Persipura Eps. 29: Playmaker, from Edu to Manu

Konon pengatur permainan alias playmaker adalah tipe pemain yang sulit didapat di Indonesia, dan konon pula sekarang ini hanya ada 3 playmaker lokal yang bermain di level atas di Indonesia: Eka Ramdani di Persib, Firman Utina di Persija, dan ikon legendaris Persipura, Eduard Ivakdalam. Sementara di banyak klub lain posisi tersebut diisi pemain asing.

Kapten Persipura, si no. 10.

satu-satunya pemain Persipura yang dimaklumi (gak dimarahi) penonton kalo salah umpan. LOL

Dibandingkan kedua saingan lokalnya, paitua Edu -panggilan akrab Eduard- jauh lebih senior, dan sudah berkarir di Persipura sejak Liga Indonesia pertama atau 14 musim. Selama itu pula Edu menjadi pemain paling berpengaruh dalam tim. Tetapi usia tak bisa dibohongi, pertambahan umur membuat performa Edu juga menurun. Hal ini mudah dilihat dari perubahan peran Edu, apabila dulu bermain sebagai trequartista yang rajin mencetak gol, maka setidaknya sejak 2004 Edu bermain sebagai deep lying playmaker yang daya jelajahnya lebih terbatas di lapangan tengah. Disisi lain, peran yang tak tergantikan membuat Persipura jadi bergantung pada keberadaan Edu dan seolah kehilangan kepercayaan diri apabila Edu tidak bermain, padahal regenerasi mutlak diperlukan.

Persipura bukannya tidak menyadari ini, dan berkali-kali berusaha mendidik pemain-pemain berbakat tuk menjadi gelandang pembagi bola, tapi karena tuntutan untuk selalu menurunkan Edu pada (hampir) tiap pertandingan, maka tiap gelandang yang mendampingi Edu jadi terbatas perannya sebagai “tukang angkut air”.
Setelah berkali-kali berganti pasangan, sejak pertengahan musim lalu nama Immanuel Wanggai mencuat sebagai gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Persipura untuk mendampingi Edu di lapangan tengah Persipura. Adalah pelatih Jackson Tiago yang menemukan peran tersebut untuk Manu yang sebelumnya kurang sukses bermain sebagai gelandang serang. Memanfaatkan stamina luar biasa, tubuh kokoh dan dribble bagus, Manu sukses jadi pemutus serangan lawan yang pandai melindungi bola. Sejalan dengan kematangannya, Manu mulai piawai melepas umpan-umpan yang semakin akurat kepada para penyerang. Akan tetapi posisinya sebagai gelandang bertahan membuat Manu terbatas dalam membantu serangan.
Sebagai deputi Manu adalah Gerald Pangkali. Dianugerahi stamina dan keahlian bertahan yang sama dengan Manu, kekurangan Gerald adalah dalam urusan mendistribusikan bola. Ia hampir selalu membutuhkan Edu untuk melanjutkan bola ke depan. Pola ini menyebabkan para penyerang harus rajin jemput bola dari Edu sehingga menambah jarak ke gawang lawan.

Pada situasi ini sering muncul pemikiran saya untuk seandainya Edu bisa sesekali diistirahatkan dari starting line-up sementara Manu dan Gerald bisa ditandemkan di tengah. Tentu daya jelajah Manu bisa lebih maksimal apabila ada yang melapis tugasnya bertahan. Tak disangka pasangan ini akhirnya bisa saya saksikan pada ronde kedua big match Persipura vs Arema hari Sabtu seminggu (24 April) yang lalu dimana Persipura menghancurkan Arema 4-1. 2 gol terakhir Persipura lahir ketika Manu dan Gerald berduet. (terimakasih buat kawan saya KB yang sudah mbayari saya nonton)

Highlight seadanya bisa dilihat di klip diatas. Urutannya adalah gol Arema; gol #4 Persipura (Boaz); gol #1 Persipura (Boaz); replay gol Arema; Gol #2 Persipura (Ortizan); gol #3 Persipura (Stevi); replay gol #4 Persipura.

Pada partai yang kental bernuansa permusuhan dari Persipuramania ini -dipenuhi hujatan, makian, pelemparan botol air mineral, botol bir dan tembakan-tembakan kembang api-๐Ÿ˜ฆ , Persipura memulai pertandingan dengan formasi yang aneh dari Jackson ketika ia memasang bek Victor Igbonefo sebagai gelandang bertahan. Ntah apa tujuannya.๐Ÿ˜• Skema-nya kira-kira seperti ini:

Boaz–Beto

Ortizan–Eduard–Victor–Manu–Ian

Bio–Ricardo–Tang

Jendry

Walaupun berhasil mencetak satu gol indah via Boaz (yang segera dibalas dengan gak kalah kerennya oleh Pierre Njanka), tapi formasi ini berjalan kacau. Victor kerap salah antisipasi serangan dan salah umpan, Edu sulit mengambil posisi dibelakang penyerang, sementara Manu jadi repot mem-back-up kedua seniornya tersebut. Di barisan belakang, Tang sudah berlagak jadi RSB, rajin overlap ke depan tapi tanpa visi, mengabaikan Ian yang miskin suplai bola. Seperti juga tiap kali Persipura bermain dengan pola 3-5-2 (dan bukan 3-4-1-2 atau 3-4-3), terlihat kekosongan antara lini tengah dan lini depan.
Berkah datang dalam bencana ketika Tang Tian cedera patah kaki, sehingga Victor harus turun menutupi posisinya. Ian Kabes bergeser ke tengah menjadi gelandang serang, sementara Stevi Bonsapia yang baru masuk, menggantikan Ian di RWB. Formasi baru yang berjalan di babak kedua ini menghasilkan satu gol hasil tembakan Ortizan Solossa, sesaat sebelum Jacko menarik keluar Edu dan menggantikannya dengan striker Tinus Pae. Proses gol ini juga meyebabkan Beto Goncalvez cedera sehingga harus diganti dengan Gerald Pangkali. Formasi Persipura kemudian menjadi sbb:

Boaz–Tinus

Ian

Ortizan–Gerald–Manu–Stevi

Bio–Ricardo–Victor

Jendry

Tidak seperti bayangan banyak penonton -yang menghujat keputusan Jacko mengganti Eduard- bahwa serangan Persipura akan tumpul tanpa playmaker andalan mereka, permainan Persipura justru menggila tanpa Edu. Dengan kemampuan menggiring bola yang prima, Ian dan Manu bisa memberi kesempatan kedua penyerang untuk mencari posisi yang lebih menguntungkan sebelum menerima bola. Sementara Gerald menjadi partner handal Manu dalam memutus serangan lawan lewat tengah. Manu juga tak perlu kuatir membantu serangan karena Gerald siap kerja kotor dibelakangnya. Dua gol akhirnya tercipta dari formasi ini, dicetak oleh Stevi dan Boaz. Walaupun kedua gol dihasilkan melalui serangan sayap, tapi yang jelas ritme permainan tidak menurun.
Satu lagi catatan penting dari skema ini adalah beroperasinya Ian sebagai penyerang lubang. Adanya penyerang ketiga terbukti selalu paten saat dipakai Persipura seperti saat mereka dua kali juara ligina.

Kinerja memuaskan dari skema tanpa Edu ini memberikan rasa optimis yang besar bagi saya bahwa Persipura tak perlu ragu bermain tanpa Edu, terutama di musim berikutnya. Memang, kehadiran Edu dalam tim bukan cuma sekedar pengatur serangan dan pemimpin di lapangan. Jauh lebih berpengaruh dari itu justru adalah kharismanya diluar lapangan. Edu adalah kepala keluarga bagi anak-anak Persipura. Seseorang yang dihormati dan didengarkan dengan sangat mutlak, dan sebaliknya menjadi pendengar bagi tiap keluh kesah para awak Persipura, termasuk masalah keluarga. Konon untuk masalah kepemimpinan diluar lapangan inilah Persipura berencana masih akan memakai jasa Edu musim depan, sebagai pemain merangkap asisten pelatih. Apapun juga, semoga saja regenerasi pengatur serangan bisa berjalan mulus, membawa kejayaan buat tim di musim ini dan musim-musim berikutnya.๐Ÿ˜‰

Oiya, dua partai berikut dari Persipura menghadapi Persib (2 Mei) dan Sriwijaya (5 Mei) akan disiarkan langsung di ANTV. Pastikan teman-teman tidak ketinggalan menyaksikannya, & may the best team win.๐Ÿ˜‰
*iklan*

19 Responses to “Persipura Eps. 29: Playmaker, from Edu to Manu”


  1. 1 venus Mei 2, 2010 pukul 4:41 am

    ya tuhan. bola lagi. LOL

  2. 2 warm Mei 2, 2010 pukul 9:41 am

    mantap sekali ulasannnya
    ketergantungan terhadap pemain lama seperti candu yg susah dihilangkan rupanya,
    seperti juga di Barito Putera yang lama sekali mengalami masa regenerasi, terjebak dengan masa-masa keemasan di waktu lampau..

    padahal banyak pemain bagus yang bisa di asah,
    kapan ya sepakbola ini kayak di J -League misalnya, yang lebih mengutamakan dan mendayagunakan pemain-pemain lokal CMIIW

  3. 3 itikkecil Mei 2, 2010 pukul 12:00 pm

    berarti kakak Edu sama seperti Maldini yang sampai tua juga dipake.
    btw, tanggal 5 mei lawan SFC?
    hidup SFC!!!
    *minggat*

  4. 4 jensen99 Mei 2, 2010 pukul 1:38 pm

    @ venus

    Eeh, yang muncul di kepala itu sih. Nanti kalo dah dapet pacar lagi barangkali postinganku baru bisa sering2 soal romansa macam punya Simbok.๐Ÿ˜›

    *digilas truk*

    @ warm

    Mungkin karena Persipura baru berprestasi hebat (termasuk dua kali juara liga dan hattrick runner-up Piala Indonesia) justru disaat kaka Edu sudah berusia 30an, sehingga malah tidak terlalu terasa kalo secara individu justru performa sang kapten justru menurun.

    Cara terbaik tuk mengutamakan pemain2 lokal adalah mengurangi quota pemain asing yang sekarang lima, menjadi tiga saja cukup. Apalagi tiap tim superliga punya tim U-21 yang pemain2nya juga menanti promosi ke tim senior.

    @ itikkecil

    Jam 3.30 PM WIB hari ini Sriwijaya bakal kedatangan Persiwa Wamena dan disiarkan ANTV loh.๐Ÿ˜€

  5. 5 lambrtz Mei 2, 2010 pukul 1:56 pm

    Dan lagi-lagi saya ga bisa kasih komen yang penting.๐Ÿ™„ *mengamini Mbok Venus*

  6. 6 pathetic Mei 2, 2010 pukul 5:55 pm

    wuahahah.. saya tunggu sore ini lawan persib…

  7. 7 Zeph Mei 3, 2010 pukul 12:10 am

    ituh… terlalu banyak kartu di pertandingan lawan Persib. skor 0-0 sepertinya sudah lumayan bagus…๐Ÿ™„

  8. 8 jensen99 Mei 3, 2010 pukul 2:03 am

    @ lambrtz

    Yang penting kamu dah ngabsen.๐Ÿ˜€

    @ pathetic

    Hasilnya mengecewakan untuk kedua pihak.๐Ÿ˜ฆ

    @ Zeph

    Namanya maen bertahan ya pasti rawan pelanggaran, walaupun beberapa kartu lahir dari pelanggaran bodoh, mis: KK Manu Wanggai dan KM Ortizan. Tapi Gerald Pangkali seharusnya gak dapet kartu tuh, pelanggarannya ringan saja.๐Ÿ˜

    Duh, semoga Arema juga minimal seri lawan Persela lusa.๐Ÿ™„

  9. 9 Asop Mei 3, 2010 pukul 10:28 am

    Hebaaat salut analisisnya mendalam banget…๐Ÿ˜€
    Btw, Persipura seri lawan persib. Artinya gimana?

  10. 10 sunsettowner Mei 3, 2010 pukul 12:28 pm

    balik kanan maju… Jalan!!
    nyari warung lain

  11. 11 Akinabagas Mei 4, 2010 pukul 10:09 am

    Dong (Edu) boleh umur tua, tp permainan msh bisa diandalkan to ?
    Justru anak muda harus bisa contoh Edu pu talenta mo
    Ulasan yg bagus bro, tks

  12. 12 jensen99 Mei 4, 2010 pukul 5:30 pm

    @ Asop

    Artinya kalo sore ini Arema menang lawan Persela, maka Persipura makin mustahil tuk mempertahankan gelar ISL.๐Ÿ˜ฆ

    @ sunsettowner

    Gudlak!๐Ÿ˜‰

    @ Akinabagas

    Dong (Edu) boleh umur tua, tp permainan msh bisa diandalkan to ?

    Tidak seperti yang diinginkan. Fakta saat melawan Persib Minggu kemaren menunjukkan:
    1] Tidak ada umpan matang pada ketiga penyerang.
    2] Pada permainan defensif yang diperagakan Persipura, Edu tidak bisa bertahan, ntah itu tackle, intercept atau body-charge.
    3] Membuang satu peluang gol hasil umpan Manu.

  13. 13 eMina Mei 7, 2010 pukul 6:20 pm

    ckckckck…lagi-lagi bola๐Ÿ˜ฏ

  14. 14 afispedia Mei 20, 2010 pukul 11:20 am

    udah lama ngga nonton bola di indo..jadi kangen… kunjungan pertama

  15. 15 mbah sangkil Mei 21, 2010 pukul 7:07 pm

    persipura sebenarnya bisa dibilang komplit. Dari mulai penyerang, back,kiper sampai playmaker. Harus kita akui pemain persipura skill nya rata2 komplit dengan fisik yang mumpuni. Sayangnya pemain penggantinya kelasnya jauh dari pemain intinya, sehingga pelatih musti berpikir 2x untuk menurunkan pemain penggantinya

  16. 16 camera Mei 24, 2010 pukul 10:13 am

    keren juga beritanya….

  17. 17 greengrinn Juni 6, 2010 pukul 10:41 pm

    lengkap skali ulasannya, anak muda๐Ÿ˜† . bener-bener nambah info sambil blogwalking hhe..


  1. 1 Tweets that mention apdet blog hari ini: -- Topsy.com Lacak balik pada Mei 2, 2010 pukul 8:46 am
  2. 2 Chonburi 4-1 Persipura; Formasi Jackson Tiago gagal menguasai lebar lapangan « JenSen Yermi's Weblog Lacak balik pada April 28, 2011 pukul 5:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




JenSen99 is

I got a heart full of pain, head full of stress, handfull of anger, held in my chest. And everything leftโ€™s a waste of time~
Mei 2010
M S S R K J S
« Apr   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Lapak Berkicau

Follow me on Twitter


%d blogger menyukai ini: