sesudah Osama bin Laden. Drama kriminal yang sangar, sesangar Johnny Deep memerankan gangster Irlandia.

149. The Zookeeper’s wife
Dramatisasi kisah nyata Antonina Zabinski dan keluarganya menyelamatkan ratusan orang Yahudi di Warsawa jaman PD 2. Bagus, menyentuh dan heroik. Hewan-hewannya memberi warna sendiri dibanding film-film perang lainnya. Saya memang lekas sedih nonton film bertema holocaust sih. Apalagi pas evakuasi ghetto. Kurasa mestinya bisa memberi lebih banyak fokus pada aksi penyelamatan ketimbang drama Antonina dan Lutz Heck.

Hitler ist kaputt!! 😈

150. Befikre
Standar romcom ya, standar India juga, penuh nyanyi tari bagus, terutama duet terakhir itu. Suka sekali setting Parisnya, tapi plotnya chaotic. Kurasa segala “I dare you” ini gak inspiratif.

151. The Ottoman Lieutenant
Cinta segitiga di Anatolia timur, Kekaisaran Ottoman, era PD 1. Cewek AS progresif yang ntah gimana seabad lebih maju: tidak rasis, melawan ortu, dan mencintai pria muslim. Film (konon propaganda Turki) yang menyangkal Genosida Armenian. Permusuhan Armenians kristen dan Turks islam direduksi hanya pada keberpihakan Armenians ke pihak Rusia dan genosida ditampilkan seolah perbuatan segelintir pasukan Turki liar saja, sementara si Letnan menolong dengan heroik. Sebagai drama perang, adegan perangnya malah lebih banyak footage dengan narasi.

152. The Promise
Cinta segitiga di Konstantinopel, Kekaisaran Ottoman, era PD 1. Film pertama yang menggambarkan dengan akurat Genosida Armenian di Turki 1915, dari penangkapan para pemimpin, penyerangan, deportasi massal, kerja paksa, pembantaian massal, hingga pengejaran dan perlawanan di Musa Dagh. Bagus dan menyedihkan. Dramatisasi romansanya tampak berlebihan tapi tidak menutupi tragedinya. Charlotte Le Bon tampil lovable.
Saya baru tahu ada persekongkolan sistematis para penyangkal genosida tuk downvote film ini di IMDB, makanya pertama kulihat ratingnya rendah. Jahat memang Turki..

Turki tidak mengakui kejahatan ini, tapi malah mau kembali ke era yang melahirkan pembantaian ini..

153. Asura The City of Madness
Di sebuah kota Korea ada para politisi korup jahat serta penegak hukum korup jahat. Cerita kebrutalan demi kebrutalan untuk mengamankan aliran uang dan mempertahankan nyawa. Menarik dan penuh darah.

154. Going in style
Komedi perampokan bank yang cukup menghibur. Mengingatkan akan hari tua dan sistem ekonomi kapitalis yang menghisap duit.

155. The Last Commando: Modern Day Green Beret
Dokumenter sederhana tahun 2014 yang didedikasikan untuk para anggota US Army 3rd Special Forces Group (Airborne) yang berjuang dan gugur di Afghanistan. Gratisan di YouTube.

156. Sully
Dramatisasi US Airways Flight 1549 dan investigasinya. Suka tensi tenang film ini dengan fokus karakter Tom Hanks yang bertahan dibawah tekanan. Pengingat bagus heroisme kapten C. Sullenberger.

157. The Circle
Techno thriller bertema privasi vs publikasi yang bikin tertekan karena terasa dekat sekali dengan pencapaian teknologi kita sekarang. Tapi ya plotnya ketebak, banyak elemen yang familiar, ketegangan gagal terbangun, bahkan klimaksnya seperti terputus. Setidaknya film ini penuh Emma Watson.

158. The Bodyguard
Apa yang dilakukan Andy Lau dan Sammo Hung disini? Susah dipahami…
Bagian terbaik film ini (setelah menanti sejam) digerakkan oleh adegan slonong girl yang gak masuk akal. :mrgreen:

159. Pawn Sacrifice
Dramatisasi kisah hidup dan puncak karir Grandmaster Bobby Fischer. Menarik juga melihat catur menjadi arena perang dingin, juga gangguan mental sang jagoan catur.

160. The Finest Hours
Dramatisasi kisah nyata penyelamatan kapal SS Pendleton. Bagus ceritanya, memperingati aksi heroik Coast Guard AS tahun 1952. Suka lihat Holliday Grainger yang cantiknya klasik era itu.

161. USS Indianapolis: Men of Courage
Dramatisasi kisah tragedi tenggelamnya kapal USS Indianapolis yang dieksekusi dengan mengecewakan. Plotnya buruk (cinta segitiga?), settingnya buruk (pake kapal yang berbeda), spesial efeknya buruk, parah lah. Sayang banget, mestinya film ini bisa jadi peringatan sejarah penting terutama buat sang kapten yang dikambinghitamkan AL. Macam sial ya Nicolas Cage dapet film gak keren mulu akhir-akhir ini.. πŸ™„

162. Storks
Animasi menyenangkan dan menghibur. Saya suka ide ceritanya, imajinasinya (mesin pembuat bayi), dan Wolfpack yang bikin ngakak. Terganggu lihat pesan pro LGBT tapi yawdalah.

163. Cahaya Dari Timur
Dramatisasi kisah nyata Sani Tawainella dan tim Maluku U-15. Suka dengar logat Ambon di sepanjang film, walau Chicco dan Jajang sesekali terdengar kaku. Settingnya menarik, Tulehu dan Paso pasca perang saudara Maluku.
Saya cuma dapat 120 menit dari 150 menit durasi film di versi TVrip. Sepertinya saya kehilangan adegan-adegan kerusuhan.
Drama olahraga yang bagus.

164. Why Him?
Sitkom pacar vs camer. Lucunya biasa saja, tapi tetap enak dinikmati. Saya suka isu matinya penerbitan, sangat riil, juga tentang WC dengan cebok air. Orang Amrik perlu ini. :mrgreen:
Zoey Deutch cantik banget. Momen saya ketawa di film ini justru lihat Gene Simmons dan Paul Stanley. πŸ˜†

165. Chloe
Erotic thriller yang kurang. Tegangnya kurang dikit, erotiknya kurang buanyak. Plotnya bagus sih, dan Amanda Seyfried seperti biasa sungguh memikat.

166. Ali and Nino
Drama romansa di Kaukasus seabad lalu. Romansanya dapet walo jumpstart dan kurang chemistry; sejarahnya juga dapet dikit2 untuk yang paham, dari PD I, revolusi Bolshevik, sampai Rep. Azerbaijan yang pendek umur; setting juga bagus. Diluar itu konfliknya hilang, kekayaan kultural etnik, konflik agama, konflik eropa-oriental, tidak tersampaikan dengan baik, menyisakan konflik politik dan heroisme saja. Sayang durasinya hanya 100 menit. Coba lebih banyak bajet…

167. Forbidden Empire
Adaptasi lepas dari sastra Rusia “Viy”. Cerita horornya dimodifikasi jadi plot detektif dengan karakter baru. Cukup seram tapi suram warnanya. Mengingatkan betapa berbahaya pemimpin yang menggunakan isu agama dan menjual ketakutan tuk menghasut massa.

168. The King
Crime thriller Korea tentang dunia kotor para jaksa. Mengasyikkan nontonnya. Suka plotnya dan penceritaannya. Karakter-karakter tidak terlihat menua padahal rentang waktu cerita lebih dari 20 tahun. Seperti di RI, pilpres adalah saat yang menegangkan.

169. Gods of Egypt
Walaupun reviewnya buruk ternyata filmnya asyik. Suka visualisasi Mesir kuno disini, dari bumi datar, arsitektur, para dewa dan kendaraannya, dunia bawah, etc. Plot dan pertarungan agak lemah tapi tak mengapa. Usaha Set mengumpulkan kekuatan mengingatkan pada cerita komik Tenjho Tenge, sayang selain bisa terbang gak jelas apa fungsi jantung Osiris atau otak Thoth misalnya.. πŸ™„
Courtney Eaton sexy.

170. Marshland
Thriller polisi yang bagus. Plot detektifnya seru, setting sospol Spanyol 80an yang menarik, dan banyak aerial shot daerah rawa yang sungguh menakjubkan.

171. I am Wrath
John Travolta jadi Punisher ala Frank Castle, minus senjata berat plus buddy yang kadang lucu interaksinya. Heran kenapa pembantaian di mansion kok malah gak ditunjukkan. Film ringan, pas buat pemulihan abis sakit kemarin.

172. Their Finest
Film tentang membuat film tentang evakuasi Dunkirk. Drama romansa jaman perang di London yang lucu, menyenangkan, getir, dan menarik. Plot twistnya mengejutkan. Suka suasananya, suka juga lagu2nya terutama “They Can’t Black Out the Moon”.

Sering bertemu maka jatuh cinta. Iya kan?

173. Part-Time Spy
Eksyen komedi Korsel yang cukup lucu walo banyak slapstick, dengan plot cepat padat. Kedua protagonisnya menarik. Young Shil memikat simpati dengan tampil “jelek”, tidak seperti posternya sama sekali, sementara Jung An menarik karena cantik tapi temperamental.

174. Gold
Dramatisasi kisah nyata skandal tambang emas palsu Bre-X di RI era Soeharto. Terlalu banyak yang diubah dari sejarahnya sih, bahkan lokasi syutingnya. Bagus juga ceritanya, tentang mimpi yang menguap, dan keluarga Soeharto yang korup.

175. Trolls
Lebih baik jual teman tapi selamat sendirian atau mati sendirian dan teman-teman selamat? Moral penting di animasi lucu penuh warna dan musik ini. Suka lagu-lagunya, terutama ‘Hair Up’.

176. Logan
Senang melihat “tiga” Wolverines dalam pertarungan jarak dekat brutal sepanjang film. Laura sungguh petarung kecil yang efektif. Sayang teman-teman mutan dia yang lain gak seberguna itu. Film “penutup” cerita X-Men yang sangat manusiawi dan rural.

177. Manchester by the Sea
Drama yang sungguh sangat bagus tentang hidup dengan rasa kehilangan. Ceritanya baru menarik setelah Lee bertemu Patrick dan membangun hubungan sepanjang sisa film. Beberapa kisah disini saya banget, misalnya ketika Patrick bertemu Elise.
Baru tahu, judul film ini ternyata nama kota pelabuhan di AS.

178. God of War
Kisah heroik Jenderal Qi Jiguang menumpas bajak laut Wakou. Kurang bagus. Plotnya melebar ke mana2 (misal ke Madam Qi) sementara cerita perangnya sendiri dikompres jadi hanya beberapa pertempuran yang kurang epik dengan strategi yang aneh.

179. Lego Ninjago The Movie 3D
Ngebioskop di Cinemaxx Plaza Semanggi, Jakarta. Serial mainan baru lagi dari Lego, film baru lagi tuk promosi. Banyak adegan lucu, tapi saya tidak merasa terinspirasi seperti saat menonton The Lego Movie dulu. Mungkin faktor ngantuk berat juga saat nonton. Sebagian besar adegan ditonton dengan separuh kesadaran saja.

Sekali-sekali skrinsyut diganti foto saya ya. Ini bersama media promosinya di XXI Kuncit.

180. Kingsman: The Golden Circle
Ngebioskop di XXI Kuningan City Mall, Jakarta. Untuk sebuah cerita Fast and Furious/Mission Impossible alternatif masih sangat seru, brutal dan menghibur. Lupakan saja banyak plot dan detil gak masuk akal di sini, nikmati saja aksi dan komedinya. BTW saya sepakat dengan pendirian presiden AS soal narkotika. :mrgreen:

181. The Foreigner
Ngebioskop di XXI Kuningan City Mall, Jakarta. Lihat Jeki Cen lagi setelah di Lego Ninjago. Kali ini jadi pemeran utama dalam film yang sedih dan suram. Cerita balas dendam yang bagus dan menegangkan dengan latar penumpasan terorisme yang politis.

Masih berusaha konsisten satu film timur sesudah dua film barat tapi kemudian karena stok film timur yang menipis selang-selingnya jadi satu timur sesudah empat barat. Haha.. :mrgreen:


JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything left’s a waste of time~
September 2018
M S S R K J S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter

Iklan